DRISHYAM: Visuals Can be Deceptive


1
1 point

SINOPSIS DRISHYAM

Film Drishyam merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Nishikant Kamat. Film ini diperankan diantaranya oleh Ajay Devgn, Shriya Saran, Tabu dan Ishita Dutta. Film ini bercerita tentang Vijay Salgaonkar, seorang suami dan juga ayah dari dua orang anak perempuan. Ia memiliki usaha maintenance TV di kota Goa. Ia termasuk orang sederhana dan tidak menyelesaikan sekolahnya. 

Anju adalah anak Vijay yang suatu hari melaksanakan kegiatan camp dan bertemu dengan Sameer. Selama perkemahan alam yang dihadiri Anju (putri Vijay), kamera ponsel tersembunyi merekam Anju melepas pakaiannya dan mandi di kamar mandi. Pelakunya, Sameer Sam, adalah anak dari Inspektur Jenderal Polisi Goa, Meera Deshmukh. Sam datang untuk memeras Anju untuk kesenangan seksual. Nandini memohon kepada Sam untuk meninggalkan keluarga mereka sendiri, tetapi Sam menolak untuk menghapus klip video tersebut kecuali permintaan seksualnya terpenuhi. Nandini memintanya untuk meninggalkan Anju sendirian, dan Sam mengatakan bahwa dia akan melakukannya dengan satu syarat: Nandini harus berhubungan seks dengannya. 

Dalam upaya untuk mematahkan ponsel yang menyinggung, Anju mengayunkan Sam dengan pipa timah, tapi dia malah memukul kepalanya, dan langsung membunuhnya. Mereka mengubur tubuhnya di lubang kompos di halaman belakang, disaksikan oleh Anu. Keesokan paginya, ketika Vijay kembali dari kerja, Nandini memberi tahu Vijay tentang insiden itu dan dia menemukan cara untuk menyelamatkan keluarganya dari polisi. Dia melepas ponsel yang rusak dan membuang mobil Sam, yang dilihat oleh Sub-inspektur Laxmikant Gaitonde yang korup, yang memiliki dendam terhadap Vijay. Keesokan harinya, Vijay mengajak keluarganya melakukan perjalanan ke Panjim, di mana mereka mengunjungi Ashram, menonton film, dan makan di restoran.

Kemudian Meera menyadari bahwa putranya hilang, dan memulai penyelidikan. Setelah penyelidikan awal, Meera menelepon Vijay dan keluarganya untuk diinterogasi. Setelah meramalkan bahwa polisi pada akhirnya akan menelepon, Vijay melatih keluarganya tentang bagaimana menghadapi interogasi tanpa menimbulkan kecurigaan. Ketika ditanyai secara individu, keluarga tersebut berpegang pada cerita masing-masing dan polisi tidak dapat menemukan celah di alibi mereka. Vijay memproduksi tiket bus, tiket bioskop, tagihan penginapan dan restoran sebagai bukti kunjungan keluarga ke Panjim. Meera mempertanyakan pemilik tempat yang pernah mereka kunjungi dan pernyataan mereka membuktikan alibi Vijay. Meera menyadari bahwa pada hari kejadian, Vijay telah mengambil tiket dan tagihannya, berkenalan dengan pemilik dan pergi untuk perjalanan dengan keluarganya keesokan harinya, dengan demikian membuktikan alibinya dan membuat pemilik tanpa disadari berbohong.

Meera menangkap keluarga Salgaonkar, dan Gaitonde menggunakan kekerasan untuk mengungkap kebenaran dari mereka meskipun Vijay, Nandini dan Anju menolak. Sementara itu, Meera mengetahui tentang Sam dan videonya tentang Anju dari teman Sam, Alex. Akhirnya, Anu mengalah dan mengungkapkan bahwa dia telah melihat sesosok tubuh dikuburkan di lubang kompos. Setelah menggali lubang kompos, pihak berwenang menemukan bangkai seekor anjing. Vijay melaporkan kepada media bahwa Gaitonde secara fisik melecehkan kedua putrinya, menyebabkan Gaitonde yang marah mencoba menyerang Vijay, tetapi mertua Vijay membalas, dan massa bangkit untuk memukuli Gaitonde. 

Sub-inspektur diskors, Meera mengundurkan diri dari jabatannya, dan seluruh tim investigasi dari Kantor Polisi dipindahkan, dengan kasus tersebut sekarang membutuhkan otorisasi dari pengadilan. Ketika Nandini bertanya pada Vijay tentang apa yang dia lakukan pada tubuhnya, dia menolak untuk memberitahunya, mengatakan bahwa informasi itu aman bersamanya dan itu akan pergi bersamanya ketika dia meninggal.

Meera dan suaminya Mahesh (Rajat Kapoor) menemui Vijay di tepi pantai untuk meminta maaf atas video klip dan perilaku kasar dan cabul putra mereka, dan untuk mendapatkan konfirmasi apakah putra mereka masih hidup atau tidak. Mereka juga mengungkapkan bahwa mereka akan berangkat ke London untuk tinggal bersama saudara laki-laki Meera. Akhirnya, Vijay secara samar mengaku membunuh Sam. Dia juga meminta maaf, dan menjelaskan kepada mereka bahwa dia akan berusaha keras untuk melindungi keluarganya.

Di akhir film, yang merupakan awal film, Vijay menandatangani register di kantor polisi yang baru dibangun. Saat menandatangani, inspektur baru mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa membodohi mereka, pada saat itu Vijay dengan tersenyum mengatakan bahwa dia sepenuhnya percaya inspektur dan kantor polisi akan selalu melindungi warga

Struktur organisasi 

Struktur organisasi kepolisian yang ada dalam film Dhrisyam

Struktur organisasi memiliki pengertian garis hierarki yang berisi komponen-komponen penyusun perusahaan. Struktur ini akan memperjelas fungsi dan kedudukan setiap posisi pekerjaan secara jelas. Termasuk juga di dalamnya pembagian hak dan kewajiban. Tujuannya adalah agar setiap komponen perusahaan berjalan secara optimal sehingga aktivitas perusahaan akan berjalan dengan efektif dan efisien. Dengan adanya struktur ini, seorang atasan bisa memberikan tugas kepada bawahan secara adil dan optimal. 

Dalam film Drishyam ini diperlihatkan bahwa peran dari kepolisian terstruktur dengan jelas, di awal film ini diperlihatkan bagaimana polisi mengintimidasi masyarakat disekitarnya, karena kepolisian di daerah ini terkenal suka mempraktekkan kegiatan-kegiatan illegal seperti korupsi dan kolusi. Anggota kepolisian di dalam film ini juga cenderung melakukan kerjasama dalam tindakan illegal tersebut, mereka memanfaatkan kekuasaan yang mereka miliki untuk menakut-nakuti masyarakat di daerah tersebut.

Jika kita melihat gambaran umum terkait struktur kepolisian yang tergambar dalam film ini, dapat terlihat bahwa dalam struktur organisasi kepolisian tersebut, terlihat kalau Mera yang merupakan kepala inspektur kepolisian adalah orang dengan jabatan tertinggi yang mampu membuat keputusan dan mampu mengarahkan seluruh kegiatan operasional kepolisian, selanjutnya orang dengan kekuasaan nomor 2 tertinggi di dalam film ini adalah orang dengan nama Prabhu, yang memiliki jabatan sebagai kepala kepolisian daerah, Prabhu yang memerintahkan anggota kepolisian untuk melakukan penelusuran atas perintah dari Mera dan yang terakhir ada Gaitonde, orang yang paling sering berada di lingkungan masyarakat. Di dalam film ini Gaitonde berada dibawah tanggung jawab Prabhu atau bisa dibilang anak buah dari Prabhu.

Melalui jenjang kekuasaan ini para kepolisian di dalam film ini melakukan koordinasi untuk mengungkap kasus pembunuhan Sam. Mera yang bertugas sebagai penyusun strategi dan sekaligus pembuat keputusan, Prabhu yang bertugas sebagai penggerak kepolisian dan melakukan koordinasi dengan anggota kepolisian lainnya, Ghaitonde bertugas sebagai pengumpul informasi yang nantinya akan disampaikan ke Prabhu.

Jika mengacu pada teori manajemen, Struktur kepolisian yang terlihat di film Drishyam bisa dikatakan merupakan Struktur fungsional, disebut sebagai struktur organisasi birokrasi dengan cara membagi berdasarkan spesialisasi tenaga kerja. Di dalam film ini terlihat bahwa setiap karakter kepolisian memiliki tugas dan perannya masing-masing, ada yang bertugas sebagai pengambil keputusan dan penyusun strategi, ada yang bertugas sebagai pengkoordinasi dan ada yang bertugas sebagai pengumpul informasi di lapangan.

Budaya organisasi 

Dalam penjelasan sebelumnya kita sudah melihat bagaimana Organizational Culture menjadi struktur fungsional secara organisasi sebagai struktur birokrasi di lingkungan kepolisian. Kita dapat melihat hal-hal mana saja yang ternyata dapat membuat kepolisian Goa yang dipimpin kepala inspektorat Mera hancur. Dari 4 Source of Organizational Culture dalam organisasi kepolisian Goa pada film Dirshyam diantaranya menjadi penyebab kehancuran organisasi tersebut, yaitu:

1.  Karakteristik Struktur Organisasi Kepolisian Goa pada Film Dirshyam 

Karakteristik struktur organisasi yang diterapkan kepolisian Goa di film Dirshyam sudah sangat terstruktur dan baik, walaupun dengan sistem otoriter yang diterapkan oleh Inspektur Jenderal polisi Meera Deshmukh. Namun, anggota kepolisian Goa memberikan dampak buruk bagi organisasi kepolisian tersebut yang menyebabkan masing-masing anggota organisasi Bereaksi terlalu cepat dan kurang berhati-hati, Bekerja dengan kekerasan, Bekerja atas dasar kebencian, Kondisi anggota kepolisian yang korupsi dan kolusi, dan Menyalahgunakan wewenang dengan kekuasaannya.

2.  Hubungan Kerja Antar Kepolisian Goa pada Film Dirshyam 

Tim Kepolisian Goa memiliki kemampuan Taktis yang tinggi, namun kemampuan taktis yang tinggi tersebut tidak selalu diimbangi kemampuan Analisa diluar kegiatan taktis. Kita bisa lihat bagaimana setiap Anggota Kepolisian Goa yaitu Ghaitonde bereaksi dan bertindak ketika menjalankan misi mengungkap pembunuhan Sam anak dari Inspektur Jenderal Polisi Goa yakni Meera Deshmukh. Dengan memanfaatkan kemampuan analisis strategi dan detektif dari inspektur jenderal polisi Meera serta pengalaman dalam menjalankan misi, step by step tuduhan tersebut mengarah kepada keluarga Vijay. Namun, semua tuduhan yang diarahkan kepada keluarga Vijay belum memiliki kekuatan yang kuat, sehingga tim dari kepolisian Goa melakukan tindakan dari mulai penyelidikan hingga tindakan keras agar keluarga Vijay tersebut mengakui perbuatannya.

3.  Etika Organisasi 

Etika organisasi merupakan nilai-nilai moral, kepercayaan, dan aturan yang menetapkan cara yang tepat bagi organisasi dan anggotanya untuk saling berhubungan dan dengan orang-orang di luar organisasi. Meskipun kita tau keluarga Vijaylah yang membunuh Sam tapi kita tidak bisa menganggap Vijay dan keluarganya adalah seorang penjahat dan meskipun kita tau juga Meera Deshmukh dengan kejam menghajar keluarga Vijay tapi kita tidak bisa menghakiminya kita tau bagaimana perasaan sedih Meera Deshmukh sebagai seorang ibu yang kehilangan anak semata wayangnya. Tapi satu yang pasti kita semua membenci si polisi korup Gaitonde, tidak ada hal yang membuat kita menaruh respect terhadap orang itu. Meskipun akhirnya dia cukup kasihan dipukuli banyak warga dan diberhentikan dari polisi. Ya dialah yang melihat dan tau 100% bahwa Vijay bersalah atas pembunuhan Sam tapi justru dialah yang dipermalukan, ah tapi melihat aksi dia sebelumnya yang korup dan kasar terhadap warganya sepertinya dia pantas mendapatkannya.

Value yang dimiliki Meera Deshmukh adalah seorang pimpinan dengan jabatan tertinggi yakni inspektur jenderal polisi sekaligus menjadi seorang ibu yang mencoba bertanggung jawab atas mengungkap kematian Sam anak kandungnya dan dengan insting yang tinggi dalam memastikan keluarga Vijay yang mengetahui anaknya mati. Selanjutnya value yang dimiliki Prabhu yakni polisi yang bijak dengan memposisikan diri secara netral dan tidak tergesa-gesa dalam menilai seseorang. dan terakhir value dari Gaitonde yakni seorang anggota polisi yang selalu menindas masyarakat dengan tindakannya sebagai orang yang melakukan korupsi dan kolusi. Secara umum value yang dimiliki setiap anggota organisasi akan mendorong value dalam organisasi, sehingga ideologi tersebut diyakini menjadi ideologi bersama dari organisasi kepolisian Goa yang dipandang buruk oleh masyarakat. 

Beliefs adalah keyakinan Individu dalam menilai benar atau salah. Benar atau salah tanpa kelengkapan data bisa menjadi malapetaka seperti yang ditunjukan pada Film Dirshyam, yakni membuat keputusan atas dasar kepercayaan dari insting seorang ibu dan ketidaksukaan Gaitonde kepada keluarga Vijay. 

Berdasarkan hal tersebut seharusnya Kepolisian Goa mampu belajar dan memperbaiki kesalahannya yaitu dengan merubah 3 sumber-sumber budaya Organisasi yang menjadi pembentuk budaya organisasi yang justru dapat menghancurkan Kepolisian Goa. Sebaiknya dibangun budaya organisasi yang adaptif sehingga bisa menyesuaikan dengan keadaan dari kondisi lingkungan yang terbaru, kesalahan memprediksi keluarga Vijay sebagai tersangka ternyata tidak terbukti dan menjadi pelajaran penting terkait perkembangan dunia detektif saat itu. Dengan memperbaiki hal-hal seperti mengumpulkan bukti-bukti yang dapat diharapkan membuat organisasi kepolisian Goa tersebut menjadi polisi yang diharapkan oleh masyarakat dengan mengungkap kejahatan dengan adil.

Control System

Sistem kontrol (Control System) adalah sistem penetapan target, pemantauan, evaluasi, dan umpan balik formal yang memberikan informasi kepada manajer tentang efisiensi dan efektifitas strategi dan struktur organisasi. Sistem kontrol yang efektif memberi tahu manajer kapan ada sesuatu yang salah dan beri mereka waktu untuk menanggapi peluang dan ancaman. Sistem kontrol perlu diberikan pada waktu yang tepat agar pengambilan keputusan dapat dilakukan di waktu yang tepat pula. Berdasarkan waktunya, sistem kontrol dapat dibagi menjadi tiga dengan perlakuan yang berbeda untuk masing-masing tiga waktu tersebut. Gambar dibawah ini menjelaskan 3 tipe sistem kontrol tersebut.

Pada film Drishyam, penerapan feedforward control pada input stage tidak begitu ditonjolkan di kepolisian, namun secara langsung, informasi-informasi yang mampu didapatkan oleh kepolisian merupakan contoh kecil dari feedforward control, contohnya informasi tracking lokasi ponsel Sam yang didapat melalui alat yang sudah dimiliki oleh kepolisian. Yang cukup ditonjolkan pada film ini adalah sistem kontrol concurrent control pada saat conversion stage, dimana saat masalah terjadi, para polisi dan detektif langsung mengambil sikap. Hilangnya Sam yang ditandai dengan tidak kembalinya Sam ke rumah dan tidak dapat dihubungi membuat Meera langsung tanggap dan segera melakukan penyidikan serta mencari informasi terkait hilangnya Sam. Para detektif dan anggota kepolisian lain pun langsung mengambil tindakan. Hal ini merupakan bukti bahwa kepolisian menerapkan concurrent control pada saat conversion stage meskipun hal ini spesifik pada kasus Sam (putra dari Meera). Seperti halnya feedforward control, Feedback Control juga tidak begitu diperlihatkan dalam film ini, namun sangat jelas bahwa banyak pelajaran yang dapat diambil dari kejadian pada film ini.

Untuk mencapai masing-masing sistem kontrol tersebut, terdapat 4 langkah yang perlu dilakukan. Gambar dibawah menunjukan 4 langkah tersebut.

Pada kasus di film Drishyam, yang menjadi standar performa dan tujuan yang ingin diukur oleh kepolisian adalah kebenaran atas menghilangnya Sam. Untuk mengukur hal tersebut, kepolisian perlu mengumpulkan bukti-bukti, dan dengan menyiapkan alat-alat yang dapat membantu penyidikan. Kebenaran tersebut dapat dibandingkan dari bukti-bukti yang ada, sehingga semakin jelas bukti menunjukan kondisi sebenarnya, maka semakin tercapai tujuannya. Untuk mengoreksi kondisi tersebut, kepolisian melakukan evaluasi terhadap bukti-bukti yang ada dan memperbaiki kesalahan apabila bukti-bukti tersebut tidak menunjukan kebenarannya.

PERUBAHAN DALAM ORGANISASI 

Perubahan Organisasi (Organizational change) adalah pergerakan organisasi menjauh dari kondisi saat ini ke arah kondisi masa depan yang dituju guna meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Perubahan organisasi merupakan hal yang esensial untuk persaingan jangka pendek dan keberlangsungan jangka panjang, yang menjadi tantangan manajerial.

Pada film Dhrisyam, terdapat masalah yang terjadi dalam organisasi kepolisian. Masalah tersebut dapat diperbaiki guna meningkatkan kinerja dan performa kepolisian. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pimpinan seperti IG Meraa untuk menyadari keberadaan masalah tersebut dan mengambil tindakan terhadap masalah itu. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan IG Meraa untuk melakukan perubahan dalam organisasi kepolisiannya.

  1. Assessing the need for change: perubahan organisasi dapat berefek pada segala aspek organisasi tersebut seperti struktur, budaya, strategi, sistem kontrol, dan lain-lain. Pada tahap ini, terdapat aktivitas penting yaitu recognize apabila ada masalah dan mengidentifikasi sumber masalah tersebut.
  2. Deciding on the change to make: pada tahap ini, pemimpin haruslah membayangkan bagaimana kondisi ideal dari organisasinya meliputi level strategi yang dibutuhkan ataupun struktur organisasi yang mungkin harus diperbaiki untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  3. Implementing the change: (a) Top down change: diimplementasikan secara cepat karena pimpinan memutuskan perubahan yang akan dilakukan dan diimplementasikan oleh bawahannya; (b) Bottom up change: perubahan yang dilakukan bertahap, pada prosesnya pimpinan melakukan diskusi dengan struktur di bawahnya mengenai perubahan yang diperlukan.
  4. Evaluating the change: mengevaluasi hasil dari pelaksanaan perubahan tersebut terhadap organisasi.

Pada tabel di bawah ini menunjukkan langkah-langkah dalam melakukan perubahan dalam organisasi kepolisian di film Dhrisyam.

Assess the need for change

  • SOP penyelidikan kepolisian yang tidak terarah. Tim pencarian Sam (Anak IG Meera) terlalu bersemangat mencari bukti hanya berdasarkan pernyataan Gaitonde untuk tuduhan terhadap keluarga Vijay. Hal ini menutup kemungkinan terhadap bukti-bukti lain yang dapat menyelesaikan pencarian Sam. Faktanya, sepanjang jalan cerita tim kepolisian tidak dapat membuktikan apakah Sam masih hidup atau sudah meninggal.
  • Pelanggaran etika & norma kerja di kepolisian dalam proses penyelidikan, karena masih terdapatnya kekerasan. Hal ini dilakukan oleh Gaitonde terhadap keluarga Vijay.
  • Budaya saling menutupi kesalahan tim kepolisian, karakter beberapa individu yang kasar, memeras warga seperti yang dilakukan Gaitonde (Sub inspektor), dan kesalahan yang dilakukan IG Meera yang menggunakan kekerasan guna memaksa rekan kerjanya memberikan untuk memberikan kesaksian di pengadilan
  • Adanya ketertutupan informasi di kepolisian terhadap masyarakatnya, sehingga menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Hal ini ditunjukan dari ketakutan masyarakat untuk melapor masalah yang terjadi di sekitar mereka.

Decide on the change to make

  • Keberadaan SOP kerja yang terkontrol dan jelas untuk dapat diimplementasikan oleh tim kerja kepolisian
  • Keberadaan sanksi dan pengawasan terkait kerja tim kepolisian yang tidak sesuai aturan dan norma
  • Pelatihan integritas di dalam kepolisian dan pemimpin harus dapat memberikan contoh baik dalam menjalankan kerja di kepolisian sehingga meminimalisir bawahannya (polisi lain) untuk melakukan penyelewengan
  • Kepolisian seharusnya meningkatkan pelayanannya, menerima dan memproses pengaduan masyarakat dengan baik, serta memberikan perkembangan informasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan kasus kepolisian

Implement the change

TOP DOWN CHANGE

melakukan Implementasi atas perubahan-perubahan yang telah ditentukan yaitu dengan cara Menetapkan perubahan.  adalah cara yang efektif dalam melakukan Implementasi perubahan. Perubahan harus diawali dengan adanya perubahan dari atasan. Dalam sistem kepolisian, status di setiap struktur organisasinya telah memiliki wewenang tetap yang mana Meera yang menjabat sebagai Inspector General merupakan atasan dan panutan bagi bawahannya. Pimpinan harus tegas dalam menjalankan tugasnya, koordinasi antar tim, dan menjaga agar budaya kepolisian tetap pada jalur norma & etika organisasi. Meera dengan jabatan tertinggi harus mampu membuat keputusan dan mampu mengarahkan seluruh anggota dan bawahan serta seluruh kegiatan operasional kepolisian. Pimpinan juga harus mampu memerintahkan anggota kepolisian untuk melakukan penelusuran terhadap kasus yang sedang terjadi. Dan semua pemegang jabatan harus melakukan koordinasi satu dengan yang lain untuk mengungkap kasus yang sebenarnya.

Evaluate the change

Proses evaluasi dapat dilakukan dengan melihat perubahaan perilaku kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Hal ini berkaitan dengan perubahan budaya dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pihak kepolisian yang menjadi parameter evaluasi. dengan cara melakukan evaluasi atas perubahan yang dilakukan, organisasi tidak boleh berhenti dan selalu melakukan perbaikan terus menerus agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Pada kasus film ini, kepolisisan tidak bisa mengetahui di mana posisi akhir sam. sehingga proses evaluasi sangat penting untuk menjalankan tugas masing masing.

REFERENSI 

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

 

KELOMPOK UNITED STATE OF AWESOME

ARSY ELIA PERTIWI

DESTI PATONAH

DONAL ANRY JAYA SINURAT

FAISAL MALIK WIDYA PRASETYA

RIDHA JULIANSYAH


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Destipatonah

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format