Kisah Pengusaha Muda CEO Harvest Goods Bangkit di Era Pandemi


0

Dalam channel Youtuber Christina Lie pada episode “Strategi Harvest Goods Bangkit di Era Pandemi “ yang diupload oleh Youtuber dan juga Founder / CEO dari 101RED.com ini, berkesempatan mengundang dan berbincang dengan sosok Vendy Satria Wongso CEO yang merupakan pebisnis inspiratif yang memimpin sebuah perusahaan yang bergerak dibidang usaha stationary, notebook dan Gift yaitu Harvest Goods. Vendy menceritakan awal mula bagaimana Harvest itu berdiri, sempat berjaya di tahun 1992 sampai dengan 1998 lalu terpuruk akibat kehadiran teknologi sms, kebangkitan dan keputusan Vendy menjadi CEO untuk membesarkan brand Harvest Goods ini.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1992 merupakan seorang yang cukup beruntung dapat besar di keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Didikan ayahnya Pak Andrie Wongso membuat Vendy menjadi sosok yang tidak mudah menyerah dan tangguh dalam membesarkan bisnis Harvest Goods. 

Sejarah Harvest Goods 

Harvest Goods berdiri sejak tahun 1985 oleh Andri Wongso dan Lenny Wongso orang tua dari Vendy Satria, selain pebisnis sosok Andrie Wongso juga merupakan seorang motivator terkenal. Berdirinya Harvest Goods diawali dari kegemarannya menulis kata-kata inspiratif yang beliau tulis di dinding, sehingga tercetuslah ide untuk membuat kartu motivasi yang berisi kata-kata mutiara, seiring dengan kesuksesan penjualan kartu motivasi tersebut, Harvest Goods mengembangkan ke bidang usaha lainnya yaitu kartu ucapan, stationary, notebook dan Gifts.

Perusahaan ini menghadapi pasang surut bisnis dalam perjalanannya, setelah sempat berjaya di tahun 1992 hingga memperkerjakan 400 karyawan, bisnis Harvest Goods mengalami penurunan luar biasa akibat kehadiran teknologi SMS di awal tahun 1998. Sebelum kehadiran SMS, orang-orang masih mengirimkan ucapan kepada kolega, kerabat dan keluarga melalui media fisik, namun semenjak kehadiran teknologi tersebut konsumen mulai meninggalkan penggunaan kartu ucapan karena SMS lebih murah dan effisien untuk melakukan komunikasi. Akibat perkembangan teknologi tersebut menggeser Harvest Goods dari kursi kejayaannya yang telah dicapainya dengan kerja keras Andri Wongso dan Lenny Wong karena banyak distributor Havest Goods yang tidak melanjutkan kerja sama sehingga penjualan Harvest Goods menurun drastis, serta memaksa Harvest Goods untuk mengambil keputusan memphk karyawan. 

Dalam menghadapi penurunan drastis tersebut, keluarga wongso menghadapi dilema untuk melanjutkan bisnis ini, disaat itu nama Andrie Wongso cukup naik daun sebagai pembicara seminar. Pada tahun 2012, Paman dari Vendy Satria Wongso menawarkan untuk mengelola bisnis dengan pertimbangan bahwa banyak karyawan yang masih bergantung pada perusahaan ini dan prospek Harvest masih ada. Selama perusahaan Harvest Goods dipimpin oleh paman Vendy Satria Wongso, bisnis berjalan stabil. Namun di tahun 2014 cobaan kedua dihadapi oleh Keluarga Wongso kembali karena pada tahun tersebut, Paman Vendy Satria Wongso meninggal akibat penyakit kronis. Keluarga Wongso menghadapi dilemma kembali apakah bisnis Harvest akan dilanjutkan atau dijual mengingat semenjak tahun 2002-2014 sebagian besar operasional di kerjakan sendiri oleh pamannya Vendy Satria Wongso. 

Dengan keyakinan yang kuat, Andrie Wongso memutuskan untuk melanjutkan kembali karena yakin bahwa Harvest Goods bisa berjaya kembali seperti dulu.Namun pada ternyata Harvest Goods menghadapi kenyataan yang berbeda mengingat pola konsumen dan pasar telah berubah signifikan dimana semua tidak sama seperti dulu saat Harvest Goods dikelola oleh keluarga Wongso. Saat itu Perusahaan Harvest Goods yang sedang dipimpin oleh Lenny Wongso mengalami penurunan yang membuat biaya operasional tidak bisa terpenuhi, namun sang ibunda Vendy Satria Wongso yang berhati lembut tidak dapat mengambil langkah tegas untuk memangkas jumlah pekerjanya. Akhirnya Vendy Satria Wongso memutuskan melepaskan bisnis yang telah dirintisnya dan sedang naik daun serta merupakan cita-citanya sejak di bangku kuliah sebagai Video Creator di tahun 2017 untuk membantu perusahaan Harvest Goods ini setelah melihat ibunya menangis memikirkan kelanjutan Harvest Goods mengingat banyak karyawan yang akan diberhentikan dan Harvest Goods merupakan bisnis keluarga yang paling berperan dalam kehidupan keluarga Wongso.

Harvest Good di era Vendy Satria Wongso 

Pada awal kepemimpinan, tersapat resistensi dari karyawan lama mengingat Vendy Satria Wongso dinilai  masih muda untuk menjadi CEO. Vendy Satria Wongso berusaha melakukan pendekatan dengan menginterview satu persatu karyawannya dan meminta mereka untuk memberikan masukan kepada Vendy Satria Wongso bagaiman mengelola perusahaan ini dengan baik. Vendy Satria Wongso menekankan bahwa dirinya bukanlah  siapa-siapa tanpa mereka dan Vendy Satria Wongso ingin belajar lebih banyak dari mereka. Dengan perlakuan pendektan Vendy Satria Wongso kepada karyawannya tersebut sedikit demi sedikit akhirnya seluruh karyawan Harvest Goods dapat menerima dan percaya terhadap kepemimpinan Vendy Satria Wongso sehingga terciptanya lingkungan kerja yang baik. Bahkan akibat kepercayaan tersebut membuat tindakan fraud berupa penggelapan uang yang dilakukan oleh oknum yang telah dipercayakan oleh keluarga Wongso dalam kurun waktu yang tidak sebentar tersebut akhirnya terbongkar. Hal yang tidak diinginkan ini terjadi karena budaya lama yang masih terasa sampai sekarang, sehingga membuat karyawan lama tersebut yang sudah bekerja hampir 25 tahun dapat leluasa melakukan fraud.  Untuk mengatasi hal tersebut Vendy Satria Wongso menerapkan kontrol dan pendekatan personal.   

Produk Harvest Goods yang difokuskan saat ini adalah gifting seperti kartu ucapan, kertas kado, box kado dan paper bag.  Vendy Satria Wongso menilai bisnis gifting ini akan menjadi popular dimasa depan karena beranggapan bahwa market kini lebih menyukai menyampaikan rasa sayang kepada keluarga, teman, ataupun pacar dengan cara memberikan sesuatu benda yang telah dibentuk dan memiliki tampilan sedemikian rupa sehingga membuat barang tersebut bernilai, oleh karena itu Vendy Satria Wongso membangun bisnis gifting denganKado Kamu. Dalam ekspansi bisnis tersebut, Harvest Goods membuat produk gift package dalam sebuah dus yang berisikan lengkap kado indah dan manis seperti bunga, notes, balon, beserta kartu ucapan.

Berikut adalah contoh produk Harvest Goods yang dijual di Market Place :

Visi Misi Harvest Goods 

Misi :

Menjadi Brand Stationary terkemuka yang memberikan kebahagian ke banyak orang di Indonesia 

Visi :

Menginspirasi orang diseluruh dunia untuk benar-benar “hidup” dalam menjalani kehidupannya sehari ini. Seperti orang yang berjuang untuk memanen padi, Harvest menginginkan setiap orang untuk melakukan setiap hal layaknya agar dapat membuahkan hasil yang maksimal

Proses Pengambilan Keputusan 

Tahun 2002  – 2014

(Era Paman Vendy Satria Wongso)

Tahun 2017 s.d sekarang

(Era Vendy Satria Wongso)

Leadership Style 

One Man Show dimana Paman Vendy Satria Wongso mengendalikan seluruh operasional perusahaan sendiri sehingga informasi hanya terpusat di Paman Vendy Satria Wongso

Partisipatif dimana Vendy Satria Wongso melibatkan karyawannya dalam pengambilan keputusan dan seluruh operasional serta mengkomunikasikan visi dan misi Harvest kepada karyawan. Sehingga seluruh karyawan merasakan sense of belonging terhadap Harvest Goods

Adaptasi 

Produk yang diciptakan hanya sebatas produk fisik seperti produk stationery, gift, kartu, dan kertas kado. (Masih belum masuk ke arah Digital presence)

Mulai membuat produk-produk yang lebih personalized seperti binder unik, notes mengenai life goals dan mulai masuk ke arah produk digital dengan membuat produk berupa kartu dengan barcode yang dapat discan dan menampilkan animasi yang dapat dicustom. Serta berkembang ke arah gift package dalam box yang mudah diberikan dan diantar kemana saja.

Control 

Salah satu karyawan yang di percayai selama bertahun – tahun melalukan Fraud karena kurangnya kontrol

Selain memberikan delegasi dan tanggung jawab, Vendy Satria Wongso juga berusaha untuk memonitor perkembangan usahanya.

Product Positioning 

Dulunya Harvest Goods fokus dengan produk Kartu Ucapan, Gift dan Stanionary dengan kualitas baik dan harga premium namun masih mass production.

Mulai mengikuti jaman dengan mengembangkan penjualan melalui Market Place, membuat produk gift untuk celebrity purposes yang lebih fokus pada personal.

Mengembangkan kartu ucapan yang dapat di scan untuk memunculkan animasi.

Dampak Pandemi Covid-19 pada Harvest Goods. 

Di masa pandemic covid- 19 hampir sebagian besar sektor bisnis di Indonesia menghadapi kondisi yang sulit begitu pula yang dialami oleh Harvest Goods. Bisnis Harvest Goods mengalami guncangan akibat pandemic ini dimana omzet menurun drastis hingga mencapai80% dalam kurun waktu 3 bulan (maret s.d Mei 2020).  Vendy Satria Wongso mengalami Bias Kognitif yang disebut  Heuristic dimana Vendy Satria Wongso memposisikan diri menjadi korban (victim) sehingga hanya menerima kenyataan bahwa bisnisnya sedang berada di titik terbawah di masa pimpinannya dan tidak melakukan perubahan strategi apapun agar Harvest Good dapat bertahan dan bangkit di masa pandemic ini. Sumber dari bias kognitif tersebut dari Prior Hypothesis Bias dimana Vendy Satria Wongso mempercayai bahwa bisnisnya tidak ada yang perlu dirubah meskipun fakta yang terjadi di lapangan yaitu akibat pandemic Covid-19 pola perilaku konsumen telah berubah.

Suatu ketika Vendy Satria Wongso sadar bahwa seharusnya sudah saatnya Vendy Satria Wongso berhenti beranggapan bahwa ia adalah victim dari pandemic ini, dan merubahnya menjadi ia adalah victor dan mulai bangkit. Mindset “from victim to victor” tersebut juga yang diterapkan sekarang oleh Vendy Satria Wongso dalam setiap kondisi, yang berarti harus bisa merespon perubahan keadaan dengan baik. Belajar dari kondisi Pandemi Covid-19 Vendy Satria Wongso sekarang fokus dengan penjualan online seperti Tokopedia yang memiliki penjualan yang signifikan 

Halaman Toko Harvest Goods di Tokopedia 

SWOT Analysis

Macintosh HD:Users:deapuri:OneDrive - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk:Bismillah:MM UGM:Business Management:Tugas W6:SWOT.png

Strategi

  1. Level Korporasi

Pada level Korporasi, strategi terbaik adalah dengan berkonsentrasi pada keunggulan dari Harvest Goods sendiri yaitu produk-produk stationary dan gift yang berkualitas premium. Sesuai dengan cerita Vendy Satria Wongso, konsumen percaya dengan produk harvest seperti kertas kado karene memiliki kualitas kertas yang baik selain itu desain yang dibuat juga elegan. Vendy Satria Wongso tidak khawatir jika ada yang meniru produk Harvest Goods karena selalu memperbarui desain nya. 

  1. Level Perusahaan

Pada bisnis level Perusahaan perlu berfokus kepada Differentiation strategi dimana fokusnya saat ini adalah ke segmen menengah ke atas dengan memberikan produk premium dengan kualitas terbaik sekaligus menjaga biaya. Karena brand Harvest Goods telah lama dikenal sebagai brang yang dapat di percaya kualitasnya.  Dan mencegah perusahan untuk menjadi “Stuck in the Middle”. 

  1. Level Fungsional

Pada level fungsional, Harvest Goods perlu mengembangkan pemasaran melalui market place untuk produk-produk stationary seperti buku jurnal yang dapat di kostumisasi sehingga setiap produk yang dijual kepada konsumen memiliki keunikan masing-masing. 

SUMBER :

https://youtu.be/LI_p8lLE6kA

Kelompok Lightning McQueen :

1. Dea Puri Anindita

2. Rahmat Hidayat

3. Steve D. Anggara 

4. Tiara Nur Utami


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
DeaPuri

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format