Dua Garis Biru Belum Optimal Memanfaatkan Pasar

Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan dalam film ini untuk menarik lebih banyak penonton.


0

Gambaran Umum

Judul Film: Dua Garis Biru

Sutradara: Gina S. Noer

Produksi: Wahana Kreator, Starvision

Penulis: Gina S. Noer

Pemain: Adhisty Zara (Zara JKT48), Angga Yunanda, Cut Mini Theo, Arswendy Bening Swara, Dwi Sasono, Lulu Tobing, Maisha Kanna, Rachel Amanda, Asri Welas

Durasi: 113 menit

Klasifikasi LSF: 13+

Rilis di bioskop: 11 Juli 2019

Film ini menceritakan kisah asmara dua remaja SMA bernama Dara dan Bima yang berawal dari persahabatan, kemudian mereka memutuskan untuk berpacaran. Kisah asmara di usia 17 tahun membuat mereka merasa saling melengkapi, sebab mereka bisa jadi diri sendiri, kebodohan bisa ditertawakan, dan kerapuhan tak perlu ditutupi. Namun suatu ketika, mereka melakukan hal yang di luar batas kewajaran dalam berpacaran. Keduanya harus menerima kenyataan jika Dara tengah hamil buah cintanya dengan Bima. Di usia yang masih sangat belia, tentu dari pihak orang tua terjadi pertentangan dan konflik, mengingat anaknya hamil di luar nikah sedangkan Bima jadi ikut bersalah. Pada akhir film ini diceritakan Dara dan Bima harus berpisah karena Dara ingin melanjutkan studinya di Korea dan Bima mengurusi anak dari Dara serta mencari pekerjaan untuk menafkahi anaknya. 

Dari cerita demikian menunjukkan bahwa adanya kesan negatif dari film ini, yaitu anak muda yang masih dibangku sekolah tetapi sudah melakukan hubungan. Karena adanya pandangan negatif tersebut yang muncul di masyarakat, film ini tidak sengaja ramai diperbincangkan. Opini tersebut menggiring masyarakat menjadi penasaran untuk melihat film Dua Garis Biru. 

Dalam memasarkan film ini memang tidak ada yang salah. Para produser memasarkan film ini seperti pada film-film lain yaitu, mengadakan roadshow dengan mengajak beberapa pemain ke bioskop, serta pemasangan iklan di TV dan sosial media. Namun menurut kami, dengan adanya ramai dibicarakan karena unsur dalam film tersebut seharusnya film ini bisa lebih bertahan lama dan lebih banyak meraup penonton. Isu – isu terkait dengan pergaulan bebas pada remaja di Indonesia cukup tinggi. Film ini seharusnya dibahas dalam lokakarya dan ruang-ruang pendidikan. Dengan menggaet beberapa orang – orang berpengaruh di dalamnya. Sehingga film ini bukan hanya membuat orang penasaran tetapi juga memberikan edukasi tersendiri bagi penonton nya terutama remaja yang belum cukup usia untuk menikah maupun memiliki anak. 

Analisis Channel behavior and organization, channel design decisions, channel management decision yang digunakan

Film Dua Garis Biru memiliki pesan yang ingin disampaikan terkait moral tentang pendidikan seks dan memberikan edukasi khususnya bagi remaja di Indonesia. Film ini tidak hanya berani mengangkat isu sensitif, namun juga menjadi tontonan yang penting bagi masyarakat, sebab angka pernikahan dini di Indonesia dinilai cukup mengkhawatirkan. Menurut data pada tahun 2017, UNICEF mencatat setidaknya ada 14% anak-anak di Indonesia menjadi pengantin sebelum berumur 18 tahun, ada sekiranya 1,45 juta anak menjadi pengantin perempuan. Namun film ini sempat mengundang pro dan kontra dari masyarakat Indonesia. Kontroversi ini muncul setelah perilisan trailer film. Kontroversi terletak pada konten yang dianggap kurang baik untuk generasi anak muda, bahkan muncul petisi online yang melarang penayangan film ini. Menanggapi kecaman masyarakat, sutradara sekaligus penulis skenario, Gina S. Noer angkat bicara. Beliau beranggapan bahwa seiring berjalannya waktu masyarakat akan bisa memahami pesan di balik film tersebut, sehingga ketika menonton nanti, penonton bisa terhibur, relate dengan karakter-karakternya, dan lambat laun kontroversi tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Di sisi lain, film ini mendapatkan banyak komentar positif, salah satunya dari Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dwi Lisyawardani. Beliau mengatakan bahwa film ini bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua terkait pola pengasuhan anak serta pentingnya menjaga komunikasi dengan anak agar tidak terjerumus pada perkawinan usia dini. 

Film ini mendapatkan respon positif dilihat dari jumlah penonton yang mencapai 1 juta penonton hanya dalam kurun waktu 6 hari saja. Merayakan pencapaian 1 juta  penonton, Perusahaan Starvision Plus memberikan diskon 50% kepada penonton pertama Dua Garis Biru melalui via aplikasi Tix ID untuk periode waktu penayangan tertentu. Film ini menggunakan horizontal marketing system melalui kerjasama dengan Tix ID untuk mencapai skala ekonomi dalam hal pembelian serta promosi film.  

Channel design decisions dalam memenuhi peluang dan kondisi pasar dilakukan salah satunya dengan roadshow ke kota-kota tertentu serta membawa para pemain film. Bioskop yang didatangi merupakan prioritas dalam menggaet jumlah penonton yang lebih banyak.

Selain hal itu, film ini menjadi pembicaraan hangat setelah muncul kontroversi penayangan, banyak masyarakat yang kemudian menjadi penasaran akan film ini. Implikasi dari hal ini, film Dua Garis Biru dinilai berhasil menurut Ginatri S. Noer berdasarkan jumlah penonton yang mencapai 2 juta. Banyak pencapaian prestasi pada film ini, salah satunya menjadi film pilihan yang masuk dalam Seoul International Women’s Film Festival (SIWFF), dan menjadi satu-satunya film Indonesia yang berhasil masuk pada festival tersebut.

Analisis Channel yang Seharusnya digunakan oleh Company agar Lebih Baik Memberikan Nilai ke Pelanggan 

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, penyebab dari kehamilan usia remaja adalah penurunan penggunaan kontrasepsi modern pada segmen usia muda (15-29 tahun) secara signifikan sekira 4 persen dari total populasi Indonesia. Selain itu, rendahnya pengetahuan anak muda terhadap kesehatan reproduksi (KESPRO), dan kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya tentang kontrasepsi, juga disinyalir menjadi dua penyebab utama hal tersebut. Oleh karena itu, film ini menyasar kelas usia sekolah. Film ini memiliki klasifikasi PG-13 yang ditujukan untuk ditonton oleh umur 13 tahun keatas. 

Berdasarkan analisis kami, keputusan chanel yang dilakukan oleh produser sudah cukup baik. Namun, channel terbesar yang menyasar kelas remaja belum dilakukan misalnya dengan melakukan kampanye/promosi di beberapa SMP dan SMA di Indonesia. Kampanye tersebut dapat menawarkan kegiatan berupa nonton bareng sekaligus bincang bareng pemain. Dengan begitu, pesan edukasi juga akan tersampaikan. Kemudian, acara promosi di sekolah tersebut dapat di unggah di media sosial film tersebut dengan menawarkan kesempatan kunjungan nonton bareng ke sekolah lain. Harapannya, konten tersebut dapat ramai diperbincangkan oleh siswa SMP-SMA dengan berkomentar sebanyak-banyaknya agar sekolah tersebut terpilih.

Melihat dari hasil penonton, saluran distribusi layar untuk film ini dapat dikatakan sangat baik. Kerja sama dengan Tix ID dan Iflix dapat mendorong tingkat pembelian. Namun, penggunaan penayangan film seperti Netflix atau CatchPlay belum dilakukan oleh produser. Mengingat film sudah tayang sejak 2019, kemungkinan terdapat para penonton yang ingin menonton kembali atau yang belum berkesempatan menonton.

Solusi Kreatif 

Film Dua Garis Biru merupakan film yang tidak hanya mengisahkan kisah cinta antara dua remaja saja. Dari film ini kita belajar betapa pentingnya peran orang tua untuk memberikan pembelajaran mengenai budi pekerti luhur bagi anak-anak mereka. Di zaman semaju ini pacaran bukan lagi hal yang tabu terlebih bagi generasi milenial, tapi sebagian orang tua-terutama mereka yang masih generasi boomers menganggap pacaran sebagai hal yang tabu dan belum selayaknya untuk dilakukan sehingga seringkali muncul konflik batin dari sisi orang tua sendiri untuk mengajarkan bagaimana etika dalam berpacaran dan batasan-batasan apa saja yang harus diterapkan.

Untuk itu sebenarnya film ini dapat dijadikan media pembelajaran untuk anak-anak usia remaja menuju dewasa mengenai etika dalam menjalani hubungan antar lawan jenis. Terutama bagi orang tua yang masih bingung cara menjelaskan etika berpacaran kepada putra-putri mereka, karena masih menganggap tabu bahasan tersebut, tapi terdesak oleh kebutuhan saat ini dimana anak mereka sudah mengenal “pacaran”. Film ini bermanfaat untuk meringankan beban orang tua dalam menjelaskan mengenai “pacaran” atau setidaknya membuka pembicaraan antara anak dan orang tua untuk melakukan pembahasan mengenai “pacaran”.

Untuk itu marketer sebenarnya dapat menarget orang tua yang memiliki anak usia 13-19 tahun dengan memberikan diskon bundling, dimana seperti pembahasan sebelumnya marketer melakukan talkshow dalam rangka promosi film ke SMP maupun SMA (seperti yang dilakukan GoodDay), kemudian memberikan diskon bundling bagi mereka yang berniat mengajak ayah/ibu mereka untuk menonton film dengan syarat dan ketentuan tertentu. Jadi sebenarnya marketer dapat menjadikan orang tua sebagai salah satu sasaran marketing channel mereka, demi terbangunnya generasi yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab dalam berhubungan dengan lawan jenis, sehingga menurunkan angka kehamilan diluar nikah. Tidak hanya menggaet ibu atau anak saja, melainkan dua-duanya secara bersamaan.

Penulis:

  • Francisca Puspalinda    17/408698/EK/21270

  • Irma Afifah Humaira    18/429422/EK/22031

  • Muhammad Zaky Z. I.  19/441477/EK/22495

  • Fathiya Fithratun Nisa  19/441461/EK/22479

Referensi :

Adam, A. (t.t.). Dua Garis Biru: Kontroversi yang Perlu Dirayakan. tirto.id. Diambil 21 November 2020, dari https://tirto.id/dua-garis-biru-kontroversi-yang-perlu-dirayakan-eeeV

antaranews.com. (2019, Juni 27). Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara “Dua Garis Biru.” Antara News. https://www.antaranews.com/berita/931230/sempat-dikecam-ini-tanggapan-sutradara-dua-garis-biru

Arnani, M. (t.t.). “Dua Garis Biru” Masuk dalam Festival Film Wanita Internasional di Seoul Halaman all. KOMPAS.com. Diambil 21 November 2020, dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/06/170118465/dua-garis-biru-masuk-dalam-festival-film-wanita-internasional-di-seoul

Nur Zhafira, A. (2019, Juli 10). “Dua Garis Biru”, drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/949185/dua-garis-biru-drama-remaja-tentang-cinta-dan-tanggung-jawab

Reily, M. (2019, Juli 17). Dua Garis Biru Jadi Film Indonesia Keenam yang Masuk Box Office 2019—Katadata.co.id. https://katadata.co.id/happyfajrian/berita/5e9a50d8a6516/dua-garis-biru-jadi-film-indonesia-keenam-yang-tembus-1-juta-penonton


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format