The Devil Wears Prada : Manajemen dan Budaya

Andrea Sachs dan pekerjaan barunya dalam perusahaan fashion, bagaimana budaya perusahaan tempat ia bekerja?


0

Andrea Sachs atau yang akrab disapa sebagai Andy adalah seorang jurnalis yang merupakan lulusan dari Northwestern University. Ia menggantung mimpinya untuk bekerja di perusahaan publikasi New York City, namun, keberuntungannya berkata lain, ia diterima kerja menjadi seorang asisten Miranda Priestly, seorang pemimpin redaksi majalah fashion Runway. Ia terkenal dengan sikap yang keras, namun, sangat berdedikasi untuk pekerjaannya. Selera Andy dalam fashion sangat buruk, ia pun juga tidak memiliki berlatar pendidikan jurnalis. Ia sempat diremehkan ketika bekerja di Runway oleh Miranda, maupun asisten utamanya, Emily Charlton dan Nigel. Andy memiliki style berpakaian yang sangat berbeda 180 derajat, jika dibandingkan dengan semua pegawai di Runway. Walaupun ia diremehkan, tetapi Andy merupakan pribadi yang cerdas yang membuatnya diterima di majalah Runway.

Menjalani kehidupannya di bidang fashion, ia harus menyesuaikan budaya kerja yang ada di Runway. Bukan perkara mudah tentunya bagi Andy untuk move on dan menyesuaikan dengan situasi di Runway. Andy harus belajar banyak hal yang berbeda dari ilmunya di kampus dulu. Pekerjaannya di Runway bukan seperti Personal Assistant, bahkan lebih mirip seperti pesuruh. Membelikan kopi setiap pagi, tanggap pada panggilan telepon kantor, multitasking, dan harus tahan banting dengan atasan yang galak, terlebih lagi seniornya, yang tidak sabar dengan cara kerja Andy yang lambat. Ia sadar harus bisa menghadapi semuanya dalam waktu bersamaan untuk menyelesaikannya secara sempurna. Andy merasa tidak pernah diapresiasi hasil kerjanya di Runway selama bekerja beberapa bulan. Ia selalu dihujat ketika melakukan kesalahan. Kesedihannya berhenti ketika Nigel menyadarkannya untuk tetap menjadi pribadi yang kuat dan tidak cengeng.

Andy merasakan gejolak pada hatinya bahwa ternyata beban pekerjaan di Runway mempengaruhi kehidupan pribadi dan sosialnya. Pada awalnya, ada perasaan bangga di depan teman-temannya, namun, perlahan berubah menjadi sikap cuek dan selalu mendahulukan pekerjaannya dibandingkan urusan dengan teman-temannya karena panggilan dari kantornya yang cukup tak mengenal waktu. Nate, pacar Andy, sudah berulang kali memperingatkan Andy untuk keluar dari hal yang tidak membuat Andy nyaman agar tidak bertentangan dengan idealisme dan prinsipnya, namun, Andy merasa bahwa ini adalah bagian dari proses yang harus dijalankan, jika Andy ingin mencapai mimpinya bekerja di New York City Publication.

Film ini berujung pada cerita Andy yang keluar dari Runaway dan ia memberikan koleksi baju parisnya pada Emily. Emily memberikan suatu wejangan bagi the next Emily di sampingnya. “Kamu memiliki sepatu yang besar untuk di isi” yang artinya kurang lebih Ia harus bekerja sebaik dan seperti sepatu pendahulunya atau orang yang bekerja sebelumnya di tempat tersebut yaitu Andy.

Gambar 1. Faktor yang mempengaruhi struktur organisasi
Sumber : Jones and George (2020)

Kesalahan mengenai struktur organisasi

Kesalahan mengenai struktur organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor tertentu. Faktor tersebut yaitu :

  1. Organizational Environment

Lingkungan organisasi yang ada di film Devil Wears Prada merupakan lingkungan kerja yang sangat professional. Miranda, bos Andy memiliki sifat yang sangat perfeksionis, disiplin, dan tepat waktu. Ia memiliki etos kerja yang tinggi. Semua karyawan yang ada di lingkungan kantornya pun juga mengikuti gaya kerjanya, tetapi ketika Miranda tidak ada di kantor, para karyawan bebas melakukan apa saja di luar job description mereka. Andy yang merupakan karyawan baru, ia berusaha untuk menyeimbangkan gaya Miranda memimpin perusahaan Runaway. Pada akhirnya, Andy sudah beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka. Miranda yang tegas dan tidak mentolerir segala kesalahan yang ada pada pekerjaan yang dilakukan oleh asisten-asistennya. Terkadang, Miranda sebagai atasan sangat bossy dan tidak mendengarkan karyawan-karyawannya ketika rapat atau mengambil keputusan. Ia memimpin dengan gaya satu arah kepada karyawannya. Para karyawan di Runaway juga dituntut untuk memakai baju yang modis dan fashionable. 

  1. Technology

Teknologi yang digunakan demi menunjang pekerjaan di Runaway sudah sangat canggih. Contohnya saja, asisten-asisten Miranda sudah menggunakan komputer dari perusahaan yang sudah tidak diragukan lagi yaitu apple. Selain itu, untuk mereka sangat mudah untuk berkomunikasi didukung karena adanya handphone dan email. Semua pekerjaan mereka menjadi lebih mudah dengan alat-alat komunikasi tersebut dan perangkat canggih yang digunakan. Tidak diragukan lagi bahwa etos kerja para karyawan di Runaway tergolong tinggi, disiplin, dan tepat waktu.

  1. Human Resources

Di Prada terlihat adanya deskripsi jabatan yang tidak jelas mengenai fungsi dan tanggung jawab karyawan, hal ini terlihat dari pekerjaan yang dilakukan Andrea yang masih belum relevan dengan posisinya sebagai asisten Miranda, dimana Andrea harus mengerjakan pekerjaan yang benar-benar diluar tanggung jawabnya seperti mengantarkan laundry ke rumah Miranda dan harus membelikan kebutuhan-kebutuhan anak Miranda, sehingga sangat jelas terlihat bahwa Andrea sering mengalami kecemasan dan kekecewaan dalam bekerja hal ini berdampak pada emosi Andrea yang tidak bahagia.

  1. Strategy

Strategi yang digunakan oleh Miranda untuk memimpin perusahaan merupakan cara kerja yang profesional. Menurut analisa, Miranda tidak mengedepankan pendapat orang lain dalam hal bekerja. Hal ini yang membuat hampir semua asisten kedua Miranda cepat melakukan resign. Tidak ada jam kerja yang jelas dan harus sigap atau tanggap jika dihubungi juga menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi dalam bekerja. Walaupun pekerjaan asisten melelahkan, tetapi Miranda seharusnya memberikan kelonggaran lebih untuk asistennya agar ia mempunyai waktu lebih luang untuk kehidupan pribadinya. Selain itu, ia juga memaksakan kehendak orang lain yang harus sesuai dengan keinginannya. Strategi dalam perusahaannya memang baik, tetapi jika dilanjutkan kurangnya unsur komunikasi antar pegawai dan atasan juga dapat mempengaruhi cara kerja mereka. Karyawan yang tidak cocok dengan budaya atau cara kerjanya akan lebih cepat menyerah untuk melakukannya. Di sisi lain, Miranda juga termasuk menjadi orang yang sangat pemilih dalam mencari relasi. Seperti misalnya, jika ada acara fashion show atau pesta, ia sangat memperhatikan siapa tamu yang akan diundang dan mengatur orang-orang penting yang akan duduk satu meja dengannya. Hal ini juga merupakan strategi dalam bisnis dan perusahaan untuk menjalin relasi yang lebih besar lagi tentunya dengan para desainer, redaktur, pengusaha, hingga penanam modal saham perusahaan yang ada di dalam film tersebut. Strategi ini juga cukup baik untuk dilakukan karena mengingat bahwa dalam dunia pekerjaan, membangun relasi merupakan hal yang penting untuk sebuah perusahaan.

Kesalahan Mengenai Budaya

Gambar 2. Sumber daya yang ada pada budaya organisasi
Sumber : Jones and George (2020)

  1. Characteristic of organizational members 

Organizational Members

Characteristic

Miranda Priestly

Miranda adalah seorang pemimpin yang otoriter, ambisius, sangat menekankan orientasi pada tugas-tugas tanpa memperhatikan kebahagian karyawannya. Bagi Miranda, karyawan hanyalah alat untuk mencapai tujuannya serta ia akan melakukan segala cara untuk meningkatkan reputasi Prada dimata fashion dunia. Sikapnya sangat perfectionist, suka menghina bawahan secara langsung dan selalu menunjukan powernya dengan tidak mentolerir sedikitpun kesalahan yang dilakukan bawahannya. Namun, dibalik sikapnya yang sangat otoriter, ia memiliki permasalahan pribadi yang cukup kacau, pernikahan pertama dan keduanya harus berakhir dengan perceraian. Kegagalan dalam membina rumah tangga membuat mengalami beban psikologis namun apa yang ia rasakan dirumah selalu ia tutupi dengan sikapnya yang sangat tegas terhadap bawahannya.

Nigel

Nigel adalah penasihat Miranda, ia adalah orang yang pandai menyesuaikan diri dengan keadaan, memiliki standar kerja, cukup mampu memberikan masukan terhadap rekan kerja yang sedang berkeluh kesah, memiliki semangat kerja yang tinggi namun dibalik semua itu, ia juga sering merasa lelah dengan gaya kepemimpinan Miranda sehingga selalu ada keinginan dari dirinya bahwa suatu hari nanti, ia akan bisa menjadi lebih baik dari Miranda.

Andrea Sachs

Andrea adalah wanita yang penuh semangat, pandai bergaul, pintar, ramah, memiliki keyakinan diri yang tinggi, selalu berfikir positif baik dengan atasan, rekan kerja bahkan pekerjaan yang sering tidak wajar harus ia kerjakan karena tidak sesuai dengan pekerjaan posisi jabatannya sebagai sekretaris / asisten Miranda.

Emily

Emily adalah karyawan yang sangat berambisi untuk menggapai mimpinya (pergi ke paris), baginya pekerjaan adalah sarana untuk selalu tampil modis dan trendi, ia akan sangat terlihat disiplin jika ada Miranda sehingga dalam melakukan pekerjaan cenderung terlihat tegang, ia juga karyawan yang cerdas dan cukup optimis dalam berpikir.

  1. Organizational ethics

Kode etik perusahaan majalah Runaway memiliki kode etik untuk selalu profesional dan fashionable. Tepat waktu dan disiplin juga menjadi perusahaan majalah fashion ini. Hal tersebut merupakan aturan dasar dan yang dijunjung tinggi perusahaan untuk berpegang teguh terhadap brand loyalty. Para karyawan di film Devil Wears Prada menjunjung kode etik ini, terlebih lagi Runaway merupakan perusahaan impian. Hanya saja, kode etik perusahaan yang menjunjung profesionalitas karyawan menjadikan karyawan tidak terlalu punya banyak waktu luang untuk kehidupan pribadinya. Jika permasalahan ini terus berlanjut, karyawan tidak punya batasan antara kehidupan pribadinya dan kehidupan karier.

  1. The employment relationship

Pada film The Devil Wears Prada kesempatan setiap karyawan untuk melakukan relasi sosial menjadi terhambat karena tingkat aktivitas pekerjaan yang sedemikian padat dan mekanis. Akibatnya, karyawan sama sekali tidak bisa menjalin hubungan sosial yang baik. Hal ini tergambar jelas dalam beberapa peristiwa ketika Andrea sudah selesai jam kerja dan  sedang berkumpul dengan teman-temannya namun secara tiba-tiba harus segera memenuhi panggilan Miranda yang diluar jam kerja lalu saat hari libur ketika ia bersama ayahnya secara tiba-tiba harus segera melaksanakan tugas yang diperintahkan Miranda. Sedangkan Miranda, dalam memimpin hanya berorientasi pada tugas tanpa ada perilaku yang memperlihatkan hubungan sosial yang baik terhadap bawahannya.

  1. Organizational structure

Struktur organisasi perusahaan terdiri dari atasan yang merupakan pimpinan redaktur majalah Runaway, yaitu Miranda. Ia dibantu oleh kedua asisten pribadinya yaitu Emily dan Andy. Adapun Nigel sang penata gaya untuk majalahnya yang juga ikut membantu Miranda dalam menjalankan perusahaan majalah fashion Runaway tersebut. Tanggung jawab Miranda sebagai pimpinan redaktur majalah tersebut sudah mencerminkan pimpinan yang baik, yaitu disiplin, bertanggung jawab, tepat waktu dan tegas, tetapi permasalahannya terdapat pada sikapnya yang otoriter dalam memimpin dan cenderung tidak mendengarkan orang lain. Kedua asistennya juga memiliki dedikasi yang tinggi dalam job descriptionnya, tetapi permasalahannya kedua asisten tersebut tidak mempunyai job description yang jelas untuk melakukan tugasnya. Adapun permasalahan yang lain yaitu masalah pengangkatan jabatan atau promosi didasarkan orang-orang yang lebih menguntungkan perusahaan, seperti relasi Miranda yang akan membawa keuntungan bagi perusahaan dibandingkan Nigel, yang sudah setia bekerja selama 18 tahun untuk majalah Runaway. Ia gagal dipromosikan karena Miranda memberikan job atau jabatan tersebut kepada relasinya yang lebih menguntungkan.

Kontrol yang digunakan organisasi/perusahaan

Gambar 3. Jenis-jenis kontrol dalam perusahaan
Sumber : Jones and George (2020)

Input Stage

Pada tahap input, manajer menggunakan kontrol feedforward untuk mengantisipasi masalah sebelum muncul sehingga masalah tidak muncul kemudian selama proses konversi. Miranda mempekerjakan Andrea karena ingin mencoba hal baru yaitu mempekerjakan seseorang yang tidak seperti karyawan yang ia rekrut pada umumnya, yaitu berpenampilan modis dan sangat memperhatikan fashion. dengan harapan Andrea dapat memberikan suasana baru yang berguna pada perusahaan Runway.

Conversion stage

Pada tahap konversi, kontrol bersamaan memberi manajer feedback langsung tentang seberapa efisien masukan diubah menjadi keluaran sehingga manajer dapat memperbaiki masalah yang muncul. Pada kenyataannya, Miranda terus memperhatikan sikap Andrea yang tidak mau berbaur mengikuti budaya yang ada pada perusahaan Runway. Hingga akhirnya Andrea meminta pendapat kepada Nigel apa yang harus dilakukan agar Miranda mau bekerja dengan lebih baik kepada dirinya. Andrea mengikuti feedback yang diberikan oleh Nigel untuk mengikuti budaya perusahaan yang ada pada Runway dan akhirnya Andrea dapat berbaur dan menarik perhatian Miranda.

Output stage

Pada tahap output, manajer menggunakan kontrol feedback untuk memberikan informasi tentang reaksi pelanggan terhadap barang dan jasa sehingga tindakan korektif dapat diambil jika diperlukan. Miranda memberikan contoh bagaimana menjadi pemimpin yang baik jika ingin bekerja sebagai redaktur di majalah. Gaya kepemimpinan Miranda cukup mengubah Andy menjadi sosok yang lebih fashionable dan up-to-date mengenai fashion. Selain itu, Andy menjadi seseorang dengan pribadi yang lebih baik, lebih tepat waktu, dan disiplin, tetapi permasalahannya, perusahaan terlalu memberikan kontrol yang berlebihan terhadap hidup Andy, sehingga ia merasa menjadi individu yang lebih berbeda jika dibandingkan sebelumnya.

Struktur Organisasi

Gambar 4. Level Organisasi
Sumber : jones and George (2020)

Dalam film The Devil Wears Prada tidak terlalu menjelaskan mengenai struktur yang digunakan oleh perusahaan Runway dan yang paling mendekati adalah perusahaan Runway menggunakan flat organizational hierarchy, namun terlihat bahwa Miranda adalah pemimpin yang membawahi bidang lainnya seperti design, makeup, dan produksi. Dapat dilihat pula bahwa Miranda Priestly adalah seorang manajer yang memiliki karakter kepemimpinan yang terfokus pada style pacesetting dimana seorang pemimpin menerapkan standar tinggi dalam pelaksanaan pekerjaan dan memiliki sikap “kerjakan apa yang saya kerjakan sekarang”. Pemimpin jenis ini cenderung ingin pekerjaannya diselesaikan sebaik mungkin dengan waktu sesingkat mungkin, sehingga pekerja dengan performa kerja rendah dapat dengan cepat diidentifikasi dan diganti bila tidak memenuhi standar. Hal yang perlu diperhatikan dalam struktur organisasi Runway adalah

  1. Lingkungan Organisasi

Salah satu hal terpenting dalam sebuah perusahaan adalah mampu memaparkan detail pekerjaan kepada bawahannya dan membuat aturan jam kerja yang efektif dan efisien. Dalam film terlihat bahwa perusahaan Runway tidak memiliki job desk yang jelas terhadap karyawannya dimana pekerjaan mereka tumpang tindih satu dengan lainnya dan jam kerja yang tidak jelas baik dari waktu lembur maupun waktu di akhir pekan. Dengan menentukkan struktur jabatan, pekerjaan, dan penentuan jam kerja yang tepat, perusahaan runway dapat lebih tertata dengan baik.

Selain itu, Lingkungan organisasi yang diciptakan di perusahaan Runway ini cenderung tidak sehat karena karyawan yang bekerja memiliki beban yang cukup tinggi akibat tuntutan pemimpin yang harus dikerjakan sebaik mungkin. Seharusnya, pemimpin mengutamakan kesejahteraan karyawannya agar output yang diciptakan menguntungkan segala pihak. 

  1. Strategi

Runway sudah memiliki reputasi dan brand loyalty yang tinggi sehingga mereka cukup mempertahankan dan meningkatkan client supaya perusahaan tersebut dapat berkembang lebih pesat, mampu menambah keuntungan, dan nilai perusahaan. Sehingga yang harus dilakukan adalah mengurangi error baik dari segi internal maupun eksternal. 

  1. Teknologi

Film ini diproduksi pada tahun 2006 sehingga penggunaan teknologi dalam praktek organisasi kurang dominan. Komunikasi secara langsung lebih diutamakan antar atasan dan bawahan sehingga pesan yang disampaikan jarang mengalami salah paham. Jika dikaitkan dengan teknologi yang berkembang saat ini, perusahaan Runway dapat membuat sistem berbasis aplikasi yang didukung menggunakan internet agar seluruh pekerjaan dapat terintegrasi dengan baik dan Miranda sebagai manajer Runway dapat memantau seluruh pekerjaan karyawan sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk kemajuan perusahaan. 

  1. Sumber Daya Manusia

Penggunaan sumber daya manusia yang tepat dapat meningkatkan efektifitas dari sebuah perusahaan. Dalam film The Devil Wears Prada, Miranda Priestly sebaiknya membuat struktur jabatan agar dapat memaksimalkan potensi dari sumber daya manusia yang tersedia dalam perusahaan tersebut. 

Budaya

Setiap hari seluruh karyawan Runway dihadapkan dengan Miranda yang memiliki sifat perfectionist dimana hal ini dapat membuat jenuh dan menurunkan produktivitas kerja dari karyawan Runway. Hal yang dapat dilakukan perusahaan Runway adalah menyampaikan visi dan misi secara jelas dan dapat dipahami oleh seluruh karyawan sehingga setiap karyawan akan termotivasi untuk menjalankan visi dan misi tanpa ada rasa terpaksa. Kemudian Runway dapat melakukan pergantian manajer yang baru agar menciptakan suasana yang lebih fresh dan tidak monoton sehingga karyawan menjadi lebih termotivasi dari sebelumnya. 

Kontrol Perusahaan yang sebaiknya dilakukan

Gambar 5. Langkah-langkah dalam controlling
Sumber : Jones and George (2020)

Langkah pertama yang dapat dilakukan perusahaan Runway adalah menetapkan standar kinerja, sasaran, dan target yang menjadi dasar dari penilaian evaluasi kinerja. Dalam hal ini manajer Runway yang menentukan dan menetapkan standar kinerja untuk seluruh perusahaan ataupun bagiannya seperti divisi, fungsi atau individu. Setelah manajer Runway menentukan standar untuk mengevaluasi kinerja karyawannya, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengukur performa karyawannya tersebut berdasarkan standar yang telah ditentukan dalam langkah pertama. Kemudian manajer membuat perbandingan antara aktualisasi kinerja dengan standar penilaian yang sudah ditetapkan. Terakhir, manajer Runway mengevaluasi dan mengoreksi output yang belum tercapai. 

Gambar 6. Tipe dan mekanisme pada kontrol perusahaan Sumber : Jones and George (2020)

Dari berbagai macam tipe kontrol, perusahaan Runway di film The Devil Wears Prada menganut ketiga sistem kontrol dimana kontrol tersebut saling berkaitan ketika anggota tim baik atasan maupun bawahan bekerja sama untuk mencapai visi perusahaan. 

Sebenarnya kontrol yang sudah dilakukan perusahaan Runway sudah baik namun perlu dilakukan evaluasi terutama dalam penentuan divisi yang bertanggung jawab akan tugasnya masing-masing dan tidak menitik beratkan semua pekerjaan kepada asisten pribadi manajer. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan keahlian yang dimiliki masing-masing karyawan. Dengan begitu kinerja ini akan membuat Runway menjadi efektif dan efisien.

Tahapan Perubahan yang Sebaiknya Dilakukan oleh Perusahaan/Organisasi

Gambar 7. Tahapan yang dilakukan oleh perusahaan
Sumber : Jones and George (2020)


Diceritakan di dalam film The Devil Wears Prada bahwa Runway merupakan perusahaan majalah terkemuka di bidang fashion, perusahaan tersebut menjadi tolak ukur perkembangan fashion di dunia, kesuksesan perusahaan Runway berasal dari peran pemimpinnya yaitu Miranda yang sangat menguasai tentang fashion dan peran dari Miranda memiliki pengaruh besar terhadap kinerja keseluruhan perusahaan Runway. Miranda merupakan pemimpin otoriter yang sangat perfectionist, terdapat beberapa scene yang memperlihatkan sikap kepemimpinan Miranda yaitu ketika Andrea sedang melamar kerja. Bersamaan dengan waktu wawancara, ketika itu juga Miranda berangkat ke kantor lebih awal dan semua karyawan yang ada di perusahaan Runway terlihat panik dan membereskan semua barang yang ada di meja masing-masing karyawan. Tidak hanya merapikan meja kerja namun karyawan juga berdandan dan mengganti sepatu flat mereka dengan sepatu hak tinggi. Dari sini kita dapat melihat bahwa Miranda sangat berhasil dalam menciptakan budaya kerja yang sesuai dengan keinginan pimpinannya.

Assess the need for change

Dalam film The Devil Wears Prada, kita dapat menilai bahwa apapun yang dilakukan Miranda ketika bekerja dianggap benar oleh karyawannya. Hal tersebut terlihat ketika Miranda meminta apapun ke asisten-asistennya dan selalu terpenuhi, hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan pun dipenuhi oleh asistennya. Miranda juga merupakan orang yang sangat detail, ia melihat seseorang dari bentuk tubuh dan cara berpakaian orang tersebut. Hal-hal diatas tertanam di benak seluruh karyawannya begitu juga pada Andrea yang mana ia adalah orang baru di perusahaan Runway namun ia berusaha untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh Miranda. Tentunya hal ini akan menjadi masalah yang besar untuk perusahaan Runway di masa depan ketika ditinggal oleh sosok yang kuat seperti Miranda.

Decide on the change to make

Miranda menanamkan mindset kepada seluruh karyawan yang bekerja di Runway bahwa fashion merupakan tolak ukur seseorang peduli terhadap dirinya sendiri atau tidak. Hal ini membuat seluruh karyawan Runway juga mengikuti perkembangan fashion di dunia, sehingga ketika nanti mode fashion berubah maka perusahaan Runway sudah mengetahuinya dari awal dan bisa menjadi bahan ulasan di majalah Runway. Mindset tersebut sudah mengakar di benak karyawan sehingga sudah menjadi budaya yang tercipta di Runway, hal itu terlihat ketika Emily dan Nigel pertama kali bertemu dengan Andrea, karena Andrea tidak mengenal fashion maka Andrea dianggap tidak mampu untuk menjadi asisten Miranda. Budaya ini yang harus dirubah oleh manajemen Runway karena ketika nantinya perusahaan menghadapi industri digital, perusahaan Runway akan kesulitan dalam  mencari dan mempertahankan orang-orang cerdas yang memahami IT maupun ilmu-ilmu lainnya sebab orang-orang tersebut tidak mengerti tentang fashion.

Salah satu hambatan terberat perusahaan Runway adalah memutus kerja dengan Miranda, dan mencari pimpinan baru yang lebih open minded dan tidak otoriter.

Implement the change

Pertama, menentukan budaya baru dari penurunan visi misi perusahaan, BOD dan manajemen Runway berdiskusi dan menentukan budaya yang akan digunakan karena sampai saat ini budaya perusahaan Runway hanya bergantung dengan Miranda, sehingga karyawan Runway tidak memiliki jiwa Runway namun yang terbenak adalah jiwa Miranda. Untuk tahun-tahun ke depan tentunya industri fashion akan berkaitan dengan digital, sehingga budaya Runway yang baru harus disesuaikan dengan digitalisasi industri fashion.

Kedua, pergantian kepemimpinan, di dalam film terlihat bahwa kepemimpinan Miranda adalah kepemimpinan model lama, yaitu otoriter dan ingin diperhatikan oleh karyawannya. Tentu saja hal tersebut harus diubah karena peran pemimpin sangat penting dalam menanamkan budaya yang baru, perusahaan Runway harus mencari pemimpin yang paham mengenai fashion dan digital.

Ketiga, Manajemen melakukan mentoring atau coaching kepada karyawan-karyawan Runway dan memberikan pemahaman budaya Runway yang baru. Karena hal ini akan membutuhkan proses yang lama, maka proses mentoring atau coaching dilakukan dengan bertahap.

Evaluate the change

Menilai pergantian budaya Runway dilihat dari pola kerja karyawan, ketika ada Miranda dan tidak ada Miranda. Dari sini sudah terlihat bahwa sesungguhnya karyawan Runway bekerja sesuka hati mereka, namun ketika Miranda berada di kantor, karyawan seakan-akan berperilaku bersih dan bekerja keras. Cepat atau lambat perubahan budaya perusahaan Runway tetap harus dilakukan karena melihat bahwa usia dari Miranda yang sudah tidak muda dan terlalu kaku dalam memperlakukan suatu pekerjaan sehingga kemungkinan besar tidak akan cocok apabila bekerja dengan generasi y.

Cara terbaik dalam mengevaluasi perubahan budaya kerja adalah dengan melihat dari jam masuk dan jam keluar karyawan, ketika karyawan merasa sesuai antara dirinya dengan perusahaan Runway maka ia dengan sukarela berangkat lebih awal ke kantor dan tidak merasa kecewa apabila pulang lebih lama dari kantor Runway.

Business Enthusiast:

Adhe Rachman Sulistyo

Eva Latifah Puspita Sari

Jessy Septalista Hidayat

Muhammad Ivan Fadhil

Daftar Pustaka :

Ferrell C.O, Hirt G.A, Ferrell L. 2020. Business Foundations : A Changing World Twelfth Edition. States: McGraw-Hill Education.

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Kusdalena, Delly. 2013. Analisis Film Devil Wears Prada.

https://jobhun.id/movie-review-devil-wears-prada-2006/

http://resensiakhirpekan.blogspot.com/2012/07/resensi-film-devil-wears-prada.html

https://www.dosenpendidikan.co.id/budaya-organisasi/

http://gatot.staff.ugm.ac.id/2018/02/03/the-devil-wears-prada-di-lingkungan-organisasi/

https://hbr.org/2012/06/leadership-is-a-conversation


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format