The Founder : How McDonald’s Getting Bigger & Greater?


0

Sinopsis

The Founder adalah film yang disutradarai oleh John Lee Hancock. Dengan menggandeng aktor Michael Keaton yang berperan sebagai Ray Kroc, film ini menceritakan kisah perjalanan franchise McDonald’s bisa berkembang pesat hingga lingkup nasional. Kisah ini berawal dari Ray Kroc yang merupakan seorang sales mesin pembuat milkshake yang sehari-hari menawarkan produknya ke beberapa restoran drive-in dan sering mendapatkan penolakan dari restoran-restoran tersebut. Karena kerap mendapat penolakan atas mesin pembuat milkshake yang ia jual, Ray Kroc hampir putus asa. Setiap malam ia memikirkan bagaimana cara agar bisnisnya bisa menghasilkan profit yang cukup. 

                                             Gambar 1. Ray Kroc sebagai sales mesin pembuat milkshake
(sumber : cuplikan film The Founder)

Pada suatu hari Kroc mendapatkan pesanan sejumlah 6 buah mesin milkshake dari sebuah restoran yang bernama McDonald’s di San Bernardino, California. Kroc pun langsung bergegas menuju San Bernardino, California untuk melihat bagaimana kondisi restoran tersebut karena jumlah pesanan mesin nya yang tergolong banyak. Ketika sampai di tempat, Kroc merasa takjub dengan konsep restoran yang didirikan oleh dua bersaudara Mac dan Dick sejak 1940 tersebut karena restoran tersebut sangat ramai oleh pengunjung. Ia pun merasa penasaran dan mencoba memesan menu yang ada di restoran tersebut. Tanpa disangka ternyata restoran yang bernama McDonald’s tersebut mampu menyediakan paket makanan yang terdiri dari hamburger, kentang goreng, dan softdrink hanya dalam waktu 30 detik, sedangkan pada saat itu waktu rata-rata yang dibutuhkan restoran drive-in untuk menyediakan makanan adalah 30 menit. Setelah itu, Kroc menemui pemilik restoran itu yaitu Mac dan Dick. Mereka mengajak Kroc untuk berkeliling melihat sistem yang diterapkan di dapur mereka yaitu “Speedee Service System”, sistem penyajian tercepat rancangan mereka sendiri yang bisa menghasilkan hamburger, kentang goreng, dan softdrink hanya dalam waktu 30 detik. Pada malam harinya, Kroc mengajak Mac dan Dick makan malam dan mereka pun bercerita bagaimana perjalanan McDonald’s dimulai hingga menemukan konsep penyajian tercepat dengan kualitas rasa yang memuaskan.

                     Gambar 2. Speedee Service System yang dirancang oleh Mac dan Dick
(sumber : cuplikan film The Founder)

Pada dasarnya, Kroc adalah pebisnis yang gigih dan memiliki visi misi serta pandangan yang luas. Oleh karena itu, karena ketertarikannya dengan McDonald’s sangat tinggi, ia berniat untuk bekerja sama mengajak Mac dan Dick mengembangkan sistem waralaba atau franchise untuk McDonald’s. Namun, Dick menolak karena mereka berdua memiliki pengalaman pahit mengenai waralaba, yaitu kegagalan dalam mengelola quality control dari produk yang dihasilkan sehingga mempengaruhi orisinalitas dan citra perusahaan. Sejak saat itu, mereka berdua memiliki anggapan bahwa lebih baik memiliki 1 restoran dengan kualitas dan pelayanan yang maksimal daripada memiliki puluhan restoran di berbagai daerah tetapi kualitas dan pelayanannya rendah. Kroc pun tidak menyerah untuk membuat Mac dan Dick yakin akan rencana sistem waralaba yang diusulkan olehnya. Sebenarnya, sistem waralaba ini sudah lama menjadi impian Dick karena ia ingin melihat restoran McDonald’s dikenal oleh semua warga Amerika, hingga akhirnya, Mac dan Dick pun sepakat menggunakan surat kontrak dengan Ray Kroc untuk menjalankan sistem waralaba, dimana Ray Kroc berperan sebagai CMO (Chief Marketing Officer).

Ray Kroc terus melaksanakan tugasnya untuk mengembangkan McDonald’s di beberapa negara bagian Amerika. Dengan kegigihannya hingga ia harus meminjam sejumlah uang yang tidak sedikit di bank, akhirnya franchise McDonald’s dapat menjangkau pasar nasional Amerika dan lebih dikenal banyak orang. Walaupun franchise McDonald’s sukses, namun profit yang diterima oleh Ray Kroc cenderung kecil, sehingga ia mengalami masalah keuangan dengan bank. Singkat cerita, Ray Kroc bertemu dengan seorang ahli keuangan bernama Harry yang mengusulkan beberapa konsep baru agar bisnis tersebut dapat menghasilkan lebih banyak uang bagi Ray Kroc. Ia pun juga mempunyai konsep baru yaitu mengganti milkshake dari susu murni ke susu instan dengan tujuan untuk menghemat pengeluaran lemari pendingin dan listrik. Namun, semua konsep Ray dipersulit dengan pikiran Mac dan Dick yang kolot dan tidak menyetujui adanya perubahan pada formula dapurnya. Terjadilah konflik pada kedua belah pihak antara Mac dan Dick dengan Ray Kroc.

                                      Gambar 3. Ray Kroc sudah dikenal sebagai The Founder McDonald's dan ikut serta dalam setiap pembukaan gerai
(sumber : cuplikan film The Founder)

Hari demi hari berlalu hingga Ray Kroc berhasil membawa McDonald’s dikenal pada lingkup nasional. Karena ketenarannya, Ray Kroc pun diberitakan sebagai Founder McDonald’s oleh beberapa media nasional. Mendengar kabar tersebut, Mac dan Dick merasa sangat marah dan meminta klarifikasi Ray, hingga Ray mengatakan bahwa ia lah yang berjasa mengembangkan bisnis tersebut hingga lingkup nasional sementara mereka hanya fokus mengembangkan satu restoran saja. Mac pun jatuh sakit hingga harus dibawa ke rumah sakit karena merasa terpukul dengan hal tersebut. Ray Kroc pun datang menjenguk dan memberikan cek untuk Mac dan Dick.

Akhirnya, Mac dan Dick pun menyerahkan nama McDonald’s senilai 2,7 miliar dollar US kepada Kroc, dan Kroc harus membayar royalti kepada mereka berdua. Karena berhasil membeli McDonald’s, Ray Kroc pun berhak atas semua aset McDonald’s sehingga Mac dan Dick akhirnya dilarang menggunakan nama McDonald’s di tokonya. Mereka pun hidup dalam penyesalan karena McDonald’s terus berkembang dibawah pimpinan Ray Kroc.

                                          Gambar 4. Dua bersaudara Mac dan Dick bersedih ketika melihat papan nama McDonald's di restorannya harus dilepas
(sumber : cuplikan film The Founder)

Organizational Structure

Dalam menjalankan suatu perusahaan, tentunya manajer harus mendesain bagaimana struktur organisasi yang sesuai agar perusahaan tersebut dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Desain dari struktur organisasi sebuah perusahaan dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu organizational environment, strategy, technology, dan human resources. Keempat faktor tersebut harus menjadi bahan pertimbangan utama untuk manajer pada saat ia akan mendesain sebuah struktur organisasi dalam suatu perusahaan. 

                                 Gambar 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi desain struktur organisasi
  (sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Pada film The Founder, terdapat dua perbedaan struktur organisasi yang dibentuk, pada saat awal mula berdiri (oleh Mac dan Dick) dan pada saat franchise berkembang pesat (oleh Ray Kroc). Berikut adalah perbandingan struktur organisasi beserta keempat faktor yang mempengaruhi Mac dan Dick serta Ray Kroc dalam menjalankan McDonald’s :

Bentuk Struktur Organisasi Divisi & Faktor yang Mempengaruhi

Mac dan Dick

Product Structure

Gambar 6. Contoh bentuk desain organisasi product structure
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Mac dan Dick mendesain sebuah struktur organisasi divisi berdasarkan produk (product structure). Divisi product structure menunjukkan bahwa setiap karyawan ditempatkan pada setiap divisi produk yang berbeda sesuai dengan kemampuannya. Hal ini ditunjukkan pada saat bagaimana Mac dan Dick mendesain setiap pos pekerjaan pada Speedee Service System. Mereka menempatkan karyawan di setiap lini produk (hamburger, kentang goreng, dan softdrink) sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Faktor yang mempengaruhi :

  1. Organizational Environment : kondisi eksternal pada dunia bisnis restoran memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga mendorong Mac dan Dick untuk memunculkan perubahan dan inovasi.

  2. Strategy : differentiation strategy, karena Mac dan Dick berusaha mendesain sebuah servis yang berbeda.

  3. Technology : Mac dan Dick mengembangkan sistem baru yaitu Speedee Service System untuk menunjang kecepatan servis makanan.

  4. Human Resources : Mac dan Dick mengelompokkan tugas karyawan-karyawannya sesuai dengan kemampuannya (penggorengan, pengisian, pengepakan, softdrink, pemotongan, pelayanan, kasir, dll)

Ray Kroc

Geographical Structure

Gambar 7. Contoh bentuk desain organisasi geographical structure
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Ray Kroc mengedepankan desain struktur organisasi divisi berdasarkan lokasi, karena ia mengembangkan bisnis waralaba atau franchise, dimana semakin banyak jumlah restoran franchise yang tersebar di beberapa daerah, maka bisnisnya akan semakin menguntungkan. 

Faktor yang mempengaruhi :

  1. Organizational Environment : kondisi eksternal pada dunia bisnis restoran memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga mendorong Ray Kroc untuk memunculkan perubahan dan inovasi dengan mengembangkan sistem waralaba.

  2. Strategy :  diversifikasi vertikal, Ray Kroc mencoba menciptakan struktur yang lebih fleksibel agar bisnisnya dapat berkembang dengan cepat ke skala nasional maupun internasional

  3. Technology : Ray Kroc hanya melaksanakan sistem yang telah dibangun oleh Mac dan Dick, sehingga teknologi nya tergolong teknologi rutin.

  4. Human Resources : tugas karyawan telah dikelompokkan dan diintegrasikan dengan baik antar fungsi dan divisi, seperti yang telah dirancang oleh Mac dan Dick.

Kesalahan dalam struktur organisasi pada film The Founder yaitu tidak struktur hirarki otoritas yang jelas sehingga dapat merugikan salah satu pihak apabila terjadi penyelewengan dari perjanjian. Hal inilah yang menjadikan McDonald’s jatuh di tangan Ray. Mac dan Dick telah mempercayai Ray serta membuat sebuah kontrak perjanjian untuk mewaralabakan McDonald’s. Namun, perjanjian kontrak tersebut tidak mengandung struktur hirarki otoritas yang jelas, sehingga Ray Kroc menyalahgunakan dengan membuat keputusan untuk menyewakan tanag kepada franchiser dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar. Hingga pada akhirnya, Ray pun terkenal dan orang-orang pun mengenalnya sebagai The Founder dari McDonald’s padahal pemilik aslinya adalah Mac dan Dick. Hal tersebut terjadi karena tidak struktur hirarki otoritas yang digambarkan secara jelas dan legal akan posisi Mac, Dick maupun Ray.

Saran / Alternatif Solusi:

Agar tidak terjadinya penyelewengan dalam perusahaan maka diperlukan struktur organisasi yang jelas dan sistematis. Matrix Structure dapat menjadi solusi struktur organisasi pada McDonalds karena pada struktur ini memiliki struktur organisasi yang jelas, kompleks serta fleksibel. Visi & Misi perusahaan yang kuat pun sangat penting agar antara founder & CMO yaitu Mac dan Dick dengan Ray memiliki tujuan yang sama. Perlunya menggabungkan kelebihan yang dimiliki Mac & Dick dengan Ray untuk membangun organisasi yang Ideal.

Organizational Culture 

Budaya organisasi atau organizational culture adalah seperangkat keyakinan, harapan, nilai, dan norma bersama yang memengaruhi bagaimana anggota organisasi saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Budaya organisasi dibentuk dari empat faktor utama: karakteristik pribadi dan profesional orang-orang dalam organisasi, etika organisasi, sifat hubungan kerja, dan desain struktur organisasinya.

                                    Gambar 8. Empat faktor utama pembentuk budaya organisasi
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Characteristics of organizational members: Sumber utama budaya organisasi adalah orang-orang yang membentuk organisasi. Budaya organisasi berbeda sebagaimana karakteristik anggotanya berbeda. Organisasi A, B, dan C mengembangkan budaya yang sangat berbeda karena menarik, memilih, dan mempertahankan orang-orang yang memiliki nilai, kepribadian, dan etika yang berbeda. Dalam model atraksi-seleksi-atrisi, orang mungkin tertarik pada organisasi yang nilai-nilainya sesuai dengan mereka; demikian pula, organisasi memilih orang yang memiliki nilai yang sama. Contoh characteristics of organizational members dalam film The Founder yaitu antara Mac, Dick dan Ray memiliki karakter yang berbeda. Sebagaimana Ray menawarkan franchise kepada orang-orang yang masih satu pemikiran yaitu orang-orang yang juga ambisius. Sedangkan Mac dan Dick cendereung memiliki karakter yang mirip yaitu stagnan dan sulit mengikuti dinamika dalam bisnis.

Organizational ethics: Para manajer organisasi dapat dengan sengaja mengembangkan nilai-nilai dan norma budaya tertentu untuk mengontrol perilaku anggotanya. Salah satu kelas yang bernilai penting dalam kategori ini bersumber dari organizational ethics, yaitu nilai moral, keyakinan, dan aturan yang menetapkan cara yang tepat bagi suatu organisasi dan anggotanya untuk berhubungan satu sama lain dan dengan orang di luar organisasi. Nilai-nilai etika bertumpu pada prinsip-prinsip yang menekankan pentingnya memperlakukan pemangku kepentingan organisasi secara adil dan setara. Manajer dan karyawan terus-menerus membuat pilihan tentang yang benar, atau etis, untuk dilakukan; dan untuk membantu mereka membuat keputusan etis, manajer puncak sengaja menanamkan nilai-nilai etika ke dalam budaya organisasi. Akibatnya nilai-nilai etika, dan aturan serta norma yang terkandung di dalamnya, menjadi bagian integral dari budaya organisasi dan menentukan bagaimana anggotanya akan mengelola situasi dan mengambil keputusan. Dalam film the Founder Mac dan Dick memiliki budaya menganggap karyawan sebagai keluarga dengan memberikan kehangatan, begitupun juga dengan orang luar mereka sangat terbuka. Hal ini dibuktikan dengan terbukanya Mac dan Dick kepada Ray dalam menceritakan sejarah dari McDonald's serta menerima tawaran Ray karna mereka mempercayainya.

The employment relationship: Faktor ketiga yang membentuk budaya organisasi adalah sifat hubungan kerja yang dibangun perusahaan dengan karyawannya melalui kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Terdapat hubungan yang berubah antara organisasi dan karyawan mereka karena pertumbuhan outsourcing dan pekerjaan pekerja lepas. Seperti kebijakan perekrutan, promosi, dan PHK perusahaan, kebijakan sumber daya manusia, bersama dengan gaji dan tunjangan, dapat memengaruhi seberapa keras karyawan akan bekerja untuk mencapai tujuan organisasi, seberapa terikat mereka pada organisasi, dan apakah mereka akan mempercayai nilai dan normanya. Kebijakan sumber daya manusia organisasi merupakan indikator yang baik dari nilai-nilai dalam budaya yang berkaitan dengan tanggung jawabnya kepada karyawan. Pertimbangkan dampak kebijakan promosi perusahaan, misalnya: Perusahaan dengan kebijakan promosi dari dalam akan mengisi posisi tingkat yang lebih tinggi dengan karyawan yang sudah bekerja untuk organisasi tersebut. Di sisi lain, perusahaan dengan kebijakan promosi dari luar akan mengisi posisi terbukanya dengan pihak luar yang berkualitas. The employment relationship dalam film The Founder yaitu Mac dan Dick menciptakan keharmonisan dan keselarasan sehingga speedee system yang mereka buat dapat berjalan lancar, akan tetapi dalam film tersebut tidak diceritakan secarai mendetail bagaiman Ray dan Dick merekrut, mempromosikan, maupun tentang PHK karyawan. Sedangkan Ray, ia merekrut orang-orang terdekat dan juga orang-orang memiliki first impression yang baik menurutnya seperti Leonard Rosenblatt. Selain itu, Ray juga mempromosikan karyawannya yang memiliki kinerja bagus seperti Fred Turner yang pada akhirnya menjadi Direktur Senior.

Organizational structure: Nilai dan norma yang membentuk sikap dan perilaku kerja karyawan berasal dari kebijakan SDM, etika, dan HRM organisasi. Sumber keempat nilai budaya berasal dari struktur organisasi. Jenis struktur yang berbeda memunculkan jenis budaya yang berbeda; jadi untuk menciptakan budaya tertentu, manajer sering kali perlu merancang jenis struktur tertentu. Struktur yang tinggi dan sangat tersentralisasi memunculkan sekumpulan norma, aturan, dan nilai budaya yang sangat berbeda dengan struktur yang datar dan terdesentralisasi. Dalam organisasi yang tinggi dan terpusat, orang memiliki sedikit otonomi pribadi, dan norma-norma yang berfokus pada kehati-hatian, mematuhi otoritas, dan menghormati tradisi muncul karena prediktabilitas dan stabilitas adalah tujuan yang diinginkan. Dalam struktur yang datar dan terdesentralisasi, orang memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih dan mengontrol aktivitas mereka sendiri, dan norma yang berfokus pada menjadi kreatif dan berani serta mengambil risiko muncul, sehingga memunculkan budaya di mana inovasi dan fleksibilitas menjadi tujuan yang diinginkan. Organizational Structure dalam film The Founder telah dijabarkan pada organizational structure diawal artikel ini. Sebagai tambahan, struktur organisasi dalam ranah hirarki otoritas, McDonald's menggunakan tipe flat organization hierarchy, dimana tidak banyak level kedudukan yang ada dalam organisasi tersebut. Manajer dalam film ini diperankan oleh pemilik atau CEO, mengambil peran besar dalam pengambilan keputusan dikarenakan level hirarki yang sedikit sehingga proses eskalasi masalah akan lebih cepat.

Budaya organisasi yang diterapkan oleh Mac dan Dick ialah sebuah norma yang sangat menjunjung tinggi etika dan kejujuran dalam berbisnis. Namun mereka enggan mengikuti perubahan yang terjadi dan cenderung stagnan terhadap bisnis yang menurut mereka sudah cukup sukses. Beda halnya dengan Ray, ia cenderung ambisius dan cepat melihat perubahan serta kesempatan bisnis disekitaranya. Antara Mac, Dick dan Ray memiliki budaya yang berbeda baik itu mencakup keyakinan, harapan, nilai, dan norma. Contohnya dalam film The Founder tersebut yaitu Mac dan Dick awalnya enggan memberikan McDonald’s agar dapat di franchising oleh orang lain, sedangkan Ray sangat berambisi dan menawarkan McDonald’s untuk di franchising. Selain itu juga dalam susu kocok, Ray menawarkan pembuatan susu kocok instan yang dapat menghemat biaya dari mesin susu kocok sehingga dapat menghemat costing, akan tetapi Mac dan Dick menolak rencana tersebut karena merasa seperti menipu konsumen apabila memberikan susu kocok instan. Terlebih lagi dalam film The Founder terdapat beberapa adegan yang membuat Ray terlihat licik dan egois ketika dalam pengambilan keputusan yang mencakup pengembangan McDonald’s sedangkan Mac dan Dick seolah-olah sebagai korban. Namun dari keambisiusan Ray, maka McDonald’s hingga saat ini ada dimana-dimana dan dapat dinikmati oleh banyak orang.

Saran/ Alternatif Solusi :

Perlu adanya budaya adaptif antara Mac & Dick dengan Ray agar organisasi membangun momentum dan tumbuh serta berubah sesuai kebutuhan dalam mencapai tujuan organisasi yang ideal.

Organizational Control 

Mac & Dick selalu memperhatikan setiap inci dari bisnisnya. Output Control yang diterapkan oleh Mac & Dick pun dinilai berhasil karena mereka dapat mengukur efisiensi,  mempertahankan kualitas dengan baik. Mac & Dick juga menerapkan Direct Supervision (Pengawasan langsung) untuk mengawasi setiap karyawannya, mereka memimpin dengan memberi contoh dan dengan cara ini dapat membantu bawahan mengembangkan dan meningkatkan tingkat keterampilan mereka sendiri. Metode ini berhasil diterapkan oleh Mac & Dick yang hanya memiliki satu gerai yang pegawainya belum terlalu banyak. Cara ini terbukti efektif karena terlihat dari suksesnya gerai yang selalu ramai pengunjung karena kualitas yang terjaga. Sayangnya, Mac & Dick enggan untuk mengembangkan bisnisnya menjadi Franchise (waralaba) untuk McDonalds. Mereka takut kegagalan menjaga kualitas sajiannya terulang kembali.

Celah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Kroc yang berminat untuk menjadikan McDonalds sebagai bisnis waralaba. Kroc bekerja keras dan melakukan tour berkeliling negaranya untuk mencari rekan kerja waralaba. Singkat cerita, Kroc berhasil mendapatkan rekan waralabanya. Namun, bisnis waralaba ini tidak semulus yang ia pikirkan. Karena Kroc memiliki banyak gerai, ia kewalahan untuk mengawasi setiap gerainya. Beberapa gerai malah menjual makanan di luar menu yang disepakati. Kroc tidak menerapkan control Financial Measures of Performance. Hal ini terlihat dari pendapatan yang dihasilkan oleh Kroc tidak mencukupi untuk kebutuhannya. Bahkan ia kehabisan modal untuk membuka waralaba baru, sehingga rumah tinggalnya pun terancam disita oleh bank.

Saran/ Alternatif Solusi :

Mac & Dick selaku founder McDonald’s seharusnya dapat mengontrol segala aktivitas perusahaan termasuk yang dilakukan Ray sebagai CMO. Mengingat keterampilan yang dimiliki Ray yang memiliki jiwa bisnis yang kuat mengakibatkan ia melakukan penyelewengan dalam organisasi. Perlunya Organitation Goals agar dapat mengontrol output yang digunakan di setiap tingkat organisasi, dan sangat penting bahwa tujuan yang ditetapkan di setiap tingkat selaras dengan tujuan yang ditetapkan di tingkat lain, sehingga manajer dan karyawan lain di seluruh organisasi bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan oleh manajer puncak. Ray perlu menerapkan Financial Measures of Performance sehingga setiap pengeluaran maupun pendapatan dapat dikontrol. 

Organizational Change

Perubahan pada organisasi atau organizational change adalah pergerakan organisasi menjauh dari keadaannya sekarang menuju beberapa keadaan masa depan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Berikut ini adalah beberapa langkah pada proses perubahan organisasi. (Gambar 9)

Gambar 9. Empat tahapan pada perubahan organisasi 
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Hal yang dilakukan oleh Kroc maupun Mac & Dick keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Kelompok kami mencoba untuk mengambil sisi positif dari masing- masing pihak sehingga tercipta perubahan organisasi yang ideal.

Perubahan Revolusioner yang dilakukan oleh Kroc yang menjadikan McDonalds sebagai bisnis waralaba secara nasional sebenarnya sudah tepat. Akan tetapi, akan lebih baik apabila dilakukan pengawasan secara langsung maupun berkala untuk memastikan satu-persatu gerai yang dibuka sudah memenuhi standar yang diterapkan oleh Mac & Dick biasa lakukan. Kemudian melakukan Management by Objectives yakni suatu sistem formal untuk mengevaluasi karyawan pada kemampuan mereka untuk mencapai tujuan organisasi atau standar kinerja tertentu dan untuk memenuhi anggaran operasi. Dengan demikian perubahan yang terjadi pada organisasi dapat terlaksana dengan baik.

Referensi:

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York. (JG)

Disusun Oleh :

Kelompok “Rich Dad Poor Dad”

1. Nurhayati Kala’

2. Ika Puspa Ailsha

3. Rizky Luthfi Arrizal

4. Safira Pralampita Larasati



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format