SSSTT! IT’S A SECRET ZOO!

"Membahas Konsep Organizational Structure, Organizational Control and Change, Managing Conflict, Politic, and Negotiation di Film Secret Zoo (2020)"


5
5 points

Sumber: extmovie.com

SPOILER ALERT!

Diawali dengan perjalanan pemeran utama dari film ini, Kang Tae Soo (Ahn Jae Hong) yang merupakan seorang pengacara magang yang baru bekerja selama 8 bulan di JH Company (firma hukum di Seoul,Korea Selatan) suatu ketika ditugaskan untuk menangani masalah yang ada di kebun binatang Dongsan dan menjabat sebagai CEO, yang tujuan awalnya adalah untuk menata ulang struktur organisasi yang bermasalah. Tae Soo diberikan waktu 3 bulan untuk memulihkan kondisi kebun binatang tersebut, lalu rencananya lisensi bisnis wisata tersebut akan dijual dengan premi. Ketika tugasnya selesai, PresDir Hwang (atasan Kang Tae Soo) menjanjikan posisi di departemen JH M&A (salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan JH). 

Sumber: Secret Zoo Movie

Saat sampai di Dongsan, kondisi tempat wisata tersebut diluar ekspektasi Tae Soo. Dimana saat Ia sampai, hewan-hewan yang ada di kebun binatang Dongsan ternyata sudah dijual karena utang dari pemilik sebelumnya, dan hanya tersisa beberapa hewan kecil dan beruang kutub (Geom Eun Ko). Kondisi ini diperparah, karena hanya terdapat empat karyawan, yaitu Direktur Seo, Dokter Han So Won, Kim Hae Kyung, dan Kim Gun Wook, hal ini dikarenakan sistem pemberian gaji yang tidak lancar, sehingga banyak karyawan yang mengundurkan diri.

Sumber: Secret Zoo Movie

Pada Awalnya Tae Soo optimis bahwa Ia bisa mengembalikan kondisi Kebun Binatang Dongsan, dengan bekerja sama dengan direktur lama (Direktur Seo). Strategi yang di canangkan awalnya adalah dengan membeli lagi satwa. Namun hal tersebut membutuhkan proses yang rumit dan panjang, sedangkan Tae Soo hanya memiliki waktu tiga bulan. Bahkan Tae Soo sempat berpikir untuk membeli satwa lewat pasar gelap, dan jelas ide tersebut tidak disetujui oleh Dokter Han So Won.

Merasa buntu dan tidak tahu langkah yang seharusnya diambil, akhirnya Tae Soo memutuskan untuk melaporkan kondisi tersebut kepada PresDir Hwang (PresDir JH Company). Namun, PresDir Hwang merasa sudah memberikan tanggung jawab penuh kepada Tae Soo, sehingga Ia acuh terhadap masalah tersebut, dan memberikan ultimatum kepada Tae Soo untuk berhenti saja bila Tae Soo merasa tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sumber: Secret Zoo Movie

Dihadapkan dengan tekanan tersebut, Tae Soo memiliki ide yang cukup gila dan bisa dikatakan "penipuan". Karena ide gila tersebut adalah dengan menggunakan kostum hewan. Ide ini tidak semata-mata menjadi ide yang raw, karena Tae Soo melakukan riset. Ketiga karyawan menolak ide tersebut, namun Direktur Seo memilih untuk ikut berpartisipasi, karena rasa dedikasinya yang tinggi terhadap kebun binatang yang Ia tidak bisa pertahankan.

Tae Soo memberikan ide, dalam tiga bulan mereka akan melakukan strategi manipulasi tersebut, sampai mereka mendapatkan lagi satwa-satwa yang mereka jual. Kim Hae Kyung pun mulai menerima ide tersebut. Untuk membujuk karyawan lain, Tae Soo berusaha untuk mengimbangi emosi karyawan lain, dan membujuk dengan alasan yang rasional. Akhirnya mereka membeli kostum pada CEO Ko (pembuat kostum). Perencanaan-pun akhirnya dilakukan, dan menentukan peran masing-masing, meskipun Dokter Han So Won masih setengah hati dalam menjalankan rencana tersebut.

Sumber: Dailysia.com; IDN Times

Strategi selanjutnya yang dilakukan adalah dengan memberikan diskon 50% (lima puluh persen) kepada pengunjung. Para karyawan bertugas memakai kostum sedangkan Tae Soo yang melakukan kontrol. Namun strategi ini masih belum memberikan hasil yang optimal. 

Sampai ketika pada saat Direktur Seo sakit, dan Tae Soo harus menggantikannya untuk menjadi beruang kutub, lalu tidak sengaja Tae Soo terlihat sedang meminum Soda, dan terlihat oleh pengunjung. Akhirnya momen tersebut menjadi viral dan dimanfaatkan oleh mereka untuk menarik pengunjung. 

Tiga bulan kemudian Tae Soo berhasil mencapai targetnya untuk memulihkan kembali kebun binatang Dongsan, dan Tae Soo berhasil mendapatkan posisi tetap di departemen JH M&A. Kebun Binatang tersebut ternyata di jual oleh PresDir Hwang kepada Eksekutif Min Chae Ryung (pihak yang akan mengubah kebun binatang tersebut menjadi  Resort).

Sumber: Secret Zoo Movie
ALAM DAN MANUSIA HIDUP BERDAMPINGAN

Pihak kebun binatang menolak dan membuat strategi dengan memberikan tiket masuk gratis kepada pengunjung sebagai bentuk protes. Akhirnya Tae Soo mendapatkan ide baru dengan menyarankan Eksekutif Min Chae Ryung (orang yang ingin membuat resort) untuk membuat resort taman ramah lingkungan, sehingga terdapat solusi winwin. 

Tae Soo juga akhirnya menyerahkan diri ke pengadilan atas kebohongan yang telah dilakukannya. dan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di kebun binatang Dongsan.

ANALISIS
BUDAYA ORGANISASI

Dalam film Secret Zoo, dapat dilihat bahwa kebun binatang Dongsan memiliki budaya inert. Hal ini dikarenakan, Direktur Seo gagal dalam mempertahankan karyawan-karyawannya, yang alasan  adalah keterlambatan dan pemberian gaji yang menunjukkan rendahnya investasi perusahaan terhadap karyawan. Direktur Seo gagal meyakinkan, memotivasi dan menginspirasi karyawan untuk tetap bertahan. Sehingga tinggal tersisa tiga karyawan, yang alasan bertahannya pun bukan karena komitmen terhadap perusahaan.

Budaya ini masih ada ketika Kang Tae Soo menjabat di awal, karena orientasi Tae Soo untuk mengembalikan keadaan kebun binatang Dongsan agar diminati banyak pengunjung, sehingga Ia bisa mendapatkan jabatan tetap di JH Company. Tae Soo di awal film, tidak memperdulikan kondisi karyawan. Sampai pada ketika Dokter Han So Won berbicara dengan Tae Soo tentang hal tersebut. Awalnya Tae Soo merasa itu bukan urusannya, namun akhirnya Tae Soo mulai memahaminya, dan setelah itu budaya di kebun binatang Dongsan pun bisa dikatakan berubah menjadi budaya adaptif.  

Menurut buku Contemporary Management (2020), Budaya organisasi merupakan gabungan antara keyakinan, harapan, nilai, dan norma dalam suatu organisasi yang memengaruhi cara anggota organisasi dalam berhubungan dan bekerja sama agar tujuan organisasi bisa tercapai. Empat faktor yang membentuk budaya organisasi adalah:

Infografis: Karakteristik Pemain

Karakteristik

Pada faktor karakteristik, yang menjadi masalah terbesar adalah buruknya karakter PresDir Hwang yang merupakan atasan, ditambah dengan Tae Soo yang masih amatir dalam hal leadership.  Kebun binatang Dongsan-pun sebelum diambil alih oleh M&A Company, sudah berada pada kondisi yang buruk, salah satu penyebabnya adalah Direktur Seo yang tidak kompeten sebagai leader saat itu.

Etika Organisasi

Nilai moral yang bisa didapat di Film ini adalah karyawan kebun binatang Dongsan sangat menghargai hewan satwa yang ada disana. Namun kekurangan dari mereka adalah tinggi nya rasa menyerah dan merasa tidak akan bisa bangkit lagi. Ketika karakter Kang Tae Soo yang menjadi leader di kebun binatang Dongsan berhasil membawa etika organisasi baru, yaitu dengan etika untuk tidak menyerah serta percaya bahwa selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan. 

Infografis: Hubungan Antar Pemain
Hubungan Antar Anggota

PresDir Hwang dan Kang Tae Soo memiliki hubungan simbiosis mutualisme, namun Kang Tae Soo merupakan pihak yang mendapatkan tekanan lebih besar, karena dia tidak memiliki power dan membutuhkan tawaran PresDir Hwang. 

Hubungan antar karyawan dan Tae Soo adalah saling membutuhkan satu sama lain. Pada Awalnya Tae Soo tidak bisa diterima oleh karyawan terutama Dokter Han So Won, karena idealismenya yang tidak bisa menerima ide-ide ekstrim Tae Soo


Infografis: Struktur Organisasi Dongsan Zoo

Organizational Structure

Bila dilihat kembali pada tujuan awal Tae Soo diarahkan untuk menjadi CEO kebun binatang Dongsan salah satunya adalah untuk memperbaiki struktur organisasi yang bisa dilihat pada infografis diatas.Berdasarkan pada buku Contemporary Management (2020), terdapat empat faktor yang mempengaruhi struktur organisasi, yaitu lingkungan organisasi, teknologi, strategi, dan SDM.

Selain menjadi satwa yang sudah ditentukan berdasarkan keinginan pribadi tiap karyawan, mereka juga masih tetap harus mengerjakan pekerjaan awal mereka yaitu mengurus satwa yang masih tersisa di sana saat jam tutup, karena pada jam buka mereka harus memainkan peran mereka sebagai satwa. Hal ini dapat dikatakan bahwa Tae Soo melakukan Job Enlargement dan Job Enrichment. 

Sumber: Contemporary Management 2020

Dijelaskan dalam buku Contemporary Management bahwa, dengan matrix structure, manajer mengelompokkan orang dan sumber daya dalam dua cara secara bersamaan: menurut fungsi dan produk. Karyawan dikelompokkan berdasarkan fungsi untuk memungkinkan mereka belajar dari satu sama lain dan menjadi lebih terampil dan produktif. Sebagai tambahan, karyawan dikelompokkan ke dalam tim produk tempat anggota dari berbagai fungsi bekerja bersama-sama untuk mengembangkan produk tertentu. Hasilnya adalah jaringan kompleks hubungan pelaporan dikirimkan di antara tim produk dan fungsi yang membuat struktur matriks sangat fleksibel. 

Pada film ini dapat dilihat bahwa pengelompokan pekerjaan menjadi berdasarkan struktur divisi berdasarkan fungsi dan produk (satwa). Yaitu Dokter Han So Won yang tidak hanya mengontrol kesehatan satwa, tapi juga harus menjadi "singa" pada saat jam buka kebun binatang. begitupun dengan dua karyawan lain yang harus menjadi "gorila" dan "kukang", sekaligus menjadi perawat satwa (memberi makan, membersihkan kandang,dll). Direktur Seo yang sebelumnya sebagai Direktur-pun turun kedudukan dan harus menjadi "beruang kutub" serta membantu Tae Soo dalam perencanaan strategi. Tae Soo juga tidak hanya menjadi CEO yang membuat strategi dan mengontrol, tapi juga menjadi "beruang kutub" ketika Direktur Seo sakit.

Pada hierarki otoritas, film ini menggunakan konsep The Minimum Chain of Command yang pemegang otoritas tertinggi di kebun binatang Dongsan adalah Tae Soo. Sedangkan PresDir Hwang menggunakan konsep Centralization and Decentralization of Authority dalam berhubungan dengan Tae Soo, namun hal ini dilakukan karena PresDir Hwang tidak mau ambil pusing atas permasalahan di kebun binatang Dongsan. Pada buku Contemporary Management dijelaskan bahwa hierarki otoritas ini menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hirarki yang paling tinggi ke hirarki yang paling rendah serta menjelaskan tingkat kewenangan paling sedikit yang diperlukan untuk menggunakan sumber daya organisasi secara efisien dan efektif. 

ORGANIZATIONAL CONTROL

Pada buku Contemporary Management (2020), terdapat tiga jenis sistem kontrol untuk mengkoordinasi dan memotivasi karyawan, sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien, berkualitas, inovatif, dan memiliki daya tanggal yang unggul terhadap pelanggan. 

Tipe Kontrol

Bila dilihat dari film ini, tujuan Tae Soo mencuatkan konflik antara karyawan dan dirinya. Dokter Han So Won merasa bahwa Tae Soo hanya memikirkan tentang jumlah pengunjung tanpa memikirkan karyawan yang kelelahan karena sudah bekerja dua kali lipat dari sebelumnya. Karyawan memilih bertahan karena ingin satwa yang terjual kembali lagi, namun hal ini tidak menjadikan karyawan-karyawan tersebut bekerja secara optimal, karena sifat Tae Soo yang terkesan tidak memberikan investasi lebih kepada jerih payah karyawan di awal hingga pertengahan film.

Tipe Sistem Kontrol


Mengelola Perubahan

Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas membuat manajer harus meningkatkan keahliannya untuk mengelola perubahan. Terdapat empat langkah untuk mengelola perubahan organisasi, yaitu:

  1. Menilai kebutuhan akan perubahan;
  2. Memutuskan tentang perubahan yang akan dilakukan;
  3. Melaksanakan perubahan; dan
  4. Mengevaluasi hasil perubahan.

Infografis: Langkah Mengelola Perubahan Organisasi  Kang Tae Soo

Langkah untuk mengelola perubahan organisasi dirasa cukup beresiko dan memaksa. Perubahan yang cukup memaksa ini terjadi karena karyawan kebun binatang Dongsan tidak memiliki biaya untuk mempertahankan satwanya. Meskipun Tae Soo tidak memberikan investasi lebih kepada jerih payah karyawan, mereka mau tidak mau harus tetap bertahan karena mereka memiliki tujuan tersendiri yaitu mengambil kembali satwa yang terjual.

Pengambilan keputusan untuk menggunakan strategi dan mengubah sistem struktur organisasi  yang beresiko ini juga disebabkan oleh jangka waktu yang diberikan PresDir Hwang kepada Tae Soo yang hanya tiga bulan untuk mengembalikan kondisi kebun binatang tersebut.  

Ketika dilakukan evaluasi setelah adanya perubahan, ternyata upaya mereka kurang efektif untuk meningkatkan jumlah pengunjung, meskipun mereka menggunakan strategi diskon kepada pengunjung.

MANAGING CONFLICT, POLITIC, AND NEGOTIATION
KONFLIK ORGANISASI

Buku Contemporary Management (2020) menjelaskan bahwa konflik organisasi adalah perselisihan yang timbul saat tujuan, kepentingan, atau nilai antar individu/kelompok tidak saling sesuai, dan individu/kelompok tersebut menghalangi usaha satu sama lain agar tujuannya tercapai. Dalam organisasi, konflik dapat terjadi antara manajer/leader dan pekerja, ataupun antar departemen dan divisi.

Sumber: Contemporary Management 2020

Awal kedatangan Tae Soo di kebun binatang Dongsan sudah dimulai dengan konflik yang cukup tinggi, dimana tidak ada kecocokan antara ide-ide yang diberikan oleh Tae Soo kepada karyawan untuk memperbaiki kondisi. Namun sampai pada ketika Tae Soo memberikan ide terbaik namun sangat beresiko dan tidak masuk akal, karyawan yang memiliki tujuan tersendiri akhirnya menyetujui hal tersebut. Konflik tidak hilang sepenuhnya karena Tae Soo yang kurang menghargai kerja keras karyawan membuat karyawan bekerja setengah hati. Ketika ada komunikasi di antara Dokter Han So Won dan Tae Soo, yang pada awalnya komunikasi tersebut berujung saling menyalahkan, dan ketika mereka sudah meredakan ego satu sama lain akhirnya mereka berdamai.

Konflik antara Tae Soo dan PresDir Hwang terjadi diakhir film, ketika PresDir Hwang menjual kebun binatang kepada pihak resort, dan akan menghilangkan kebun binatang Dongsan. Tae Soo yang merasa bahwa hal tersebut sangatlah tidak berperi kemanusiaan, karena tidak memikirkan karyawan yang ada disana. 

Tipe Konflik

Tipe konflik yang terjadi di kebun binatang Dongsan adalah  Intragroup Conflict di awal kedatangan Tae Soodan  Interpersonal Conflict antara Dokter han So Won dengan idealisme nya serta Tae Soo yang ambisius untuk memperbaiki kondisi kebun binatang Dongsan agar mendapatkan posisi tetap di JH Company. Serta, ketika PresDir Hwang ingin menjual kebun binatang kepada pihak resort yang mendapatkan tentangan dari Tae Soo serta karyawan kebun binatang Dongsan.

Sumber Konflik

Sumber konflik pada film ini adalah keterbatasan SD baik, SDM maupun Produk (satwa) yang terpaksa di jual. Selain itu adanya perbedaan sistem penghargaan, dimana PresDir Hwang yang tidak memperdulikan kondisi dan nasib kebun binatang Dongsan, dan hanya mementingkan keuntungan yang akan didapat ketika Ia menjual tempat tersebut dengan harga yang tinggi. Berikutnya adalah Tae Soo yang berorientasi kepada jumlah pengunjung tanpa memperhatikan kondisi karyawan yang terbatas dan kelelahan.

Strategi Manajemen Konflik

Cara menangani konflik yang dilakukan PresDir Hwang adalah dengan cara akomodasi, dan menghindari. Dimana ketika Tae Soo mengkonsultasikan masalah yang ada di kebun binatang Dongsan, Ia segera menghindari konsultasi tersebut dengan memberikan ultimatum bahwa Tae Soo sudah diberikan tanggung jawab penuh, bila Tae Soo tidak bisa menyelesaikannya, PresDir Hwang akan membatalkan pemberian posisi tetap di JH Company. Sedangkan Tae Soo di awal menggunakan cara kompetisi, dimana Ia hanya berusaha untuk meningkatkan jumlah pengunjung, dan tidak tertarik terhadap kondisi karyawan.

NEGOSIASI

Dalam buku Contemporary Management (2020), negosiasi adalah bagian dari teknik resolusi konflik untuk menghadapi konflik, dimana pihak yang berkonflik memiliki tingkat kekuasaan atau posisi yang setara.

Tipe Negosiasi

Tipe negosiasi yang digunakan oleh Tae Soo dan PresDir Hwang, juga karyawan kebun binatang Dongsan adalah Integrative Bargaining, dimana Tae Soo berupaya untuk mencari solusi alternatif terbaik (menguntungkan semua pihak) setiap dihadapkan pada suatu konflik. Namun Tae Soo tidak secara langsung melakukan negosiasi tersebut, karena ego dan ambisi nya yang cukup besar, maka konflik akan berjalan dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, tergantung dari kesadaran Tae Soo. Tae Soo membutuhkan tekanan yang besar untuk bisa mendapatkan solusi. Untuk mempertahankan karyawan, Tae Soo selalu berusaha untuk menekankan tujuan superordinate antara Tae Soo dan karyawan, namun ternyata terdapat kesalahan pada cara Tae Soo memberikan pressure.

Politik Organisasi

buku Contemporary Management (2020) menjelaskan bahwa politik organisasi merupakan kegiatan yang dilakukan leader untuk meningkatkan kekuatan dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mencapai tujuan atau mengatasi perlawanan dari pihak yang bertentangan. Strategi politik merupakan strategi untuk meningkatkan kekuatan dan menggunakannya secara efektif untuk mempengaruhi dan mendapatkan dukungan orang lain, sehingga bisa mengatasi perlawanan.

Infografis: Strategi Politik Organisasi Kang Tae Soo


SOLUSI

Dari analisis yang dilakukan, terdapat beberapa hal yang dirasa harus diperbaiki untuk mencapai kinerja yang efektif dan efisien, yaitu:

Dalam menyelesaikan konflik, Tae Soo sebaiknya menggunakan strategi yang berfokus kepada individu dan keseluruhan kelompok dengan fokus pada sumber konflik, tidak hanya mementingkan tujuan pribadi, tapi juga memikirkan kondisi anggota lain. 

Tae Soo seharusnya sejak awal sudah memberikan investasi yang cukup kepada karyawan, terlebih mereka ada pada kondisi terpaksa (tidak ada solusi lain) mengikuti strategi baru dari Tae Soo yang juga mengakibatkan perubahan pada sistem struktur organisasi yang semula adalah struktur fungsional, menjadi struktur matriks.

Tae Soo sebaiknya merubah kontrol perilaku dengan menggunakan konsep MBO (Management by Objectives) dan mengikuti tiga langkah khususnya seperti yang ada di buku Contemporary Management (2020) yaitu:

  1. Menentukan sasaran khusus pada tiap tingkat organisasi
  2. Manajer dan bawahannya bersama sama menentukan tujuan, sehingga tidak ada paksaan pada tiap tingkat organisasi.
  3. Manajer dan bawahan secara berkala meninjau kemajuan karyawan yang telah dilakukan dalam mencapai tujuan.

Selain itu, Tae Soo bisa merubah sumber konflik, yaitu keterbatasan SDM, output, dan ego untuk mencapai tujuan pribadi. Hal pertama yang harus dilakukan Tae Soo adalah mengganti strategi yang terlalu beresiko (manipulasi pengunjung dengan satwa palsu) dengan strategi yang lebih rendah resikonya, seperti membuat output baru, dengan menyediakan layanan Club Pet atau kafe hewan, dengan hewan-hewan yang tersisa seperti rakun, burung, dll. Strategi ini akan membantu meningkatkan nilai kebun binatang Dongsan, karena kafe hewan masih menjadi tren yang diminati hingga saat ini.

Sumber: The Wall Street Journal

Pada bagian kontrol, dana yang diambil dari JH Company bisa dialokasikan untuk membangun kafe/klub tersebut, dan merekrut karyawan untuk fungsi khusus melayani pengunjung di kafe/klub dan khusus f&b. sehingga tujuan semua orang bisa tercapai tanpa adanya pemaksaan. Sistem struktur fungsional juga bisa tetap digunakan, karena sudah ada penambahan fungsi baru. Ketika semua perubahan sudah dilakukan, maka kegiatan evaluasi tidak hanya bisa dilakukan dengan membandingkan KPI lama dan baru saja, tapi juga dengan melakukan benchmarking, yaitu membandingkan performa kebun binatang Dongsan dengan industri sejenis.

Penulis: Wa Ode Virgo Gusmaniar Soleman

Referensi:

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Secret Zoo (해치지않아),2020. Directed by Ko Dae-Suk

Sumber Foto pada Infografis Struktur Organisasi dan Etika: imbd.com; Pinterest; cinematerial.com

Sumber Thumbnail: barista7.history.com

https://yonulis.com/2020/11/13/chapter-10-managing-organizational-structure-and-culture-chapter-11-organizational-control-and-change/

https://yonulis.com/2020/11/28/promoting-effective-communication-managing-conflict-politic-negotiation-and-using-information-technology-to-increase-performance/



Like it? Share with your friends!

5
5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
waodevirgo

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format