The Four Horsemen: Manipulasi Menguak Kebenaran Di ‘Now You See Me’

Sulap merupakan pertunjukan ilusi yang bertujuan untuk menghibur masyarakat. Tapi bagaimana jika sebuah pertunjukan sulap digunakan untuk mengungkap sebuah fakta?


0

Sinopsis

Pernahkah kamu melihat suatu aksi sulap di televisi? Ataukah sekedar melihat di layar kaca? Coba intip The Four Horsemen dalam film Now You See Me, empat pesulap yang direkrut oleh seseorang yang misterius, yaitu Daniel si pemain kartu, Henley seorang penari, Jack sang ahli kecepatan tangan, dan Merritt seorang ahli hipnotis. Mereka dikumpulkan menjadi satu untuk membuat aksi sulap dan mengerjakan sebuah misi tertentu dari seseorang yang misterius. Semua dibuat dan direncanakan secara matang selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, The Four Horsemen melakukan aksinya di atas panggung yang disponsori oleh Arthur Tresler, pemilik perusahaan asuransi. Pertunjukan pertama dengan tema merampok bank dengan memanggil seseorang secara acak, yaitu seseorang yang berasal dari Prancis dan memiliki rekening tabungan di bank Prancis. Kepala orang tersebut dipasangi alat teletransporter yang bisa membawa orang tersebut ke Prancis bersama kartu oleh pesulap yang ditandatangani untuk dibawa ke dalam brankas. 

Ketika orang Prancis mulai memasuki brankas tersebut, uang-uang yang ada di brankas bertebaran ke dalam studio. Penonton mulai bersorak sorai melihat uang yang tersebar di sekitar panggung, The Four Horsemen mulai menutup aksi sulap pertamanya kala itu. Kejadian ini membuat penonton heboh, juga kepolisian Las Vegas serta pihak Bank di Prancis. Pihak Bank mulai mengecek ke dalam brankas dan ternyata semua uang dalam brankas hilang, hanya meninggalkan kartu yang telah ditandatangani sebagai bukti. Dylan, seseorang detektif dari FBI, mendapat tugas untuk menangkap The Four Horsemen, tak ketinggalan pihak Prancis, mengirim Alma untuk ikut menyelidiki kasus perampokan tersebut. 

Thaddeus, seorang yang tidak percaya dengan sulap dan semacamnya diam-diam merekam aksi sulap mereka untuk mengungkap trik-trik yang dilakukan oleh pesulap selama ini. Bukti rekaman tersebut digunakan untuk mempermalukan pesulap serta menjual klip rekaman tersebut secara online. Alma dan Dylan yang kala itu bertandang ke London, menemui Thaddeus dan menggali informasi darinya. Mereka kembali mengecek situasi di atas panggung, mereka mengecek ulang alat teletransporternya dan menemukan sebuah kotak dalam lubang yang menghubungkan brankas yang mirip dengan yang ada di Prancis. 

Kemudian pertunjukan kedua pun dimulai, pembukaan dimulai dengan masing-masing orang menuliskan saldo yang ada di rekening banknya di atas kertas dan dimasukkan ke dalam amplop. Pada saat bersamaan, pesulap di panggung mengeluarkan kertas yang bertuliskan saldo rekening dari Arthur. Rekening Arthur berkurang sedikit demi sedikit dan berpindah ke rekening saldo penonton. Pada awalnya, Arthur merasa itu bagian dari pertunjukan, namun siapa sangka bahwa hal itu adalah hal yang nyata. Setelah pertunjukan itu The Four Horsemen kabur dari pertunjukan tersebut. 

Arthur mendatangi Thaddeus untuk membalas dendam kepada The Four Horsemen. Di saat bersamaan, Dylan mencurigai Thaddeus terlibat dan ia mengira Thaddeus merupakan pesulap kelima yang membantu The Four Horsemen di belakang layar, namun tidak ada buktinya. Dylan dan Alma akhirnya mengetahui persembunyian keempat pesulap di sebuah apartemen. Penggerebekan pun dilakukan, Danila, Henley, dan Merritt berhasil meloloskan diri, namun Jack masih membakar sisa-sisa barang bukti, lalu terjadi perkelahian dan dilanjutkan kebut-kebutan. Aksi tersebut merenggut nyawa Jack.

Dylan dan Alma memburu uang yang ada di brankas akan dipakai untuk pertunjukan selanjutnya di New York, tetapi lagi-lagi mereka telat selangkah dari The Four Horsemen. Brankas pun telah diangkut dari truk. Mereka mengejarnya dan tetap akan membiarkannya berjalan sampai tujuan untuk menjebaknya. Setelah sampai, dilakukan pengintaian, dan ternyata yang membuka truk tersebut adalah anak buah dari Thaddeus. Thaddeus membela diri dan berdalih bahwa dia hanya mengikuti truk itu dan menyatakan dirinya tidak terlibat. Ketika brankas terbuka, ternyata isinya bukanlah uang seperti yang diduga, melainkan mainan boneka dan balon anak-anak.

Dylan dan Alma berusaha membatalkan dan menangkap The Four Horsemen, namun pertunjukkan ketiga tetap berjalan dan di sana terjadi hujan uang. Setelah melakukan aksi sulap tersebut, mereka lalu menghilang di keramaian penonton. Ternyata, uang yang disebar adalah uang palsu. Thaddeus menuju mobilnya, sontak ia tertegun ketika membuka mobil karena banyak uang berhamburan dari mobilnya. Ternyata uang yang ada di brankas telah berpindah di mobil Thaddeus. Dylan pun menangkap Thaddeus dan ia menjelaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Ia mengaku dijebak oleh pesulap-pesulap tersebut. Dylan muncul dan berkata pada Thaddeus, ia lah yang menjadi pesulap kelima. Dylan mengaku bahwa ia merencanakan ini semua, dimulai dari memilih pesulap-pesulap tersebut dan merekrut mereka. Thaddeus masih merasa bingung mengapa ia dijebak. Di sisi lain, keempat pesulap bertemu di central park, termasuk Jack, yang ternyata masih hidup. Mereka menemui orang yang merekrut mereka setahun yang lalu, orang tersebut belum diketahui jati dirinya. Mereka terkejut ternyata orang itu adalah Dylan, orang yang selama ini menjadi musuhnya. Sementara itu, semua diungkapkan oleh Dylan kepada Alma mengapa ia melakukan hal tersebut.

Problem Identification

Permasalahan timbul ketika Dylan Rhoades, dari pihak FBI menangkap semua anggota The Four Horsemen karena dianggap melakukan tindak kejahatan dan membuat kekacauan yang menghebohkan masyarakat dunia. The Four Horsemen berhasil membobol akun-akun bank dari orang-orang terkenal dan hasil rampokan tersebut dibagikan kepada penonton pertunjukan sulap yang The Four Horsemen adakan. Identifikasi selanjutnya akan dibahas melalui Four Task Management, Managerial Roles, dan Management Thought.

Achieving High Performance

Untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam suatu perusahaan, harus mencapai kinerja yang maksimal, kinerja perusahaan dapat dilihat dari seberapa efektif dan efisien organisasi maupun pemimpin menggunakan sumber daya yang ada. Menurut Jones and George (2020) efisien adalah ukuran bagaimana sumber daya secara produktif digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Organisasi dikatakan efisien ketika meminimalkan jumlah sumber daya input, seperti tenaga kerja, material mentah, dan bagian komponen, atau jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tertentu barang atau jasa, sedangkan efektivitas adalah ukuran kesesuaian tujuan yang telah dipilih manajer untuk mengukur sejauh mana organisasi mencapai tujuan tersebut. Organisasi menjadi efektif ketika manajer memilih tujuan yang sesuai kemudian mencapainya.

Gambar 1. Efektif dan Efisien

Sumber: Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

The Four Horsemen memiliki high efficiency dan high effectiveness karena pemimpin memilih tujuan yang tepat untuk dikejar, dan memanfaatkan sumber daya dengan baik untuk mencapai tujuan. The Four Horsemen dapat memanipulasi langkah yang mereka lakukan sehingga FBI menjadi tertipu dan rencana yang mereka jalankan berjalan dengan baik dan sesuai rencana, meskipun ada sedikit hambatan dari kebobolan data yang diketahui FBI, tetapi hal ini tidak membuat pertunjukan mengalami keterlambatan. Organisasi The Four Horsemen dapat dikatakan efektif karena mereka dapat mencapai tujuan yang telah dipilih pemimpin untuk menampilkan tiga pertunjukan yang menghasilkan pembobolan Bank Crédit Républicain, membobol rekening Arthur dan menjebloskan Thaddeus ke dalam penjara, sedangkan Federal Bureau Investigation memiliki low efficiency dan effectiveness dimana pemimpin memilih sasaran yang salah untuk dikejar dan tidak memanfaatkan sumber daya dengan baik. Hal ini dikarenakan pemimpin FBI tidak bisa menghindari manipulasi dari lawannya sehingga banyak strategi penangkapan yang gagal dilakukan karena kurangnya barang bukti. Pemimpin FBI dapat dikatakan tidak efisien dikarenakan tujuannya tidak tercapai yaitu menangkap The Four Horsemen. Hal ini Diperparah FBI salah menangkap sasaran, bukan The Four Horsemen yang ditangkap, tetapi Thaddeus.

Four Task Management

Gambar 2. Empat Tugas Manajemen dalam Suatu Organisasi

Sumber: Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Tabel 1. Task Management

Task of Management

The Four Horsemen (The Eye)

FBI

Planning

  • The Eye merekrut empat orang pesulap yang dinamai The Four Horsemen dengan keterampilan masing-masing untuk melakukan dua pertunjukan besar.

  • The Four Horsemen memiliki tujuan untuk membalas dendam dengan cara mencuri uang dari rekening pribadi dan bank yang dimiliki oleh Arthur Tressler.

  • The eye yang merupakan organisasi yang memimpin The Four Horsemen memiliki planning yang sangat efektif dan efisien.

  • FBI berencana untuk menyergap The Four Horsemen untuk menghentikan pertunjukkan mereka.

  • Dylan Rhoades yang ditunjuk sebagai pemimpin investigator oleh FBI pada akhirnya berkhianat karena merupakan bagian dari The Four Horseman serta Alma berperan sebagai agen Interpol yang kalah dengan perasaannya terhadap Dylan

Organizing

  • Sebelum melakukan pertunjukan, The Four Horsemen mengatur job desk masing-masing anggota ketika tampil di muka umum, berdasarkan keahliannya masing-masing yaitu Daniel si pemain kartu, Henley seorang penari, Jack sang ahli kecepatan tangan, dan Merritt seorang ahli hipnotis

  • FBI sebagai lembaga penegak hukum telah memiliki standard operating procedure yang telah diterapkan secara sistematis

Leading

  • Dylan Rhoades mengkoordinir anggota dari The Four Horsemen untuk membalas dendam kematian ayahnya dengan cara yang unik yaitu menjebak Thaddeus di dalam suatu pertunjukan sulap yang megah.

  • Dylan Rhoades juga berhasil dalam menguras habis rekening bank bos asuransi Arthur Tressler dengan cara mengkoordinir The Four Horsemen dari pertunjukan sulap yang jenius. Dylan melakukan hal tersebut karena saat ayahnya mati ketika bekerja, klaim asuransi tersebut tidak dapat dicairkan dan bos dari perusahaan asuransi tersebut adalah Arthur Tessler. 

  • Pimpinan FBI memberikan pengarahan secara langsung dan menunjuk pemimpin investigator yaitu Dylan Rhoades untuk menangkap The Four Horsemen 

Controlling

  • Dengan strategi penyamaran Dylan Rhoades sebagai FBI, dia dapat mengetahui dan menipu FBI ketika ingin menangkap The Four Horsemen sehingga aksi dari FBI tidak pernah berhasil. Dari penyamaran ini Dylan dapat mengetahui seberapa besar kepanikan masyarakat yang menjadi tolak ukur keberhasilan popularitas The Four Horsemen

  • Pimpinan FBI mengambil tindakan dengan mengganti pemimpin investigator yaitu Dylan Rhoades akibat kegagalannya dalam menangkap The Four Horsemen 

Managerial Roles

Gambar 3. Peran Manajerial Oleh Mintzberg

Sumber: Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Berdasarkan teori di atas The Four Horsemen termasuk ke dalam tipe peran informational, sedangkan FBI termasuk ke dalam tipe peran interpersonal. Peran-peran tersebut dijabarkan lagi sesuai dengan spesifikasinya. The Four Horsemen memiliki spesifikasi peran monitor, dan disseminator, sedangkan FBI memiliki spesifikasi peran sebagai leader

Tabel 2. Management Roles

Type of Roles

Specific Roles

The Four Horsemen

Informational

Monitor

Mereka melakukan monitoring terhadap FBI yang mengincar mereka.

Disseminator

Mereka menginformasikan tentang pertunjukan mereka, mengajak penonton berinteraksi dan menyuruh penonton untuk ikut berpartisipasi dalam aksi pertunjukan mereka

FBI

Interpersonal

Leader

FBI memberikan contoh untuk diikuti oleh karyawan; berikan langsung perintah dan perintah kepada bawahan; membuat keputusan tentang penggunaan sumber daya manusia dan teknis; mengerahkan

Dukungan karyawan untuk tujuan organisasi tertentu. FBI menunjuk Dylan Rhoades sebagai wakil dari FBI untuk mengusut tuntas kasus yang ditimbulkan oleh The Four Horsemen.

Management Thought

Dilihat dari segi manajerial, dari film ini kita dapat menemukan bahwa The Eye yang dipimpin oleh Dylan Rhoades merancang strategi yang ciamik dengan menggabungkan seni manajerial dengan trik tipuan demi mencapai tujuannya yaitu untuk balas dendam atas kematian ayahnya. Pada akhir cerita pada film ini kita dapat menyimpulkan bahwa Dylan Rhoades melakukan perencanaan dengan sangat matang, yaitu dengan melakukan penyamaran di bawah naungan FBI. Planning yang dilakukan oleh Dylan Rhoades; 1. Melakukan penyamaran, 2. Menciptakan tim yang terdiri dari pesulap-pesulap dengan kemampuan masing-masing, 3. Membuat skenario  penjebakan Theddeus dengan cerdik sehingga tidak ada anggota dari The Eye yang tertangkap. Dari segi organizing, Dylan Rhoades merekrut pesulap-pesulap handal dengan kemampuan masing-masing, tentunya dari sini dapat dilihat bahwa Dylan Rhoades melakukan strategi the right man on the right place dan dalam aktualnya Dylan Rhoades mengkoordinir The Eye dari teka-teki yang unik dimana tujuannya untuk menjebak Theddeus, Dylan Rhoades juga dapat meyakinkan kepada The Eye bahwa Arthur Tessler adalah orang yang tamak sehingga patut untuk di rampok dan di kuras habis uang yang ada di rekeningnya. Dari segi controlling, Dylan Rhoades melakukan penyamaran menjadi FBI dan ditunjuk untuk mengusut tuntas kasus kejahatan dari The Eye, maka dengan posisi tersebut Dylan Rhoades dapat melihat sejauh mana perkembangan The Eye untuk menjebak Theddeus. Penjelasan diatas mengungkapkan bahwa Dylan Rhoades melakukan seni manajerial yang tertata dengan rapi.

  • Hanya ada satu sumber daya yang dimanfaatkan oleh Dylan Rhoades yaitu manusia atau di dalam film tim The Eye, secara manajerial Dylan Rhoades menggunakan teori organisasi klasik dengan strategi manajemen ilmiah. Seperti yang dilansir pada nichonotes.blogspot.com, teori manajemen ilmiah fokus pada tingkat produktivitas kerja, terkait dengan film maka tujuan utama dari Dylan Rhoades adalah menjebak Theddeus dengan cara merampok uang akun Arthur Tessler lalu uang hasil rampokan dari The Eye disimpan di mobil Theddeus, tentunya hal tersebut sangat dibutuhkan kinerja dari masing-masing anggota The Eye untuk melakukan kinerja sesuai dengan masing-masing kemampuannya. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa Dylan Rhoades dan The Eye fokus pada masing-masing keahlian mereka dan mengutamakan produktivitas kerja agar tujuan utama dari Dylan Rhoades tercapai. Selain itu nichonotes.blogspot.com juga menyatakan bahwa dari manajemen ilmiah kita juga dapat menemukan salah satu teori dari Henry Laurance Gantt (1861-1919) Henry Laurence Gantt (1861 – 1919) memiliki gagasan seperti ini :

    • Kerja sama yang menguntungkan antara pekerja dan manajer dalam mencapai tujuan bersama
      Dylan Rhoades dan tim The Eye bekerja sama untuk menumbangkan Arthur Tessler dengan strategi yang menarik, Dylan Rhoades sebagai mata-mata FBI dan The Eye (The Four Horsemen) sebagai eksekutor aksi perampokan dan pelaksana acara sulap. Tentunya dari masing-masing pembagian pekerjaan tersebut tujuan utama Dylan Rhoades dapat tercapai dengan mudah.

    • Menciptakan seleksi yang ilmiah terhadap para pekerja
      Tentunya Dylan Rhoades dan The Eye tidak sembarangan dalam merekrut anggota timnya. The Four Horsemen terdiri dari orang-orang pilihan yang lihai dalam memainkan sulap.

    • Pembayaran upah pekerja menggunakan sistem bonus
      Dari film ini kita tidak melihat apakah Dylan Rhoades dan The Eye memberi kompensasi berupa uang, namun anggota dari The Four Horsemen adalah pesulap yang sudah terkenal namun mereka haus akan teka-teki dan senang apabila melakukan hal-hal diluar nalar di mata khalayak publik. Sehingga bonus yang mereka dapatkan adalah apresiasi dari masyarakat umum yang menonton pertunjukan sulap mereka dan dianggap sebagai pahlawan masyarakat miskin karena membagi uang hasil rampokan di dalam pertunjukan sulapnya.

    • Adanya instruksi kerja yang lebih terperinci
      Di film ini kita dapat menemukan bahwa pembagian instruksi kerja kepada The Four Horsemen dari teka-teki baik berupa kertas yang diselipkan di pintu maupun teka-teki berbentuk perintah secara tidak langsung.

Dylan Rhoades dan teori Y

Dalam film Now You See Me, Dylan Rhoades secara terang-terangan memakai teori Y dimana dari teori tersebut menggunakan teknik kepemimpinan secara demokratis. Dylan Rhoades memang memiliki tujuan tersendiri dalam pembentukan tim The Eye dan The Four Horsemen, namun dalam pelaksanaan tugas masing-masing anggota dilakukan secara demokratis. Mereka melakukan tugasnya masing-masing tidak dengan paksaan dan Dylan Rhoades pun tidak melakukan perintah secara terperinci sehingga memaksa anggota The Eye untuk berpikir sendiri bagaimana cara mencapai tujuan Dylan Rhoades. Di dalam pertunjukan pun dapat kita lihat bahwa The Four Horsemen selalu melakukan diskusi dan mendengarkan masing-masing pendapat timnya agar pertunjukan berjalan dengan lancar dan tidak ada kekeliruan sekecil apapun.

Solusi

Task Of Management

Problem Identification

Problem Solving

Planning

  • The Four Horsemen cukup baik dalam melakukan planning untuk melancarkan aksi pertunjukan sulapnya di atas panggung

  • FBI kurang dalam penyusunan strategi dalam menangkap The Four Horsemen sehingga mereka gagal dalam operasi penangkapan The Four Horsemen

Pengaturan strategi yang matang perlu dilakukan untuk menjalankan operasi penangkapan The Four Horsemen, seperti misalnya, mengetahui terlebih dahulu aksi pertunjukan atau memboikot aksi sulap yang akan mereka lakukan demi mempersempit ruang gerak The Four Horsemen

Organizing

  • The Four Horsemen mengatur job desk anggotanya sesuai dengan keahlian agar penampilan mereka maksimal di atas panggung

  • FBI sudah mempunyai sistem yang rapi untuk mengatur segala operasi yang mereka lakukan terhadap penangkapan The Four Horsemen

Kedua organisasi tersebut sudah melakukan organizing dengan baik, sehingga dalam mengerjakan tugas mereka masing-masing hanya perlu mengimprove skill anggota supaya lebih maksimal hasilnya

Leading

  • The Four Horsemen tidak mempunyai pemimpin organisasi yang merekrut mereka, sehingga mereka tidak mempunyai role model untuk menjadi pedoman menjalankan tugas-tugasnya hanya mengandalkan arahan Dylan dan teamwork yang terkadang masih bersifat individualisme

  • FBI sudah melakukan leading yang baik dengan menunjuk Dylan sebagai perwakilan untuk menangkap The Four Horsemen

Pentingnya mengenal dan mengetahui orang yang menjadi pimpinan The Four Horsemen agar para anggota organisasi bisa menjalankan tugas masing-masing dengan job desk yang jelas

Controlling

  • Dylan yang merupakan merekrut The Four Horsemen kelima, melakukan controlling dengan baik terhadap anggota The Four Horsemen.

  • FBI kurang mengontrol kinerja Dylan untuk menangkap The Four Horsemen sehingga mereka tidak tahu penyamaran yang dilakukan oleh Dylan dan operasi penangkapan The Four Horsemen dinyatakan gagal

FBI tidak hanya bertugas melakukan controlling terhadap target operasi yaitu The Four Horsemen, tetapi juga perlu melakukan controlling terhadap perwakilan yang ditunjuk untuk menuntaskan misi operasinya, yaitu Dylan. Hal ini dapat diawali dengan cara mengenal pemimpin yang ditugaskan untuk menjalankan misi penangkapan terlebih dahulu sebelum melepas ia dan timnya untuk melakukan aksi penangkapan di lapangan. 

Business Enthusiast:

Eva Latifah Puspita Sari

Adhe Rachman Sulistyo

Jessy Septalista Hidayat

Muhammad Ivan Fadhil

Daftar Pustaka:

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Saat Sulap Dipakai Merampok https://youtu.be/7tPsde0IOuw

https://nichonotes.blogspot.com/2017/10/teori-manajemen-klasik.html


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format