Belajar Management dari K-Drama FENOMENAL tahun 2020 “Start-Up”

"Cobalah belajar dari keberhasilan seseorang. Jangan jadikan koneksi dan keberuntungan sebagai alasan. Itu terlalu klise." (Won In Jae)


0

Drama Korea terbaru yang rilis pada 17 Oktober 2020, Start-Up, menjadi salah satu “Drakor” yang saat ini sangat diminati oleh para penggemar K-Drama. Merupakan salah satu drama yang dinanti sejak awal tahun 2020, tak heran jika drama ini berhasil mendapatkan rating yang tinggi sejak awal penayangannya. Dilansir dari Soompi, untuk episode perdananya, Drakor Start-Up sukses mencatatkan rating sebesar 4,3%. Rating dan atensi tinggi yang diperolehnya tak lepas dari campur tangan sang sutradara, Oh Choong Hwan dan penulis skenario, Park Hye Run. Serial bergenre drama yang dibintangi oleh Bae Suzy (Sol Dal Mi), Nam Joo Hyuk (Nam Do-san), Kim Seon Ho (Han Ji Pyeong) dan Kang Han Na (Won In Jae) mengangkat tema bisnis, teknologi dan romansa. Serial Start-Up yang tayang setiap Sabtu dan Minggu di tvN serta Netflix ini mengangkat kisah perjuangan tiga anak muda dalam membangun mimpi mereka membangun perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi IT. Hingga artikel ini disusun, drama Start-Up kini telah tayang hingga episode kesepuluh.

Sinopsis
Cerita dimulai dengan kisah sebuah keluarga sederhana; Seo Dal Mi yang diperankan Bae Suzy sebagai anak kedua, Seo In Jae yang diperankan Kang Hanna sebagai anak pertama, Cha Ah Hyun yang diperankan oleh Song Seon Mi sebagai Ibu dan Seo Chung Myung yang diperankan oleh Kim Joo Hun sebagai ayah. Chung Myung yang mendapat perlakuan tidak baik di kantornya membuat ia bertekad untuk mewujudkan mimpinya membangun sebuah bisnis. Sayangnya hal ini tidak mendapat dukungan dari sang istri. Kesulitan finansial yang dialami keluarga sederhana ini menjadi alasan perceraian dari orang tua Dal Mi dan In Jae. Dal Mi memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya, sementara In Jae memutuskan untuk tinggal bersama dengan ibunya yang menikah lagi dan pindah ke Amerika sehingga marga In Jae pun berubah menjadi Won mengikuti ayah tirinya. Hubungan harmonis yang dijalin Dal Mi dan In Jae kecil di awal episode sayangnya terhenti lantaran In Jae merasa Dal Mi sudah berbeda pandangan dan pilihan dibandingkan dirinya.

Kehidupan Dal Mi dan In Jae sangatlah kontras. Sepeninggalan sang ayah, Dal Mi hidup secara sederhana dengan neneknya. Seo Dal Mi muda terpaksa berhenti kuliah demi tidak merepotkan sang nenek dan mengambil banyak pekerjaan, mulai dari pengajar, barista, kurir, agen call center, montir mobil, operator alat berat, asisten salon kuku, juru kampanye, pelatih kebugaran, hingga menjadi karyawan kontrak di suatu perusahaan. Sayangnya, latar belakang Dal Mi yang bukan lulusan universitas membuat kinerja baiknya di perusahaan tidak serta merta membuat perusahaan tersebut bersedia mengangkat Dal Mi menjadi karyawan tetap. Sementara, In Jae, sejak kecil hidup mewah dengan ayah tirinya yang memiliki perusahaan. Bukan hanya tumbuh menjadi gadis yang menawan, kekayaan serta gelar MBA dari Wharton School of the University of Pennsylvania, menempatkan In Jae muda menjadi CEO di perusahaan ayahnya. Sayangnya, hubungan tidak baik In Jae dengan ayah tirinya membuat In Jae harus bekerja keras lebih dari orang lain dan tidak mendapatkan saham sama sekali di perusahaan ayahnya.

Diluar kehidupan Dal Mi dan In Jae, ada dua karakter lainnya, yaitu Nam Do-san dan Han Ji Pyeong. Menjalani masa kecil yang tidak menyenangkan sebagai anak yatim piatu membuat Han Ji Pyeong tumbuh menjadi pribadi yang sangat realistis. Usai keluar dari panti asuhan, Ji Pyeong bertemu dengan nenek Dal Mi yang membantunya. Dengan bantuan nenek Dal Mi, Ji Pyeong dapat berinvestasi melalui rekening yang dibuka nenek Dal Mi. Untuk menghibur Seo Dal Mi kecil saat berpisah dari kakaknya, sang Nenek meminta pertolongan pada Han Ji Pyeong untuk menulis surat pada Seo Dal Mi. Surat itu ditulis agar Seo Dal Mi memiliki teman pena setelah ditinggal kakak dan Ibunya. Sayangnya, walau ditulis oleh Han Ji Pyeong namun surat itu menggunakan nama pemenang olimpiade matematika saat itu, yakni Nam Do-san. Ji Pyeong muda, si jenius investasi itu kemudian merantau ke Seoul dan sukses menjadi seorang pebisnis yang memimpin tim di modal ventura SH Venture Capital. Sementara Nam Do-san, si jenius matematika di masa kecilnya, beranjak menjadi ahli IT (coding). Namun, Nam Do-san hampir menjadi aib keluarganya karena tak mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Do-san kemudian mendirikan sebuah perusahaan startup, yang bernama Samsan Tech bersama dengan kedua temannya. Sebagai modal startupnya, Nam Do-san menghabiskan semua uang keluarga yang diinvestasikan kepadanya. Ia pun terperosok ke titik terendah hidupnya.

Serial ini menceritakan kisah perjalanan keempat tokoh tersebut dalam menjalani karir masing-masing untuk sukses dalam dunia bisnis startup. Dal Mi memutuskan resign dari kantor lamanya serta bercita-cita untuk membangun bisnis dan masuk ke Sand Box. Latar belakang In Jae sebagai chaebol (istilah bahasa Korea untuk konglomerat) generasi kedua yang kerap dianggap sebagai kelemahan membuat In Jae berusaha sekuat mungkin membangun kesuksesannya sendiri dan memutuskan terjun ke dunia startup. Nam Do-san, bersama kedua temannya yang terus berusaha untuk mengembangkan teknologi AI (Artificial Intelligent) melalui Samsan Tech dan Han Ji Pyeong, seorang pimpinan SH Venture Capital yang menjadi mentor di Sand Box. Ia dijuluki sebagai Gordon Ramsay-nya dunia investasi karena keahliannya yang mumpuni dalam bidang investasi. Keempat tokoh ini dipertemukan dalam Sand Box.

Sand Box adalah Silicon Valleynya Korea Selatan dalam K-drama ini. Perusahaan ini menjadi tempat impian banyak orang untuk memulai usaha rintisannya / startup. Bukan hanya menyediakan dukungan investasi, berbagai fasilitas dan jaringan data yang tidak terbatas, peserta yang berhasil lolos masuk dalam Sand Box akan mendapat mentor dalam merintis bisnis mereka. Dengan tekad dan keahlian masing-masing, Dal Mi dan In Jae berhasil terpilih menjadi CEO yang berhak untuk memilih anggota tim mereka dari sekian banyak peserta yang mengikuti seleksi di Sand Box. Sementara Ji Pyeong, merasa memiliki hutang kepada nenek Dal Mi dan ingin membahagiakan Dal Mi, merelakan dirinya untuk menjadi mentor dalam Sand Box tersebut. Dal Mi yang menyadari bahwa Nam Do-san, nama teman pena masa kecilnya, turut andil dalam seleksi Sand Box, memiliki kepercayaan penuh terhadap Samsan Tech dan meminta Samsan Tech menjadi timnya.

Perjalanan karir Dal Mi dan In Jae menjadi CEO dimulai dari berhasilnya masing-masing tim mereka untuk lolos ke dalam Sand Box. Tanpa mereka sadari, cikal bakal Sand Box adalah pemikiran yang diusung oleh ayah Dal Mi dan In Jae, Seo Chung Myung, di hari terakhir hidupnya. Bagaimana persaingan Dal Mi dan In Jae? Pemikiran apa yang diusung oleh ayah mereka hingga menjadi cikal bakal Sand Box? Dan bagaimana kisah asmara diantara keempatnya? Dapat kalian saksikan langsung di K-Drama Start-Up.

Problem Identification
Perbedaan Karakter CEO Samsan Tech (Seo Dal Mi) dan CEO In Jae  Corp (Won In Jae)

Seo Dal Mi

Won In Jae

– Tidak punya pengalaman dan ilmu berbisnis

– SDM dan Keuangan terbatas

– Team Power

– Human / Social Oriented

– Motivasi bisnis karena dendam

– Haus akan pengakuan

– Self Power

– Goal / Money Oriented

CEO Perusahaan Samsan Tech yaitu Seo Dal Mi memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Won In Jae yang merupakan CEO Perusahaan In Jae Company salah satu perusahaan pesaingnya yang sama-sama membawa ide mengenai Artificial Intelligent. Sekalipun Dal Mi hanya lulusan SMA, namun ia memiliki tekad yang kuat untuk menggapai mimpinya menjadi ‘Steve Job”nya Korea. Namun, keinginan dan tekad yang kuat tidaklah cukup untuk membangun sebuah bisnis startup. Dal Mi harus belajar banyak hal mengenai managerial dan bisnis. Sekalipun banyak keputusan-keputusan ceroboh yang diambil Dal Mi, beruntung ia adalah pribadi yang tidak cepat putus asa. Ia didampingi mentor bisnis handal, Ji Pyeong, yang bersedia menjawab seluruh pertanyaan Dal Mi tentang bisnis dan tim yang mau mendukung Dal Mi dalam kepemimpinannya di Samsan Tech.

Sedangkan Won In Jae dengan pengalaman bisnis dan managerial yang mumpuni memang sangatlah dibutuhkan dalam kepemimpinan dan pastinya akan mudah dalam menggaet investor serta menghasilkan profit. Hal ini disadari oleh In Jae yang menjadikannya memiliki kepercayaan diri bahwa apapun keputusan managerial-nya pasti berhasil. Namun, bisnis tidak selalu berbicara mengenai profit dan hal inilah yang juga dirasakan oleh mentor bisnis tim In Jae.

Managers and Managing – Essential Manager Tasks

Menurut teori Four Task of Management, langkah-langkah yang dilakukan seorang manajer untuk mencapai tujuan adalah dengan melakukan Four Essential Managerial Tasks yaitu planning, organizing, leading dan controlling sesuai gambar di atas. Peran manajer dalam melakukan tugas ini akan menentukan efektifitas dan efisiensi perusahaannya.
Dalam Film “Strat-Up” ini perbandingan karakter kedua CEO berdasarkan Four Tasks Management adalah sebagai berikut:

Essential Managerial Tasks
Samsan Tech (Seo Dal Mi)
In JAe Company (Won In Jae)
Planning
Seo Dal Mi telah memiliki rencana dan keyakinan untuk mencapai tujuan bisnisnya, namun hal ini tidak didukung oleh kompetensi yang ia miliki sehingga ia belum bisa merumuskan strategi dengan baik. Hal ini kemudian membuat Dal Mi beberapa kali mengalami kegagalan dalam mengatur strategi untuk mencapai tujuan perusahaannya yaitu memberikan layanan teknologi AI terbaik untuk penggunanya.
In Jae tidak memiliki planning yang jelas akan perusahaannya. Ia hanya berpikir agar menjadi sukses melalui usahanya sendiri sebagai pembuktian kepada keluarga terutama ayah tirinya. Hal ini terlihat pada saat ujian final di kompetisi perusahaan rintisan Sand Box, ia malah meniru ide perusahaan Samsan Tech. Dengan bekal ilmu dan pengalamannya ia yakin dapat menyaingi dan menjatuhkan perusahaan Samsan Tech serta menunjukkan hasil yang lebih baik. Bebeda dengan Samsan Tech yang membawa misi layanan dalam perusahaannya, In Jae Company selalu berfokus pada profit dan cara mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
Organizing
Dal Mi dapat melakukan penataan struktur dan cara kerja anggotanya dengan baik. Ia menentukan SDM beserta kegiatan yang menjadi wewenang serta tanggung jawabnya. Ia mengelompokkan pekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Seperti ia memilih Saha untuk bagian desain, dan Dosan beserta kedua rekannya di bagian pengembangan.
In Jae berbekal pengalaman dan ilmunya mampu mengatur perusahaannya dengan baik sehingga dapat membawa perusahaannya menjadi pemenang di ajang Sand Box dan mendapatkan investor besar di perusahaan rintisannya. Ia memilih dan menempatkan pekerja yang ahli di bidangnya untuk mendukung bisnisnya.
Leading
Dal Mi memimpin dan mengoordinasi timnya dengan kebersamaan dan kerendahan hati sehingga dapat memberdayakan pekerjanya untuk mewujudkan tujan bersama. Dal Mi selalu melibatkan pekerja untuk diskusi bersama dalam mencari ide dan mengatur strategi, ia juga selalu membangkitkan semangat tim untuk bekerjasama dengan baik.
In Jae mengedepankan kekuasaan dalam memimpin. Semua keputusan dalam perusahaan didasarkan pada keinginan dan pemikirannya sendiri tanpa melibatkan pekerjanya.
Controlling
Dal Mi kurang memiliki kemampuan controlling terhadap seluruh pekerja dan terlihat kurang percaya diri akibat tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni. Terlihat Ketika Dal Mi tidak bisa mengatasi konflik internal yang sering terjadi, misalnya menghadapi perilaku In Jae yang bersifat angkuh dan semaunya sendiri, serta ketika terjadi konflik antara Do San dengan kedua rekannya yang tidak puas dalam pembagian saham. Setiap ada masalah atau ancaman yang dihadapi perusahaannya Dal Mi sering kebingungan memikirkan strategi tindak lanjut sehingga harus belajar dari banyak sumber termasuk mentornya.
Dalam hal controlling In Jae memiliki control penuh atas perusahaannya, bahkan konflik internal hampir tidak pernah terjadi dalam perusahaannya. 

Managerial Roles
Table  Description automatically generated

Sesuai Teori Managerial Roles Mintzberg, bahwa peran manajer dibagi menjadi 3 yaitu Decisional (Enterpreneur, Dsiturbance Handler, Resource Allocator dan Negotiator), Interpersonal (Figurehead, Leader dan Liaison) dan Informational (Monitor, Disseminator dan Spokesperson).
Dalam Film “Start-Up” ini perbandingan karakter kedua CEO berdasarkan Managerial Roles Mintzberg adalah sebagai berikut:

Managerial Roles Identified Samsan Tech (Seo Dal Mi)
In Jae Company (Won In Jae)
Decisional
Seo Dal Mi memiliki latar belakang bukan seorang entrepreneur, disturbance handler, resource allocator dan negotiator. Dalam decisional perusahaan ia kurang percaya diri karena tidak memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni. Sehingga beberapa kali ia mengalami kendala dan kegagalan dalam hal menangani konflik internal pekerja dan juga negosiasi yang mengakibatkan hilangnya kesempatan mendapatkan investor untuk perusahaannya.
In Jae yang telah memiliki banyak pengalaman menjadi CEO di perusahaan besar milik ayah tirinya dan memiliki latar belakang Pendidikan MBA tentu dapat menjadi decision role yang baik. Ia merupakan entrepreneur yang berhasil membesarkan perusahaan ayah tirinya, ia juga memiliki kemampuan disturbance handler dan resource allocator yang cepat. Terlihat ketika tim Do San menolak untuk bergabung di perusahaannya ia mampu mencari tim terbaik yang kompeten untuk mendukung perusahaannya. Ia juga terbukti dapat menjadi negotiator yang baik karena tidak pernah ada konflik karyawan, baik terkait pembagian saham ataupun masalah pekerjaan lainnya. Selain itu ia juga mampu mendapatkan investor yang cukup besar untuk mendukung perusahaannya  dalam waktu yang singkat.
Interpersonal
Dal Mi sebagai leader dari Samsan Tech merupakan sosok yang low profile, bersemangat, pantang menyerah dan memiliki kemauan keras untuk terus belajar menjadi lebih baik. Ia selalu berupaya untuk mempelajari buku-buku bisnis, sharing dikusi dengan pekerjanya dan meminta petunjuk kepada mentornya untuk dapat menjadi CEO yang handal. Selain itu ia juga memiliki inovasi yang tinggi, dimana ia sering menginisiasi ide-ide kreatif yang akhirnya dapat dikembangkan bersama timnya menjadi sesuatu yang hebat dan bernilai tinggi.
In Jae sebagai CEO dari In Jae Company merupakan sosok yang memiliki pengalaman kepemimpinan dan pendidikan yang baik dalam bisnis serta memiliki citra sebagai pebisnis yang handal. Hal ini membuat ia menjadi sosok yang penuh percaya diri dan cenderung angkuh / sombong.
Informational
Dal Mi dapat melakukan komunikasi dengan baik, terbukti ketika ia berhasil mempresentasikan produk Samsan Tech saat ujian final kompetisi Sand Box.
In Jae dapat menjalankan roles spokesperson dengan baik, karena ia memiliki kendali penuh atas In Jae Company.

ADMINISTRTARIVE MANAGEMENT THEORY
Teori Birokrasi Max Weber
Diagram  Description automatically generated

Cara membuat struktur organisasi dan system control untuk menjalankan efisiensi dan efektivitas perusahaan berdasarkan prinsip birokrasi dan administrasi yang dirancang untuk memastikan efisiensi dan efektivitas menurut Max Weber didasarkan pada 5 prinsip seperti tercantum pada gambar di atas.
Dalam Film “Strat-Up” ini perbandingan karakter kedua CEO berdasarkan Weber’s Principles of Bureaucracy adalah sebagai berikut:

Prinsip Birokrasi Weber Samsan Tech (Seo Dal Mi) In Jae Company (Won In Jae)
Kewenangan formal berasal dari posisi seseorang dalam perusahaan.
Wewenang formal perusahaan Samsan Tech berada pada Dal Mi yang memegang posisi CEO. Dal Mi sesuai posisinya sebagai menajer perusahaan rintisan tersebut, menggunakan wewenangnya untuk mengarahkan, mengontrol dan meminta pertanggungjawaban dari pekerjanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal ini ia lakukan secara demokratis untuk menerima masukan dari pekerjanya sebelum mengambil keputusan untuk dijalankan oleh semua pekerja.
Wewenang formal pada perusahaan In Jae Company berada pada In Jae yang berperan sebagai founder sekaligus CEO perusahaan.  Ia menjalankan kewenangannya secara penuh, dimana In Jae mengarahkan dan mengontrol sepenuhnya pekerja perusahaan untuk mencapai tujuan yang ia tentukan sendiri.
Pengisian jabatan sesuai dengan kinerja.
Pengisian posisi atau jabatan tertentu di Samsan Tech tidak memandang latar belakang sosial ataupun pribadi, namun sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya. Hal ini tercermin dari Dal Mi yang menjadi CEO padahal tidak memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan di bidang bisnis, Saha yang berlatar belakang pendidikan tinggi dan pengalaman bekerja menjadi designer di perusahaan tersebut, Do San yang merupakan founder Samsan Tech menjabat sebagai CTO (Chief Technology Officer) karena memiliki skill teknis namun kurang mempunyai soft skill dan kemampuan kepemimpinan.
Posisi atau jabatan di perusahaan In Jae ditentukan sepenuhnya oleh Won In Jae. Semua berlatar belakang kedudukan sosial dan pribadi. Dimana In Jae sebagai founder juga menjadikan dirinya sebagai CEO, In Jae pula yang memiih dan menempatkan pekerjanya  untuk posisi yang ia anggap tepat.
Wewenang dan tanggung jawab setiap individu ditentukan oleh perusahaan.
Penentuan posisi, wewenang serta tanggung jawab tugas dalam perusahaan Samsan Tech dibahas secara bersama-sama hingga didapatkan kesepakatan siapa yang menjadi CEO, tim pengembang, maupun designer. Hal ini terlihat ketika mereka membahas tentang pembagian saham, dan jabatan masing-masing saat akan memulai perusahaan Samsan Tech.
Penentuan wewenang dan tanggung jawab pekerjaan masing-masing pekerja di In Jae Company ditentukan sendiri oleh In Jae.
Wewenang dapat berjalan efektif apabila terdapat struktur jabatan.
Pembentukan hierarki Samsan Tech adalah Dal Mi sebagai CEO memiliki kedudukan dan saham yang sama dengan pekerja lainnya dan bertanggung jawab kepada Do San sebagai CTO yang memiliki saham terbesar.
Dalam perusahaan In Jae Company pembentukan hierarkinya semua terpusat pada In Jae. Seluruh pekerja akan langsung bertanggung jawab kepada In Jae. Dalam pengaturan pembagian saham pun In Jae mendapatkan saham yang sangat besar dibandingkan yang lainnya yaitu 80 persen dan sisanya dibagi rata kepada seluruh karyawanannya.
Aturan perusahaan bersifat mengikat dan mengontrol perilaku pekerja.
Karena kurangnya pengalaman dan latar belakang pendidikan di bidang managerial, Dal Mi sempat kewalahan dengan sikap pekerja yang seenaknya, hingga kemudian ia membuat aturan, SOP dan norma-norma dalam bekerja sehingga perilaku pekerja dapat lebih terkontrol dan professional. Hal ini terlihat keitka ada salah satu staff yang membangkang, Dal Mi membuat aturan dan etika cara berkomunikasi formal saat bekerja di dalam kantor, yang apabila pekerja tidak sanggup menaati harus keluar dari perusahaan.
Dalam In Jae Company, seluruh pekerja bahkan CEO nya sudah memiliki pengalaman bekerja kantoran sehingga kontrol perilaku sudah berjalan dengan baik dan tidak pernah tampak masalah internal terkait SOP.

Solution
Dalam hal Four Task of Management, solusi yang dapat dilakukan masing-masing karakter agar dapat mencapai kinerja tertinggi (efektif dan efisien) adalah sbb:

Essntial Managerial Task Samsan Tech (Seo Dal Mi) In Jae Company (Won In Jae)
Planing
Keterbatasan kompetensi dalam membuat perencanaan / strategi dapat ditanggulangi dengan kemauan untuk terus belajar terkait bisnis dan manajemen baik melalui buku, online study maupun bertanya kepada mentornya.
Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki seharusnya In Jae dapat lebih percaya diri dan tidak meniru ide perusahaan lain.
Organizing
Yang dilakukan Dal Mi dan In Jae sudah tepat dengan mengorganisasikan SDM yang dimiliki sesuai dengan kemampuan dan keahliannya untuk mendukung bisnis keduanya.
Leading
Dal Mi sudah melakukan hal yang tepat dalam memimpin. Dengan kebersamaan dan kerendahan hatinya, ia dapat memberdayakan pekerjanya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Dal Mi juga tidak malu untuk berdiskusi dalam mencari ide dan mengatur strategi perusahaan.
Sebaiknya In Jae menggabungkan pendidikan dan pengalaman yang telah dimilikinya dengan pandangan atau ide dari para pekerjanya, agar pekerjanya juga dapat termotifasi dan bekerja dengan baik dalam mencapaitujuan perusahaan.
Controlling Dal Mi harus lebih percaya diri lagi dalam mengambil keputusan tentunya dengan mendiskusikan keputusannya terlebih dahulu dengan mentornya.
In Jae telah dengan baik melakukan controlling atas perusahaan yang dimilikinya.

Dalam hal Managerial Role, solusi yang dapat dilakukan masing-masing karakter agar dapat mencapai kinerja tertinggi (efektif dan efisien) adalah sbb:

Managerial Roles Identified Samsan Tech (Seo Dal Mi) In Jae Company (Won In Jae)
Decisional Dal Mi dapat belajar lebih lanjut terkait decisional role seorang pemimpin terutama dari mentornya dan dari berbagai sumber lainnya. In Jae telah berhasil menjalankan Decisional Role dengan baik.
Interpersonal Secara Interpersonal Role, sifat Dal Mi yang low profile, bersemangat dan pantang menyerah serta memiliki kemauan yang keras untuk berusaha menjadi lebih baik adalah bekal yang sangat baik dalam urusan interpersonal. In Jae dengan pengalaman kepemimpinan dan pendidikannya menjadikannya sebagai orang yang angkuh / sombong. Hal ini tentu tidak baik secara interpersonal role. Karena ia tidak dapat menjadi seorang figurhead dan leader yang baik. Sebaiknya In Jae mengembangkan kepribadian yang lebih baik agar dapat menjadi seorang pemimpin yang lebih hebat.
Informational Keduanya telah berhasil menjalankan Informational role dengan baik.

Berdasarkan Teori Birokrasi Max Weber, solusi yang dapat dilakukan masing-masing karakter agar dapat mencapai kinerja tertinggi (efektif dan efisien) adalah sbb:

Prinsip Birokrasi Weber Samsan Tech (Seo Dal Mi) In Jae Company (Won In Jae)
Kewenangan formal berasal dari posisi seseorang dalam perusahaan. Kedua perusahaan telah menjalankan kewenangan formal yang berasal dari posisi seseorang. Dimana Samsan Tech kewenangan formal berada pada Dal Mi, sementara In Jae Company berada pada In Jae sendiri. Hanya saja, yang membedakan antara keduanya adalah metode kepemimpinan, dimana Dal Mi lebih demokratis, sementara In Jae lebih otoriter.
Pengisian jabatan sesuai dengan kinerja. Pengisian jabatan di Samsan Tech sudah cukup baik karena telah berdasarkan kemampuan dan kompetensinya. Pengisian jabatan di In Jae Company masih berdasarkan keputusan In Jae. Meskipun demikian, dengan pengalaman dan kemampuannya ia tetap berhasil menempatkan pekerjanya di posisi yang tepat.
Wewenang dan tanggung jawab setiap individu ditentukan oleh perusahaan. Pembagian wewenang dan tanggung jawab telah dilakukan dengan baik (secara bersama-sama). Penentuan wewenang dan tanggung jawab pada In Jae Company masih berdasarkan keputusan In Jae. Meskipun demikian, dengan pengalaman dan kemampuannya ia tetap berhasil melakukannya dengan baik.
Wewenang dapat berjalan efektif apabila terdapat struktur jabatan. Struktur jabatan telah dibuat dengan baik dan efektif. Sebaiknya In Jae tidak menjadikan In Jae Company sebagai one man show, karena hal ini dapat menyebabkan demotivasi dari karyawannya karena tidak merasa memiliki perusahaan tersebut.
Aturan perusahaan bersifat mengikat dan mengontrol perilaku pekerja. Sebaiknya Dal Mi dapat lebih tegas dalam membuat aturan perusahaan agar perilaku pekerja dapat dikontrol dengan baik. In Jae Company telah membuat aturan perusahaan dengan baik sehingga dapat mengontrol perilaku pekerjanya.

SUMBER REFERENSI :

  1. Ferrel, OC., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda. 2019. Business Foundations “A Changing World” Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.
  2. Film K-Drama Start-Up

PENULIS :
Team Future Bosses

  1. Agnes Cynthia Garetta
  2. Niken Tiyannanda Mardareta
  3. Tommy Sastra Irawan

TERIMA KASIH


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FutureBosses

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format