THE HEAT MOVIE – AGEN WANITA PEMBASMI KEJAHATAN

Lintas Satuan Dua Wanita Perkasa Dalam Membasmi Mafia Narkoba Di Wilayah Boston.


1
1 point

SINOPSIS SINGKAT

The Heat merupakan salah satu film yang dapat dikatakan sukses dirilis pada tahun 2013. Film ini meraup pendapatan : $ 229 juta di seluruh dunia berbanding anggaran yang dikeluarkan : $ 43 juta, juga mendapatkan 7 kemenangan dan 15 nominasi di berbagai ajang penghargaan film. The Heat berdurasi 117 menit dan dibintangi oleh Sandra Bullock, Melissa McCarthy, Demián Bichir, Marlon Wayans, Michael Rapaport, Jane Curtin serta beberapa pemeran berbakat lainnya. Film ini menjadi lebih menarik untuk dikupas dari sisi pembelajaran  struktur organisasi, budaya, kontrol yang digunakan organisasi dalam cerita  tersebut. Kita melihat konflik organisasi antara FBI, DEA da kepolisian setempat, lalu dua karakter yang berseberangan dengan budaya dan metode kotrol yang berbeda. 

Agen FBI khusus Sarah Ashburn (Sandra Bullock) merupakan investigator yang sangat terlatih dan cakap di New York City. Sebagai salah satu agen paling berprestasi, rekan-rekan kerja Ashburn menilai dirinya sebagai sosok yang arogan. Hal tersebut tidak pernah membuat Ashburn gentar untuk memberikan yang terbaik bagi timnya. Beruntung, kegigihan sang agen berbuah manis. Hale (Demián Bichir), atasannya mempertimbangkan Ashburn untuk mendapat promosi, dengan keraguaan apakah Ashburn layak menjadi suksesornya, mengingat reputasi yang kurang baik dari rekan kerjanya. Guna meyakinkan pertimbangannya, Ashborn ditantang pergi ke Boston untuk menyelesaikan satu misi penting peredaran narkoba. Tanpa pikir panjang, Ashborn segera berangkat ke Boston. 

Di Boston, ia bertemu Shannon Mullins (Melissa McCarthy), seorang polisi wilayah yang terampil namun kasar serta suka memberontak institusinya, Boston Police Department. Shannon digambarkan sebagai karakter yang sangat merendahkan atasannya sendiri, Kapten Woods. Kondisi yang kontras ini menyebabkan Ashburn tidak menyukai Mullins. Namun, Hale sang bos menginstruksikan Ashburn untuk bekerjasama dengan Shannon, karena diketahui bahwa Shannon tumbuh di lingkungan tersebut dan dianggap mengetahui wilayah dan lingkungan dengan baik. Adegan tersebut menegaskan karakter Ashborn sangat patuh kepada atasan, dengan berat hati Ashborn bekerja sama dengan Shannon. 

Aksi team work mereka dimulai dengan aksi membuntuti pemilik nightclub lokal Hank LeSoire (Adam Ray) di tempat usahanya, yakni Club Ekko. Dengan aksi kocak mereka yang urakan, akhirnya berhasil memasukkan penyadap ke dalam ponselnya untuk mengorek informasi tentang raja narkoba, Simon Larkin. Setelah keluar dari tempat hiburan tersebut, Ashburn dan Mullins dikejar oleh mobil Van hitam, yang akhirnya diketahui dikemudikan oleh agen DEA, Craig (Dan Bakkedahl) dan Adam (Taran Killam), tim yang telah menangani kasus itu sejak beberapa bulan sebelumnya. Mereka menunjukkan ketidaksukaannya atas keberadaan Ashburn dan Mullins dalam pengungkapan kasus ini. Dalam suatu adegan, Ashburn dan Mullins menemukan video pengintai di mobil agen DEA yang memperlihatkan saudara Mullins, Jason (Michael Rapaport) menjalin hubungan dengan organisasi Larkin. Jason baru saja dilepaskan dari penjara setelah menjalani masa hukumannya. Mullins berinisiatif mengawasi gerak-gerik Jason pasca keluar dari penjara, berharap tidak mengulangi kejahatannya dan hidup normal.

Pada adegan selanjutnya Ashburn berusaha meyakinkan Mullins untuk segera pergi ke rumah orang tuanya dan menggali informasi dari Jason tentang Larkin. Mullins pun mengamini ide Ashburn untuk mengunjungi keluarganya. Sesampainya di rumah orang tua Mullins, terkuak situasi dimana orang tua Mullins (terutama ibunya) dan tiga saudaranya masih membenci Mullins atas penangkapan Jason di masa lampau. Pembicaraan diisi dengan caci maki keluarga kepada Mullins. Syukurnya di ruangan terpisah Mullins berhasil memaksa Jason memberi tahu keberadaan Julian serta informasi terbunuhnya salah satu pengedar narkoba bernama Sal Natale. Singkat cerita, informasi dari Jason berhasil membawa Ashburn dan Mullins ke sebuah lokasi dan menemukan Julian Vincent, komandan kedua dari organisasi Larkin. Dengan aksi heroik, mereka berhasil menangkap Julian tetapi tidak mendapatkan informasi tentang keberadaan Larkin, meskipun Mullins mengancam akan menembak alat kelamin Julian. Hingga akhirnya interogasi tersebut dihentikan oleh Hale, karena keluhan keras dari agen DEA, Craig  dan Adam atas tindakan Ashburn dan Mullins yang dianggap melanggar prosedur dan merusak proses penyidikan. Hale pun meminta Ashbur mundur dari kasus tersebut, hingga membuat Ashburn sedih dan kecewa. Bermaksud menghibur, Mullins mengajak Ashbur menghabiskan malam dengan minum di bar hingga mabuk.Malam itu membuat Ashburn dan Mullins menjadi semakin dekat, hingga keesokan paginya Ashburn menyadari  bahwa dia telah memberikan mobilnya kepada salah satu pelanggan bar lain karena mabuk, sialnya ketika pria tersebut menyalakan mobil, terjadi ledakan yang luar biasa di dekat bar. 

Dilanjutkan dengan adegan dimana Julian telah melarikan diri dari tahanan dan disinyalir ada oknum internal yang berkhianat, hal tersebut membuat Ashburn dan Mullins saling tuduh dengan agen DEA, Craig  dan Adam. Di sisi lain Julian mengancam  untuk menyakiti keluarga Mullins, praktis mendorong Mullins memindahkan keluarganya ke sebuah motel. Jason mencoba bergabung dengan organisasi Larkin dalam upaya membantu Mullins menyelesaikan kasus ini. Jason memberinya informasi lewat telepon mengenai rencana pengiriman narkoba dalam waktu dekat melalui kapal laut bernama SS Thank. Ashburn segera menghubungi FBI untuk mengerahkan tim di Boston dalam upaya penyergapan kapal. Rupanya rencana tersebut sudah bocor, alhasil tim sergap hanya menemukan kapal pesiar hiburan, tanpa barang bukti yang berarti. Sementara Larkin menembak Jason karena memberi tahu FBI tentang pengiriman obat tersebut yang mengakibatkan Jason koma di rumah sakit. Mullins menyalahkan Ashburn atas kejadian ini. Mullins bersumpah untuk akan menyeret penyerang saudara laki-lakinya ke pengadilan. Mereka kembali berdamai dan beraksi menangkap beberapa pengedar narkoba untuk mencari benang merah keberadaan Larkin.

Setelah berhasil memperoleh informasi yang cukup, Ashburn dan Mullins melengkapi diri mereka dengan senjata serbu dari gudang senjata pribadi milik Mullins, kemudian menyusup ke salah satu gudang Larkin. Naas, setelah adegan action yang menarik, mereka tertangkap dan diikat. Ketika Julian akan menyiksa mereka dengan pisau, rencana tersebut tertunda karena dipanggil oleh Larkin. Julian bergegas, namun sebelumpergi, ia menusuk Ashburn di kaki. Mullins membantu melepaskan pisau dari kaki Ashburn dan menggunakannya untuk memotong tali yang mengikat tangannya. Adegan ini menjadi klimaks ketika Craig dan Adam muncul tiba-tiba. Adam menembak Craig yang sedang berusaha melepaskan kedua wanita tersebut. Maka terbongkarlah bahwa Adam adalah Larkin yang selama ini diburu. Julian kembali, dan Larkin memerintahkannya untuk membunuh Ashburn dan Mullins, kemudian Julian  pergi ke rumah sakit untuk membunuh Jason. Keadaan berbalik setelah aksi yang menegangkan, dimana Ashburn dan Mullins berhasil membebaskan diri, Mereka bergegas ke rumah sakit untuk menyelematkan Jason. Akhirnya Mullins menemukan kamar Jason, namun dibekuk oleh Larkin hingga melucuti senjatanya, membuat  Mullinstak berdaya. Ashburn yang masih kesakitan karena oleh luka tusuk yang dideritanya menjadi pahlawan, ia muncul dan menaklukkan Larkin dengan menembaknya di alat kelamin. 

Cerita berakhir dengan menyenangkan. Ashburn mengajukan diri untuk tinggal di kantor lapangan FBI di Boston, karena sudah makin kerasan dan merasa memiliki sahabat baru  Mullins. Jason diperlihatkan telah pulih dari komanya. Mullins menerima penghargaan dari Departemen Kepolisian Boston. Anggota keluarganya hadir, dan mereka semua berbahagia. Mullins menandatangani bagian belakang buku tahunan Ashburn yang sebelumnya sepi komentar, dengan tulisan, “Anak asuh, sekarang kamu punya saudara perempuan!”.

ORGANIZATIONAL CULTURE

Budaya organisasi merupakan suatu dasar nilai organisasi yang akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara karyawan berperilaku demi suatu tujuan organisasi. Oleh karena itu budaya organisasi dibentuk oleh interaksi 4 faktor utama yaitu Karakteristik suatu anggota organisasi, Etika organisasi, Sifat hubungan kerja, Desain struktur organisasi. Penulis ingin menyampaikan identifikasi adanya kesalahan dalam budaya organisasi dalam Film The Heat.

1. Karakteristik suatu anggota organisasi (Characteristic of organizational members)

Karakteristik masing – masing anggota menjadi penting untuk menunjukan sikap pada saat beradaptasi dan menanggapi suatu perubahan. Bilamana terdapat kekompakan yang salah pada suatu anggota hal ini dapat menyebabkan banyak salah persepsi yang merugikan organisasi

2. Etika Organisasi

Nilai – nilai moral dan suatu aturan yang menetapkan suatu cara yang tepat bagi organisasi dan anggotanya untuk bersepakat terhadap internal organisasi dan dari orang orang diluar organisasi

3. Sifat Hubungan Kerja

Faktor ketiga yang membentuk budaya organisasi adalah sifat hubungan kerja yang didirikan perusahaan dengan karyawannya melalui kebijakan dan praktik sumber daya manusianya. Dalam hal ini Mempromosikan dari dalam akan meningkatkan nilai-nilai dan norma-norma kuat yang membangun loyalitas, menyelaraskan tujuan karyawan dengan organisasi, dan mendorong karyawan untuk bekerja keras untuk maju dalam organisasi. Hal ini terlihat dalam film THE HEAT bahwa Hale – atasan Ashburn mempromosikan posisi baru di Departemen FBI dengan mencari dari internal karyawan FBI

4. Desain Struktur Organisasi

Berbagai jenis struktur menimbulkan berbagai jenis budaya; dengan demikian, untuk menciptakan budaya tertentu, manajer sering perlu merancang jenis struktur tertentu. Berdasarkan cerita The Heat bahwa penulis ingin menyampaikan 2 hal struktur organisasi dari Agen FBI dan Kepolisian Boston :

 

ORGANIZATIONAL CONTROL

Untuk menentukan seberapa efisien mereka menggunakan sumber daya mereka, manajer harus dapat secara akurat mengukur berapa unit input (bahan baku, sumber daya manusia, dan sebagainya) yang digunakan untuk menghasilkan satu unit output. Sistem kontrol berisi langkah-langkah yang memungkinkan manajer menilai seberapa efisien organisasi mencapai suatu target. Dalam Cerita The Heat adanya kegagalan fungsi control kapten woods terhadap Shannon mullin

Faktor Utama

Kapten Woods Terhadap Shannon Mullin

Organizational Control

  • Dalam cerita The Heat Kegagalan kapten woods terhadap sannon mullin dimana kapten woods tidak melakukan fungsi control kepada anggotanya Shannon dan tidak pernah adanya system control yang dilakukan kapten woods baik dari segi output,behavior dan clan control.

   

SOLUTIONS

Menurut penulis ada beberapa saran yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem manajemen di kedua buah organisasi (FBI dan Kepolisian Boston) yang berkolaborasi tersebut agar berjalan lebih efektif dan efisien dalam memberantas kasus Narkotika, dari aspek struktur organisasi, budaya, dan kontrol yang dijelaskan sebagai berikut :

ASPEK

SARAN-SARAN

Organizational Structure

Secara struktur organisasi, FBI dan kepolisian Boston sudah baik, namun perlu dipertimbangkan kembali untuk menambahkan beberapa agen tambahan (pria) yang dapat membantu tugas dari Agen Ashburn dan juga Mullins dalam meringkus kasus narkotika di Boston.

Organizational Culture

  1. Ashburn seharusnya lebih dapat bersikap menghargai sesama rekan kerja dan menekan egonya untuk besikap arogan dalam persaingan di dunia kerja. Sehingga rekan kejanya dapat nyaman dan bisa bekerja sama dengan baik. Secara etika dan hukum, seharusnya Ashburn tidak memperbolehkan Jason – Adik mullins, untuk tetap bekerja dengan pengedar narkoba Boston Julian dan Larkin demi tidak kehilangan informasi dalam mengungkapkan kasus pengedar narkotika.
  2. Secara karakter dan etika, Mullins sebainya belajar ilmu berkomunikasi yang baik antar rekan kerjanya dan kepada atasannya, agar dapat lebih dihargai sebagai seorang polisi yang tentunya berintegritas tinggi. Mullin harus belajar berkeja sebagai sebuah tim, karena bagaimanapun juga ia membutuhkan informasi-irformasi penting dalam memecahkan kasus pengedaran narkotika, yang hanya bisa didapatkan jika ia bekerja sama dengan Agen Ashburn. 
  3. Sebaiknya kedua agen tersebut diberikan pelatihan bela diri yang lebih intense kembali, agar dapat lebih efektif dan akurat dalam melakukan penyerangan dalam setiap kasus.

Organizational Control

  1. Dalam cerita The Heat sebaiknya Kapten Woods sebagai atasan Sannon Mullin, melakukan fungsi control kepada bawahannya. Sehingga dapat dihasilkannya output berupa penanganan case yang baik, behavior yang lebih menghargai posisi atasan, serta dapat berkolaborasi baik dengan tim FBI yang sudah mencarikan berbagai informasi penting demi kelangsungan penyelidikan kasus. 
  2. Director Hale sebaiknya lebih dapat menghargai usaha dan kerja keras dari Agen Ashburn dalam menangani berbagai kasus. Sebagai seorang atasan, Hale sebaiknya Juga bisa sebagai penengah antara Agen Ashburn dengan rekan-rekan kerjanya yang tidak suka (iri) dengan berbagai presetasi baik yang dibuatnya. Hale juga seharusnya tidak semata-mata menerima seluruh komplain dari karyawan lain tanpa memberi kesempatan Agen Ashburn untuk membuktikan kebenaran di lapangannya. Komunikasi yang baik perlu dijalin antara Hale dengan para subordinatnya, agar tidak terjadi kasus Larkin kembali. 

  

ORGANIZATIONAL CHANGE 

Didalam Contemporary Management karangan Gareth R. Jones dan Jennifer M. George Chapter 11, ada 4 tahap dalam melakukan proses perubahan organisasi :

Dalam film The heat ini ada beberapa tahapan perubahan yang perlu di lakukan oleh organisasi FBI dan Kepolisian Boston agar bisa berjalan lebih efektif dalam mengungkap kasus-kasus lainnya :

1. Menilai kebutuhan akan perubahan 

Jika di tilik lebih dalam kepada permasalahan pada film The Heat, masalah terjadi dikarenakan FBI mudah memberikan disposisi pekerjaan kepada pihak lain tanpa melakukan background checking secara mendalam. Dalam hal ini FBI dengan mudahnya memberikan akses kepada DEA(Drug Enformcement Administration) tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa saja anggota DEA tersebut, yang ternyata adalah Larkin, seorang Drug Dealer yang selama ini mereka cari. 

DEA juga tidak melakukan investigasi mendalam atas setiap anggotanya yang membuat salah satu anggotanya menjadi seorang Drug Dealer besar di Boston. Hal yang sama berlaku juga untuk Organisasi Kepolisian Boston yang bisa tidak mengetahui bahwa orang yang selama ini mereka cari merupakan anggota DEA yang notabene seharusnya melindungi Boston dari ancaman narkoba. Jika seorang anggota DEA saja bisa terlibat menjadi bandar narkoba, tidak menutup kemungkinan anggota organisasi FBI dan Kepolisian Boston juga bisa terlibat di hal yang sama 

Para petinggi organisasi semestinya telah membentuk sistem yang mendalam dalam mengenal setiap anggota organisasinya seperti : 

  • Apakah anggota DEA, FBI dan Kepolisian memiliki side job selain menjadi aparatur negara?
  • Apakah terdapat dana mencurigakan yang mengalir ke rekening para anggota organisasi ? 
  • Apa saja aktivitas mencurigakan anggota organisasi yang berlawanan dengan norma?

2. Memutuskan perubahan yang akan dilakukan 

Mengingat banyak nya case mengenai narkoba yang biasanya ditangani oleh FBI, DEA dan kepolisian, perubahan organisasi dirasa perlu untuk di lakukan guna mendapatkan anggota organisasi yang “bersih” dan bekerja sesuai nilai-nilai organisasi. Perubahan tersebut dapat dilakukan skala kecil terlebih dahulu dimana setiap kepala bagian dapat diberikan disposisi untuk melakukan Background Checking secara mendalam atas setiap anggota organisasinya dan kemudian dilaporkan kepada bagian organisasi yang lebih tinggi 

3. Menerapkan perubahan

Dalam melaksanakan perubahan dapat dilakukan dengan secara Top Down atau  merupakan suatu pendekatan dimana top management  mengidentifikasi apa yang diperlukan untuk berubah dan kemudian melakukan pergerakan untuk menerapkan perubahan tersebut. Seorang petinggi organisasi diharapkan dapat membentuk suatu tim khusus di setiap departemen yang berfungsi untuk melakukan background checking atas setiap anggota organisasinya yang kemudian akan di lakukan rekonsiliasi kepada satu unit khusus yang dibentuk secara terpusat 

4. Mengevaluasi perubahan 

Setelah melakukan perubahan,  Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah melakukan evaluasi atas perubahan tersebut. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara membandingkan kinerja organisasi sebelum dengan sesudah dilakukan perubahan. Dalam hal ini, dikarenakan FBI, DEA dan Kepolisian bukan merupakan organisasi yang Profit Oriented, pengukuran dapat dilakukan dengan peningkatan Integritas dari Anggota Organisasi seperti contoh semakin sedikit nya anggota organisasi yang terlibat dengan tindakan kriminal. 

 

DAFTAR PUSTAKA

Jones, Gareth R., George, Jennifer M. 2020. Contemporary Management. 11th Edition. New York : McGraw-Hill Education.

 

THE PRODIGY TEAM

  1. Andrew Parulian Manik
  2. H. J. Panahatan
  3. Rezki Arnita
  4. Yohana Olivia Yulistha

THE HEAT - OFFICIAL TRAILER


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format