The Hundred Foot Journey (kisah tentang makanan, cita rasa dan budaya)


0

SINOPSIS FILM


Film ini bercerita tentang keluarga Kadam yang berjuang untuk dapat bertahan setelah mengalami kehancuran akibat  penyerangan massa pada saat terjadi pemilihan kepala daerah di Mumbai (tempat asalnya). Akibatnya, kediaman keluarga Kadam beserta restoran keluarga Kadam hancur dibakar dan Nyonya Kadam wafat akibat kejadian tersebut. Nyonya Kadam merupakan seorang koki. Hassan Kadam – anak (Manish Dayal) belajar segalanya tentang memasak dari Nyonya Kadam. Setelah kejadian tersebut, keluarga Kadam pindah ke London namun di London, keluarga Kadam tidak bertahan lama karena bagi mereka kota tersebut tidak memiliki jiwa dalam dunia kuliner. Lalu, keluarga Kadam pindah ke Prancis, saat tiba di Imigrasi Prancis, banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh keluarga Kadam mengenai data keluarga serta alasan kepindahan Keluarga Kadam dari London. Hassan menjelaskan alasan pindah ke Prancis karena kuliner dan bahan makanan di Prancis memiliki jiwa. Di kantor imigrasi tersebut Hassan mengakui dia tidak memiliki bukti bahwa dia tahu cara memasak, kecuali menawarkan samosa buatan sendiri dan mengatakan bahwa produk London tidak cukup baik, keluarga Kadam diizinkan masuk.

Tuan Kadam - Papa (Om Puri) membawa keluarga ke suatu pedesaaan Prancis dan mobil van tua mereka akhirnya rusak di perbukitan di atas sebuah desa kecil bernama Saint-Antonin-Noble-Val. Seorang wanita muda lewat, menawarkan untuk membawa mereka ke montir setempat. Keluarga (juga saudara laki-laki Mansur dan Mukthar dan saudara perempuan Mahira dan Aisha) mendorong van ke kota. Marguerite (Charlotte Le Bon) membawa mereka ke apartemennya dan menawarkan makanan ringan, roti panggang rumahan, tomat besar dan segar, zaitun dan kue-kue kecil.

Di pagi hari, Papa menemukan sebuah restoran yang ditinggalkan. Saat dia dan Hassan sedang melihat bangunan tersebut, Madame Mallory (Helen Mirren) menyatakan bahwa mereka masuk tanpa izin. Dia mengakui bahwa dia juga bukan pemiliknya. Negosiasi terjadiantara Papa dan pemilik, setelah itu Papa membeli restoran tersebut dan membersihkan restoran untuk mengubahnya menjadi Maison Mumbai. Papa berniat membuat restoran di tempat tersebut meskipun mengetahui tepat di seberang tempat tinggal mereka terdapat restoran Le Saule Pleureur  - restoran Michelin berbintang satu (milik Madame) dan keluarga Kadam menemukan alasan mengapa Madame begitu bermusuhan karena dia memiliki restoran di seberang jalan.

Meskipun begitu, Papa tetap bersikukuh untuk menjalankan usaha restorannya dengan gaya India. Anak-anak Papa merasa bahwa usaha yang dilakukan akan sia-sia karena latar belakang budaya masyarakat Prancis yang sangat berbeda di mulai dari gaya hidup, nilai budaya hingga selera makan masyarakat Prancis sangat berbeda dengan orang India. Walaupun anak-anak keberatan dengan keputusan Papa namun Papa yang keras kepala beranggapan bahwa orang Prancis tidak mau memakan makanan India karena mereka belum pernah mencoba sehingga belum tahu rasanya. 


Berkat keteguhan Papa, Mansion Mumbai berdiri meskipun diawali dengan penuh lika liku serta persaingan ketat  dengan restoran Madame. Banyak strategi yang dilakukan Papa untuk menarik pelanggan yaitu pada awalnya Papa dan anak-anaknya menyebarkan pamflet pembukaan restoran agar banyak orang Perancis yang mau datang, lalu untuk menarik perhatian pengunjung Papa menyuruh seluruh anggota keluarga mengenakan pakaian tradisional India dan berdiri di depan restoran serta menyalakan musik India dengan keras. Pada hari pertama, Mansion Mumbai sulit mendapat pengunjung, namun Tuan Kadam tetap tidak menyerah. Pada akhirnya banyak pengunjung berdatangan ke Mansion Mumbai. Madame menganggap restoran Mansion Mumbai menganggu karena terlalu ramai dengan suara musik serta lampu yang berkelap-kelip.

Madame mengimbau walikota untuk menutup Maison Mumbai dengan berbagai alasan, tapi Walikota menghargai makanan di Maison Mumbai. Suatu hari, Papa memperoleh informasi bahwa Menteri akan mengunjungi restoran Madame dan Madame akan memasak pigeon truffle, salah satu hidangan restoran Le Saule Pleureur yang terkenal. Lalu Papa kemudian membeli salah satu bahan utama pigeon truffle yaitu burung merpati yang ada di kota. Akhirnya Madame mengganti bahan utama burung merpati dengan ayam. Setelah itu, Papa memberitahu Hassan untuk memasak pigeon truffle yaitu hidangan burung merpati dengan saus truffle dengan resep yang didapatkan Papa dari menyuap salah satu juru masak restoran Madame. Hasil masak tersebut dibawa Hassan dan diberikan untuk Madame tetapi Madame kemudian membuangnya ke tempat sampah. Marguerite bekerja sebagai asisten koki di restoran Madame dan memberi tahu Hassan bahwa Madame tidak mewawancarai pelamar kerja, tetapi meminta mereka untuk memasak telur dadar dan mengetahui dari satu gigitan apakah mereka diterima bekerja untuknya atau tidak. 

Kondisi tersebut yang membuat persaingan antara kedua restoran semakin meningkat, apalagi sifat Papa yang keras kepala dan Madame yang ambisius.  Madame memberi tahu kepala koki mengenai insiden tersebut merupakan ulah dari anak buahnya. Jean-Pierre (kepala koki) dahulu adalah seorang tentara, dan kepala koki tersebut menganggap terlalu serius dan kemudian mencoret dinding Maison Mumbai sampai membakar Maison Mumbai. Dari kejadian ini, Hassan mengalami luka parah pada kedua tangannya. Setelah mengetahui hal ini, Madame secara pribadi membersihkan dinding Maison Mumbai dari grafiti, memecat Jean-Pierre dan menerima ketika Hassan meminta untuk membuatkan dia telur dadar, meskipun dia harus mengarahkannya karena tangannya terbakar. Telur dadarnya terdiri dari rempah-rempah India, bawang bombay, ketumbar, dan paprika pedas. Setelah satu gigitan dengan rendah hati Madame mengakui bahwa koki harus belajar selama bertahun-tahun untuk mengetahui apa yang secara naluriah Hassan ketahui dan mengakui bahwa pigeon truffle yang dibuat Hassan juga luar biasa.

Berkat omelet buatan Hassan, akhirnya Madame memberi kesempatan kepada Hassan untuk bekerja sekaligus belajar lebih banyak resep di restorannya. Setelah tawar-menawar singkat dengan Papa tentang gaji, Hassan pindah ke restoran seberang jalan, meninggalkan adik perempuannya yang kecewa dan kakak laki-laki yang masih ragu dalam memasak untuk mengasah keterampilan memasaknya dengan Madame dan Marguerite. Ketrampilan Hassan memadukan rasa membuat Madame bangga, bahkan mulai terjalin hubungan yang baik antara Madame dengan keluarga Papa. Pada akhir satu tahun, Hassan dan Le Saule Pleureur telah menerima bintang Michelin kedua yang sangat didambakan dan muncul konflik dengan Marguerite karena dia telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menjadi kepala koki dan juga karena Hassan yang mulai dirayu oleh banyak restoran Paris. 

Setahun kemudian Hassan menjadi seorang Chef yang sangat terkenal namun dia seperti mulai kelelahan dan kehilangan semangat. Suatu malam sebelum bintang Michelin diumumkan, dia memarahi sous chef karena merusak hidangan bulu babi dan bertemu rekan kerja India yang sedang menikmati makanan yang dikirim dari rumah. Esoknya dia naik kereta kembali ke Saint-Antonin-Noble-Val, kemudian menawarkan kerjasama bisnis dengan Marguerite. Kemudian mereka diam-diam memasak bulu babi untuk Hari Bastille, kemudian Madame memperkenalkan mereka sebagai mitra baru restorannya kepada tamu dan keluarga Kadam, yang bahkan tidak tahu bahwa Hassan kembali ke kota. Ketika telepon Hassan berdering, Papa melihat bahwa panggilan itu dari Michelin dan memintanya untuk menelepon mereka kembali, tetapi Hassan bersikeras bahwa dia dan Marguerite akan mendapatkan bintang ketiga tahun depan di Le Saule Pleureur.


FOUR OF TASK MANAGEMENT

Dalam buku “Contemporary Management” oleh Gareth R Jones, terdapat Four Task of Management yang perlu dilakukan oleh Manajer untuk dapat mencapai tujuan. 



PLANNING

Mengidentifikasi dan menetapkan tujuan serta tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Planning terdiri dari tiga tahapan yaitu, memutuskan tujuan (goals) yang akan dicapai, menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, memutuskan bagaimana mengalokasikan sumberdaya yang ada dalam proses pencapain tujuan tersebut.

ORGANIZING

Penataan struktur cara kerja dimana anggota organisasi bisa saling berkerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan organisasi. Mengelompokkan anggota organisasi berdasarkan jenis pekerjaan dan tanggung jawab merupakan salah satu kegiatan pengorganisasian yang dilakukan oleh seorang manajer. 

LEADING

Kemampuan manajer untuk dapat mengartikulasikan dengan jelas visi serta memberikan energi kepada setiap anggota organisasi sehingga mereka memahami bagian yang mereka mainkan dalam pencapaian tujuan organisasi. Fungsi ini mendorong manajer untuk dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, kemampuan persuasi, dan kemampuan mengoordinasikan tim yang ada dalam setiap pekerjaan. Keahlian memimpin tim yang baik akan membangkitkan gairah tim untuk bekerjasama dengan baik. 

CONTROLLING

Mengevaluasi seberapa baik suatu organisasi telah mencapai tujuannya dan untuk mengambil tindakan korektif apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja yang kurang baik. 

Four Task of Management

Papa

(Restoran Maison Mumbai)

Madame

(Restoran Le Saule Pleureu)

PLANNING

Papa pindah dari Mumbai ke London dan akhirnya ke Prancis tanpa perencanaan yang jelas.

Papa membeli tempat yang dijadikan restoran Maison Mumbai berdasarkan intuisi dan tidak mempertimbangkan restoran Michelin bintang satu milik Madame yang tepat berseberangan dengan restoran Maison Mumbai. Selain itu, Papa juga tidak melakukan survei pasar apakah pelanggan di daerah sana menyukai makanan India atau tetap menyukai cita rasa makanan Prancis.

Madame memiliki restoran Le Saule Pleureu yang sudah menjadi restoran Michelin bintang satu dan memiliki tujuan selanjutnya yaitu meningkatkan restorannya menjadi Michelin bintang dua.  

Madame berusaha untuk menjegal Papa saat ingin membeli restoran karena menganggap akan bersaing dengan restoran Madame. Ketika restoran Papa sudah memiliki banyak pelanggan, Madame mulai merasa takut dan mencari alasan agar Walikota dapat menutup Maison Mumbai.

Ketika Madame mencicipi makanan Hassan (anak Papa) yang sangat enak dan melihat kemampuan Hassan, Madame berusaha merekrut Hassan untuk membantu Madame mencapai tujuannya yaitu restoran Michelin bintang dua .

ORGANIZING

Papa merupakan seseorang yang keras kepala dan hanya mau mengatur sendiri restorannya. Papa memiliki power yang kuat untuk menentukan apa yang harus dilakukan oleh anak-anaknya terhadap restorannya.

Papa mengatur Hassan sebagai Juru Masak utamanya, yang dibantu oleh Mansur dan Mahira. Sebagai pemilik restoran, Papa juga ikut membantu didapur untuk menyiapkan makanan yang akan disajikan. Dimulai sebagai bisnis restoran kecil, Papa dan anak-anaknya juga melakukan fungsi pemasaran secara bersama-sama. Papa dan Mahira juga terlihat menjalankan peran sebagai pramusaji. Dengan struktur organisasi yang sangat padat dan banyaknya rangkap jabatan dapat menyebabkan terlalu banyak beban yang ditanggung oleh anggota organisasi yang dapat menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan pelanggan.

Sebagai restoran terkenal, Madame sudah memiliki karyawan yang cukup banyak dan masing-masing karyawan sudah memiliki tanggung jawab dan tugas pekerjaan yang jelas. Selain itu, pelayanan restoran Madame tidak perlu diragukan karena sudah memiliki banyak pelanggan tetap.


LEADING

Papa sebagai kepala keluarga cenderung sangat dihormati oleh anak-anaknya. Disisi lain, kepemimpinan Papa cenderung otoriter dan kurang mendengarkan pendapat anak-anaknya sehingga dapat menyebabkan anggota keluarganya untuk tidak bekerjasama dengan baik.   

Meskipun terdapat konflik perselisihan antara Madame dan Papa namun Madame tetap mengutamakan talenta terbaik untuk bekerja di restorannya demi mencapai tujuannya. Hal ini terlihat dari usaha Madame yang menunggu dan sampai tertidur di restoran Papa agar Papa mengijinkan Hassan bekerja ditempatnya. Pada akhirnya, Papa melakukan negosiasi gaji Hassan dengan Madame.

Madame tidak segan-segan untuk memecat kepala koki atas tindakan yang dilakukannya yaitu membakar restoran Papa. 

CONTROLLING

Papa cenderung tidak melakukan fungsi controlling yang signifikan. Ia hanya memastikan bahwa masakan yang disajikan di Mumbai Maison sesuai dengan cita rasa India dan menggunakan bumbu masakan khas India. 

Madame melakukan fungsi controlling dengan selalu mengawasi apa yang terjadi di dapur. Ia selalu melakukan supervisi pada setiap masakan, bahkan selalu mencicipi setiap makanan yang akan disajikan kepada pelanggan. Madame juga terkadang menentukan dan membeli langsung bahan makanan terbaik yang diperlukan.  Selain itu ia juga memastikan bahwa pramusajinya memberikan pelayanan dan penyambutan yang baik bagi setiap pelanggan yang datang. 


Managerial Roles

Papa

(Restoran Maison Mumbai)

Madame

(Restoran Le Saule Pleureu)

DECISIONAL

Disturbance Handler : segera melakukan tindakan saat menghadapi krisis. Saat pagi hari dimalam pembukaan Maison Mumbai, Papa dan Hassan pergi ke pasar untuk memberi bahan makanan. Seluruh bahan makanan yang dibutuhkan tidak tersedia karena sudah dibeli oleh Madame. Untuk memastikan malam pembukaan restoran berjalan lancar, Papa dan Hassan dengan penuh resiko pergi ke kota lain dengan jarak 50 Km untuk membeli semua bahan makanan yang diperlukan. 


Entrepreneur : dengan merekrut Hassan untuk mengembangkan cita rasa baru terhadap makanan di restoran Madame dan berusaha menaikan restorannya menjadi restoran Michelin bintang dua.

Disturbance Handler, dengan cepat berusaha mengatasi kompetitornya dimulai dari ketika Papa ingin membeli tempat untuk restoran, setelah itu memikirkan berbagai alasan untuk mengadukan restoran Papa ke Walikota agar restoran Papa ditutup.

Resource Allocator, dilihat dari Madame melihat potensi Hassan dan melakukan negosiasi gaji dengan Papa.

INTERPERSONAL

Leader : Papa memimpin anggota keluarganya yang bertindak sebagai karyawan restoran Papa dimana Papa memberikan langsung perintah-perintahnya.

Figurehead : dimana Madame menginformasikan kepada karyawannya mengenai tujuan restoran kedepan yaitu menjadi restoran Michelin bintang dua.

Leader : Madame memberikan perintah kepada karyawan-karyawannya untuk menu-menu makanan dan membuat keputusan mengenai sumber daya manusia.

INFORMATIONAL

Monitor : melakukan evaluasi ketika hari pertama restoran Papa tidak mendapatkan pelanggan dan memikirkan tindakan keesokan harinyauntuk mendapatkan pelanggan.

Disseminator : karena Madame adalah pemilik dari restoran sehingga dapat memberikan informasi mengenai tujuan restoran kedepannya.


MANAGEMENT THOUGHT

Behavioral Management Theory

Gaya manajemen suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan asumsi manajemennya terhadap apa yang merupakan dorongan kerja karyawannya. Dari persaingan antara Maison Mumbai dan Le Saule Pleureur dapat disimpulkan bahwa management thought adalah Behavioral Management Theory yaitu asumsi Teori X dan Teori Y. 

Le Saule Pleureur (Teori X)

Maison Mumbai (Teori Y)

Karyawan rata-rata malas, tidak suka bekerja, dan akan mencoba melakukan sesedikit mungkin bisa jadi. Hal ini terlihat dimana terdapat karyawan yang sering terlambat, ingin bersantai dengan minum kopi, dan karyawan yang cenderung takut pada saat Madame datang ke dapur La Saule Pleureur. 

Karyawan pada dasarnya tidak malas. Karyawan diberikan kesempatan melakukannya apa yang baik untuk organisasi. Papa secara langsung menentukan tujuan Maison Mumbai, namun ia memberikan kesempatan kepada Hassan untuk menentukan apa yang dimasak serta melakukan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan untuk memajukan Maison Mumbai.

Untuk memastikan bahwa karyawan bekerja keras, manajer harus mengawasi dengan ketat para karyawan. Hal ini terlihat dengan seringnya Madame untuk mengawasi langsung pekerjaan di dapur. 

Memberikan kesempatan serta sumber daya yang cukup bagi karyawan untuk mencapai tujuan organisasi


REKOMENDASI

Solusi

Papa

(Restoran Maison Mumbai)

Madame

(Restoran Le Saule Pleureu)

Four Task of Management

Planning à Papa memberikan ruang inovasi bagi para juru masaknya untuk dapat mengeksplor cita rasa baru, ruang inovasi bagi karyawan lainnya untuk dapat berinovasi yang mengarah pada pengalaman baru dalam menikmati makanan dan minuman serta merespon dengan cepat umpan balik dari pelanggan. Umpan balik dari pelanggan digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses menentukan bahan makanan terbaik yang akan dipilih (input) serta proses konversi bahan makanan menjadi suatu hidangan yang betul-betul diinginkan dan berkesan kepada pelanggan.

Organizing à Papa seharusnya melakukan pembagian tanggung jawab pekerjaan yang jelas dan melakukan rekrutment karyawan apabila dibutuhkan.

Leading à Papa seharusnya mendengarkan masukan dari karyawannya yaitu anggota keluarga Papa.

Controlling à Papa seharusnya melakukan fungsi controlling yang signifikan. 

Planning à Madame dapat mencoba untuk membuka cabang lain dari restorannya untuk memperluas pangsa pasarnya dengan mengangkat orang yang dapat dipercaya oleh Madame untuk mengelola cabang yang baru.


Managerial Roles

Decisional à Enterpreneur : Papa dapat mengembangkan inovasi makanan di restoran Maison Mumbai. Resource Allocator : Papa dapat merekrut karyawan diluar anggota keluarga untuk mengisi pekerjaan yang kosong. Negotiator : Papa seharusnya dapat bekerjasama dengan supplier bahan baku, dimana pada malam pembukaan Papa tidak mendapatkan bahan masakannya.

Interpersonal à Figurehead : Papa seharusnya mempunyai tujuan jangka panjang untuk restorannya. Liaison : Papa seharusnya membangun komunikasi dengan supplier bahan baku agar dapat menjamin ketersediaan bahan baku.

Informational à Disseminator : Papa memberikan informasi mengenai tujuan restoran jangka panjangnya. Spokesperson : Papa membuat promosi iklan mengenai restoran baru Papa.

Decisional à Negotiator : Madame seharusnya dapat bekerjasama dengan supplier bahan baku, hal ini dapat terlihat sewaktu Madame kehabisan bahan baku burung Merpati.

Interpersonal à Liaison : Madame seharusnya membangun komunikasi dengan supplier bahan baku agar dapat menjamin ketersediaan bahan baku.

Informational à Monitor : Madame dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawannya secara rutin. Spokesperson : Madame membuat promosi iklan mengenai makanan cita rasa baru yang dibuat Hassan.

Behavioral Management Theory

Papa dapat memberikan kesempatan kepada Hassan untuk menentukan apa yang dimasak serta melakukan inovasi-inovasi yang perlu dilakukan untuk memajukan Maison Mumbai.

Madame memotivasi karyawannya agar meskipun tidak diawasi oleh Madame, karyawan akan tetap bekerja keras.

SUMBER REFERENSI :

  1. Ferrel, OC., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda. 2019. Business Foundations “A Changing World” Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.
  2. Film The Hundred Food Journey


PENULIS :

Team WolfPack

  1. Andesta
  2. Deamy Filianto Nugroho
  3. Edward Simon Situmorang
  4. Yuli Mariana

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Yuli Mariana

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format