Mendobrak Monoton : Bakpia Kukus Tugu Jogja

Bakpia Kukus Tugu Jogja menjadi pionir produk bakpia kukus yang memadukan citarasa tradisional dan modern.


0

Sumber: belibakpia.com

Bakpia merupakan kudapan oleh-oleh khas Yogyakarta yang sudah tidak asing diborong oleh para pelancong yang datang ke Yogyakarta. Bakpia umum yang diketahui bertekstur agak keras dan diolah dengan cara dipanggang dan ciri khas ini sangat disukai oleh banyak masyarakat. Namun pada tahun 2017 terobosan baru dalam inovasi bakpia hadir, yakni bakpia kukus. Bakpia Kukus Tugu Jogja menjadi pionir produk bakpia kukus yang memadukan cita rasa tradisional dan modern. Bakpia kukus hadir ditengah ketenaran bakpia tradisional tentu hal ini sangat menarik. Kehadirannya ini pun disambut sangat baik oleh masyarakat dan mencuri hati masyarakat yang menyukai inovasi wajah lain dari bakpia ini, bakpia kukus membuktikan meskipun berbeda dari pendahulunya yang sudah sangat menguasai pasar namun nyatanya inovasi yang mereka tawarkan pun berhasil mendapat tempat dan pasar di masyarakat. Bila dilihat dari popularitas bakpia yang sudah lama melegenda di hati masyarakat rasanya sulit untuk mencuri hari pelanggan namun nyatanya bakpia kukus berhasil dan tidak butuh waktu lama bagi UMKM ini untuk memantapkan posisinya menjadi salah satu produk terlaris di pasar oleh oleh khas Yogyakarta. Maka, Sangat menarik untuk membahas alasan dibalik keberhasilan bakpia kukus, karena tidak banyak usaha yang mencoba menawarkan inovasi baru dari produk yang telah ada sebelumnya lalu berhasil di pasar terlebih lagi bisa menyaingi produk terdahulunya.

Bakpia kukus berhasil mencuri hati masyarakat melalui inovasi kudapannya dimana bakpia tidak lagi bertekstur keras dan dipanggang melainkan bertekstur lembut seperti bolu karena diolah dengan cara di kukus.  Meski demikian bakpia kukus tetap mempertahankan varian dan cita rasa bakpia panggang yang telah ada seperti tetap mempertahankan rasa coklat, keju, kacang hijau dan juga kacang merah namun dibalut dengan penyajian yang berbeda dimana isian bakpia ini dibuat meleleh yang sangat cocok dengan tekstur lembut bakpia kukus sendiri membuat cita rasa khas tersendiri yang sangat diingat dan disukai masyarakat. Bakpia original hanya memiliki rasa luaran original dan berbagai rasa isinya namun bakpia kukus menghadirkan varian rasa luaran pula seperti original dan brownies. Dengan banyaknya pilihan varian ini maka masyarakat tidak akan mengalami kejenuhan akan produk ini.

Dari segi kultural, Inovasi yang ditawarkan oleh Grup Agrinesia Raya selaku induk dari Bakpia Kukus Tugu Jogja ini juga menyesuaikan dengan kultur masyarakat jogja yang gemar dengan makanan manis tentu hal ini menjadi peluang bagus yang dilihat dan diambil oleh produsen Bakpia Kukus.

Selain itu bakpia kukus juga dapat menyesuaikan dirinya dengan kondisi kekinian saat ini dan menyesuaikan dirinya agar dapat disukai segala kalangan khususnya milenial. Kesuksesan bakpia kukus dalam membangun branding produknya dapat dilihat dari Packaging produk ini sangat berbeda dengan produk bakpia sebelumnya dan sangat terlihat lebih fresh dan higienis. Satu pack bakpia kukus terdiri dari 10 pcs bakpia yang mana tiap 1 pcs nya dikemas dengan packaging plastic terpisah yang berkualitas tinggi hal ini tentu menjadi poin plus dimata konsumen seperti yang kita tahu saat ini sudah banyak masyarakat yang lebih peduli akan kebersihan suatu produk.

           

Meski sangat sesuai dengan trend kekinian bakpia kukus tetap memasukan unsur tradisional dalam kemasannya dimana logo dan packaging produk ini memasukan elemen blangkon pada logo dan batik pada kemasannya yang mana merupakan khas daerah jawa khususnya Yogyakarta . Hal ini memberi kesan bahwa meski telah diperbarui dan menyesuaikan kehidupan modern namun bakpia kukus tetaplah kudapan khas daerah Yogyakarta.

Tentu produk yang baik dan berkualitas harus didukung dengan strategi marketing yang baik, dan hal itu juga dilakukan oleh Bakpia Kukus Tugu Jogja dimana bakpia kukus memaksimalkan pemasaran melalui media social untuk menyasar kaum milenial yang sangat aktif di media social sehingga pemasaran yang gencar dilakukan ini mampu menarik massa. Selain itu cita rasa khas dan pengalaman tak terlupakan saat merasakan bakpia ini mampu membuat pemasaran dari mulut ke mulut sangat efektif dalam meningkatkan penjualan hal ini terbukti dapat menarik masyarakat baik warga asli jogja maupun wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Nilai – nilai plus yang dimiliki dan ditawarkan oleh bakpia kukus ini dapat dikatakan sebagai kunci sukses bakpia kukus dalam memasuki pasar oleh oleh dan menarik hati pelanggan dalam waktu singkat. Kesuksesan ini dapat dilihat dari terhitung hingga saat ini Bakpia Kukus Tugu Jogja telah memiliki 6 official store dan puluhan mitra store yang tersebar di seluruh Jogja dan official store di e-commerce meski telah tersebar di banyak toko nyatanya ketenaran produk ini membuat banyak toko yang kehabisan stok sebelum jam tutup dikarenakan banyaknya masyarakat yang memborong produk ini. 

Sumber: Kotler and Armstrong 2018 (telah diedit) 

Lahir sejak 2017, Bakpia Kukus Tugu Jogja kini telah berada dalam tahapan product life cycle yaitu growth. Produk yang berada dalam tahapan growth memiliki penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan profit. Dalam tahapan ini pula akan timbul kemungkinan muncul kompetitor baru. Hal ini selaras kondisi Bakpia Kukus Tugu Jogja saat ini. Produk Bakpia Kukus Tugu Jogja menjadi salah satu oleh-oleh viral yang digandrungi para wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Dilansir dari koranbernas.id dan travel.tempo.co,  pada musim liburan Bakpia Kukus Tugu Jogja seringkali kehabisan stok karena membludaknya peminat dari produk bakpia kukus ini. Setiap pagi belasan orang rela mengantri demi mendapatkan sajian hangat bakpia kukus. Produk ini kini juga menjadi camilan dan oleh-oleh favorit dari Yogyakarta dibuktikan dengan terjualnya ribuan produk bakpia kukus dari setiap gerai Bakpia Kukus Tugu Jogja sehingga dapat memberikan peningkatan keuntungan. Ditambah lagi Bakpia Kukus Tugu Jogja saat ini, merupakan satu satunya brand yang menjual produk bakpia kukus di Yogyakarta. Belum ada kompetitor yang cukup mengganggu perkembangan Bakpia Kukus Tugu Jogja. Dapat dibayangkan bagaimana Bakpia Kukus Tugu Jogja menguasai pasar dan memperoleh keuntungan besar dari produk ini. Kini, Bakpia Kukus Tugu Jogja memiliki 6 gerai yang tersebar di Yogyakarta dan tidak menutup kemungkinan akan dibuka gerai-gerai selanjutnya.

Sumber : laman koranbernas.id

Melihat kondisi permintaan konsumen yang membludak pada saat musim liburan, baik penduduk setempat maupun wisatawan yang datang ke Jogja kerap kali mampir ke toko untuk membeli Bakpia Tugu Jogja sebagai camilan atau buah tangan mereka. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menangani tingkat permintaan konsumen yang tidak menentu atau dikenal sebagai Bullwhip Effect

Salah satu strategi yang tidak asing bagi perusahaan dalam mengelola tingkat permintaan konsumen mereka yang tidak menentu, yaitu dengan mengembangkan produk komplementer. Strategi ini berfokus untuk mengalihkan perhatian konsumen dari permintaan produk awal mereka. Cukup memberikan alternatif pilihan produk yang sederhana dan menarik kepada konsumen, maka cara ini akan mengalihkan perhatian permintaan konsumen dan memberikan waktu bagi perusahaan untuk mengevaluasi permintaan konsumen yang sebelumnya. 

Bakpia Tugu Jogja juga dapat memulai dari mengamati pola kapan produk selalu habis, hal ini akan memudahkan perusahaan untuk menentukan berapa banyak produk yang akan dijual pada hari tersebut. Selain itu, dengan memprediksi permintaan barang untuk waktu-waktu mendatang berdasarkan data penjualan dan mengamati tren pelanggan juga sama pentingnya untuk mengurangi terjadinya Bullwhip Effect.    

sumber : Bakpia Kukus Tugu Jogja – Stasiun Tugu dalam Google Maps

Jika dilihat melalui framework product life cycle, Bakpia Kukus Tugu Jogja berada di tahapan growth. Di tahapan ini mereka belum memerlukan pengembangan produk. Sebab, masalah utama yang mereka hadapi di tahapan ini adalah permintaan konsumen yang membludak. Ini nyata dialami oleh Bakpia Kukus Tugu Jogja. Beberapa konsumen memberi review buruk karena stok bakpia yang tersedia di toko sering habis. Masalah lain yang perlu ditangani oleh mereka adalah tentang kualitas produk dan pelayanannya. Beberapa konsumen mengungkapkan komplainnya atas pelayanan toko yang buruk. 

Namun demikian, pengembangan produk perlu dilakukan oleh Bakpia Kukus Tugu Jogja supaya tetap bertahan dalam waktu yang lama. Sejalan dengan konsep product life cycle, ada dua alasan utama mengapa mereka perlu melakukan pengembangan produk. Pertama, pada dasarnya, semua produk akan berakhir dengan penurunan popularitas dan permintaan dan masyarakat. Maka dari itu, diperlukan produk baru untuk menggantikan produk yang mengalami penurunan. Alasan kedua, mereka perlu menyesuaikan strategi marketing untuk menghadapi perubahan selera dan kompetisi karena tahapan dalam product life cycle terlewati.

Sumber: Kotler and Armstrong 2018 

Untuk menentukan produk yang bisa dijadikan pengembangan perlu dilakukan tahapan-tahapan pengembangan produk baru. Dari menentukan ide hingga proses komersialisasi. Inovasi produk bisa dimulai dengan sederhana seperti memperbesar ukuran bakpia. Beberapa konsumen dalam review Google Maps juga mengeluhkan porsi bakpia yang kecil sementara harganya dinilai relatif mahal. Oleh karena itu, inovasi bisa dilakukan dengan cara memperbesar ukuran bakpia supaya lebih worth it.

Untuk pengembangan yang lebih advance lagi. Ini tepat dilakukan saat produk Bakpia Kukus sudah berada pada tahap maturity. Tugu Jogja bisa melakukan diversifikasi produknya. Mereka perlu mengeluarkan produk lain untuk menggantikan Bakpia Kukus yang diprediksi akan declining dalam waktu dekat.

Penulis: 

The Phantom Shadow

  1.  Arneta Launuru

  2.  Lia Arfita Meliana 

  3. Muhammad Ikhsan Hidayat

  4.  Muhammad Taufiq Anggoro

Sumber :

Bakpia Kukus Tugu Jogja. (n.d.). https://bakpiakukustugu.co.id/ 

Kustianti, R. (2020, April 29). Tokyo Banana ala Yogyakarta, Bakpia Kukus Mak Nyusss. Retrieved November 07, 2020, from https://travel.tempo.co/read/1200285/tokyo-banana-ala-yogyakarta-bakpia-kukus-mak-nyusss 

Sholihul. (2019, April 25). Ini Uniknya Bakpia Kukus Tugu Jogja. Retrieved November 07, 2020, from https://koranbernas.id/ini-uniknya-bakpia-kukus-tugu-jogja 

Accurate.id. (2020,15 April). Memahami Permintaan Konsumen dan 10 Strategi untuk Meningkatkannya. Retrieved November 07, 2020, from https://accurate.id/marketing-manajemen/memahami-permintaan-konsumen/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
ikhsan

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format