Thank You For Smoking: Pentingnya Peran Marketing Channel dalam Kesuksesan Perusahaan


0

Synopsis

Thank You For Smoking merupakan sebuah film bergenre komedi yang dirilis pada tahun 2005 oleh Jason Reitman sebagai sutradaranya dan sekaligus sebagai penulis naskahnya. Secara singkatnya, film ini menceritakan seseorang yang bernama Nick Naylor yang bekerja sebagai pelobi (juru bicara) dari sebuah perusahaan rokok di Amerika Serikat. Dalam hal ini Nick menjadi bagian dari marketing channel dari perusahaan rokok tersebut dalam memasarkan produknya untuk menaikan citra perusahaan dengan kepandaiannya dalam berbicara. Nick bekerja untuk mengenalkan rokok kepada masyarakat padahal sebenarnya masyarakat sudah mengetahui bahwa rokok itu berbahaya dan menimbulkan kematian. Hal tersebutlah yang menjadi tantangan Nick karena bertolak belakang dengan pemikiran kebanyakan masyarakat di Amerika Serikat hingga suatu saat akibat hal tersebut Nick mendapat ancaman pembunuhan. Namun, Nick berhasil selamat.

Dalam aksi pemasarannya, Nick memiliki berbagai ide cemerlang untuk membangun opini publik mengenai produk rokok yang dibawanya. Salah satunya yaitu dengan menggandeng media entertainment seperti televisi dan koran. Hal ini bertujuan untuk menghapus doktrinisasi dari para petinggi petinggi mengenai edukasi bahayanya rokok dengan menyuruh perusahaan untuk mencantumkan simbol simbol racun berbahaya pada kemasan rokok. Dalam prosesnya, Nick bekerja sama dengan Hollywood dan membawanya bertemu dengan seorang wartawan bernama Heather Holloway yang sedang mencari popularitas. Tak disangka ternyata Heather Holloway menjebak Nick dan membuat Nick dipecat dari perusahaan rokok yang telah diperjuangkan selama ini. Meskipun telah dipecat dan bukan lagi menjadi marketing channel bagi perusahaan rokok tersebut, Nick tetap menghadiri sebuah kongres yang diadakan oleh Ortolan Finistirre mengenai kemasan rokok yang pernah menjadi konsentrasinya dalam membagun opini publik terhadap rokok. Dalam kongres itu Nick tetap mempertahankan argumentasinya yang menjadi konsentrasinya terhadap rokok agar dapat dinikmati masyarakat di Amerika Serikat. Meskipun hal itu memunculkan pro dan kontra dalam kongres tersebut. Dengan kepandaiannya dalam berbicara, etika, dan kepercayaan diri, Nick tetap yakin bahwa argumen milik dia yang benar sehingga mencerminkan bahwa Nick adalah seorang negosiator yang yang baik dan berkelas tinggi.

Problem Identification

Terdapat beberapa kesalahan startegi marketing channel dalam film Thank You For Smoking, baik yang dilakukan oleh Nick, maupun perusahaan Big Tobbaco yang memproduksi rokok tersebut.

Kesalahan pertama dilakukan oleh Nick, yaitu ketika ia dijebak oleh wartawan bernama Hearther Holloway. Wartawan tersebut rupanya merupakan utusan senator yang membenci Nick akibat menentang kampanye anti rokok. Sebagai bagian dari marketing channel Big Tobbaco, Nick seharusnya lebih berhati-hati ketika bertemu oleh seseorang yang ada di luar perusahaan.  Karena bisa saja, orang asing tersebut merupakan ancaman yang dapat menjatuhkan kedigdayaan perusahaan tempat ia bekerja.

Kesalahan kedua dilakukan oleh perusahaan rokok yang mempekerjakan Nick, Big Tobacco. Strategi marketing channels yang dijalankan oleh Big Tobacco kurang efektif dalam meningkatkan penjualan produk. Perusahaan tersebut kurang menggandeng lebih banyak retailer sebagai media distribusi produk mereka. Saat itu, Big Tobacco masih menjual produk rokok mereka ke toko-toko khusus yang hanya menjual rokok (tobacco shops). Hal ini menjadi salah satu faktor yang menurunkan jumlah penjualan mereka karena masyarakat cenderung enggan pergi ke toko rokok setelah mendengar kampanye pemerintah tentang dampak buruk rokok. Big Tobacco seharusnya memperbanyak distribusi produk mereka ke convenience store ataupun kedai-kedai di pinggir jalan agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Channel Behaviour and Organization, Channel Design Decision, and Channel Management Decision

Pada kasus di film ini, perusahaan big tobacco channel behaviornya masih bersifat independen. Nick sebagai representasi kurang dapat memperluas penjualan Big Tobacco. Big Tobacco seharusnya menerapkan Vertical Marketing System. Dengan  penerapan VMS terutama VMS korporasi. Dengan adanya kerjasama dari hulu ke hilir akan menghemat biaya dan menyelaraskan konsep pemasaran yang dimiliki. Selain itu Big Tobacco dapat menunjukkan keunggulan dengan menggandeng petani tembakau. 

Channel design decision perusahaan yaitu kebutuhan pelanggan akan rokok seperti penunjang status sosial agar keren atau memang sebuah kebutuhan pelanggan untuk melepas stress. Konsumen ingin membeli rokok di tempat-tempat yang strategis seperti mini market atau warung pinggir jalan. Melihat hal ini, Big Tobacco dapat menambah layanan dengan  penjualan online, sebab terkadang ada pembeli yang malas untuk singgah ke toko-toko untuk membeli sesuatu. 

Tujuan saluran pemasaran Big Tobacco adalah pelanggan yang telah cukup umur untuk merokok, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini perusahaan dapat memfokuskan beberapa lini usia seperti muda, dewasa dan segmen pelanggan yang lebih lanjut usia. Perusahaan dapat juga berfokus pada gender laki-laki ataupun perempuan di tiap lininya. Big Tobacco seharusnya berfokus pada pelanggan laki-laki usia muda dan dewasa. Hal ini dikarenakan pelanggan inilah yang paling banyak menggunakan produk mereka. Perusahaan dapat melakukan distribusi intensif untuk produk rokok yang dimiliki dan memastikan setiap anggota channel telah paham terhadap prosedur marketing yang digunakan Big Tobacco seperti kebijakan harga dan pelayanan pemasaran yang diterapkan. Perusahaan kemudian mengevaluasi alternatif major seperti ekonomi, kontrol, dan kriteria adaptabilitas. Pada kriteria ekonomi perusahaan menentukan investasi apa yang dapat dilakukan untuk channel. Pada kriteria kontrol perusahaan memastikan memiliki kontrol yang cukup kuat di setiap saluran pemasaran. Pada kriteria adaptabilitas perusahaan memastikan komitmen antar saluran tetap fleksibel untuk mengikuti kebutuhan pasar di masa depan. 

Perusahaan mendesain saluran distribusi internasional harus memperhatikan tiap negara yang tentunya memiliki karakter yang berbeda, kemudian disesuaikan dengan nilai produk perusahaan. Misalnya saja big tobacco akan ekspansi ke Perancis, perusahaan Big Tobacco dapat menyesuaikan dengan kultur orang Perancis yang memang gemar merokok dan menyesuaikan taste rasa rokok dengan selera pasar Perancis. 

Channel management decision perusahaan Big Tobacco antara lain pemilihan anggota channel,mengelola dan memotivasi anggota channel, mengevaluasi anggota channel, dan kebijakan publik dan keputusan distribusi. Pemilihan anggota channel seperti toko mana yang akan memasarkan produk, perusahaan juga harus memotivasi anggota channel dan menggunakan CRM, PRM untuk mempermudah distribusi. Dalam mengevaluasi anggota channel secara rutin mengecek kuota penjualan, waktu pengiriman, tingkat persediaan, dan layanan kepada pelanggan. Dalam keputusan distribusi, Big Tobacco menggunakan distribusi masif sehingga produknya akan ada di banyak tempat baik kedai maupun mini market.

Suggestion

Hal yang telah dilakukan oleh marketing channel dalam hal ini Nick Naylor, untuk memasarkan produk rokoknya dan untuk menaikan citra perusahaannya adalah bisa dengan membuat promosi atau iklan tentang produknya yaitu rokok, selain promosi melalui film Hollywood dengan cara aktornya melakukan adegan merokok sehingga dapat menimbulkan opini di masyarakat bahwa perokok itu keren dan sexy. 

Saran promosi/iklan bisa dilakukan dengan membuat kampanye di media dan secara langsung di masyarakat untuk menonjolkan dan memunculkan manfaat yang dihasilkan rokok/tembakau seperti dapat mengimbangi penyakit Parkinson, dan dapat mengurangi resiko keracunan nikotin jika terjadi kelebihan nikotin karena tubuh sudah terbiasa dengan nikotin, dan manfaat – manfaat lainnya dari rokok/tembakau/nikotin yang bisa menjadi penarik minat masyarakat  untuk menghilangkan stigma negatif tentang rokok dan akhirnya masyarakat berminat untuk merokok dan membeli produk rokok dari perusahaan big tobacco di tempat Nick bekerja. bisa juga dengan memperluas saluran pemasarannya dengan cara Memperbanyak distribusi mereka masih ke toko yang khusus menjual rokok (tobacco shops). Bisa dengan menambah distribusi ke convenience store atau toko – toko di pinggir jalan agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Perusahaan juga dapat membuat iklan tentang petani-petani tembakau yang diberdayakan oleh Big Tobacco, selain itu perusahaan dapat mengadakan beasiswa dari rokok untuk negara seperti yang dilakukan Djarum di Indonesia. Rokok pun tidak identik lagi dengan penyakit namun identik dengan atlet berprestasi hasil didikan beasiswa Big Tobacco. Big Tobacco dapat menjadi sponsor program perlombaan olahraga dan CSR berbagai kegiatan yang bermanfaat. Hal ini dapat membuat kesan Big Tobacco peduli terhadap kesehatan melalui program olahraga dan lingkungan dengan CSR yang dijalankan.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
elianovita

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format