Whats Happening in Office Space (1999) Movie Workplace?

Cerita tentang programmer yang frustrasi dan demotivasi bekerja di sebuah perusahaan bernama Initech.


0

Kini sudah 21 tahun sejak film klasik 1999 “Office Space” dirilis, para karyawan di seluruh dunia masih merasa relate pada rutinitas pekerjaan yang tidak berkembang, kurangnya sumber daya fungsional, komunikasi serta motivasi yang buruk, dan struktur pelaporan yang tidak efektif.

 Sinopsi Film Office Space (1999)

Office Space adalah film komedi Amerika yang dirilis pada 1999, film ini ditulis dan disutradarai oleh Mike Judge. Film ini dibintangi oleh Ron Livingston, Jennifer Aniston, Gary Cole, Stephen Root, David Herman, Ajay Naidu dan Diedrich Bader. Office Space menceritakan tiga karyawan yang bekerja di Initech Office, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Peter Gibbons (Ron Livingston) adalah programmer komputer yang sedang mengalami krisis motivasi dalam bekerja. Baginya, setiap hari merupakan hari yang buruk terlebih pada hari Senin karena kebanyakan karyawan mengalami “Monday Syndrom”. Dua rekan kerjanya, Michael Bolton (David Herman) dan Samir Nagheenanajar (Ajay Naidu) juga membenci rutinitas pekerjaanya yang sama selama lima tahun. Selain itu, hal menjadi lebih buruk karena restrukturisasi perusahan yang akan memangkas beberapa karyawan yang memiliki performa kurang baik. Mereka kemudian berinisiatif untuk membalaskan dendam dengan menyisipkan virus ke sistem perbankan milik Initech. Melalui virus itu, uang akan tersedot ke rekening Peter secara bertahap. Namun, karena kesalahan di kode virus, uang dalam jumlah banyak tersebut justru tersedot ke rekening mereka. Mereka harus menyelesaikan masalah ini agar tidak berakhir di penjara.

 Pengorganisasian Struktur, Budaya, dan Kontrol Perusahaan Initech

Struktur organisasi diharapkan dapat memberikan gambaran umum tentang peran dan tugas setiap karyawan. Struktur organisasi Initech terlihat tidak efektif karena karyawan merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Struktur organisasi belum efektif menangani masalah lingkungan yang kondusif bagi pekerja. Sebagai contoh, Bill Lumbergh (Pimpinan Initech) secara terbuka melecehkan beberapa karyawan tanpa alasan yang jelas dan memperlakukan mereka secara tidak adil. Ini sangat melemahkan motivasi terutama bagi individu pekerja keras seperti Samar. Karyawan mungkin merasa direndahkan sehingga merasa perusahaan tidak menghargai upaya individu. Michael dan Samar yang merupakan karyawan dengan performa baik selama 5 tahun akhirnya dipecat, sementara Peter yang berperilaku buruk (juga karena pengaruh demotivasi) malah dipromosikan.

Bill Lumbergh merupakan orang yang tidak disukai oleh para karyawannya karena sikap nya yang arogan, tamak, dan sering sekali melakukan hal yang semena-mena pada para karyawannya. Budaya yang ada di organisasi Initech pun sangat tidak kondusif karena sikap pimpinannya yang terlalu bossy, beban kerja yang sangat menumpuk, serta jam kantor yang kelewat Panjang. Karena budaya yang buruk tersebut para karyawan di Initech rentan stress, dan merasa depresi yang akhirnya para karyawan tersebut melampiaskan semua itu dengan cara ber-emosi di tempat kerja. Dalam hal pengendalian Initech yang dilakukan oleh Bill Lumbergh, Bill Lumbergh hanya fokus pada laporan yang dilaporkan oleh para karyawannya tanpa terjun langsung terhadap permasalahan yang terjadi di kantornya tersebutnya. Bill Lumbergh pun jarang sekali melakukan komunikasi terhadap para karyawannya, hal ini mengakibatkan para karyawannya kehilangan motivasi kerjanya. Sebagai seorang pemimpin pun Bill Lumbergh tidak bisa memanfaatkan skill para karyawannya secara penuh sehingga dalam alur cerita tersebut perampingan organisasi yang dilakukan oleh Bill Lumbergh adalah hal yang sangat buruk. 

Apa yang dapat dilakukan Perusahaan Initech untuk meningkatkan Pengorganisasian Struktur, Budaya, dan Kontrol?

  • Struktur

Struktur organisasi adalah sistem formal penugasan serta hirarki pelaporan pekerjaan yang menentukan bagaimana karyawan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Tantangan yang dihadapi semua perusahaan adalah merancang struktur dan budaya yang dapat (1) memotivasi manajer dan karyawan untuk bekerja keras dan mengembangkan perilaku dan sikap kerja yang mendukung dan (2) mengoordinasikan tindakan karyawan, kelompok, fungsi, dan divisi untuk memastikan mereka bekerja sama secara efisien dan efektif.

Manajer Initech atau  Bill Lumbergh dalam film Office Space ini jelas sangat kurang dalam melakukan motivasi karyawannya. Menurut Hackman dan Oldham, setiap pekerjaan memiliki lima karakteristik yang menentukan seberapa besar pekerjaan tersebut memotivasi karyawan. Karakteristik tersebut menentukan bagaimana karyawan bereaksi terhadap pekerjaan mereka dan mengarah pada hasil seperti kinerja dan kepuasan tinggi serta tingkat turnover yang rendah.

Beberapa job characteristic dapat ditingkatkan perusahaan Initech untuk mencegah serta menanggulangi terjadinya demotivasi atau bahkan burnout pada karyawan dengan rutinitas yang sama serta beratnya pekerjaan yang dibebankan. Initech dapat melakukan job enrichment yaitu meningkatkan tingkat tanggung jawab seorang karyawan atas suatu pekerjaan dengan (1) memberdayakan karyawan tersebut untuk bereksperimen menemukan cara baru atau lebih baik dalam melakukan pekerjaan, (2) mendorong karyawan untuk mengembangkan keterampilan baru, (3) menjadikan karyawan dapat memutuskan bagaimana melakukan pekerjaan dan memberi mereka tanggung jawab untuk memutuskan bagaimana menanggapi situasi yang tidak terduga, dan (4) memungkinkan pekerja untuk memantau dan mengukur kinerja mereka sendiri.

Perusahaan Intech melalui job enrichment dapat meningkatkan rasa tanggung jawab karyawan dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan mereka. Juga, penting bagi  Bill Lumbergh untuk memberikan feedback positif atau negatif yang membangun bagi setiap karyawannya terkait pekerjaan yang sudah mereka selesaikan. Sehingga, mereka akan termotivasi untuk selalu memberikan performa yang terbaik bagi perusahaan.

Kemudian terkait dengan struktur organisasi perusahaan, Initech menerapkan struktur organisasi matriks, sehingga dalam kasus ini, Peter memiliki 8 atasan yang berbeda dan menghabiskan sebagian besar waktunya menjawab pertanyaan "Did You Get the Memo?" yang sama dari masing-masing manajerya. Kondisi tersebut merupakan salah satu pemicu demotivasi, terlebih ketika melakukan kesalahan maka teguran yang sama akan diterimanya sebanyak 8 kali. Perusahaan perlu mengkaji ulang apakah struktur organisasi martriks masih relevan dan efektif atau tidak. Apabila tidak, maka dapat menggantinya dengan product team structure.

Product team structure berbeda dari struktur matrik karena struktur ini (1) menghilangkan pelaporan ganda atau lebih serta karyawan dengan dua bos, dan (2) karyawan fungsional secara permanen ditugaskan ke tim lintas fungsional yang diberdayakan untuk membawa produk baru ke pasar.

  • Budaya

Budaya organisasi adalah seperangkat keyakinan, harapan, nilai, dan norma bersama yang mempengaruhi anggota organisasi berhubungan satu sama lain dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.

Perusahaan Initech memiliki aturan yang lemah. Terlebih pada kasus Peter yang sudah tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya, dengan tidak membuat report dan datang ke kantor karena masalah krisis motivasinya. Walaupun dengan keaadaan seperti itu seharusnya manajer memberikan perhatian khusus untuk mencari sebab dari perilaku Peter. Kegagalan untuk melakukan hal tersebut dapat membahayakan perusahaan karena tingkat produktivitas dapat turun. Bill Lumbergh membeiarkan tindakan ini berlangsung terus menerus, oleh karena itu komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa kesejahteraan karyawannya terjaga juga gagal. 

Untuk isu Michael dan Samir sangat memperlihatkan bahwa objektivitas penilaian kinerja karyawan di Initech juga patut dipertanyakan. Ketika dua konsultan HR didatangkan, fungsinya bukan untuk isu utama yaitu pendekatan emosional untuk mencari akar masalah dan meningkatkan motivasi karyawan, tetapi malah memperburuk keadaan dengan memecat karyawan dengan kinerja baik dan mempromosikan karyawan dengan kinerja buruk. 

Dapat simpilkan bahwa buadaya yang ada di Initech merupakan Inert Culture, yaitu budaya yang nilai dan normanya gagal memotivasi atau menginspirasi karyawan; mereka menyebabkan stagnasi dan, seringkali, kegagalan seiring waktu. Penting bagi manajer untuk aware akan keadaan ini dan menanggulanginya dengan meningkatkan Adaptive Culture, yaitu budaya yang nilai dan normanya membantu organisasi membangun momentum dan tumbuh serta berubah sesuai kebutuhan untuk mencapai tujuannya dan menjadi efektif.

Apa yang dapat dilakukan Bill Lumbergh?

Manajer dapat meningkatkan budaya adaptif yang didasarkan pada nilai-nilai yang meningkatkan kreativitas dan inovasi dan di mana pengambilan keputusan juga mungkin dilakukan oleh tim karyawan. Menciptakan birokrasi dan rantai pelaporan seminimal mungkin. Jika kita melihat budaya adaptif di Google; budaya adaptifnya didasarkan pada hubungan informal dan pribadi serta norma kerja sama dan kerja tim. Untuk membantu memperkuat budayanya, Google membangun kampus rencana terbuka futuristik di mana para insinyurnya dapat bekerja sama untuk berinovasi produk yang lebih canggih. Nilai budaya dan norma Google hadir dalam rutinitas kerja yang secara bersamaan menyatukan individu di dalamnya. 

Dalam budaya adaptif, karyawan sering menerima penghargaan yang terkait langsung dengan kinerja mereka dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Terkadang employee stock ownership plans (ESOP) juga menjadi salah satu stimulus karyawan untuk meningkatkan motivasi dalam hal kualitas, efisiensi, dan kinerja agar tingkat pengembalian dari presentase saham yang dimilikinya juga meningkat. 

  • Kontrol

Kontrol menjadi penting bagi setiap perusahaan agar manajer dapat melihat sejauh mana kinerja karyawan dan organisasi untuk mencapai tujuan. Berikut merupakan tipe-tipe kontrol yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan Initech dalam Film Office Space:

1. Pengawasan Pendahuluan (Feedforward Control)

Pengawasan ini sering disebut juga dengan Steering Control. Ini dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar dan tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap diselesaikan (kegiatan belum dilaksanakan). Manajer dalam Film Office Space yaitu Bill Lumbergh mempunyai sifat yang buruk dan berpengaruh terhadap kinerja pegawainya. Akar permasalahan yang terjadi di Initech karena struktur dan budaya di Initech sangat buruk, tidak bisa terjadi pengawasan yang baik karena akar permasalahan di Initech terjadi pada internal organisasi yang buruk. Dengan sifat buruk yang dimiliki oleh manajer Initech sangat mempengaruhi controlling yang tidak berjalan dengan baik. Saran untuk perusahaan Initech agar mempunyai control yang baik sebelum kegiatan dimulai, yaitu dengan planning yang cukup matang untuk antisipasi hal buruk yang akan datang disaat kegiatan berlangsung. Sifat manajer yang sangat bossy tidak bisa menjadi manajer yang baik karena akan berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

2. Pengawasan Concurrent

Pengawasan concurrent maksudnya pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan melakukan kegiatan. Pengawasan ini sering disebut pengawasan “ Ya-Tidak “, screening control, “berhenti terus” dilakukan selama suatu kegiatan berlangsung. Dalam film Office Space, manajer Initech jarang sekali untuk komunikasi dengan pegawainya. Pengawasan dengan tahap berlangsung yaitu saat kegiatan sedang dijalankan sangat dibutuhkan agar pekerjaan berjalan dengan baik, namun karena manajer jarang berkomunikasi dengan pegawai yang mengakibatkan manajer tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di lingkungan pegawainya. Manajer hanya menerima hasil akhir dan tidak ikut terjun langsung ke dalam penugasan. Saran agar pengawasan concurrent  menjadi efektif yaitu, manajer harus berkomunikasi dengan pegawai dan memotivasi pegawai agar tidak terjadinya demotivasi yang mengakibatkan turunnya semangat pegawai. Terjun langsung ke lapangan dalam pekerjaan sangat dibutuhkan karena manajer jadi tahu apa yang terjadi di lapangan. 

 3. Pengawasan Umpan Balik (Feedback Control)

Pengawasan ini biasa juga dikenal sebagai “Past-Action Control”  yang mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan dan pengukuran ini dilakukan setelah kegiatan terjadi.

Ketiga bentuk pengawasan ini sangat berguna bagi manajemen karena memungkinkan manajemen membuat tindakan koreksi dan tetap dapat mencapai tujuan. Dilihat dari langkah awal pengawasan pada film Office Space sudah kurang baik karena kurangnya sikap kepemimpinan dari seorang manajer. Dengan hal tersebut feedback yang dihasilkan pada hasil akhir akan tidak baik. Saran untuk dapat feedback control yang dapat mencapai tujuan yaitu langkah awal dari tahap pengawasan sudah berjalan dengan baik, jika tahap awal sudah dilaksanakan dengan baik maka tahap selanjutnya bisa berjalan dan dapat mencapai tujuan sebuah organisasi. 

Tahapan Perubahan Organisasi di Initech Office

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Initech dari struktur organisasi, dan budaya, diperlukan perubahan manajerial perusahaan untuk lebih terorganisir dan terkontrol untuk mencapai tujuan dari perusahaan. Beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh perusahaan Initech, antara lain:

1. Assessing the need for change

Dari film tersebut dapat diketahui bahwa struktur organisasi matriks yang telah diterapkan oleh perusahaan Initech harus diganti ke struktural yang lebih simpel, dikarenakan  dengan banyaknya atasan dapat menimbulkan tingkat stress karyawan dalam melaporkan hasil pekerjaan mereka. 

Budaya perusahaan di Initech adalah budaya organisasi yang lemah ini dapat terlihat dari pekerjaan monoton dalam melakukan kegiatan yang berulang setiap hari nya serta perintah oleh atasan untuk melakukan pekerjaan di akhir minggu (weekend) telah menimbulkan demotivasi bagi karyawan yang hanya merupakan rasa takut kepada atasan mereka yaitu Bill Lumbergh. Sehingga karyawan hanya menjadikan perusahaan sebagai alat untuk mencari penghasilan semata. Disinilah titik permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan initech dalam menciptakan struktur dan budaya organisasi yang lebih baik.

2. Deciding on the change to make

Pada tahapan ini perusahaan Initech adalah perusahaan yang berbasis sebagai perusahaan teknologi harus melakukan perubahan penyederhanaan dari struktural matriks ke struktural yang lebih simpel atau Flat Organization. Dimana struktural ini mencakup lebih sedikit jajaran fungsional manager, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengambil keputusan-keputusan penting serta dapat memberikan tantangan lebih untuk berinovasi dalam meningkatkan produktivitas dan tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka.

Perubahan budaya untuk menjadikan perusahaan Initech memiliki budaya organisasi yang kuat dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan karyawan, misalnya (1). dengan memberikan insentif atau uang lembur jika memang harus melakukan pekerjaan di akhir minggu atau hari libur. (2). Menciptakan komunikasi dan toleransi yang efektif baik antar karyawan maupun dengan atasan, dapat dilakukan dengan melakukan outing bersama atau kegiatan diluar kantor sebagai sarana untuk membangun kerjasama setiap karyawan, sehingga menimbulkan perasaan kekeluargaan dan memiliki dalam berorganisasi, (3). Memberikan penghargaan atau penilaian terhadap kinerja karyawan secara objektif, dengan jenjang karir atau benefit yang jelas dapat memotivasi karyawan untuk melakukan performa terbaik mereka dalam bekerja dan juga dapat menimbulkan kompetisi yang sehat antar karyawan. Sehingga dapat tercipta budaya organisasi yang kuat dan menyenangkan dalam melakukan tugas dan pekerjaan mereka. Dengan menghargai karyawan sebagai aset perusahaan akan mendorong karyawan untuk bekerja dan menjadi bagian dari organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

3. Implement the change

Untuk melakukan implementasi perubahan dari perusahaan Initech dapat dilakukan secara top-down change. Menurut Gareth R. Jones dan Jenifer M. George (2018) perubahan top-down adalah perubahan yang di implementasikan secara cepat oleh top manager untuk melakukan perubahan, memutuskan apa yang akan dilakukan dan mengimplementasikan perubahan ke karyawan di bawahnya. Dengan mengimplementasikan kebijakan perubahan top-down dari perubahan struktur organisasi dan budaya organisasi yang telah dibahas diatas dapat langsung memberikan perubahan secara instant terhadap perusahaan Initech. 

4. Evaluate the change

Tahap terakhir dari tahapan perubahan adalah mengevaluasi keberhasilan perubahan yang terjadi sebelum melakukan tahapan perubahan dan sesudah melakukan perubahan terhadap kinerja perusahaan. Ini bisa dilakukan dengan melihat atau membandingkan (benchmarking) kinerja karyawan dan seberapa motivasi nya mereka terhadap kebijakan perubahan yang telah dilakukan oleh perusahaan.

--

Referensi

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York. (JG)

Penulis

 The Supremes Team

Mohammad Hari Adipurna

Redy Sepriyadi

Reva Alfiana Annisa W

Riski Anggun Pratika


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
anggunpratika

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format