“ONE CHOICE CAN TRANSFORM YOU!”

Membahas Tentang Managing Organizational Structure, Culture, Control and Change Pada Film Divergent Trilogy


11
11 points

SPOILER ALERT!!!


EVERYONE SHOULD KNOWS WHERE THEY BELONG

Berawal ketika founder membuat kota Chicago sebagai kota percobaan yang menyatakan bahwa penelitian itu adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan peri kemanusiaan yang telah hilang. Mereka menciptakan faksi untuk memastikan kedamaian, karena mereka menganggap masa depan adalah ketika seorang individu tau tempat mereka seharusnya berada 

Founder percaya bahwa akan ada orang yang mampu melampaui semua faksi (divergent) yang merupakan tujuan utama dari percobaan tersebut, karena divergent sangat berharga bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Namun misi pencarian divergent “pure” ini tidak diketahui oleh masyarakat kota Chicago, karena pesan misi tersebut hanya bisa di dapat ketika kotak pesan yang disimpan keluarga Prior (Keluarga Tris) dibuka oleh divergent “pure”.

Dari masa ke masa, pada saat warga di kota Chicago sudah mencapai usia produktif maka akan dilakukan serangkaian tes perilaku yang dirasa bisa memberikan acuan pada faksi yang cocok untuk mereka sehingga tidak salah memilih pada hari pemilihan faksi. Pilihan faksi mereka harus karena diri sendiri dan bukan karena keluarga yang merupakan idealisme dari kota Chicago. Sehingga keluarga tidak boleh menampung anaknya kembali ketika individu tersebut sudah memilih faksi lain, dan gagal di dalam faksi yang dipilihnya.

FACTION BEFORE BLOOD

Namun hal ini sulit bagi golongan divergent (orang-orang yang memiliki keseimbangan sifat pada kelima faksi dan dianggap sulit untuk dikontrol, memiliki jalan pikir yang bervariasi) termasuk Tris, karena mereka hanya bisa memilih satu faksi dan tidak diperbolehkan untuk merubah faksi yang telah dipilih. Bila seorang individu tidak merasa cocok dengan faksi yang telah dipilihnya maka individu tersebut harus keluar dari faksi tersebut  dan menjadi non-faksi. Golongan divergent juga harus menyembunyikan identitasnya karena dianggap membahayakan keseimbangan society. Hal ini diperparah ketika ketua faksi Erudite yaitu Jeanine Matthew berusaha untuk memegang kekuasaan atas pemerintahan kota yang sedang dipegang oleh faksi Abnegation, sehingga terjadilah perpecahan faksi di Chicago.

Sampai pada ketika kotak pesan yang disimpan keluarga prior selama 7 generasi sudah bisa dibuka oleh Tris (divergent pure), berarti percobaan tersebut terbukti berhasil, dan pesan tersebut mengatakan bahwa sudah saatnya untuk warga Chicago untuk keluar dari kota tersebut dan bergabung dengan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Karena pemahaman mereka bahwa mereka adalah umat manusia terakhir di bumi hanyalah rekayasa ilusi yang sengaja dibuat oleh founder. Tris, Four, Peter, Caleb, dan Christina pun akhirnya melarikan diri dari kota Chicago yang sedang dalam kekacauan dan sedang dikuasai oleh non-faksi yang diketuai Evelyn (Ibu Four).

Namun, ternyata ketika mereka sampai di luar kota Chicago, mereka dihadapkan pada fakta bahwa David (Ketua Bureau Genetic Welfare) yang bertempat di Biro (wilayah luar kota Chicago) memanipulasi penelitian tersebut demi kepentingannya sendiri yaitu dengan memanfaatkan Tris yang merupakan satu-satu nya manusia “pure” dari kota Chicago untuk mendapatkan investasi lebih lanjut (dari orang-orang di Providence) terhadap ambisi penelitiannya tentang genetika. David juga ternyata memanipulasi keadaan, dimana mereka menculik anak-anak dari kota Fringe untuk dihilangkan ingatannya dan dijadikan objek percobaan, serta ingin me-reset ulang ingatan warga Chicago yang sedang kacau akibat Jeanine. Namun upaya untuk me-reset kota tersebut digagalkan oleh Tris, Four, Christina, dan Caleb dengan bantuan anggota Biro yaitu Nita, dan Matthew. Akhirnya Tris serta warga Chicago lainnya memilih untuk tetap tinggal dan mempertahankan kotanya.

ANALISIS ORGANIZATIONAL STRUCTURE, CULTURE, CONTROL AND CHANGE PADA FILM DIVERGENT TRILOGY


1.   STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi yang dirancang mempengaruhi perilaku orang di lingkaran tersebut dan juga terkait dengan seberapa baik organisasi tersebut beroperasi. Dalam Film Divergent Trilogy ini susunan struktur organisasi diduduki oleh sebagai berikut:

Dari kelima faksi di tambah dengan golongan non-faksi, David sebenarnya sudah mengetahui bahwa bila seseorang terlalu cenderung pada satu hal (faksi) maka akan ada konflik di dalam diri individu tersebut. Ketika seseorang terlalu berani, mereka akan menjadi kejam, ketika seseorang suka perdamaian, maka mereka menjadi pasif, ketika seseorang terlalu pintar, mereka akan kehilangan rasa iba. Namun David tetap memilih untuk melakukan hal tersebut, karena dia menganggap bahwa pengelompokkan atas 5 faksi itu sudah bekerja dengan baik. 

Pengelompokkan atas beberapa faksi ini memang tidak sepenuhnya salah, namun terjadi beberapa kesenjangan di dalamnya, seakan mereka tidak boleh memiliki sifat-sifat di luar faksi yang telah dipilihnya. Hal ini jelas akan memberikan dampak yang tidak bagus terhadap psikis dari tiap individu, karena sifat manusia yang bervariasi.

2.   BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi adalah seperangkat keyakinan, harapan, nilai, dan norma bersama yang memengaruhi bagaimana anggota organisasi saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.

Infografis Kultur, Etika, dan Karakteristik Pada Tiap Divisi dan Individu

Budaya pada kota Chicago bisa dilihat saat pemilihan faksi yang dilakukan berdasarkan Aptitude Test (Tes Bakat Psikologis melalui induksi serum) yang dijalani seluruh organisasi di usia 16 tahun sampai 20 tahun. Anggota organisasi diberikan izin untuk memilih faksi apa yang sesuai sebagai kelompok permanen mereka pada saat upacara pemilihan (Choosing Ceremony), dan hanya diberikan satu kali kesempatan dalam hidupnya untuk memilih faksi. 

Penduduk kota Chicago memiliki idealisme, bahwa  jika hidup di faksi yang benar, maka hidup seseorang akan damai, bahagia, dan semua faksi hidup tentram berdampingan. Namun, hal itu tidak sesuai kenyataan, karena banyak terjadi konflik pribadi ataupun konflik kepentingan kelompok yang menyebabkan perpecahan. Konflik pribadi dapat terjadi ketika ada penyesalan di dalam memilih faksi, dan orang tersebut harus menyesuaikan dirinya seumur hidup di dalam faksinya, atau karena dikeluarkan dari faksi karena dianggap tidak layak, dan tidak mampu bertahan pada faksi tersebut, sebagai contoh adalah faksi dauntless.

Karakteristik Pribadi
Karakteristik yang menjanggal yang didapat dari film ini adalah pada karakteristik yang dimiliki ketua, baik ketua tingkat atas, maupun ketua dari tiap faksi. Karakteristik ketua yang ambisius dan manipulatif bisa terlihat pada David, Jeanine, Marcus, Evelyn, dan investor. 


Etika Organisasi

Etika organisasi pada film Divergent Trilogy ini, terbagi atas beberapa bagian, yaitu etika dari investor, etika dari para leader, dan juga etika dari tiap faksi yang sudah ada sejak dibentuknya faksi tersebut berdasarkan sifat-sifat dominan yang dimiliki tiap individu, seperti yang sudah dilihat pada infografis.

Etika organisasi pada film ini adalah ketidakmanusiawian pihak atas terhadap pihak bawah karena menjadikan warga Chicago sebagai objek penelitian, tanpa adanya pemberitahuan kepada warga Chicago, dan tujuan penelitian kota Chicago pun masih menjadi rahasia yang belum sepenuhnya terpecahkan secara jelas.

Sifat Hubungan Kerja

Dalam film ini berbagai penyimpangan, konspirasi, konflik kepentingan antar faksi terjadi yang diawali dengan keserakahan Jeanine ketua faksi Erudite yang ingin mengambil kekuasaan penuh atas pemerintahan kota Chicago, yang menyebabkan kekacauan dalam organisasi.

Lalu sifat hubungan kerja yang hanya menguntungkan satu pihak juga terjadi antara David dan juga Tris yang merupakan divergent “pure”. Serta pemaksaan kehendak atas rules yang dibuat David juga menjadikan David sebagai orang yang otoriter. Selain itu, terlalu banyak yang dirahasiakan oleh pihak atas tentang kebenaran dari tujuan penelitian tersebut dibuat.

Desain Struktur Organisasi

Dalam film ini, bila dilitah desain strukturnya menggunakan geographical structure, di mana David mengelompokan tugas para karyawan Biro berdasarkan lokasi geografis, yaitu bagian divisi Militer Biro bertugas dan berhubungan dengan kegiatan di kota Fringe, sedangkan divisi Kontroler bertugas untuk mengkontrol kondisi kota Chicago.

Sedangakan untuk desain struktur organisasi kota Chicago, David menggunakan fungsional structure, dimana tiap faksi dipisahkan berdasarkan fungsi dan output. Namun pada kasus film Divergent ini, tiap ketua dari faksi tidak melaporkan secara langsung kepada David maupun divisi Kontroler di Biro, karena mereka tidak mengetahui bahwa mereka selama ini di kontrol akibat informasi ilusi bahwa kota Chicago adalah satu-satunya kota yang berpenghuni di dunia. 

3.   KONTROL ORGANISASI

Controlling adalah proses dimana manajer memantau dan mengatur seberapa efisien dan efektif organisasi dan anggotanya melakukan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Dalam Divergent Trilogy ini, kontrol tertinggi berada di investor. Pihak-pihak yang memiliki dana besar. Sebagai penyandang utama terkait penelitian genetika yang dilakukan. Memberikan target kepada para pimpinan divisi di bawahnya, yaitu Ketua Bureau of Genetic Welfare ( Biro ). Biro ini sendiri  dipimpin oleh orang yang ambisius dan manipulatif, sehingga tercipta situasi yang terlalu banyak ancaman. Biro ini sendiri membawahi dua divisi, berdasarkan wilayahnya, yaitu  Divisi Militer Biro ( kota Fringe ) dan Divisi Kontroler Biro ( kota Chicago ). Berbagai karakter pimpinan, menyikapi tujuan organisasi menimbulkan konflik dalam organisasi. Baik dari pihak internal mereka sendiri, maupun eksternal organisasi. Hal ini membuat komunikasi tidak berjalan baik, sehingga berbagai konflik, konspirasi, ancaman, penyerangan, manipulasi, dan pengejaran pihak-pihak yang dianggap ancaman, menciptakan kondisi yang chaos. Hal ini pun menimbulkan pemberontakan dan perlawanan dari para anggota organisasi yang merasa dirugikan.

Proses pengendalian pada Divergent Trilogy ini berdasarkan langkah-langkahnya, yaitu:

LANGKAH
KETERANGAN
1
Penetapan target awal yang akan digunakan di masa depan, untuk mengevaluasi kinerja organisasi, yaitu berawal ketika founder membuat kota Chicago sebagai kota percobaan yang menyatakan bahwa penelitian genetika satu-satunya cara untuk mengembalikan peri kemanusiaan yang telah hilang. Founder percaya bahwa akan ada orang yang mampu melampaui semua faksi (divergent) yang merupakan tujuan utama dari percobaan tersebut Mereka menciptakan faksi untuk memastikan kedamaian, dengan tujuan melakukan misi pencarian divergent  “pure”.
2
Dalam prakteknya melihat hasil output aktual yang dihasilkan dari perilaku anggotanya. The Divergent Trilogy ini menunjukkan berbagai macam karakter yang merubah tujuan organisasi. Karakter-karakter dominan pemimpin yang bersifat ambisius dan manipulatif menyebabkan kekacauan pada organisasi. Tentunya hal ini akan menciptakan berbagai benturan kepentingan yang akan berdampak pada output aktual akibat dari perilaku anggotanya.
3
Membandingkan kinerja aktual dengan standar kinerja yang dipilih. Dalam The Divergent Trilogy, terdapat berbagai penyimpangan yang terjadi dalam internal organisasi. Konfilk-konflik yang berkembang dalam organisasi Divergent Trilogy mengancam penetapan target awal dari organisasi. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, seperti pada struktur atas yang didominasi oleh karakter-karakter yang ambisius dan manipulatif menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan dan penuh ancaman bagi para anggota organisasi di bawahnya. Penetapan misi organisasi yang terselubung, perebutan kekuasan dalam faksi yang dihembuskan dengan skandal, isu, dan konspirasi pada faksi erudite terhadap faksi abgenation yang menyebabkan perpecahan faksi, perburuan orang-orang yang dianggap ancaman, penculikan anak-anak dari Fringe untuk dijadikan percobaan dengan memanipulasi keadaan.
4

Evaluasi hasil dan lakukan tindakan korektif jika standar tidak tercapai. Dalam The Divergent Trilogy, karakter protagonis mencari kebenaran sejati, saat pimpinan-pimpinan sudah tidak dapat dipercaya dan tujuan organisasi mulai dipertanyakan. Berbagai konflik kepentingan antar divisi menyebabkan tujuan organisasi menjadi tidak terarah. Ketika karakter-karakter protagonis mencoba berjuang mencari pembenaran, banyak kendala yang harus dihadai. Di dalam pencarian kebenaran, berbagai pihak yang menganggap ada nilai yang harus diperjuangkan, bersatu di dalam pencapaian tujuan baru yang nyata.


SARAN

1. STRUKTUR ORGANISASI

Sebagai mana diketahui dalam film Divergent Trilogy ini terdapat 5 fraksi yang berbeda dalam pengelompokkan nya, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar dalam pengelompokkan ini. Namun alangkah lebih baiknya jika ditelaah satu per satu kelompok tersebut seharusnya menggunakan konsep seperti bagan dibawah ini :


Berdasarkan pada bagan di atas, seharusnya untuk 1 orang bisa dapat masuk dalam beberapa faksi bukan hanya satu faksi saja, jika dalam pengelompokkan faksi tidak menerapkan metode tersebut, maka tidak berimbang sama halnya seperti yang telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya bahwa Ketika seseorang terlalu berani, mereka akan menjadi kejam, ketika seseorang suka perdamaian, maka mereka menjadi pasif, ketika seseorang terlalu pintar, mereka akan kehilangan rasa iba. Hal tersebut terjadi akibat pada saat pengelompokkan faksi, 1 orang hanya bisa masuk dalam satu faksi saja dan menyebabkan kegagalan bahkan kehancuran dalam organisasi tersebut.


2. BUDAYA ORGANISASI

Dalam pemilihan untuk masuk ke dalam faksi, setiap orang akan menjalani tes kepribadian guna menentukan orang tersebut layak untuk masuk ke dalam faksi yang mana yang sesuai dengan kerpibadian mereka. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan seseorang untuk dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Apalagi di dalam film Divergent Trilogy ini terdapat 1 faksi yang terlihat seperti dikucilkan disbanding faksi yang lain yaitu non-faksi (jobless). Seharusnya, dalam pemilihan pengelompokkan faksi, ketua tingkat atas harus dapat bisa menggunakan metode GROUPING TASKS INTO JOBS: JOB DESIGN yang dimana setiap orang memiliki job masing-masing sesuai dengan karakter pada setiap orang sebelum pengelompokkan faksi yang bukan saja berdasarkan kepribadian mereka. Pada film DIvergent Trilogy ini, mereka tidak menggunakan metode GROUPING TASKS INTO JOBS: JOB DESIGN yang mengakibatkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antar faksi terlebih pada orang-orang yang sangat ambisius dan manipulatif yang lebih mementingkan kepentingan pribadi sehingga mengakibatkan perpecahan antar faksi. Dan seharusnya juga pada saat pengelompokkan faksi, setiap faksi harus menetukan THE JOB CHARACTERISTICS MODEL sehingga menghindari kepentingan pribadi yang lebih diutamakan dikarenakan dalam THE JOB CHARACTERISTICS MODEL terdapat Skill variety, Task identity, Task significance, Autonomy, Feedback. Penggunaan karakteristik ini dapat berpengaruh kepada seluruh anggota fraksi sehingga seluruh anggota fraksi mendapatkan kesetaraan yang sama rata.

3. KONTROL ORGANISASI

Selain langkah-langkah proses pengendalian dalam film Divergent Trilogyseharusnya juga menggunakan THREE ORGANIZATIONAL CONTROL SYSTEMS, yang terdiri dari :

NO.
JENIS 
KETERANGAN
1.
Output control
Seharusnya pada saat pemilihan anggota disetiap faksi cukup ketua biro saja yang memilih tanpa campur tangan dari ketua-ketua faksi yang lainnya sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan dikarenakan sifat dari ketua biro sudah sangat ambisius ditambah dengan ketua divisi yang mengakibatkan konflik sehingga antar anggota pun melakukan pemberontakan
2.
Behaviour control
Kontrol ini didasarkan pada kepribadian masing-masing anggota sehingga sebaiknya pada saat pemilihan keanggotaan faksi, para anggota tidak bersikap manipulatif dan juga sejak dari awal pemilihan, sebagai ketua biro mengijinkan untuk anggota nya bisa memilih lebih dari 1 faksi agar tidak menimbulkan perpecahan antar faksi dan pressure antar anggota faksi
3.
Clan control
kontrol ini harus ditegaskan pada setiap anggota sehingga antar anggota setiap frksi tidak melakukan hal-hal diluar batas yang mengakibatkan kesenjangan antar faksi


Revolution to Survive

Revolusi merupakan tema dasar dari trilogi film Divergent. Dimulai dari usaha Erudite untuk menggulingkan Abnegation, hingga penggulingan Erudite oleh kaum non-faksi. Dalam film tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua faksi memahami bahwa terdapat kerapuhan dalam sistem yang dianut oleh Kota Chicago. Kepemimpinan hanya didasari oleh asumsi bahwa satu faksi lebih baik dibandingkan faksi lain. Kekurangan ini pula yang mendasari ide awal dari penggulingan film ini. Faksi di film ini melambangkan adanya division of labour dalam masyarakat fungsional. Namun, ketiadaan pemilihan kepemimpinan yang jelas dan proses suksesinya menjadi masalah yang harus disadari oleh masyarakat Kota Chicago.

Perubahan dalam organisasi merupakan proses kompleks karena perubahan mengganggu status quo dan menghadirkan ancaman bagi pihak-pihak yang merasa nyaman dalam status quo sehingga dapat menyebabkan penolakan. Namun, jika pemimpin atau manajer telah berhasil mengidentifikasi bahwa masalah tersebut nyata, maka perubahan adalah hal yang tidak dapat dielakkan. Dalam konteks masyarakat Kota Chicago, perubahan sistem pemilihan kepemimpinan dan kepemimpinan itu sendiri merupakan sebuah urgensi yang membutuhkan ketepatan dan kecepatan respon, revolusi. 

Perubahan drastis sebenarnya sudah diperlihatkan pada awal film ketiga dengan penghapusan sistem faksi oleh Evelyn. Namun, hingga film berakhir tidak dijelaskan bagaimana Kota Chicago akan memilih pemimpinnya di masa depan. Untuk mencegah adanya penolakan dan pemberontakan, perbaikan komunikasi dan transparansi proses menjadi esensial bagi proses perubahan untuk memberikan pengertian dan pemahaman terhadap urgensi perubahan itu sendiri. Dalam setiap perubahan, harus ada sosok menonjol yang dapat diandalkan, dalam konteks ini Tris Prior menjadi sosok utama. Sebagai pemimpin, Tris dapat menjadi katalis bagi revolusi tersebut, memberikan ide-ide dasar yang akan menjadi common or shared goal dari perubahan tersebut. 

Dari sini, dapat terlihat bahwa proses perubahan yang akan dituju adalah proses top-down change. Identifikasi masalah, proses pengambilan keputusan, dan implementasi kebijakan akan dilakukan oleh pemimpin atau manajer yang akan menyebabkan perubahan drastis dalam masyarakat. Pun begitu, pemimpin tidak dapat mengabaikan masyarakat dalam proses ini. Dalam konteks Trilogi Divergent, Tris Prior dan karakter-karakter prominen lainnya harus dapat menerapkan perubahan secara drastis dan terukur namun tanpa mengabaikan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Hal ini guna mencegah adanya ketidakpuasan dari masyarakat akan sistem baru menghancurkan status quo sistem lama. Proposisi baru harus selalu memberikan dampak positif lebih banyak jika ingin diterima oleh masyarakat. 

Di masa modern ini, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dianggap paling baik untuk menjamin partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Dalam konteks Trilogi Divergent, hal ini masih dapat dianggap relevan dan dapat diterapkan dalam masyarakat Kota Chicago. Unsur kejelasan dalam proses suksesi kepemimpinan serta transparansi pemerintahan menjadi dua unsur paling esensial yang dibutuhkan oleh kota tersebut agar dapat kembali menjadi sebuah organisasi fungsional.

Selain itu, sistem ini juga dapat menjamin keberadaan evaluasi dari revolusi yang dilakukan. Organizational change tidak dapat begitu saya dilakukan tanpa menerapkan tolak-ukur kontrol organisasi sebagai antisipasi dinamika lingkungan yang terus berubah. Peran evaluasi dan kontrol disini adalah memberikan keleluasaan bagi pemimpin atau manajer untuk melakukan kajian terhadap sistem yang diterapkan, secara konstan memasukkan input dari operasi organisasi dan menyesuaikannya secara terukur dan struktural. Selain itu, evaluasi akan memberikan kepekaan terhadap urgensi perubahan strategi di masa depan. Khususnya bagi Kota Chicago yang baru saja mengalami perubahan drastis, keberadaan evaluasi menjadi sangat vital untuk mengukur keberhasilan sistem baru bagi masyarakat. Sistem manajemen atau pemerintahan pada dasarnya merupakan sebuah sistem yang menyediakan stabilitas namun dapat sewaktu-waktu menyediakan ruang fleksibilitas guna merespon perubahan atau feedback dari masyarakat. Hal tersebut kemudian akan menjadi input bagi perubahan organisasi di masa yang akan datang.

KELOMPOK FUTURE PRESIDENTS

  • Alvin Yudhistira 
  • Hertha Yaurina
  • Lasameil Chelsea 
  • Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman

DAFTAR PUSTAKA

Gareth R. Jones and Jennifer M. George. Contemporary Management. New York: Mc Graw-Hill Education. 2020

O.C. Ferrel, Geoffrey A. Hirt, dan Linda Ferrel. Business Foundation A Changing World.   New York: Mc Graw-Hill Education. 2020

Divergent. Directed by Neil Burger. 2014

Insurgent. Directed by Robert Schwentke. 2015

The Divergent Series : Allegiant. Directed by Robert Schwentke. 2016


Like it? Share with your friends!

11
11 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Hertha

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format