Success Story of Nilam Sari: Dari Hutang Rp 14 M Sekarang Jadi Juragan Gerobakan

"Kalau bukan kita yang percaya pada bisnis kita, lalu siapa?"


0

A person holding a sign posing for the camera  Description automatically generated

Sinopsis:
Kali ini Christina Lie berbincang dengan Co-Founder Kebab Turki Baba Rafi, yaitu Nilam Sari. Nilam memulai usahanya dalam bidang makanan gerobakan dengan konsep take away food untuk mencukupi kebutuhan ekonomi pasca menikah dengan suaminya di tahun 2003. Setelah menikah Nilam memutuskan untuk berhenti kuliah dan fokus membangun bisnis dengan sang suami. Nilam memulai bisnis nya dengan berjualan burger mengunakan gerobak yang dibuka di pinggir jalan dekat rumah tinggalnya di Kota Surabaya. Bisnisnya ini sempat sukses namun kemudian mulai menurun setelah masuknya kompetitor di bidang jenis usaha sejenis yang menawarkan harga lebih murah dan ukuran lebih minimalis. Memang pada saat itu burger belum menjadi makanan yang dikenal luas dan belum terlalu banyak diminati konsumen di Indonesia.

Setelah sempat jatuh bangun dalam bisnis makanan gerobakan, Nilam dan suami mendapat ide untuk membuat bisnis makanan lain yang mereka rasa punya keunikan tersendiri dan belum banyak ada di Indonesia, yaitu bisnis kebab. Masih dengan metode yang sama, ia mencoba bisnis kebab gerobakan. Ide ini muncul saat ia dan suami jalan-jalan ke Qatar dan melihat usaha kebab yang menarik, laris dan rasanyapun enak. Saat memulai usaha kebab gerobaknya, Nilam hanya memiliki 1 outlet tanpa karyawan semua ia kerjakan sendiri. Dalam setahun, outlet tersebut berkembang menjadi 6 outlet dan dibantu oleh masing-masing 1 karyawan di setiap outletnya.

Gambar 1. Ilustrasi Stall Kebab.

Setelah usahanya semakin berkembang Nilam mulai berpikir untuk melakukan bisnis franchise agar pasar pesaing juga dapat dia kuasai. Menurutnya, franchise ini merupakan salah satu cara cepat untuk berkembang sekaligus mendapat dukungan modal dari mitra bisnisnya (franchisee). Setelah usahanya semakin besar dengan ratusan outlet, Nilam kemudian mulai merekrut karyawan khusus di bagian operasional (belanja, ambil dan antar barang), administrasi, management stock, dan juga supervisor. Ketika usahanya sudah meluas di skala nasional, ia mulai mencoba peruntungan untuk menembus pasar internasional. Ia mulai aktif mencari link kerjasama hingga akhirnya berhasil membuka banyak outlet di beberapa negara melalui bisnis franchise. Hingga saat ini total seluruh outlet Kebab Turki Baba Rafi ada sekitar 1.400 outlet kebab yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri.

Dalam menjalankan bisnisnya tentunya tidak selalu berjalan mulus, Nilam juga menghadapi berbagai masalah, baik itu masalah operasional bisnis maupun fraud internal yang dilakukan oleh pekerja. Ia pernah ditipu karyawannya yang nakal, dibohongi supervisor, bahkan hampir bangkrut akibat resesi di tahun 2008 karena keadaan ekonomi kurang baik. Ia pernah melakukan kesalahan dalam melakukan investasi menggunakan uang hutang modal usaha hingga menanggung hutang sebesar Rp 14 Miliar di usia 26 tahun. Untuk menyelesaikan permasalahan hutangnya, ia merekrut konsultan untuk membantunya mengatasi masalah di tersebut hingga akhirnya berhasil mengatasinya dan mengembalikan pada rasio hutang normal usahanya.

Dalam perbincangan ini Nilam juga memberikan tips-tips dan challenge untuk memulai bisnis gerobakan, diantaranya: 

  1. Bandel / bebal dalam berbisnis yaitu pantang menyerah ketika gagal saat dalam prosesnya dan harus memiliki mental yang kuat.
  2. Pencarian dan pemilihan lokasi yang strategis. Akan lebih baik melakukan sewa lokasi untuk meminimalisir resiko premanisme dan menjamin legalitas keberadaan outlet. Hal ini juga memperkecil resiko apabila lokasi kurang sesuai dapat segera pindah mencari lokasi yang baru.
  3. Harus konsisten merekrut karyawan terbaik dan melakukan training kepada karyawannya. Karena dalam bisnis makanan gerobakan biasanya tingkat turn over karyawan cukup tinggi.
  4. Atur strategi pembuatan menu. Menu tidak perlu terlalu banyak dan usahakan tipenya masih sejenis. Selain itu, buatlah menu yang bahan bakunya tidak terlalu beragam namun dapat disubstitusikan untuk berbagai menunya. Hal ini dapat mengurangi bahan baku yang rusak. 
  5. Pengelolaan stock (bahan baku). Perhitungkan kebutuhan harian dan analisa menu apa saja yang paling laris. Gunakan bahan baku frozen agar masa kadaluarsa lebih lama sehingga meminimalisir pembuangan bahan makanan. 
  6. Buatlah sistem bisnisnya, seperti sistem franchise, sistem rekrutmen dan manajemen karyawan, sistem operasional, sistem administrasi keuangan, dan sistem untuk mencegah dan menangani fraud. 
  7. Buatlah marketing support misalnya melalui kerjasama atau product bundling, iklan, internet atau memanfaatkan media sosial untuk branding, dll. 
  8. Sisihkan budget khusus untuk hal-hal tak terduga.
  9. Cara menghadapi persaingan harga, adalah lebih fokus pada penambahan nilai dari produk kita.
  10. Rutin melakukan crosscheck, kalau perlu dijadwalkan audit setiap periode tertentu atau meng-hire external auditor.
  11. Pemilihan supplier yang tepat. Carilah supplier yang mau terus bersama kita saat bisnis up and down.
  12. Lakukan diversifikasi bisnis dalam satu area / bidang bisnis.

Nilam juga memberikan sharingnya tentang strategi Kebab Turki Baba Rafi untuk dapat go internasional hingga memiliki ratusan outlet di luar negeri. Beberapa cara yang ia lakukan diantaranya sering mengikuti event yang berskala internasional, memperbanyak relasi dan melakukan follow up, memasang iklan di sosial media untuk mencari investor dan franchisee dari luar negeri.

Strategi sukses sebagai pebisnis menurut Nilam adalah dengan cara memperbanyak relasi, menghadapi masalah, asah kemampuan negosiasi, rekrut pekerja terbaik dan investasi kepada diri sendiri untuk terus menambah ilmu dan pengalaman baru.

Visi & Misi Perusahaan
Visi:
Menjadi bisnis waralaba kebab yang terbesar, yang menguntungkan dan yang paling berpengaruh di dunia.

Misi:

  • Menjadi bisnis waralaba kebab terbesar di dunia dengan menawarkan rasa dan kualitas dengan harga yang terjangkau dan pelayanan yang memuaskan untuk para franchisee dan pelanggan.
  • Meningkatkan sumber daya manusia dengan mengadakan program dan tanggung jawab sosial yang dapat membantu masyarakat dan pemegang saham

Visi Ibu Nilam Sari
“…Kalau bukan kita yang percaya pada bisnis kita lalu siapa?”
“…Harus memperbanyak ilmu dan relasi untuk mengembangkan diri dan bisnis”
“…Terus mengembangkan brand sampai go internasional”
“…Investlah pada diri kita karena yang paling berharga adalah diri kita sendiri.”

Proses Pengambilan Keputusan

https://yonulis.com/wp-content/uploads/2020/11/1604669986925.png
Gambar 2. Enam Langkah Dalam Pengambilan Keputusan. (Sumber : Buku Contemporary Management Chapter 7)

Pengambilan Keputusan yang Mengakitabkan Jatuhnya Bisnis Pengambilan Keputusan yang Mengakibatkan Bangkitnya Bisnis
  • Keputusan yang diambil adalah keputusan tidak terprogram.Di tahun 2008 saat Indonesia mengalami resesi akibat pemilu dilakukan sebanyak 2x, banyak investor wait and see untuk melakukan investasi. Owner melihat ada peluang dalam membeli asset dan mengakuisisi perusahaan lain sehingga owner memilih untuk mengalihkan modal untuk pengembangan usaha ke bisnis / asset lain seperti rumah/ ruko / kos-kosan.
  • Owner menggunakan intuisi dalam pengambilan keputusan, yaitu perasaan, keyakinan dan firasat yang muncul dalam pikiran, membutuhkan sedikit usaha dan pengumpulan informasi dan menghasilkan keputusan di tempat. Hal ini ditunjukkan Ketika Nilam menjelaskan bahwa masalah hutang Rp 14 miliar yang menjatuhkan bisnisnya tersebut terjadi akibat tiba-tiba muncul keinginan untuk menggunakan uang dari hutang modal kerjanya untuk melakukan bermacam investasi dengan keyakinan bahwa ia sedang memiliki banyak uang dan pasti bisa mengelola semua dengan baik.
  • Dalam mengenal/ mengindentifikasi kebutuhan pada keputusan, owner kurang memperhatikan faktor eksternal perusahaan, yaitu kondisi ekonomi makro dimana dunia investasi sedang wait and see. Selain itu, kurangnya tim internal yang mumpuni dalam menganalisa keputusan investasi dan pengelolaan keuangan membuat owner tidak memperhitungkan resiko investasi yang diambil.
  • Saat owner melihat adanya peluang, owner tidak mempunyai alternatif pilihan lain, tidak memperhitungkan resiko dan hanya menggunakan perspektif tunggal, yaitu perspektif owner sendiri, dalam mengambil keputusan.
  • Karena kurangnya pengalaman owner dan sikap enggan untuk meng-hire tim yang lebih pengalaman/ lebih tua, dalam pengambilan keputusan tidak ada proses pengujian alternatif (legal, ethical, economical, practical).
  • Semua tanggung jawab pengambilan keputusan diemban owner sendiri sehingga saat keputusan membeli asset rumah, kos-kosan, dll diambil oleh Nilam yang tidak memiliki cukup pengalaman dalam mengelola bisnis diluar kuliner, owner mengalami kerugian dan tidak ada tim handal yang membantunya dalam mempelajari umpan balik dari keputusan investasinya.Akhirnya investasi yang mereka lakukan tersebut tidak menghasilkan uang dan mereka menanggung berbagai masalah seperti hutang ke supplier, cicilan asset, bahkan sampai dengan pengurangan karyawan.
  • Proses pengambilan keputusan yang akhirnya dapat menjadi titik balik kebangkitan bisnisnya adalah dengan penilaian yang beralasan, yaitu usaha serta hasil dari pengumpulan informasi yang cermat, pembuatan alternatif dan evaluasi alternatif.
  • Pengambilan keputusan klasik. Pendekatan preskriptif untuk pengambilan keputusan berdasarkan asumsi dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi semua kemungkinan alternatif serta konsekuensinya dan secara rasional memilih rekomendasi yang paling tepat. Hal ini terlihat Ketika Nilam menjelaskan bahwa setelah mengalami keterpurukan bisnis tersebut ia melakukan introspeksi dan merasa butuh banyak belajar tentang berbisnis. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk merekrut tenaga ahli dibidang finance, logistik dan operation.
  • Metode yang mereka gunakan adalah melalui sharing untuk mengidentifikasi masalah, sumber daya yang dimiliki dan upaya apa saja yang sudah dicoba untuk mengatasinya. Kemudian memberikan berbagai sudut pandang atau alternatif, mengevaluasi hingga mengarahkan pada pengambilan solusi atau keputusan menangani masalah.
  • Adanya rencana kerja, membangun culture perusahan dan adanya target kerja. Setelah target dibuat dengan jelas dan cara kerja dibenahi baru kemudian dipraktekkan di lapangan. Hingga akhirnya dalam jangka waktu 1,5 tahun bisnis mereka berhasil kembali pada rasio hutang normal.

Bias Kognitif

https://yonulis.com/wp-content/uploads/2020/11/1604895757484.png
Gambar 3. Sumber-Sumber Bias Kognitif Pada Level Kelompok dan Individu. (Sumber : Buku Contemporary Management Chapter 7)

Bias kognitif yang terjadi dalam kasus ini adalah Illusion of control, yaitu kecenderungan dari seorang pengambil keputusan untuk melebih-lebihkan kemampuannya untuk mengontrol semua hal. Kesalahan pengambilan keputusan investasi disaat mereka merasa memiliki banyak uang dan digunakan untuk melakukan berbagai investasi lain yang tidak berkaitan dengan bisnis utamanya. Pada akhirnya mereka tidak mampu mengelola investasi tersebut sehingga kehilangan modal untuk menjalankan bisnis utamanya hingga kehilangan kemampuan menutup hutang modalnya. Dalam hal ini pengambilan keputusan mereka cenderung melebih-lebihkan kemampuannya untuk mengontrol semua hal, bahkan sesuatu yang sama sekali ia tidak pahami sebelumnya dengan menggunakan hutang modal untuk bisnis utamanya. Itulah mengapa Nilam mengatakan “OKB itu berbahaya”. Sumber bias kognitif Illusion of control ini yang terjadi saat proses pengambilan keputusan yang menyebabkan jatuhnya bisnis Nilam saat itu adalah perasaaan diri yang terlalu percaya diri ketika memiliki banyak uang.

Jika waktu dapat diputar kembali, beberapa hal mengenai group decision making yang seharusnya diperhatikan oleh manager, diantaranya:

  • Merekrut tim yang ahli dibidangnya atau ahli yang lebih berpengalaman dalam pengambilan keputusan investasi. Untuk menghidari adanya bias kognitif, ada baiknya jika manager memiliki perspektif lain dalam penggalian data / informasi akurat guna mendapatkan keputusan investasi / bisnis yang optimal.
  • Menggali Informasi dan data yang akurat untuk keputusan yang optimal.
  • Brainstorming. Sebelum dilakukan pengambilan keputusan, manager sebaiknya melakukan brainstorming dengan tim ahli-nya di bidang terkait guna mengidentifikasi kebutuhan pada keputusan, membuat alternatif pilihan, menguji alternatif pilihan dari aspek legality, ethicalness, economic feasibility dan practical
  • Dalam pelaksanaan alternatif pilihan, pembelajaran dari feedback keputusan bisnis dan investasi seharusnya dilakukan berkala bersama dengan tim yang ahli di bidangnya masing-masing; perlu untuk dilakukan evaluasi dan penyusunan pedoman guna memudahkan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

analisis SWOT Kebab Baba Rafi di Masa Pandemi

Potential Strengths Potential Weakness Potential Opportunity Potential Threat
  • Konsep franchise memungkinkan adanya banyak pemilik modal yang turut mendukung keberlangsungan bisnis.
  • Brand sudah dikenal masyarakat.
  • Selain bisnis ‘gerobakan’, brand Baba Rafi juga mengembangkan konsep ‘Ghost Kitchen’ yang memungkinkan Ibu rumah tangga dapat berjualan dari rumah tanpa harus menyewa tempat.
  • Konsep ‘take away’ atau ‘grab and go’ yang menjadi solusi bisnis Fn’B di masa pandemi sudah dilakukan Baba Rafi sejak awal.
  • Memiliki platform online untuk promosi.
  • kebab/ burger yang bukan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, cenderung menjadi alternatif dan bukan menjadi makanan utama.
  • Kurangnya inovasi menu / bisnis yang dapat menyebabkan kalah saing dengan kompetitor.
  • Kurangnya inovasi pemasaran dapat berdampak kalah saing dengan kuliner-kuliner viral yang muncul secara berkala.
  • Lokasi Strategis dan dekat dengan perumahan warga (di masa pandemi kebanyakan orang bekerja dari rumah).
  • Kesibukan orang semakin padat membuat orang beralih ke makanan instan saji dan dapat dimakan sambil jalan.
  • Masyarakat yang gemar posting kuliner di media sosial dapat dimanfaatkan perusahaan dalam ajang promosi.
  • Dengan konsep ‘Ghost Kitchen’, bisnis Kebab Baba Rafi akan semakin berkembang tanpa perlu biaya tempat, ijin, dll.
  • Banyaknya competitor dan bisnis kuliner yang selalu up to date dengan inovasi menu dan marketing.
  • Adanya isu ketidak-higenis-an daging yang dipampang di gerobak.
  • Standar kebersihan yang berbeda antara sari franchisee dengan franchisee lainnya sehingga dapat membuat costumer ragu.
  • Peraturan daerah dan negara yang berbeda-beda terkait pembatasan penjualan kuliner selama masa pandemi menyebabkan menurunnya omset.

Strategi Kebab Baba Rafi Berdasarkan Hasil Analisis SWOT
Nilam Sari sudah melakukan banyak strategi yang dilakukan oleh perusahaannya sehingga dapat mengembangkan 1 gerobak menjadi 1400 gerobak dan akan terus berkembang kedepannya. Berikut ulasan strategi bisnis yang telah dan dapat dilakukan oleh Kebab Baba Rafi:

  • Strategi Level Bisnis:
    Menurut Peter dalam bukuContemporary Management Chapter 8, dalam rangka meningkatkan pendapatan, manager harus memilih antara diferensiasi produk untuk meningkatkan value kepada pelanggan atau menekan biaya pembuatan produk. Plihan lainnya adalah antara melayani semua pasar atau salah satu segmen pasar saja. Dalam hal, karena brand Kebab Baba Rafi sudah dikenal masyarakat ada baiknya perusahaan melakukan diferensiasi produk dengan inovasi menu unik, kemasan yang unik dan atau promosi produk dengan cara kolaborasi dengan ambassador. Selain itu promosi dengan menggunakan platform yang ramai saat ini juga diperlukan untuk terus dapat menjangkau masyarakat dari semua usia, misalnya tiktok, ads di media sosial, youtube, dll. Strategi yang tidak kalah penting di masa pandemi ini ialah memastikan semua franchisee memiliki standar kebersihan yang sama yang diterima secara internasional.
  • Strategi Level Korporasi:
    Seperti yang diutarakan Nilam Sari, dalam pengembangan bisnis, ada baiknya untuk mengembangkan bisnis dalam industri yang sama, misalnya Fn’B. Sementara itu upaya yang dilakukan Nilam Sari dan mantan suaminya dalam diversifikasi bisnis dengan industri yang berkaitan sudah cukup mumpuni. Bukan hanya invest dalam kebab Baba Rafi, Nilam Sari tercatat juga merupakan co-owner Bebek Garang. Sedangkan mantan suaminya kini juga sudah merambah ke bisnis kuliner lain seperti Nyapii, Ngikan Yuk, Cakekinian, dll.
  • Strategi Ekspansi Internasional:
    Untuk bersaing secara internasional, dimulai dari Malaysia, kini bisnis Baba Rafi sudah mengembang hingga 9 negara menggunakan system franchising, yaitu menjual kepada organisasi asing hak untuk menggunakan nama merek dan pengetahuan operasional dengan imbalan pembayaran sekaligus dan bagian dari keuntungan.

SUMBER REFERENSI:

  1. Ferrel, OC., Hirt, Geoffrey A., Ferrel, Linda. 2019. Business Foundations “A Changing World” Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.
  2. Christina Lie Youtube Channel: Dari Hutang 14 Miliar Kini Punya 1400 Outlet Kebab!

PENULIS :
Team Future Bosses

  1. Agnes Cynthia Garetta
  2. Niken Tiyannanda Mardareta
  3. Tommy Sastra Irawan



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FutureBosses

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format