The Billionaire: Remaja yang Tak Kenal Kata “Menyerah”

Top Ittipat, pengusaha muda Thailand, mengalami lika-liku kehidupan dari keluarga hingga bisnis. Upaya apa yang harus dilakukan? Bagaimana ia bisa sukses?


0

Awal Mula Minat di Dunia Bisnis

Film The Billionaire merupakan adaptasi dari kisah nyata yang berkisah tentang seorang remaja bernama Top Ittipat (Peach Pachara). Semasa sekolah, ia bukanlah siswa yang pintar   dan gemar bermain game. Tak disangka, hobinya mampu mendatangkan uang sebesar 500 Sgd (sekitar 5 juta Rupiah) dengan memperjualbelikan item senjata di dalam game. Top pun ketagihan hingga hasil penjualan tersebut mampu digunakan untuk membeli mobil. Hal ini menjadi titik awal minatnya di dunia bisnis. Sayangnya, bisnis ini tidak dapat bertahan lama akibat dari akun game-nya diblokir. 

Top mendapatkan uang dari usaha jual-beli senjata dalam game

Sumber: https://youtu.be/TAHrJt2vvm4

Pada saat yang bersamaan, orang tua Top harus mengalami kebangkrutan dan menanggung hutang sebesar 40 juta Baht (sekitar 18 milyar Rupiah). Keadaan ini memaksanya untuk memutar otak dalam mencari uang tambahan. Uang tambahan ini akan digunakan untuk membiayai kuliahnya. Top pun memutuskan untuk berjualan DVD, tetapi ia justru ditipu habis-habisan. Bisnis ini tidak dapat dimulai karena barang-barang tersebut sudah rusak sejak awal. Setelah itu, Ayah dan ibu Top memutuskan untuk pindah ke China akibat rumahnya harus disita oleh bank. Namun, Top tidak mengikuti rencana orangtuanya dan memilih tinggal di Thailand bersama pamannya.

Upaya yang Terus Gagal

Lika-liku kehidupan Top berhasil tergambar dengan jelas di film ini. Masalah demi masalah terus menghampiri layaknya pepatah “mati satu tumbuh seribu”. Masalah diperlihatkan pada saat Top bersama pamannya berjualan kacang di sebuah mal. Selama berhari-hari, kacang tersebut tidak terjual dengan baik bahkan ada satu hari dimana tidak ada kacang yang terjual, padahal upaya promosi dengan semangat tinggi telah dikerahkan. Pemilihan lokasi yang salah merupakan penyebabnya. Alhasil usaha kacang ini tidak dapat bertahan.

Bisnis kacang yang sepi pembeli

Sumber: https://youtu.be/TAHrJt2vvm4

Meskipun usahanya gagal, Top tidak ingin menyerah begitu saja. Ia memulai kembali membangun usaha dengan menawarkan produk rumput laut bernama Tao Kae Noi yang berarti pengusaha muda. Setelah berkali-kali melakukan uji coba, bisnis ini cukup berhasil dengan keuntungan yang lumayan. Namun, Top tidak bisa puas dengan pencapaian ini karena ia memerlukan lebih banyak uang agar mampu melunasi hutang orang tuanya. Top memutar otaknya untuk melebarkan pasar. Akhirnya, ia mencoba untuk mendaftarkan produknya ke 7-eleven agar pihak mereka dapat memasarkan Tao Kae Noi ke seluruh cabangya di Thailand. Sayangnya, lagi-lagi Top harus mengalami kegagalan.

Top mengalami kegagalan saat ingin bekerja sama 7-Eleven

Sumber: https://youtu.be/TAHrJt2vvm4

CHANNEL BEHAVIOR AND ORGANIZATION

Channel Conflict

Pada awalnya Top menggunakan saluran distribusi konvensional yakni hanya dengan menyewa tempat di salah satu mall sebagai produsen dan bisnis kacang independen. Hingga usaha jualan kacang nya laris dan membuka beberapa cabang  Namun karena penggorengan kacangnya menimbulkan asap dan mengotori atap mall, menyebabkan diputusnya kontrak sewa tempat tersebut.

Channel Behavior

Disini Top bermitra dengan 7Eleven untuk kepentingan dan kebaikan dari masing masing pihak.

Vertical marketing systems (VMSs)

Seiring berjalannya waktu Top mulai bekerja sama dengan distributor ritel yang besar yakni 7Eleven. Disini Top menggunakan strategi Marketing Hutan Rimba yang Top dengar dan pelajari dari dosennya. Marketing Hutan Rimba adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan perusahaan yang telah ada dan tugas perusahaan ini akan memasarkan produk distributor ke berbagai tempat lokal bahkan dunia.

·    Corporate marketing systems

Disini Top memperbaiki sistem dan rangkaian tahap produksi agar memenuhi standar produksi dari GMP (Good Manufacturing Practice) terkait dengan kebersihan dan kelayakan tempat produk yang dibuktikan dengan sertifikasi dari GMP

·    Contractual marketing systems

Top melakukan kontrak kerja sama dengan pemenuhan syarat dengan 7 eleven sebagai berikut :

– Persediaan produk Tao Kae Noi di gudang Top minimal 80% dari kapasitas produksi

–  Top harus mengirimkan produknya ke lebih dari 6.000 cabang dari 7Eleven

·    Administered marketing systems

Sebenarnya produk Tao Kae Noi ini sudah laris dipasarkan oleh Top dan pamannya di mall. Namun Top berkeinginan mengembangkan jangkauan pasar produknya dengan bekerja sama dengan 7Eleven. Beberapa persyaratan atau standar produk belum dipenuhi oleh produk Top dan harus dilakukan beberapa perubahan seperti :

  • Kemasan produk, yang awalnya tidak memenuhi standar dari 7Eleven karena bungkus produk tidak terdapat informasi detail produk dan ukuran produk masih terlalu besar. 

Kemasan lama 

Sumber : Youtube: https://youtu.be/TAHrJt2vvm4

Kemasan baru

Sumber https://www.millionsatoshi.com/2019/12/mengenal-tao-kae-noi-snack-super-hits.html

  • Segi harga produk, 7Eleven terkenal dengan produknya yang berkualitas dengan harga rendah.  Awalnya produk Tao Kae Noi ini terlalu mahal untuk ukuran harga 7Eleven, sehingga Top harus merubah harga dari produknya menjadi lebih murah.

Horizontal Marketing System

Dalam film Top Secret : The Billionaire menceritakan bagaimana kerja sama antara Top dengan 7Eleven. Pada awalnya produk Tao Kae Noi ditolak mentah mentah oleh 7Eleven. Namun karena kegigihan perjuangan dan dilakukannya beberapa perubahan terkait dengan standar produk oleh Top untuk memenuhi standar produk dari 7Eleven, akhirnya produknya diterima  dan Top dapat bekerja sama dengan 7Eleven. Dalam film ini dijelaskan terkait dengan pengelolaan kerjasama antar bisnis independen dengan membentuk sebuah partnership asosiasi Top sebagai penyuplai produk dan 7Eleven sebagai distribusi dan pemasar produk di pasar global.

CHANNEL DESIGN DECISIONS

Dalam merancang saluran pemasaran yang efektif Top melakukan beberapa analisis terkait dengan :

1)  Analyzing Consumer Needs

Munculnya ide bisnis camilan rumput laut berawal dari kekasihnya yang membawa camilan dari Ramyong (tempat yang jauh dari kota mereka tinggal). Dari sini Top membaca peluang untuk berbisnis camilan rumput laut di kota nya karena jumlah pesaing masih sangat sedikit. Dengan menjual beberapa set komputer untuk modal membeli rumput laut dan melakukan eksperimen bagaimana membuat camilan rumput laut yang tidak pahit sehingga produknya diminati pasar.

2)  Setting Channel Objectives

Pada awalnya top membuat menjual cemilan rumput lautnya di mall bersama pamannya. Dan mendapatkan respon sangat baik dari para konsumen sehingga produknya laku keras. Kemudian  Top memiliki keinginan besar untuk melunasi hutang dari orang tuanya sebesar 40 juta bath atau senilai 12 miliar rupiah. Sehingga Top memikirkan suatu cara dan muncul ide untuk menjalin kerja sama dengan 7Eleven.

3)  Identifying Major Alternatives 

– Produk cemilan yang ditawarkan kepada 7Eleven ini ditolak mentah mentah dengan alasan kemasannya tidak memenuhi standar dari 7Eleven dan harganya juga terlalu mahal. Namun disini Top tidak menyerah begitu saja, ia melakukan perbaikan perbaikan pada produknya yakni dengan mempercantik dan memperkecil ukuran dari kemasan Tao Kae Noi.

– Pabrik tempat produksi Tao Kae Noi belum memenuhi standar kebersihan dan kelayakan dari GMP. Kemudian Top berusaha keras untuk memperbaiki pabrik kecilnya agar mendapatkan sertifikasi dari GMP.

4)  Evaluating the Major Alternatives

Setelah melakukan perbaikan pada produk dan pabrik kecilnya, alahasil membuahkan kabar gembira bagi Top dan pamannya karena produknya diterima oleh 7Eleven dan lulus sertifikasi dari GMP.

5)  Designing International Distribution Channels 

Setelah resmi diterimanya kerja sama Top dengan 7Eleven, camilan Top benar benar laku keras hingga ia sekarang sudah memiliki 2500 karyawan yang tersebar di lebih 20 negara di dunia.

Channel Management Decision 

Saluran pemasaran tentu telah menjadi hal yang sangat krusial yang harus diselesaikan. Perusahaan harus menentukan desain manajemen saluran terbaik, dan kemudian bekerja untuk menerapkan dan mengelola saluran yang dipilih. Penerapannya dapat dilakukan dengan bantuan keputusan manajemen saluran, yang dimulai dari memilih anggota saluran yang tepat, mengelola anggota saluran, memotivasi anggota saluran, dan mengevaluasi anggota saluran. Ketika kinerja anggota saluran tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka modifikasi merupakan jalan terbaik yang dapat dilakukan perusahaan dalam pengaturan saluran. 

  1. Memilih anggota saluran 

The billionaire menceritakan jatuh bangun seorang remaja dalam mencapai kesuksesannya. Pada awalnya ketika Top Ittipat memutuskan untuk berjualan kacang, ia mengalami kesulitan dalam menentukan tempat terbaik baginya untuk berjualan. Dia memutuskan untuk berjualan di dalam sebuah mall, namun sayangnya dia memilih lokasi yang kurang strategis, tempat dia berjualan tidak banyak didatangi oleh para pengunjung, dan tentunya hal tersebut mempengaruhi penjualannya. Top Ittipat memperhatikan kondisi sekitarnya, dia melihat kecenderungan perilaku para pengunjung dan melihat strategi seperti apa yang harus dilakukannya. Dan ternyata masalah utama yang sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaannya adalah lokasi. Meskipun saluran yang digunakannya sudah tepat, namun lokasi yang kurang strategis menyebabkan produknya kurang mendapatkan perhatian dari pengunjung. Setelah dia memindahkan produk kacang yang dijualnya ke lokasi yang lebih strategis dan banyak pengunjung yang membeli serta menyukainya, muncullah sebuah masalah baru. Masalah tersebut adalah ketika dia memproduksi kacangnya, asap produksi kacang mengotori atap mall yang tentu sedikit banyak merugikan saluran pemasar, sehingga dapat disimpulkan menjual kacang goreng dalam sebuah mall merupakan saluran yang kurang tepat dilakukan oleh seorang produsen. 

Ketika Top Ittipat berputar haluan bisnis dengan menciptakan rumput laut goreng, dia memproduksinya dengan sangat baik, dia meriset cara yang tepat, efektif dan efisien untuk memproduksi produknya. Setelah melakukan perencanaan yang matang kemudian dia memikirkan kembali bagaimana caranya produk yang ia jual dapat dengan mudah dijangkau oleh para konsumen, alhasil pada akhirnya dia menemukan 7Eleven. 7Eleven dianggap mampu dan sangat cocok menjadi mitra bagi perusahaan Top ittipat sehingga pada akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk bekerja sama. 

  1. Mengelola anggota saluran

Setelah 7Eleven menjadi penyalur rumput laut Top ittipat, tentu ia harus mengikuti standar prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh 7Eleven. Pada film tersebut, dapat kita lihat adanya standar pabrik yang harus dipenuhi oleh perusahaan rumput laut dari Top ittipat. Kebersihan menjadi standar utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan, selain itu pengemasan produk, dan harga terjangkau yang menjadi keidentikan 7Eleven yang ditetapkannya pun menjadi pertimbangan besar bagi Top ittipat agar dapat bermitra dengan 7Eleven. 

  1. Memotivasi anggota saluran

Setelah terpilihnya 7Eleven sebagai anggota saluran, maka Top ittipat perlu menjaga hubungan kemitraannya dengan 7Eleven. Mereka harus terus dikelola dan dimotivasi untuk melakukan yang terbaik. Perusahaan harus menganggap perantara saluran mereka sebagai pelanggan dan mitra lini pertama. Ketika kita menganggap mereka sebagai pelanggan, maka kita perlu memberikan perhatian khusus terhadap produk apa yang mereka butuhkan dan yang mereka inginkan, kita juga perlu melakukan penekanan biaya produksi agar produk yang kita jual dapat terjangkau namun masih dapat memberikan keuntungan.  Selain itu  sebagai perusahaan kita juga perlu mengelola serta memotivasi para pemasok dan distributor dengan sangat efisien, sehingga mereka dapat bekerja sama sebagai bagian dari sistem pengiriman nilai. Saat ini, banyak perusahaan mengadopsi sistem manajemen hubungan kemitraan berteknologi tinggi yang dapat membantu mereka mengkoordinasikan seluruh upaya pemasaran saluran mereka. Mereka juga menggunakan perangkat lunak CRM & SCM untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan dan membantu merekrut, melatih, mengatur, memotivasi, dan mengevaluasi hubungan mereka dengan mitra mereka. Secara tidak langsung tentu hal tersebut membuat mitra kita juga akan semangat dan berusaha menciptakan sistem pengiriman nilai yang dapat memuaskan pelanggan dan memberikan yang terbaik pula. Hal tersebut jika terus dilakukan dan dijaga, tentu dapat menghasilkan manajemen hubungan kemitraan yang kuat dengan anggota saluran. 

  1. Mengevaluasi anggota saluran 

Dalam tahapan ini, setiap perusahaan penyalur pasti melihat dan mengevaluasi kinerja anggota saluran mereka terhadap standar seperti kuota penjualan, waktu pengiriman, rata-rata penjualan persediaan, layanan purna jual layanan untuk barang rusak, membantu program pelatihan, kerjasama dalam kegiatan promosi dll.  Terkadang perusahaan harus memberi penghargaan kepada perantara mereka yang berkinerja lebih baik dan menambah nilai bagi pelanggan. Dan mereka yang kinerjanya buruk harus diganti oleh orang lain. Akhirnya, perusahaan sangat sensitif tentang mitra penyalur mereka, karena jika ada perusahaan yang memperlakukan mitra mereka dengan buruk, itu dapat mempengaruhi reputasi mereka dan  mereka dapat menghadapi beberapa masalah hukum. Dengan cara ini, perusahaan mengelola keputusan salurannya.  Implementasi ini dapat kita lihat ketika Top berusahaa memenuhi keinginan 7Eleven untuk memenuhi standar operasional agar dapat menjaga reputasi dan nama baik perusahaan.

Pada Film The billionaire yang kami angkat, kami melihat Top ittipat mengkolaborasikan setiap strategi yang ada untuk memberikan value terbaik bagi para pelanggan. 

Solusi Kreatif seputar Marketing Channels

Di akhir film disampaikan bahwa bisnis yang dirintis Top bernama Tao Kae Noi ini telah sukses dengan berbagai jatuh bangunnya. Dalam kurun waktu dua tahun kerja samanya dengan 7-Eleven, Tao Kae Noi sudah mampu memiliki lebih dari 2500 karyawan, didistribusikan di 6000 cabang 7-Eleven, dan mengekspor jajanan rumput lautnya ini ke 27 negara. Selain itu, ia juga mampu melunasi utang kedua orang tuanya sebesar 40 juta Baht dengan pendapatannya di tahun 2010 sebesar 1500 juta Baht atau jika dirupiahkan saat itu sekitar Rp 450 miliar. Pencapaian ini ia raih di usia muda, 26 tahun. Tentu hal ini tidak terlepas dari kegigihan dan tekad yang kuat dari seorang Top untuk menjadi pengusaha muda.

Dari analisis yang telah dipaparkan sebelumnya terkait marketing channels bisnis ini, Ada beberapa solusi kreatif yang sebaiknya dilakukan perusahaan Tao Kae Noi guna dapat memasarkan produknya lebih luas lagi. Pertama, mengupayakan bekerja sama dengan bioskop-bioskop yang ada di dalam maupun di luar negeri. Kita semua tahu bahwa snack selalu menjadi pilihan bagi mereka yang sedang nonton film layar lebar. Tao Kae Noi bisa menjadi solusi untuk mereka yang bosan dengan popcorn. Kemasan sedang/besar cocok untuk menemani konsumen selama film ditayangkan. Contohnya di Indonesia ada perusahaan XXI. Yang kedua, tembusi perusahaan di bidang transportasi (kereta api maupun pesawat), contohnya di Indonesia KAI atau Garuda Indonesia. Snack ringan seperti Tao Kae Noi bisa juga dinikmati ketika seseorang sedang berada di suatu perjalanan. Misalkan pada penerbangan udara, dengan menggandeng salah satu maskapai saja, maka produk Tao Kae Noi akan lebih mudah dikenal bagi mereka yang suka bepergian. Dan yang terakhir, melakukan kerja sama sponsorship dengan berbagai event yang ada di Thailand khususnya. Brand lokal biasanya bernilai lebih untuk dijadikan sponsor pada suatu acara. Kemudian meminta pihak penyelenggara acara untuk memberikan wadah bicara bagi Tao Kae Noi. Dengan berbagai latar belakang pendirian dan keunikan produknya, bukan tidak mungkin orang-orang yang mendengarnya akan mudah mengingat Tao Kae Noi sebagai perusahaan yang hebat. 

“Jangan patah semangat walau apapun yang terjadi, jika kita menyerah, maka habislah sudah.” -Top, Tao Kae Noi

Referensi :

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd. (KA).

https://dokumen.tips/documents/aspek-pemasaran-film-the-billionaire.html

https://docplayer.info/29908581-Bab-iv-analisis-kewirausahaan-dan-strategi-pemasaran-islam-dalam-film-top-secret-the-billionaire.html

Disusun oleh kelompok 3 “Fifty Shades of Awesome”
1. Jihan Putri Surya
2. Lovieko Putra Hidayat
3. Riski Ani Wahyu W
4. Yohanika Kurnia Putri


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format