Manager : Who Wants To Be A Good Manager?

Artikel ini membawa pembaca kepada pemahaman dasar manager, level dan fungsi managerial, dan tantangan yang dihadapi manager


2
2 points

               Kata manager atau manage sudah bukan kata asing kita dengar, baik itu di perkantoran, di toserba, hotel, ataupun di restoran. Seringkali kata manager dihubungkan dengan seseorang yang memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan, bahkan tak jarang juga orang-orang menyebut kata manager dengan sebutan boss. Padahal makna dari kata manager sangat luas dan aplikatif di kehidupan sehari-hari. 

                Untuk menghilangkan ambiguitas persepsi perihal manager, kita perlu tahu konsep dasar bahwa manager menggambarkan orang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai sasarannya (James A.F. Stoner, et al, 1996). Organisasi apa sih yang sebenarnya dimaksud diatas? Untuk itu, penting kita tahu pengertian oganisasi. Organisasi adalah sekumpulan indovidu yang bekerja bersama dan saling berkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama atau mengejar hasil yang ingin dicapai (Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020). 

                Dalam melaksanakan tugasnya sebagai manajer, ia akan memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga keahlian manajer dalam mengelola sumber daya tersebut seringkali disebut dengan manajemen. Manajemen bisa diartikan sebagai proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan dengan efisien dan efektif (Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020). Untuk bergerak maju dan mencapai tujuan, butuh adanya seorang manajer yang memiliki kemampuan manajerial yang baik. Hal ini disebabkan karena akan banyak masalah yang kompleks dalam proses mencapai tujuan itu sendiri. Kompleksitas dan pekerjaan yang dinamis ini yang menuntut manajer memiliki keahlian manajerial yang baik. 

                Manajemen akan melatih skill decision-making, mempertajam end-to-end mindset, membantu mengembangkan kemampuan mengatur tim, hingga memperkuat keterampilan kita dalam menyusun strategi untuk mencapai tujuan organisasi. Maka dari itu, manajer dan manajemen tidak dapat dipisahkan.

ESSENTIAL MANAGERIAL TASKS

                Manajemen membantu organisasi memanfaatkan sumber daya yang dimiliki utuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Bagaimana caranya manajer bisa mencapai tujuan tersebut? Maka dari itu, penting sekali untuk diketahui bahwa terdapat empat fungsi manajerial penting yang harus diperhatikan : planning, organizing, leading, dan controlling. Empat fungsi manajerial tersebut membantu manajer mencapai tujuan organisasi tersebut. Di sisi lainnya, organisasi dapat dikatakan berjalan dengan efisien dan efektif dapat dilihat dari sejauh mana manajer berhasil melaksanakan empat tugas manajerial diatas.

Sumber : Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020

Gambar 1. Level of Managers

1. Perencanaan (Planning)

Untuk merencanakan fungsi perencanaan, manajer harus mampu mengidentifikasi dan memilih strategi yang harus diambil untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan adalah proses yang dilakukan oleh manajer untuk memilih dan menetapkan tujuantujuan organisasi serta menentukan metode/cara terbaik untuk mencapainya. Ada tiga tahapan yang termasuk di dalam fungsi planning adalah :

  1. Menentukan tujuan organisasi yang akan dicapai
  2. Memutuskan strategi apa yang akan diambil untuk mencapai tujuan
  3. Memutuskan bagaimana mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk menjalankan strategi mencapai tujuan organisasi

2. Pengorgaisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah penataan struktur cara kerja dimana anggota organisasi bisa saling berkerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan organisasi. Mengelompokkan anggota organisasi berdasarkan jenis pekerjaan dan tanggung jawab merupakan salah satu kegiatan pengorganisasian yang dilakukan oleh seorang manajer.

Selain itu, ada hal-hal lain yang dilakukan dalam pengorganisasian:

  1. Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Pengelompokan seluruh personil ke dalam kelompok kerja/departemen sesuai tujuan organisasi.
  3. Penugasan tanggung jawab tertentu
  4. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Dalam mengimplementasikan fungsi organizing, akan menghasilkan keluaran berupa struktur organisasi. Struktur organisasi yang dimaksud adalah fungsi formal yang terstruktur yang menunjukan hubungan garis koordinasi dan tanggung jawab antar anggota untuk memberi pedoman dalam mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi menentukan bagaimana sumber daya organisasi dapat berjalan secara maksimal untuk menghasilkan output.

3. Pengarahan (Leading)

Fungsi ini biasa disebut dengan fungsi directing, motivating, actuating, dan leading. Fungsi ini mendorong manajer untuk dapat meningkatkan kualitas keahlian komunikasi, kemampuan persuasi, dan kemampuan mengoordinasikan tim yang ada dalam setiap pekerjaan yang diambil. Keahlian memimpin tim yang baik akan membangkitkan gairah tim untuk bekerjasama dengan baik. Selain itu, dalam fungsi ini, manajer akan memberikan arahan yang jelas untuk diikuti bawahan dan membantu bawahan memahami peran yang harus mereka mainkan untuk mencapai tujuan organisasi serta mengatur anggota organisasi untuk dapat menjalankan perannya masing-masing.

4. Pengendalian (Controlling)

Pada fungsi ini, tugas manajer adalah mengevaluasi seberapa baik organisasi dalam mencapai tujuan nya dan juga membantu organisasi dalam menentukan tindakan perbaikan atas kinerja yang kurang baik. Pengendalian dilakukan agar manajer dapat terus mengetahui dan memantau setiap perkembangan yang terjadi di dalam organisasi. Apabila terdapat ancaman yang bisa mengganggu perjalanan menuju tujuan organisasi, manajer dapat segera langsung memikirkan strategi tindak lanjutnya agar tidak menjadi hambatan dalam berkembang. 

Keluaran dari fungsi ini adalah kemampuan untuk mengukur kinerja secara akurat dan mengatur efektivitas dan efisinesi organisasi. Untuk mempertajam fungsi pengendalian ini, manajer harus memutuskan tujuan mana yang akan diukur – dengan mempertimbangkan produktivitas, kualitas, atau tanggapan dari pelanggan – dan manajer juga harus mampu menyusun sistem pengendalian yang dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saat menilai kinerja pada akhir pekerjaan.

LEVEL DAN KEAHLIAN MANAJER

                Manajer dalam menjalankan masa kepemimpinannya, ia harus mengetahui secara betul kepada siapa ia harus mempertanggung-jawabkan apa yang ia dan anggota timnya lakukan. Tak jarang, kepemimpinan dititikberatkan seluruhnya kepada manajer paling tingkat atas, padahal setiap lini manajer juga memiliki jenis kepemimpinannya. Menurut Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi (2010), kepemimpinan dikatakan sebagai kekuatan untuk menggerakkan dan mempengaruhi aktifitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok. Tiga implikasi penting yang terkandung dalam hal ini yaitu :

  1. kepemimpinan melibatkan orang lain,
  2. kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok secara seimbang, karena anggota kelompok bukanlah tanpa daya,
  3. adanya kemampuan untuk menggunakan bentuk kekuasaan yang berbeda untuk mempengaruhi tingkah laku pengikutnya melalui berbagai cara.

Agar selama masa kepemimpinannya manajer dapat menjalankan fungsi manajerial secara efektif dan efisien, seluruh organisasi mengelompokkan atau membedakan jenis manajer melalui dua cara – yaitu pembagian berdasakran jenis level hirarki/kewenangan dan jenis keahlian yang dibutuhkan organisasi. 

Level of Management 

Organisasi pada umumnya memiliki tiga level manajemen : first-line managers, middle managers, dan top managers. Secara struktural, first-line managers akan melaporkan pencapaiannya kepada middle managers, dan middle managers melaporkan kepada top managers. Tiap jenis manajer diatas memiliki level yang berbeda namun tanggung jawab yang diembankannya saling berkaitan antara satu level dengan level atasnya. 

Sumber : Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020

Gambar 2. Level of Managers

1. Manajer Lini Pertama (First-Line Managers) 

Pada hirarki manjerial paling dasar yaitu first-line managers, atau yang biasa kita sebut dengan supervisor. Tanggung jawab manajer tingkat ini adalah melakukan pengawasan kepada karyawan di organisasi tersebut berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan. First-line managers biasanya ada di tiap departemen yang ada di organisasi.

2. Manajer Tingkat Menengah (Middle Managers)

Pengawas first-line managers adalah middle managers yang bertanggung jawab dalam menemukan strategi yang selalu baru untuk dapat mengatur sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Untuk meningkatkan efisiensi organisasi, middle managers melakukan evaluasi mana tujuan organisasi yang tepat dan menyarankan top managers untuk melakukan tinjau ulang atau perubahan pada tujuan itu sendiri. Middle managers membuat banyak kepurusan terkait proses produksi barang atau penyediaan jasa dari organisasi itu sendiri.

3. Manajer Puncak (Top Managers)

Bertolak belakang dengan middle managers, top managers bertanggung jawab untuk menjaga kinerja departementnya sendiri maupun department yang terkait. Top Managers yang bertanggungjawab atas kinerja organisasi secara keseluruhan. Mereka yang merumuskan tujuan organisasi dan memonitor kerja middle manager. Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter (2010), para manajer yang berada di dekat atau pada jenjang tertinggi di dalam struktur organisasi, yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan yang mempengaruhi seluruh organisasi dan menetapkan sasaran-sasaran dan rencana kerja bagi organisasi.

4. Chief Executive Officer (CEO)

Dalam setiap organisasi, tentunya memiliki tim manajemen atas yang terdiri dari CEO, COO, dan ataupun presiden direktur. Seluruh pencapaian yang telah diperoleh dari top manager berserta timnya, akan dilaporkan ke CEO karena CEO dianggap adalah lapisan teratas dari sebuah level manajemen. Top managers seringkali menjadi pengganti CEO selama CEO dalam masa pension, cuti, atau menggantikan tanggung jawab lainnya. CEO bersama dengan COO bertanggung jawab atas pengembangan hubungan kerja diantara top managers di seluruh departemen yang ada pada organisasi. 

Pada keempat jenis level manajemen diatas, mereka memiliki ciri khas tersendiri apabila dilihat dari jumlah waktu yang dihabiskan dalam menjalankan fungsi manajerial. Semakin banyak waktu yang dihabiskan manajer untuk melakukan fungsi planning dan organizing, maka akan semakin tinggi posisi secara hierarki. Top managers lebih banyak menghabiskan waktu untuk planning dan organizing karena wewenang yang diembannya cukup tinggi karena harus memastikan bahwa tujuan organisasi dapat tercapai melalui kerjasama mulai dari karyawan non-manejerial hingga pada middle managers

Managerial Skills

                Menjadi seorang manajer tentu banyak modal yang setidaknya harus dimiliki, karena tugas yang diembankan menyangkut kesuksesan organisasi. Antara pendidikan formal dan pengalaman yang dimilikinya, sangat membantu manajer untuk dapat mengembagkan keahliannya sehingga dapat menempatkan sumber daya dengan tepat. Menurut Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George (2020), dari modal pendidikan dan pengalaman yang dimiliki. terdapat tiga keahlian manajerial yang dapat dikembangkan dari seorang manajer yaitu : keahlian konseptual, keahlian manusia, dan keahlian teknis. 

                Keahlian konseptual (Conceptual Skills) menggambarkan secara umum kemampuan manajer untuk menganalisa dan mengira-ngira situasi organisasi dan mampu secara peka membedakan yang mana sebab dan akibat. Top managers sangat membutuhkan keahlian konseptual karena fungsi utama yang dijalankannya adalah fungsi planning dan organizing. Keahlian ini dapat diperoleh melalui Pendidikan formal dan pelatihan mengingat keahlian ini sangat berperan penting untuk seorang manajer. Menurut Henry Fayol dalam James A. F. Stoner, Edward Freeman dan Daniel Gilbert (1996), Keterampilan Konseptual adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan aktivitas organisasi.

                Keahlian Manusia (Human Skills) lebih mengarah bagaiman seorang manajer dapat mengerti, memimpin, dan mengendalikan kebiasaan anggota tim di dalam department. Pada keahlian tipe ini, manajer dituntut dapat mengembangkan keahlian komunikasi, koordinasi, memotivasi, dan mengeratkan anggota tim yang ada didalam sehingga menjadi satu kesatuan yang memiliki visi dan misi bersama untuk organisasi. Sama halnya dengan keahlian konseptuan, keahlian manusia dapat dipelajari selama proses pendidikan formal maupun training. Tak heran apabila banyak organisasi yang mengadakan pelatihan khusus, seperti pelatihan leadership skills. Agar pengembangan keahlian ini dapat berjalan semakin efektif dan efisien, tiap-tiap anggota tim harus mampu meningkatkan rasa empati dan rasa memiliki di dalam tim. Selain itu juga, tiap antar anggota tim pun harus mampu berpikir open-minded dan menerima setiap perbedaan pendapat yang ada. 

                Keahlian Teknikal (Technical Skills) adalah keahlian khusus yang berhubungan dengan tipe pekerjaan masing-masing individu. Selain itu, Keterampilan Teknis adalah kemampuan menggunakan prosedur, teknik, dan pengetahuan bidang khusus. Pada jenis keahlian ini, manajer dituntut dapat menguasai setiap metode/teknik yang dibutuhkan selama proses produksi. Hal ini diperlukan karena dapat membantu percepatan laju produksi yang dilakukan organisasi. Manajer pun akan semakin mengenali setiap alur proses produksi dan kendala yang dihadapi. Hal ini membantu manajer untuk dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan perhitungan secara teknis di lapangan.

Tantangan Manajer di Era Global

Perubahan peranan dan tanggung jawab seorang manajer dinamis seiring dengan perkembangan teknologi dan persaingan global. Hal ini mendorong manajer untuk meningkatakan efisiensi dan efektifitas organisasinya. Beberapa upaya yang bisa dilakukan yaitu :

1. Restructuring and Outsourcing

Restructuring berarti memperingkas organisasi untuk mengurangi biaya operasional. Bisa dengan mengeliminasi job-desk pekerjaan yang ada maupun mengurangi karyawan manajerial maupun non-manajerial. Dengan pengurangan tenaga kerja, dampak positifnya akan ada efisiensi cost akibat pengurangan jumlah total sallary karyawan. Selain itu karyawan yang masih dipertahankan akan menjadi lebih produktif karena kompleksitas job-desk yang diberikan. 

Sedangkan outsourcing merupakan bentuk kerjasama antarperusahaan dalam menyediakan tenaga kerja. Hal ini dapat meningkatkan efiseinsi perusahaan karena mendapatkan tenaga kerja yang gajinya lebih rendah.

Studi Kasus : Mexico menarik perusahaan otomotif

Seiring dengan masalah turunnya kualitas produk dan naiknya upah pekerja di Asia, terutama China, pemain otomotif dunia mencari alternatif lokasi lain untuk membuat fasilitas produksi baru ke Mexico. Beberapa alasan diantaranya yaitu harga lokasi yang sesuai, posisi geografis yang dekat dengan perbatasan serta pelabuhan, dan upah tenaga kerja yang relatif rendah. Sebagai perbandingan, gaji rata-rata engineer pada industry otomotif di Mexico yaitu $8 /jam, sedangkan di Jerman $52/jam dan US $58/jam. Beberapa perusahaan automobile ternama seperti Ford, Toyota, Audi dan BMW yakin bahwa membangun fasilitas produksi di Mexico berpotensi meraup banyak keuntungan.

2. Empowerment and Self-managed teams,

Prinsip dasarnya yaitu merubah peran first-line manager lebih efisien dengan memberikan wewenang dan tanggung jawab lebih pada anggota kerja nya. Tentunya hal ini didukung dengan training untuk menambah knowledge serta adanya reward untuk memotivasi para pekerja tersebut. Selain itu, peran IT yang disponsori perusahaan turut menentukan seberapa jauh para pekerja dapat meningkatkan pengetahuan dan memperluas scope tanggung jawab pekerjaannya.

Dengan self-maanged temas para manajer diharuskan memiliki kemampuan untuk mengorganisasi, mengontrol, dan mengawasi aktivitas pekerjanya. Dengan adanya informasi performa anggota nya secara real time dan updated, maka diharapkan tim dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dan efisien.  

3. Membangun Keunggulan Kompetitif

Yaitu kemampuan sebuah organisasi untuk mengungguli organisasi lain dengan memberikan produk yang lebih efisien dan efektif di masyarakat. 4 hal yang mendasari keunggulan produk tersebut adalah efisensi ,kualitas, inovasi serta responsivitas/feedback terhadap customer.

Source : Contemporary Management (9th Edition, 2016, McGraw-Hill Education) – Gareth Jones, Jennifer George

Gambar. 3 Competitive Advantage

4. Menjaga Etika dan Standard Tanggung Jawab Sosial

Manajer dihadapi banyak tekanan pekerjaan untuk dapat meningkatkan performa organisasiny.. Tekanan tersebut dapat mendorong mereka untuk bertindak tidak etis dan illegal untuk mencapai target pekerjaannya. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk terhadap orang-orang di dalam maupun diluar organisasi. Sebagai contoh yaitu seorang manajer purchasing di sebuah perusahaan retail. Demi mendapatkan biaya yang rendah, manajer tersebut membeli produk pakaian dari pabrikan yang mengabaikan kondisi kerja pegawainya, seperti jam kerja tidak manusiawi (sweat-shop), yaitu lebih dari dari 60 jam perminggu. Contoh lain, yaitu seorang manajer penjualan kosmetik menyuap pejabat untuk mendapatkan kontrak besar di pasar luar negeri. Dua hal ini tidak saja mencoreng norma etika dan social, namun juga melanggar hukum. Isu inilah yang mendasari pembekalan seorang manajer untuk bertanggung jawab secara social agar terciptanya hubungan baik kepentingan antara dua belah pihak.

5. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja

Seorang manajer harus menyadari bahwa etika dan hukum dibuat untuk memperlakukan sumberdaya manusia secara adil. Untuk itu dibutuhkan system human resource management (HRM) yang baik atas keberagaman tenaga kerja yang ada, seperti umur, jenis kelamin, ras, etnis, agama, prefensi seksual dan socio economic. Keberagaman yang ada ini menjjadi tantangan seorang manajer untuk dapat mengkonversinya menjadi sebuah keuntungan dengan memberikan jobdesk sesuai dengan kelebihan dan potensi yang dimiliki setiap orang.

6. Pemanfaatan IT dan E-Commerce

Teknologi Informasi dapat meningkatkan performa kerja para manajer dan juga para pekerjanya. IT memberikan informasi dan interaksi virtual secara global yang dapat membantu organisasi meningkatkan kualitas dan kecepatan berinovasi. Sebagai contoh yaitu penerapan teknologi UPS pada perusahaan jasa transportasi. UPS yang didesain dengan menggabungkan navigasi GPS dan auto learning ini, membuat para driver dapat melakukan pengiriman jauh lebih cepat dari sebelumnya.

7. Mempraktikan Manajemen Krisis Global

Sekarang ini, para manajer dihadapi dengan tantangan krisis global, baik yang disebabkan secara alami maupun akibat ulah manusia. Contoh, di akhir tahun 2019, hampir semua negara mengalami krisis ekonomi global akibat virus covid-19. Hal ini terjadi secara alami dan tidak terprediksi. Akibatnya banyak perusahaan yang harus survive dari pandemi yang dampak nya masih dirasakan hingga saat ini. Kemampuan manajer sangat dibutuhkan untuk dapat mengani masalah sebesar ini. Dengan strategi pengelolalaan manajemen yang lebih efisien dan efektif lah diharapkan perusahaan dapat bertahan dan tumbuh kedepannya.

Reference :

James A. F. Stoner, R. Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Manajemen, Jilid Satu, Edisi Bahasa Indonesia, Penerbit Prenhallindo, Jakarta, 1996

Ricky W. Griffin, Ronald J. Ebert, Bisnis, Jilid Satu, Edisi Kedelapan, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2007

Triyono, MANAJER DAN PENGELOLAAN PADA ERA MILENIUM , VALUE ADDED, Vol.6, No.2, Maret 2010 – Agustus 2010 http://jurnal.unimus.ac.id

Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George. 2020. Contemporary Management. Ed.11. New York:Mc-Graw-Hill Education.

Tim Republic of Awesome :

1. Arief Nugrahadi Kuncoro

2. Bagus Setiagung Budi Santoso

3. Grecia Ulina

4. Yodha Bima Widyadhana


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=lC20AX0n4lk&feature=youtu.be


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win

15 Comments

  1. Artikel yang sangat menarik dari teman-teman Grup Republic of Awesome.

    Pada artikel telah dijelaskan apa yang menjadi tantangan bagi seorang manajer di era global. Namun bila melihat keadaan saat ini (pandemi dan new normal) tentu menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan-perusahaan di dunia. Bagaimana menurut kelompok tim mengenai tantangan seorang manager di era new normal sekarang ini? Apa saja yang dilihat oleh tim menjadi masalah / tantangan kedepannya? tentunya karena kita tahu new normal ini tentu tidak akan lewat hanya dalam sebulan maupun 2 bulan saja, namun bisa setahun atau bahkan 2 s/d 3 tahun.

    Terima kasih.
    Tommy Sastra Irawan

  2. Artikel yang luar biasa,

    Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa

    “kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok secara seimbang, karena anggota kelompok bukanlah tanpa daya,”

    Saya ingin bertanya, sejauh mana kekuasaan dapat didistribusikan oleh pemimpin atau manajer kepada anggotanya? Selain itu, menurut penulis, apa yang dimaksud dengan seimbang tersebut?

    Terimakasih

  3. Materi yang sangat bagus dan visioner. Diatas telah dijabarkan mengenai esensi dari tugas seorang manajer, tingkatan management, skill yang harus dimiliki oleh seorang manajer, serta tantangan menjadi seorang manajer di era global ini. Balik lagi ke judul utamanya yaitu “who wants to be a good manager”, Bagaimana cara menindaklanjuti hasil, kesuksesan, dan pencapaian dalam kinerja dari pekerjaan seorang manager yang baik? Apakah ada metode-metode khusus yang dapat digunakan dalam penerapan output tersebut? Mohon diberikan contohnya, terima kasih guys 🙂 keep it awesome!

  4. Artikel yang bagus, Terkait essential managerial tasks dan managerial skills , bisa lebih dijelaskan mengenai hal tersebut dikaitkan dengan seorang Manager yang menangani operasional dan mempunyai subordinat yang banyak dengan seorang manager yang lebih banyak menangani teknikal dengan anggota yang sedikit.tks

  5. Thank’s Republic of Awesome, Artikel yang bagus !
    Pada pembahasan “Tantangan Manajer di Era Global”, Menjaga Etika dan Standard Tanggung Jawab Sosial merupakan salah satu point yang dibahas.
    Bagaimana tanggapan rekan-rekan Republic of Awesome terkait banyaknya praktek “Manager Kartu Nama”, dimana jabatan yang tertera di kartu nama tidak mencerminkan struktur organisasi sesungguhnya. Praktek ini cenderung dilakukan oleh departemen pemasaran ?
    Apakah praktek ini masih dapat diterima dari sudut pandang etika bisnis ?

    Salam Sehat

  6. Terima Kasih atas pemaparannya teman-teman Republic of Awesome, sangat menarik sekali.
    Saya ingin bertanya saat ini banyak perusahaan memberikan titel Manager untuk beberapa posisi namun bukan sebagai people Manager atau tidak memiliki tim, menurut teman teman Republic of Awesome apakah ini berarti telah terjadi shifting terhadap titel Manager dan bagaimana penerapan Human Skills untuk Manager tersebut.
    Terima kasih.

  7. Menarik sekali.. Pertanyaannya simple aja.. kalau artikel diatas adalah to be a good manager.. tapi bagaimana menjadi Great Manager. Apa yang menjadi faktor pembeda antara good manager dengan great manager ?

  8. Saya tertarik sekali dengan kemampuan seorang manager mengelola sebuah tim, saat ini banyak sekali pekerja yang “keluar jalur” dari background pendidikannya sehingga di dalam 1 tim sering kali terdapat pekerja yg tidak ahli di bagian/unit tersebut. Bagaimana peran seorang manager untuk meningkatkan kinerja tim tersebut?

  9. Artikel yang menarik..
    saya ingin bertanya, saat manager di era global ini menerapkan “Empowerment and Self-managed team” dimana memberikan tanggung jawab lebih terhadap para anggotanya, apakah yang dimaksut meniadakan peran first line manager? Bagaimana pengaruhnya dengan peran middle manager apakah akan lebih berat? Dan apakah akan menjadi lebih efisien atau malah akan menimbulkan bias mengenai jobdesknya jika tiap anggotanya memiliki tanggung jawab lebih?
    Terimakasih

  10. Keren for RoA, sebagaimana saat ini kita perhatikan dan yang akan terjadi ke depan bahwa yang saat ini mewarnai midle management di perusahaaan maupun negara adalah Gennerasi milenial bahkan sudah mulai disusul generasi beerikutnya ( staff khusus presidenpun dikuasai oleh generasi ini ) , Ada Yang perlu kami siapkan untuk estafet di perusahaan sehingga mohon dibantu untuk dapat memberikan gambaran apa yang akan dilakukan oleh para Milenial kedepan seandainya para Milenial yang memegang peranan sebagai Manager

  11. saya ingin bertanya mengenai outsourcing. Seperti yg kita ketahui, salah satu keuntungan dari merekrut pegawai outsourcing adalah tidak membutuhkan biaya yg besar bagi perusahaan, namun apakah ada kerugiannya bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri? Bisa dijelaskan juga keuntungan yg diterima oleh karyawan outsourcing? terima kasih

  12. Terima kasih pembahasannya yang menarik. Akibat wabah covid19, banyak perusahaan yang mencoba survive dari krisis global ini. Misal apabila anda seorang manajer hotel, apa yang anda akan lakukan untuk dapat menangani masalah ini?

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format