MANAGING CONFLICT, POLITIC AND NEGOTIATION


0

A MANAGER CHALLENGE

HOW ANJALI SUD BECOME INFLUENTIAL AT VIMEO

Anjali Sud Uses her influence to keep video editing and sharing platform on track and carry out her focused vision. Sud ensured management kept the focus on the vision, not the inconveniences of change

Ini cerita seorang CEO bernama Anjali Sud, di usianya 34 tahun menjadi CEO di perusahaan Platform Video Editing dan Sharing. Anjali Sud berhasil mempertahankan visi bisnisnya dalam Platform Video editing dan Sharing, walaupun CEO sebelumnya menginginkan VIMEO seperti Pusat hiburan seperti Netflix. Tentu saja, hal ini bukan sesuatu yang mudah dalam meyakinkan manajemen untuk tetap bertahan dengan Platform yang ada, diantara desakan untuk berubah platform. Seperti kita ketahui, dunia video sharing sudah dihuni lebih dulu oleh Youtube. Berada satu pasar dengan raksasa ‘youtube’ menjadikan Vimeo ditengah kegalauan. Hal ini tentu saja menjadi Sumber Konflik di Perusahaan tersebut. Anjali Sud berhasil memastikan dan meyakinkan manajemen untuk tetap dalam Platform yang lama, yaitu Video Editing and Sharing Platform.

Dari cerita Anjali Sud tersebut, maka penulis akan membahas tentang Organizational Conflict and Political Conflict yang menjadi kunci sukses seorang Manajer / CEO dalam menakhodai sebuah perusahaan. Sebagai Bahan Bacaan dan sumber literasi, Penulis merangkum dari Chapter 17 dalam buku Contemporary Management, Eleventh Edition. Gareth R. Jones, Jennifer M. George.


ORGANIZATIONAL CONFLICT

Definisinya adalah Perselisihan yang muncul ketika tujuan, kepentingan, atau nilai dari individu atau kelompok yang berbeda tidak sesuai dan individu / kelompok tersebut menghalangi atau menghalangi upaya satu sama lain untuk mencapai tujuan mereka.

Ini merupakan skill yang dibutuhkan seorang manager dalam mengelola konflik secara efektif karena tingkatan level dalam organisasi sangat mempengaruhi kinerja organisasi seperti pada gambar berikut.

Description: Managing Conflict, Politics, and Negotiation « Survey of Principles of Management

Dari gambar ini menggambarkan, bahwa mendapatkan Performance yang optimal bukan karena level konfliknya rendah, dan tidak pula terlalu tinggi. Ada satu titik optimum level konflik untuk mendapatkan kinerja yang optimum.

‘Optimum Level of conflict leads to effective decision making and high performance’

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita mengetahui Titik maksimum Level of Conflict untuk menghasilkan kinerja yang Optimum ?, Untuk menjawab ini tentunya diperlukan pengalaman dan teori yang memadai, sehingga penting bagi seorang manager untuk mengetahui Detail terkait Konflik Organisasi ini.

Untuk itu kita harus bisa mengenali Tipe Konflik, Sumber Konflik, Strategi menangani Konflik tersebut. Berdasarkan Tipe Konflik, dibagi menjadi :

  1. Interpersonal Conflict, adalah konflik antara individu dalam sebuah organisasi.
  2. Intragroup Conflict, adalah konflik yang melibatkan tim, grup, atau departemen dalam sebuah organisasi. Contohnya adanya perbedaan pendapat di dalam grup tentang bagaimana cara menggunakan anggaran tim atau departemen tersebut.
  3. Intergroup Conflict, adalah konflik yang terjadi antara tim / departemen / grup. Seperti  misalnya Departemen Pemasaran membuat program untuk meningkatkan Revenue dengan menggunakan Biaya yang cukup banyak, namun ditentang oleh Departemen Keuangan yang menekankan efisiensi.
  4. Interorganizational Conflict, adalah konflik yang timbul dengan organisasi lain yang berada di luar. Seperti contoh, perusahaan memiliki konflik dengan Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM).

Sedangkan berdasarkan Sumber Konflik, terdiri dari :

  1. Different Goal and Time Horizons (Perbedaan Tujuan dan Cakrawala Waktu)

Dalam Aktivitas seorang Manager yang sangat penting adalah bagaimana mengelola People and Tasks dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan. Dalam menjalankan pekerjaannya, seringkali ada perbedaaan tujuan di satu Organisasi. Bahkan secara natural memiliki konflik. Seperti misalnya Departemen Pemasaran yang dalam mencapai tujuan peningkatan revenue akan membutuhkan cost yang besar juga, sedangkan Departemen keuangan memiliki tujuan dalam mengefesienkan keuangan, maka Departemen Pemasaran dan Keuangan memiliki konflik secara natural karena tugas pokoknya.

  1. Overlapping Authority (Tumpang tindih otoritas)

Konflik ini terjadi ketika 2 atau lebih Manajer mengklaim otoritas dalam aktivitas dan tugas yang sama. Hal ini sering terjadi pada satu kondisi perubahan organisasi (reorganisasi) yang tidak secara detail memetakan Tugas dan Tanggungjawab. Metode yang dapat digunakan untuk meminimalkan konflik akibat Overlapping Authority adalah dengan Pemetaan RASCI (Responsible, Approve, Support, Consult, to be Informed).

  1. Task Interdependences (Tugas yang saling mempengaruhi)

Dalam suatu Project, ada jenis pekerjaan yang dipengaruhi oleh Pekerjaan lainnya. Apabila satu pekerjaan tidak selesai, maka pekerjaan selanjutnya tidak dapat dijalankan. Hal ini menjadi sumber Konflik yang sangat tinggi dalam sebuah project. Departemen Pemasaran sangat bergantung dari Departemen Produksi. Keterlambatan dalam proses produksi akan berpengaruh dalam proses pemasaran.

  1. Different Evaluation and Reward System (Perbedaan Sistem Evaluasi dan Penghargaan)

Konflik ini terjadi apabila departemen satu mempersepsikan target yang dibebankan sulit, sedangkan departemen yang lain terlihat mudah, sehingga pencapaian kinerja yang berpengaruh terhadap Reward akan menimbulkan konflik.

  1. Scarce Resources (Kelangkaan Sumberdaya)

Kelangkaan Sumber daya, baik SDM maupun material merupakan salah satu juga sumber konflik. 

  1. Status Inconsistencies. (Ketidakkonsistenan)

Hal ini terjadi karena adanya pegawai / departemen yang ‘lebih dihormat’ dibanding pegawai / departemen yang lain. Seperti contoh, Seorang waitress memberikan order kepada Chef (yang dalam hal ini memiliki status lebih tinggi dibandingkan waitress), sehingga dapat menimbullkan konflik. Salah satu cara komunikasi antara waitress dengan Chef sering menggunakan perangkat elektronik untuk menginput pesanan, sehingga Chef dapat mengetahui order dari pelanggan.

Dalam Mengelola Konflik tersebut, ada beberapa Strategi yaitu :

  1. Compromise (Kompromi)

Pelaksanaan Kompromi bisa dilakukan dengan keinginan yang kuat untuk terikat dengan proses Take and Give antar pihak dan membuat konsesi (kesepakatan) sampai adanya resolusi.

  1. Collaboration (Kolaborasi)

cara menangani konflik di mana para pihak untuk mencoba memenuhi tujuan mereka tanpa membuat konsesi apa pun tetapi, sebaliknya, datang dengan cara untuk menyelesaikan perbedaan mereka yang membuat mereka berdua lebih baik

  1. Accomodation (Akomodasi)

pendekatan penanganan konflik di mana satu pihak, biasanya dengan kekuatan yang lebih lemah, menyerah pada tuntutan pihak lain, biasanya lebih kuat

  1. Avoidance (Penolakan)

pendekatan penanganan konflik di mana para pihak mencoba untuk mengabaikan masalah dan tidak melakukan apa pun untuk menyelesaikan perbedaan mereka

  1. Competition (Kompetisi)

pendekatan penanganan konflik di mana masing-masing pihak mencoba untuk memaksimalkan keuntungannya sendiri dan memiliki sedikit minat untuk membuka posisi pihak lain dan tiba di solusi yang akan memungkinkan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan mereka.

Selain itu, ada Strategi lain dalam mengelola Konflik, yaitu Strategi yang berfokus pada Individunya, yang dilakukan dengan Cara : 

  1. Meningkatkan Awareness terhadap Sumber Konflik.
  2. Meningkatkan Diversity Awareness dan Skills
  3. Menerapkan Rotasi Pekerjaan atau Penugasan Sementara 
  4. Menggunakan Mutasi Permanen jika dibutuhkan.

Strategi Mengelola Konflik lainya yang berfokus pada Organisasi dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengubah Struktur atau Budaya Organisasi.
  2. Altering The Sources of Conflict.


NEGOTIATION

Negosiasi adalah teknik resolusi konflik yang sangat penting bagi manajer dan anggota organisasi lainnya dalam situasi di mana para pihak terhadap konflik memiliki tingkat atau kekuasaan yang kurang lebih sama.

Dalam mengelola Konflik dilakukan dengan cara Negosiasi. Dalam prakteknya, negosiasi seringkali melibatkan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah atau konflik antar pihak, baik itu individu maupun grup. Ada dua jenis Negosiator Pihak Ketiga, yaitu :

  1. Mediator : Memfasilitasi Proses Negosiasi tapi tidak memiliki otoritas untuk memberikan saran / solusi 
  2. Arbitrator : Dapat memberikan saran / solusi yang fair.

Ada dua jenis negosiasi utama: 

1. Negosiasi distributif

kedua belah pihak menganggap bahwa mereka memiliki “kue” sumber daya yang perlu mereka susun. Mereka mengambil sikap kompetitif dan adversal. Dalam negosiasi distributif, konflik ditangani oleh kompetisi.

2. Tawar-Menawar Integratif

Para pihak menganggap bahwa mereka mungkin dapat meningkatkan pai sumber daya dengan mencoba menghasilkan solusi kreatif untuk konflik. Dalam integratif bargaining, konflik ditangani melalui kolaborasi dan/atau kompromi.

Strategi untuk Mendorong Integrative Bargaining

1. Menekankan tujuan superordinat

Tujuan superordinat adalah tujuan yang disepakati kedua belah pihak, terlepas dari sumber konflik mereka.

2. Berfokus pada masalah, bukan People

Semua pihak dalam konflik perlu tetap fokus pada masalah atau pada sumber konflik dan menghindari godaan untuk mendiskreditkan satu sama lain.

3. Berfokus pada kepentingan, bukan tuntutan

Tuntutan adalah apa yang diinginkan seseorang, kepentingan adalah mengapa orang tersebut menginginkannya. 

4. Membuat Opsi Baru untuk Penguatan Bersama

Setelah dua pihak untuk konflik fokus pada kepentingan mereka, mereka berada di jalan untuk mencapai solusi ceatif untuk konflik yang akan menguntungkan mereka berdua.

5. Berfokus pada apa yang Adil (Fair)

Berfokus pada apa yang adil konsisten dengan prinsip keadilan distributif, yang mengaksipkan distribusi hasil yang adil berdasarkan kontribusi bermakna yang diberikan orang terhadap organisasi.


ORGANIZATIONAL POLITICS

Politik Organisasi :

Kegiatan yang dilakukan manajer untuk meningkatkan kekuatan mereka dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mencapai tujuan mereka dan mengatasi perlawanan atau oposisi.

Strategi Politik :

Taktik khusus yang digunakan manajer untuk meningkatkan kekuatan mereka dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mempengaruhi dan mendapatkan dukungan dari orang lain sambil mengatasi perlawanan atau oposisi.

Pentingnya Politik Organisasi :

1. Untuk Mendapatkan dukungan untuk dan mengimplementasikan perubahan yang diperlukan. 

2. Dapat membantu manajer mengatasi resistensi dan mencapai tujuan mereka.

Strategi Politik Untuk Mendapatkan dan Mempertahankan Kekuasaan 

1. Mengendalikan Ketidakpastian

2. Membuat diri sendiri tak tergantikan

3. Berada di Posisi Sentral

4. Menghasilkan Sumber Daya

5. Membangun Aliansi

Strategi Politik Untuk Excercising Power

1. Mengandalkan Informasi Obyektif

2. Membawa Ahli luar

3. Mengawal Agenda

4. Menjadikan Semua orang sebagai pemenang.


Referensi :

[1] R. Jones , Gareth, Jennifer M. George. 2019. Chapter 17, Contemporary Management. New York : McGraw Hill Education 


Resumed by : 

1. Andesta

2. Deamy Filianto Nugroho

3. Edward Simon Situmorang

4. Yuli Mariana



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Andesta

11 Comments

  1. Artikel yang menarik, izin bertanya tentang politik organisasi. Menurut penulis, apakah politik dalam organisasi memiliki manfaat yang positif atau negatif bagi organisasi tersebut? Dan mohon diterangkan dengan contohnya, terima kasih

  2. Sukses selalu Bro Sis, ijin bertanya karena sering terjadi sadar tidak sadar, sengaja atao tidak pasti terjadi perbedaan pendapat baik individu maupun kelompok , perbedaan tersebut pastilah ada menguntung dan ada yg merugikan , … yg pengin saya tanyakan adalah bagaimana kita mengetahui batas maksimal di mana perbedaan tersebut masih menguntungkan dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan perusahaan , Matur Suwun

  3. Izin bertanya, bagaimana meredam konflik terhadap bawahan yang meminta dan memaksa untuk dapat penilaian A / exceed expectation pada periode penilaian kinerja akhir tahun, padahal kinerja stafnya tersebut hanya bekerja tidak ada extra milenya namun merasa dirinya sudah senior. Dan ia dihadapkan pada 1 staf lg yang masih junior namun cepat mengerti,secara kinerja lebih baik, dan ia juga aktif dalam mengembangkan kaizen untuk kemajuan perusahaan..Menurut tim bagaimana cara mengatasi konflik tersebut? Apa saja faktor yang bisa menjadi pembanding antar keduanya?

  4. Bagus sekali artikelnya rekan2.. sy ingin bertanya, sebagai seorang manager bagaimana cara kita memilih strategi yang tepat untuk menangani atau mengelola sebuah konflik yang terjadi? dan hal-hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan dalam menentukan strategi penyelesaian konflik tersebut? Kemudian apa yang harus dilakukan apabila ternyata langkahnyang kita ambil ternyata justru membuat konflik semakin parah? Terimakasih

  5. Mohon sharing kawan2 wolfpack bagaimana menyelesaikan konflik yang makin lama bukannya makin selesai malah makin berat. Strategi apa yg paling pas untuk diterapkan utk mengatasi hal ini..terima kasih

  6. Izin bertanya teman2 mengenai politik organisasi, apakah politik organisasi dapat mengakibatkan gap pada lingkungan pekerjaan? Bagaiamana cara menerapkan politik organisasi agar tidak menjadi sesuatu yang berdampak negatif pada organisasi? Terima kasih

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format