EVERSHINE : DARI LUMPUH MENJADI AMPUH – PRODUKNYA VIRAL DIMANA-MANA


0

Description: See the source image

Sinopsis Singkat

Mery, CEO Evershine menceritakan background keluarganya yang sederhana, dimana sang Ibu memberikan cerminan bagi Mery untuk tidak menyerah dan terus berjuang dalam menjalani hidup. Mery yang hanya lulusan SMK menceritakan bagaimana ia mulai berkarir dari pekerja rendah di perusahaan garmen hingga ia menjadi orang yang dipercaya pengusaha garmen sebagai marketing yang handal atas produknya. Mery menceritakan jatuh bangun pekerjaannya hingga ia mengalami sakit Hernia Nukleus Pulpolus yang menyebabkan kelumpuhan. Ia menceritakan bagaimana ia keluar dari pekerjaannya karena sakit dan menyambung hidup sebagai dropshipper suatu produk dalam keadaan sakit. Sampai suatu saat ia diajak berpartner dengan seorang temannya untuk memasarkan suatu produk kecantikan dimana ia sukses menjual produk tersebut dengan memiliki banyak distributor. Mery menceritakan bagaimana penjualan melalui distributornya menurun dikarenakan distributor yang dikembangkannya beralih dengan orang lain karena uang. Akhirnya ia mulai memberanikan diri untuk membuat produk kecantikannya sendiri dengan bahan yang alami dan diproses dengan metode Cold Press melalui pendinginan -160 derajat, dan teknologi tersebut hanya ada di Evershine. 

VISI MISI EVERSHINE

  1. Mencerdaskan masyarakat indonesia, untuk mengenal skincare yang baik dan aman untuk kulit wajahnya
  2. Menyediakan product unggulan dengan menggunakan bahan dasar alami dari kekayaan alam Indonesia.
  3. Mengharumkan nama bangsa dengan menyediakan product product berkualitas tinggi sekalipun brand lokal
  4. Mengajak masyarakat Indonesia mencintai produk -produk lokal dan Meningkatkan dan mengedukasi bagaimana memilih dan mengetahui skincare yang baik untuk kulit mereka.
  5. Mengembangkan sayap hingga ke luar negeri baik Offline maupun Online, kami percaya produk everShine dapat bersaing, karena everShine menyediakan produk yang sangat terjangkau dan berkualitas.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN – JATUHNYA BISNIS

Pengambilan keputusan adalah proses dimana manajer menanggapi peluang dan ancaman yang menghadang mereka dengan menganalisis pilihan dan menentukan tujuan serta tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Dalam menanggapi peluang, sebelum menemukan dan menjalankan bisnis Evershine-nya, Mery melihat peluang sebagai seorang marketer terhadap produk skincare yang temannya tawarkan. Karena tuntutan ekonomi dan intuisinya, ia pun mencoba mencari distributor, mengajarkan bagaimana mereka dapat menjual produk skincare tersebut. Hasilnya produk skincare tersebut mampu dijual dengan masifnya yang ditunjukkan dengan Mery memiliki banyak distributor, dan distributor tersebut disebutkan juga menggapai kesuksesan dari sisi ekonomi mereka. 

Diakhir kesuksesan penjualan skincare tersebut ternyata para distributor mulai membelot yang kemudian menyebabkan penjualan Mery turun drastis. Dari informasi yang diperoleh dari tayangan Youtube tersebut penjualannya menurun karena para distributor yang Ia didik membelot dan menjual produknya untuk orang lain. Dari kondisi terseubt terlihat terdapat bias kognitif yang terjadi. Bias kognitif tersebut adalah Illusion of Control – merupakan sumber bias kognitif yang bersumber dari ekspektasi terlalu tinggi atas kemampuan untuk dapat mengkontrol suatu aktifitas. Mery berkespektasi bahwa distributor yang telah ia rekrut dan didik untuk menjual produk terseubt akan loyal dengannya. Namun karena kurangnya informasi dan evaluasi terhadap masing-masing distributor menyebabkan distributornya mengalihkan penjualan mereka untuk temannya yang mungkin dengan insentif atau komisi yang lebih tinggi dari yang diberikan Mery. Dalam pengambilan keputusan seorang manajer harus menghabiskan waktu tertentu untuk dapat mengumpulkan informasi, mengidentifikasi pro dan kontra, serta mengevaluasi alternatif yang ada agar keputusan yang telah diambil sesuai dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. 

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN – KEBANGKITAN BISNIS

Setelah berhenti menjual produk skincare milik temannya, Mery berusaha untuk mencari bisnis baru. Pada kondisi tersebut ia juga mengalami masalah dengan wajahnya yang memiliki masalah Acne Prone. Kondisinya serta keinginan kuat untuk berbisnis produk skincarenya sendiri akhirnya ia menemukan EverShine. 

Description: Chart, funnel chart  Description automatically generated

Gambar 1. Langkah Pengambilan Keputusan

Setelah Mery mengambil keputusan untuk memulai bisnis Skincare miliknya, ia mulai melakukan Research atas produk yang ingin ia ciptakan. Hal tersebut dimulai dengan memilih pabrik tempat produk tersebubt akan diuji dan diproduksi. Dari sekian banyak pabrik yang ia ketahui dan datangi ternyata kebanyakan menolak untuk mengembangkan produk miliknya, karena visi dari Evershine adalah menyediakan produk unggulan dengan bahan dasar alami serta baik dan aman untuk kulit wajah. Sampai akhirnya Mery menemukan pabrik yang siap untuk mengembangkan produk Skincare miliknya dan terwujudlah produk-produk dari Evershine. 

FIVE FORCE ANALYSIS

Description: Table  Description automatically generated

Gambar 2. Five Forces Analysis

Level of rivalry in an industry – Hal ini kemungkinan besar akan mengurangi profitabilitas keseluruhan perusahaan yang ada di industri. Untuk dapat menikmati profitabilitas jangka panjang, sebuah bisnis (Evershine) harus mengembangkan loyalitas pelanggan. Ini akan memastikan bahwa meskipun perusahaan baru memasuki suatu industri, pangsa pasar mereka tidak terpengaruh karena pelanggan mempercayai produk mereka. Pengembangan loyalitas pelanggan dicapai melalui inovasi produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar. Evershine masuk pada pasar kecantikan dimana sudah sangat banyak saingan baik skala lokal maupun nasional. Namun Evershine menawarkan produk yang berbeda dengan kebanyakan produk skincare lainnya. Dengan menggunakan bahan alami menjadi suatu ciri khas atau pembeda antara produk Evershine dengan produk saingannya. 

Potential for new entrants – Industri kosmetik memiliki ancaman pendatang baru yang rendah. Ini karena beberapa faktor. Yang pertama adalah biaya masuk yang sangat besar. Mengembangkan produk kosmetik yang unik membutuhkan banyak sumber daya baik dalam hal penelitian dan pengembangan maupun proses pembuatan yang sebenarnya. Perusahaan dengan skala menengah dan kecil memiliki akses ke dana dan keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan ini secara efektif. 

Power of large suppliers – Faktor ini menganalisis kekuatan yang dimiliki pemasok dalam membuat perubahan harga atas produk mereka. Pemasok yang memiliki daya tawar tinggi dapat memengaruhi perubahan harga dengan menggunakan teknik seperti manipulasi pasar melalui penimbunan dan penahanan pasokan. Apabila hal tersebut terjadi maka dapat mempengaruhi kebutuhan akan produk Evershine yang akan diproduksi. Namun faktor ini tidak terlalu signifikan karena Evershine menggunakan bahan dasar alami dari kekayaan alam Indonesia yang cenderung mudah untuk didapatkan. 

Power of large Customers – Faktor ini menunjukkan bagaimana pelanggan merespon atas harga yang produk yang ditawarkan pada indsutri. Ketika konsumen memiliki daya tawar yang tinggi, produsen dan penjual mungkin tidak secara memadai memprediksi permintaan pasar di masa yang akan mendatang. Ini mungkin membuat mereka tidak dapat mencapai profitabilitas jangka panjang karena pola permintaan yang tidak dapat diprediksi. Semakin banyaknya pesaing dan produk substitusi yang beredar dipasar maka konsumen dapat memaksa produsen untuk menurunkan harga produknya. Hal tersebut merupakan tantangan bagi produk kosmetik diseluruh dunia. Evershine menawarkan produk dengan kualitas tinggi dengan harga yang wajar dan tidak mahal jika dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini menjadi kekuatan bagi Evershine untuk dapat memperoleh profitabilitas jangka panjang. 

Threat of substitute products – Ancaman substitusi muncul ketika ada produk serupa yang dikembangkan oleh pesaing yang memenuhi kebutuhan pasar. Ketika konsumen memiliki akses ke produk substitusi yang dapat memuaskan kebutuhan pasar mereka, maka produsen dan pemasok kehilangan daya tawar mereka. Konsumen dapat membeli produk pesaing jika mereka tidak puas dengan harga atau kualitas produk. Agar pemasok dapat mengatasi tantangan ancaman substitusi, mereka harus melakukan inovasi produk yang memenuhi kebutuhan segmen pasar sasaran mereka. Diferensiasi produk Evershine juga telah dilakukan tidak hanya produk melawan jerawat namun juga dengan produk-produk kecantikan lain dengan bahan alami dari facial wash, serum, facial mask, cream, hingga toner. 

STRATEGI FIVE FORCES 

Untuk dapat bertahan pada industri kecantikan dengan mendapatkan profitabilitas jangka panjang berikut strategi five forces yang dapat diterapkan

Level of rivalry in an industry

Jika persaingan di antara pemain yang ada dalam suatu industri kuat maka dapat menurunkan harga dan menurunkan profitabilitas industri secara keseluruhan. Untuk dapat bertahan pada industri dengan pesaing yang sudah ada, maka beberapa hal yang dapat dilakukan:

  1. Menciptakan diferensiasi produk yang berkelanjutan seiring dengan tren dan perkembangan waktu
  2. Menciptakan skala kompetisi yang akan dimasuki oleh Evershine
  3. Berkolaborasi dengan kompetitor untuk dapat memperluas pasar sehingga tidak hanya berkompetisi pada pasar yang kecil

Potential for new entrants

Untuk dapat berhasil pada industri kecantikan biasanya pendatang baru dipaksa untuk menghadirkan inovasi, cara baru dalam melakukan sesuatu, dan memberi tekanan pada pesaing yang sudah ada dipasar. Tidak hanya melalui hal tersebut, namun juga melalui strategi harga rendah dan efisiensi biaya memberikan nilai baru kepada pelanggan. Untuk dapat mengelola semua tantangan ini dan membangun penghalang yang efektif untuk menjaga keunggulan kompetitifnya maka beberapa hal yang dapat diterapkan:

  1. Inovasi terhadap jasa dan produk baru. Pengamalan yang menarik juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat merangsang pelanggan baru membeli produk Evershine. 
  2. Selalu melakukan pengembangan secara berkelanjutan dalam hal biaya produksi, untuk dapat menekan biaya produksi yang sudah ada. 
  3. Dengan pengembangan yang berkelanjutan maka Evershine dapat menjadi sebuah standar baru bagi dunia kecantikan yang dapat menahan laju pesaing baru untuk dapat berkompetisi dengan Evershine. 

Power of large suppliers

Hampir semua perusahaan di industri kecantikan membeli bahan mentah mereka dari banyak pemasok. Dampak keseluruhan dari daya tawar pemasok yang lebih tinggi adalah menurunkan profitabilitas keseluruhan produk kecantikan. Beberapa hal yang dapat dilakukan Evershine untuk menekan kekuatan pemasok:

  1. Menciptakan Supply Chain yang efisien dengan menggunakan banyak pemasok
  2. Pengembangan berkelanjutan dengan menggunakan bahan dasar berbeda yang mungkin dapat memberikan kesempatan perusahaan untuk berganti bahan dasar yang lain
  3. Mengembangkan pemasok yang bisnisnya hanya bergantung pada produk Evershine

Power of large customers

Pembeli seringkali menginkan produk dengan penawaran terbaik yang tersedia dengan membayar harga seminimal mungkin. Hal terseubt dapat mempengaruhi kemampuan Evershine untuk mendapatkan profitabilitas jangka panjangnya. Semakin kecil dan lebih kuat basis pelanggan maka akan semakin tinggi daya tawar pelanggan dan semakin tinggi kemampuan mereka untuk meminta diskon atau beralih ke produk sejenis lainnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan Evershine untuk menekan kekuatan pelanggan:

  1. Secara cepat dan berkelanjutan menciptakan produk baru dapat menekan perpindahan pelanggan ke produk kompetitor. 
  2. Menciptakan basis pelanggan yang besar. Menciptakan basis pelanggan dapat dilakukan dengan melalui Brand Campaing serta penyampian product knowledge oleh orang-orang yang pendapatnya diterima oleh pasar, misalnya dengan menggunakan Brand Ambassador, Endorsement dll. 

Threat of substitute products

Ketika produk baru dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang serupa dengan cara yang berbeda, maka dapat mengancam profitabilitas atas produk yang ada. Ancaman produk baru tinggi jika produk tersebut menawarkan proposisi nilai yang secara unik berbeda dari produk yang ada di industri saat ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan Evershin untuk dapat menekan ancaman produk substitusi adalah: 

  1. Berorientasi pada pelayanan tidak hanya pada produk yang diciptakan, pelayanan yang unik dapat memberikan pengalaman tersendiri yang dapat meminimalisir perpindahan pelanggan ke produk substitusi. 
  2. Memahami dengan detail apa yang menjadi kebutuhan pelanggan bukan hanya memahami produk apa yang dibeli pelanggan. 

Tim Penulis :

  1. Andesta
  2. Deamy Filianto Nugroho
  3. Edward Simon Situmorang
  4. Yuli Mariana

Referensi :

[1] https://www.ukessays.com/essays/marketing/cosmetic-industry-porters-five-forces-analysis-marketing-essay.php

[2] https://www.porteranalysis.com/porters-five-forces-analysis-cosmetic-and-skin-care-industry/

[3] https://evershine.id/about/

[4] Lahir di Gubug Pinggir Kali, Pernah Lumpuh, kini Produknya Viral direview Suhay & Tasya | Evershine – YouTube


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Andesta

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format