Managers and Managing, dan The Evolution of Management Thought

Dalam artikel ini kelompok Crazy Rich Asians, akan membahas mengenai Managers and Managing dan The Evolution of Management Thought


1
1 point

Managers and Managing

What is Management

Manajemen, adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian berbagai macam sumber daya dalam suatu organisasi tentunya untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. 

Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang bekerja sama dan saling berkoordinasi untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan di masa depan. Manajer adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan memanfaatkan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. 

Sumber daya adalah aset yang ada di suatu organisasi seperti manusia (keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman); mesin; bahan baku; komputer dan teknologi informasi; paten, modal finansial, dan pelanggan.

Achieving High Performance : A Manager’s Goal

Tujuan dari organisasi sendiri adalah mendapatkan atau menciptakan produk baik barang atau jasa di mana produk tersebut dapat memuaskan konsumen. Dalam proses mencapai tujuan tersebut tentunya dibutuhkan kinerja kerja yang baik, baik atau buruknya suatu pekerjaan dapat dilihat dari efisien dan efektifnya seorang manager dapat menggunakan sumber daya yang ada di organisasi tersebut.

Kinerja organisasi adalah ukuran seberapa efisien dan efektif manajer menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memuaskan pelanggan serta mencapai tujuan organisasi. Efisiensi adalah ukuran bagaimana sumber daya secara produktif digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Organisasi menjadi efisien ketika manajer meminimalkan jumlah sumber daya input (seperti tenaga kerja, bahan mentah, dan beberapa bagian komponen) atau jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa. Efektivitas adalah ukuran kesesuaian tujuan yang telah dipilih manajer untuk diwujudkan organisasi dan sejauh mana organisasi mencapai tujuan tersebut. Organisasi menjadi efektif ketika manajer memilih tujuan yang sesuai dan kemudian mencapainya. Organisasi kinerja meningkat secara proporsional dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas, seperti yang ditunjukkan pada  Gambar 1.

Gambar 1. Performa Kinerja Kerja Terkait Efisien dan Efektif

Essential Managerial Task

Tugas manajemen adalah membantu organisasi memanfaatkannya sebaik mungkin sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat tugas yaitu: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Pada Gambar 2, menunjukkan urutan di mana manajer biasanya melakukan tugas mereka. Manajer di semua tingkatan dan di semua departemen, baik di perusahaan kecil atau besar, organisasi nirlaba atau nirlaba, atau organisasi yang beroperasi di satu negara atau di seluruh dunia bertanggung jawab untuk melakukan empat tugas ini, yang akan kita lihat selanjutnya. Seberapa baik manajer melakukan tugas-tugas ini menentukan seberapa efisien dan efektif organisasi mereka.

Gambar 2. Empat Tugas Manajer

Planning (Perencanaan) 

Untuk melakukan tugas perencanaan, manajer mengidentifikasi dan memilih tujuan organisasi yang sesuai dengan organisasi mereka; kemudian dilakukan pengembangan strategi bagaimana cara mencapai kinerja kerja yang baik. Seberapa baik manajer merencanakan dan mengembangkan strategi menentukan seberapa efektif dan efisien organisasi. Terdapat tiga langkah dalam perencanaan yaitu: 

  • Memutuskan tujuan apa yang akan dikejar organisasi
  • Memutuskan strategi apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut
  • Memutuskan bagaimana mengalokasikan sumber daya organisasi untuk mewujudkan strategi yang sudah dibuat sehingga tujuan tersebut tercapai.

Organizing (Pengorganisasian) 

Pengorganisasian adalah penataan hubungan kerja agar anggota organisasi dapat berinteraksi dan bekerjasama secara baik. Untuk mewujudkannya, nantinya orang-orang di dalam departemen akan dibagi tugas sesuai dengan jenis tugas spesifik pekerjaan yang mereka lakukan sehingga tercipta garis otoritas dan tanggung jawab antara individu dan kelompok. Hasil dari pengorganisasian adalah terciptanya struktur organisasi, sistem tugas formal dan reporting relantionship yang saling mengkoordinir dan memotivasi anggota sehingga hubungan kerja sama tercipta dan tujuan organisasi tercapai. 

Leading (Kepemimpinan)

Mengartikulasikan atau menjelaskan dengan jelas visi dari organisasi, memotivasi, memberi contoh yang baik, baik secara individu maupun kelompok sehingga anggota organisasi memahami bagian yang mereka kerjakan dalam organisasi sehingga ketika bekerja secara individu maupun secara kelompok dapat melakukan tugasnya dengan baik. 

Controling (Mengendalikan)

Mengevaluasi bagaimana baik sebuah organisasi mencapai tujuannya dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja kerja. Misalnya, manajer memantau kinerja individu, departemen, dan organisasi secara keseluruhan untuk melihat apakah mereka memenuhi standar kinerja yang diinginkan. 

Peran Manajerial Diidentifikasi oleh Mintzberg

Jenis Peran

Peran Spesifik

Contoh Aktivitas

Decisional

  • Entrepreneur

  • Disturbance Handler

  • Resource Allocator

  • Negotiator

Berkomitmen dalam menggunakan sumber daya organisasi untuk mengembangkan barang dan jasa yang inovatif; memutuhskan untuk memperluas skala dagang hingga skala internasional

Bergerak cepat untuk mengambil tindakan korektif saat ada masalah yang tak terduga yang sedang dihadapi oleh organisasi dari lingkungan eksternal (seperti minyak tertumpah sehingga mencemari lingkungan sekitar)

Mengalokasikan sumber daya organisasi  untuk target dan departemen organisasi; mengatur anggaran dan gaji middle manager dan first level manager

Bekerja sama dengan pemasok, distributor, dan serikat pekerja untuk mencapat kesepatakan tentang kualitas dan harga input

Interpersonal

  • Figurhead

  • Leader

  • Liaison

Menjelaskan tujuan organisasi di masa depan terhadap karyawan; seperti menjelaskan pedoman etka organisasi dan prinsip prilaku yang harus diketahui oleh karyawan 

Memberikan contoh yang dapat diikuti oleh karyawan, memberikan perintah langsung kepada bawahan, membuat keputusan terkait penggunaan SDM dan SDA yang ada di perusahaan

Mengkoordinasi pekerjaan manajer di berbagai departemen dan membangun aliansi antar organisasi yang berbeda dengan tujuan menghasilkan barang dan jasa baru

Informational

  • Monitor

  • Disseminator

  • Spokesperson

Mengevaluasi kinerja kerja manajer lalu bila terjadi kesalahan perlu dilakukan tindakan korektif bila terjadi kesalahan dan dapat meningkatkan kinerja kerja karyawan

Sumber informasi bagi karyawan untuk mengetahui perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal dan internal dimana dapat mempengaruhi mereka dan organisasi

Meluncurkan kampanye periklanan nasional untuk dipromosikan tentang barang dan jasa baru; 

Levels and Skills of Managers

Untuk melakukan empat tugas manajerial secara efisien dan efektif, organisasi mengelompokkan atau membedakan manajer mereka dalam dua cara, yang pertama berdasarkan level dalam hierarki dan yang kedua berdasarkan jenis keahlian atau keterampilan. 

Pertama, mereka membedakan manajer menurut level atau pangkat mereka dalam hierarki otoritas organisasi. Tiga level manajer adalah manajer lini pertama, manajer menengah, dan manajer puncak. Biasanya manajer lini pertama melapor ke tengah manajer, dan manajer menengah melapor kepada manajer puncak.  

Kedua, organisasi mengelompokkan manajer ke dalam departemen (atau fungsi) yang berbeda berdasarkan, keahlian, dan pengalaman terkait pekerjaan khusus mereka, seperti keahlian teknik manajer, keahlian pemasaran, atau pengalaman penjualan. Departemen (seperti departemen manufaktur, akuntansi, teknik, atau penjualan) adalah sekelompok manajer dan karyawan yang bekerja sama dengan keterampilan dan pengalaman yang serupa atau menggunakan pengetahuan, alat, atau teknik untuk melakukan pekerjaan mereka. 

Gambar 3. Hierarki Tingkatan Manajemen di dalam Organisasi

Levels of Management

Organisasi memiliki tiga tingkat manajemen: manajer lini pertama, manajer menengah, dan manajer puncak (Gambar 3). Manajer di setiap level memiliki perbedaan terkait tanggung jawab untuk menggunakan sumber daya organisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas.  

Manajer lini pertama, dapat disebut supervisor. Mereka bertanggung jawab atas pengawasan harian karyawan non-manajerial yang melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa. Manajer lini pertama bekerja di semua departemen atau fungsi organisasi. Contoh manajer lini pertama, supervisor tim kerja di departemen manufaktur pabrik mobil, kepala perawat di departemen kebidanan rumah sakit, dan kepala mekanik yang mengawasi kru mekanik servis dealer mobil. 

Manager menengah dapat disebut general manager atau plant manager (bertugas mengawasi manager lini pertama), bertanggung jawab untuk menemukan cara terbaik untuk mengatur para pekerja dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Untuk meningkatkan efisiensi, manajer menengah dapat membantu manajer lini pertama dan karyawan non-manajerial untuk lebih baik dalam menggunakan sumber daya yang ada sehingga dapat mengurangi biaya produksi atau meningkatkan layanan ke pelanggan. Kemudian untuk meningkatkan efektivitas, manajer menengah dapat mengevaluasi apakah tujuan organisasi sesuai dan menyarankan kepada top manager bagaimana tujuan organisasi harus diubah. 

Manajer puncak (Terdiri dari CEO, COO, presiden, dan kepala departemen), seorang manajer yang menetapkan tujuan organisasi, memutuskan bagaimana departemen harus berinteraksi, dan memantau kinerja kerja manajer menengah.

Managerial Skill

Keterampilan konseptual, ditunjukkan dalam kemampuan umum untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi dan untuk membedakan antara sebab dan akibat. Manajer puncak membutuhkan konseptual terbaik keterampilan karena tanggung jawab utama mereka adalah perencanaan dan pengorganisasian. 

Pendidikan dan pelatihan formal penting dalam membantu manajer mengembangkan konseptual keterampilan. Pelatihan bisnis di tingkat sarjana dan pascasarjana (MBA) menyediakan banyak informasi alat konseptual (teori dan teknik dalam pemasaran, keuangan, dan bidang lain) yang dibutuhkan manajer untuk menjalankan peran mereka secara efektif. 

Begitu pula halnya dengan banyak karyawan non-managerial yang berkinerja tinggi (karena mereka telah mempelajari manajemen) sering dikirim ke program pelatihan manajemen intensif untuk mengembangkan keterampilan manajemen mereka dan untuk mempersiapkan diri mereka untuk dipromosikan ke posisi manajemen tingkat pertama.

Human skills, dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memahami, mengubah, memimpin, dan mengontrol perilaku dari individu lain ataupun sebuah grup. Dalam praktiknya, kemampuan untuk berkomunikasi, menkoordinasi, memotivasi, dan mencetak individu yang berbeda-beda menjadi sebuah tim yang kompak. Pada dasarnya semua manusia mampu berkomunikasi sejak dilahirkan, namun untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien perlu dilatih dan dikembangkan melalui pengalaman. 

Perusahaan-perusahaan pada masa ini mulai mengasah leadership skill para karyawannya, seperti contoh mengadakan seminar kepemimpinan untuk semua level karyawannya. Kemampuan memimpin diperlukan di semua level jabatan guna menciptakan self-managed team di perusahaan yang dapat menstimulasi efektivitas dan efisiensi.

Technical skills, adalah kemampuan-kemampuan dasar pada bidang-bidang pekerjaan yang memerlukan spesialisasi. Technical skills biasanya didapatkan dari latar belakang pendidikan seorang individu. Kemampuan ini dapat dipelajari oleh setiap orang secara otodidak, namun biasanya memerlukan waktu belajar lama dan intensif. Pada umumnya, pada sebuah perusahaan terbagi menjadi beberapa department yang secara khusus mengurus sektor tertentu, seperti marketing department, Rnd, IT, dan lain- lain.

Gambar 4. Tipe dan Level Manajer (Jones dan George, 2020)

Pentingnya pembagian departemen dalam sebuah perusahaan adalah pengelompokan pegawai berdasarkan kemampuan spesifik pegawai atau fokus bidang pekerjaan tertentu dalam perusahaan. Dengan adanya kemampuan khusus pada setiap departemen dapat menciptakan sebuah core compentency yang akan memberikan perusahaan tersebut sebuah keunggulan bersaing (competitive advantage). Dengan adanya pengelompokan orang-orang yang berfokus akan satu hal atau satu keahlian khusus, diharapkan mampu mengungguli kinerja perusahaan kompetitor.

Recent Changes in Management Practices

Tantangan dan tugas baru seorang manajer mengalami banyak evolusi pada tiap tahunnya. Terkhusus pada satu dekade terakhir, 2 faktor utama yang mempengaruhi hal ini adalah persaingan skala global dan perkembangan IT yang semakin maju.

Restructuring and Outsourcing

Seorang CEO atau top manager di sebuah perusahaan menyikapi kemajuan IT ini dengan berusaha menciptakan skenario penggunaan IT secara maksimal untuk menciptakan kinerja perusahaan yang efektif dan efisien. Tahap pertama yang dapat dilakukan adalah restructuring organisasi dalam perusahaan. Restructuring mencakup simplifying, memperkecil, dan mengurangi beberapa role-jobs atau pegawai untuk mengurangi ongkos produksi perusahaan. Pengauh perkembangan IT menjadi pengaruh utama dalam pengambilan skenario ini. Dengan kemajuan IT saat ini, dengan jumlah pegawai yang terbatas, sebuah perusahaan dapat mengerjakan berbagai tugas secara bersamaan. Sebagai contoh, IT dapat mengembangkan kemampuan setiap pegawai dalam memproses informasi secara cepat dan mengambil keputusan secara cepat dan akurat. Kedua adalah outsourcing, dimana perusahaan bekerjasama atau membuka usaha di negara lain (umumnya negara dengan tingkat gaji yang rendah). Dengan melakukan outsourcing, perusahaan dapat meningkatkan keefektifitasannya, seperti mengurangi biaya operasi.

Empowerment and Self-managed teams

Skenario selanjutnya yang dapat diambil oleh seorang manajer atau CEO perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaannya adalah mengembangkan tenaga kerjanya untuk menciptakan self-managed team. Empowerment sendiri berarti pengembangan wawasan, tugas, dan tanggung jawab pengambilan keputusan pegawai. Empowerment sendiri memiliki berbagai cara untuk pengapikasiannya, sebagai contoh pelatihan secara internal perusahaan. Perusahaan tentunya memiliki tujuan untuk mengefisienkan tenaga kerjanya untuk mengurangi biaya produksi perusahaan. Dengan empowerment ini, perusahaan mendorong pegawainyanya untuk memiliki ilmu pendukung yang dapat merangkap tugas yang juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Ilmu yang saat ini mulai dikejar dari seorang pegawai oleh perusahaan adalah kemampuan IT. Dengan kemajuan IT, jika pada 10 tahun lalu sebuah pekerjaan harus dilakukan oleh beberapa orang, saat ini dapat dilakukan hanya dengan seorang pegawai. 

Hasil dari empowering ini adalah menciptakan self-managed team atau sebuah kelompok pegawai yang memiliki tanggung jawab untuk mengorganisir, mengontrol, dan supervising aktivitas serta memonitoring hasil kerja mereka sendiri. Pada kondisi seperti ini, tugas first-line manager yang pada awalnya harus menginstruksikan bawahannya apa yang harus mereka lakukan, saat ini peran itu beralih menjadi seorang pelatih atau mentor.

Tantangan untuk Manajemen dalam Lingkungan Global

Dalam 20 tahun terakhir, persaingan antar organisasi atau perusahaan tidak hanya terjadi secara nasional namun juga internasional. Dengan perkembangan IT, konsumen memiliki lebih banyak opsi untuk menentukan produk pilihannya yang tersedia di pasar internasional. Oleh karena itu, seseorang yang menjadi seorang manajer sebuah perusahaan secara otomatis akan mendapat tugas untuk : menciptakan competitive advantage, mememenuhi standar etik, mengelola tenaga kerja yang beranekaragam, memanfaatkan sistem informasi dan teknologi, dan mempelajari manajemen krisis lingkup global.

Building competitive advantage, kemampuan perusahaan untuk menjadi unggul dari kompetitornya dalam hal kinerja dan juga mengelola sumber daya yang dimilikinya. Dengan meluasnya pasar persaingan di masing-masing lini usaha, menyebabkan setiap perusahaan yang sampai pada saat ini masih berproduksi harus kuat dalam persaingan dan menjadi pemimpin dalam bidang usaha yang ditekuni. Beberapa faktor untuk mencipakan competitive advantage adalah, efisiensi, kualitas, inovasi, dan respon terhadap konsumer.

Gambar 5. Building blocks of competitive advantage (Jones dan George, 2020)

Sebuah organisasi dapat meningkatkan efisiensi dengan mengurangi jumlah sumber daya mereka, yang dapat berupa tenaga kerja maupun bahan dasar untuk memproduksi barang atau jasa. Perusahaan masa kini, tidak segan-segan mengucurkan banyak uang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerjanya dengan ilmu-ilmu tambahan untuk menciptakan tim yang mampu me-manage diri mereka sendiri. 

Bermodalkan tenaga kerja yang memiliki daya saing secara global, perusahaan tidak hanya mendapatkan efisiensi kinerja produksi namun juga peningkatan kualitas barang atau jasanya. Salah satu contohnya adalah mengurangi jumlah barang produksi yang cacat, kemudian kualitas pelayanan secara online yang responsif dan siap setiap saat untuk konsumer.

Inovasi, proses membuat baru atau mengembangkan barang atau jasa hasil produksi. Dikatakan oleh Gareth R. Jones (2020), inovasi tidak dapat muncul dengan begitu saja, yang dapat diminta pada setiap saat. Sebuah perusahaan harus membebaskan pegawainya untuk memperbesar peluang munculnya inovasi yang berkualitas dan berpotensi untuk menjadi pioner di pasar. Pada umumnya sebuah perusahaan memiliki divisi atau tim sendiri untuk menjadi wadah berinovasi. Dan juga, beberapa saat proses untuk menciptakan inovasi bertolak belakang dengan modal untuk melakukan research dan produktivitas.

Responsif terhadap konsumer, menjadi salah satu unsur penting untuk mendapatkan citra baik dari para pelanggannya. Karena melalui cara ini menjadi jalur utama interkasi antara perusahaan dengan konsumer. Terkhusus perusahaan yang menyediakan jasa, harus mengelola kebiasaan dan perilaku tenaga kerjanya yang menjadi produk dari perusahaan tersebut. 

Maintain Ethical dan Socially Responsible Standard

Dalam berjalannya suatu usaha perusahaan, terlebih suatu keadaan dimana perusahaan habis mengalami suatu krisis ekonomi, di semua level manajerial akan mendapatkan banyak tekanan untuk meningkatkan atau mempertahankan performa perusahaan. Sebagai contoh, para pemegang saham mendorong top managers untuk meningkatkan performa perusahaan untuk mendorong harga saham perusahaan atau meningkatkan dividen. Kemudian, top managers akan memberikan tuntutan pada middle managers untuk memaksimalkan pemberdayaan sumber daya perusahaan agar lebih efisien dan meningkatkan kualitas produk atau jasa untuk menarik pasar dan meningkatkan penjualan. Dan selanjutnya, middle managers akan memberikan tekanan untuk supervisors, dan seterusnya. 

Tekanan yang dihadapkan pada setiap level jabatan dapat bersifat membangun, namun juga dapat tidak menyehatkan secara mental dan fisik pegawainya. Tekanan juga dapat menyebabkan penyelewengan etika bisnis dan juga sosial. Hal-hal yang mungkin sering kita jumpai adalah mempekerjakan anak di bawah umur produktif, jam lembur yang terlewat batas dan tanpa upah tambahan, dan juga kecurangan lainnya seperti suap menyuap. 

Managing a Diverse Workforce

Tantangan lain yang harus dihadapi manajer pada saat ini adalah tersedianya beraneka ragam sumber tenaga kerja yang ada di pasar lowongan pekerjaan. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis kelamin, usia, suku, ras, agama, dan socioeconomic. Untuk mengelola keanekaragaman tenaga kerja dan juga menciptakan suasana lingkungan kerja yang kondusif, biasanya perusahaan memiliki divisi Human Resource. Perusahaan dituntut untuk memberikan kewajiban serta hak yang sama pada setiap karyawan yang bekerja dalam perusahaan mereka. Nilai positif juga dapat diangkat dari keanekaragaman tenaga kerja untuk mendorong produktivitas dan performa perusahaan. Perusahaan akan lebih terbuka akan ide- ide, kreativitas, dan energi menyegarkan dari berbagai kalangan tanpa membatasinya. 

Utilizing IT and E-Commerce

Seperti sudah beberapa dikaitkan pada materi sebelumnya, kemajuan IT dapat menopang kinerja pegawai perusahaan dalam memberikan performa terbaik mereka jika teknologi ini dimanfaatkan dengan baik dan benar. Dalam menciptakan produktifitas kinerja karyawan, teknologi menawarkan berbagai fasilitas untuk meningkatkan efektifitas. Di lain sisi, dengan adanya IT ini perusahaan juga berpeluang untuk mengembangkan luas pasarnya. Dengan menciptakan website perusahaan untuk kegiatan jual beli dan promosi produk dan jasa, konsumer dapat dengan mudah mengetahui reputasi perusahaan dan juga melakukan kegiatan jual beli secara lebih instan. 

Practicing Global Crisis Management

Dalam pengelompokannya, krisis global bagi 2 yang didasarkan pada penyebabnya: penyebab secara alamiah dan penyebab secara manusiawi. Penyebab yang diakibatkan oleh alam biasanya karena bencana alam, sepeti banjir, longsor, tsunami, dan lain-lain. 

Sedangkan human-created crisis dapat berupa polusi udara, keteledoran keamanan pegawai, perusakan alam dan lingkungan, politik, dan perang. Krisis akibat manusia dapat juga menyebabkan bencana alam, contohnya penebangan hutan secara masif yang dapat menyebabkan banjir atau tanah longsor. Untuk mengurangi krisis yang disebabkan oleh manusia dan berdampak pada alam, dalam suatu negara atau organisasi biasanya sudah memiliki perundang-undangan atau regulasi terkait kegiatan yang mengurangi kelestarian alam akibat operasi perusahaan.

Krisis akibat polusi industri dan juga keselamatan dan kesehatan pegawai menjadi sebuah kendala yang jumlahnya selalu meningkat di beberapa perusahaan dan juga negara (Gareth R. dan Jennifer M., 2020). Pada tahun 1986, terjadi kasus besar yang terjadi di kota Chernobyl dan berdampak pada beberapa negara Eropa. Kecelakaan tersebut terjadi pada sebuah reaktor nuklir yang meledak, dan menyebabkan radiasi zat radioaktif yang berbahaya bagi manusia. Dengan skala radiasi 1.540 kali lebih besar dari bom nuklir Hiroshima tahun 1945 menyebabkan 50.000 lebih orang meninggal dan efek kecacatan yang akan terbawa sampai beberapa keturunan orang yang terpapar zat tersebut.

Oleh karena itu, manajemen krisis penting dalam sebuah perusahaan atau negara, terutama untuk mengetahui bagaimana :

  • Menciptakan tim yang bertugas mengambil keputusan secara cepat dan berkomunikasi,
  • Membangun rantai organisasi untuk memberi perintah dan bertindak dengan tanggap,
  • Merekrut dan memilih orang yang tepat untuk memimpin usaha, dan
  • Mengembangkan kemampuan bernegosiasi dan mengelola konflik yang dapat berdampak bagi perusahaan atau negara.

The Evolution of Management Thought

Teori Manajemen Ilmiah

Evolusi manajemen modern dimulai pada akhir dekade abad ke 19, setelah revolusi industri menyapu Eropa dan Amerika. Pada iklim ekonomi baru, manajer dari segala jenis organisasi-politik, pendidikan, dan ekonomi mencoba untuk mencari cara yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengenalan tenaga uap dan pengembangan mesin serta peralatan canggih mengubah bagaimana barang-barang diproduksi terutama di industri tenun dan pakaian. Workshop kecil yang dijalankan oleh pekerja terampil yang menghasilkan produk olahan tangan (sistem yang disebut produksi kerajinan) digantikan oleh pabrik-pabrik besar dengan mesin-mesin canggih yang di kendalikan oleh ratusan bahkan ribuan pekerja tidak terampil atau sedikit terampil untuk membuat produk. 


Timeline  Description automatically generated

Gambar 6. Evolusi Teori Manajemen


Spesialisasi Pekerjaan dan Divisi Tenaga Kerja

Adam Smith telah menjadi salah satu penulis pertama yang menyelidiki keuntungan terkait dengan produksi barang dan jasa di pabrik. Ia melakukan riset dan kemudian menyimpulkan bahwa meningkatkan level spesialisasi pekerjaan (proses di mana divisi tenaga kerja terjadi karena pekerja yang berbeda mengkhususkan diri pada tugas yang berbeda dari waktu ke waktu) akan meningkatkan efisiensi dan menuntun kepada kinerja perusahaan yang lebih tinggi.


F.W. Taylor dan Manajemen Ilmiah

Frederick W. Taylor terkenal untuk mendefinisikan teknik dari manajemen ilmiah, studi sistematis dari hubungan antara orang-orang dan tugas, dengan tujuan mendesain ulang proses kerja guna meningkatkan efisiensi. Ia percaya bahwa jika waktu dan usaha yang dilakukan setiap pekerja untuk memproduksi unit dari output dapat dikurangi dengan meningkatkan spesialisasi dan divisi tenaga kerja, proses produksi dapat menjadi lebih efisien. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya sebagai manajer manufaktur dalam berbagai pengaturan, Taylor mengembangkan 4 prinsip untuk meningkatkan efisiensi di tempat kerja:

  1. Pelajari cara karyawan mengerjakan tugasnya, kumpulkan seluruh pengetahuan informal tentang pekerjaan yang dimiliki pekerja, dan bereksperimen dengan cara-cara untuk meningkatkan bagaimana tugas dikerjakan.
  2. Mengodifikasikan metode baru dalam melakukan tugas ke dalam aturan tertulis dan standard operating procedures (SOP).
  3. Pilih karyawan dengan cermat yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tugas, latih mereka untuk mengerjakan tugas sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan.
  4. Tetapkan tingkat kinerja yang adil atau dapat diterima untuk sebuah tugas, dan kemudian kembangkan sistem pembayaran yang menghargai kinerja di atas level penerimaan.

The Gilbreths

Dua pengikut dari Taylor yang terkemuka adalah Frank Gilbreth dan Lilian Gilbreth menyempurnakan analisis dari Taylor tentang gerakan kerja dan membuat banyak kontribusi untuk studi waktu dan gerak. Tujuan mereka adalah untuk memaksimalkan efisiensi dengan tugas setiap individu yang dilakukan sehingga keuntungan setiap tugas akan bertambah serta menghemat waktu dan tenaga. Mereka mempelajari bagaimana karakteristik fisik tempat kerja berkontribusi terhadap stress kerja yang menyebabkan kelelahan dan kinerja yang buruk.


Teori Administratif

Manajemen administratif adalah studi tentang bagaimana untuk membuat sebuah struktur organisasional dan control system yang menuntun kepada efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi. Struktur organisasi adalah sistem dari tugas dan hubungan kewenangan yang mengatur bagaimana karyawan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.


Teori Birokrasi

Birokrasi adalah sebuah sistem formal dari organisasi dan administrasi yang dirancang untuk memastikan efisiensi dan efektivitas. Sistem birokrasi didasari oleh 5 prinsip:

  1. Dalam sebuah birokrasi, kebijakan formal seorang manajer berasal dari posisi yang dimilikinya di dalam organisasi.
  2. Dalam sebuah birokrasi, orang harus menempati posisi karena kinerjanya, bukan karena status sosial maupun hubungan pribadi.
  3. Sejauh mana kewenangan formal setiap posisi dan tanggung jawab tugas, dan hubungannya dengan posisi lainnya dalam sebuah organisasi, harus ditentukan secara jelas
  4. Kewenangan dapat dilakukan secara efektif dalam sebuah organisasi bila posisi diatur secara hierarki sehingga karyawan tahu harus melapor kepada siapa, dan siapa yang melapor pada mereka.
  5. Manajer harus membuat sebuah sistem peraturan, SOP dan norma yang terdefinisi dengan baik sehingga karyawan dapat mengontrol perilaku dalam organisasi.  

Diagram  Description automatically generated

Gambar 7. Weber’s Principles of bureaucracy


Prinsip Manajemen Fayol

Diagram  Description automatically generated

Gambar 8. Fayol’s 14 Principles of Management

  • Divisi Tenaga Kerja: Spesialisasi pekerjaan dan divisi tenga kerja harus meningkatkan efisiensi khususnya bila manajer mengambil langkah untuk mengurangi kebosanan karyawan.
  • Kewenangan dan Tanggung Jawab: Manajer memiliki hak untuk memberikan perintah dan kuasa untuk menasihati bawahan untuk patuh.
  • Kesatuan Komando: Seorang pekerja harus menerima perintah hanya dari satu atasan.
  • Garis Kewenangan: Panjang dari rantai komando yang diteruskan dari atas ke bawah dalam sebuah organisasi harus dibatasi.
  • Sentralisasi: Kewenangan tidak seharusnya terkonsentrasi di atas rantai komando.
  • Kesatuan Arah: Organisasi harus memiliki sebuah perencanaan dari tindakan untuk memandu manajer dan karyawan.
  • Keadilan: Seluruh member dalam organisasi berhak untuk diperlakukan dengan adil dan dihargai.
  • Perintah: Pengaturan dari posisi organisasional harus memaksimalkan efisiensi organisasi dan menyediakan karyawan peluang karier yang memuaskan.
  • Inisiatif: Manajer harus mengizinkan karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif.
  • Disiplin: manajer perlu untuk menciptakan tenaga kerja yang mau berjuang untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Remunerasi Personel: sistem yang harus digunakan manajer untuk memberi penghargaan pada karyawan harus adil baik untuk karyawan maupun perusahaan.
  • Stabilitas Masa Jabatan Personel: Pengembangan skill karyawan jangka panjang yang dapat meningkatkan efisiensi organisasi.
  • Subordinasi Kepentingan Individu dengan Kepentingan Bersama: Karyawan harus mengerti bagaimana kinerjanya mempengaruhi performa keseluruhan organisasi.
  • Esprit de Corps: Manajer harus mendorong pengembangan perasaan persahabatan, antusiasme, atau pengabdian untuk tujuan umum.

Behavioral Management Theory

Behavioral Management Theory adalah suatu studi tentang bagaimana seorang manager “bertingkah” untuk memotivasi dan mendorong karyawan untuk mencapai level yang tinggi dan berkomitmen untuk mencapai tujuan organisasi. 


The Work of Mary Parker Follet 

Dalam teorinya, Mary Parker Follet (1868 – 1933), menekankan bahwa management sering mengabaikan bagaimana cara pegawai dapat berkontribusi di dalam organisasi, ketika manager mengizinkan mereka untuk berpartisipasi dan berlatih ketika bekerja. Follet berpendapat bahwa apabila para pegawai memiliki pengetahuan yang relevant, maka para pegawai seharusnya yang mengontrol proses bekerjanya masing–masing, bukan manager, dan manager seharusnya bertingkah sebagai pelatih dan fasilitator, bukan sebagai monitor dan supervisor. Follet juga menemukan betapa pentingnya apabila manager dari department yang berbeda untuk berdiskusi secara langsung untuk mempercepat proses decision making. Follet mengatakan bahwa keahlian dan pengetahuanlah yang menentukan siapakah yang seharusnya memimpin dalam suatu momen tertentu, bukannya otoritas formal seorang manager, karena memiliki sebuah posisi di dalam suatu hierarchy. Fayol percaya bahwa kekuasaan itu cair dan seharusnya mengalir kepada orang yang dirasa terbaik untuk memimpin organisasi dalam mencapai tujuannya.


The Hawthorne Studies and Human Relations

Hawthorne studies (1924 – 1932) dimulai dengan usaha dalam meneliti karakteristik penataan ruang kerja, contohnya, level penerangan, atau bagaimana pencahayaan mempengaruhi performa pegawai. Untuk mengembangkan studinya, para peneliti mengundang seorang psikolog Harvard bernama Elton Mayo, yang merekomendasikan relay assembly experiments, yang diciptakan untuk melihat faktor luar yang mempengaruhi performa pegawai, contohnya effect panjang periode pegawai untuk beristirahat, dan jam kerja yang melelahkan dan monoton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas. Melalui beberapa penelitian dan percobaan, mereka menemukan bahwa kehadiran seorang peneliti mempengaruhi hasil kerja pegawai, dikarenakan para pegawai menikmati bagaimana mereka mendapatkan perhatian dan menjadi subject sebuah penelitian, dan para pegawai mau bekerjasama dengan para peneliti untuk menghasilkan hasil yang diinginkan. 


Melalui penelitian tersebut terbentuklah Hawthorne Effect, dimana kelakuan seorang pegawai terhadap manager mampu mempengaruhi level performa seorang pegawai, dengan kata lain apabila manager di latih untuk berperilaku dengan cara yang mampu untuk mendapatkan perilaku yang cooperative dari bawahannya, maka dapat meningkatkan produktivitas. Dari penelitian tersebut muncullah konsep Human Relations Movement, dimana perilaku seorang supervisor dilatih untuk mengatur dan menata bawahannya untuk memperoleh dan mampu bekerjasama, demi meningkatkan produktivitas. Hawthorne studies menekankan bahwa penting bagi seorang manager untuk memahami cara kerja organisasi informal (informal organization), dan pentingnya untuk memahami bagaimana perasaan, pemikiran, dan perilaku dari anggota di sebuah kelompok kerja dan bagaimana manager memengaruhi kinerja para anggota.


Theory X and Theory Y

Ditemukan oleh Douglas McGregor dengan dua asumsi tentang bagaimana sikap dan perilaku kerja tidak hanya mendominasi cara berpikir seorang manager tetapi juga memengaruhi bagaimana seorang manager berperilaku di dalam sebuah organisasi.

/Users/tyalistya/Desktop/Screen Shot 2020-10-26 at 11.35.08.png

Gambar 9. Theory X vs Theory Y

Para manager yang menggunakan Theory X membentuk peraturan kerja untuk memaksimalkan control pada perilaku para pegawai dan meminimalisasi para pekerja untuk mengontrol dalam lingkungan kerja. Dalam Theory X, manager percaya bahwa para pekerja harus melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan organisasi, dan fokus dalam mengembangkan peraturan, SOP, dan juga system penghargaan dan hukuman yang telah diterapkan. Manager dengan Theory X menganggap kontribusi mereka untuk mengawasi pekerja untuk memastikan bahwa mereka berkontribusi dalam proses produksi dan tidak membahayakan kualitas produk. Salah satu contoh yang menerapkan system dari Theory X adalah Henry Ford.


Bertentangan dengan Theory X, Theory Y menganggap peraturan kerja menentukan bagaimana pegawai memandang pekerjaan sebagai sumber kepuasan atau hukuman, dan manager tidak perlu terlalu mengontrol perilaku para pegawai untuk membuat mereka bekerja kerja, dikarenakan pekerja melatih self–control ketika mereka berkomitmen pada tujuan organisasi. Dalam Theory Y, sudah menjadi tugas managerlah untuk membentuk peraturan kerja yang mendorong komitmen menuju tujuan organisasi dan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk imaginative dan untuk melatih inisiatif, dan pengendalian diri. Beberapa perusahaan yang menerapkan konsep dari Theory Y yaitu, 3M, Apple, dan Google. 


Management Science Theory

Management Science Theory adalah pendekatan oleh manager yang fokus dalam penggunaan quantitative untuk membantu manager memaksimalkan penggunaan sumber daya dalam organisasi untuk menghasilkan barang dan jasa. Management Science Theory adalah pengembangan dari management ilmiah yang digarap oleh Taylor, yang juga menggunakan pendekatan quantitative dalam mengukur kerja pegawai untuk meningkatkan efisiensi. Management Science Theory terbagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Quantitative Management 

Menggunakan teknik matematika seperti program linear dan non–linear, modeling, simulasi, queiuing theory, dan chaos theory, untuk membantu manager dalam proses decision making. 

  • Operations Management

Manager menggunakan beberapa variasi teknik dalam menganalisa berbagai aspek dalam system produksi organisasi untuk meningkatkan efisiensi. 

  • Management Information System (MISs)

Memberikan informasi bagi manager tentang kejadian yang terjadi dalam organisasi, dan juga di dalam lingkungan external yang sekiranya penting, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembentukan keputusan. 

Teknik–teknik di atas berhubungan erat dengan penggunaan IT yang digunakan manager untuk meningkatkan kualitas proses pembuatan keputusan dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Contoh perusahaan yang mengimplementasikan theory ini adalah Toyota dalam Toyota Production System (TPS). 


Organizational Environment Theory

Organizational Environment Theory yaitu kumpulan usaha dan juga persyaratan yang berjalan jauh, dari batasan organisasi, tetapi mempengaruhi kemampuan manager untuk mendapatkan dan mengimplementasikan sumber daya (termasuk bahan mentah dan sumber daya manusia yang terlatih). Pentingnya mempelajari environment theory terbukti setelah pengembangan dari Open–System Theory dan Contingency Theory pada tahun 1960 dan beberapa teori terbaru termasuk Dynamic Capabilities Theory. 


The Open – System View

Diciptakan oleh Daniel Katz, Robert Kahn, dan James Thompson pada tahun 1960an. Theory tersebut dinamakan open system, yaitu sebuah system yang mengambil sumber daya dari lingkungan external dan dikonversi atau diubah menjadi barang dan jasa yang dikirimkan kembali ke lingkungan awal, ketika barang atau jasa tersebut dibeli oleh customer. Di dalam open system, terdapat beberapa stages (tingkat) dalam proses produksi (gambar 10) yaitu Input Stages, Convert Stages, dan Output Stages. Theory ini bisa dikatakan terbuka (open) dikarenakan organisasi mencontoh dan berinteraksi dengan lingkungan external supaya selamat. 

/Users/tyalistya/Desktop/Screen Shot 2020-10-26 at 12.45.30.png

Gambar 10. The Organization as an Open System

Berkebalikan dengan Open–System, Closed–System adalah system mandiri yang tidak terpengaruhi oleh perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal, dan yang gagal untuk memperoleh input akan mengalami entropy, yaitu suatu tendensi di mana closed system kehilangan kemampuanya untuk mengontrol system sendiri, lalu hancur dan terpisahkan. 


  • Contingency Theory

Contingency theory diciptakan oleh Tom Burns dan G.M. Stalker di UK dan Paul Lawrence dan Jay Lorsch di Amerika Serikat pada tahun 1960an, berpendapat bahwa tidak ada cara yang terbaik untuk mengorganisasi, yang dapat diartikan bahwa struktur organisasi dan system pengawasan yang digunakan oleh manager tergantung pada (contingent on) karakteristik dari lingkungan external dimana suatu organisasi dijalankan. Bagaimana seorang manager menciptakan sebuah hierarki dalam sebuah organisasi, memilih system pengawasan, dan juga memimpin dan memotivasi peekrja, bergantung pada karakteristik dari lingkungan organisasi. Perubahan pada lingkungan organisasi, misalkan perubahan pada penggunaan teknologi mampu mempengaruhi hasil output. Semakin cepat lingkungan berubah, maka semakin besar pula masalah yang aka ada pada akses untuk mendapatkan sumber daya, dan semakin meningkatnya kebutuhan manager untuk menemukan cara untuk mengoordinasikan bagaimana cara pekerja dari berbagai department untuk merespon pergantian lingkungan secara cepat dan efektif.

  • Mechanistic and Organic Structure

Mechanistic and Organic Structure adalah sebuah pengembangan dari Burns  dan Stalker, di mana mereka mengatakan bahwa ada dua cara dasar yang dapat dilakukan oleh manager untuk mengontrol dan menata aktivitas organisasi dalam merespon karakteristik dari lingkungan external, yaitu dengan menggunakan mechanistic structure atau organic structure.

  1. Mechanistic structure mengimplementasikan Theory Y, dan digunakan ketika lingkungan di sekitar organisasi cenderung stabil. Di dalam theory ini, otoritasnya terpusat pada kekuasaan yang paling tinggi pada hierarki managerial, dan hierarki yang vertical biasanya yang mengontrol perilaku subordinat. Pekerjaan dan peran individu sangat dispesifikkan, subordinate diawasi secara ketat, dan ditekankan pada disiplin yang ketat dan perintah. Mechanic structure memberikan cara yang paling efisien untuk menjalankan organisasi dalam lingkungan yang stabil, karena melalui system tersebut, manager diizinkan untuk memperoleh input pada harga yang paling rendah, memberikan organisasi control penuh pada tahap konversi dan memungkinkan untuk memproduksi barang dan jasa yang paling efisien, dengan pengeluaran yang terkecil pada sumber daya. 
  2. Sedangkan pada Organic Structure, digunakan ketika lingkungan organisasi berubah dengan cepat, sehingga akan sulit untuk mengakses sumber daya, dan penting untuk manager mengambil tindakan cepat untuk mengarahkan, untuk mendapatkan sumber daya secara cepat, dan merespon secara effective. Organistic structure menggunakan asumsi dari Theory X. Pada organic structure, otoritasnya ter-disentralisasi pada manager yang berada di posisi tengah dan lini pertama untuk mendorong mereka bertanggung jawab dan merespon secara cepat untuk mendapatkan sumber daya yang langka. Department didorong untuk menggunakan cross-departmental atau functional perspective, dan cross–functional group yang terdiri dari individu–individu yang berbeda dari setiap department. Hasilnya adalah, organic system lebih cepat dalam merespon perubahan lingkungan dibandingkan dengan mechanistic system. 
  • Dynamic Capabilities

Dynamic Capabilities diciptakan oleh David Teece, pada tahun 1990an, menjelaskan bagaimana suatu organisasi memiliki kemampuan dalam membangun, mengintegrasi, dan mengkonfigurasikan ulang suatu proses untuk menentukan perubahan internal dan eksternal yang cepat. Menurut Treece ada tiga tipe managerial yang dapat membantu proses yaitu:

  • Sensing yaitu identifikasi dan menggunakan kesempatan diluar perusahaan. Contoh: Steve Jobs menemukan bahwa consumer menginginkan mp3 yang lebih kecil dan lebih menarik daripada yang tersedia di pasaran.
  • Seizing yaitu sebuah tindakan dalam mengolah sumber daya perusahaan untuk menemukan nilai dari organisasi dari kesempatan yang ada. Contoh: dengan kesempatan yang ada, Apple membuat sebuah iPod, sebagai alternative dari mp3 dipasaran yang dinilai terlalu besar.
  • Transforming yaitu kemampuan untuk terus membuat perubahan (inovasi) untuk mempertahankan kesuksesan. Contoh: setelah memproduksi iPod, perusahaan apple tidak hanya fokus pada pembuatan computer tetapi juga produk elektronik lainnya. 

Kemajuan teknologi juga mampu membantu manager untuk menentukan alat dan proses yang innovative untuk mengambil kesempatan pada sebuah kesempatan. Teknologi dan kemampuan teknologi dapat diuji, diukur, dan diadaptasi secara cepat, untuk memberi keuntungan kompetitif yang besar bagi perusahaan.


Daftar Pustaka:

Jones, G. R., dan George, J. M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition. New York: McGraw-Hill




Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

16 Comments

  1. Dear Crazy Rich team, saya Anastasia mau bertanya tentang manakah yang lebih penting bagi seorang manajer tingkat menengah, apakah hard skills atau soft skills? Bagaimana penjelasan atas pilihan Anda tersebut? Terima kasih.

  2. Terima kasih untuk presentasinya, Crazy Rich Asiana. Dalam beberapa bulan ini, cara bekerja semua corporate berubah menjadi Work From Home (wfh) dan salah satu kelemahan hal ini adalah menurunnya produktivitas kinerja tim, dan rasa persaingan antar rekan tim, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak hingga usia balita, sistem wfh malah membuat banyak pengalihan perhatian dari pekerjaan ke keluarga. Jika ada dalam posisi manager yg mengatur tim seperti ini, cara apa yang bisa kita lakukan agar tim kita tetap produktif seperti sebelum wfh diberlakukan? Terima kasih sebelumnya.

  3. Terimakasih kepada teman2 yg sudah memaparkan artikel yang bermanfaat ini.
    Saya Ridha Juliansyah izin bertanya.
    Pada bagian awal artikel,disebutkan bahwa output dari management yang baik adalah efisiensi, di artikel juga disebutkan perihal outsourcing dan empowering untuk menghasilkan efisiensi, ke dua ini tentunya memerlukan biaya serta perhitungan yang tepat agar tujuan dari efisiensi tercapai.  bagaimana cara management mengukur agar biaya yg dikeluarkan ini menghasilan efisiensi bukan biaya yg akan bertambah besar?

  4. Nice artikel Crazy Rich Asians! saya Jessy ingin bertanya, salah satu tantangan bagi seorang manajer ialah managing a diverse workforce. Apa yang akan terjadi jika seorang manajer tidak dapat menghargai keberagaman yang ada? Akankah hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan?
    Thankyou!

  5. Thanks for the article 😊 saya Nuha Borninusa ingin bertanya mengenai outsourcing. Seperti yg kita ketahui, salah satu keuntungan dari merekrut pegawai outsourcing adalah tidak membutuhkan biaya yg besar bagi perusahaan, namun apakah ada kerugiannya bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri? Bisa dijelaskan juga keuntungan yg diterima oleh karyawan outsourcing. Terimakasih.

  6. Wow, this is interesting! Terima kasih kelompok 5 atas artikelnya. Saya Eva, ingin bertanya, disebutkan di atas bahwa untuk mengurangi krisis yang disebabkan oleh manusia dan berdampak pada alam, dalam suatu negara atau organisasi biasanya sudah memiliki perundang-undangan atau regulasi terkait kegiatan yang mengurangi kelestarian alam akibat operasi perusahaan, tetapi yg terjadi sebagian besar di lapangan, belum semua pelaku pelanggaran krisis ini ditangani dengan benar, untuk itu bagaimana sebaiknya mengatasi permasalahan tersebut dengan baik menurut Anda selain dengan perundang-undangan? Terima kasih.

  7. Topik menarik teman teman! Saya Arsy, ingin bertanya pandangan teman teman terkait bagaimana peran seorang manajer untuk mempercepat proses adaptasi apabila perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi? Sehingga kebijakan restrukturisasi ini tidak mengganggu performa perusahaan dalam mencapai targetnya.

  8. Very well presentation, Crazy Rich Asians Team! Saya Riski Anggun Pratika ingin lebih beridiskusi terkait middle managers roles. Middle managers adalah “ears and eyes” top managers karena mereka lebih dekat dengan operasi harian, pelanggan, dan manajer/karyawan lini depan. Tetapi, pada saat yg sama juga memberikan “big picture” kepada lini depan berdasarkan top managers. Sering kali dalam sebuah manajemen perusahaan terdapat perbedaan kepentingan yang didasari oleh banyak hal, bagaimana middle managers ini dapat mengakomodir kepentingan lower managers(manajer lini depan) dan top manager? Terimakasih!

  9. Good job tim Crazy Rich, saya Mohammad Hari Adipurna. Saya mau bertanya, bagaimana seorang manager menyikapi kondisi seperti sekarang ini (corona) untuk tetap terus mencapai target penjualan, dan target lainnya yg di amanatkan oleh sebuah perusahaan agar perusahaan terus bisa tetap survive dan tidak melakukan PHK terhadap karyawan-karyawannya?

    1. Edit:
      Good job tim Crazy Rich, saya Mohammad Hari Adipurna. Saya mau bertanya, bagaimana seorang manager menyikapi kondisi seperti sekarang ini (corona) khususnya bagi perusahaan yg di paksa tutup seperti bioskop agar perusahaan terus bisa tetap survive dan tidak melakukan PHK terhadap karyawan-karyawannya?

  10. Terima kasih kepada Crazy Rich Team atas penyajian materinya yang informatif. Saya Hertha izin bertanya terkait Teori Birokrasi. Dilihat pada poin 2, dijelaskan bahwa dalam sebuah birokrasi, orang harus menempati posisi karena kinerjanya, bukan karena status sosial maupun hubungan pribadi. Yang mau saya tanyakan, bagaimana mengimplementasikan point ini pada sebuah perusahaan atau bisnis keluarga, dimana biasanya banyak campur tangan ataupun kontribusi dari anggota keluarga yang bahkan mungkin tidak ada dalam pengurusan organisasi yang ikut terlibat di dalam aktivitas manajemen perusahaan, kontrol atau bahkan yang umumnya terjadi adalah penempatan posisi-posisi strategis dalam suatu perusahaan tersebut, baik CEO ataupun Top Management yang diduduki oleh para anggota keluarga ataupun generasi-generasi berikutnya secara turun temurun, keuntungan bagi perusahaan adalah apabila orang tersebut capable dan kompeten di bidang tersebut, namun apabila tidak kompeten dan akan memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan, bagaimana cara menyikapi hal tersebut? Terima Kasih.

  11. Good job team! Terkait topik tsb saya ingin bertanya. It’s one of the few facts in business everyone agrees on: Without a clear and compelling strategy, your business will fail. Terlebih lagi dengan situasi saat ini, market conditions shift rapidly and resources are constrained and the list continues. Bahkan meskipun perusahaan cukup gesit untuk menetapkan strategi secara efektif, menjaga agar seluruh organisasi selaras secara strategis di masa seperti ini adalah tantangan yang berbeda. Menurut team, dengan situasi dimana para manager diharuskan untuk menghadapi situasi yang ambigu atau penuh ketidakpastian, how a manager should lead or manage when the future is unclear? Terima kasih.

  12. Terima kasih presentasinya untuk Crazy Rich Asian Team, Saya Reva Alfiana ingin bertanya, bagaimana cara Manager untuk me-maintance sebuah organisasi dengan sistem kerja work from home di masa pandemi covid 19 ini? Terimakasihh

  13. Hi Crazy rich team, saya Faisal mau bertanya, dalam penjelasan level of management ada 3 level manajemen (top, middle, first-line) di bawah CEO. Namun pada beberapa startup, saya jumpai struktur organisasinya cenderung rata (flat organizational structure) di mana level manajemennya dibentuk seminimal mungkin. Apakah model flat organizational structure dapat diterapkan pada perusahaan besar dengan jumlah workforce yang besar? Terima kasih

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format