The Apprentice Asia Episode 10 : Who Will Be The Leader ?

Kompetisi tentang motivasi, kepemimpinan dan teamwork Tim Andrea dalam menyelesaikan tantangan terakhir mereka


0

Sumber: https://www.axn-asia.com/programs/apprentice-asia

Sinopsis 

The Apprentice Asia sudah sampai pada minggu terakhir, misi terakhir untuk Andrea dan Jonathan. Jonathan dan Andrea adalah peserta dari The Apprentice Asia yang masih bertahan. Pada pertarungan terakhir Andrea dan Jonathan datang ke kediaman milik Fernandes, bos mereka. Fernandes memberi selamat kepada mereka berdua dan sekaligus memberikan tantangan terakhir dan akan memutuskan siapa yang akan menjadi penerus Fernandes. Mereka ditantang untuk membuat dan mengorganisir sebuah acara amal untuk yayasan Airasia. Acara tersebut akan dihadiri oleh rekan kerja, keluarga dan tamu kehormatan Fernandes. Acara tersebut bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi yayasan tersebut. Yayasan Airasia adalah salah satu cabang perusahaannya yang yang bertujuan untuk hal-hal kedermawaan untuk membantu melindungi warisan budaya ASEAN. 

Fernandes mengatakan kepada Andrea dan Jonathan bahwa tugas yang besar membutuhkan bantuan. Fernandes telah membawa kembali para kontestan yang sebelum nya sudah pulang untuk datang lagi dan membantu Andrea dan Jonathan. Fernandes menyuruh Andrea dan Jonathan untuk memilih siapa yang akan membantu mereka pada tugas ini. Jonathan yang pertama memilih karena menang pada undian lempar koin. Pertama Jonathan memilih Sam karena memiliki kinerja yang baik dan percaya pada Jonathan, lalu yang dipilih berikutnya adalah Nash dan Celina. Andrea memilih Ningku, Alex dan Dian. Tugas dimulai setelah Andrea dan Jonathan memilih anggota mereka masing-masing. 

Pada pertemuan pertama tim Andrea di sebuah hotel yang bernama Double Tree, Andrea memulai meeting untuk membahas final test tersebut. Andrea mulai membagi tugas kepada anggotanya tersebut. Ningku diberi tugas untuk mengurus grafik dan standee, Alex ditugaskan untuk mengerjakan bagian katering, sedangkan jamuan dan dekorasi akan dikerjakan oleh Dian. Andrea merasa kurang percaya diri apakan timnya akan percaya kepadanya. Disisi lain, Alex menilai Andrea lebih pantas menjadi pemimpin karena jelas dengan pembagian tugas yang diberikan kepada mereka. Tim Jonathan juga mulai melakukan rapat untuk membahas strategi mereka untuk acara tersebut. Jonathan memulai dengan berdiskusi tentang konsep acara yang akan mereka lakukan. Jonathan memberikan tugas kepada Celina untuk mengatur katering dan jamuan, untuk stan ditugaskan kepada Sam dan Nash. Andrea dan Jonathan berdiskusi dengan timnya masing-masing serta melakukan rapat langsung dengan perwakilan pihak dari yayasan Airasia. Yayasan Airasia menginginkan pesan mereka sampai kepada para tamu undangan yang datang tentang bagaimana yayasan mereka memberi manfaat kepada anak muda ASEAN. 

Pada hari pertama persiapan event, tim Jonathan memulai dengan mengecek persiapan untuk jamuan acara dengan didampingi Celina, Celina melakukannya dengan dinamis dan baik menurut Jonathan serta telah melakukan pemilihan-pemilihan yang tepat. Tim Andrea memilih tema acara menjadi berkelas dengan pemilihan detail yang baik. Andrea didampingi oleh Dian yang bertanggung jawab dengan bagian jamuan, akan tetapi Andrea menilai Dian masih kurang aktif, belum berinisiatif dan masih mengikuti Andrea. Tiim Jonathan mulai bergerak menuju bagian katering dan bertemu dengan chef yang bertanggung jawab dengan makanan pada acara tersebut. Celina terlihat sangat aktif dan menguasai tugas tersebut dan Jonathan juga terlihat mempercayakan dan membebaskan Celina untuk mengatur dan berkreasi dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tim Jonathan juga terlihat sibuk dengan tugas standee yang diberikan kepada Sam dan Nash dengan hasil moto yang telah mereka buat yakni “Terimakasih tidak mengatakan saya tak peduli”. Tim Andrea, yakni Andrea dan Alex, bertemu dengan chef untuk membicarakan katering.  Alex terlihat sudah mahir untuk melakukan pekerjaan tersebut dan Andrea merasa puas dengan kinerja Alex. Tim Andrea kemudian menemui Ningku yang sedang mengerjakan standee pada acara tersebut. Andrea menilai Ningku sangat bertanggung jawab dengan tugas yang sudah diberikan oleh Andrea. Ningku juga menilai bahwa Andrea telah berkembang dan melakukan sesuatu lebih baik dan pantas untuk menjadi penerus Fernandes. 

Tim Jonathan mulai melihat venue tempat acara yang akan digelar dan berdiskusi tentang penyusunan dan layout acara. Begitu pula dengan tim Andrea yang mengecek venue acara untuk memastikan layout acara tersebut. Pada hari selanjutnya, tim Jonathan mulai membahas tentang konsep acara akan berjalan, dari bagaimana susunan acaranya serta apa saja hiburan pada acara tersebut. Jonathan menilai jika tidak ada musik, acara akan berkesan jelek sehingga Jonathan dibantu Nash menghubungi seorang penyanyi terkenal untuk tampil di acara amal tersebut. Di sisi lain tim Andrea yang sedang menyusun agenda acara sedang memikirkan hiburan apa yang akan ditampilkan pada acara tersebut. Selanjutnya tim Jonathan dan Andrea datang mengunjungi suatu tempat untuk memilih 6 barang setiap tim, yang akan dilelang pada acara amal tersebut.  Jonathan berhak memilih lebih dulu barang mana yang akan dilelang karena Jonathan menang pada undian lempar koin. Menurut Andrea, Jonathan mengambil keputusan yang bersifat emosional sehingga dia merasakan bahwa Jonathan mengambil keputusan yang salah karena menurut Andrea menilai Jonathan dia mengambil barang dengan harga awal yang rendah dan memilih barang yang rendah harganya. Jonathan juga menilai bahwa Andrea sangat kreatif dan pandai menggunakan strategi, Andrea juga sangat baik dalam membuat acara, namun apabila tidak dapat menyentuh hati, maka tidak ada semangat yang membara untuk yayasan Airasia. 

Pada persiapan hari kedua di Double Tree, tim Jonathan mulai melihat venue acara yang sudah mulai ditata rapi dan melakukan beberapa persiapan. Jonathan pun menyempatkan untuk berlatih melakukan sambutan di podium. Jonathan terlihat menguasai panggung. Jonathan menilai bahwa dia mahir melakukannya karena dia terbiasa memberikan sambutan kepada anggota baru di organisasinya. Jonathan juga nampak suka dan terlihat menikmati. Tim Andrea pun juga mengecek venue yang sudah mulai ditata rapi, Andrea pun berlatih memberikan sambutan yang akan disampaikannya pada saat acara berlangsung. Andrea terlihat kaku dan terbata-bata, anggota tim pun juga memberi masukan bahwa Andrea masih kurang baik dalam latihan sambutannya. Alex menilai bahwa sambutan dapat meningkatkan hubungan dan koneksi perasaan agar acara amal dapat berjalan baik. Masih buruknya kemampuan berbicara Andrea menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Andrea. Alex menyarankan Andrea untuk meningkatkan kemampuan berbicaranya karena masih ada waktu untuk itu. Tim Jonathan mulai melakukan diskusi dengan orang yang terlibat dalam acara amal tersebut. Jonathan ingin acara tersebut memiliki suasana yang tenang, dan kasual. Disisi lain, Andrea masih kebingungan menyusun kata-kata sambutan yang akan disampaikan pada acara tersebut.

Analisis Tim Andrea

Teori motivasi yang digunakan

Jones dan George menyebutkan bahwa motivasi dapat memberikan dampak psikologis yang dapat menentukan arah perilaku individu dalam organisasi, tingkat usaha dan ketekunan individu dalam menghadapi suatu keadaan. Motivasi berasal dari dua sumber, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik merupakan perilaku dan perilaku yang berasal dari dirinya sendiri, sedangkan ekstrinsik merupakan perilaku yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan atau menghindari hukuman. Sumber motivasi berasal dari konsekuensi perilaku individu, bukan dari karakteristiknya. Kedua sumber motivasi tersebut bergantung kepada karakteristik pribadi dan sifat individu atau organisasi. Selain dua sumber tersebut, sumber motivasi lain berasal dari perilaku yang dilakukan individu untuk membantu orang lain.

Sumber: https://www.thesummitexpress.com/2013/07/the-apprentice-asia-grand-finale-jonathan-vs-andrea.html

Dalam kasus ini, teori motivasi yang dianut oleh Andrea adalah teori kebutuhan  (Need Theories) dan fokus pada Andrea serta timnya. Hal ini terlihat bahwa Andrea ingin sekali menyelesaikan misi tersebut dan memenangkan kompetisi. Teori kebutuhan menjelaskan bahwa orang yang termotivasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Para rekan yang dipilih merupakan tim yang membantu peserta untuk menjalankan misinya. Dalam kasus ini terlihat Andrea sangat optimis memenangkan kompetisi dan ingin mendapat jabatan yang pemimpin tawarkan. Dalam teori kebutuhan yang disampaikan Herzberg’s menjelaskan bahwa dua faktor yang mempengaruhi kebutuhan, antara lain motivator needs, yaitu sifat dan seberapa menantangnya pekerjaan, dan hygiene needs berhubungan dengan psikologis dan fisik. 

Andrea mengatakan bahwa dia menyukai tantangan, tidak mudah menyerah, dan akan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan hubungan terhadap rekan-rekannya. Beberapa orang masuk dalam tim Andrea adalah Alex, Ningku, dan Dian. Andrea tidak ingin memilih Dian karena pengalaman yang tidak menyenangkan bekerja sama dengannya. Keinginan tidak memilih Dian kuat, namun dikarenakan Andrea mendapatkan giliran kedua, Andrea tidak memiliki pilihan selain memasukan Dian dalam timnya karena hanya Dian saja yang tersisa. Pada saat memulai rapat, Andrea langsung pada poin-poin pembagian tugas masing-masing anggota tim dan tidak memberikan semangat atau motivasi kepada mereka agar dapat bekerja dengan maksimal. Berbeda dengan lawannya, sebelum memulai rapat Jonathan menyampaikan rasa terima kasihnya karena mereka akan membantu Jonathan untuk memenangkan kompetisi tersebut serta Jonathan tidak lupa untuk memberikan motivasi dan mempercayai rekan-rekannya. Hal ini menunjukkan bahwa Andrea adalah orang yang langsung to the point atau langsung pada inti pekerjaan (memiliki sifat yang kaku). Dalam mempersiapkan acara tersebut, Andrea menemani rekan-rekannya dalam memilih beberapa item untuk acaranya. Dia sangat khawatir dengan Dian, karena menurut Andrea, Dian hanya mengikuti keputusannya saja tanpa memberi saran ataupun pendapat, sedangkan rekannya yang lain Andrea percaya dan telah mengandalkan mereka. 

 Model Kepemimpinan

Menurut P. Siagian, kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan keterampilan seseorang ketika menduduki sebagai pimpinan dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, khususnya bawahannya agar berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga bisa memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin diharapkan dapat memberikan pengaruh yang dapat membantu kelompok atau organisasi untuk mencapai tujuan kinerja, tujuan perusahaan, meningkatkan kemampuan organisasi termasuk kebutuhan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, kebutuhan untuk mendorong perilaku etis, dan mengelola keberagaman tenaga kerja secara adil.

Manajer menggunakan cara-cara tertentu dalam gaya kepemimpinannya yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara membuat perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Manajer dianggap sebagai anggota organisasi yang menetapkan dan menerapkan prosedur dan proses untuk memastikan kelancaran fungsi dan bertanggung jawab untuk pencapaian tujuan, sedangkan leader melihat ke masa depan, memetakan arah organisasi, dan menarik, mempertahankan, memotivasi, menginspirasi, dan mengembangkan hubungan dengan karyawan berdasarkan kepercayaan dan rasa saling menghormati. Dalam serial The Apprentice Asia episode 10, model kepemimpinan yang dilakukan oleh Andrea sebagai seorang manajer adalah model kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional merupakan cara memimpin dengan cara yang kharismatik dan manajer mempunyai peran sentral serta strategi dalam membawa organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini, seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Hal ini dilakukan dengan tiga cara berikut :

  1. Andrea selaku manajer membuat anggota timnya menyadari pentingnya pekerjaan mereka bagi organisasi dan pentingnya bagi mereka untuk memberikan kinerja yang terbaik agar tujuan organisasi dapat tercapai. 

  2. Selain itu, Andrea membuat bawahannya menyadari kebutuhan mereka terkait prestasi, pengembangan diri dan pertumbuhan diri terkait dengan tujuan organisasi. 

  3. Memotivasi tim untuk bekerja bagi organisasi secara utuh, tidak hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Hal ini terbukti dengan anggota tim bisa menyelesaikan dengan baik pekerjaan yang telah didelegasikan kepada mereka. 

Dalam mencapai hal tersebut, Andrea selaku manajer menjadi pemimpin kharismatis. Seorang pemimpin yang kharismatis memiliki tujuan yang jelas terkait dengan cara mereka untuk meningkatkan kinerja organisasi dan grup, serta mampu mengkomunikasikan tujuan yang dimaksud kepada bawahannya. Setelah Andrea menerima misi yang harus dikerjakan, ia segera membagikan tugas-tugas tersebut kepada anggota timnya yaitu Alex, Ningku, dan Dian. Setelah itu, Andrea memberikan informasi secara terbuka dan jelas tentang permasalahan yang sedang dihadapi organisasi dan mendorong timnya untuk melihat masalah tersebut sebagai tantangan yang akan dan dapat dihadapi. Andrea sebagai project manager ikut terlibat dan memberdayakan timnya agar ikut bertanggung jawab menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Terakhir, pemimpin dengan sikap transformasional memberikan semangat dan turut andil kepada timnya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka sehingga mereka termotivasi untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaan mereka. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan Andrea pada tiap pekerjaan yang telah ia delegasikan kepada masing-masing anggota tim. Ia tidak hanya mengendalikan namun juga terjun langsung sehingga ia mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi pada masing-masing anggota. Ia pun juga mendapat masukan oleh Alex bahwa ketika menyampaikan sambutan pada acara amal ia terlihat kurang “mendalami” sehingga dapat dianggap Andrea kurang menguasai acara yang dibuatnya sendiri. Saran dari tim ini dibutuhkan sebagai masukan kepada manajer agar manajer bisa lebih baik dalam mengelola organisasinya. 

Task Interdependence

Jones dan George menjelaskan bahwa task interdependence merupakan tingkatan dimana pekerjaan yang dilakukan oleh salah seorang anggota kelompok mempengaruhi pekerjaan yang dilakukan anggota kelompok yang lain. Lebih lanjut disebutkan bahwa kualitas dan frekuensi interaksi antar anggota kelompok akan mempengaruhi pertukaran informasi, koordinasi kerja, serta proses pengambilan keputusan bersama. Task interdependence terbagi menjadi 3 jenis, yaitu pooled task interdependence, sequential task interdependence, dan reciprocal task interdependence. Tim Andrea termasuk dalam kategori pooled task interdependence. Sebagaimana dijelaskan oleh Jones dan George, pooled task interdependence merupakan sebuah kelompok dimana anggotanya memberikan kontribusi masing-masing yang bersifat independen bagi kinerja kelompok. Kinerja kelompok merupakan gabungan dari kinerja seluruh anggotanya.

Misi terakhir pada The Apprentice Asia episode 10 adalah menyelenggarakan pesta amal. Hal yang harus disiapkan untuk menyelenggarakan pesta amal tersebut antara lain katering, standee dan desain grafis, serta dekorasi dan jamuan. Andrea mendistribusikan tugas-tugas tersebut  kepada timnya : Alex bertanggungjawab tentang katering, Ningku mempersiapkan standee dan desain grafis, Dian mengatur dekorasi dan jamuan. 

Sumber : https://www.axn-asia.com/programs/apprentice-asia/galleries/apprentice-asia-episode-10-gallery?img=4596&title=photo-4596

Group leadership

Group leader dalam The Apprentice Asia episode kesepuluh ini bersifat penunjukan. Andrea merupakan salah satu project manager pada misi terakhir acara tersebut. Tugas group leader adalah memastikan bahwa timnya memberikan kinerja yang maksimal sesuai dengan kapasitas mereka. Dalam hal ini, Andrea menunjuk setiap anggota timnya bertanggung jawab dalam satu tugas. Penunjukan ini didasarkan pada hasil observasi Andrea terhadap kemampuan masing-masing anggotanya yang relevan dengan tugas yang ada. Andrea juga berusaha menunjukkan kompetensinya sebagai project manager dengan turut ambil bagian memberikan pendapat pada saat anggota timnya melaksanakan tugas yang telah diserahkan pada mereka. 

Group norms

Group norm, sebagaimana disampaikan oleh Jones dan George, adalah aturan tentang tingkah laku  yang diikuti oleh anggota kelompok. Dalam tim Andrea, hal ini dapat berarti setiap tindakan yang dilakukan tim Andrea untuk memenangkan tantangan terakhir mereka. Terdapat dua hal yang mungkin dapat dilakukan terhadap norma kelompok, yaitu conformity dan deviance. Menurut Jones and George, conformity terjadi karena tiga alasan, yaitu (1) menginginkan penghargaan dan menghindari hukuman, (2) meniru anggota kelompok yang disukai dan dikagumi, (3) norma telah diinternalisasi, dan diyakini merupakan sesuatu yang benar. Sementara itu, defiance terjadi jika terdapat anggota kelompok melanggar norma yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok tidak mengendalikan tindakan anggota kelompok yang melanggar norma tersebut.

Tim Andrea menunjukkan conformity dan deviance pada norma kelompok mereka. Conformity ditunjukkan oleh Ningku dan Alex pada saat mereka melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka. Andrea puas dengan cara kerja keduanya, bahkan dia menyebutkan bahwa Alex merupakan orang yang dapat melakukan apa yang orang lain inginkan, sementara Ningku seperti project manajer kedua dalam timnya. Conformity lain yang nampak dalam tim Andrea adalah pada saat Alex, Ningku dan Dian memberikan masukan agar Andrea memperbaiki cara menyampaikan pidatonya pada saat Andrea berlatih menyampaikan welcome speech. Defiance ditunjukkan pada saat Dian tidak melaksanakan tanggung jawab terkait dekor dan jamuan dengan baik, dan hanya menyetujui apa yang dipilih Andrea. 

Permasalahan Tim Andrea

Berdasarkan analisis di atas, berikut permasalahan yang muncul di tim Andrea :

  1. Andrea tidak mengevaluasi kinerja timnya. Motivasi atau semangat tim Andrea terlihat masih kurang daripada tim Jonathan yang yakin bahwa Jonathan akan menang dan anggota timnya dengan senang hati membantu.

  2. Andrea selaku project manajer tidak membentuk struktur (initiating structure) terlebih dahulu.

  3. Andrea sebagai project manager tidak mampu menginternalisasikan norma kelompok dengan baik kepada seluruh anggotanya sehingga memunculkan defiance yang mengganggu kinerja kelompok.

Solusi

Saran penyelesaian masalah yang dihadapi tim Andrea akan diuraikan dalam paparan paragraf di bawah ini :

Saran terkait motivasi

Andrea bisa menyelesaikan misi tersebut tanpa rasa khawatir jika dia percaya pada rekannya dan bertindak tegas namun masih memperdulikan rekannya. Meskipun terdapat satu orang yang dia tidak sukai, seharusnya sebagai seorang project manager, dia harus bisa mengendalikan situasi, pikiran, dan perasaan. Sebelum memulai kegiatan rapat maupun eksekusi pelaksanaan proses persiapan acara, lebih baik Andrea menjelaskan tujuan dan harapan kepada rekan-rekannya agar termotivasi. Teori motivasi yang dapat digunakan dalam menjalankan misi ini adalah teori harapan (Expectancy Theory). Teori ini menjelaskan bahwa motivasi akan tinggi ketika karyawan percaya jika usaha yang tinggi akan mengarahkan kepada kinerja yang tinggi dan dapat menuju pada pencapaian hasil yang maksimal dan diinginkan. Terdapat tiga faktor utama dalam teori harapan yaitu effort, performance, dan outcome.

Sumber : Buku Contemporary Management

Dalam kasus ini, Andrea bisa melakukan beberapa hal yang dapat membantunya dalam menyelesaikan misi tersebut dan membangkitkan motivasi anggota timnya untuk bekerja lebih efektif dengan cara sebagai berikut :

Expectancy :

  • Memulai kegiatan dan rapat dengan memberikan pemikiran positif serta menyatakan atau menginformasikan keinginan/ tujuan, semangat, kepedulian, dan memberikan motivasi kepada timnya. Sehingga meskipun sempat berselisih dengan salah satu anggota tim, namun setidaknya dapat mengurangi kecanggungan dan dapat berkomunikasi dengan santai namun tegas. Hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Andrea dimana anggota timnya akan percaya dan termotivasi untuk melakukan yang terbaik.

  • Dapat mengontrol pikiran dan emosi. Terlihat bahwa Andrea tidak menyukai salah satu anggota timnya. Sebagai seorang pemimpin, seharusnya Andrea dapat mengontrol dirinya dan melihat situasi yang sedang dia hadapi dimana tidak ada pilihan lain untuk bekerja sama dengan orang yang tidak dia sukai.

Instrumentality :

  • Mempercayai anggota tim dan memberikan mereka kesempatan untuk berpendapat dan berkomunikasi. Saat dirasa anggotanya tidak berkontribusi, Andrea bisa mendorong mereka untuk berkomunikasi atau aktif berpendapat. Sehingga bisa memunculkan ide-ide yang berbeda dan mendorong mereka untuk bisa berkomunikasi dengan baik saat rapat. Saat pembagian tugas Andrea tidak perlu merasa khawatir atas pilihannya. 

  • Saat melihat anggota timnya tidak bekerja dengan efektif, Andrea harus bisa tegas dan pada akhir kegiatan diadakan evaluasi proses dan kinerja masing-masing rekannya. 

Valence :

  • Menyadari bahwa tugas yang dikerjakan merupakan pekerjaan yang penting bukan hanya untuk Andrea tetapi juga untuk anggotanya, membuat tim Andrea dapat bekerja dengan efektif dan maksimal. Sehingga Andrea tidak perlu mengkhawatirkan hasil akhir dan percaya bahwa anggota timnya dapat membantu dia untuk memenangkan kompetisi tersebut.

Saran terkait leadership

Sebaiknya Andrea membentuk struktur terlebih dahulu dan memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan, bawahan melakukan pekerjaan dengan baik, dan organisasi berjalan dengan efisien dan efektif. Dalam series ini, Andrea langsung mendelegasikan tugas hanya berdasarkan “sepertinya dia mampu melakukan itu”. Walaupun anggota tim melakukan semua pekerjaan dengan baik, namun terjadi bias dalam tiap anggota tim karena mereka melakukan pekerjaan yang sebenarnya bukan sesuai dengan kemampuan mereka. 

Saran terkait teamwork

Andrea perlu mendorong terjadinya keseimbangan antara conformity dan defiance dengan cara menentukan toleransi pelanggaran dan mempertimbangkan kembali perlu tidaknya membuat penyesuaian/perubahan terhadap norma yang dilanggar. Dalam hal ini, bentuk toleransi pelanggaran yang dapat ditentukan Andrea berupa toleransi minimum kontribusi yang diberikan Dian terkait tugas mempersiapkan jamuan dan dekorasi. Andrea perlu membuat daftar yang lebih spesifik tentang tugas tersebut, dan menentukan minimal tugas yang harus dilakukan oleh Dian. 

Daftar Pustaka :

  1. Jones, G., R. dan George, J., M. (2020). Contemporary Management: 11 Ed. New York: McGraw-Hill Education.
  2. https://www.cekkembali.com/kepemimpinan/
  3. https://www.kajianpustaka.com/2017/08/kepemimpinan-transformasional.html
  4. https://yonulis.com/2020/11/22/belajar-business-and-management-yuk-contemporary-management-chapter-13-15/

Nama Anggota Kelompok :

1. Ibrahim Aufa

2. Nuha Borninusa S

3. Dini Chandra Sekar

4. Agnes Vania Kirana D


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format