Wall Street (1987): Greed is Good?

Pentingkah rasa kemanusiaan dalam menjalankan manajemen bisnis?


0

Sinopsis

Film ini berlatar belakang Wall Street pada tahun 1980. Bud Fox (diperankan oleh Charlie Sheen) adalah seorang ambisius stock broker (pialang saham)  yang memastikan mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara apapun. Bud mengagumi sosok penuh kekuatan dan dedikasi tanpa ampun bernama Gordon Gekko (diperankan oleh Michael Douglas), Bud membujuk Gordon untuk membimbingnya dengan menyediakan insider trading. Insider trading adalah praktek ilegal perdagangan saham perusahaan publik atau surat berharga lainnya berdasarkan informasi orang dalam. Ketika Bud menjadi terlibat dalam skema keserakahan penuh kelicikan, keputusannya akhirnya mengancam mata pencaharian ayahnya (diperankan oleh Martin Sheen). Dihadapkan pada dilema ini, Bud mempertanyakan kesetiaannya.

Pada tahun 1985 Bud Fox adalah seorang pialang saham muda di perusahaan bernama Jackson Steinem & Co. di kota New York. Bagi nya Gordon Gekko adalah sosok seorang pahlawan dan pemain legenda di Wall Street. Setelah menunggu selama 59 hari, akhirnya Bud berhasil bertemu dengan Gordon. Tidak lupa untuk menarik perhatian Gordon, ia bawa cigar Cuba sebagai hadiah. Usaha Bud berhasil dan Gordon memberikan kesempatan kepada Bud untuk menginterview dirinya.

Bud menawarkan kan saham kepada Gordon namun Gordon tidak tertarik. Hampir putus asa, Bud menawarkan dengan memberi Gordon informasi orang dalam terkait Blue Star Airlines. Informasi tersebut didapatkan dari ayahnya yang merupakan pimpinan dari serikat pekerja di perusahaan tersebut. Diluar dari ekspektasi, Gordon tertarik dan menjanjikan Bud bahwa ia akan mempertimbangkan tawaran tersebut. Pulang dengan kecewa, tanpa diketahui oleh Bud, Gordon memesan saham Blue Star Airlines dan menjadi salah satu klien dari Bud. Gordon memberikan modal untuk dikelola oleh Bud namun sayangnya saham-saham lain yang dipilih oleh Bud membuat Gordon kehilangan uangnya.

Di luar ekspektasi, Gordon menawarkan Bud kesempatan untuk menebus kegagalannya dengan memberi Bud tugas untuk memata-matai CEO asal Inggris, Sir Lawrence Wildman dan memperhatikan langkah Wildman selanjutnya. Bud mengetahui bahwa Wildman mengajukan penawaran untuk sebuah perusahaan baja. Melalui mata-mata Bud, Gordon menghasilkan uang, dan Wildman terpaksa membeli saham Gekko untuk menyelesaikan pengambilalihannya.

Bud menjadi kaya raya, menikmati keuntungan-keuntungan yang dijanjikan oleh Gordon yang salah satunya adalah rumah penthouse yang terletak di area elit Manhattan’s East Side. Bud dipromosikan dan diberi ruang kantor dengan pemandangan terbaik. Dia terus memaksimalkan “informasi orang dalam” dan memanfaatkan teman-temannya untuk mewakili pembelian atas nama Bud agar transaksi tersebut memberikan penghasilan lebih bagi dia dan Gordon. Tanpa sepengetahuan Bud, beberapa perdagangannya menarik perhatian Securities and Exchange Commission.

Bud mengajukan ide kepada Gordon untuk membeli Blue Star Airlines dan membesarkan perusahaan, dengan Bud sebagai presiden, menggunakan penghematan yang diperoleh dari konsesi serikat pekerja dan dana pensiun. Meskipun Bud tidak dapat membujuk ayahnya untuk mendukung dia dan Gordon, namun Bud sukses membuat serikat pekerja untuk menyetujui kesepakatan tersebut. Namun yang terjadi setelah itu, Bud mengetahui rencana licik Gordon untuk membubarkan perusahaan dan menjual aset perusahaan agar dapat mengakses uang tunai dalam program pensiun perusahaan, yang pada akhirnya membuat Carl dan seluruh staf Bluestar menganggur. Meskipun ini akan membuat Bud menjadi orang yang sangat kaya, Bud marah dan kecewa dengan tipu daya Gordon dan merasa sangat bersalah karena menjadi penyebab kehancuran Blue Star, terutama setelah ayahnya menderita serangan jantung. Bud memutuskan untuk mengganggu rencana Gordon. 

Bud menyusun rencana untuk menaikkan saham Blue Star sebelum memanipulasinya kembali. Dia dan presiden serikat lainnya secara diam-diam bertemu dengan Wildman dan mengatur agar dia membeli saham di Blue Star dengan diskon yang signifikan. Gordon, menyadari bahwa sahamnya anjlok, melupakan minatnya atas perusahaan tersebut. Namun, ketika Gordon mengetahui di berita bahwa Wildman membeli Blue Star, dia menyadari bahwa Bud telah secara sengaja merekayasa skema tersebut. Bud dengan penuh kemenangan kembali bekerja di Jackson Steinem keesokan harinya, hanya untuk ditangkap karena perdagangan ilegal yang ia lakukan terkait “informasi orang dalam”.

Beberapa waktu kemudian, Bud menemui Gordon di Central Park. Gordon memukuli Bud dan memarahinya karena telah merekayasa skema Blue Star, dan menuduhnya tidak berterima kasih atas apa yang telah Gordon berikan. Setelah menemui Gordon, terungkap bahwa Bud memakai alat perekam untuk merekam pertemuannya dengan Gordon atas perintah pihak berwenang. Sebagai imbalannya dia mendapatkan hukuman dengan membantu mereka terkait kasus terhadap Gordon. Orang tua Bud mengantarnya menuju Gedung Pengadilan New York County untuk menjawab atas semua kejahatannya, dan disebutkan pula bahwa setelah hukuman penjara berakhir, Wildman akan menawarkan Bud pekerjaan di Blue Star.

Perbandingan Kemampuan Manajemen antara Gordon Gekko dan Bud Fox

Four Tasks of Management 

Gordon Gekko

Bud Fox

Planning

Mampu menentukan tujuan apa yang akan dikejar organisasi, strategi apa yang akan diadopsi untuk mencapai tujuan tersebut, dan bagaimana mengalokasikan sumber daya organisasi untuk mengejar strategi yang mencapai tujuan tersebut.

  • Memerintahkan Bud untuk memata-matai seorang British corporate raider Sir Lawrence Wildman dan memantau langkah Wildman selanjutnya. Bud mengetahui bahwa Wildman mengajukan penawaran untuk sebuah perusahaan baja, Anacott Steel. Melalui mata-mata Bud, Gordon menghasilkan uang, dan Wildman terpaksa membeli saham Gordon untuk menyelesaikan pengambilalihannya.
  • Gordon membeli Bluestar Airlines, tapi sebenarnya, berencana untuk menghancurkan perusahaan tersebut dan menjual aset Bluestar Airlines untuk mengakses uang tunai $75 juta dalam program pensiun perusahaan, yang dapat membuat banyak pegawai Bluestar kehilangan pekerjaan.

Mampu mengidentifikasi dan memilih tujuan yang sesuai tapi tergoda dan dirusak oleh daya pikat uang dengan mudah.

  • Bud mengatakan bahwa Bluestar akan mengalami lonjakan besar dalam harga saham mereka, segera setelah masalah hukum mereka diselesaikan. Gordon tahu bahwa membeli Bluestar dengan informasi tersebut akan menjadi insider trading yang ilegal, dan bahwa Bud rela melanggar hukum untuk mendapatkan klien.
  • Dengan cara membuntuti dan  menyelinap, Bud mengetahui bahwa Wildman berencana membeli Anacott Steel, perusahaan baja yang bermasalah. Memanfaatkan peluang, Gordon membeli saham tersebut untuk balas dendam.
  • Setelah memperoleh keuntungan dari pembelian saham Anacott Steel dalam jumlah besar dan melalui berbagai taktik manipulasi pasar ilegal, dia terus memaksimalkan informasi orang dalam dan menggunakan teman-temannya sebagai straw buyers untuk memberikan penghasilan lebih bagi dia dan Gordon.
  • Bud memiliki rencana untuk membeli Bluestar Airlines dan membesarkan perusahaan, dengan dia sebagai presiden, menggunakan penghematan yang diperoleh dari konsesi serikat dan dana pensiun yang didanai berlebihan. Meskipun Bud tidak dapat membujuk ayahnya untuk mendukung dia dan Gordon, dia mampu membuat serikat pekerja untuk mendorong kesepakatan tersebut, dengan strategi (modernisasi software perusahaan, iklan yang lebih banyak dan agresif, dan menambah jalur penerbangan).

Organizing

Mampu melakukan penataan hubungan kerja di dalam organisasi sesuai dengan jenis tugas spesifik pekerjaan yang mereka lakukan sehingga tercipta garis wewenang dan tanggung jawab antara individu dan kelompok yang berbeda.

  • Selain bekerjasama dengan Bud, Gordon telah mempekerjakan 20 pialang dan seorang pengacara yang  bertugas untuk melancarkan dan melindungi usaha ilegalnya.
  • Gordon juga menyuruh Bud menandatangani surat kuasa, untuk mengisolasi diri dari tindakan Bud di pasar.

Mampu menstrukturkan hubungan kerja dengan cara yang memungkinkan anggota organisasi bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.

  • Dia segera membawa teman-temannya sebagai straw buyers, dimana mereka membeli saham di perusahaan yang mungkin terhubung dengannya, untuk melindungi dirinya dari klaim insider trading.
  • Setelah mengetahui bahwa dia telah dibohongi oleh Gordon, Bud menyusun rencana untuk menaikkan saham Bluestar  sebelum memanipulasinya kembali. Dia dan presiden serikat lainnya kemudian diam-diam bertemu dengan Wildman dan mengatur agar dia membeli saham pengendali di Bluestar dengan diskon yang signifikan. Gordon, menyadari bahwa sahamnya anjlok, membuang sisa ketertarikan nya di perusahaan tersebut atas saran Bud.

Leading

Mampu mengartikulasikan visi yang jelas dan memberi energi serta memungkinkan anggota organisasi sehingga mereka memahami peran yang mereka mainkan dalam mencapai tujuan organisasi (meskipun dengan cara tidak bermoral).

  • Saya tidak asal melempar anak panah ke papan. Saya bertaruh pada hal-hal yang pasti. Baca Sun-tzu, The Art of War. Setiap peperangan bisa dimenangkan bahkan sebelum dimulai.
  • keserakahan, karena tidak ada kata yang lebih baik, itu baik.
  • Gordon mencemooh pertanyaan Bud Fox tentang nilai moral kerja keras, dengan mengutip contoh ayah Gordon yang bekerja keras sepanjang hidupnya hanya untuk mati dalam hutang.
  • Gordon mendukung Bud dan memaksanya untuk menggali informasi baru dengan cara apa pun yang diperlukan, termasuk cara yang tidak etis dan ilegal.

Seorang pialang saham junior di Jackson Steinem & Co., yang berkembang dari seorang kapitalis yang tidak memiliki leadership philosophy kemudian belajar menjadi corporate raider yang cerdik hingga menjadi orang dewasa yang terpukul secara moral.

  • Bud, mengutip Sun-tzu: Jika musuhmu lebih unggul, hindarilah dia. Jika marah, buat dia makin jengkel. Jika imbang, bertarung, dan jika tidak, pisahkan diri dan lakukan evaluasi lagi.
  • Bud yang ingin menjadi presiden perusahaan Bluestar Airlines dan mengubahnya, meyakinkan ayahnya (salah satu pemimpin serikat pekerja) untuk menyetujui kesepakatan itu karena itulah yang terbaik untuk maskapai penerbangan. Akhirnya Carl setuju, meskipun perasaan sakitnya terhadap Gordon dan ketidakpastiannya atas kesepakatan itu. Gordon kemudian membeli sejumlah besar saham maskapai sampai dia mempertahankan kepentingan pengendali atasnya. Rencananya adalah membongkar maskapai dan menjual aset serta mengumpulkan dana pensiun yang besar, dan dapat membuat Carl dan karyawan lainnya menganggur. Ketika Bud mengetahui rencana ini, dia sangat kecewa dan marah kepada Gordon.

Controlling

Mampu mengevaluasi seberapa baik organisasi mencapai tujuannya dan mengambil tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja.

  • Memberikan bonus yang besar ($800.000 dalam bentuk emas di Hong Kong kepada Bud, termasuk fasilitas yang dijanjikan Gordon, penthouse di East Side Manhattan) setelah keberhasilan menjual sahamnya yang besar di Anacott Steel kepada Wildman dengan harga lebih dari yang dia beli.
  • Meminta pemotongan 20% terhadap gaji karyawan Bluestar Airlines, dan tambahan jam kerja 7 jam per bulan (selama perusahaan masih merugi).
  • Menggambarkan dirinya sebagai pembebas nilai perusahaan dari para eksekutif yang tidak efektif dan diberi kompensasi berlebihan. Sedangkan, saham manajemen perusahaan Teldar Paper kurang dari tiga persen saja, dan bagi Gordon terdapat terlalu banyak wakil presiden, 33 orang yang digaji $200.000 per tahun.

Terperangkap ambisi dan keserakahan yang tidak terkendali.

  • Bud ditangkap oleh SEC dan pejabat FBI dan didakwa dengan insider trading dan manipulasi pasar.

Perbandingan Managerial Roles antara Gordon Gekko dan Bud Fox


Type of Role

Specific Role

Role Activities

Gordon Gekko

Role Activities

Bud Fox

Decisional

Entrepreneur

Prinsip “praktis” dan memanfaatkan semua cara atau orang yang dapat menghasilkan bagi perusahaan.

Membuktikan diri bahwa ia memiliki kemampuan seperti yang ia janjikan pada Gordon.

 

Disturbance Handler

Saat Annual Stockholders Meeting Teldar Paper, sebagai pemilik saham terbesar, Gordon memiliki ide-ide cemerlang untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan berhasil meyakinkan para pemegang saham untuk sejalan dengan idenya.

Saat Bud Fox tahu bahwa Gordon hanya memanfaatkan Bluestar Airlines, tempat ayahnya bekerja, ia balik menjebak Gordon.

 

Resource allocator

Memutuskan memberi modal, informasi, bagaimana cara mendapatkan informasi, dan networking pada Bud Fox karena tahu bahwa Bud Fox bisa menjadi salah satu sumber produktivitas dalam bisnisnya.

Mengajak teman kuliahnya, Roger Barnes yang bekerja sebagai pengacara dan memiliki paman yang memiliki nama besar mengurus dasar hukum untuk berbagai transaksi dalam bursa saham, untuk bekerja sama dengan pembagian materi yang setimpal.

 

Negotiator

Membujuk Bud Fox untuk bermain saham dam mendapatkan keuntungan setinggi mungkin walaupun dilakukan dengan cara yang kurang etis.

Membujuk para pegawai Bluestar Airlines untuk memberikan kepemimpinan pada Gordon.

Interpersonal

Figurehead

Sudah merencanakan bagaimana dia akan memanfaatkan Bud Fox untuk membesarkan bisnisnya.

Sudah merencanakan bagaimana membuat bisnis Bluestar Airlines menjadi besar di dalam kepemimpinannya.

 

Leader

Memberi arahan pada bawahannya mengenai saham apa yang harus dibeli dan dijual. Hal yang sama dilakukan pada Bud Fox agar bisa memaksimalkan kemampuan dirinya.

Sebagai seorang karyawan, Bud Fox memberi arahan pada kawan dan rekan kerjanya saham mana yang harus diambil agar harga pasar saham naik atau turun.

 

Liaison

Menjalin hubungan baik dengan banyak pihak untuk memanfaatkan mereka saat situasi sulit terjadi, dengan iming-iming win win solution.

Didorong dengan motivasi tinggi untuk menjadi seperti Gordon, Bud Fox menciptakan hubungan baik dengan teman semasa kuliahnya, rekan kerja ayahnya, hingga menjadi tukang bersih-bersih agar bisa akses dokumen hukum yang ada di dalam kantor paman Roger sehingga mendapat banyak masukan informasi baru.

Informational

Monitor

Selalu mengawasi pergerakan yang dilakukan Bud Fox, kesalahan yang dilakukan Bud Fox dievaluasi dan diberikan bimbingan bagaimana seharusnya Bud Fox bertindak hingga akhirnya Bud Fox menjadi broker handal.

Mengatur naik turunnya harga saham agar menguntungkan bagi dirinya dan Gordon.

 

Disseminator

Ditunjukkan saat Annual Stockholders Meeting Teldar Paper, Gordon memberi informasi bahwa kerugian perusahaan yang dialami demikian besar, para BOD yang juga hadir dalam rapat tetap mendapatkan gaji mereka dan tetap bisa bergaya hidup mewah, tidak memperlihatkan bahwa mereka peduli pada perusahaan.

Ditunjukkan saat Bud Fox memberi arahan pada kawan dan rekan kerjanya untuk membeli saham tertentu.

 

Spokesperson

Saat bernegosiasi pertama kali dengan pihak Bluestar Airlines, menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut akan dikembangkan dan janji manis lainnya demi membesarkan bisnis perusahaan.

Untuk menebus rasa bersalahnya, Bud Fox berusaha menyelamatkan Bluestar Airlines, dan menjadi juru bicara untuk ayahnya untuk meyakinkan para karyawan Bluestar Airlines untuk bekerja sama.

Gordon Gekko and  Bud Fox: Thought of Management Options 

Management Thought

Gordon Gekko

Bud Fox

Baginya pasar adalah free market, siapa yang punya kekuasaan tinggi (baik atas informasi, materi, dan sumber daya manusia), dialah yang akan menguasai dan mengontrol pasar. Untuk mencapai kekuasaan ini maka Gordon harus mengevaluasi baik aktivitas maupun orang yang memiliki efisiensi tinggi bagi perusahaannya. Baginya informasi umum tidak ada harganya, tetapi informasi dari insider sangat berarti sehingga dia mengumpulkan banyak insider disisinya. Pemikiran ini sejalan dengan manajemen teori The Gilbreths, dimana mencari cara terbaik untuk membuat efisiensi tiap individu tinggi dan terus dievaluasi sehingga bisa menghasilkan produktivitas tinggi yang diharapkan tidak membutuhkan banyak biaya besar.

Gordon juga mengaplikasikan teori dari F.W Taylor dalam menjalankan manajemen, yang terpenting baginya adalah hasilnya, tanpa memperdulikan sisi kemanusiaan dari perusahaan, dalam film disebutkan betapa pentingnya bersikap “serakah” agar bisa mendapatkan hasil terbaik. 

Juga ada pengaplikasian teori Douglas McGregor yang mengidentifikasi pegawai kedalam dua kelompok, yaitu Theory X dan Theory Y, dalam hal ini Gordon jelas menggunakan Theory Y dalam aplikasi aktivitas perusahaan yang ia pimpin, dimana ia menciptakan work setting yang membuat para pekerjanya berkreativitas dan melatih inisiatif mereka untuk mencapai tujuan, walaupun dengan cara yang tidak etis. Ia tidak memberikan kesempatan apapun untuk pekerja yang dikelompokkan pada Theory X.

Jika nantinya ia memimpin Bluestar Airlines, maka Bud sudah merencanakan bahwa aka nada pembaruan di bidang teknologi (modernisasi di semua aspek, terutama inventory), melakukan aktivitas periklanan yang signifikan, dan membuka beberapa rute baru. Pemikiran ini sesuai dengan teori The Gilbreths, dimana mencari cara terbaik untuk membuat efisiensi tiap individu tinggi dan terus dievaluasi sehingga bisa menghasilkan produktivitas tinggi yang diharapkan tidak membutuhkan banyak biaya besar.

Untuk management principal, Bud Fox menggunakan prinsip dari Henry Fayol, yang mengidentifikasi 14 prinsip dalam menjalankan management karena dalam rencananya, ia juga bertujuan membuat para pekerja sejahtera dan bahkan memberi kesempatan untuk ikut memiliki perusahaan melalui kepemilikan saham. Hal ini juga menunjukkan bahwa Bud juga mengaplikasikan teori Mary Parker Follet yang menghargai sisi kemanusiaan dari para pekerja dalam perusahaan.

Solusi Kepada Karakter Bud fox

Four task management :

Planning

Pada fase perencanaan, sebaiknya Bud Fox menentukan terlebih dahulu tujuan akhirnya karirnya Bud Fox dan tujuan kerjasama dengan Gordon Gekko mau dibawa sampai sejauh mana, hal ini perlu dilakukan agar Bud Fox paham level kerja maksimal seperti apa yang tidak melawan nuraninya sendiri. Karena jika hal ini tidak lakukan, alhasil seperti di film yang diceritakan, Bud Fox tidak kuat dengan kondisi nyata yang dilakukan Gordon Gekko dan kedua belah pihak saling merasa kecewa dan dikhianati.

Organizing

Pada fase organisasi, sebaiknya Bud Fox memiliki sesi pertemuan secara rutin terhadap mitra-mitra kerjanya, karena dari film tersebut, terlampir perilaku Bud Fox yang baru menghampiri mitra-mitra kerjanya ketika Bud Fox butuh bantuan saja.

Leading

Pada fase kepemimpinan, sebaiknya Bud Fox sebagai salah satu pemegang andil dalam transaksi dengan Gordon Gekko dapat tegas dan meminta waktu Gordon Gekko untuk murni berdiskusi hingga semua strategi bisnis jelas, tidak ada salah paham atau double kepemimpinan.

Controlling

Pada fase pengaturan, sebaiknya Bud Fox memahami dari hulu ke hilir permasalahan, pekerjaan yang sedang dihadapi dan kepada pihak siapa dia memberikan suatu informasi, karena dari film yang ada, Bud Fox terdeskripsikan sebagai orang yang ambisius namun naif dan tidak bepikir Panjang. Sehingga mitra-mitra kerja Bud Fox menjadi agak kurang simpati terhadap perilaku Bud Fox.

Managerial Roles

Secara managerial roles Bud Fox dapat memperbaiki sektor interpersonal lebih tepatnya di bagian leadership, karena pada film terlampir Bud Fox nyatanya itu tidak memimpin, karena Bud Fox hanya merespon kondisi masalah yang ada saja.

Solusi Kepada Karakter Gordon Gekko

Four task management :

Planning

Pada fase perencanaan, sebaiknya Gordon Gekko menentukan terlebih dahulu dan berdiskusi betul dengan Bud Fox untuk membahas, mau sejauh mana kerjasama yang dilakukan, batasan-batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini perlu dibahas, agar tidak ada salah paham dengan masing-masing mitra kerja, seperti Bud Fox.

Organizing

Pada fase organisasi, sebaiknya Gordon Gekko selalu membuat pertemuan berkala dengan masing-masing mitra kerjanya, terutama mitra kerja yang bergerak di lapangan. Karena dari film tersebut dilampirkan risiko tertinggi terjadinya rasa kecewa atau berkhianat itu ada pada mitra Gordon Gekko yang bergerak di lapangan seperti Bud Fox.

Leading

Pada fase kepemimpinan, sebaiknya Gordon Gekko selain memotivasi dalam bentuk kekayaan, Gordon Gekko bisa memotivasi dan memimpin masing-masing pekerjanya dengan menginformasikan strategi yang sedang Gordon Gekko lakukan sejelas mungkin, karena dari film tersebut terlampir mitra kerja Gordon Gekko yaitu Bud Fox kecewa dengan Gordon Gekko karena hasil meeting internal dengan keputusan akhir bisnis amat berbeda, dan Gordon Gekko tidak memberitahu hal tersebut kepada Bud Fox.

Controlling

Pada fase pengaturan, sebaiknya Gordon Gekko melakukan cek berkala terhadap para mitra kerja, seperti menanyakan “apakah Batasan-batasan yang kita bahas di awal masih aman?” atau “apakah ada hal yang saya (Gordon Gekko) melewati Batasan kerjanya?” hal ini perlu dilakukan, karena kunci dari bisnis di film tersebut adalah informasi dan kepercayaan, jika salah satu kunci saja tidak ada, maka potensi bisnis hancur itu tinggi.

Managerial Roles

Secara managerial roles Gordon Gekko dapat membaiki sektor informational lebih tepatnya di bagian monitor dan disseminator, karena pada film terlampir Gordon Gekko melakukan komunikasi yang minim terhadap mitra kerjanya Bud Fox, sehingga Bud Fox kecewa dan berkhianat. Kalua saja Gordon Gekko ramah terhadap pemberian informasi terhadap pengambilan keputusan bisnis, maka usaha yang dikerjakan akan tetap lancar.

Management Thought

Baik pada Bud Fox dan Gordon Gekko, sebaik menerapkan prinsip scientific management thought, karena pada prinsip management ini, difokuskan untuk para pekerja dituntut melakukan pengumpulan data yang valid dan objektif, dan juga dituntut untuk menentukan batasan-batasan kerja yang dilakukan. Hal ini cocok diterapkan agar tidak ada lagi terjadi kendala internal yang memakan bisnis tersebut karena masalah ketidakpercayaan atau subjektivitas karena rasa kasihan. Jika diperjelas, pihak Gordon Gekko bisa fokus menggunakan prinsip “The Gilbreths” dengan cara menganalisa performa kerja masing-masing mitra kerjanya dan dapat mencari jalan kerja yang lebih efisien untuk kedepannya. Sedangkan untuk Bud Fox sebagai mitra lapangan Gordon Gekko dapat menerapkan prinsip “Fayol’s Principle of Management” hal ini disarankan karena prinsip tersebut dapat membawa Bud Fox selain tetap menjaga hubungan dengan atasannya yaitu Gordon Gekko, pihak Bud Fox juga tetap dapat mengembangkan inovasi dan kreativitasnya, karena kondisi lapangan lebih dinamis dibandingkan dengan kondisi kerja di gedung kantoran.   


Referensi:

Buku 

Gareth, R.Jones., Jennifer M. George. (2020). Contemporary Management (Edisi 11). New York : McGraw-Hill Education.

Sumber daring:

https://id.wikipedia.org/wiki/Wall_Street_(film_1987)

https://www.imdb.com/title/tt0094291/

https://wallstreet.fandom.com/wiki/Bud_Fox

Disusun oleh The Incredibles:

  • Anthony Hamonangan Million Sihombing

  • Carlin

  • Puspita Ramadhania

  • Rahmad Hendrawan


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Carlin

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format