Sosok Inspiratif, Budi Satria Isman: Sukses Setelah DO

Review dari cerita inspiratif Budi Satria Isman yang bercerita tentang hidupnya yang pernah drop out dari 4 universitas di Indonesia di kanal Youtube Christina Lie


2
2 points

Sumber: portalbuana.com

Melalui Channel Youtube Christina Lie yang berjudul “KISAH SUKSES:DROP OUT KULIAH 4x SUKSES JADI DIREKTUR COCA COLA”, bapak Budi Satria Isman menceritakan perjalanan hidupnya dari masa sekolah hingga pensiun yang tanpa henti terus bekerja hingga melewati 1 tahun masa pensiunnya. Bapak Budi Satria Isman yang kini menjadi CEO Mikro Investindo Utama dan Blue Korintji di Korintji Heritage, sebelumnya pernah bekerja dengan jabatan yang tinggi di beberapa perusahaan Multinasional lebih dari 30 tahun, seperti : ExxonMobil, Shell Oil, Coca-Cola, Sari Husada, dan Danone Group.

Selain itu, pernah menjadi CEO/President Director PT. Sari Husada Tbk, Danone group of company bidang Baby Nutrition pada tahun 2005 hingga 2009. Selain bekerja dengan jabatan yang tinggi, juga bapak Budi Satria Isman merupakan pengarang buku yang berjudul “7 Steps to reach Your Dream” dan juga merupakan seorang Executive Coach.

Bapak Budi Satria Isman yang sebelumnya beberapa kali di Drop Out pada masa kuliah di Indonesia, tidak membuat semangatnya patah begitu saja, dengan nyali yang besar bapak Budi Satria Isman pun nekat melanjutkan perkuliahannya hingga ke American University yang selesai dalam waktu 1,5 tahun untuk mendapatkan gelar Bachelor of Science in Business Administration, kemudian melanjutkan program Master of Arts in Organization Management dalam waktu 1 tahun.

Dalam video tersebut pun, bapak Budi Satria Isman memaparkan bahwa ilmu yang beliau dapatkan dicoba dan membuat sistematika berpikir agar ilmu tersebut dapat diduplikasi agar gampang dipelajari yang disebut dengan Smart Business Map.

Bapak Budi Satria Isman yang juga menjadi seorang CEO Blue Korintji di Korintji Heritage mengatakan bahwa visi dari seorang Budi Satria Isman adalah membangun pondasi bisnis yang bisa sustainable dalam jangka panjang bukan jangka pendek.

Alasan dari bapak Budi Satria Isman membuat produk sosial Blue Korintji adalah dikarenakan kampung halaman beliau di Kerinci, Jambi pada masa lampau ada masalah nasional yaitu masalah hutan yang dirambah para petani dan masyarakat sekitar untuk kesejahteraan hidup mereka. Sehingga membuat bapak Budi Satria Isman pun menunjukkan kontribusi nya untuk mengenalkan kopi asal Kerinci yang belum dikenal oleh orang banyak.

Pada akhirnya, bapak Budi Satria Isman pun mengembangkan kopi kerinci ini hingga para petani pun mengekspor hingga keluar negeri dan hingga kopi kerinci sudah dikenal hingga keluar negeri bahkan Starbucks pun menggunakan kopi kerinci sebagai bahan untuk membuat kopi di Starbucks.

Selain itu, bapak Budi Satria Isman pun mempunyai misi dalam Blue Korintji ini agar Blue Korintji semakin dikenal yang bukan hanya menjual kopi saja tetapi value dan story yang dijual hingga bekerja sama dengan Jepang menggunakan teknologi Blockchain agar pembeli dapat mengetahui asal usul kopi hingga proses pembuatan kopi yang diminum oleh konsumen melalui scan code.

Dan juga bapak Budi Satria Isman telah merencanakan program baru yaitu 1 juta entrepreneur yang bisa mendapatkan ilmu di tahun 2020, yang sudah direncanakan sejak tahun 2010 namun hingga 2020 tidak tercapai. Walaupun tidak tercapai, bapak Budi Satria Isman pun melakukan evaluasi kembali agar 1 juta entrepreneur di 10 tahun ke depan akan tercapai.

Sumber: instagram/budiisman

SUKSES SETELAH DROP OUT

Kisah sukses seorang yang drop out kuliah 4x merupakan sebuah cerita yang menarik bagi audiens, menjadi retorika bahwa tidak sukses di dunia pendidikan bukan berarti akan gagal dalam bisnis atau kehidupan -dalam konteks yang lebih luas. Faktanya, alih-alih memberikan sekedar retorika dan dongeng tentang kesuksesan, kisah dari Bapak Isman dalam video ini menyajikan kisah bagaimana seorang pemuda yang berhasil mendapatkan perspektif dari kegagalan masa muda. 

Bapak Isman secara total telah drop out sebanyak 4x dalam waktu 7 tahun setelah kelulusannya dari sekolah menengah atas. Selain itu, dalam masa ini, beliau juga mulai merintis bisnis jual buku impor dengan target universitas-universitas di Sumatera. Namun, bisnis ini pun mengalami kegagalan. Seolah-olah terdapat kesalahan sistematis dalam kehidupan Isman muda akibat kegagalan dalam merespon masalah atau peristiwa dalam hidupnya dengan keputusan yang optimal. Dalam menjelaskan kegagalannya, Beliau pada awalnya memberikan alasan umur yang masih terlalu muda sebagai penghalang kesuksesan beliau pasca kelulusan sekolah. Namun lebih dari itu, wawancara tersebut memberikan pemahaman bagaimana urgensi dari manajemen pengambilan keputusan.’

Incomplete information merupakan faktor pertama penyebab kegagalan Bapak Isman. Dalam konteks ini, uncertainty menjadi penghambat utama bagi Bapak Isman dalam mengambil keputusan hidup yang lebih baik. Dalam wawancara tersebut, dikatakan bahwa sejak usia dini, Beliau berbisnis jual-beli barang namun selalu berakhir gagal karena kurangnya fokus dan ketidaktahuan terhadap minat sendiri. Hal ini kemudian berlanjut di keputusan beliau dalam memilih jurusan perkuliahan. “Ikut-ikutan tren” menjadi tema besar periode tersebut. Selain itu, terdapat ambiguitas dalam hidup Beliau. Beliau tidak dapat membagi fokus antara menjalankan bisnis atau mengikuti perkuliahan dengan baik. Terdapat bias dalam perspektif Isman muda dalam memandang keputusan yang sedang terjadi di hidupnya. Beliau kala itu seolah tengah menikmati illusion of control -terdapat kecenderungan dari Isman muda bahwa kehidupan akademisnya baik-baik saja dan Beliau tetap melakukan sesuatu yang Beliau minati: bisnis.

Faktor kedua adalah satisficing. Dalam periode ini, veil of uncertainty mendorong Isman muda untuk mencari memprioritaskan kepuasan dalam keputusan yang diambil ketimbang mencoba untuk membuat keputusan yang terbaik. Hal ini dapat dilihat dari keterangan Beliau yang mengatakan pada masa tersebut Beliau sampai masuk dalam surat kabar karena pemberitaan negatif. Dalam situasi ketidakpastian dan kegagalan dalam perkuliahan, Isman muda tetap memutuskan untuk memulai bisnis. Seperti yang dikatakan sebelumnya, keputusan untuk memulai bisnis ini didorong oleh minat Isman muda terhadap dunia bisnis, utamanya pada saat itu adalah jual beli. Bias escalating commitment ini dapat dilihat sebagai tindakan Isman muda yang bergerak berdasarkan intuisi guna memenuhi kepuasan diri dalam pengambilan keputusan hidup di masa muda. 

Kegagalan menyelesaikan kuliah di UI menjadi titik balik bagi Isman muda untuk berhenti menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. 7 tahun adalah waktu yang dibutuhkan Isman mudah untuk menyadari bahwa dirinya telah berputar-putar dalam kondisi yang sama selama beberapa tahun terakhir. Berawal dari refleksi diri pasca dikeluarkan dari universitas, Isman muda mulai berusaha untuk memikirkan kegagalannya dan alternatif yang dapat dijalani guna terlepas dari kondisi ini. Dalam konteks ini, Isman muda menciptakan urgensi untuk membuat perubahan dalam hidupnya.

Isman muda mulai menyadari bahwa Beliau butuh membuat sebuah keputusan untuk hidupnya. Dikutip langsung dari Bapak Isman, terdapat refleksi dan kesadaran “untuk mengubah diri”. Dalam masa refleksi tersebut, tentu terpikirkan alternatif-alternatif yang bisa ditempuh. Hasilnya, Isman muda sampai pada kesimpulan bahwa Beliau akan melanjutkan kuliah di Amerika Serikat dan mengakhiri bisnis-bisnisnya di Indonesia. Hal ini terbukti kemudian menjadi titik balik bagi kehidupan Bapak Isman, baik secara pribadi maupun profesional. 

Sumber: bluekorintji.com

BLUE KORINTJI COFFEE

Budi Satria Isman merupakan CEO dari Mikro Investindo Utama dan juga Pencetus sari Blue Korintji Coffee. Berbagai pengalaman yang telah beliau lalui menjadikannya sosok yang inspiratif tentang perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik dalam karier. Namun perjalanannya kariernya tidak semulus seperti yang diduga, berbagai rintangan dan jatuh bangun telah beliau hadapi. Pada saat memasuki jenjang perkuliahan di usia dini yaitu 16 tahun, membuat dirinya berada pada titik jenuh. Mengalami kegagalan selama empat kali di perkuliahan, yaitu drop out atau dikeluarkan dari perkuliahan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas, Akademi Bahasa, hingga Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bahkan tidak hanya itu, berbagai kegemaran yang dijalaninya pun tidak ada yang bertahan, baik musik sepakbola, dan lain sebagainya. Hal ini sempat menjadikan Budi Satria Iman sosok yang dikenal sebagai anak yang berkelakuan tidak baik. 

Alih-alih menyelesaikan studinya, beliau menjalani bisnis pertamanya, sampai akhirnya di usia 20 tahun, beliau memutuskan pergi ke Amerika Serikat untuk kuliah dengan biaya sendiri. Dia memberikan keyakinan kepada George Washington University, bahkan diberikan masa percobaan dengan 3 (tiga) mata kuliah dengan pencapaian nilai maksima B plus. Dengan tekad bulat, Budi Satria Isman menunjukan hasil yang memuaskan dengan pencapaian di seluruh mata kuliah yang di uji coba dengan pencapaian nilai A. Sekembalinya studi dari Amerika Serikat, Budi menjalani karier profesional di berbagai perusahaan dengan menduduki posisi-posisi strategis sampai akhirnya sekarang menjadi seorang pembicara profesional sekaligus seorang pengusaha yang sukses.

Jika waktu dapat diputar kembali, saran dan pengambilan keputusan kelompok ( Group Decision Making ) yang paling sesuai, yaitu: 

Ada terdapat 6 langkah pengambilan keputusan, yaitu :

STEP 1 ⇒  RECOGNIZE THE NEED FOR A DECISION

Ketika saat memasuki kuliah, usia beliau masih terhitung sangat muda, belum ada penetapan tujuan yang pasti. Tujuan masuk ke dunia perkuliahan, hanya untuk menyenangkan orang tua, sehingga tidak dijalani dengan sungguh-sungguh. Dalam kurun waktu 7 ( tujuh ) yang dijalani di masa perkuliahan tidak ada yang berhasil. Apabila waktu dapat diputar kembali, penetapan tujuan ini dapat memberikan konsentrasi akademis terhadap bidang yang akan dituju, mengingat internal support system beliau sangat mumpuni dari segi akademik. Hal ini sebenarnya bisa dijadikan keunggulan beliau untuk dapat berdiskusi terkait penetapan bidang akademis yang bisa diambil guna menunjang penetapan tujuannya.

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Blue Korintji Coffee merupakan langkah awal di dalam pencegahan kerusakan alam terhadap Taman Nasional Kerinci Seblat, dikarenakan warga sekitar melakukan pembalakan liar demi pemenuhan faktor ekonomi demi kesejahteraan. Maka Pak Budi selaku Founder dari Blue Korintji memiliki misi di dalam melestarikan daerah Kerinci. Pelestarian ini juga dilakukan bersamaan dengan upaya pemberdayaan masyarakat guna menunjang kesejahteraan perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini juga menunjang visinya yaitu agar dapat memberdayakan komunitas di lingkungan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Lalu Pak Budi dan team melakukan eksplorasi daerah setempat yang dianggap dapat menopang misi pelestarian. Dan dipilihlah kopi yang paling potensial dengan prospek yang optimal

STEP 2 ⇒  GENERATE ALTERNATIVES

Di dalam penetapan tujuan tersebut, tentu dilihat dari potensi diri yang dimiliki dan bidang apa yang nanti akan ditekuni. Budi Satria Isman memiliki penetapan goals setiap 10 ( sepuluh ) tahun, yang pencapaiannya akan dievaluasi di akhir tahun pencapaiannya. Hal ini tentu dapat memudahkan di dalam mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada,  keseluruhan alternatif dapat diidentifikasi berdasarkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Setelah melakukan eksplorasi di daerah setempat ditemukan dua pilihan, yaitu:

1.Memproduksi varietas Robusta, yang merupakan varietas dominan yang ditanam petani

2.Memproduksi varietas Arabika, yang memiliki kesesuaian kontur alam terhadap proses penanaman.

STEP 3 ⇒  ASSES ALTERNATIVES

Didalam mengidentifikasi masing-masing alternatif, tentunya dapat dievaluasi dilihat dari berbagai sudut pandang mana yang lebih unggul di dalam menunjang penetapan goals kedepannya. Pemilihan perguruan tinggi, konsentrasi studi, penetapan target rencana studi, dan sebagainya. Hal ini tentu dapat memperjelas kerangka pencapaian tujuan dan target yang akan dicapai, didukung oleh potensi dan kemampuan yang dimiliki Budi Satria Isman.  

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Melihat dari kontur alam yang menunjang produksi kopi mana yang paling cocok, dengan kondisi sebagai berikut:

1.Tinggi daerah Kerinci sangat cocok untuk menanam Kopi Arabika yang idealnya ditanam di ketinggian 1000 m – 2000 m di atas permukaan laut.

2.Elemen vulkanik dari gunung api ini membuat tanah di sekitar menjadi subur.

Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan Christina Lie, belia mengatakan kopi Arabika memiliki harga jual 3x lebih tinggi dibandingkan kopi Robusta.

STEP 4 ⇒  CHOOSE AMONG ALTERNATIVES

Ketika sudah mempertimbangkan segala faktor dari berbagai sudut pandang yang ada, saatnya memilih alternatif terbaik yang ada. Apabila penetapan studi telah ditetapkan, internal support system yang mumpuni, kemampuan personal pun tidak dihiraukan lagi, maka bisa memilih meneruskan studi baik di dalam maupun luar negeri dengan usia dini yang dapat dijadikan keunggulan. Karena ini dibuktikan dari kegigihan beliau ketika sudah memiliki tekad, penyelesaian studi dari jenjang S1 selama 1,5 tahun sampai S2 di universitas luar negeri dapat ditempuh hanya dalam waktu 1 tahun.

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Berdasarkan hasil evaluasi di atas dipilih lah kopi Arabika untuk dijadikan fokus dari bahan utama kopi yang dipakai yang merupakan proyek sosial yang dijalankan oleh Budi Isman Satria dan team. 

STEP 5 ⇒  IMPLEMENT THE CHOSEN ALTERNATIVES

Melaksanakan alternatif yang sudah dipilih menjadi satu keputusan untuk diteruskan menjadi satu tindakan. Kemampuan beliau di dalam akademis, ditunjang kemampuan negosiasi dan bakat bisnis yang dimiliki menjadi modal utama di dalam pencapaian target yang dimilikinya. Hal ini dapat dilihat ketika belai sudah menyelesaikan masa studinya, terjun ke dunia kerja, dan karirnya melesat dengan menduduki posisi-posisi strategis dari perusahaan asing maupun multinasional.

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Ketika produksi kopi sudah dilakukan secara bertahap, untuk mengenalkan kopi ini diikutkan lah kontes Association of Indonesian Coffee Exporters Cupping Contest dengan nama kopi Blue Korintji dan mendapatkan predikat sangat baik. Akhirnya Blue Korintji menjadi merek dagang yang diproduksi oleh Korintji Heritage. 

Akhirnya Korintji mencari rekan yang dirasa memiliki semangat dan menjunjung nilai yang sama. Ada dua kelompok asosiasi petani dan prosesor yang bergabung, yaitu Alam Korintji (AKO) dan Korintji Barokah. Dan dimulailah pembenahan dari hulu, yaitu transfer knowledge dan mengedukasi petani dengan membuat workshop mengenai ilmu perkopian, dari mulai pengenalan jenis kopi, cara penanaman, dan lain sebagainya sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani, serta mencoba  menghilangkan tengkulak-tengkulak yang ada di daerah tersebut. 

STEP 6 ⇒  LEARN FROM FEEDBACK

Ketika jatuh bangun yang dihadapi oleh Budi Satria Isman dalam meneruskan studinya, proses perjalanan selama 7 ( tujuh ) tahun dalam mencari pendidikan tidak membuahkan hasil. Mulai sadar bahwa semua harus berubah dan melakukan penentuan tujuan yang tepat, dan beliau mulai bangkit, gigih memiliki tekad dengan meneruskan kuliah di luar negeri dari hasil bisnisnya selama ini. Bahkan penyelesaian masa studi yang cepat dibandingkan yang lain, memberikan satu pembuktian bahwa Beliau sebenarnya mampu apabila menjalankan dengan tekun dan penuh tekad. Dengan predikat akademis yang gemilang, kemampuan bernegosiasi yang handal, intuisi bisnis yang tajam, membuka jalan beliau di dalam menjalani karirnya saat ini sebagai pembicara profesional sekaligus pengusaha sukses.

Contoh Kasus Implementasi Terhadap Blue Korintji: 

Seiring berjalannya waktu dan proses usaha, Korintji Heritage mengambil peran dan menarik investasi dari beberapa organisasi seperti WWF, Bank Indonesia, MCAI, dan berbagai organisasi lainnya yang membantu percepat proses pengembangan industri kopi di daerah Kerinci. Blue Korintji makin dikenal dan bahkan di tahun 2018 melakukan perjanjian kemitraan dengan Emurgo, sebuah perusahaan dari Jepang yang berlatar cryptocurrency. Kemitraan dengan bentuk pilot project untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam rantai pasokan kopi Blue Korintji. Dan 2019 petani yang menjadi pemasok Blue Korintji sudah mulai mengekspor produksinya ke luar negeri. Selain itu, juga masuk ke ranah outlet retail yang sekarang ada di beberapa daerah. Di tahun 2020, Blue Korintji membangun dua outlet di luar Jakarta, yaitu di Sultan Thaha Airport, Jambi dan di Canggu, Bali. Di tahun yang sama juga didistribusikan ke Farmer’s Market & Ranch Market. Bahkan sudah masuk ke jejeran etalase premiumnya Starbucks Coffee. Ketika Blue Korintji sudah dikenal, target saat ini adalah membangun imagenya bahwa tidak hanya kopinya yang dijual, tetapi value dan nilai histori dan asal usul dari kopi tersebut, dengan memakai teknologi dan software dari EMURGO, yaitu perjalanan dari mulai dipanen sampai dengan di roasting selama 50 hari. Informasi ini menunjukan story yang merupakan salah satu langkah branding.

ANALISIS SWOT DAN STRATEGI

Sumber: bluekorinjti.com ; instagram/bluekorintji ; grabfood ; coffeland.co.id ; google.com ; instragram/starbucksindonesia ; instragram/kopikenangan.id ; instragram/kopijanjijiwa ; instragram/tokokopituku

Dari Analisis SWOT yang telah dilakukan, maka strategi dalam 3 level yaitu level perusahaan, bisnis, dan fungsional dapat dijabarkan sebagai berikut:

Strategi Level Perusahaan (Corporate)

  • Blue Korintji merupakan usaha bisnis yang masuk dalam industri kopi yang target pasarnya bukan hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara dengan menggunakan global strategy dengan tidak membedakan spesifikasi dari tiap negara sehingga nilai dan kualitas kopi tetap sama.

  • Tujuan melakukan ekspansi ini adalah untuk memperkenalkan jenis kopi arabika kerinci yang berasal dari daerah Jambi. Hal ini juga akan membantu meningkatkan perekonomian daerah maupun negara, serta untuk melakukan perlindungan hutan dan kebun kopi dari kegiatan penebangan.

  • Blue korintji diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan nilai dari kopi arabika kerinci, sehingga mampu menyejahterakan petani lokal.

Strategi Level Bisnis 

Sumber: instagram.com/bluekorintji

  • Dengan teknologi blockchain sebagai bagian dari strategi diferensiasi Blue Korintji sebagai kedai kopi pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi ini mengharapkan agar transparansi atas proses dan bahan baku dari produk bisa dilihat hanya dengan menscan QR code, hal ini bukan hanya meningkatkan nilai di mata konsumen saja, namun juga memberikan jaminan dan pemahaman kepada petani atas hasil panen yang dimilikinya, akan dibawa ke mana, dan berapa harga akhir dari kopi tersebut. Dengan adanya transparansi ini juga bisa membantu meningkatkan minat dari investor untuk menanamkan modal pada Blue Korintji.

  • Penggunaan  sedotan tepung dan kantong singkong demi menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari strategi diferensiasi.

Strategi Level Fungsional

  • Karena persaingan pada industri kopi yang sangat ketat maka, Blue Korintji harus melakukan research and development strategy guna meminimalisir dan menghilangkan kelemahan yang dimilikinya, dengan melakukan inovasi pada produk nya, serta melakukan research lokasi cabang baru sehingga produk bisa dijumpai di area yang lebih luas lagi. 

  • SDM yang dimana pada Blue Korintji adalah barista mendapatkan pelatihan setiap minggu untuk meningkatkan skill dan sensorik sehingga kualitas dari kopi bisa konsisten.

DAFTAR PUSTAKA

O.C. Ferrel, Geoffrey A. Hirt, dan Linda Ferrel. Business Foundation A Changing World.   New York: Mc Graw-Hill Education. 2020.

https://www.bluekorintji.com. Diakses 11 November, 2020.

Future Presidents:

Alvin Yudhistira

Hertha Yaurina

Lasameil Chelsea

Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Alvinydtr

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format