Berawal dari berjualan Kaos Kaki hingga Kini Memiliki Heritage Factory Outlet, Inilah Cerita Grace Latief Tirta

Keberhasilan bisnis tidak diperoleh secara instan, ada proses dan kerja keras. Hal ini dibuktikan oleh Grace yang kini memiliki Heritage FO di Bandung & Jakarta


0

SINOPSIS  cerita salah satu Video Christina Lie berjudul “Cerita Sukses Heritage Factory Outlet Bandung, Berawal dari GARASI!”

Pada video kali ini Christina Lie berkesempatan berbincang hangat dengan pemilik Heritage Factory Outlet,yaitu ibu Grace Latief Tirtha. Grace memulai usahanya berjualan pakaian hanya dikarenakan mencoba mencari kesibukan setelah memutuskan untuk berhenti  bekerja saat sudah menikah. Grace memulai bisnis nya berjualan pakaian di garasi mertuanya,bisnis pakaian yang semula bernama L’MOOSE ini sempat beberapa kali berganti-ganti nama dan berpindah pindah lokasi usaha. Saat memulai usaha berjualan pakaian, Grace hanya dibantu oleh 2 orang karyawan, disana mereka menghandle semua kegiatan operasional toko,karena keterbatasan tersebut banyak barang dagangannya yang dicuri oleh orang yang berpura-pura membeli pakaian. 

Grace mengatakan awal usaha nya dikenal banyak orang karena tokonya banyak diperbincangkan oleh satu konsumen ke konsumen lain karena menjual barang-barang bermerek dengan harga yang relatif murah,ia juga banyak menjual pakaian dan kaos kaki ke perusahaan-perusahan besar di Bandung. Saat usahanya mulai berkembang ia memutuskan untuk membeli sebuah rumah bergaya vintage yang berumur lebih dari 100 tahun. Rumah inilah yang memberikan inspirasi baginya untuk mengganti nama usahanya menjadi Heritage sampai dengan saat ini. Di tempat baru ini karyawannya sudah bertambah banyak menjadi 30 orang, namun tempat usaha  barunya ini masih sepi pengunjung karena lokasinya yang belum banyak dilalui oleh masyarakat. Untuk membuat tempat usahanya dikenal oleh lebih banyak orang ia mengiklankan usahanya di radio dan uniknya ia juga menggunakan supir angkot untuk menarik pengunjung datang ke lokasi usahanya. 

Grace mengatakan kalau seluruh keputusan pembelian barang berada ditangannya, hal ini untuk menjaga agar kualitas barang yang dijual tersortir dengan baik. Di Video ini Grace juga bercerita bagaimana ia mengelola karyawannya, membuat koperasi khusus untuk mensejahterakan karyawan dan membuat karyawannya menjunjung tinggi kejujuran. Ia juga bercerita bagaimana mengelola resiko, seperti pencurian barang. Ibu Grace menganggap bahwa karyawan adalah aset yang paling berharga. Heritage Factory Outlet yang hanya bermulai dari garasi  ini sudah memiliki 6 cabang di Jakarta dan akan terus berkembang.

Visi Perusahaan

Maju, tumbuh dan berkembang bersama seluruh stakeholder perusahaan dengan asas kekeluargaan demi mencapai kesejahteraan bersama.

Misi perusahaan

1. Terus Menjaga kualitas produk yang dijual dengan terus menerapkan kualitas kontrol yang baik

2. Membentuk koperasi perusahaan agar tercapai kesejahteraan karyawan 

3. Membangun loyalitas karyawan dengan asas kekeluargaan

4. Membangun hubungan yang baik dengan supplier

5. Menciptakan lingkungan kerja yang jujur dan saling percaya.

Decision Making

Pengambilan keputusan (Decision Making) adalah proses memilih keputusan atau kebijakan saat dimana kita sepenuhnya memilih kendali dalam bertindak yang didasarkan atas kriteria tertentu. Lahirnya suatu keputusan tidak serta merta berlangsung secara sederhana begitu, sebab sebuah keputusan itu selalu saja lahir berdasarkan dari proses yang memakan waktu, tenaga dan pikiran hingga akhirnya terjadinya suatu pengkristalan dan lahirlah keputusan tersebut. Saat pengambilan keputusan adalah Selanjutnya yang dianggap penting adalah pertanggungjawaban dari keputusan itu sendiri kepada pihak yang berkepentingan.

Ada terdapat 6 langkah pengambilan keputusan, yaitu :

  1. Mengenali perlunya keputusan

Langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan adalah mengenali kebutuhan akan keputusan. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Grace Latief Tirtha pada saat mendirikan Heritage Factory Outlet Bandung merupakan keputusan yang dilakukan in response to opportunities, dimana Grace Latief Tirtha melihat adanya peluang/kesempatan ketika ia melihat awal mula penjualan kaos kaki yang hanya bermodalkan Rp 5.200.000,- di garasi rumah ibu mertuanya terus meningkat. Selanjutnya ia mulai untuk meningkatkan apa saja yang akan dijual. Grace Latief Tirtha akhirnya bekerjasama dengan perusahaan tekstil untuk menjualkan kembali fashion – fashion hasil export. 

  1. Menghasilkan alternatif

Setelah menyadari kebutuhan untuk membuat keputusan, seorang manajer harus menghasilkan serangkaian tindakan alternatif yang layak untuk diambil dalam menanggapi peluang atau ancaman. Seiringnya berjalan waktu berjualan di garasi rumah ibu mertuanya, toko  L’MOOSE yaitu nama toko pertama sebelum Heritage FO Grace memiliki kendala karena kondisi rumah atau tempat yang berada di lingkungan perumahan dan mengganggu aktivitas lalu lintas di perumahan tersebut. Alternatif solusi dari keputusan ini Grace memilih untuk menyewa suatu tempat untuk dia berjualan. Dari garasi rumah ibu mertua selanjutnya toko  L’MOOSE memutuskan untuk pindah dan berganti nama menjadi Moi di daerah jalan sukajadi bandung hingga kepindahan terakhir ke jalan riau dengan nama Heritage Factory Outlet Bandung hingga saat ini bertahan dan sukses.

Selanjutnya sistem marketing yang dilakukan oleh Heritage FO yaitu dengan melakukan sistem pengiklanan (1) Block prime time artinya menyisipkan iklan di program yang sedang berlangsung, (2) Prime time artinya waktu dimana penonton paling banyak menonton TV atau mendengar radio, (3) Membuat jingle, (4) Beriklan di radio dan (5) Membayar supir angkot untuk selalu menyebutkan Heritage sebagai tujuan pemberhentian.

Adapun sistem operasional yang diterapkan oleh ceo dan manajer Heritage FO yaitu dengan selalu menjaga pendataan dan selalu mengupdate pendataan, hal ini salah satu untuk mengantisipasi kehilangan atau kerugian barang. 

Selanjutnya menerapkan sistem sense of belonging pegawai yang artinya suatu keadaan dimana seseorang merasa memiliki sesuatu, sehingga dia akan dengan sepenuh hati untuk menjaga, mencintai, melindungi dan peduli dengan sesuatu. Tidak hanya itu, pegawai Heritage FO diberikan kenyamanan dengan berkesempatan berlibur tiap tahun keluar kota bandung seperti bali dan pangandaran.

Sistem keamanan yang diterapkan oleh Heritage FO sudah cukup baik dibanding dengan FO yang lainnya di kota bandung. Berdasarkan pengalaman dalam mengetahui trik-trik sistem pencurian, seluruh pegawai dari Heritage FO bersama sama menyatukan visi misi yaitu dengan mengeluarkan kode melalui musik apabila diketahui dari CCTV ada seseorang yang berniat mencuri. Pegawai pun sudah memahami dalam sistem pertanggungjawabannya untuk selalu mendata dan mengecek kembali setiap sektor yang di berikan.

Terakhir adalah sistem koperasi dimana sistem ini memberikan kesejahteraan bagi pegawai dengan diberikan kesempatan untuk berhutang dan dari hasil koperasi pegawai bisa menggunakan untuk berlibur di akhir tahun.

  1. Menilai Alternatif

Setelah manajer menghasilkan beberapa alternatif, mereka harus mengevaluasi keuntungan dan kekurangan. Secara umum, manajer yang sukses menggunakan empat kriteria untuk mengevaluasi pro dan kontra dari tindakan alternatif.

Empat kriteria untuk mengevaluasi pro dan kontra dari tindakan alternatif:

a. Legalitas

Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan tidak akan melanggar hukum domestik atau internasional atau peraturan pemerintah. Disini ceo Heritage FO yaitu Grace Latief Tirtha sudah memiliki legalitas yang diakui di masyarakat sebagai Heritage FO tempat penjualan fashion dengan kualitas import

b. Etis

Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan adalah etis dan tidak akan dilakukan merugikan kelompok pemangku kepentingan manapun. Hal ini diterapkan pada sistem keamanan, sistem koperasi dan pegawaI.

c. Kelayakan ekonomi 

Manajer Heritage FO sudah mengatur sistem keuangan dengan sistem koperasi yang saling menguntungkan bagi pegawai dan koperasi.

d. Kepraktisan

Manajer harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya diperlukan untuk menerapkan alternatif, dan mereka harus yakin bahwa alternatif tersebut tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi lainnya. Kepraktisan disini lebih kepada sistem sene of belonging ceo dan manajer terhadap para pegawai-pegawainya. Karena yang menjadi moto hidup Grace Latief Tirtha yaitu hal penting dalam suatu perusahaan adalah pegawai.

  1. Memastikan Keputusan Berkontribusi pada Keberlanjutan

Sejak dari awal Heritage FO selalu mengupayakan segala keputusannya untuk memajukan sistem baik itu marketing, pelayanan, keamanan, sense of belonging, dan koperasi untuk keuntungan dan kesejahteraan bersama.

  1. Menerapkan alternatif yang dipilih

Alternatif yang dipilih adalah sense of belonging baik itu ceo, manajer dan para pegawai. Dimana hal ini dapat meningkatkan kinerja yang baik. Satu sama lain dengan mudah untuk saling memberikan kepercayaan.

  1. Mempelajari umpan balik

Sebagai manajer yang efektif selalu lakukan analisis retrospektif untuk melihat apa yang dapat mereka pelajari dari kesuksesan atau kegagalan masa lalu. Dari hanya sekedar garasi rumah, lalu menyewa tempat dan kini Heritage FO sudah memiliki bangunan penjualan sendiri. Hal ini sangat menguntungkan bagi Heritage FO karena sudah bisa berdiri kokoh dan tidak bergantung kepada orang lain.

COGNITIVE BIAS

Secara umum, terdapat 11 bias kognitif yang dapat terjadi saat mengambil keputusan. Berikut penjelasan dari kedua belas bias kognitif tersebut:

  1. Anchoring Bias: Bias ini terjadi ketika informasi yang pertama kali didapat menjadi pembanding utama dari informasi yang diterima selanjutnya.

  2. Availability Bias: Bias ini terjadi ketika informasi yang didapat langsung dari satu contoh digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

  3. Bandwagon Effect: Bias ini terjadi ketika mayoritas percaya akan sesuatu dan pengambilan keputusan diambil berdasarkan kepercayaan mayoritas tersebut.

  4. Choice-Supportive Bias: Bias ini terjadi ketika keputusan sudah dibuat dan seolah-olah kelebihan dari keputusan tersebut muncul dan kekurangannya tidak terlihat.

  5. Confirmation Bias: Bias ini terjadi ketika terfokus kepada informasi yang mendukung sesuatu yang telah ia percayai sebelumnya.

  6. Fundamental Attribution Error: Bias ini terjadi ketika berlebihan dalam menilai sesuatu akibat satu kejadian dan tidak menganggap faktor lain yang menyebabkan sesuatu tersebut.

  7. Halo Effect: Bias ini terjadi ketika beberapa hal disamakan secara menyeluruh karena ada kesamaan tertentu.

  8. Ingroup Preference Bias: Bias ini terjadi ketika kecenderungan untuk memilih sesuatu yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu.

  9. Ostrich Effect: Bias ini terjadi ketika keputusan telah dibuat dan dampak negatifnya tidak digubris padahal data menunjukan bahwa dampak negatifnya benar-benar terjadi

  10. Recency Effect: Bias ini terjadi ketika kejadian yang baru saja terjadi menjadi fokus informasi sehingga kejadian yang lampau dan mungkin terjadi menjadi kurang dipertimbangkan.

  11. Zero-Risk Bias: Bias ini terjadi ketika keputusan yang diambil memiliki risiko seminimal mungkin padahal ada pilihan lain yang memiliki keuntungan yang jauh lebih besar dengan risiko yang dapat dihadapi.

Bias kognitif yang mungkin terjadi pada kasus Factory Outlet Heritage adalah:

  1. Choice-Supportive Bias: ketika ibu Grace mengambil keputusan untuk mempersilahkan para pembelinya untuk berhutang, banyak pembeli yang berminat untuk membeli produknya, mulai dari karyawan bank, pabrik dan lain-lain. Hal ini membuat ibu Grace merasa bahwa berjualan dengan cara memperbolehkan hutang merupakan cara yang benar, padahal terdapat risiko-risiko seperti credit risk yang sangat mungkin terjadi.

  2. Zero-Risk Bias: Ketika ibu Grace baru merintis bisnisnya, ia memasarkan produknya dengan cara menghubungi karyawan-karyawan bank dan menawarkan produknya secara langsung. Ia mengambil langkah ini karena biaya mengiklankan produknya di radio atau koran cukup mahal. Padahal tidak lama setelah itu, ibu Grace merasa kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk mengiklankan produknya di radio sampai-sampai membuat jinglenya sendiri. Hal ini menunjukan bahwa ibu Grace merasa mengiklankan langsung ke pelanggan memiliki risiko kecil dibandingkan mengiklankan produknya di radio. Padahal mengiklankan langsung dapat membuatnya kelelahan dan dengan mengeluarkan biaya yang sedikit lebih besar untuk mengiklankan produknya di radio dapat membuatnya lebih santai dan produknya tetap dapat dipasarkan dengan baik.

Apabila waktu dapat terulang kembali, akan lebih baik apabila ibu Grace segera menerapkan sistem pemasaran yang lebih mudah dan efektif serta efisien. Menempatkan tempat usahanya di lokasi yang lebih strategis sejak awal, menarik pelanggan dengan menjadikannya titik pemberhentian angkot dan lain-lain.

SWOT ANALYSIS

SWOT analisis digunakan untuk mengidentifikasi kondisi internal (kekuatan & kelemahan) dan eksternal (kesempatan & ancaman) organisasi. Hal ini dilakukan untuk tahap perencanaan & berguna bagi organisasi dalam menentukan strategi yang tepat di tingkat organsasi/perusahaan, bisnis, ataupun fungsional. 

Tabel di bawah ini merupakan SWOT analisis dari Factory Outlet Heritage 

KEKUATAN (STRENGTH)

KELEMAHAN (WEAKNESS)

  • Memiliki banyak supplier untuk stok pakaian yang dijual

  • Jenis pakaian yang tersedia beraneka ragam (rentang usia dan umur) & berkonsep timeless

  • Keahlian karyawan dalam memastikan kualitas bahan orisinil (menjamin proses procurement pakaian)

  • Lokasi toko fisik di Bandung yang strategis 

  • Brand FO Heritage sudah banyak diketahui orang

  • Sudah memiliki 6 toko cabang di Jakarta

  • Proses manajemen kinerja karyawan & stok pakaian yang baik (stock opname dilakukan setiap hari)

  • Sistem keamanan toko yang baik

  • Memiliki karyawan yang loyal dan FO dapat menjamin kesejahteraan karyawannya melalui koperasi pegawai

  • Stok sangat bergantung terhadap supplier karena pakaian tidak diproduksi sendiri

  • Konsep Factory outlet menyebabkan design pakaian tidak dilakukan secara internal (tidak ada tim design product), sehingga kurang memiliki competitive adventage-nya

  • Model pakaian yang cenderung sama sepanjang tahun (timeless), tidak ada produk-produk yang seasonal untuk merayakan event tertentu seperti lebaran & natal

  • Tipe bisnis adalah bisnis pribadi

  • Ketergantungan terhadap penjualan toko fisik, belum dapat memaksimalkan penjualan online

  • Strategi pemasaran yang masih mengandalkan mouth to mouth

KESEMPATAN (OPPORTUNITY)

ANCAMAN (THREAT)

  • Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bandung saat hari libur

  • Title Bandung sebagai kota mode sehingga meningkatkan permintaan terhadap pakaian di kota ini

  • Kesempatan FO Heritage untuk membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia

  • Kemudahan pemasaran digital dapat meningkatkan penjualan 

  • Banyaknya generasi milenial yang memperhatikan OOTD (Outfit of The Day) memberikan kesempatan FO Heritage untuk mengembangkan product line baru seperti dompet, sepatu, atau tas

 

  • Banyaknya factory outlet di Bandung yang memiliki target pasar yang sama dengan Heritage. Seperti: The Summit, Victoria, House of Donatello, atau Blossom

  • Kompetitor dari brand pakaian luar (Seperti: Uniqlo & Zara) yang memiliki product line sama 

  • Pertumbuhan factory outlet dan distro yang pesat di Bandung dan kota besar di Indonesia

  • Perubahan daya beli masyarakat terhadap konsumsi pakaian akibat COVID19

  • Keberadaan pencuri yang menyamar menjadi pembeli

 

Strategi Korporasi, Bisnis, dan Fungsional

Dari analisis SWOT yang kami lakukan, kami mencoba membuat strategi bisnis. Strategi ini adalah sebagai proses penentuan arah dan tujuan organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan. Strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya.

Strategi Korporasi 

Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi/dibeli dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut.

Dari analisis SWOT dalam ancaman terhadap perusahaan yang kemungkinan dialami adalah banyaknya jumlah kompetitor. Salah satu cara untuk menghadapi banyaknya kompetitor dengan menggunakan strategi diversifikasi yakni dengan melakukan pembedaan dengan bisnis yang telah ada ataupun dengan memiliki suatu kelebihan yang dapat diunggulkan dibandingkan dengan perusahaan lainya. Selain ancaman kompetitor, Untuk berkembang pada masa pandemi Covid-19, Heritage membutuhkan online digital marketing untuk mempertahankan penjualan mereka.

  • Membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia, terutama di kota yang diisi oleh kaum milenial & mahasiswa, serta memiliki tingkat perekonomian yang relatif baik seperti Yogyakarta, Surabaya, atau Medan
  • Pengembangan line product yangmana FO Heritage tidak hanya berfokus pada penjualan pakaian, namun dapat juga menambahkan produk seperti tas, dompet, ataupun sepatu
  • Proses penjualan dilakukan dengan sistem offline (toko FO) ataupun online, hal ini akan memudahkan konsumen dalam menjangkau produk-produk yang ditawarkan FO Heritage

Strategi Unit Bisnis

Strategi bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis. Pada strategi level bisnis salah satunya yakni ancaman kompetitor menjadi salah satu pertimbangan menentukan strategi bisnis apa yang tepat untuk digunakan Heritage, dikarenakan banyaknya kompetitor. 

Di level bisnis strategi dengan posisi bisnis terhadap kompetitor dengan melakukan dan mengakomodasi hal-hal yang berkaitan dengan perubahan tren pasar dan teknologi, sehingga Heritage dapat bersaing dan selalu mempunyai nilai lebih atau keunggulan dibandingkan kompetitornya. Strategi bersaing tersebut dapat berupa keunggulan biaya yakni dapat lebih murah dari para kompetitor akan tetapi memiliki nilai atau kualitas yang sesuai. Strategi diferensiasi juga dapat dipakai untuk menghadapi ancaman kompetitor, dengan melakukan perbedaan keunggulan atau keistimewaan dibandingkan yang lain dapat menjadi daya tarik atau magnet bagi konsumen.    

  • Sistem model pakaian yang seasonal akan menarik minat konsumen karena hanya tersedia pada event tertentu
  • Bekerja sama dengan distro-distro lokal yang menawarkan produk pakaian hasil design-nya, sehingga FO Heritage dapat menawarkan produk yang khas

Strategi Fungsional

Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. 

  • SDM yang berkompeten dan menganggap bahwa SDM merupakan salah satu kunci dari keberhasilan bisnis
  • Pelatihan digital marketing untuk mengoptimasi proses pemasaran & penjualan secara onlinei
  • Pengenalan lebih lanjut mengenai industri tekstil, sehingga karyawan memahami tentang bahan & mode
  • Proses benchmarking oleh tim product & procurement terhadap retailer/brand fashion yang memiliki target pasar sama sehingga model produk yang akan distok dapat mengikuti perkembangan fashion 

REFERENSI

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education


KELOMPOK UNITED STATE OF AWESOME

ARSY ELIA PERTIWI

DESTI PATONAH

DONAL ANRY JAYA SINURAT

FAISAL MALIK WIDYA PRASETYA

RIDHA JULIANSYAH



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Arsy Elia

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format