Street Smart ala Jennifer Lopez dalam Film “Second Act”

Second Act berkisah tentang petualangan Maya (Jennifer Lopez) membuktikan bahwa seorang street smart mampu mengalahkan book smart


1
1 point

Sinopsis

Second Act merupakan film bergenre komedi romantis yang dirilis tahun 2018, disutradai oleh Peter Segal dan penulis naskah oleh Elaine Goldsmith – Thomas dan Justin Zackham. Film ini dibintangi oleh Jennifer Lopez sebagai Maya Vargas (pemeran utama), Leah Remini sebagai Joan, dan Dalton Harrod sebagai Dilly. 

Dalam film Second Act, pada awalnya Maya Vergas -wanita berumur 40 tahun- adalah asisten manajer sebuah supermarket dengan brand “Value Shop” yang terletak di sub-urban New York. Maya telah mendedikasikan dirinya di Supermarket tersebut selama 15 tahun. Selama kurun waktu tersebut Maya berhasil menaikan penjualan secara drastis dan memiliki metode yang inovatif untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Meskipun tidak memiliki gelar yang tinggi Maya Vergas membuktikan dirinya adalah Street Smart, orang yang tidak mengenyam pendidikan formal namun terbukti berhasil memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. 

Suatu ketika Maya menantikan kunjungan dari seorang eksekutif perusahaannya Tuan Weiskopf dan berharap agar dipromosikan menjadi manajer. Namun ternyata posisi tersebut diisi oleh Arthur seorang karyawan bergelar MBA dari Duke Universtity, sedangkan Maya hanya memiliki GED atau setara dengan kejar Paket C di Indonesia yang membuatnya tidak memenuhi syarat menjadi manajer. Arthur sendiri meskipun memiliki gelar yang tinggi tapi kemampuan interpersonal yang rendah membuat Maya dan teman-temannya tidak nyaman. 

Mendengar hal tersebut, anak baptisnya (Dilly) mengunggah resume online yang tertuliskan Maya Vergas sebagai lulusan MBA Harvard University dan berpengalaman di sebuah perusahaan ternama sebagai konsultan marketing. Berkat ulah anak baptisnya tersebut, Maya dipanggil untuk interview di sebuah perusahaan multi nasional yang bertempat di pusat kota New York yaitu F&C (Franklin & Clarke). Di sana ia menemui Clarke (Direktur utama) dan Zoe (Wakil Direktur) untuk memaparkan pendapatnya mengenai produk kecantikan yang diproduksi oleh F&C. Berkat jawaban tersebut, Clarke menerima Maya sebagai konsultan pengembangan produk.

Akibat pendapatnya mengenai produk kecantikan F&C yang mengatakan bahwa produk tersebut kurang diminati oleh konsumen karena membohongi konsumen dimana produk mengklaim sebagai produk dengan bahan 100% organic, namun pada kenyataannya pada kemasan tertera beberapa bahan kimia sebagai campuran sehingga perusahaan dinilai tidak jujur dan tidak mengerti kebutuhan konsumennya. Maka Zoe sebagai wakil direktur menantang Maya untuk dapat membuat produk baru yang memiliki kandungan 100% bahan organik namun tetap menghasilkan profit. Maya pun menerima tantangan tersebut, selanjutnya Maya membentuk tim pengembangan produknya sendiri yang terdiri dari Hildy sebagai eksekutif pengembangan produk, Ariana sebagai asisten Maya, dan Chase sebagai peneliti. 

Dalam proses penemuan produk tersebut, Maya mengalami kesulitan untuk menemukan formula yang tepat, sisi keekonomisan produk, serta terdapat konflik keluarga, dan persaingan dunia kerja yang keras. Namun akhirnya Maya berhasil membuat produk dengan menggunakan 100% bahan alami yaitu daun Gingko Silver yang dipercaya tahan radiasi dan merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh setelah kota Hiroshima hancur akibat bom nuklir.

Organizational Structure

Dari film Second Act ini kita dapat menyimpulkan bahwa perusahaan F&C merupakan perusahaan FMCG yang memiliki struktur organisasi Divisional Structure: Product, sebuah struktur organisasi dimana setiap lini produk atau bisnis ditangani oleh suatu divisi mandiri (Jones dan George, 2018). Struktur ini terlihat saat Maya dan tim ditantang oleh Zoe untuk menciptakan produk baru, sedangkan Zoe juga memberi tanggung jawab kepada Ron (Konsultan Pengembangan) untuk meningkatkan efektifitas dan keuntungan produk yang sudah ada. Dari 2 divisi ini memiliki tim masing – masing baik di bidang penelitian, ataupun riset di lapangan. 

Dalam perusahaan ini posisi tertinggi diduduki oleh Clarke selaku Direktur Utama, lalu dibawahnya pada posisi wakil direktur yaitu Zoe. Maya dalam garis struktur organisasi tetap memiliki tanggung jawab kepada Zoe, sedangkan Hildy, Ariana, dan Chase bertanggung jawab kepada Maya dan di bawah mereka terdapat anggota lainnya.

Organizational Culture / Budaya Organisasi

Budaya organisasi pada dasarnya adalah berbagai seperangkat keyakinan, harapan, nilai-nilai dan norma bersama yang memengaruhi bagaimana anggota organisasi saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi (Jones dan George, 2018). Budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya struktur organisasi, etika organisasi, karakteristik anggota organisasi, dan hubungan antar anggota tersebut. 

Organizational Culture Perusahaan F&C

1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan F&C merupakan Divisional Structure berdasarkan produk yang dihasilkan (product structure). Oleh karena itu manager setiap produk dapat mengendalikan dan membuat keputusannya sendiri tanpa harus meminta persetujuan dari atasannya. Hal ini terlihat saat Maya melakukan inovasi produk barunya tanpa campur tangan dari Clarke maupun Zoe. 

Product Structure dari F&C dinilai memiliki kelemahan dimana terdapat dua pemimpin yaitu pemimpin divisi masing-masing produk dengan CEO perusahaan, karena terdapat dua layer kepemimpinan mengakibatkan ada kemungkinan CEO memiliki pandangan lain dengan pemimpin divisi sehingga anggota tim memiliki kebingungan siapa yang ingin diikuti. 

Selain itu juga, perusahaan tidak effisien dalam menggunakan sumber daya, mengingat setiap divisi memiliki tim  masing-masing. Lebih effektif jika F&C memiliki Divisi khusus Riset yang bekerja fokus untuk riset tanpa memikirkan keuntungan sehingga dapat lebih fokus dalam menari produk unggulan. 

2. Etika Organisasi

Pengertian etika organisasi yaitu sifat dan perilaku yang menunjukkan kesediaan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma yang berlaku dalam suatu organisasi. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana seseorang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai nilai-nilai yang berlaku. 

Jika kita amati dari film Second Act ada beberapa etika organisasi yang menjadi kritik yaitu :

  • Sebelum Maya masuk kedalam F&C, terlihat bahwa perusahaan mempromosikan produk tidak sesuai dengan kenyataannya, dimana F&C mengklaim bahwa produknya 100% organic.
  • Dinamika politik kantor  yang cukup intense yaitu persaingan yang tidak sehat antar anggota dan bahkan antar divisi produk. Persaingan tersebut akhirnya membentuk ambisi dan ego yang tinggi dari beberapa anggotanya sehingga aktifitas tersebut yang seharusnya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan profit namun justru sibuk menjatuhkan sehingga kontra produktif. Terlihat jelas bahwa Ron memiliki ambisi dan ego yang tinggi serta tidak percaya pada kemampuan Maya, sehingga berusaha untuk menjatuhkan Maya dengan membongkar siapa diri Maya sebenarnya. 
  • Chase yang merupakan salah satu peneliti hebat di F&C harus menerima perlakuan tidak adil karena berbeda pendapat dari kubu mayoritas sehingga Chase dikucilkan dan diasingkan masuk dalam divisi makanan kucing.

3. Karakteristik Anggota

Karakteristik anggota (karyawan) perusahaan sekelas perusahaan F&C yang berlokasi di New York terlihat bahwa F&C mendesain suatu posisi sangat mempertimbangkan jenjang pendidikan, terlihat para semua karyawan F&C memiliki pendidikan yang tinggi. 

Kemampuan interpersonal seperti keberanian mengemukakan pendapatan juga faktor penting terlihat saat Maya memberikan pendapat saat interview serta timnya yang mengemukakan pendapat saat berdiskusi mengenai produk barunya. 

Para karyawan perusahaan tersebut juga dituntut untuk dapat bekerja dengan efisiensi waktu terlihat dari deadline project yang diberikan hanya dalam kurun waktu 9 minggu. Dan juga memiliki semangat kerja yang tinggi, namun semangat ini terkadang juga membuat beberapa anggota memiliki ego yang tinggi sehingga mengkesampingkan etika organisasi yang ada seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Selain itu kejujuran juga merupakan karakteristik yang penting untuk seseorang dalam melakukan apapun, hal ini yang kita dapat pelajari dalam film ini dimana kebohongan Maya pada awal cerita mendorongnya untuk melakukan kebohongan lainnya sehingga menyulitkannya. 

4. Hubungan Antar Anggota

Dalam pemilihan tim, Maya cukup egaliter dengan tidak membeda-bedakan anggotanya dan tidak melihat latar belakang pendidikan anggotanya. Maya bahkan menerima Chase yang telah diasingkan oleh peneliti lainnya, karena Maya melihat potensi dan visi yang sama dari diri Chase. Namun Maya tidak memperhatikan Hildy yang ternyata sejak awal tidak memiliki visi yang sama dengan Maya sehingga Hildy membelot dan masuk divisi Ron, Hildy menganggap yang dikerjakan Maya adalah sia-sia, sangat tidak mungkin untuk menciptakan produk yang berasal dari bahan 100% organic dan dapat meningkatkan profit perusahaan. 

Organizational Control

Ketika Manajer memilih untuk memberikan pengaruh, mengatur aktifitas organisasi dan meregulasi karyawan untuk mencapai misi dan visi perusahaan, manajer telah membentuk fondasi kedua organsiasi yaitu: kontrol organisasi. Sistem Kontrol adalah pembuatan target, memonitor, evlauasi dan memberikan system feedback yang memberikan manajer informasi apakah organisasi telah bertindak effektif dan effisien.

1.Feedforward Control
Kontrol yang dibentuk untuk mengantisipasi masalah yang mungkin akan terjadi. Dalam film ini feedforward kontrol adalah berupa  bahwa produk yang akan dihasilkan harus memenuhi 100% organic dan profitable.

2.Concurrent control

Kontrol yang dibentuk saat proses kerja sedang berlangsung dimana kontrol ini memberikan feedback bagaimana effektifitas suatu input digunakan. Dalam film ini tidak dijelaskan secara explisit bagaimana F&C menerapkan kontrol tersebut namun pada umumnya di produsen produk kecantikan, penerapan concurrent control seperti “BIOCROWN” skin care, di lengkapa Microcomputer Air Conditioning Control system yang didesain untuk memenuhi ISO yang memberikan sirkulasi udara yang bersih dari kuman. Selain itu ketika bahan baku pembuatan produk kecantikan tiba, “Biocrown” melakukan pengujian sample dan memberikan tanda, aroma, ketebalan dan kandungan minimal sehingga menjamin kualitas bahan baku produksi.

3.Feedback Control
Kontrol yang dibentuk setelah kejadian atau kegiatan berjalan sehingga menghasilkan informasi tentang reaksi konsumen atas penggunaan produk. Dalam film ini feedback control berupa survey dari konsumen langsung, Maya sendiri menolak usulan salah satu anggota timnya yang menyarankan feedback control  yang hanya di peroleh dari data penjualan produk terbaik , menurut Maya itu tidak cukup karena tidak bisa menangkap keinginan konsumen secara nyata yang selama ini F&C tidak pernah temukan.  F&C dapat menggunakn survey online atau membentuk focus group untuk memahami konsumen nya lebih dekat. Group fokus sendiri berpeluang memperoleh informasi yang tidak dapat diperoleh dari Analisa angka seperti preferensi, selera, harapan akan produk yang digunakan dan dari hasil focus group tersebut F&C dapat mendesain suatu produk atau berinovasi agar selalu sesuai dengan selera pasar.    

Organizational Change Process

1. Assessing The Need for Change

Dalam tahap ini perusahaan harus dapat mengetahui permasalahan dan dapat mengidentifikasi permasalahan tersebut. Dalam film Second Act, berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, titik permasalahan yaitu pada budaya organisasi terutama pada faktor etika organisasi, karakteristik anggota, dan hubungan antar anggota. Faktor etika organisasi sendiri terlihat jelas dalam klaim produk kecantikan yang natural dan organik meskipun ternyata mengandung banyak bahan kimia demi mengejar keuntungan semata. 

2. Deciding on The Change to Make

Setelah titik permasalahan teridentifikasi, selanjutnya perusahaan harus menentukan strategi perubahan berdasarkan letak permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Terkait dengan klaim produ organic, Maya sendiri mengusulkan kepada F&C untuk membuat produk yang benar-benar berasal dari 100% organik sehingga dapat memenuhi keinginan konsumen akan produk kecantikan yang benar-benar aman untuk digunakan. Pada akhirnya Maya dan tim menemukan bahan baku yang 100% organik namun tetap memiliki margin keuntungan yang memadai. 

Untuk mengatasi masalah hubungan dan karakter anggota perlunya dibangun budaya organisasi yang lebih merangkul anggotanya satu sama lain tanpa mengkesampingkan nilai profesionalisme yang sudah dibentuk.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mendekatkan antar anggota divisi dengan mengadakan acara untuk semua divisi sehingga dapat saling mengenal dan tidak ada rasa kompetisi yang berlebihan antar divisi dan menekankan bahwa semua berada dalam tim yang sama, karena dalam film tersebut acara-acara perusahaan yang diselenggarakan hanya untuk tingkatan para eksekutif tidak merata sampai ke anggota divisi. Serta merubah system pemilihan anggota tiap divisi dengan prosedur yang jelas dan terbuka, sehingga setiap divisi memiliki posisi yang sama dan tidak ada divisi yang dipandang sebelah mata dalam perusahaan F&C karena setiap divisi memiliki tujuan yang sama. Dan mengedepankan nilai kejujuran sejak awal penerimaan sebagai karyawan.

3. Implementing The Change

Terdapat 2 garis besar untuk implementasi perubahan yang dapat dilakukan perusahaan F&C ini sesuai penjelasan sebelumnya. Pada level produk, setelah Maya dan tim menemukan produk yang benar-benar organic, Maya mengusulkan untuk membuat satu produk organik yang berasal dari tanaman Gingko Silver yang dapat digunakan untuk seluruh bagian tubuh yaitu satu organic produk yang dapat digunakan baik di wajah dan di badan dengan brand “All in One Gingko Cream” yang diestimakan dapat meningkatkan keuntungan 9% dan melipat gandakan pangsa pasar. 

Implementasi dari pendekatan antar anggota dan antar divisi dapat dilakukan secara bottom-up change, implementasi ini dapat dimulai dari karyawan tiap divisi untuk saling mengenal dan menyamakan visi di dalam divisi, yang kemudian akan merambat ke tingkat yang lebih tinggi yaitu antar divisi sehingga dapat merubah budaya organisasi tersebut. Sedangkan untuk implementasi dari keterbukaan prosedur pemilihan anggota divisi dapat dilakukan secara top-down change, implementasi ini dimulai dari level top manager yang memilih divisi managernya sesuai kemampuan, keahlian serta pengalaman yang terukur, sementara itu bergerak ke bawah manager tiap divisi dapat berdiskusi untuk menentukan anggotanya dengan adil sesuai kemampuan sehingga tiap divisi memiliki kemampuan yang merata.

4. Evaluating The Change

Tahap terakhir yang harus dilakukan adalah mengevaluasi perubahan yang telah diimplementasikan dan mengukur kesuksesan upaya perubahan dalam meningkatkan kinerja organisasi. Dalam tahap ini evaluasi dapat dilakukan dengan mengadakan rapat evaluasi dari tiap divisi untuk membahas perkembangan bisnis dari tiap divisi serta keadaan internal tiap anggotanya. Dari perkembangan bisnis tiap divisi tersebut akan terlihat kinerja dari anggota tiap divisi apakah kemampuan sudah merata atau belum, apakah perubahan tersebut sudah berhasil apa belum. Jika tidak maka akan ditelaah lebih dalam mengapa hal tersebut dapat terjadi, dan melakukan strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kelompok Lightning McQueen :  

  1.  Dea Puri Anindita
  2.  Rahmat Hidayat
  3.  Steve D. Anggara
  4.  Tiara Nur Utami

SUMBER :

1.  R. Jones, Gareth, dkk. 2019. Contemporary Management. NewYork : McGraw Hill Education.

2. https://www.imdb.com/title/tt2126357/


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Stevedanggara

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format