Spy Movie (2015) : Taktik Mempertahankan Posisi Sebagai Field Agent CIA


0

SINOPSIS

SPY yang dirilis pada tahun 2015, merupakan film yang berasal dari Amerika, besutan sutradara Paul Feig. Dibintangi oleh Mellisa Mcarthy, Jason Statham, Rose Byrne, Miranda Hart, Jude Law, Allison Janney Bobby Cannavale dan Richard Brake

Spy mengisahkan tentang Susan Cooper (Mellisa Mcarthy) seorang agen rahasia CIA lulusan terbaik di angkatannya  berusia 40 tahun yang membantu rekannya, seorang Agen Lapangan yang dia cintai secara diam-diam yaitu Bradley Fine (Jude Law) via saluran komunikasi jarak jauh. Susan membantu Bradley untuk menjalankan misinya dengan menggunakan kamera satelit untuk melihat rintangan dan musuh-musuh yang menghalangi Bradley. Kematian tragis Bradley di salah satu misinya untuk merebut perangkat nuklir berbentuk koper di tangan Rayna (Rose Byrne) sang pemilik nuklir membuat Susan berambisi untuk menemukan Rayna dan perangkat nuklir berbentuk koper yang dimilikinya. 

Susan mengajukan dirinya untuk menggantikan misi Bradley dalam menemukan Rayna dan Koper Nuklirnya. Hal tersebut awalnya ditolak mentah-mentah oleh bos nya Elaine Crocker (Allison Janney) dan seorang agen berprestasi lain yang menginginkan bertugas dalam misi tersebut yaitu Rick Ford (Jason Statham). Penolakan tersebut terjadi karena penampilan Susan yang tidak mencerminkan seorang Agen serta pengalaman Susan yang tidak pernah sama sekali menjadi agen lapangan. Disinyalir Rayna sudah mengetahui semua data-data agen yang terdaftar di CIA, sehingga Bos dari Susan pun akhirnya menyetujui ide tersebut dan membuat Rick Ford marah dan mengundurkan diri. Elaine pun mengadakan Briefing singkat dengan Susan dalam rangka penjelasan misi yang akan Susan lakukan, Elaine sempat meng Underestimate kemampuan Susannamun setelah melihat video pelatihan Susan, Elaine terkesima akan kelincahan dan kemampuan Susan dalam mengalahkan musuhnya dan membuatnya semakin yakin untuk memberikan Susan penugasan.

Petualangan Susan pun dimulai, dibantu oleh sahabatnya Nancy (Miranda Hart) yang memberikan bantuan intelijen dari jarak jauh, Susan berangkat ke Paris dan disaat yang sama Ford muncul untuk melakukan misi yang sama dan memperingatkan Susan bahwa ia akan gagal karena kurangnya pengalaman yang dimilikinya. Mereka pun bersaing dalam misi mencari Rayna dan Koper Nuklirnya. Dalam setiap pertemuan dengan Rayna, Ford hampir selalu mengagalkan strategi Susan. Namun Susan tidak menyerah, bahkan berhasil mendekati Rayna dengan menyamar sebagai seorang bodyguard yang di sewa oleh mendiang ayah Rayna, merasa tersentuh Rayna pun mengajak Susan pergi ke Budapest untuk menjual Koper Nuklir nya kepada seseorang bernama Solsa Dudaev (Richard Brake) dengan barter koper berisi berlian melalui seorang perantara bernama De Luca (Bobby Cannavale). 

Pada saat akan melakukan transaksi, Susan menemukan fakta bahwa Bradley Fine masih hidup dan telah menjadi kekasih Rayna, menurut pengakuan Fine, ia terpaksa melakukan hal tersebut demi menemukan Koper berisi Nuklir yang dimiliki Rayna. Ketika akan menyerahkan koper nuklir tersebut kepada Solsa Dudaev, De Luca sebagai perantara malah membelot dan membunuh Dudaev serta anak buahnya serta hampir menembak Rayna, beruntung Ford yang tidak mau kalah dalam misi ini muncul secara tiba-tiba dan mengacaukan Konsentrasi De Luca dan anak buahnya sehingga Susan mampu melenyapkan semua anak buah De Luca. De Luca Kabur menggunakan helikopter, tetapi Susan berhasil meraih landing gear dari helikopter tersebut. Pertarungan sengit pun terjadi yang membuat Susan berhasil membuang 2 Koper berisi nuklir dan berlian tersebut ke danau yang selanjutnya membuat De Luca tertembak dan jatuh dari helikopter.

Pada akhir Film, Rayna berhasil ditangkap dan koper nuklir tersebut berhasil diamankan. Penyamaran Susan pun terbongkar, namun Rayna tidak marah dan menganggap Susan sebagai temannya. Ford menyadari dia telah meremehkan Susan dan akhirnya memuji keahlian Susan. Susan pun kembali ditugaskan untuk menjadi Agen lapangan dan menjalankan misi hebat lainnya. 

  

TOKOH BERTOLAK BELAKANG 

1.  SUSAN COOPER

Sifat : 

  1. Energik : Meskipun dengan fisik yang tidak prima seperti agen lain, Susan tidak lelah untuk terus bergerak mengejar musuh.
  2. Cerdas : Susan merupakan lulusan agen terbaik di angkatannya.
  3. Taktikal : Susan pintar mengatur strategi, seperti contoh ketika penyamarannya hampir terbongkar oleh Rayna, ia dengan mudah berkelit bahwa ia adalah bodyguard yang disewa ayahnya.
  4. Bucin : Susan rela menjadi field agent demi meneruskan misi Bradley Fine yang “tewas” oleh Rayna.
  5. Pantang menyerah : Susan beberapa kali menemukan tantangan dalam menjalankan misinya, namun ia tidak mudah menyerah.
  6. Berani malu : susan tidak malu mengenakan outfit penyamaran sebagai ibu-ibu yang tidak chic, meskipun akhirnya ia melakukan make over demi bisa masuk dalam lingkungan pergaulan Rayna.

Peran : Field Agent CIA 

2.  RICK FORD

Sifat : 

  1. Ambisius : meskipun telah mengundurkan diri dari CIA, ia tetap menjalankan misi secara independent.
  2. Tidak mau kalah : Rick Ford menjalankan misi secara terpisah dari CIA dalam rangka membuktikan bahwa ia adalah agen terbaik yang seharusnya menggantikan Bradley Fine. 
  3. Big Mouth : Rick Ford merupakan karakter yang banyak bicara tanpa konteks yang berarti. 
  4. Gegabah : Rick Ford  merupakan seorang executor yang kurang perhitungan, ia kerap kali melakukan aksinya tanpa perhitungan yang matang dan juga tanpa rencana cadangan, sehingga aksinya selalu hampir diketahui oleh musuh.
  5. Under Estimate : Rick Ford menganggap remeh Susan yang menurutnya tidak memiliki pengalaman sebagai Field Agent .

Peran : Former Field Agent CIA

3.  ELAINE CROCKER 

Sifat :

  1. Underestimate : Elaine sempat menganggap remeh Susan yang menurutnya tidak memiliki pengalaman sebagai Field Agent sebelum melihat video pelatihan Susan.
  2. Prickly : Elaine memiliki sifat yang kurang ramah terutama kepada Susan.
  3. Arrogant : Elaine merasa paling benar dan sulit menerima masukan dari Susan, padahal mereka sama-sama merupakan Top Agen di angkatannya. Elaine berargumentasi bahwa Susan lebih cocok bekerja sebagai supporting Field Agent yang memantau gerak-gerik musuh yang mengancam dan mendukung Field Agent di lapangan.
  4. Smart : Elaine mampu mengolah data yang ada dengan cepat dan merumuskan strategi.

Peran : Manager Field Agent CIA /  Susan’s Boss

 

ANALISA PERBANDINGAN KARAKTER TOKOH BERTOLAK BELAKANG

I. FOUR TASK MANAGEMENT

Dalam rangka mencapai tujuan organisasi, Manajemen memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan cara mengimplementasikan Four Task of Management, meliputi : planning, organizing, leading, dan controlling. Empat fungsi manajerial tersebut dapat dijadikan tolak ukur tingkat efisiensi dan efektivitas eksekusi dalam mencapai tujuan organisasi.

Description: https://yonulis.com/wp-content/uploads/2020/11/1604841635587.png

Gambar 1. Four Tasks of Management

Sumber : Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020

A. Perencanaan (Planning)

Dalam tahap perencanaan, seorang manajer dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan memilih strategi terbaik yang harus diambil untuk mencapai tujuan organisasi. Film ini mendemonstrasikan tiga tahapan fungsi planning, sebagai berikut :

  1. Menentukan tujuan organisasi. CIA sebagai salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat yang bertujuan untuk menjaga keamanan negara dari ancaman luar, kemungkinan besar ancaman tersebut dapat membahayakan dunia secara luas.  Setelah Perang Dingin berakhir CIA ditujukan untuk menanggulangi peredaran narkoba, perdagangan senjata gelap, dan terorisme berskala internasional. 
  2. Memutuskan strategi. Strategi CIA diterjemahkan menjadi langkah-langkah inisiatif dengan mengumpulkan informasi seputar negara asing, perusahaan, dan individu. Selanjutnya menganalisa informasi tersebut beserta kombinasi hasil intelijen dari badan intelijen Amerika Serikat lainnya untuk menyusun penilaian intelijen keamanan nasional yang diajukan kepada para pembuat kebijakan senior Amerika Serikat. Inisiatif strategi lainnya adalah melaksanakan atau mengawasi aktivitas tertutup dan beberapa operasi taktis oleh tim sendiri, anggota militer Amerika Serikat, atau rekan lainnya atas permintaan presiden.
  3. Memutuskan bagaimana mengalokasikan sumber daya yang dimiliki. Pada film tersebut menyuguhkan upaya alokasi sumber daya teknologi, seperti pada adegan awal yang menampilkan Bradley Fine (agen lapangan) hampir terjebak di lokasi penugasan segera diselamatkan oleh Susan Cooper melalui bantuan teknologi tembakan udara berbasis bidikan satelit. Alokasi sumber daya manusia juga kita jumpai pada adegan ketika Susan bertolak ke Italia dibantu oleh agen negara sekutu bernama Aldo.

B. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah penataan struktur cara kerja dimana anggota organisasi bisa saling berkerja sama dan berinteraksi melalui pengelompokan jenis pekerjaan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi. Hal-hal yang dilakukan dalam pengorganisasian:

  1. Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Pengelompokan seluruh personil ke dalam kelompok kerja/departemen sesuai tujuan organisasi.
  3. Penugasan tanggung jawab tertentu
  4. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugasnya.

Pada film sangat jelas menampilkan penataan organisasi dimulai dari tata letak kantor berdasarkan fungsi dan jenis pekerjaan, dimana Susan duduk berdekatan dengan rekan lainnya yang memiliki kelompok fungsi kerja berkaitan, sehingga sumber daya organisasi dapat berjalan secara maksimal untuk menghasilkan output. Dalam hal ini tugas selain sebagai pemandu agen lapangan, Susan juga berperan menyajikan dan menganalisa data bersama rekan kerja lainnya di area yang sama. Dalam penugasan tertentu dari atasan, digambarkan juga pendelegasian wewenang dan pembagian tugas antara agen lapangan dan agen dibalik meja. Walaupun sesungguhnya Susan juga telah dilatih sebagai agen lapangan pada pelatihan di akademi.  

C. Pengarahan (Leading)

Fungsi ini biasa disebut dengan fungsi directing, motivating, actuating, dan leading. Fungsi ini mendorong manajer untuk dapat meningkatkan kualitas keahlian komunikasi, kemampuan persuasi, dan kemampuan mengoordinasikan tim yang ada dalam setiap pekerjaan yang diambil. Keahlian memimpin tim yang baik akan membangkitkan gairah tim untuk bekerja sama dengan baik. Selain itu, dalam fungsi ini, manajer akan memberikan arahan yang jelas untuk diikuti bawahan dan membantu bawahan memahami peran yang harus mereka mainkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi serta mengatur anggota organisasi agar dapat menjalankan perannya masing-masing. 

Kematian tragis Bradley menjadi klimaks pertentangan 2 karakter berlawanan antara Susan dengan Ford. Dimana Ford sangat menentang usulan Susan kepada Elaine Crocker sang Bos untuk menjadi agen pengganti Bradley dalam tugas menemukan Rayna dan nuklirnya. Elaine dihadapkan dengan dilematis fakta bahwa Rayna sudah mengetahui semua data agen  yang terdaftar di CIA. Akhirnya, Elaine memberikan kesempatan kepada Susan untuk memulai pekerjaanya sebagai agen lapangan dengan batasan tugas hanya melacak dan melapor, mengingat kekhawatiran pengalaman dan kemampuan susan yang masinh minim. Ditambah lagi tekanan Ford yang menganggap remeh kemampuan Susan menjadi pertimbangan Elaine untuk membatasi peran Susan di lapangan. Keputusan Elaine berbuntut pengungunduran diri Ford sebagai ekspresi kekecewaannya.

D. Pengendalian (Controlling)

Pada fungsi ini, tugas manajer adalah mengevaluasi seberapa baik organisasi dalam mencapai tujuannya dan juga membantu organisasi dalam menentukan tindakan perbaikan atas kinerja yang kurang baik. Pengendalian dilakukan agar manajer dapat terus mengetahui dan memantau setiap perkembangan yang terjadi di dalam organisasi. Apabila terdapat ancaman yang bisa mengganggu perjalanan menuju tujuan organisasi, manajer dapat segera langsung memikirkan strategi tindak lanjutnya agar tidak menjadi hambatan dalam berkembang. 

Poin yang dapat diperoleh dari fungsi ini adalah kemampuan untuk mengukur kinerja secara akurat dan mengatur efektivitas dan efisiensi organisasi. Untuk mempertajam fungsi pengendalian ini, manajer harus memutuskan tujuan mana yang akan diukur – dengan mempertimbangkan produktivitas, kualitas, atau tanggapan yang kembali kepada kita – dan manajer juga harus mampu menyusun sistem pengendalian yang dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saat menilai kinerja pada akhir pekerjaan.

Pada film ini banyak sekali menyajikan upaya controlling dan evaluasi perjalanan mencapai tujuan organisasi. Pengendalian vertikal dapat kita lihat pada adegan dimana Elaine berkali-kali mengingatkan Susan untuk tidak melenceng dari penugasan melacak dan melapor. Elaine juga melakukan evaluasi strategi mengantisipasi bocornya informasi agen  yang terdaftar di CIA, yang diketahui oleh Rayna. Elaine segera mengganti formasi tim yang ditugaskan guna mencegah kegagalan terjadi. Pengendalian horizontal pun terjadi pada adegan dimana Ford berkali-kali mengingatkan Susan akan keterbatasannya agar Susan jangan bertindak berlebihan. Sementara Susan pun mengingatkan Ford untuk tidak ikut campur lagi mengingat identitasnya sebagai agen sudah diketahui, ditambah lagi Ford sudah tidak berstatus agen aktif semenjak pengunduran dirinya. Kondisi tersebut tanpa disadari telah membentuk sistem pengendalian sesama rekan kerja. Moment of truth pengukuran efektifitas dan efisiensi kinerja dapat kita lihat pada saat Susan berhasil membekuk salah anak buah De Luca serta mendapatkan berbagai petunjuk penting melalui kamera yang direbutnya. Ford mulai menyadari kepiawaian Susan, namun masih gengsi mengakuinya. Dengan evaluasi tersebut, tim menilai keputusan menugaskan Susan ke lapangan berpotensi berhasil mencapai tujuan organisasi, maka Elaine sang bos memberikan kepercayaan kepada Susan untuk menindaklanjuti misi ke Roma, Italia.

 

II. MANAGERIAL ROLES

Teori Lingkungan Organisasi, pada pandangan sistem terbuka oleh Daniel Katz menyatakan Pandangan Sistem Terbuka adalah Suatu sistem yang mengambil sumber daya dari lingkungan luarnya dan mengubahnya menjadi barang dan jasa yang kemudian dikirim kembali ke lingkungan itu untuk dibeli oleh pelanggan. Dimana hal ini termasuk dalam cara Susan membantu perusahaan nya melakukan perannya yang secara sukarela menjadi agen lapangan dalam menggantikan tugas dari agen Bradley yang diduga telah gugur dalam menjalankan misinya tersebut.

Henry Mintzberg mengidentifikasi peran seorang manager menjadi tiga yaitu Decisional dengan peran spesifik Entrepreneur, Disturbance Handler, Resource Allocator dan Negotiator Lalu Interpersonal dengan peran spesifik Figure head, Leader, dan Liaison dan Informational (Monitor, Disseminator, dan Spokesperson). Didasarkan pada indetifikasi peran yang di kembangkan oleh Mintzberg, karakter pada film tersebut Susan Cooper, Rick Ford dan Elaine Crocker memiliki peran yang bisa disarikan sebagai berikut:

Tabel 1. Analisis Managerial Roles Film Spy (2015)

Managerial Roles

Susan Cooper

Rick Ford

Elaine Crocker

Decisional

Disturbance Handler. Susan sebagai seorang eksekutor, bertindak cepat dalam menggantikan posisi partnernya (agen Bradley) yang tidak dapat melanjutkan misinya.

Negotiator. Rick sebagai former Agen Field juga menjalankan misi yang sama dengan Susan. Ia bisa bernegosiasi dengan baik sehingga dapat dipercayai untuk mengemban tugas sebagai back up strategi untuk mengcover Susan.

Resource Allocator. Elaine sebagai manager Susan, mengabulkan permintaan Susan untuk menggantikan tugas Agen Bradley. Tentunya dengan berbagai macam back up plan yang sudah dia rencanakan karena ia belum yakin sepenuhnya dengan kemampuan Susan.

Interpersonal

Liaison. Dalam menjalankan misinya Susan mampu berkolaborasi dengan baik bersama timnya dari berbagai budaya yang berbeda (negara). Ia mampu menciptakan ide-ide kreatif dalam mengeksekusi misinya, sehingga ketika menemui kegagalan, ia tidak mudah menyerah. 

Figurehead. Rick adalah sosok yang keras dan merasa tidak ingin disaingi, hal itu menjelaskan mengapa ia tidak ingin bekerja sama dengan Susan dalam setiap menjalankan misinya.

Leader. Walaupun Elaine sangatlah arrogant terhadap Susan, namun Elaine mampu mengolah data yang ia dapat pada fakta di lapangan dengan cepat dan merumuskan strategi.

Informational

Disseminator. Menyampaikan semua hasil eksekusi di lapangan sesuai dengan kenyataan, walaupun ia terkadang gagal dalam mengeksekusi misinya tersebut.

Spokeperson. Berusaha untuk menggagalkan rencana transaksi penjualan koper nuklir dengan menggunakan strateginya sendiri, tanpa melibatkan Susan dan melapor kepada atasan yang mengutusnya.

Monitor. Mengevaluasi hasil kinerja Susan sesuai dengan fakta lapangan yang ia terima.

Sumber : Analisis Penulis Berdasarkan Buku Contemporary Management

 

III. PILIHAN MANAGEMENT THOUGHT

Evolusi manajemen modern dimulai pada dekade-dekade terakhir abad ke-19, setelah revolusi industri melanda Eropa dan Amerika. Dalam iklim ekonomi baru, manajer dari semua jenis organisasi politik, pendidikan dan ekonomi mencoba menemukan cara yang lebih baik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Banyak perubahan besar dari aspek ekonomi, teknis dan budaya yang sedang terjadi sebagai contoh .  Berikut akan dijelaskan  bagaimana kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dengan meggunakan  evolusi teori manajemen.

Gambar 2. The Evolution of Management Theory

Sumber : Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George, 2020

Management Thought  penulis memilih mengambil dari Administrative Management Teory dengan penggunaan Prinsip Management Fayol`s dan Behavioral Management Teory dengan penjelasan sebagai berikut :

Tabel 2. Analisis Management Thought  Film Spy (2015)

 Sumber : Analisis Penulis Berdasarkan Buku Contemporary Management

 

SOLUSI KARAKTER AGAR MENCAPAI KINERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

I. FOUR TASK MANAGEMENT

  1. Susan Cooper
    • Kendati susan nampak bersedia untuk melaksanakan penyamaran yang cenderung tidak sesuai harapannya, bahkan mempermalukannya, sesungguhnya Susan memiliki krisis kepercayaan diri terhadap kemampuannya karna lingkungan kerja yang kerap meragukannya. Susan sebaiknya meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mengkomunikasikan kemampuannya yang tentunya memberikan kontribusi  kepada organisasi. Hal tersebut membantu manajemen dalam langkah pengorganiasian sehingga mencapai kondisi ideal right man in the right place pada proses pendelegasian wewenang dan tugas individu. 
    • Susan sebaiknya memisahkan emosionalnya dengan profesi pekerjaan. Dalam adegan, Susan ditampilkan menyimpan perasaan kepada rekan kerjanya yang berdampak emosinya naik turun. Hal tersebut dapat berpengaruh buruk kepada langkah manajemen pada proses pengarahan dalam langkah motivating untuk membangkitkan gairah tim bekerjasama dengan baik serta menjalankan peran individu dalam organisasi secara profesional. 
  2. Rick Ford
    • Dalam beberapa adegan, Ford nampak memposisikan dirinya sebagai First Line Manager terhadap Susan dengan sikapnya yang arogan seolah-olah mengawasi kinerja Susan. Hal tersebut didorong oleh karakter superior dan cenderung menganggap remeh rekan kerja. Ford harus mengubah karakter tersebut, karna bertentangan dengan keberagaman tenaga kerja yang wajib memperlakukan sumber daya manusia secara adil. Karakter seperti ini sangat berpengaruh buruk pada lingkungan kerja. 
    • Ford disarankan menjaga etika berorganisasi dan tanggung jawab sosial. Pada film, Ford nampak menunjukkan attitude yang tidak baik terhadap atasan,  digambarkan pada adegan ketika ia memaksakan kehendak dengan intimidasi ancaman mengundurkan diri bila Susan diterjunkan ke lapangan. Ford yang memposisikan dirinya sebagai First Line Manager harus menjadi role model yang baik kepada bawahannya dengan mengedepankan diskusi positif melalui proses mendengar dan mengajukan usulan yang santun. 
  3. Elaine Crocker
    • Peran Elaine digambarkan dalam film sangat kental sebagai Middle ManagerDimana Elaine bertanggung jawab dalam menemukan strategi yang selalu baru untuk dapat mengatur sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Sayangnya terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Elaine harus memperbaiki kemampuan leading nya, dimana kualitas keahlian komunikasi manager menjadi area yang perlu diperbaiki. Sikap Elaine kepada Susan dalam komunikasi antara atasan – bawahan cenderung merendahkan dan kasar yang berdampak buruk pada kepercayaan diri bawahan. 

Pada Four Tasks of Management, pengendalian (Controlling) diulas pada urutan terakhir. Namun pengendalian adalah bentuk upaya mitigasi resiko yang sejatinya di perhatikan sejak awal. Elaine sebagai manager harus menjadi planner sekaligus strategist, dimana peluang di masa datang akan datang bersamaan dengan kemungkinan resiko negatif. Seandainya saja Elaine memperhatikan alokasi sumber daya manusia pada tahap Planning, Potensi Susan sejak awal sudah dapat terdeteksi melalui empowerment teams. Praktis, regenerasi organisasi menjadi lebih mulus dan proses penugasan tanggung jawab tertentu pasti lebih mudah.

 

II. MANAGERIAL ROLES

Di bawah ini merupakan saran dan solusi yang dibutuhkan oleh Rick Ford untuk tidak meremehkan seseorang berdasarkan penampilan fisiknya saja, namun melihat kemampuan dan potensi yang bagus yang terpendam dalam diri seseorang tersebut. Hal ini tentunya akan lebih menguntungkan bagi dirinya dan perusahaan tempat ia akan bekerja selanjutnya. Ada juga beberapa saran untuk Susan Cooper dan Elaine Crocker agar dapat bekerja sama sebagai partner di perusahaan Agen Rahasia CIA lebih efektif.

 Tabel 3. Solusi Managerial Roles Film Spy (2015)

Managerial Roles

Susan Cooper

Rick Ford

Elaine Crocker

Decisional

Secara umum Susan telah mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai agen pengganti yang cepat tanggap. Susan hanya perlu berlatih untuk tidak ceroboh dalam pengambilan keputusan pada setiap aksinya agar bisa mendapatkan pengakuan dari atasannya sebagai seorang field agent yang kompeten.

Rick Ford  merupakan seorang executor yang gegabah dan kurang perhitungan. Sehingga Rick Ford sebaiknya selalu membuat rencana cadangan setiap akan menjalankan misinya. Hal ini berguna untuk menjaga keberlangsungan misi tersebut hingga sukses. 

Elaine merupakan seorang decision maker yang arrogant. Elaine merasa paling benar dan sulit menerima masukan dari Susan, padahal mereka sama-sama merupakan Top Agent di angkatannya. Sebaiknya Elaine tidak terlalu buru- buru menilai/membuat keputusan bahwa susan sebagai seseorang yang hanya cocok menjadi supporting agent. 

Interpersonal

Tidak banyak yang harus dikomentari dari sisi interpersonal Susan, namun satu yang harus diperbaiki dari sikap Susan yang terlalu mencampurkan urusan pribadi kedalam kepentingan perusahaan. 

Rick merupakan pribadi yang bermulut besar dan selalu meremehkan kompetitornya. Hal ini tentunya harus dikuranginya dalam setiap misinya, ia harus bisa belajar untuk berpikir sebelum banyak berbicara, serta bisa mempelajari dan tidak meremehkan kompetitornya begitu saja.

Sebagai leader di perusahaan, Elaine seharusnya mempunyai sikap yang terbuka, terutama dalam mengambil keputusan. Ia harus bisa merangkul semua bawahannya dengan cara yang baik, sekalipun itu Susan yang masih belum berpengalaman pada bidangnya menjadi seorang Field Agent.

Informational

Susan seharusnya bisa mempelajari banyak informasi mengenai taktik penyamaran yang lebih profesional, agar misinya bisa berjalan lebih mulus tanpa akhirnya diketahui indentitas aslinya sebagai seorang field agent oleh Rayna.

Rick merupakan pribadi yang ambisius, sehingga sebaiknya ia bisa memanfaatkan wataknya tersebut untuk mencari banyak informasi yang berguna dalam menyukseskan misinya, daripada sibuk membuktikan kepada orang banyak bahwa dirinya sangatlah kompeten. 

Sebaiknya Elaine mencari tahu informasi lebih banyak mengenai orang yang akan ia berikan tugas, daripada menggangap remeh orang tersebut sebelum melihat track record baik yang dimilikinya.

  Sumber : Analisis Penulis Berdasarkan Buku Contemporary Management

III. PILIHAN MANAGEMENT THOUGHT

Tabel 4. Solusi Management Thought Film Spy (2015)

  Sumber : Analisis Penulis Berdasarkan Buku Contemporary Management

DAFTAR PUSTAKA

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management. 11th Edition. New York : McGraw-Hill Education.

THE PRODIGY TEAM

  1. Andrew Parulian Manik
  2. H. J. Panahatan
  3. Rezki Arnita
  4. Yohana Olivia Yulistha

SPY MOVIE (2015) OFFICIAL TRAILER ON YOUTUBE


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format