Ashfall 2019 : When Enemy Becomes Friend


2
2 points

Sinopsis :

Film Ashfall (2019) adalah film action dari Korea Selatan yang diperankan oleh beberapa actor dan actress besar Korea, seperti Ha Jung Woo, Lee Byung Hoon, Ma Dong Seok, Bae Suzy, dan Jeon Hye Jin, serta beberapa actor lainnya. Ashfall mengisahkan tentang bencana erupsi yang disebabkan oleh letusan gunung Baekdu (Baekdu San) yang terletak di perbatasan Korea dan China. Letusan ini menyebabkan gempa dan kekacauan di Korea Selatan dan Korea Utara.

Karakter Jo In Chang yang diperankan Ha Jung Woo adalah seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai teknisi penjinak bom/dud yang akan segera bebas tugas dari pekerjaannya. IstrinyaChoi Ji Young (Bae Suzy) sangat khawatir dengan In Chang karena menurutnya pekerjaan yang dilakukan sang Suami sangat berbahaya. Gempa pertama terjadi saat In Chang sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Gempa dengan mangnitudo 7,8 SR tersebut meruntuhkan Pusat Budaya di Korea Selatan dan banyak gedung-gedung lainnya. 

Sumber: KuotaMedia.net

Letusan ini memaksa pemerintah Korea Selatan untuk bertindak cepat, sehingga presiden mengutus sekretaris seniornya Jun Yoo Kyung (Jeon Hye Jin) untuk menemui professor Kang Bong Rae/Robert (Ma Dong Seok) untuk meminta saran agar dapat menghentikan letusan gunung Baekdu. Robert yang merupakan warga negara Amerika menerima panggilan evakuasi dari pemerintah Amerika, namun Yoo Kyung mengancam akan menerbitkan larangan berpergian bagi Robert bila Robert tidak bersedia membantunya.

Sumber: CNN Indonesia

Gunung Baekdu yang di perkirakan akan meletus sebanyak empat kali dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang sangat parah saat letusan terakhir. Namun untuk dapat mencegah atau mengurangi dampak ledakan ke-empat, mereka harus membuat saluran untuk mengeluarkan magma dengan meledakkan nuklir di perbatasan China-Korea. Pemerintah Korea kemudian berusaha untuk mencuri bahan peledak bernama USS Watson yang rencananya akan digunakan untuk mebuka saluran baru agar magma dapat keluar melalui jalan lain dan dapat mengurangi tekanan dari letusan gunung yang ditimbulkan.

In Chang mendapatkan tugas untuk meledakkan bom di Korea Utara sebagai jaminan agar istrinya yang sedang hamil dan dirinya sendiri dapat ditempatkan kedalam daftar evakuasi ke Amerika Seriikat. In Chang dan beberapa orang lainnya yang dibagi kedalam 2 tim, yakni tim Alpa satu dan Delta satu. Namun dalam perjalanan pesawat yang ditumpangi tim alpa satu mengalami kebakaran mesin dan jatuh. Kondisi ini menyebabkan tim yang dipimpin oleh In Chang harus terjun untuk menyelamatkan black bag yang dibawa oleh tim alpa satu yang berisi rute pencurian dan pelacak GPS di dalamnya.

Team Delta Satu harus bergerak sendiri untuk menjemput Ri Joon Pyo (Lee Byung Hoon) karena seluruh anggota team Alpha 1 tidak ada yang selamat. Team In Chang pun pergi ke tempat di mana Ri Joon Pyo ditahan. In Chang dan teamnya  awalnya ragu jika mereka dapat menembus pertahanan Korea Utara, namun nasib berpihak pada mereka sehingga mereka dapat masuk dengan mudah karena terjadi kerusuhan di lokasi di mana Ri Joon Pyo ditahan. 

Setelah berhasil menjemput Ri Joon Pyo mereka segera menuju ke tempat tujuan mereka, namun di tengah jalan Ri Joon Pyo berhasil kabur dari kawalan In Chang dan teamnya. Sementara In Chang dan teamnya sendiri tidak dapat melanjutkan perjalanannya karena peta yang menunjukkan tempat tujuan mereka telah dimakan oleh Ri Joon Pyo, dan hanya dirinya yang mampu menuntun mereka ke tempat tujuan. Mau tidak mau mereka harus menemukan Ri Joon Pyo agar dapat menjalankan misi. Berangkat dari informasi yang seadanya In Chang dan teamnya berhasil sampai ke daerah pemukiman di mana In Chang melihat patung Jendral besar yang masih berdiri kokoh dan mengingatkannya pada perkataan Joon Pyo mengenai apartment tempat tinggalnya. Dari situ In Chang dan teamnya pergi mencari kediaman Joon Pyo dan berhasil menemukannya di sana. Ternyata Joon Pyo pergi menemui keluarganya, ia hendak menemui putrinya namun ia hanya menemukan istrinya. Terjadi pertengkaran anatara keduanya, namun akhirnya Joon Pyo meninggalkan istrinya di apartment tersebut. 

Demi menyelesaikan misinya In Chang dan team harus masuk ke kompleks mesin ke-27 di Kanggye, provinsi Changang. Joon Pyo membantu memberikan rencana agar In Chang dan teamnya dapat masuk ke dalam lokasi tujuan mereka. Rencana mereka untuk masuk ke dalam gedung tersebut berjalan dengan lancar. Bahkan kerjasama tanpa rencana yang dilakukan oleh Ri Joon Pyo dan In Chang untuk melumpuhkan penjagaan team Korea Utara berjalan dengan sangat baik.

Letusan kedua terjadi saat mereka sedang mencuri detonator nuklir milik Korea Utara. Ledakan ini menyebabkan air sungai Han meluap, dan menciptakan gelombang besar. Ji Young yang saat itu berada di jembatan Han terjebak di dalam mobilnya. Sementara In Chang dan teamnya sedang berusaha mencuri detonator nuklir di Korea Utara, nyaris terkunci di ruang detonator bawah tanah gedung yang menyimpan detonator tersebut. Joon Pyo yang berniat meninggalkan In Chang dan teamnya meninggalkan pengganjal pintu agar team In Chang masih bisa keluar untuk setidaknya menyelamatkan diri masing-masing. Namun diluar Gedung tersebut Joon Pyo menerima negosiasi agar ia dan putrinya dapat pergi dari Korea dengan syarat ia harus membawa detonator nuklir tersebut dan teknisi yang dapat mengoperasikannya sehingga ia terpaksa harus kembali untuk membantu team In Chang.

Namun misi ini diketahui oleh pihak militer Amerika Serikat (OPCON), dan pihak OPCON menentang misi ini. Robert yang merasa kesal dengan ketidakmampuan pihak pemerintahan Korea Selatan yang tidak mampu melawan militer Amerika Serikat, sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan misi tersebut. Sementara itu, Joon Pyo mengkhianati team dan membawa In Chang sebagai persyaratan negosiasinya. Untung bagi In Chang karena ia memegang GPS yang sebelumnya tertanam dalam tubuh Joon Pyo sehingga teamnya dapat melacak jejaknya.

In Chang dan Joon Pyo berkelahi untuk menjalankan kepentingan masing-masing. Namun hubungan mereka tetap baik meskipun telah terjadi persaingan untuk memenangkan kepentingannya masing-masing. Tank yang mereka kendarai rusak akibat perkelahian yang mereka lakukan dalam mobil tersebut. Hal tersebut memaksa mereka untuk berlindung di pemukiman tedekat yang telah kosong tak berpenghuni. Bantuan dari anggota team lainnya menyelamatkan In Chang dan Joon Pyo dari kepungan pihak lawan yang juga mengincar detonator yang mereka bawa. 

Sumber : CNN Indonesia

Sementara itu di Korea Selatan Robert dan Yoo Kyung berusaha menyelesaikan misinya. Robert yang awalnya berusaha untuk kembali ke Amerika membawa Ji Young bersama dengannya karena Ji Young bersikeras untuk menunggu In Chang yang telah berjanji untuk pergi ke Amerika bersama. In Chang yang telah berpisah dengan Joon Pyo mendapatkan telepon dari Robert yang meminta mereka untuk berganti arah ke tambang lainnya. Sehingga mereka harus menjemput Joon Pyo yang pergi ke desa tempat anaknya tinggal. Joon Pyo akhirnya dapat bertemu dengan anaknya, namun anaknya tidak mau berbicara. Pihak yang menawarkan negosiasi pada Joon Pyo datang ke desa di mana Joon Pyo berada dan menembaknya. In Chang yang datang ke desa tersebut menyelamatkan Joon Pyo dan berhasil menggagalkan negosiasi dengan mengaktifkan detonatornya. 

Sumber: Soompi Forums

In Chang meminta teamnya yang tersisa untuk membawa putri Joon Pyo kembali ke Korea Selatan bersama dengan mereka. Joon Pyo dan In Chang sudah tahu bahwa mereka tidak akan selamat. Sebagai salam perpisahan Joon Pyo mengatakan bahwa ia senang telah bertemu dengan putrinya, sang putri pun terlihat menangis melihat mobil Joon Pyo yang kemudian pergi meninggalkannya. Joon Pyo dan In Chang pergi ke gunung Baekdu untuk meledakan nuklir untuk mencegah ledakan terakhir. Dalam perjalanan In Chang juga menelepon Ji Young untuk memohon maaf dan meminta Ji Young untuk pergi menyelamatkan dirinya sendiri. Sesampainya di sana mereka berusaha membawa nuklir tersebut ke tambang tujuan mereka. Namun saat mereka berusaha untuk turun ke bawah untuk meledakkan nuklir tersebut Joon Pyo meminta In Chang untuk mengambilkan tambang dan keluar dari lift, kemudian ia mengunci dirinya didalam lift tersebut agar hanya ia yang dapat turun. Joon Pyo meminta In Chang untuk pergi sendiri agar dapat mengetahui jenis kelamin anaknya karena ia juga tidak mengetahui jenis kelamin anak In Chang. Untuk pertama kalinya Joon Pyo memanggil nama rekannya tersebut. Selain itu Joon Pyo juga meminta In Chang untuk menjaga putrinya menggantikan dirinya, karena hanya In Chang satu-satunya yang dapat ia percaya. In Chang marah dengan keputusan tersebut, karena ia tidak mau meninggalkan Joon Pyo sendirian. Joon Pyo meminta In Chang untuk menjadi ayah karena dirinya tidak mampu menjadi ayah. Joon Pyo membakae bahan peledak yang digunakan untuk memutuskan katrol lift agar ia dapat turun ke tambang tujuan. Sebelum lift terjatuh Joon Pyo mengatakan bahwa In Chang tidak mempunyai mata dibelakang kepalanya agar ia tidak menole kebelakang. Hal ini menyebabkan In Chang mau tidak mau menerima keputusan rekannya tersebut dan pergi meninggalkan sahabat yang baru dikenalnya tersebut. Di akhir film In Chang dan Ji Young terlihat tinggal bersama Sunok, mereka merawat Sunok sebagai putrinya menggantikan tugas Joon Pyo sebagai orangtua, sesuai dengan permintaan akhir dari Joon Pyo.

Sumber : nekosdrama.wordpress.com

Dilemma 

Dilema yang dihadapi para actor dalam film Ashfall ini adalah situasi darurat di mana negara mereka akan segera mengahadapi bencana besar yaitu meletusnya gunung Baekdu. In Chang yang sebenarnya akan segera bebas tugas dari pekerjaannya terpaksa harus menjalankan tugas yang bahkan lebih berat dari pada pekerjaan-pekerjaan lain yang pernah dikerjakannya sebelumnya. In Chang tidak menepati janjinya pada Ji Young istrinya dan seringkali datang terlambat atau bahkan tidak datang di saat Ji Young harus melakukan kontrol ke dokter kandungannya. Di sisi lain Ji Young merasa pekerjaan yang dilakukan oleh In Chang sangat berbahaya sehingga dirinya ingin In Chang segera berhenti dari pekerjaannya.

Joon Pyo merupakan seorang tahanan yang sangat berbahaya sehingga dirinya ditahan di penjara bawah tanah yang juga dijaga sangat ketat oleh pasukan Korea Utara. Sebenarnya Joon Pyo adalah seorang kepala keluarga dan ayah yang sangat menyayangi putrinya. Joon Pyo merupakan seseorang yang sangat pintar yang sangat dibutuhkan team Alpha 2 agar mereka mampu menyelesaikan misinya. Tim Korea Selatan tidak memiliki pilihan lain selain harus menculik Joon Pyo yang kemudian akan memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian misi ini. Sebagai seorang penjahat Joon Pyo sebenarnya sangat penyayang dan memiliki hati yang lembut. 

In Chang yang direncanakan akan segera bebas tugas tiba-tiba mendapatkan panggilan untuk mengerjakan misi khusus yaitu mencuri detonator nuklir yang berada di Korea Utara kemudian meledakkannydisalah satu tambang yang berada dekat dengan Gunung Baekdu agar dapat menjadi saluran alternatif keluarnya magma dari dalam gunung Baekdu. In Chang tidak bisa menolak pekerjaan ini, namun dirinya juga tahu bahwa istrinya Ji Young tidak akan mengizinkannya melakukan tugas ini bila Ji Young tahu secara spesifik pekerjaan apa yang sebenarnya diperintahkan kepada In Chang. Oleh karena itu In Chang tidak mengatakan jenis tugas apa yang diterimanya agar Ji Young tidakk merasa khawatir terhadap dirinya.

Dalam perjalanannya untuk menyelesaikan misi ini, In Chang, Joon Pyo serta anggota lainnya yang terlibat menemui banyak sekali halangan. Mulai dari Joon Pyo yang harus berkhinat hingga misi yang dipaksa untuk dihentikan. Juga situasi serta waktu yang membuat In Chang dan Joon Pyo hanya memiliki pilihan untuk pergi ke titik lokasi misi dan sangat berpotensi untuk tidak dapat kembali lagi menemui keluarga mereka. Keduanya sudah sangat siap dengan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi dalam penyelesaian misinya. Hal ini mereka lakukan untuk melindungi keluarga yang sangat disayanginya.

Setelah melalui perjalanan yang panjang dengan tekad dan kerjasama tim yang baru terbangun dengan sangat kuat, serta dengan bantuan yang diberikan oleh banyak orang lainnya mereka sampai ke sumber masalah yang membuat mereka terjebak dalam situasi ini yaitu gunung Baekdu. Namun akhirnya Joon Pyo berkorban dan pergi sendiri ke titik peledakan detonator nuklir, dengan harapan In Chang mau merawat putrinya karena Joon Pyo tidak dapat percaya pada orang lain. 

Managing Conflict

Menurut Jones dan George (2020), konflik organisasi adalah perselisihan yang terjadi saat tujuan, kepentingan, atau nilai individu atau kelompok berbeda, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian, dan individu tersebut saling menghalangi usaha satu dan yang lainnya untuk mencapai tujuan masing-masing. Ada beberapa tipe konflik dalam konflik organisasi, seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:

Sumber: Yonulis.com

Interpersonal conflict adalah konflik antar individu di dalam organisasi, dalam film ini ditunjukkan dengan konflik antar anggota dalam organisasi itu sendiri saat mereka melakukan rapat untuk memutuskan tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi situasi meletusnya gunung Baekdu. Intragroup conflict adalah konflik yang terjadi antar individu di dalam departemen, dalam film ini ditunjukkan dengan konflik yang terjadi antara In Chang dan Joon Pyo di mana mereka yang mau tidak mau menjadi satu team dengan tujuan yang sama menjadi terpecah karena Joon Pyo yang berkhianat agar dapat menyelamatkan putrinya, di sini tujan keduanya menjadi berbeda dan terjadi perselisihan untuk mencapai tujuan masing-masing, selain itu saat OPCON membatalkan misi yang dilakukan oleh pihak Korea Selatan juga menyebabkan perbedaan pendapat antara Robert dan Yoo Kyung di mana Robert merasa kecewa dengan dihentikannya misi tersebut dan memilih untuk kembali ke U.S. sedangkan Yoo Kyung berharap mereka tetap mengusahakan keberhasilan misi tersebut dan ingin Robert tetap bekerja bersamanya dalam menjalankan misi tersebut.

Intergroup conflict adalah konflik yang terjadi antar departemen, dalam film ini tidak ditunjukkan perselisihan antar departemen yang berbeda, memang terlihat bahwa adanya ke-irian dari tim Delta terhadap team Alpha namun tidak terjadi konflik atas ke-irian tersebut. Sedangkan Interorganizational Conflict adalah konflik yang terjadi antar organisasi, dalam film ini terdapat banyak konflik jenis ini, di mana banyak organasisasi kemiliteran maupun organisasi lainnya yang menginginkan detonator nuklir yang berhasill dicuri oleh In Chang dan team Alpha 2, selain itu juga terjadi saat organisasi OPCON menentang dan memaksa pemerintahan Korea Selatan untuk menghentikan misinya.

Sumber konflik dalam film ini adalah perbedaan tujuan dari beberapa organisasi terkait keputusan Korea Selatan mengenai cara menghentikan letusan gunung Baekdu. Selain itu, beberapa organisasi lainnya juga memiliki keinginan yang sama untuk mencuri detonator nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara. Dan juga kewenangan yang dimiliki beberapa organisasi cukup tumpeng tindih, di mana OPCON memiliki kewenangan yang cukup untuk menentang misi yang dilakukan Korea Selatan. Namun di sisi lain Korea Selatan merasa apa yang dilakukan oleh OPCON melanggar aturan pelibatan.

Strategi manajemen konflik dalam film ini datang dari Yoo Kyung di mana dirinya yang bersikeras untuk terus menjalankan misi ini sampai selesai kemudian berusaha untuk mencuri data-data yang disita oleh OPCON, juga dibantu oleh pemerintah Korea Selatan dengan mengirimkan bantuan untuk Yoo Kyung agar Yoo Kyung dapat mengambil data yang mereka perlukan dan melanjutkan misi sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Dapat dikatakan disini bahwa strategi manajemen konfliknya atau cara menangani konflik yang diusung dalam film ini adalah kompetisi di mana baik pihak OPCON maupun pemerintah Korea Selatan berusaha untuk tetap mencapai tujuan masing-masing tanpa mencari jalan tengah terbaik untuk keduanya.

Negosiasi

Dalam film ini terlihat beberapa pihak yang mencoba untuk melakukan organisasi namun pada akhirnya semuanya tetap mendahulukan kepentingan masing-masing dibandingkan pihak lainnya. Berarti tipe negosiasi yang dimunculkan dalam film ini adalah distributive karena konflik dalam film ini ditangani dengan persaingan. Di mana dapat kita lihat juga bahwa banyak persaingan yang ditunjukkan dalam film ini seperti persaingan untuk memperebutkan detonator nuklir, juga tentang ketidaksetujuan negara lainnya mengenai cara yang dilakukan oleh Korea Selatan untuk menghentikan letusan gunung Baekdu.

Politik Organisasi 

Dapat kita lihat dalam film bahwa ada hubungan politik antar organisasi di mana antar organisasi memiliki kewenangan atas organisasi lainnya. Terlihat saat OPCON menghentikan misi yang dilakukan oleh pihak Korea Selatan. Dan atas situasi tersebut Korea Selatan hanya dapat mengikuti perintah OPCON meskipun Korea Selatan memiliki hak untuk mengatur nrgaranya sendiri tanpa keterlibatan negara atau organisasi lain. Namun atas keputusan yang akhirnya di ambil dapat kita simpulkan bahwa pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh Korea Selatan sehingga mereka menuruti perintah dari OPCON meskipun pada akhirnya mereka juga melanggar perintah tersebut.

Goal Setting Theory

Menurut teori ini, sebuah tujuan yang spesifik dan menantang dapat menjadi sebuah motivasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal: Pertama karena tujuan itu dapat memotivasi seseorang untuk memberikan usaha di dalam pekerjaannya, ini juga membuat seseorang menjadi lebih persisten saat mereka menemui kesulitan. Kedua, karena tujuan yang spesifik dan menantang dapat memotivasi seseorang jadi orang tersebut menjadi lebih fokus pada usaha yang diberikan. Sehingga, hasilnya akan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. 

Dalam film ini ditunjukkan bahwa tim-tim yang diterjunkan oleh pemerintah Korea Selatan memiliki tujuan yang spesifik yaitu untuk mencuri detonator nuklir yang dimiliki Korea Utara kemudian meledakkan tambang yang terhubung ke gunung Baekdu untuk menciptakan jalur magma yang baru agar mereka dapat mencegah letusan terakhir. Selain itu juga dapat dikatakan bahwa tujuan dari misi ini cukup menantang karena dalam prosesnya tim-tim yang diterjunkan Korea Selatan beresiko akan menghadapi perlawanan militer dari negara lain. Mereka juga bertarung dengan waktu, karena waktu yang mereka miliki sangat terbatas belum lagi halangan-halangan yang terjadi dalam perjalanan yang membuat mereka membuang lebih banyak waktu lagi. 

Tugas yang diberikan pada tim-tim yang diutus oleh pemerintah Korea Selatan tidaklah mudah. Dengan waktu yang terbatas dan juga tidak adanya jaminan keselamatan untuk mereka. Saat orang-orang berusaha menjauh dari sumber bencana, mereka justru ditugaskan untuk menghentikan bencana dengan pergi ketempat bencana tersebut berasal. Sebagai manusia merupakan sebuah hal yang wajar bila kita merasa takut pada hal-hal yang tidak pasti, seperti halnya tugas yang diberikan kepada mereka yang bahkan awalnya diprediksikan hanya memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Bila saat OPCON menghentikan misi Robert memilih menyerah dan kembali ke U.S. maka mereka tidak akan menemukan kemungkinan lainnya dengan prediksi tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, sehingga bukan tidak mungkin jika operasi yang mereka lakukan akan berakhir dengan kegagalan.

Leadership

Berdasarkan film ini melalui dua tokoh utamanya kita dapat melihat model kepemimpinan yang berbeda. Karakter Joon Pyo dalam film menunjukkan kepemimpinan yang karismatik, di mana terlihat bahwa Joon Pyo memiliki kepercayaan diri yang baik dan Joon Pyo juga mampu mengkomunikasikan hasil pemikiran dan strategi yang disusunnya dengan baik pada team delta. Hal ini ditunjukkan saat Joon Pyo menyampaikan strateginya untuk membobol Gedung lokasi di mana detonator nuklir disimpan dengan baik. Joon Pyo kerap terlihat tertarik dengan rekan-rekannya juga mau untuk memulai pembicaraan dengan team delta, baik pembicaraan ringan maupun pembicaraan berat, mulai dari kehidupan sehari-harinya hingga rencana-rencana yang disusunnya untuk membantu agar misi tersebut berhasil.

Sedangkan karakter In Chang dalam film ditunjukkan sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan bawahannya. In Chang berusaha untuk melindungi anggota timnya semampunya. Saat banyak anggota timnya yang terkena tembakan dari serangan lawan, In Chang segera berusaha untuk membantu anggota timnya dengan mengendarai truk yang sudah ia lubangi tangki bensinnya hingga ke area dekat posko lawannya kemudian memerintahkan anggotanya untuk menembak tangki truk tersebut agar truknya terbakar dan musuh tidak dapat mendeteksi hawa panas dari suhu tubuh anggotanya. In Chang pasti tahu bahwa hal tersebut berbahaya namun In Chang tetap nmelakukannya. In Chang juga terlihat peduli pada anggotanya yang sebelumnya menerima ancaman dari Joon Pyo ketika menyadari bahwa anggota tersebut menjaga Joon Pyo sendirian, In Chang segera berlari untuk melihat keadaan anggota tersebut. Berdasarkan perilaku In Chang dapat kita katakan bahwa In Chang memiliki gaya kepemimpinan yang melayani.

Solusi

Ada beberapa dilema yang terdapat dalam film ini. Pertama dilema untuk memilih melanjutkan misi atau tidak saat pihak militer Korea Selatan diminta oleh OPCON untuk menghentikan segala aktivitasnya terkait misi tersebut. Film Ashfall memberikan solusi dengan melakukan perlawanan terhadap pihak OPCON dengan melakukan pencurian data-data yang disita. Sempat diperlihatkan juga saat pemerintah Korea Selatan beradu argumen dengan pihak OPCON, namun diskusi tersebut mengharuskan Korea Selatan untuk menghentikan misinya. Solusi yang dapat dilakukan adalah pihak Korea Selatan mengatakan urgensinya untuk menyelamatkan negaranya terlebih dahulu dari bencana alam. Karena bencana ini menyangkut banyak warga Korea Selatan maka seharusnya pemerintahan membantu mengusahakan keselamatan warganya terlebih dahulu. Selain itu saya rasa pemerintah Korea memiliki hak terkait kedaulatan negaranya untuk membuat keputusan terbaik untuk negaranya tanpa interfensi negara lain. 

Dilema kedua adalah saat Joon Pyo dan In Chang menyadari bahwa mereka kemungkinan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri setelah menyelesaikan misi mereka. Film Ashfall memberikan solusi dengan mengorbankan Joon Pyo yang sudah menyerah karena ia sudah terluka parah sedangkan In Chang masih dalam keadaan sehat, sehingga Joon Pyo memberikan kesempatan bagi In Chang untuk hidup dan menjadi ayah. Joon Pyo juga menitipkan putrinya pada In Chang. Menurut saya sebenarnya semua orang memiliki nilai dan kesempatan hidup yang sama. Namun terkadang kita juga harus memprioritaskan sesuatu yang memiliki harapan lebih besar. Di sini yang menjadi prioritas untuk diberi kesempatan hidup adalah In Chang karena dirinya idak mengalami cedera serius seperti yang dialami Joon Pyo. Namun ada baiknya bila sedari awal sebagai rekan dalam misi ini keduanya harus lebih berterus terang terkait situasi yang mereka alami agar mereka dapat mencari jalan tengah untuk menyelesaikan misi tersebut. Saya yakin bila keduanya berterus terang dari awal mereka mampu mengumpulkan waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. 

Nama : Rossiani Wulandari

NIM : 20/468643/NEK/00038

Referensi :

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York. 

https://yonulis.com/2020/11/22/belajar-business-and-management-yuk-contemporary-management-chapter-13-15/


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format