SELLING IS THE VERY ESSENCE OF WHAT BUSINESS ABOUT!

Selling Fish May Not Sound Glamorous For The First Challenge, But The Thing That We Should Note That Selling Is The Very Essence Of What Business About


3
3 points

THE APPRENTICE ASIA SEASON 1 EPISODE 1

EPISODE TITLE: GET READY FOR SHARP SUITS AND EVEN SUPER CLAW

Sumber: AXN-Asia.com

Pada episode ini, Dr. Tony Fernandes selaku Group Chief Executive Director Air Asia dan Executice Chairman Tune Group, memberikan tantangan bisnis ( Business Chalenge ) kepada para kontestan. Pada kesempatan di episode ini misi utamanya adalah kembali ke dasar dengan membuka gerai dan menjual ikan – ikan segar di pasar tradisional. Karena menurut Tony Fernandes, 

Selling fish may not sound glamorous for the first challenge, but the thing that we should note that selling is the very essence of what business about

Tantangan ini akan dimenangkan oleh kelompok yang memperoleh keuntungan paling besar dari hasil penjualan ikan tersebut pada hari itu.

Kelompok kontestan itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Team Mavericks ( Team Pria )

Profile Team Mavericks

Nama

Kebangsaan

Pekerjaan

Industri

1. Hendy Setiono

Indonesia

Founder dan CEO

F&B – Baba Rafi

2. Jonathan Allen Yabut

Filipina

Senior Product Manager

Farmasi

3. Nazril Idrus

Malaysia

Financial Coach, Trainer

Financial Education

4. Samuel Ruffus Nallaraj

India

Vice President

IT

5. Alexis Lothar Bauduin

Prancis / China

Asia-Pacific Director

Liquor Brand

6. Ng Kian Tat

Malaysia

Enterpreneur

Pada tantangan bisnis episode ini, Hendy Setiono mengajukan diri sebagai Project Manager Team mavericks. Ini merupakan tantangan bagi Hendy didalam mengarahkan teamnya agar di dalam pencapaian goals yang telah ditetapkan dari berbagai karakter anggotanya. Karena masing-masing merasa unggul dan dominan, sempat terjadi adu ide pemikiran dan debat yang berkepanjangan.      

  • Langkah Pertama yang dilakukan Team Maverick adalah melakukan penetapan harga dengan melakukan survey harga terhadap berbagai  gerai yang menjual ikan segar yang ada di pasar tersebut. Di saat sebagian tim sedang melakukan survey untuk mendapatkan informasi harga pasaran, di satu sisi sebagian anggota tim lainnya mulai menawarkan ikan-ikannya, tanpa mengetahui harga sebenarnya dari masing-masing ikan tersebut. Ketika tim survey harga kembali, mereka kaget karena penjualan telah berlangsung, tanpa mereka tahu berapa harga sebenarnya dari ikan-ikan tersebut. 
  • Saat proses penjualan berlangsung, gerai mereka dipenuhi oleh banyak pembeli. Para penjual yang antusias, menarik ketertarikan pembeli untuk datang ke gerai Team Mavericks. Di saat yang bersamaan Kathleen Tan selaku advisor datang untuk melihat kondisi gerai Team Mavericks. Dia berpendapat bahwa kemampuan Team maverick di dalam berjualan bagus, tetapi banyak ketidaksesuain terhadap harga jualnya yang menurutnya terlalu rendah dari harga yang seharusnya.
  • Dengan kondisi gerai yang agak kacau, Hendy selaku Project Manager agak sulit berpikir jernih, dan akhirnya memutuskan keuntungan atau margin sebesar 30%. Dan mulai menaikan harga sebesar 30% dari harga yang tertera di pricelist.
  • Di dalam menjual produknya, Team Maverick juga melakukan berbagai pendekatan komunikasi, seperti menggunakan bahasa China, mengajak berkomunikasi anak kecil yang dibawa orang tuanya, dan menggunakan bahasa tubuh yang sangat ramah dan terbuka.
  • Ditengah penjualan yang sedang berlangsung, terjadi perebutan pembeli yang dilakukan Ningku dari Team Apex terhadap Team Mavericks. Ng Kian Tat berpendapat salah satu prinsip yang dianggap penting dalam penjualan adalah, jangan mengambil pelanggan orang lain, karena itu sungguh sangat tidak professional.

Setelah di penghujung hari, dan ikan-ikan belum terjual habis, Team maverick dibagi dua, ada yang menunggu gerai di pasar ada yang memutuskan untuk menjualnya dengan menawarkan ke tempat-tempat makan terdekat yang membutuhkan olahan ikan sebagai bahan utamanya. Pada saat kritis Team maverick melakukan kesalahan yang memperbesar kerugian yang telah dihadapai, dengan melakukan penjualan dengan harga yang rendah.

2. Team Apex ( Tim Wanita )

Profile Team Apex

Nama

Kebangsaan

Pekerjaan

Industri

1. Dian Khrisna Mukti

Indonesia

Housewife

2. Nik Aisyah Amirah Binti Mansor

Malaysia

Auditor

Finance

3. Ningku Lachungpa

India

Director

Infrastruktur

4. Celina Le Neindre

Filipina

Consultant

F & B

5. Andrea Loh Ern-Yu

Singapura

Lawyer

Legal

6. Dussadee Oewpanich

Thailand

Owner of Bistro and Bar

F & B

Pada tantangan bisnis episode ini, Nik Aisyah dipilih oleh timnya sebagai Project Managernya. 

  • Langkah Pertama yang dilakukan Team Apex adalah melakukan pengecekan harga dan melihat pricelist yang sudah disediakan dan melakukan kenaikan harga sekitar 20% dari harga di pricelist. Namun untuk memastikan harga yang mereka tetapkan sesuai, mereka melakukan survey ke gerai-gerai terdekat menanyakan harga jual mereka. Setelah melakukan penetapan harga, mereka mulai menata harga dan memajangnya di masing-masing jenis ikannya, lalu menarik pembeli.
  • Saat Team Apex sedang melayani para pembeli yang datang, Mark Lankester selaku advisor datang melihat kondisi gerai. Dia berpendapat bahwa Team Apex bekerja sangat baik, mereka merancang display harga dengan teratur dan dapat saling bekerjasama dengan baik. Masing-masing anggota memiliki ciri khas masing-masing, ada yang suka berbincang dengan pembeli dengan penuh energi dan ekspresif, Ada yang menggunakan kemampuan bahasanya di dalam melayani pembeli dengan etnis tertentu.
  • Di tengah proses penjualan, Team Apex menyadari mereka memberikan harga udang yang sangat rendah yang dapat menyebabkan kerugian potensial dari kesalahan penetapan harga, dimana udang tersebut seharusnya dijual dengan harga RM 47, namun Team Apex menjual dengan harga RM 15. Kerugian yang terjadi kurang lebih sekitar RM 300. 

Akhirnya untuk menutupi kerugian yang ada, Nik membagi dua teamnya, ada yang bertugas di tempat, ada yang bergerak menjual barang dagangan ke tempat-tempat potensial. Target

  • mereka adalah dengan menjual semua ikan yang ada dengan harga yang sesuai untuk meminimalisir kerugian yang telah dibuat. Team Apex menemui salah satu pembeli potensial, namun bernegosiasi dengan sangat lama, mereka menggunakan pesona wanitanya untuk merayu pembeil agar sepakat, karena mereka ingin tetap mempertahankan agar keuntungannya tetap tinggi, sehingga tidak menurunkan harga yang terlalu jauh. Awalnya mereka menetapkan harga RM 500, ditawar sampai RM 200. Setelah melakukan negosiasi yang lama, Team Apex akhirnya berhasil menjual semua ikan yang tersisa, lalu harga kesepakatan di posisi RM 400 dengan seluruh ikan yang tersisa.

HARI PENENTUAN DI BOARDROOM

  • Tony Fernandes mengumpulkan semua kontestan di dalam boardroom dan mengevaluasi hasil kinerja masing-masing team. Team Apex ditanya siapa yang menjadi Project Manager dan yang menetapkan harga di masing-masing kelompok. Di saat yang bersamaan, Team Maverick pun ditanya siapa project managernya dan strategi penjualan apa yang diterapkan.
  • Setelah masing-masing tema menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait proses penjualan ikan tersebut, lalu dilakukanlah perhitungan total penjualan dan kenuntungan dan kerugiannya. Hasil perhitungan akhir menunjukan bahwa kerugian yang dialami oleh Team Apex sebesar RM 186 dan Team Mavericks sebesar RM 654.
  • Hal ini tentu membuat Tony Fernandes melakukan keputusan mutlak bahwa team yang menang adalah Team Apex, karena Team Maverick melakukan kesalahan yang fatal dengan kerugian yang begitu besar.
  • Akhirnya Hendy selaku Project Manager diminta memilih dua rekan timnya untuk masuk ke dalam Elimination Room. Dan dia memilih Alex dan Nash dengan alasan kuat bahwa kedua orang tersebut memiliki skills dan kemampuan yang baik, sehingga jelas menjadi pesaing terberat. Ketika di minta oleh Tony Fernandes menyebutkan siapa yang terlemah, Hendy enggan berkomentar, dan Tony Fernandes memutuskan untuk memecat Hendy.

Untuk team yang menang Tony Fernandes memberikan reward berupa jamuan pribadi di Chynna, Hilton Kuala umpur, dan memberikan pesan kepada Team Apex bahwa keuntungan atau margin adalah sesuatu yang wajib diberikan perhatian lebih.

GET READY FOR SHARP SUITS AND EVEN SUPER CLAW

THEORY

Tim Mavericks, mengatakan bahwa “Price is the most important things” namun pada kenyataan di lapangan, Tim Mavericks tidak menghapal harga-harga yang dijual pada masing-masing ikan terebut. Berbeda dengan Tim Apex yang telah memberikan note harga ditiap tempat ikan dijualkan. Bahkan Jonathan selaku anggota tim Mavericks pun berkata bahwa anggota tim yang lainnya hanya tau menjual saja tanpa mengetahui harga yang sebenanrnya. Dan juga Kathleen selaku Advisor mengatakan bahwa cara menjual tim Mavericks bagus, namun pemberian harganya sangat mahal. Dan tim Mavericks melihat huru-hara para pembeli yang membeli ikan, tim Mavericks pun ingin menaikkan harga agar mereka mendapatkan keuntungan yang lebih, bahkan menaikkan harganya sebanyak 30%. Melihat cara kerja yang dilakukan oleh tim Mavericks ini maka dapat disimpulkan bahwa teori motivasi yang digunakan oleh tim Mavericks adalah Expectancy Theory, dikarenakan tim Mavericks sejak awal telah mengatakan “Price is the most important things” dan dengan itu, semakin mereka menaikkan harga, maka semakin tinggi pula keuntungan yang mereka dapatkan. 

Sumber: Contemporary Management. 11th Ed

LEADERSHIP

Hendy as A Leader

Trait Model

Karakteristik leadership yang dimiliki Hendy tidak terlihat karena pada saat tim Mavericks telah sampai di tempat mereka berjualan ikan, terlihat jelas Hendy cukup gagap dalam pengambilan keputusan untuk pembagian tugas antar anggota kelompok tim Mavericks

Behavioral Model

Hendy tidak cepat tanggap dalam menentukan tugas para anggota tim Mavericksdan hanya berkata “do the thing you’re gonna do that”

Contingency Model

Hubungan antara Hendy selaku leader tim Mavericks dengan anggota tim kurang baik, Hendy hanya berfokus pada penjualan agar mendapatkan keuntungan yang besar tanpa memperhatikan kinerja anggota tim yang tidak mengetahui harga ikan-ikan yang dijual

Charismatic Leader

Hendy sangat ambisius dikarenakan melihat pengunjung yang begitu ramai berdatangan, dan menginginkan margin penjualan meningkat, Hendy menaikkan harga jualnya sebanyak 30%

Transactional Leader

Hendy tidak dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai leader tim Mavericks karena, task yang diberikan dan strategi yang harusnya digunakan tidak terselesaikan dengan baik

Group Task

Merupakan ukuran yang tepat dari grup berkinerja tinggi dipengaruhi oleh jenis tugas yang harus dilakukan grup. Adapun task interdependence berarti bahwa sejauh mana pekerjaan satu anggota mempengaruhi pekerjaan yang dilakukan anggota lain.

Sumber: Contemporary Management. 11th Ed

Dalam Tim Mavericks, Hendy (Project Manajer/Leader) secara tidak sadar menggunakan tipe Pooled Task Interdependence (anggota kelompok memberikan kontribusi yang terpisah dan independen untuk kinerja kelompok) dalam menjalankan project nya. Mengapa dikatakan “tidak sadar”, karena rencana awal dia adalah menggunakan tipe Sequential Task Interdependence (anggota grup melakukan tugas sesuai urutan yang telah ditentukan sebelumnya).

Rencana awal:

melakukan survey pasar, lalu setelah mengetahui harga margin dari tiap produk (ikan), maka mereka akan menentukan harga dengan menaikan harga 30% dari margin yang ada. Setelah penentuan harga, mereka siap menjual produk. 

Infografis: Rencana Awal Bentuk Group Task

Kenyataan Lapangan:

Samuel (anggota) langsung melakukan penawaran produk kepada konsumen ketika mereka belum memiliki daftar harga produk. Hendy yang bertugas sebagai leader tidak bisa menghentikan proses penawaran produk tersebut, dan membiarkan Samuel, dan Hanzo (anggota) melakukan penawaran dan akhirnya menjual dengan harga yang tidak sesuai dengan margin. Sehingga Tim Mavericks tidak memiliki waktu untuk menentukan harga yang tepat pada produk. Ketika pasar tutup mereka terpaksa menjual nya ke gerai-gerai dan menjual dengan harga seadanya (diatas ataupun dibawah margin produk) karena alas an mereka adalah mereka membutuhkan cash untuk mengurangi kerugian, yang ternyata hal tersebut adalah kesalahan yang besar.

Infografis: Kenyataan Lapangan Bentuk Group Task


Group Leadership

Hendy Setiono: Group Leader

Bila dilihat dari performa yang di lakukan pada first task The Apprentice Asia Season 1, Hendy sebagai leader dari Tim Mavericks terlihat tidak memiliki jiwa kepemimpinan, ketidak tegasan-nya dalam mengatur anggota dan strategi yang seharusnya dia sudah jelaskan sebelum task tersebut dilakukan tidak berhasil dia aplikasikan di lapangan (pasar ikan tradisional). Hendy juga tidak bisa mengambil keputusan ketika ditanya siapa yang paling tidak berkontribusi pada first task tersebut. Namun terdapat sisi leadership leadership yang bisa dilihat dari diri Hendy ketika dia menunjukkan bahwa dia sengaja mem-volunteer-kan dirinya untuk dipecat, hal tersebut menunjukkan tanggung jawabnya sebagai Leader yang gagal. 

Conformity and Deviance 

Dalam kasus ini, anggota Tim Mavericks mematuhi norma karena mereka ingin mendapatkan penghargaan (maju ke ronde berikutnya) dan menghindari hukuman (pemecatan pada salah satu anggota yang kalah). Hal yang cukup extreme dilakukan oleh mereka adalah dengan menjual produk dengan harga yang tidak sesuai dengan margin (rendah/tinggi) karena mereka sudah terdesak oleh waktu untuk meningkatkan profit, atau menurunkan kerugian yang mereka hadapi.

Suatu kelompok membutuhkan tingkat kesesuaian tertentu untuk memastikan bahwa ia dapat mengendalikan perilaku anggota dan menyalurkannya ke arah kinerja tinggi dan pencapaian tujuan kelompok. Suatu kelompok juga membutuhkan tingkat penyimpangan tertentu untuk memastikan bahwa norma disfungsional dibuang dan diganti dengan norma fungsional. 

Dalam first task yang dilakukan, terdapat konflik yang sebenarya merupakan konflik yang serius dan harus dibahas, namun karena kondisi pasar yang berjalan sangat cepat, dan ketidak tegasan dari leader akhirnya konflik tersebut terabaikan begitu saja. Konflik tersebut adalah ketika Jonathan, dan Nash yang belum selesai melakukan suvei pasar, namun Samuel, dan Henzo sudah melakukan penawaran, dan Hendy (leader) juga ikut melakukan penawaran dan akhirnya menjual dengan harga yang tidak sesuai dengan harga margin. Karena hal-hal tersebutlah, tujuan mereka untuk mendapatkan profit besar pun gagal.

SOLUSI

Satu hal yang mungkin dapat disetujui oleh semua orang yang menonton kerja sama Tim Mavericks adalah kurangnya kemampuan leadership dari Hendy. Pun begitu, akan lebih baik jika performa tim tersebut dikaji secara lebih komprehensif dari berbagai aspek. 

  • Motivasi Tim

Ketika dihadapkan dengan kondisi langsung pasar, tim Mavericks mengalami kecanggungan dan kehilangan arah –melupakan tujuan sebenarnya dari penjualan tersebut. Dalam menghadapi tantangan inilah tim membutuhkan motivasi dan pendekatan-pendekatan untuk menuntun tim membangun motivasi layaknya sebuah tim yang fungsional. Motivasi dalam tim menjadi unsur krusial untuk menjelaskan mengapa manusia bergerak/bertindak dalam kapasitasnya di sebuah organisasi.

Dalam pendekatan motivasi, Goal-Setting Theory dapat digunakan oleh Tim Mavericks untuk mendukung operasional tim. Hal utama yang ditekankan oleh teori ini adalah memberikan motivasi terhadap anggota tim dengan berfokus pada kemampuan manajer untuk mengorganisir anggota tim memenuhi input untuk mencapai performa tertinggi sehingga tujuan-tujuan organisasi terpenuhi. 

Tema besar kekurangan tim ini adalah ketidakmampuan Hendy dalam mengorganisir anggota timnya. Memang benar bahwa tim Mavericks telah memiliki tujuan besar –untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, namun setiap anggota masih membutuhkan tujuan spesifik yang harus dicapai. Disinilah perah Hendy sebagai pemimpin kelompok diperlukan untuk memberikan tujuan-tujuan spesifik tersebut. Jika melihat latar belakang, anggota-anggota tim Mavericks seharusnya dihuni oleh individu-individu dengan kecakapan bisnis untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, pada akhirnya tim tersebut justru mengalami kerugian lebih dari RM 600. 

Sebagai contoh ketidakmampuan Hendy dalam memberikan perintah/tugas spesifik pada anggota-anggotanya adalah saat Hendy mengatakan “do the thing you’re gonna do.” Instruksi tersebut sama sekali tidak memberikan motivasi kepada anggota tim. Tidak hanya itu, ketiadaan instruksi-instruksi spesifik berdampak terhadap tumpang-tindihnya tugas dan kegagalan tim untuk beroperasi dengan fungsi seharusnya. 

  • How to Lead?

Dalam episode 1 The Apprentice Asia, sosok Hendy terlihat sebagai pemimpin yang kurang tegas dan tidak dapat mengkoordinasi tim untuk dapat berfungsi dengan baik. Tim Mavericks merupakan tim yang dihuni oleh individu-individu intelektual dan memiliki ambisi besar di dunia bisnis. Seharusnya hal ini dapat dimanfaatkan oleh Hendy untuk dapat mencapai tujuan utama tim –mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dalam konteks ini, Hendy gagal untuk melakukan empowerment: memberdayakan anggota memberikan tanggung jawab terhadap tugas-tugas spesifik demi kemajuan tim. Bagian ini berusaha untuk menjelajahi kemungkinan-kemungkinan pendekatan yang dapat diambil Hendy dalam memimpin dengan berpatok pada salah satu model kepemimpinan.

Salah satu model kepemimpinan yang terkenal adalah Contingency Models of Leadership: Fiedler’s Contingency Model. Model ini berusaha untuk menjelaskan bahwa pada dasarnya efektivitas kepemimpinan tergantung pada konteks situasi yang tengah dihadapi oleh manajer dan timnya. Dalam konteks ini, pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis masalah apa saja yang dihadapi oleh tim Mavericks dalam memenuhi tantangan pertama The Apprentice Asia. 

Tantangan pertama yang dihadapi oleh tim Mavericks adalah menyatukan berbagai individu-individu intelektual dalam satu tempat. Hal ini menjadi masalah ketika terdapat kecenderungan dari anggota tim ingin menjadi individu paling menonjol dalam tim. Hal ini dapat terlihat dari diskusi awal tim ini sebelum mereka memulai berdagang. Masing-masing tim saling mengeluarkan pendapat tentang apa yang harus mereka lakukan. Dalam situasi tersebut, Hendy terlihat kesulitan untuk mengikuti diskusi, apalagi mengakomodasi input-input yang diberikan oleh anggota tim. 

Dalam kontek ini, tipe task-oriented leader dibutuhkan oleh tim Mavericks untuk keluar dari masalah tersebut. Kepemimpinan tipe ini akan berfokus pada kemampuan manajer dalam memastikan anggota tim untuk dapat memenuhi kewajibannya di level tertinggi. Meskipun juga harus menjaga hubungan interpersonal dengan semua anggota tim, namun manajer dengan tipe kepemimpinan ini melihat bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuan adalah fokus utama. Untuk memenuhi hal tersebut, dibutuhkan situasi dimana terdapat struktur tugas (task structure) yang jelas. Kejelasan struktur tugas dari manajer akan membantu anggota tim untuk dapat memahami posisinya dalam tim dan mengerti tanggung jawab apa yang dimilikinya serta bagaimana untuk memenuhi tanggung jawab tersebut. Ketika task structure tidak jelas, akan terdapat kecenderungan anggota untuk menjadi tidak pasti, ragu dalam bertindak. 

Hendy dalam memimpin tim Mavericks seharusnya memahami hal tersebut dan menggunakan model ini dalam memimpin. Kejelasan dan keteraturan tugas akan secara signifikan memudahkan tim untuk mencapai tujuannya. Tidak akan terjadi tumpang-tindih tugas yang dapat menyebabkan alih-alih tim untung, tapi malah rugi. Selain itu, jika Hendy sejak awal sudah dapat menstruktur pembagian tugas dan tanggung jawab dengan jelas, tim Mavericks akan dapat menghindari perpecahan dalam tim –terdapat ketidakpuasan anggota ketika tim sudah mulai menjual barang tanpa mengetahui harga pasar barang tersebut. Kendala-kendala tersebut sebenarnya dapat dihindari jika sejak awal Hendy sebagai manajer telah memberikan panduan dan struktur kerja yang jelas sehingga tidak terjadi tumpang-tindih tanggung jawab. 

  • Kerja Sama

Salah satu karakteristik tim adalah intensitas kerja yang tinggi dan adanya tuntutan tanggung jawab yang spesifik untuk tim tersebut dan tidak dapat lepas dari dinamika kerja. Dinamika dalam tim akan sangat mempengaruhi efektivitas kerja masing-masing anggota tim. Dinamika tim yang baik akan menghasilkan competitive advantage karena akan merangsang meningkat performa tim dan individu, inovasi, dan motivasi anggota tim. Di sisi lain, keberadaan dinamika tim yang buruk juga akan berdampak buruk terhadap performa tim dan individu-individu di dalamnya. Hal ini yang dihadapi oleh tim Mavericks. 

Permasalahan utama dari dimanika kerja sama tim Mavericks adalah permasalahan komunikasi dan koordinasi tim. Hal ini terlihat dari kenyataan bahwa tim sudah mulai menjual barang bahkan sebelum anggota tim yang bertugas untuk survey harga selesai. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerugian karena tim akhirnya menjual barang dengan lebih murah, namun juga menyebabkan ketidakpuasan dari anggota tim, utamanya yang bertugas melakukan survey harga. 

Dalam menjelaskan dinamika tim, terdapat beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan efektivitas kerja tim. Dalam konteks tim Mavericks, yang  harus dilakukan adalah strukturisasi kerja tim. Permasalahan di atas muncul karena tidak adanya struktur urutan dalam pembagian tanggung jawab masing-masing anggota. Oleh karena itu, seharusnya anggota tim Mavericks bergerak secara sequential, maksudnya adalah terdapat urutan tanggung jawab bagi masing-masing anggota laksanakan. Performa masing-masing anggota tim akan berdampak terhadap performa anggota lain setelahnya. 

Sebenarnya tim Mavericks pada awalnya sudah mengerti bahwa pekerjaan tersebut harud dilakukan secara berurutan, dapat dilihat dari pernyataan awal tim yang mengatakan bahwa “price is the most important thing.” Namun setelahnya tim malah kehilangan fokus dan melupakan hal tersebut. Setelahnya justru tim bergerak secara independen tanpa adanya pembagian tugas yang jelas. Sebenarnya dalam konteks tim Mavericks, dinamika tim dapat saja sewaktu-wakti diubah –dari sequentialtask interdependence menjadi pooled task interdependence. Hal ini dapat dilakukan ketika anggota tim yang bertugas di urutan awal –seperti survey harga, telah menyelesaikan tugasnya.

KELOMPOK FUTURE PRESIDENTS

  • Alvin Yudhistira
  • Hertha Yaurina
  • Lasameil Chelsea
  • Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman

DAFTAR PUSTAKA


Jones, Gareth. R. dan George, Jennifer. M. 2020. Contemporary Management. 11th Ed. New York: Mcgraw-Hill Education.

https://www.axn-asia.com/programs/apprentice-asia

https://pharfocus.com/pharnews/class-aptent-taciti-sociosqu-ad-litora (Ilustrasi Thumbnail)

https://www.bookstime.com/articles/accounting-profit-and-loss (Ilustrasi Gambar Profit)


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
chelsea

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format