CUMA BISA BILANG WOW : “BISNIS PULUHAN MILYAR DARI MODAL Rp. 2.5 JUTA”


0

“Ketika anda memutuskan berhenti belajar, hidup anda akan mandek, tetap berada di tempat yang sama. Anda tidak akan bisa melihat peluang baru karena anda tidak mengetahuinya – Denny Santoso”

Christina Lie adalah pemilik 101red.com, sebuah situs distributor fashion online terbesar di Indonesia yang sudah ada sejak 9 tahun silam dan juga seorang youtuber yang banyak membahas pengalaman menarik para pebisnis di Indonesia, sebagai sumber inspirasi bagi siapa saja yang tertarik untuk memulai bisnis atau dalam rangka mencari referensi dalam memecahkan permasalahan bisnis yang sedang dihadapi.

Pada episode kali ini, Christina Lie menghadirkan Denny Santoso, seorang entrepreneur, speaker, business consultant, penulis buku dan salah seorang Digital Marketer yang punya reputasi baik serta disegani di Indonesia. Denny memiliki kecintaan mengajar dan sering berbagi ilmu marketing serta sales digital untuk membantu para pebisnis meningkatkan pendapatan usahanya hingga 10x lipat. 

Denny memulai karirnya pada tahun 1999 saat dia mendirikan PT. Jaya Sportindo, sebuah perusahaan yang menyediakan solusi terintegrasi untuk Fitness Industry yang menjelma menjadi distributor Healthy Supplement terbesar di Indonesia. Pasti tidak ada yang menduga jika bisnis Denny yang saat ini beromzet miliaran rupiah per bulan ternyata dimulai dari door to door marketing dengan modal Rp. 2.5 juta rupiah. Whaaaaaaaaattt? Bagaimana mungkin?

Gambar 1. Denny Santoso – Digital Marketer

Tahun 1998 saat masih dibangku kuliah di Malang, Denny bergabung dengan salah satu pusat kebugaran atas ajakan temannya. Agar hasilnya lebih maksimal, dibutuhkan Healthy Supplement, namun saat itu di Malang sulit untuk mendapatkannya. Denny akhirnya mendapatkan produk tersebut melalui internet. Dia menghubungi supplier di luar negeri (USA) dan membeli dalam jumlah kecil untuk digunakan sendiri.

Insting bisnisnya pun jalan. Mengingat produk tersebut banyak dicari orang, namun tidak ada pemasoknya di Malang, Denny berpikir untuk membelinya lagi dan mencoba menawarkan produk tersebut kepada para pengunjung pusat kebugaran tempat dia berlatih. Kendala muncul karena untuk dapat bertransaksi secara online pada waktu itu, dia harus memiliki Kartu Kredit. Kendala lainnya adalah dia perlu menyetorkan jaminan ke Bank sebagai syarat penerbitan Kartu Kredit. Denny mengambil resiko dengan menyetorkan seluruh tabungannya sebesar Rp. 2.5 jt. Ludes sudah gak ada sisa dan pada saat itu Denny bangkrut gak punya satu rupiah pun.

Denny memberanikan diri melakukan pembelian perdana produk suplemen untuk digunakan sendiri dan ditawarkan ke pengguna pusat kebugaran. Dua minggu menunggu tanpa kepastian, karena pada waktu itu belum ada toolsorder tracking seperti saat ini, akhirnya produk yang dipesan pun datang. Denny pun mulai menawarkan produk tersebut melalui personal selling, dimulai dari pengguna pusat kebugaran tempat dia berlatih. Ternyata produk tersebut laris manis dan laku terjual dengan keuntungan yang lumayan. Sejak saat itu Denny menjadi penjual Healthy Supplement. Dia mulai gencar menawarkan produknya secara door to door ke beberapa pusat kebugaran lainnya di Malang dan ke pusat kebugaran tempat ibunya berlatih. Bermodal kegigihan, akhirnya usaha yang dia rintis dengan modal hanya Rp. 2.5 juta menjelma menjadi distributor Healthy Supplement di seluruh Indonesia dengan omzet puluhan miliar rupiah per bulan.

Saat ini Denny mengelola beberapa bisnis: PT. Jaya Sportindo (distributor tunggal Fitness Supplement di Indonesia), DuniaFitness.Com (portal kebugaran), DigitalMarketer.ID (portal digital marketing), Passpod.ID (rental WiFi untuk travelling), Bonnels.ID (100% produk berbahan alami untuk ibu dan anak) dan Tribelio.Com (portal komunitas untuk membantu siapa pun yang berminat untuk berbisnis).

Visi dan Misi perusahaan berdasarkan wawancara, sebagai berikut:

Visi Perusahaan

“Menjadi pemimpin di bidang suplemen olahraga dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup orang aktif”

Misi Perusahaan

“Menyediakan produk kesehatan berkualitas internasional yang memberikan hasil dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat secara luas”

Sering terjadi kita harus membuat keputusan penting dengan informasi yang tidak lengkap dan komprehensif sehingga kita akan menghadapi dilema seperti yang dihadapi oleh McNealy. Setiap hari, semua Manager diperhadapkan pada prosses pembuatan keputusan dan seringkali keputusan perlu dibuat segera dalam kondisi ketidakpastian tinggi. Seorang Manager yang baik pun kadangkala membuat keputusan yang jelek. Kondisi ketidakpastian yang belum dapat diprediksi dapat menyebabkan seorang Manager membuat keputusan yang baik namun di luar dugaan hasilnya ternyata berdampak negatif bagi perusahaan. Untuk membuat keputusan yang baik sebaiknya mengikuti enam langkah membuat keputusan sbb:

Gambar 2. Six Steps in Decision Making

Langkah Kedua : Menentukan Alternatif

Dasi sisi marketing, beberapa alternatif yang menjadi pilihan antara lain: mempekerjakan beberapa tenaga pemasaran (sales force), membuka toko fisik, menitipkan produk ke pusat kebugaran dengan sistem bagi hasil, melakukan personal selling serta door to door marketing. Masing-masing alternatif memiliki pro dan kontra yang perlu dinilai sebelum menentukan keputusan.

Dasi sisi strategi pengembangan bisnis, terdapat beberapa pilihan antara lain: menawarkan produk lewat media online, membuat iklan produk, mendirikan perusahaan berbentuk badan usaha, mensponsori event-event, menggelar event sekaligus sebagai ajang promosi produk, menambah stock product dengan resiko inventory tinggi dan ada kemungkinan produk yang dijual tidak laku di pasar.

Langkah Ketiga : Menilai Altenatif

Setelah menetapkan beberapa alternatif pilihan, selanjutnya Manager harus mengevaluasi kelebihan/keuntungan dan kelemahan/kekurangan dari masing-masing alternatif. Kunci keberhasil proses evaluasi adalah seberapa akurat Manager dapat mendefinisikan kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif dan kemudian menetapkan kriteria apa saja yang dapat mempengaruhi proses penentuan alternatif. Keputusan yang salah sering diakibatkan oleh kegagalan Manager dalam menetapkan kriteria-kriteria yang penting dalam penentuan keputusan.

Untuk mengevaluasi pro dan kontra dari masing-masing alternatif, Manager dapat menggunakan 4 (empat) kriteria berikut ini:  

1. Legalitas

Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan tidak akan melanggar hukum domestik atau internasional atau peraturan pemerintah.

Tahun 1999 Denny mendirikan PT. Jaya Sportindo sebagai entitas yang bertanggung jawab terhadap pendistribusian produk Healthy Supplement. Dengan demikian aspek legal bisnis sudah terpenuhi sehingga bisnis yang dijalankan resmi.

Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa status PT. Jaya Sportindo sebagai distributor tunggal telah didaftarkan dan mendapatkan ijin dari Departemen Perdagangan Republik Indonesia.

2. Etikal

Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan adalah etis dan tidak akan dilakukan merugikan kelompok pemangku kepentingan manapun.

Mengingat produk yang dijual akan dikonsumsi oleh pembeli maka hal penting yang perlu dilakukan oleh Denny sebelum memasarkan produknya adalah mendapatkan sertifikat dari BPOM bahwa produk yang dijual layak dikonsumsi karena telah memenuhi standar Kesehatan dan tidak mebahayakan penggunanya. Sertifikat BPOM di sisi lain akan ikut membantu meningkatkan tingkat kepercayaan pembeli terhadap produk dan menaikkan penjualan.

3. Kelayakan Ekonomi

Manajer harus memutuskan apakah alternatif-alternatif yang tersedia layak secara ekonomi, dalam hal ini alternatif tersebut dapat dikerjakan sejalan dengan tujuan binis. Perlu dilakukan Analisa Cost Benefit untuk masing-masing alternatif untuk dapat menentukan alternatif mana yang skala keekonomiannya paling baik.

Menjadi distributor produk Healthy Supplement sangat layak secara ekonomi karena keuntungan yang dihasilkan sangat besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Keuntungan Denny melonjak sangat signifikan dari jutaan rupiah menjadi lebih dari 1 miliar rupiah di bulan pertama beroperasi.

4. Kepraktisan

Manajer harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menerapkan alternatif, dan mereka harus yakin bahwa alternatif tersebut tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi lainnya. Pada awalnya suatu alternatif mungkin terlihat lebih baik secara ekonomis dibandingkan alternatif yang lain, namun jika alternatif tersebut ternyata mengancam proyek-proyek penting lainnya, pada akhirnya Manajer memutuskan bahwa alternatif tersebut tidak praktis untuk dipilih.

Gambar 3. General Criteria for Evaluating Possible Courses of Action

Langkah Keempat : Memilih Alternatif Terbaik

Setelah sejumlah solusi alternatif tersebut telah dievaluasi secara deatil dan hati-hati, langkah selanjutnya adalah membuat ranking atau prioritas alterlatif dan selanjutnya keputusan diambil. Ingat bahwa pada saat melakukan rangking, Manager harus benar-benar yakin bahwa semua informasi yang tersedia dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang ada. 

Sesuai dengan misinya, PT. Jaya Sportindo bercita-cita untuk menyediakan produk kesehatan berkualitas internasional yang memberikan hasil dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Langkah Kelima : Melaksanakan Alternatif Terbaik yang Dipilih

Ketika keputusan sudah dibuat dan alternatif terbaik telah dipilih, maka harus segera dieksekusi berbarengan dengan keputusan-keputusan lain yang terkait dengan keputusan yang diambil. 

Ketika Denny telah memutuskan untuk menjadi supplier, maka keputusan lain yang terkait dan menentukan keberhasilan keputusan yang diambil juga harus dieksekusi. Pendanaan harus segera tersedia, harus segera melakukan pembelian produk, bernegosiasi dengan para partner re-seller, dll.

Langkah Keenam : Belajar dari Umpan Balik

Tahap akhir dalam pengambilan keputusan adalah mengevaluasi umpan balik. Manajer yang efektif akan selalu melakukan analisis retrospektif untuk melihat apa yang dapat mereka pelajari dari kesuksesan atau kegagalan masa lalu. Manager yang tidak melakukan evaluasi terhadap keputusan, tidak belajar dari pengalaman. Mereka dapat terjebak pada kesalahan yang sama berulang-ulang.

Untuk mengatasi masalah ini, Manager sebaiknya membuat prosedur formal yang nantinya menjadi bahan refleksi atas hasil keputusan yang dibuat terdahulu. Prosedur tersebut setidaknya terdiri dari beberapa langkah sbb:

  1. Bandingkan hasil aktual yang dicapai dengan ekpektasi awal.
  2. Pelajari secara seksama alasan mengapa ekpektasi atas keputusan yang diambil tidak tercapai.
  3. Buatlah aturan yang dapat membantu pembuatan keputusan di kemudian hari.

Cognitive Bias Dalam Pengambilan Keputusan

Karena kemampuan para pembuat keputusan tidak sempurna atau ada batasnya, maka mereka cenderung menggunakan pengalaman-pengalaman untuk menyederhanakan proses pembuatan keputusan. Aturan-aturan tidak tertulis (rules of thumb) kadangkala  membantu para Manager untuk memahami informasi yang bersifat rumit, tidak pasti dan ambigu. Namun ada resikonya, yaitu kemungkinan terjadinya Systematic Errors, yaitu Manager cenderung membuat kesalahan yang sama berulang-ulang sehingga menghasilkan keputusan dengan kualitas yang rendah. Pengambilan keputusan bisnis yang didasari oleh informasi yang tidak jelas, ketidakpastian dan secara terburu-buru akan menghasilkan Cognitive bias dalam mengambil keputusan.

4 Cognitive Bias yang dapat membahayakan pengambilan keputusan, sbb:

1. Confirmation Bias

Decision Maker yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap hubungan antara 2 variabel tertentu cenderung mengandalkan keyakinan tersebut dalam mengambil keputusan, meskipun terdapat bukti-bukti yang kuat yang menyatakan bahwa keyakinan tersebut keliru.

2. Representativeness Bias

Banyak Decision Maker  membuat keputusan tidak tepat dikarenakan mereka melakukan  generalisasi pengambilan keputusan berdasarkan sampel kecil atau dari satu kasus saja.

3. Illusion of Control

Kesalahan lain dalam pengambilan keputusan dapat diakibatkan oleh Illusion of Control, yaitu kecenderungan dari seorang Decision Maker untuk melebih-lebihkan kemampuannya untuk mengontrol semua hal. Para top level Management biasanya rentan akan hal ini. Keberhasilan mencapai posisi puncak kadangkala membuat para top level Management menganggap remeh kejanggalan-kejanggalan yang ada dari pencapaian yang dihasilkan. Pada akhirnya akan berdampak pada pembuatan keputusan yang kurang tepat.

4. Escalating Commitment

Sering kali pengambilan keputusan yang salah disebabkan karena para Manager terlanjut mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk suatu pekerjaan, bahkan berkomitmen untuk menambah sumber daya meskipun telah mendapatkan banyak umpan balik bahwa pekerjaan tersebut tidak akan berhasil.

2013 adalah tahun terburuk bisnis Denny. Bisnis yang dia jalankan sejak tahun 1998 mengalami kerugian sebesar Rp. 3.5 miliar. Beberapa cognitive bias yang dialami dalam pengambilan keputusan bisnis pada waktu itu sbb:

  1. Representativeness Bias, pada waktu itu Denny memutuskan bahwa untuk meningkatkan penjualan maka perlu strategi promosi yang lebih gencar dalam bentuk iklan, publikasi, sponsorship serta event-event. Belajar dari pengalaman saat dia memulai bisnis, bahwa semakin gencar dia melakukan promosi secara door to door volume penjualan pun meningkat. Di luar dugaan, promosi dengan pengeluaran sebesar Rp. 3.5 miliar ternyata tidak mampu menaikkan volume penjuan produk Healthy Supplement.
  2. Illusion of Control, belajar dari kasus yang sama, Denny terlalu yakin dengan kemampuan yang dia miliki selama ini. Denny terlanjur percaya diri bahwa strategi promosi yang dia jalankan selama ini cukup efektif. Terbukti bahwa bisnis yang dia rintis berkembang pesat sejak tahun 1998-2013. Denny seharusnya melakukan evaluasi dan mengidentifikasi kelemahan strategi promosi terdahulu, mencari tahu kejanggalan-kejanggalan yang dapat menyebabkan kegagalan dan mencoba mencari solusi untuk menghindari kejanggalan-kejanggalan tersebut. Ternyata strategi promosi yang sama tidak terbukti berhasil jika diadopsi untuk kondisi yang berbeda. Denny aktif melakukan promosi dalam bentuk event-event dan sponsorship di seluruh Indonesia yang menelan biaya besar. Hasilnya rugi besar.
  3. Escalating Commitment, dengan bantuan monitoring tools, seharusnya Denny dapat menilai efektifitas keputusan yang dia buat. Denny seharusnya dapat menghentikan program promosi yang berbiaya besar tersebut, namun dia tidak melakukan hal itu. Denny terlanjur berkomitmen untuk melakukan promosi  dan mengalokasikan biaya untuk mendukung keputusan tersebut.

GROUP DECISION MAKING

Banyak keputusan penting di berbagai organisasi dibuat melalui proses pengambilan keputusan yang melibatkan tim. Ketika para Manager bekerja bersama dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, mereka mampu mengkombinasikan skills, kompetensi, pengetahuan serta pengalaman sehingga akan meningkatkan kemampuan tim dalam mengidentifikasi berbagai alternatif terbaik dan pada akhirnya menghasilkan keputusan yang baik. Pengambilan keputusan secara bersama-sama memberi runag kepada para Manager untuk mencerna berbagai informasi dan mengevaluasi berbagai kesalahan yang terjadi dan mungkin terjadi. Hal penting lainnya adalah semua pihak yang terlibat dalam pembuatan keputusan akan memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk menjalankan keputusan yang diambil.

Dijelaskan di atas bahwa pada tahun 2013 PT. Jaya Sportindo yang dipimpin Denny mengalami kerugian yang cukup besar. Belajar dari pengalaman pada waktu itu, beberapa hal yang dapat dilakukan agar kerugian yang sama tidak terulang di kemudian hari sebagai berikut:

  1. Mencari informasi sebanyak mungkin tentang target pasar yang dibidik. Informasi yang komprehensif akan sangat membantu dalam penentuan pro dan kontrak terhadap alternatif-alternatif pemecahan masalah. Denny dapat memanfaatkan para re-seller yang tersebar di Indonesia untuk mengumpulkan informasi-informasi penting yang dibutuhkan. Dia juga dapat memanfaatkan para Manager dan pekerja di perusahaannya untuk mengumpulkan informasi.
  2. Pengambilan keputusan berdasarkan data dan Analisa bukan intuisi. Strategi promosi yang dijalankan Denny pada tahun 2013 adalah tanpa strategi. Sebagian besar program promosi dan sponsorship pada waktu itu terjadi secara alami dan instant tanpa perencanaan yang matang. Padahal keputusan yang dilakukan pada waktu itu bukanlah sesuatu yang baru karena sudah terbukti di lapangan. Mereka terlalu percaya diri bahwa strategi yang sama akan berhasil. Ternyata strategi yang berhasil di Malang tidak terbukti berhasil  untuk skala Nasional.
  3. Libatkan orang lain dalam pengambilan keputusan. Keputusan promosi dalam bentuk event-event besar dan sponsorship pada waktu itu sebagian besar impulsif. Karena impulsif, sebagian besar keputusan dibuat sendiri oleh Denny. Banyak event diselenggarakan (turnamen, kompetisi, pameran, dll) dalam periode satu tahun dan menyedot banyak biaya. Seharunya pada waktu itu Denny mengajak tim Management untuk ikut memberikan ide dan pemikiran. Tim dapat membantu memberikan penilaian atas keputusan yang akan diambil dan dapat memberikan alternatif yang lebih baik sehingga keputusan yang dibuat lebih berkualitas.
  4. Focus Discussion Group. Masing-masing group terdiri dari beberapa orang pekerja dan dipimpin oleh Manager lini. Tugaskan mereka untuk membuat alternatif-alternatif Tindakan yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk. Setelah itu masing-masing tim diberi kesempatan untuk memaparkan alternatif-alternatif yang ada. Beri kebebasan kepada semua anggota FGD untuk menguji, menganalisa, menilai, membantah dan mengkritik pilihan aternatif yang dipaparkan. Tugaskan anggota FGD untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan masing-masing alternatif keputusan yang dipaparkan.

Gambar 4. Group Decision Making

SWOT ANALYSIS

Analisa SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kondisi internal (kekuatan & kelemahan) dan eksternal (kesempatan & ancaman) organisasi. Hal ini dilakukan untuk tahap perencanaan & berguna bagi organisasi dalam menentukan strategi yang tepat di tingkat organsasi/perusahaan, bisnis, ataupun fungsional.

Di masa pandemic COVID-19 pelaku bisnis harus kreatif dan memikirkan berbagai strategi untuk bertahan. Berikut ini adalah Analisa SWOT PT. Jaya Sportindo menghadapi pandemi:

KEKUATAN (STRENGTH)

KELEMAHAN (WEAKNESS)

  • Sudah sangat memahami nature bisnis karena telah berpengalaman menjalankan bisnis selama 22 tahun (1998-2020)
  • Satu-satunya distributor Healthy Supplement di Indonesia (distributor tunggal)
  • Jaringan pemasaran tersebar di seluruh Indonesia. Memiliki re-seller hampir di semua kota
  • Menggunakan platform digital sebagai media pemasaran
  • Segmented market dan customer
  • Produk sudah dikenal oleh pelanggan, terutama para pecinta dan penggiat industri kebugaran
  • Memiliki media (majalah fitness) sebagai media edukasi pelanggan
  • Partnership dengan hampir semua pusat kebugaran di seluruh Indonesia 
  • Produk impor, belum diproduksi di dalam negeri
  • Ketergantungan kepada supplier di luar negeri sangat tinggi
  • Masih mengandalkan toko fisik yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga biaya operasi menjadi tinggi
  • Harga jual produk fluktuatif karena dipengaruhi oleh kurs dollar
  • Produk tidak dapat dikonsumsi oleh semua kelompok umur
  • Perijinan yang harus diperpajang setiap periode tertentu
  • Quality control dilakukan oleh pabrikan
  • Masa berlaku produk telah ditentukan dalam kemasan (expiry date). Dengan kata lain produk tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama

KESEMPATAN (OPPORTUNITY)

ANCAMAN (THREAT)

  • Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan menjaga kebugaran
  • Jumlah member pusat kebugaran bertambah dari waktu ke waktu
  • Pusat kebugaran semakin menjamur di seluruh Indonesia
  • Masyarakat semakin terbiasa dan nyaman melakukan transaksi online
  • Kesempatan untuk renegosiasi biaya sewa store
  • Kesempatan untuk menutup store yang kurang produktif
  • Masyarakat dapat berolah raga kapan saja dan dimana saja selama masa pandemi
  • Masuknya produk lain sebagai pesaing
  • Outlet/store tidak beroperasi selama pandemi
  • Selama pandemi orang memilih beraktifitas di rumah dan mengurangi aktifitas di luar rumah
  • Pusat kebugaran tidak beroperasi selama pandemic
  • Jumlah pengunjung pusat kebugaran menurun drastis bahkan tidak ada pengunjung
  • Harus memilih merumahkan karyawan atau membayarkan gaji karyawan
  • Daya beli masyarakat menurun karena pandemi
  • Sewa store terus dibayarkan walaupun tidak ada pemasukan
  • Larangan export produk Amerika ke Indonesia

Strategi Korporasi, Bisnis, dan Fungsional

Setelah membuat Analisa SWOT, selanjutnya perlu ditentukan strategi bisnis yang relevan. Strategi bisnis akan menentukan arah dan tujuan organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan. Tiga tingkatan utama strategi bisnis perusahaan sbb:

Strategi Korporat (Corporate Level Strategy)

Strategi korporat menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama yang terkait dengan penentuan tujuan dan sasaran perusahaan. Strategi korporat diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi/dibeli dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Strategi korporat juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran dari setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan.

Strategi Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy)

Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)

Strategi Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Strategi Fungsional biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh para Manager Departemen seperti Manager Pemasaran, Keuangan, Produksi dan Operasi. Beberapa stategi fungsional yang dapat dilakukan sbb:

  • Kerjasama dengan Ade Rai sebagai brand ambassador perlu dipertahankan, bahkan perlu ditambah dengan brand ambassador lain yang familiar dengan market yang ditarget. Jika memungkinkan dapat juga menghadirkan bintang-bintang Korea (K-Pop) sebagai brand ambassador mengingat mereka memiliki tempat sendiri di kalangan anak-anak milenial saat ini.
  • Sales force perlu di upgrade. Sharing via webinar, online training & sharing perlu dilakukan untuk pengembangan kapabilitas pekerja. Berikan reward kepada para karyawan yang berhasil mencapai target. Berikan ruang kepada karyawan untuk menyalurkan ide-ide dan menjadi intrapreneur.
  • Internal Job Posting (IJP) untuk posisi-posisi tertentu untuk memberi kesempatan kepada para high-flyers mendapatkan fast track dalam berkarir. Dengan demikian para pekerja akan termotivasi untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk merealisasikan tujuan perusahaan.
  • Edukasi pasar dan customer dengan penciptaan komunitas sebagai ajang diskusi, sharing pengalaman, bahkan curhat pun boleh.

Referensi :

  1. Youtube channel Christina Lie, wawancara dengan Denny Santoso “Rahasia Modal 2.5 juta Jadi Puluhan Miliar”
  2. https://jayasportindo.com/
  3. https://www.kajianpustaka.com/2018/04/pengambilan-keputusan-decision-making.html
  4. Contemporary Management (11th Edition, 2020, McGraw-Hill Education) – Gareth R. Jones, Jennifer M. George

 Penulis :

  1. Erwin Karouw (41P20076)
  2. Firdi Verdianto (41P20077)
  3. Muhammad Donny Adhie Pratista (41P20084)
  4. Mulia Ariyanti (41P20085)

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
BestoftheBest

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format