M&M Direct Marketing Channel Pada Film Like a Boss (2020)

Mia dan Mel, sahabat yang membangun bisnis bersama dengan segala rintangan yang harus dihadapi. Bagaimana mereka mampu bertahan? Apa kunci dalam meraih kesuksesan?


3
3 points

SINOPSIS SINGKAT

Film yang tayang pada bulan Januari tahun 2020 ini dibintangi oleh aktris Tiffany Haddish dan Rose Byrne dalam arahan sutradara Miguel Arteta. Sementara untuk naskahnya dikerjakan oleh Sam Pitman dan Adam Cole-Kelly.

Like A Boss bercerita tentang kisah persahabatan dua perempuan dalam mengarungi suka duka menjalankan bisnis kosmetik. Diceritakan Mel (Rose Byrne) dan Mia (Tiffany Haddish) telah bersahabat sejak masa SMA. Saat berkuliah mereka mulai merintis bisnis kometik dengan nama brand Mia & Mel's di garasi rumah. Meski memiliki karakter yang berbeda, keduanya mampu menyatukan perbedaan dan mulai menapaki kesuksesan secara perlahan. Mel lebih cenderung berpikir inventif dan jauh ke depan, sementara Mia ingin mendapatkan keuntungan lebih cepat.

ANALISIS

Dalam film tersebut, marketing channels yang diterapkan pada bisnis kosmetik yang dimiliki oleh dua orang sahabat bersifat penjualan langsung ke konsumen tanpa adanya distributor. Semua komoditas kosmetik yang mereka jual hanya bisa dapat dibeli di satu-satunya gerai mereka. Tidak terdapat pihak semacam distributor atau perantara untuk memperluas jaringan transaksi. Menurut kami, apabila komoditas dijual tanpa distributor atau perantara dan hanya terdapat satu gerai atau toko yang menjual komoditas tersebut, maka Mia dan Mel, selaku pemilik bisnis kosmetik M&M, kelak memiliki keterbatasan dan cakupan yang sangat kecil dalam memasarkan produknya. Komunikasi atau pemasaran produk yang terbatas juga semakin terkendala akibat pemasaran yang hanya dilakukan oleh M&M tanpa adanya bantuan dari distributor yang mampu menawarkan lini produk baru terhadap pelanggan tetapnya.

Direct channel marketing menerapkan hubungan langsung antara produsen dan konsumen untuk menjual komoditas produksinya. M&M yang masih seumur jagung menerapkan channel pemasaran langsung. Menurut kami, pemasaran produk atau pelaku bisnis yang tergolong baru dan kecil dalam suatu pasar perlu dilakukan dengan sangat gencar, di mana dalam film ini, jarang ditemukan adegan di mana produk M&M sedang dipasarkan. Upaya pemasaran dilakukan sendiri oleh M&M, sehingga, terlepas dari total penjualan daring yang mencapai 12,000 dollar AS, gerai M&M terlihat tidak terlalu dimintati oleh pejalan kaki yang melintasi di jalan-jalan sekitar gerai tersebut berdiri. Penerapan promosi yang tidak terlalu vokal juga dapat menjadi salah satu faktor kurangnya minat konsumen offline yang berasal dari pejalan kaki terhadap produk M&M.

1. Channel Behaviour and Organization
Pada film "Like a Boss", awalnya bisnis kosmetik yang dimiliki oleh Mia dan Mel tidak bermitra dengan siapapun. Mereka berdua terutama Mia tidak ingin berada di bawah kendali orang lain selama menjalankan bisnisnya. Namun, bisnis tidak berjalan dengan baik dan mereka memiliki hutang sejak membuka toko sebanyak $493.000 dan jika tidak segera dilunasi maka toko terancam tutup dalam waktu 6 bulan. Suatu hari, seorang karyawan dari Oviedo Enterprises International mendatangi toko mereka dan menyebutkan bahwa pihaknya tertarik untuk bertemu dan membahas investasi di perusahaan. Claire yaitu pemilik Oviedo telah memonitor penjualan daring Mia & Mel dan grafiknya cukup bagus. Mia & Mel juga mengeluarkan sebuah produk best saller bernama "One Night Stand" yaitu kosmetik sekali pakai yang bisa masuk tas atau dibawa kemanapun.

Saat keduanya bertemu, Claire menjelaskan bahwa dia ingin MM merasakan kenikmatan dari melihat produknya dipajang di toko papan atas. Claire menawarkan akan melunasi hutang MM untuk 51% dari perusahaan. Claire juga ingin mengenalkan produk Mia&Mel untuk Oviedo pada pesta peluncuran selanjutnya. Jika berhasil, Claire berjanji akan berinvestasi lagi sebesar 1,7 juta dolar. Mia tidak setuju karena Claire akan mengendalikan perusahaan mereka. Melihat hal tersebut, Clair kembali menawarkan kesepakatan yaitu hanya mengambil 49% dan MM akan tetap kendalikan kepemilikan.
MM meminta Claire memberikan satu kesempatan lagi, yang akhirnya disanggupi dengan Mia&Mell yang akan menampilkan tutorial langsung di acara bernama "Beauty and Bubbles". Riasan Mia & Mell saat itu tidak menimbulkan antusiasme tinggi berbanding terbalik dengan kompetitornya yaitu "Get Some" yang merupakan perusahaan produk kecantikan. Mia & Mell kembali gagal meraih kepercayaan Claire dan kontrak tidak bisa dilanjutkan. Suatu saat, Mia & Mell yang mengetahui bahwa ide produk mereka dicuri oleh perusahaan "Get Some" pun tidak terima dan bangkit dari keterpurukan. Mia & Mell pun berusaha membuat produk yang melebihi ekspektasi dan menawarkan kerja sama dengan mitra lain.

Akhirnya, Mia dan Mell meluncurkan produk baru bernama "Ride or Die" yaitu alat kecantikan pilihan dengan filosofi mampu membuatmu serta sahabatmu dalam mempercantik diri sambil berpesta. Mia dan Mell memulai bisnis baru dari nol dengan nama perusahaan "Proud Beauty" bersama partner atau mitra baru yaitu Shay yang dulunya adalah sahabat Claire. Kerjasama yang dilakukan oleh Mia dan Mell dengan Shay merupakan sistem saluran horizontal karena Shay berinvestasi kepada bisnis yang dijalankan Mia dan Mell tanpa meminta kendali atas perusahaan. Keuntungan yang diperoleh Shay yakni profit dari penjualan produk Mia dan Mel, sedangkan profit yang diperoleh Mia dan Mel adalah dukungan modal dan latar belakang brand.

2. Channel Design Desicion
Analyzing Customer Needs
Saat menawarkan jasa merias wajah, Mia & Mel selalu menanyakan apa gambaran dari wajah yang cantik menurut pandangan konsumen, event atau cara yang ingin dikunjungi, serta warna pakaian yang akan dikenakan. Mia & Mel ingin menyadarkan konsumen bahwa mereka sudah cantik dan tidak perlu melukis atau menutupi wajahnya. Sehingga, fokus utama produk Mia & Mel adalah tampilan make up natural serta peralatan make up yang praktis atau mudah dibawa kemanapun saat dibutuhkan.

Setting Channel Objective
Dalam bisnis kosmetik yang dijalankan oleh Mia dan Mel, mereka lebih memilih untuk memasarkan produk secara langsung kepada konsumen melakui toko dan dibantu oleh website resmi dari perusahaan. Strategi ini ditetapkan agar produk keluaran mereka mendapatkan posisi terbatas apabila ditempatkan dalam satu jajaran dengan produk dari kompetitor yang serupa. Karena, perusahaan Mia dan Mel masih tergolong baru sehingga tidak terlalu memperhatikan perantara untuk memasarkan produk mereka. Oleh karena itu, mereka belum dapat mengidentifikasi channel alternatif maupun mengevaluasi channel alternatif tersebut. Satu-satunya channel yang saat ini dipertimbangkan untuk bekerja sama hanyalah perusahaan milik Shay yang berperan sebagai investor modal.

3. Channel Management Decision
Mia & Mel hanya bekerja sama dengan Perusahaan milik Shay. Mia & Mel harus berkomitmen untuk menciptakan inovasi produk baru. Dan di sisi lain, Perusahaan Shay juga harus berkomitmen untuk mengenalkan produk Mia & Mel pada konsumen Shay melalui event atau kolaborasi produk. Dalam pemasaran produk, keduanya menjalin strategi distribusi eksklusif. Produk Mia & Mell akan tetap dijual exclusive di offline serta online store official Mia & Mell.

SARAN KREATIF

Dalam film tersebut, dua sahabat pemilik bisnis kosmetik yang telah dipermainkan oleh seorang pemilik bisnis kosmetik besar akhirnya melakukan pukulan hebat kepada sang pemilik bisnis kosmetik besar. Dua sahabat itu memanfaatkan dan sedikit melakukan pembajakan pada acara peluncuran produk milik pebisnis besar. Acara peluncuran produk tersebut kini digunakan oleh dua sahabat untuk memamerkan produk dan brand baru milik mereka. Melalui acara peluncuran produk yang meriah itulah dua sahabat ini dapat kembali memulai usahanya dan memasarkan produknya kembali.
Dari acara peluncuran produk kosmetik baru yang dilakukan oleh dua sahabat dalam film ini, kita dapat melihat bahwa mereka memanfaatkan marketing channels yang produk tersebut langsung didistribusikan kepada konsumen. Dalam acara peluncuran tersebut konsumen diberikan kesempatan untuk langsung mencoba dan membeli produk mereka. Walaupun sukses dengan produk mereka karena acara peluncuran produk itu, namun acara peluncuran seperti itu tidak dapat selalu digunakan. Mengingat acara peluncuran produk tersebut juga merupakan sebuah pembajakan terhadap acara peluncuran produk lain.
Oleh karena itu, dua sahabat M&M dapat melakukan strategi marketing channels  yang eksklusif untuk membangun citra brand dan produk yang premium. Dua sahabat itu dapat memulai untuk melakukan strategi marketing channels yang tetap langsung mendistribusikan produk kepada konsumen namun sebelum peluncuran produk, dua sahabat itu dapat melakukan pre order atau acara peluncuran virtual atau dapat mem-booming-kan produk mereka sebelum produk itu muncul. Seperti yang dilakukan oleh jeffree star yang dapat menjual satu juta Conspiracy Palette miliknya hanya dalam tiga puluh menit. jeffree star menggunakan channel tunggal yang langsung mendistribusikan produknya kepada konsumen, namun sebelum produk itu ada, jeffree star sudah mengkoar-koarkan produknya di media sosial sehingga konsumen sangat penasaran dengan produk tersebut. M&M dapat melakukan review atau sedikit membocorkan produk baru mereka sebelum produk tersebut diluncurkan kepada konsumen. Selain itu, melakukan penjualan dengan kuantitas dan tempat yang terbatas dapat digunakan oleh M&M. Review produk yang sudah mereka lakukan sebelumnya serta kuantitas produk yang terbatas akan membuat konsumen penasaran dan antusias. Selain itu, membatasi toko atau distributor seperti hanya dengan menjual produk tersebut di Shopee atau Tokopedia atau marketplace yang lain akan turut membuat konsumen tertarik karena kesan produk yang limited.

Penulis:

Aji Pangestu N (19/441448/EK/22466)

Berliana Cahya P (19/441450/EK/22468)

Dimas Dharmawan (17/414138/EK/21540)

Mustika Imalia Indira Hapsari (19/438721/EK/22254)

Referensi:
Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.

Kompas. (2020). Sinopsis Like A Boss, Liku-Liku 2 Sahabat Jalankan Bisnis Kosmetik. Retrieved from https://www.kompas.com/hype/read/2020/10/12/184543266/sinopsis-like-a-boss-liku-liku-2-sahabat-jalankan-bisnis-kosmetik?page=all#:~:text=Like%20A%20Boss%20bercerita%20tentang,Mia%20%26%20Mel's%20di%20garasi%20rumah.


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format