Kepemimpinan


1
1 point

Banyak penjelasan terkait dengan leadership atau kepemimpinan, salah satunya kepemimpinan itu adalah kunci utama dari kesuksesan manajerial  disebuah organisasi. Kepemimpinan itu adalah proses dimana seseorang menggunakan pengaruhnya kepada orang lain dalam menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan aktivitas orang lain tersebut untuk mencapai tujuan dari grup atau organisasi, dan orang nya kita sebut Leader atau Pemimpin.

Dalam sifat kepemimpinan perlu diperhatikan juga mengenai gaya kepemimpinan dan bagaimana seorang pemimpin mampu mengelola tugas-tugas manajerial.

Gaya Kepemimpinan Personal dan Tugas – Tugas Manajerial

Gaya kepemimpinan personal seorang manajer adalah cara-cara yang spesifik dimana seorang manajer memilih untuk mempengaruhi orang lain dan mengkondisikan bagaimana seorang manajer sesuai dengan perencanaan, pengelompokan, dan pengendalian. Manajer dalam semua level jabatan harus mempunyai gaya kepemimpinan masing-masing dimana tidak hanya memimpin bawahan mereka akan tetapi bagaimana bawahannya itu berkinerja dengan baik atas tugas-tugas lain yang diberikan.

Pemimpin mempunyai visi kedepan, membuat arah dan tujuan, memotivasi, memginspirasi dan mengembangkan hubungadengan seluruh karyawan dengan saling hormat dan percaya satu sama lain.

Kepemimpinan yang Melayani

Sebagai bagian dari gaya kepemimpinan personal, pemimpin juga berjuang untuk melayani yang lainnya. Pemimpin yang melayani (Servant Leader) mempunyai keinginan yang kuat untuk bekerja untuk mendapatkan manfaat yang lain dan mereka kadang berbagi kuasa dan pengaruh dengan kepentingan pengikutnya agar sama dengannya.  Servant Leader ini merupakan gaya pendekatan kepemimpinan yang unik karena pemimpin lainnya dapat  melihat ini sebagai contoh sebagai motivator dan pendengar dan juga sebagai seseorang yang mampu menggerakkan pengikut/bawahannya sebagai kolaborator dalam organisasi.

Gaya Kepemimpinan Lintas Budaya

Beberapa bukti menunjukkan  bahwa gaya kepemimpinan tidak hanya tergantung dari invidual seseorang akan tetapi dari negara atau budaya seseorang itu. Dari beberapa penelitian, manajer yang berasal dari Eropa cenderung untuk lebih  humanis, atau berorientasi terhadap orang dibandingkan dengan manajer-manajer yang berasal dari Jepang atau Amerika. Manajer yang berasal dari Jepang menekankan kepada kelompok daripada perorangan atau individual, sedangkan manajer dari Amerika cenderung berfokus pada keuntungan atau profit.

Gaya kepemimpinan di Amerika cenderung untuk kepentingan jangka pendek sehingga manajer Amerika juga menekankan kepada kinerja jangka pendek. Sebaliknya dengan Manajer Jepang, mereka lebih fokus dan menekankan padakinerja jangka panjang.

Kekuasaan/Wewenang : Kunci atas kepemimpinan

Tidak menjadi persoalan atas gaya kepemimpinan yang dijalani oleh seorang manajer untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mencapai tujuan tertentu.

Ada 5 tipe kekuasaan atau wewenang  yaitu :

Legitimate Power (Kekuasaan atau wewenang yang sah)

Penjelasannya adalah jika seseorang yang diberikan otoritas atau wewenang dalam posisi atau jabatan disebuah organisasi atau perusahaan. Dengan memiliki otoritas itu maka manajer mempunyai kuasa atas mengendalikan operasional organisasi.

Reward Power (Kekuasaan memberikan penghargaan)

Penjelasannya adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang manajer untuk memberikan atau menarik penghargaan baik yang bewujud seperti kenaikan gaji, bonus, dan lainnya dan tidak berwujud misalnya ucapan terima kasih, penghargaan secara verbal.

Coercive Power ( Kekuasaan memberikan Hukuman)

Kekuasaan ini yang dimiliki seorang manajer untuk memberikan hukuman terhadap karyawan dalam organisasi yang melanggar aturan seperti pelecehan seksual atau pelanggaran lainnya. Kekuasaan ini memiliki dampak negatif yang bisa menimbulkan kebencian dalam antar karyawan dalam organisasi.

Expert Power (Kekuasaan atas keahlian)

Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang manajer dimana manajer tersebut memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian khusus yang spesifik dan biasanya manajer yang memiliki keahlian seperti ini cenderung dimanfaatkan dalam mengarahkan dalam perusahaan.

Referent Power (Kekuasaan atas Rujukan)

Kekuasaan ini muncul dari kekaguman, hormat dan loyalitas bawahan atau rekan sejawat atas karakter personal dari seorang manajer yang dijadikan Role Model atau contoh di dalam perusahaan. Rasa kagum, hormat dan loyal akan timbul jika seorang manajer itu peduli dan perhatian dengan bawahannya sehingga muncul nilai-nilai yang menjadikan manajer tersebut itu menjadi rujukan atau panutan.

Sumber-Sumber Kekuasaan Manajerial



Memberdayakan: Sebuah Cara Dalam Manajemen yang Modern 

Saat ini manajemen modern dalam mendorong kepemimpinan dalam suatu perusahan bergerak kearah bagaimana seorang manajer dapat mengembangkan kemampuan karyawan melalui penambahan pengetahuan, memberikan tugas-tugas lebih banyak dan membuat keputusan sendiri serta bertanggungjawab atas pengambilan keputusan tersebut. Hal ini berarti bahwa karyawan itu diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri ke level yang lebih tinggi. jika dilihat sekilas memang akan ada pengambilalihan tugas dari manajer tersebut ke bawahannya akan tetapi memberdayakan bawahan/karyawan dapat berkontribusi secara efektif dengan beberapa alasan sebagai berikut:

  • Manajer dapat meningkatkan kemampuannya terutama dengan bawahan atau karyawan yang memiliki keahlian atau ketrampilan khusus dalam pekerjaan itu.
  • Meningkatkan kemampuan karyawan, keterlibatan dalam proses pekerjaan, dan termotivasi bahwa mereka bekerja untuk kepentingan perusahaan atau organisasi.
  • Memberikan manajer lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi untuk hal-hal lain yang juga penting sehingga dapat fokus melakukan supervisi atau pengawasan untuk pekerjaan yang lain

Kepemimpinan dapat dilihat dari karakter dan perilakuyang mendukungnya. Beberapa pendekatan terkait dengan kepemimpinan adalah Trait Model dan Behaviour Model, yang menjelaskan bagaimana ciri pemimpin yang effektif dan mengapa mereka bisa sangat effektif.

The Trait Model 

Model ini berfokus pada karakter yang dibutuhkan untuk mengetahui efektifitas kepemimpnan. Peneliti dalam Trait Model berargumen bahwa pemimpin yang effektif harus memiliki karakater tertentu yang bisa membedakan mereka dengan pemimpin yang tidak effektif.

Model ini memiliki kritik karena karakter sendiri bukan satu-satunya faktor untuk memahami bagaimana seorang pemimpin effektif. Dalam praktenya beberapa pemimpin yang effektif terbukti tidak memiliki seluruh karakter yang ditampilkan dalam table diatas. Karena terdapat inkonsistensi hubungan antara pemimpin yang tidak effektif dan karakter seperti ditabel atas, maka untuk menjawab tersebut terdapat penelitian yang berfokus pada apa yang pemimpin lakukan untuk menjadi pemimpin yang effektif.

The Behaviour Model (Model perilaku)

Penelitian dari Universitas Ohio pada tahun 1940 dan 1950 mempelajari dua jenis perilaku yang diilakukan oleh pemimpin di Amerika Serikat, Jerman dan Negara lainnya untuk memberikan pengaruh kepada bawahan terdiri atas Consideration dan Initiating Structure.

Consideration (perhatian) 

Pemimpin yang terlibat dengan Consideration ketika mereka menunjukan kepada bawahan bahwa mereka layak untuk diberikan kepercayan, dihargai dan dipedulikan. Pemimpin yang benar-memperhatikan bawahan dan membantu bawahan agar selalu menikmati pekerjaan adalah manajer yang menerapkan perilaku consideration.  

Initiating Structure (inisiatif) 

Pemimpin terlibat dalam insiasi struktur ketika mereka mengambil langkah-langkah yang memastikan pekerjaan bawahan selesai, dapat diterima dan organisasi berjalan secara effisien dan effektif. Pemimpin/ Manajer juga, memberikan tugas kepada individu atau kelompok, memberi tahu apa yang di ekspektasikan kepada bawahan, memutuskan apa yang seharusnya dilakukan, membuat jadwal dan memastikan pemenuhan aturan dan regulasi serta memberikan motivasi kepada bawahan untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Dua perilaku diatas merupakan perilaku yang independen, bisa saja pemimpin memiliki dua perilaku tersebut atau hanya di salah satunya. Beberape peneliti lain juga memiliki kesamaan dengan pendekatan consideration dan inisiasi struktur seperti Peneliti dari Universitas Michigan yang mengidentifikasikan dua jenis perilaku kepemimpinan yaitu employee centered behaviour dan job-oriented behaviour yang mirip dengan model perilaku.

Kepemimpinan Situasional 

Hanya mengandalkan beberapa karakter atau berperilaku tertentu tidak memastikan bahwa seseorang dapat menjadikan pemimpin yang efektif. Beberapa manajer yang tampak terlihat memiliki karakter dan melakukan perilaku tertentu ternyata bukan pemimpin yang effektif. 

Dalam hal itu, variasi di situasi juga perlu di lihat untuk mengetahui effektifitas kepemimpinan.  

Dilihat dari variasi situasi yang berbeda, apa saja yang membuat manajer efektif di satu situasi tertentu tidak membuat seorang manajer akan tetep effektif disituasi yang berbeda. 

Kepempimpinan Contigency Model memasukan situasi dan konteks ketika kepemimpinan terjadi. Dalam Contigency Model, effektif atau tidaknya seorang pemimpin dihasilkan dari kombinasi apa yang manajer lakukan dalam situasi tertentu. Intinya adalah dalam model ini effektifitas tergantung dari konteks dan situasi.  

Terdapat 3 contigency model: Fred Fideler’s contingency model. Robert House a Path-Goal Theory dan Leader Substitute model. 

Kepemimpinan Transformational

Terdapat jenis kepemimpinan yang disebut kepemimpinan transformasi yaitu kepemimpinan yang terjadi ketika manajer merubah anak buah mereka dalam 3 hal penting:  

  1. Pemimpin tranformasi membuat bawahanya memahami betapa pentingnya pekerjaan mereka untuk perusahaan dan penting bagi mereka untuk selalu memberikan usaha yang terbaik demi perusahaan. 
  2. Pemimpin transformasi membuat anak buah memahami kebutuhan mereka dalam pertumbuhan, perkembangan dan pencapaian personal.
  3. Pemimpin transformasi memotivasi anak buah mereka untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan tidak hanya untuk kepentingan mereka sendiri tapi juga untuk kepentingan yang lebih luas.

Ciri dari kepemimpinan transformasi adalah:

Kepemimpinan transformasi biasanya disertai kharisma tertentu yang membuat mereka diikuti oleh pengikutnya.  Pemimpin yang berkharisma memiliki mimpi untuk melakukan hal yang baik buat perusahaan. Mereka memiliki visi untuk menjadikan organisasi meningkat dari hasil perubahan struktur organisasi, budaya, pengambilan keputusan dan lainnya. Pemimpin yang berkharisma sangat antusias dengan visi mereka dan secara jelas mengkomunikasikan kepada anak buah. 

Perbedaan antara kepemimpinan transformasi dan transaksional. 

Dalam kepemimpinan transaksional, mereka memberikan bonus dan hukuman untuk menstimulus performa pekerjaan yang tinggi. Ketika pemimpin memberikan hadiah kepada karyawan terbaik, memberikan hukuman kepada yang bekinerja buruk mereka terlibat dengan kepemimpinan transaksional. 

Banyak pemimpin tranformasi juga melakukan pendekatan kepemimpinan transaksional, mereka juga memberikan ganjaran kepada yang bekinerja baik dan juga menghukum yang berkinerja buruk, namun mereka melakukan itu untuk tujuan yang lebih besar bagi perushaan.  Dan lebih panting adalah bagaimana bawahan mereka menghargai pemimpinnya dan membantu mereka untuk mencapai potensi maksimal. 

Jenis Kelamin dan Kepemimpinan

Hasil penelitian menguaraikan bahwa manajer pria dan wanita yang memiliki posisi kepemimpinan dalam sebuah organisasi berperilaku serupa.Wanita tidak terlibat dalam pertimbangan lebih di banding pria, dan pria tidak terlibat dalam memprakarsai struktur di banding wanita. Dalam hal gaya kepemimpinan, wanita cenderung lebih partisipatif sebagai pemimpin daripada pria, dimana melibatkan bawahan, pengambilan keputusan dan mencari masukan mereka.Manajer laki-laki cenderung kurang partisipatif dan membuat lebih banyak keputusan sendiri dan ingin melakukan dengan cara mereka sendiri.

Terdapat dua alasan mengapa manajer perempuan lebih partisipatif sebagai pemimpin daripada manajer laki-laki:

  1. Adanya kemungkinan bawahan melihat peran manajer lebih sesuai untuk pria daripada wanita, penolakan pengaruh manajer wanita lebih dari yang mereka lakukan terhadap pengaruh manajer pria, dan penolakan dipimpin oleh seorang wanita. Manajer wanita dapat mengatasi permasalahan ini dan mendorong kepercayaan dan rasa hormat bawahan dengan menerapkan pendeketan partisipatif.

  1. Manajer wanita mungkin lebih partisipatif karena mereka terkadang memiliki keterampilan interpersonal yang lebih baik daripada manajer pria. Pendekatan ini membutuhkan interaksi dan keterlibatan tingkat tinggi antara manajer dan bawahannya, kepekaan terhadap perasaan bawahan dan kemampuan untuk membuat keputusan yang mungkin tidak disukai oleh bawahan tetapi diperlukan untuk pencapaian tujuan. Keterampilan interpersonal yang baik dapat membantu manajer wanita memiliki interaksi yang efektif dengan bawahan mereka yang sangat penting untuk pendekatan partisipatif.

Kecerdasan Emosional dan Kepemimpinan

Tingkat kecerdasan emosional seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam efektivitas kepemimpinan.Hal ini dapat membantu para pemimpin mengembangkan visi untuk organisasi mereka, memotivasi bawahan mereka untuk berkomitmen pada visi ini. Kecerdasan emosional memungkinkan para pemimpin untuk mengembangkan identitas yang signifikan bagi organisasi mereka dan menanamkan tingkat kepercayaan dan kerjasama yang tinggi diseluruh organisasi sambil mempertahankan fleksibilitas yang diperlukan untuk menanggapi kondisi yang berubah.

Referensi:

  1. Gareth R.J, George, J.M. 2020. Contemporary Management. States: McGraw-Hill Education.

Kelompok Lightning McQueen :

1. Dea Puri Anindita

2. Rahmat Hidayat

3. Steve D. Anggara

4. Tiara N. Utami


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Tiara McQueen

8 Comments

  1. Great artikel untum tim Lightnin

    Melihat dari kemampuan seorang pemimpin dan berdasarkan kecerdasan emosionalnya, menurut anda sebaiknya fokus utama sorang pemimpin apakah fokus memperbaiki kekurangan dirinya/tim nya atau fokus untuk terus mengembangkan kekuatan dirinya/tim nya. Dan mohon bisa diberikan contoh nya. Terima kasih

  2. 2 orang pemimpin terbesar dalam teknologi, yaitu Steve Jobs dan Bill Gates memiliki gaya kepempinan yang saling bertolak belakang. Dimana BIll gates dalam memimpin microsoft mengedepakan aspirasi ide dari kelompoknya, sedangkan Steve Jobs terkenal dengan gaya autokratis nya yang memutuskan seluruh ide produk Apple hanya dari diri nya sendiri. Namun seperti diketahui keduanya merupakan bisnisman tersukses saat ini. Bagaimana tanggapan anda terkait hal tersebut? terima kasih

  3. thankyou artikelnya! Ijin bertanya, menurut tim Lightning McQueen mengapa beberapa orang masih berpikir bahwa manager ber gender laki-laki lebih baik dibanding perempuan? Bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memandang latar belakang gender ini dan menentukan pilihan antara laki-laki atau perempuan yang diangkat sebagai manager apabila memiliki kompetensi yang sama?

  4. Artikel yang bermafaat untum tim Lightning McQueen.
    Disinyalir pemimpin yang dekat dengan Top management side cenderung dimusuhi bawahan, sebaliknya pemimpin yang dekat dengan bawahan cenderung tidak capable di mata Top management side.
    Sehingga situasional leadership/Kepemimpinan Situasional sering menjadi silabus training management perusahaan-perusahaan. Apakah situasional leadership/Kepemimpinan Situasional saat ini menjadi model yang paling baik, mohon penjelasan…Terima kasih

  5. Terima kasih artikelnya Lightning McQuuen. Apa yang harus kita lakukan ketik kita mendapatkan gaya kepemimpinan yang kurang memperhatikan perkembangan karir karyawannya/ kurang mengsupport pengembangan diri karyawan? Dan sebaliknya, apabila anda seorang manajer, bagaimana anda menghadapi karyawan yang lebih senior daripada anda namun berperilaku seenaknya sendiri?

  6. Apa yang harus dipilih ?, Pemimpin yang gaya kepemimpinannya mengikuti apa yang diinginkan bawahan/followernya.. Atau pemimpin sesuai style masing2, sedangkan yang menyesuaikan adalah bawahan / followernya ?

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format