Jobs, Pemilik yang Dipecat Perusahaan Buatannya Sendiri

Bagaimana jika Anda yang mengalaminya?


1
1 point

Jobs Official Trailer

Sudahkan Anda menonton film Jobs yang dirilis pada 2013?

Film ini adalah bibliografi dari Steve Jobs, penemu dan pendiri Apple Computer, dimulai saat dia menemukan dan bagaimana ia menjalankan perusahaan tersebut. Dalam film ini ada banyak hal berkaitan dengan manajemen yang bisa dipelajari sembari kita belajar bagaimana perspektif Steve Jobs dalam melihat bisnis teknologi.

SINOPSIS CERITA

Jobs tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena alasan tingginya biaya kuliah. Jobs muda memang pemuda esentrik yang memiliki pola pikir yang unik. Ia memiliki ketertarikan pada seni, teknologi dan inovasi. Memiliki pola pikir yang unik, Jobs melakukan semacam perjalanan spiritual ke India. Setelah ia kembali, ia mencoba bekerja di sebuah perusahaan game, tetapi pola pikir unik Jobs membuatnya tidak cocok dengan kehidupan sosial kantor. Ia kerap kali dicap sebagai orang yang menyebalkan dan tidak bisa bersosialisasi secara normal. Pola pikir unik Jobs adalah ia sering kali mengeluarkan ide yang baru dengan cara yang tidak biasa dan tidak bisa diterima oleh rekan sekantornya sehingga mereka merasa keberatan jika harus bekerja sama dengannya. Ide Jobs adalah selalu melihat bagaimana menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. 

Jobs sendiri tidak suka bekerja dengan rekan sekantornya karena menurutnya mereka tidak bisa melihat inovasi apa yang bisa dihasilkan jika idenya berhasil. Akibatnya, ia minta untuk bisa mengerjakan proyek sendirian. Hal ini membawanya pada pertemuan dengan teman semaca kecilnya, Steve Wozniak. Woz merupakan penggila teknologi yang suka menciptakan sesuatu dari kreasinya sendiri, hal ini membawa Jobs menuju ide-ide baru bagaimana memiliki perusahaan teknologi yang memiliki nilai seni tinggi karena Woz juga memiliki pemikiran yang sejalan dengan Jobs. Mereka lalu mencoba peruntungan mereka dengan ikut dalam acara presentasi yang dihadiri para investor teknologi di Homebrew. Saat itu, hanya ada satu investor yang tertarik bekerja sama dengan mereka. Hal ini membawa Jobs menciptakan tim, terdiri dari 6 orang. Tetapi, pada akhirnya kesepakatan ini gagal akibat kesalahpahaman dari kedua belah pihak. 

Setelah kecewa, maka Jobs berniat memasarkan sendiri hasil karyanya pada orang-orang yang dinilai potensial dengan cara menelepon mereka satu per satu. Kerja kerasnya terbayarkan saat Mike Markkula tertarik dengan teknologi yang Jobs dan tim ciptakan. Mike Markkula memberi investasi awal 90.000 USD, tetapi karena kepiawaian Jobs dalam bernegosiasi, nilai investasi naik menjadi 300.000 USD. Sejak saat itulah, Jobs mulai memiliki dan menjalankan perusahaannya sendiri. Setelahnya, perusahaan Jobs resmi berbadan hukum dan mulai menunjukkan kiprah cemerlang dalam industri teknologi saat itu. Produk mereka Apple II sangat laris di pasaran membuat Apple Computer tumbuh dengan pesat sehingga mereka bisa menerbitkan saham.

Apple menawarkan sebuah ide atau pemikiran baru bahwa komputer harus memperlihatkan sisi estetika, kemudahan dalam genggaman siapapun, menunjukkan status sosial, dan sentuhan orisinalitas. Tidak heran produk mereka menjadi salah satu produk paling diminati saat itu karena ciri khas ini. Jobs yang pada dasarnya bukanlah orang yang merasa cepat puas, juga mengembangkan proyek Lisa yang menurutnya akan jauh lebih baik dari Apple II, sayangnya terjadi konflik internal manajemen sehingga Jobs terpaksa dikeluarkan dari proyek ini. Setelahnya konflik antara Jobs dan Board of Director (BOD) dari Apple Computer terus meruncing. Ada perbedaan visi misi diantara keduanya, Jobs dengan semua idealisme produknya, dan BOD dengan semua kekhawatiran karena proyek Lisa memakan biaya jauh lebih banyak dari anggaran mereka dan penjualan Macintosh yang buruk. Dengan menyalahkan Jobs yang tidak bisa membawa penjualan yang baik atas produk Macintosh, BOD sepakat untuk “memecat” Jobs dari perusahaan. 

Setelah keluar, Jobs sempat memulai bisnis teknologi baru bernama NeXT yang diperkirakan akan bisa menyaingi Apple dimasa depan. Akibat kondisi ekonomi perusahaan Apple yang terus turun, akhirnya CEO Apple saat itu meminta secara personal pada Jobs untuk kembali bergabung untuk menyelamatkan perusahaan. Jobs lalu sepakat untuk kembali dengan beberapa syarat. Pengalaman pahit yang ia dapatkan sebelumnya membuatnya menjadi lebih pandai dalam mengatur manajemen. Ia menyingkirkan orang-orang dalam jajaran BOD yang tidak sepaham dengan idealismenya agar dapat bergerak bebas dalam memimpin perusahaan tersebut dan merekrut teman-teman seperjuangannya kembali ke dalam perusahaan.

DIMANA LETAK PERMASALAHAN FILM JOBS?

Setelah menonton film ini, akar permasalahan dalam film ini terletak pada kemampuan pengelolaan manajemen Jobs sendiri yang memang tidak memiliki keahlian dan kemampuan bersosialisasi yang baik. Ditambah lagi Jobs adalah orang yang sangat idealis, visioner, tidak cepat berpuas diri, dan selalu mencari ide inovasi baru. Hal ini menyebabkan sering terjadi konflik, bukan hanya dengan rekan kerjanya saja, tetapi kemudian juga dengan BOD dalam perusahaannya sendiri. Di satu sisi, sifat Jobs membuat Apple menjadi salah satu merek teknologi yang luar biasa berpengaruh di dunia karena inovasinya tidak bisa ditemui pada produk lain, tetapi di sisi lain, hal ini membuat perusahaan kewalahan karena biaya untuk inovasi pengembangan produk tidak kecil, dan jika dibiarkan pada akhirnya bisa mempengaruhi operasional perusahaan dan mengancam semua pihak yang terkait. Sering kali idealisme berbenturan dengan kepentingan orang banyak, dimana perusahaan, dalam hal ini BOD, akan memprioritaskan kepentingan umum diatas idealisme yang dianggap sebagai kepentingan pribadi.

Saya ingin menganalisis permasalahan yang ada dalam film ini dari Porter’s Five Forces karena untuk analisa SWOT lebih banyak menitikberatkan pada hal internal perusahaan yang tidak banyak diperlihatkan dalam film. Porter’s Five Forces merupakan potensi ancaman dari perusahaan kompetitor sehingga ancaman bersifat eksternal. Berikut penyajian saya:

Porter’s Five Forces

Adegan dalam film

1. The level of rivalry among organizations in an industry. (Tingkat persaingan dengan perusahaan kompetitor)

Dalam film ini, ada beberapa kompetitor utama Apple, salah satunya IBM dan Microsoft pada akhir film. Hingga sekarang, kedua perusahaan ini masih menjadi kompetitor Apple. Dengan adanya kompetitor, Jobs selalu terpacu untuk menemukan inovasi baru yang membedakan produknya dari produk kompetitornya. Usahanya berhasil dengan sukses. Akibat kesuksesan Apple II, IBM menjadi punya ketertarikan pada pengembangan personal computer yang sudah lebih dulu dikembangkan oleh Apple dan Microsoft dituding Jobs mencuri sistem operasi yang digunakan Apple pada Macintosh.

2. The potential for entry into an industry: (kemudahan untuk memasuki suatu industri)

Dalam film ini, Jobs membuktikan kredibilitasnya sebagai seorang inovator handal, walau sangat sulit diawal karena pasar tidak paham mengenai teknologi baru yang ia temukan, pada akhirnya produknya memiliki pasar dengan karakteristik tersendiri walau naik turun tajam dalam usaha mempertahankan pasarnya.

3. The power of large suppliers. (kekuatan jumlah suplier yang besar) 

Dalam usahanya menciptakan produk inovasi, Apple membutuhkan banyak suplai barang yang powerfull dan sayangnya masih jarang perusahaan yang menggunakannya sehingga harga komponen produk menjadi tinggi dan berakibat harga produk yang tinggi dan sulit menyaingi harga produk kompetitor. 

4. The power of large customers. (kekuatan jumlah konsumer)

Hal ini jelas mempengaruhi pendapatan perusahaan. Semakin banyak konsumer yang menjadi pelanggan loyal bagi suatu produk, tentunya mendatangkan pendapatan yang lebih baik. Dalam kasus produk Apple awalnya sulit mencari pelanggan loyal karena Apple harus bekerja keras memperkenalkan karakter produknya yang unik. Dalam film ini, terlihat bahwa konsumer masih dalam masa pengenalan produk Apple sehingga masih belum stabil, ditambah lagi adanya kenaikan harga pada produk Macintosh yang mendorong konsumer melirik produk kompetitor.

5. The threat of substitute products. (ancaman dari produk subtitusi)

Ketika harga produk Apple yang ditawarkan tinggi, konsumer pasti melirik produk dari kompetitor. Dalam film ini Anda bisa menyaksikan bagaimana “kegalauan” manajemen perusahaan dalam mempertahankan perusahaannya dengan bergonta-ganti pemimpin perusahaan agar tidak jatuh bangkrut dan akhirnya pihak BOD meminta Steve Jobs untuk memimpin kembali.

Dalam menghadapi ancaman dari luar ini tentunya diperlukan perencanaan dan strategi yang matang. Sudah menjadi hal umum bahwa perencanaan merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam hal apapun, termasuk dalam meraih kesuksesan perusahaan. Berikut adalah pembahasan mengenai rencana dan strategi terkait dengan ancaman yang ada dalam film ini.

Tingkat dan Jenis Perencanaan

Analisis

  • Corporate-level plan merupakan keputusan top management terkait misi dan tujuan organisasi, didalamnya terdapat corporate-level strategy, dimana perusahaan bisa menerapkan strategi ini

Ada cukup banyak adegan berkaitan dengan rencana ini. Salah satunya keputusan mengeluarkan Jobs dari proyek Lisa karena dianggap sebagai pemborosan perusahaan. Lalu adegan lainnya adalah saat pihak Apple Computer memutuskan memanggil kembali Jobs ke dalam Apple karena krisis yang mereka hadapi saat itu yang bisa membawa mereka pada kebangkrutan. Sebagai strategi, karena produk ini diluncurkan di Amerika Serikat, negara yang memiliki pengaruh paling kuat didunia, maka Apple menargetkan negara asalnya sendiri sebagai pasar.

  • Business-level plan merupakan keputusan manajer tingkat divisional untuk mencapai tujuan jangka panjang bisnis, dijalankan dengan business-level strategy

Rencana ini bisa kita temui dalam adegan dimana Sculley menaikkan harga Macintosh di pasaran karena komponen yang mereka gunakan mahal sehingga jika tidak menaikkan harga produk maka perusahaan akan merugi. Selain itu, Sculley sebagai seorang yang terkenal keahliannya dalam bidang marketing. Ia mencoba memperkenalkan Macintosh bukan sebagai sebuah komputer, tapi menjual apa yang bisa konsumer lakukan dengannya, merupakan sebuah alat untuk pikiran yang tidak memiliki batas, yang bisa memfasilitasi apa yang pikiran konsumen inginkan sesuai dengan mimpi mereka. Ide ini merupakan ide gila yang kelihatan mustahil saat itu, dan sebagai pelopor inovasi, cara Sculley bisa terbilang logis dan berterima, tetapi para konsumer saat itu yang mungkin belum bisa menerima ide ini. Akibatnya harga produk harus dinaikkan untuk menyelamatkan perusahaan.

Sayangnya, penjualan Macintosh dengan harga lebih tinggi ini ditentang oleh Jobs yang ingin Macintosh bisa dijual dengan harga yang tidak berbeda jauh dengan produk kompetitor agar dapat bersaing dalam pasar. Dalam kasus ini sebagai kreator, Jobs ingin mencoba pendekatan yang berbeda, ia ingin konsumer memiliki produk ini dulu, melihat apa yang mereka bisa lakukan dengan produk ini, lalu akan tercipta gambaran bahwa produk ini memang sehebat apa yang di-branding oleh Apple, dan pasar mungkin akan merespons positif. Namun, hal ini pada saat itu tidak memungkinkan untuk terjadi karena membutuhkan proses waktu yang lama, sedangkan perusahaan sedang menderita kerugian yang tinggi hingga pasar saham perusahaan nilainya turun. Ada juga perbedaan time horizon antara pihak BOD dan Jobs dalam kasus ini.

  • Functional level plan merupakan keputusan manajer menambakan atau mengembangkan nilai produk agar tercapai tujuan pada level bisnis. Terdapat functional-levelstrategy dimana dilakukan berbagai cara meningkatkan fungsi dan kinerja dari berbagai divisi untuk menambahkan nilai pada barang dan jasa sehingga produk memiliki keunggulan tersendiri di pasaran.

Hal ini terlihat saat Jobs mengelola timnya sendiri. Untuknya produk-produk Apple harus memiliki estetika, kecanggihan teknologi, dan kemudahan akses pada orang banyak. Hal ini menjadikan produknya sangat unik di pasaran karena banyaknya nilai tambah yang tidak dimiliki produk kompetitornya. Tetapi sayangnya, diferensiasi seperti ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi dari segi susunan komponennya sehingga produk-produk ini tidak bisa dijual dengan harga yang bersaing dengan kompetitornya.

Jika Anda perhatikan dalam film ini, banyak menyoroti konflik internal manajemen perusahaan. Oleh sebab itu, menurut saya pembahasan manajemen perusahaan layak dijadikan bahan pembelajaran dan analisis dalam artikel ini. Untuk membedahnya, saya mencoba mengambil teori Behavioral Control (bab 11). Untuk mengontrol proses input, konversi, dan output perusahaan maka diperlukan kontrol perusahaan agar proses ini berjalan dengan lancar dan stabil. Selain itu dibutuhkan juga Behavioral Control  agar struktur organisasi yang telah dirancang berjalan sesuai dengan fungsinya dalam perusahaan.

Mekanisme Behavioral Control

Analisis

  • Direct supervision (pengawasan langsung)

Pengawasan langsung ini terlihat dalam adegan Jobs yang memimpin langsung timnya. Sayangnya, direct supervision ini dijalankan dengan ala Jobs sendiri, dimana ia sendiri tidak memiliki perilaku yang cukup baik jika dilihat dari kacamata sosial sehingga tidak ada perilaku selain diluar pekerjaan yang bisa diajarkan pada karyawan. Apa yang JObs lakukan semata-mata berhubungan dengan visi dan misi perusahaan, jika ada anggota tim yang menyimpang atau tidak sesuai dengan visi misi perusahaan, maka karyawan tersebut langsung ditegur dengan keras bahkan dipecat. Hal ini disatu sisi merupakan hal yang baik karena mendorong semua anggota tim terpacu untuk menciptakan sesuatu yang baru, tapi di sisi lain hal ini membuat tekanan dan beban kerja anggota tim menjadi tinggi.

  • Management by Objectives (MBO) adalah sistem standar evaluasi terhadap kemampuan anggota organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan anggaran operasional.

Dalam film ini, hal ini tercemin saat John Sculley terpilih menjadi CEO yang baru, Jobs yang tidak mendapatkan dukungan dari BOD lalu keluar dan membuat perusahaan baru. Keputusan manajemen memilih John Sculley didasarkan pada objektivitas penilaian mereka bahwa kinerja Jobs sudah jauh menyimpang dari tujuan organisasi ditambah lagi melebihi anggaran dana yang telah ditetapkan. Setelah beberapa kali ditegur, Jobs tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan perusahaan yang baru sehingga tim manajemen harus melakukan cara ini untuk menyelamatkan perusahaan.

  • Bureauticratic Control (Kontrol Birokrasi) adalah pengendalian komprehensif melalui sistem peraturan dan standar operasional prosedur (SOP) dan mengatur perilaku divisi, fungsi, dan individu.

Dalam film ini terlihat belum sempurna mengenai kontrol birokrasi ini. Jobs masih bisa dengan semau hati memecat dan merekrut anggota timnya sendiri. Akibat sifat egosentrisnya juga berpengaruh pada sulitnya mengaplikasikan kontrol ini dalam perusahaan.

Selain itu, berbagai konflik ini juga bisa dijadikan pembelajaran yang baik bagaimana kita bisa menghadapi dan mengatasinya. Dalam bab 17 banyak dibahas mengenai manajemen konflik, salah satu yang ingin saya gunakan bagaimana mencari sumber konflik yang terjadi dan bagaimana cara mengatasi konflik tersebut. Sumber konflik dalam film ini lebih banyak menitik beratkan pada konflik interpersonal (diantara sesama jajaran top management) dan intragrup (diantara Jobs dan anggota tim kerjanya). Pembahasannya saya letakkan pada bagian solusi.

SOLUSI YANG TERSAJI DALAM FILM vs SOLUSI DARI PENULIS

Untuk mengatasi konflik yang terjadi, awalnya saya ingin mengelaborasi bagaimana cara mengatasi konflik manajemen menggunakan konsep Conflict Management Strategies, sebagai berikut:

  • Compromise (Kompromi): tiap pihak diharapkan tidak berfokus hanya pada kepentingan pribadi, melainkan mencoba melihat dari sisi pihak lain, dan bersedia melakukan proses give and take, dan memberi kelonggaran (mengalah) pada opininya agar tercapai solusi diantara mereka.
  • Collaboration (Kolaborasi): pihak-pihak yang terlibat mencoba mencari jalan keluar dengan pendekatan lain, tanpa ada pihak yang harus mengalah sehingga diharapkan bisa memuaskan kedua belah pihak karena tidak mengeliminasi hal yang dianggap penting oleh kedua belah pihak.
  • Accommodation (Akomodasi): ada pihak yang kuat dan pihak yang lemah “mengalah” pada pihak yang kuat. 
  • Avoidance (Penghindaran): pihak-pihak berkonflik mengabaikan masalah yang terjadi, tidak ada usaha untuk menyelesaikan konflik.
  • Competition (Kompetisi): pihak-pihak berkonflik berusaha memaksimumkan keuntungan masing-masing, tidak memiliki ketertarikan untuk memahami posisi pihak lainnya, dan berusaha memenangkan persaingan. Pada akhirnya akan tercipta solusi dimana semua pihak bisa mencapai tujuan mereka masing-masing.

Solusi yang ditawarkan oleh film ini adalah Jobs mengganti seluruh jajaran BOD agar ia dapat leluasa bergerak menyetir perusahaan sesuai dengan keinginan pribadinya. Hal ini ia lakukan akibat dari apa yang telah ia terima sebelumnya. Satu-satunya jalan dimana ia dapat menyetir perusahaan ke arah yang ia mau adalah dengan merekrut orang-orang yang bisa mempermudah geraknya dalam perusahaan. Dari hal ini menunjukkan bahwa Jobs memakai cara akomodasi, saat itu dia memiliki kekuatan sebagai pemegang saham terbesar sehingga bisa menyetir BOD sesuai keinginannya.

Hal ini menurut saya kurang bijaksana karena dengan menciptakan tim yang anggotanya tunduk pada atasan, maka tidak ada pihak yang akan menjalankan peran Devil’s Advocate dalam mengambil sebuah keputusan. Peran Devil’s Advocate sangat penting karena dalam sebuah perencanaan karena melihat dari berbagai macam sudut pandang maka akan terpikirkan bagaimana berpotensi masalah yang mungkin terjadi di masa depan sehingga harapannya perusahaan menjadi lebih siap menghadapi semua kemungkinan.

Sumber : Contemporary Management (2020, Jones), Edisi 11, halaman 197

Menurut saya sendiri, solusi yang lebih baik adalah melakukan perbaikan pada seluruh jajaran management dan perusahaan. Langkah-langkahnya akan saya elaborasi sebagai berikut:

  1. Memperbaiki program perencanaan perusahaan : Perusahaan ini dibangun mandiri oleh Jobs menyebabkan banyak hal yang sifatnya subjektif, ditambah lagi Jobs yang tidak memiliki kemampuan dalam manajemen dan tidak dapat bersosialisasi secara normal dengan orang banyak. Jobs perlu banyak belajar mengemukakan pendapatnya secara asertif pada bawahannya. Di sisi lain, tim BOD yang terdiri dari orang-orang yang memiliki pengalaman dalam manajemen tentunya akan berada berseberangan dengan opini Jobs. Ada baiknya, mereka harus kembali ke akar perusahaan dulu, merumuskan kembali perencanaan perusahaan bersama-sama agar terdapat satu kesatuan kata dan rasa saling percaya diantara semua pihak manajemen yang terlibat.               Sumber : Contemporary Management (2020, Jones), Edisi 11, halaman 215

Pembuatan perencanaan berdasarkan tiga tahap perencanaan diatas jika bisa dilakukan secara bertahap akan membuat fokus Jobs dan pihak BOD menjadi satu sehingga:

  • Bisa merumuskan satu visi dan misi yang memiliki pondasi yang kuat.
  • Bisa menyusun analisis SWOT perusahaan yang nantinya dapat dijadikan dasar pemikiran untuk menetapkan strategi yang tepat dalam level perencanaan bisnis.
  • Bisa membuat manajemen yang dipimpin oleh seseorang yang bisa berperilaku secara etis (ethically) terhadap karyawan.

2. Pentingnya menerapkan Kontrol Organisasi dengan lebih efisien dan efektif

Sumber : Contemporary Management (2020, Jones), Edisi 11, halaman 314

Setelah merumuskan perencanaan yang matang, Jobs bersama para BOD bisa merumuskan ulang mengenai kontrol perusahaan melalui langkah-langkah diatas.

  • Langkah 1: Tetapkan standar kerja dan target yang nantinya akan jadi dasar evaluasi kinerja seluruh bagian perusahaan Apple
  • Langkah 2: Melihat bagaimana standar ini dalam implementasi realnya. 
  • Langkah 3: Bandingkan implementasi real dengan standar kerja yang telah ditetapkan, apakah ada penyimpangan atau standar tersebut terlalu rendah atau tinggi dalam implementasinya. 
  • Langkah 4: Evaluasi hasil dan lakukan penyesuaian jika standar tidak tercapai. 

Jika semua langkah ini bisa dirumuskan secara jelas, maka kewenangan dan fungsi masing-masing peran dalam organisasi menjadi jelas sehingga bisa menghindari terjadinya tumpang tindih kewenangan dan terjadinya konflik.

3. Mengatasi Konflik Organisasi dengan cara yang tepat (bab 17)

    Ada 6 sumber konflik yang bisa saya gunakan untuk menganalisis film ini.

Sumber : Contemporary Management (2020, Jones), Edisi 11, halaman 502

Sumber konflik dalam organisasi

Analisis

  • Incompatible goals and time horizons (perbedaan tujuan dan time horizon)

Komunikasi yang kurang baik diantara Jobs dan BOD membuat keduanya merasa berhak memimpin perusahaan sesuai dengan nilai yang mereka anggap benar dan terbaik untuk perusahaan. Saat John Sculley, ahli marketing, mencoba memperkenalkan Macintosh bukan sebagai sebuah komputer, merupakan sebuah alat untuk pikiran yang tidak memiliki batas, yang bisa memfasilitasi apa yang konsumen inginkan sesuai dengan mimpi mereka. Ide ini merupakan ide gila yang kelihatan mustahil saat itu, dan sebagai pelopor inovasi, cara Sculley bisa terbilang logis dan berterima, tetapi para konsumer saat itu yang mungkin belum bisa menerima ide ini sehingga pasar tidak menerima hal ini dengan baik, akibatnya harga produk harus dinaikkan untuk mencegah kerugian perusahaan yang besar.

Sayangnya, penjualan Macintosh dengan harga lebih tinggi ini ditentang oleh Jobs yang ingin Macintosh bisa dijual dengan harga yang tidak berbeda jauh dengan produk kompetitor agar dapat bersaing dalam pasar. Dalam kasus ini sebagai kreator, Jobs ingin mencoba pendekatan yang berbeda, ia ingin konsumer memiliki produk ini dulu, melihat apa yang mereka bisa lakukan dengan produk ini, lalu akan tercipta gambaran bahwa produk ini memang sehebat apa yang di-branding oleh Apple, dan pasar mungkin akan merespons positif. Namun, hal ini pada saat itu tidak memungkinkan untuk terjadi karena membutuhkan proses waktu yang lama, sedangkan perusahaan sedang menderita kerugian yang tinggi hingga pasar saham perusahaan sudah nilainya turun.

Solusi : Mengeluarkan Jobs dari tim menurut saya adalah hal yang kurang bijaksana karena Jobs merupakan inti dari proyek ini. Pihak BOD dan Jobs seharusnya bisa berkomunikasi lebih baik dan berkompromi, misalnya: Jobs setuju untuk melakukan proses cost down untuk biaya proyek dan management bisa memberi bantuan tambahan sedikit anggaran, atau mungkin teknologi atau hal lain yang akan membuat efektivitas proyek Lisa menjadi lebih tinggi.

  • Overlapping authority (kewenangan yang tumpang tindih)

Karena kesalahpahaman dan merasa berhak mengatur perusahaan, maka terjadi kewenangan yang tumpang tindih diantara Jobs dan BOD perusahaan.

Solusi : membatasi kewenangan masing-masing dalam perusahaan sehingga ada garis pemisah yang jelas, dan saat evaluasi dapat saling menghargai, bisa dilakukan dengan kolaborasi

  • Task Interdependencies (saling ketergantungan tugas)

Saling ketergantungan tugas ini lebih banyak tersorot pada Jobs dan timnya. Baik tim Macintosh maupun proyek Lisa, dimana Jobs bergantung pada bantuan timnya untuk menyelesaikan tim dan tim bergantung pada penilaian dan perintah Jobs dalam bekerja. Jobs adalah seorang perfeksionis, akibatnya banyak kritik pada kinerja anggota tim yang diutarakan dengan emosional sehingga kondisi ini kurang profesional dalam lingkungan pekerjaan.

Solusi : dalam hal ini alangkah baiknya jika Jobs bisa belajar menjadi lebih fleksibel dan lebih asertif dalam mengungkapkan pendapatnya (kompromi).

  • Incompatible evaluation or reward systems (perbedaan evaluasi atau sistem penghargaan)

Terjadi saat BOD memutuskan Jobs harus keluar dari proyek Lisa. Terjadi perbedaan evaluasi antara BOD dan Mike Markkula, BOD menilai pemborosan besar sedang terjadi, sedangkan Mike percaya bahwa proyek ini akan berhasil pada akhirnya walau memakan anggaran yang cukup banyak.

Solusi : Diskusi ini seharusnya dilakukan dengan pendekatan kolaborasi, melibatkan Jobs dan juga menambah cara analisis apakah benar bahwa proyek Lisa akan sukses di pasar atau tidak karena mengeluarkan Jobs yang merupakan inti dari proyek hanya membuat proyek ini pada akhirnya menjadi tidak sempurna.

  • Scarce Resources (sumber daya yang terbatas)

Sumber daya disini lebih pada komponen pendukung teknologi inovasi yang dilakukan oleh Jobs. Banyak inovasi baru sehingga komponennya bukanlah komponen yang dijual dalam jumlah banyak sehingga harganya tinggi. Akibatnya perusahaan harus menjual produk diatas harga pasar.

Solusi : Perusahaan bisa mencoba menciptakan komponen ini sendiri, memang awalnya akan membutuhkan investasi yang besar, tetapi jika yakin akan laku dalam pasaran, maka lebih baik memiliki produksi sendiri.

  • Status Inconsistencies (adanya inkonsistensi)

Hal ini bisa terjadi karena seringnya terjadinya pergantian top management. Bukan hal yang baik karena akan mempengaruhi kestabilan perusahaan dalam skala besar. Apalagi memecat Jobs dari perusahaan, dimana Jobs merupakan otak dari perusahaan ini.

Solusi : Pihak BOD sebaiknya lakukan komunikasi dua arah dengan Jobs dengan lebih asertif dan rutin agar tercapai kompromi diantara kedua pihak demi kebaikan perusahaan (kolaborasi).

Demikian hasil penulisan saya mengenai Business and Management berdasarkan analisis film Jobs (2013), banyak konflik manajemen yang bisa digunakan sebagai referensi untuk belajar mengenai manajemen dan bagaimana mengatasi konflik jika terjadi didalamnya. Tulisan ini memang masih jauh dari sempurna, tetapi semoga Anda yang membacanya mendapat sedikit sudut pandang baru. Terima kasih.

Sumber Buku:

Jones, Gareth R., dan Jennifer M. George. (2020). Contemporary Management (Ed 11). New York: McGraw-Hill Education

Sumber online:

Colony of Tycoons. 2020. Diakses dari https://yonulis.com/2020/11/05/chapter-7-decision-making-learning-creativity-and-entrepreneurship-chapter-8-the-manager-as-a-planner-and-strategist/

Rich Dad Poor Dad. 2020. Diakses dari https://yonulis.com/2020/11/13/chapter-10-managing-organizational-structure-and-culture-chapter-11-organizational-control-and-change/

United State of Awesome. 2020. Diakses dari https://yonulis.com/2020/11/28/promoting-effective-communication-managing-conflict-politic-negotiation-and-using-information-technology-to-increase-performance/

Sumber Trailer film : https://www.youtube.com/watch?v=FrvkCS0ZGPU./…

Sumber gambar : https://pics.filmaffinity.com/jOBS-171647110-large.jpg


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Carlin

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format