Hunter Killer : Ketika Bersinergi dengan Musuh adalah Strategi yang Cerdas untuk Gagalkan Perang Dunia III

Ketika pertempuran antara Amerika Serikat dan Rusia berlangsung di bawah laut. Apa yang terjadi?


3
3 points

A. Sinopsis

Film ini menceritakan tentang bagaimana konflik pertempuran kapal selam Angkatan Laut Amerika dan Rusia yang terancam memicu Perang Dunia III. Cerita ini berawal dari tenggelamnya kapal selam milik Amerika Serikat (US Navy) yang bernama USS Tampa Bay di Laut Barent, perairan yang berbatasan dengan Rusia. Kapal tersebut tenggelam karena diduga mendapat serangan torpedo dari kapal selam milik Rusia. Laksamana Muda John Frisk, dari Pusat Komando Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengirimkan sebuah kapal selam USS Arkansas di bawah komando Captain Joe Glass untuk memimpin sebuat tim penyelidikan tenggelamnya kapal selam USS Tampa Bay tersebut. Pada dasarnya, Joe Glass belum pernah menjadi seorang kapten yang memimpin sebuah kapal selam, namun ia telah mempunyai banyak pengalaman yang matang di seluruh bidang kemaritiman, termasuk menjadi awak kapal selam yang handal. Meskipun belum pernah menjadi seorang kapten kapal selam, Joe Glass menerima tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan kepercayaan diri.

Gambar 1. Joe Glass saat pertama kali memegang komando USS Arkansas
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)
Misi penyelidikan tenggelamnya kapal USS Tampa Bay pun dimulai. Joe Glass memegang komando sebagai kapten kapal selam USS Arkansas menuju Laut Barent di perairan Rusia. Dengan berbekal pengetahuan yang matang mengenai seluk beluk kapal selam, seluruh awak kapal selam USS Arkansas pun siap mematuhi semua komando yang diberikan oleh Joe Glass. Sesampainya di perairan Rusia, Joe Glass bersama timnya berhasil menemukan puing-puing kapal selam USS Tampa Bay yang tenggelam akibat terkena rudal oleh kapal selam Rusia. Namun, setelah menyelidiki lebih dalam, Joe Glass bersama timnya menemukan kejanggalan pada peristiwa tersebut karena tidak jauh dari titik tenggelamnya kapal USS Tampa Bay, mereka menemukan puing-puing kapal selam Rusia yang juga tenggelam. Pada saat Joe Glass menemukan puing-puing kapal selam Rusia, ia melihat ada kejanggalan lain pada bekas ledakan torpedo pada tubuh kapal selam Rusia. Setelah mereka melihat dengan lebih teliti, ternyata ledakan tersebut berasal dari dalam kapal selam Rusia, yang artinya ada suatu penghianatan yang dilakukan oleh salah satu awak kapal Rusia karena telah meledakkan kapal tersebut dari dalam. Pada saat Joe Glass dan timnya melakukan penelusuran, tiba-tiba terdengar suara dari dalam kapal selam Rusia tersebut. Joe Glass dan timnya sempat berdebat panjang karena Rusia adalah musuh bebuyutan Amerika Serikat. Setelah perdebatan panjang, Joe Glass akhirnya memberi komando untuk membuka salah satu bagian kapal selam Rusia, dan mereka berhasil menyelamatkan tiga orang yang masih berusaha bertahan hidup di dalam kapal tersebut, salah satu orang yang diselamatkan adalah kapten kapal selam Rusia yaitu Sergei Andropov. 

Gambar 2. Kapten Andropov Bersama dua orang rekannya yang diselamatkan
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)
Di sisi lain, Jayne Norquist, analis senior Badan Keamanan Nasional AS, berpendapat untuk mengirimkan pasukan yang bertugas memata-matai Pusat Pertahanan Rusia di Polyarny melalui jalur darat dengan tujuan untuk mengetahui strategi Presiden Rusia yaitu Zakarin dibalik penenggelaman kapal selam USS Tampa Bay milik AS. Mereka mengirimkan empat orang pasukan yang terdiri dari Martinelli, Hall, Bill, dan Matt melalui pesawat pada ketinggian yang tidak dapat dijangkau oleh radar Rusia, dan mendarat menggunakan parasut. 

Gambar 3. Keempat pasukan mata-mata jalur darat yang dikirim oleh AS
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)

Melalui misi jalur darat ini, diketahui bahwa ternyata Rusia sedang menghadapi kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia yaitu Dmitri Durov. Ia menembak semua staff presiden dan menjadikan Presiden Rusia, Zakarin sebagai sandera. Setelah melalui penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa Durov adalah dalang yang melakukan sabotase kapal selam Rusia untuk memicu peperangan dengan Amerika Serikat. Mengetahui peristiwa tersebut, Pusat Komando Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengadakan rapat besar untuk menentukan langkah apa yang harus diambil oleh pasukan AS melalui tim USS Arkansas dan keempat pasukan mata-mata mereka. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya diputuskan bahwa keempat pasukan mata-mata jalur darat harus bertugas untuk menyelamatkan Presiden Rusia, Zakarin dengan tujuan agar Zakarin dapat menghentikan kudeta yang dapat memicu Perang Dunia III tersebut. Di sampin itu, Laksamana Muda John Frisk memberi perintah kepada Joe Glass untuk berlayar menuju Polyarny dengan tujuan menjemput keempat pasukan mata-mata beserta Presiden Rusia yang akan mereka selamatkan.Gambar 4. Proses kudeta oleh Menteri Pertahanan Rusia, Durov
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)

Kembali ke kapal selam USS Arkansas, setelah berhasil menyelamatkan beberapa orang dari kapal selam Rusia, Joe Glass datang menemui kapten kapal Rusia tersebut yaitu Sergei Andropov setelah ia menjalani perawatan akibat hipotermia. Joe Glass menceritakan dengan detail mengenai apa yang ia temukan mengenai penyebab tenggelamnya kapal selam Rusia tersebut. Joe Glass menjelaskan kepada Andropov bahwa ada kemungkinan sabotase dari dalam kapal selam Rusia yang menyebabkan ledakan dan tenggelamnya kapal. Pada mulanya, Andropov tidak percaya atas perkataan Joe Glass karena pada saat itu Amerika Serikat dan Rusia memiliki status perang dingin satu sama lain. Namun, Joe Glass berusaha menjunjukkan beberapa bukti foto dan penjelasan teknis terkait dengan ledakan di kapal selam Rusia tersebut hingga akhirnya Andropov mulai percaya dan merasa kebingungan mengenai penyebab terjadinya sabotase tersebut. Berdasarkan perintah yang diberikan oleh Laksamana Muda John Frisk mengenai misi penyelamatan Presiden Rusia yang disebabkan oleh kudeta, Joe Glass pun menjelaskan mengenai rencana tersebut kepada Andropov. Joe Glass meminta Andropov untuk dapat memandu kapal selam USS Arkansas menuju Pangkalan Polyarny untuk menjemput Presiden Rusia. Andropov awalnya enggan untuk menyetujui rencana tersebut, namun karena ini merupakan misi penyelamatan untuk Presiden Rusia beserta negaranya, Joe Glass pun akhirnya berhasil meyakinkan Andropov untuk memandu kapal selam USS Arkansas untuk melewati ladang ranjau menuju Pangkalan Polyarny.

Gambar 5. Kapten Andropov saat membantu memberi komando USS Arkansas 
menuju Polyarny
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)

Sementara itu, keempat pasukan mata-mata Amerika Serikat jalur darat berjuang dengan susah payah untuk menyelamatkan Presiden Rusia dari sanderaan Durov. Mereka menyusup ke ruang sandera Presiden Rusia dengan menggunakan tali menaiki balkon. Pada saat penjaga sedang lengah, mereka menembaki seluruh penjaga yang ada di dalam ruangan tersebut dan berhasil membawa Presiden Rusia keluar. Mengetahui hal tersebut, Durov tidak tinggal diam dan langsung memerintahkan seluruh pasukannya untuk mengejar keempat pasukan mata-mata AS yang membawa Presiden Rusia. Pengejaran berlangsung sengit dan penuh dengan darah karena Presiden Rusia sempat tertembak di bagian perut sehingga memperlambat pergerakan mereka menuju pangkalan tempat USS Arkansas akan menjemput mereka. Akhirnya, walaupun keempat pasukan mata-mata harus kehilangan satu orang anggotanya yang gugur karena tertembak, mereka berhasil membawa Presiden Rusia menuju pangkalan tempat penjemputan oleh kapal selam USS Arkansas, dan berhasil dibawa masuk ke dalam kapal. Presiden Rusia telah berhasil masuk dalam kapal selam USS Arkansas. Mengetahui hal tersebut, Durov langsung memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang kapal selam USS Arkansas. Pertama, ia mengirimkan kapal perusak bersenjata untuk menyerang kapal selam USS Arkansas. Kapal perusak bersenjata tersebut telah mengirimkan beberapa torpedo kecil untuk menyerang kapal selam USS Arkansas, namun berhasil dihindari. Menyadari bahwa posisinya sedang tidak berdaya, Joe Glass meminta Andropov untuk berkomunikasi dengan awak kapal perusak bersenjata dari Rusia tersebut karena Andropov adalah pelatih dari seluruh awak kapal tersebut. Andropov menghubungi awak kapal perusak tersebut dan menjelaskan bahwa Presiden Zakarin ada di kapal selam USS Arkansas. Ia menegaskan bahwa kapal perusak tidak diperkenankan untuk menyerang USS Arkansas karena itu akan melanggar kesetiaan mereka kepada negara karena ada Presiden Zakarin di dalamnya. Proses negosiasi yang dilakukan Andropov berhasil. Kapal perusak bersenjata milik Rusia tersebut tidak lagi menyerang kapal selam USS Arkansas.Gambar 6. Kapten Andropov saat berkomunikasi dengan awak kapal perusak
Rusia untuk bernegosiasi
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)

Mengetahui bahwa kapal perusak bersenjatanya tidak berkutik dan tidak lagi menyerang kapal selam USS Arkansas, Durov memerintahkan pasukannya untuk menembakkan rudal ke arah kapal selam USS Arkansas. Joe Glass menolak untuk mengambil tindakan menembak ke arah pasukan Durov karena ia menyadari bahwa menembak kembali ke pihak Rusia dapat memulai perang dunia III karena seluruh dunia akan menyaksikan peristiwa tersebut. Pada detik-detik terakhir ketika rudal Durov sudah ditembakkan menuju ke arah USS Arkansas, awak kapal perusak bersenjata Rusia menembak seluruh rudal tersebut sehingga menyelamatkan kapal selam USS Arkansas, dan kemudian mereka menghancurkan markas pangkalan angkatan laut Durov dengan rudal. Dengan tidak adanya perang, Joe Glass menuju pangkalan angkatan laut Rusia untuk mengembalikan Presiden Zakarin dan Andropov beserta rekan-rekannya ke negara mereka. Joe Glass dan Andropov saling mengucapkan selamat tinggal dan menegaskan rasa hormat mereka satu sama lain karena mereka telah berhasil mencegah perang dunia III yang dipicu oleh kudeta yang dilakukan Durov. Image captionGambar 7. Joe Glass dan Andropov saat mengucapkan selamat tinggal setelah berhasil menyelamatkan Presiden Rusia
(sumber : cuplikan film Hunter Killer)

B. Akar Permasalahan 

Terjadi kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia yaitu Dmitri Durov. Ia menyandera Presiden Rusia yang bernama Zakarin dan melakukan sabotase kapal selam Rusia untuk memicu peperangan dengan Amerika Serikat. Jika peperangan tersebut benar-benar terjadi, maka akan menimbulkan Perang Dunia III. Oleh karena itu, Amerika Serikat memiliki strategi untuk menyelamatkan Presiden Rusia dengan melibatkan pasukan kapal selam USS Arkansas dan pasukan mata-mata jalur darat untuk mengakhiri kudeta dan menggagalkan Perang Dunia III.

C. Tipe Konflik

Dalam suatu organisasi atau negara, akan ada berbagai macam konflik yang muncul. Beberapa diantaranya adalah Konflik Interpersonal, Konflik Intragroup, Konflik Intergroup, dan Konflik Interorganizational. Dalam film Hunter Killer, terdapat tiga jenis konflik yang muncul yaitu :

Grafik 1. Berbagai macam tipe konflik dalam organisasi
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)
1. Konflik Interpersonal (Interpersonal Conflict)

Konflik Interpersonal adalah konflik yang terjadi antar individu anggota organisasi. Konflik ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan tujuan atau nilai masing-masing individu. Dalam film Hunter Killer, konflik interpersonal muncul ketika Durov, Menteri Pertahanan Rusia melakukan kudeta terhadap Zakarin, Presiden Rusia. Ia memiliki ambisi untuk menguasai negara dan menggulingkan pemerintahan yang telah dijalankan oleh Zakarin. Oleh karena itu, ia menyusun strategi dengan beberapa pihak untuk menyabotase kapal selam Rusia untuk menyerang kapal selam Amerika Serikat dengan tujuan untuk menciptakan peperangan tanpa sepengetahuan Presiden Rusia.

2. Konflik Intergroup (Intergroup Conflict)

Konflik Intergroup adalah konflik yang terjadi antara kelompok dalam satu organisasi. Konflik ini biasanya terjadi antar departemen atau fungsi dalam sebuah organisasi karena mereka mempunyai tujuan dan cara yang berbeda. Dalam film Hunter Killer, konflik intergroup terjadi di negara Rusia ketika terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu pembela Presiden Rusia (staff kepresidenan) dengan kubu yang berkoalisi dengan Durov untuk melaksanakan kudeta. Pertempuran sengit antar kedua belah pihak terjadi pada saat proses penyelamatan presiden dari sandera. Meskipun beberapa orang dalam pihak pembela presiden gugur karena tertembak mati, berkat bantuan dari pasukan mata-mata AS, Presiden Rusia dapat diselamatkan dan diamankan di dalam kapal selam USS Arkansas. 

3. Konflik Interorganizational (Interorganizational Conflict)

Konflik Interorganizational adalah konflik yang muncul antar organisasi. Terkadang konflik antar organisasi terjadi ketika pemimpin dalam satu organisasi merasa bahwa organisasi lain tidak berperilaku etis dan mengancam kesejahteraan dari kelompok pemangku kepentingan tertentu. Dalam film Hunter Killer, konflik interorganizational muncul di sepanjang film karena secara garis besar film ini membahas tentang strategi pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia. Amerika Serikat dan Rusia adalah dua negara yang sangat bertentangan. Pada film ini, strategi pengambilan keputusan Amerika Serikat dan Rusia diuji untuk mencegah kemungkinan terjadinya Perang Dunia III yang disebabkan oleh kudeta. 

D. Sumber Konflik

Konflik dari suatu organisasi atau negara muncul dari berbagai sumber. Berdasarkan Jones and George. 2020., sumber konflik dapat dibedakan menjadi beberapa hal antara lain : perbedaan tujuan dan time horizon, kewenangan yang tumpang tindih, ketergantungan tugas, perbedaan evaluasi dan sistem penghargaan, sumber daya yang terbatas, serta status inconsistencies (Lihat Grafik 2).

Grafik 2. Beberapa macam sumber konflik dalam organisasi
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)
Dalam film Hunter Killer, sumber konflik terjadi karena “perbedaan tujuan dan time horizon”Konflik ini terjadi ketika dalam suatu negara terdapat perbedaan tujuan antara satu fungsi dengan yang lain. Konflik film Hunter Killer dimulai ketika adanya perbedaan tujuan dari Durov, Menteri Pertahanan Rusia dengan Zakarin, Presiden Rusia. Durov merasa bahwa ialah yang seharusnya menjadi pengambil keputusan tertinggi dalam bidang pertahanan negara. Namun, berdasarkan hierarki, keputusan tertinggi dalam hal pertahanan dipegang oleh Zakarin sebagai Presiden Rusia. Durov menganggap bahwa selama ini Zakarin terlalu lemah dan kurang cepat dalam mengambil segala keputusan dalam bidang pertahanan. Sementara itu, dalam mengambil segala keputusan, Zakarin sebagai Presiden Rusia harus mempertimbangkan terlebih dahulu dampaknya terhadap bidang-bidang lain yang ada di negara tersebut. Zakarin tidak bisa memberatkan satu keputusan terus menerus untuk bidang pertahanan karena presiden harus melihat segala masalah secara komprehensif. Durov mempunyai tujuan untuk menggulingkan presiden agar dapat memegang keputusan tertinggi dalam bidang pertahanan dengan cara memicu peperangan dengan Amerika Serikat. Sementara Zakarin tidak menginginkannya. 

E. Strategi Manajemen Konflik

Yang Telah Digunakan

Yang Seharusnya Digunakan

Strategies Focused on Individuals

  • Practicing Job Rotation or Temporary Assignments

(Rotasi Pekerjaan atau Tugas Sementara)

Rotasi pekerjaan atau penugasan sementara yang bisa memperluas basis pengetahuan anggota organisasi serta bisa membawa suasana baru dalam sebuah fungsi dalam organisasi dapat menjadi salah satu cara yang berguna untuk menyelesaikan konflik. 

Dalam film Hunter Killer, Laksamana Muda John Frisk mencoba membawa angin baru ke dalam misi penyelidikan tenggelamnya kapal selam USS Tampa Bay dengan menugaskan Joe Glass sebagai kapten kapal selam USS Arkansas. Ia yakin bahwa dengan penugasan sementara yang ia berikan kepada Joe Glass mampu memberikan hasil strategi yang maksimal walaupun Joe Glass belum pernah menjadi kapten kapal selam sebelumnya. Sebagai hasilnya, Joe Glass membuktikan bahwa dirinya adalah kapten yang dapat diandalkan dan memiliki strategi yang maksimal dalam menyelesaikan konflik.

  • Increasing Awareness of The Sources of Conflict (Meningkatkan Kesadaran Terhadap Sumber Konflik)

Dengan meningkatkan kesadaran terhadap sumber konflik, seorang pemimpin atau manajer dapat membantu mencari solusi untuk menyelesaikan konflik secara fungsional. Manajer juga dapat memotivasi anggotanya untuk saling memberikan inovasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Sumber konflik dalam film Hunter Killer adalah perbedaan tujuan antara Durov dan Zakarin. Untuk menyelesaikan konflik tersebut, Amerika Serikat mencoba mengurai satu per satu sumber konflik dan berusaha berkolaborasi dengan pihak Rusia untuk menghentikan kudeta yang dilakukan oleh Durov. 

Strategies Focused on Individuals

  • Increasing Awareness of The Sources of Conflict (Meningkatkan Kesadaran Terhadap Sumber Konflik)

Ketika seorang pemimpin dapat menyadarkan dirinya sendiri maupun anggota dalam organisasinya mengenai penyebab atau sumber yang memicu terjadinya konflik, hal tersebut dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk menyelesaikan suatu konflik yang ada dalam sebuah organisasi.

Dalam film Hunter Killer, Dmitri Durov melakukan kudeta terhadap Zakarin karena ia mengganggap bahwa Zakarin adalah pemimpin yang lemah dan lambat dalam membuat suatu keputusan, terutama pada bidang pertahanan. Menyikapi hal tersebut, Zakarin seharusnya menyadari kekurangan pada dirinya dan berusaha memperbaiki dengan berdiskusi atau bernegosiasi dengan Durov. Sebaliknya, Durov pun juga seharusnya memberikan masukan langsung kepada Zakarin melalui perundingan atau negosiasi agar tidak terjadi konflik yang besar.

Strategies Focused on The Whole Organization

  • Changing an Organization’s Structure and Culture

(Mengubah Struktur atau Budaya Organisasi)

Perubahan struktur dalam suatu organisasi dapat menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan konflik. Seorang manajer juga dapat secara efektif menyelesaikan konflik dengan meningkatkan integrasi dalam organisasi. Selain itu, manajer dapat mengubah budaya organisasi dengan mengevaluasi norma dan nilai dalam budaya organisasi yang mungkin menjadi penyebab timbulnya konflik.

Dalam film Hunter Killer, sumber konflik berasal dari kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia yaitu Dmitri Durov. Ia merasa dirinya lah yang seharusnya mempunyai wewenang tertinggi atas segala keputusan terkait bidang pertahanan. Ia pun menganggap bahwa Zakarin adalah pemimpin yang lemah. Untuk menyelesaikan konflik tersebut, Zakarin sebaiknya mengevaluasi struktur organisasi serta budaya organisasi yang selama ini berlaku di negaranya. Dalam membenahi struktur organisasi, Zakarin bisa memberikan wewenang yang lebih kepada Durov dalam bidang pertahanan dengan kententuan tertentu. Selain itu, budaya organisasi berupa pemberian penghargaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari kabinetnya.

F. Negosiasi

Negosiasi adalah proses untuk menyelesaikan konflik dalam situasi di mana para pihak yang berkonflik memiliki tingkat kekuatan yang sama. Selama melakukan negosiasi, para pihak yang berkonflik mencoba mencari solusi yang dapat diterima oleh mereka sendiri dengan mempertimbangkan dan menawarkan beberapa alternatif yang dapat disepakati satu sama lain. Menurut Jones and George. 2020., terdapat dua tipe negosiasi yang biasa dilakukan oleh para pihak yang berkonflik dalam suatu organisasi, yaitu distributive negotiation dan integrative bargaining. 

Pada film Hunter Killer, tipe negosiasi yang digunakan adalah integrative bargaining. Dalam integrative bargaining, para pihak yang berkonflik tidak memandang suatu konflik sebagai sarana untuk berkompetisi di mana ada pihak yang menang atau kalah. Kedua belah pihak melihat secara kooperatif sebagai situasi dimana keduanya bisa mendapatkan keuntunan. Film ini menunjukkan bagaimana Amerika Serikat dan Rusia bekerja sama untuk menghentikan kudeta yang dapat memicu peperangan antar kedua belah pihak yang berujung pada Perang Dunia III. Dalam film ini ditunjukkan bagaimana Joe Glass dari pihak Amerika Serikat melakukan negosiasi dengan Andropov dari pihak Rusia untuk bekerja sama menyelamatkan Presiden Rusia agar dapat menghentikan kudeta yang telah dilakukan oleh Durov. Walaupun dalam sejarah tertulis bahwa Amerika Serikat dan Rusia adalah kedua belah pihak yang selalu bertentangan dan berkompetisi satu sama lain, pada peristiwa ini mereka tidak memandang kekalahan dan kemenangan. Tujuan mereka yaitu bagaimana berkompromi dan berkolaborasi menemukan solusi terbaik agar kudeta dapat dihentikan dan Perang Dunia III tidak terjadi. 

G. Strategi-Strategi Politik

Strategi politik adalah cara atau taktik khusus yang biasanya digunakan oleh manajer dan atau anggota organisasi untuk meningkatkan kekuatan mereka dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mempengaruhi dan mendapatkan dukungan pihak lain. Strategi politik sangat penting ketika manajer merencanakan dan melaksanakan perubahan besar dalam suatu organisasi. Strategi politik dibedakan menjadi dua yaitu strategi politik untuk meningkatkan kekuasaan dan strategi politik untuk menjalankan kekuasaan. (Jones and George, 2020)

Strategi Politik untuk Meningkatkan Kekuasaan

Untuk meningkatkan kekuasaan, ada beberapa faktor strategi politik yang harus dimiliki oleh seorang manajer, antara lain : mengontrol ketidakpastian, menjadi pemimpin yang tidak tergantikan, berada di posisi sentral, mampu menghasilkan sumber daya, dan membangun aliansi. (Lihat Grafik 3)

Grafik 3. Strategi-strategi politik untuk meningkatkan kekuasaan

(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)

Dalam film Hunter Killer terdapat dua orang pemimpin yang menonjol dari masing-masing pihak, Amerika Serikat adalah Joe Glass, dan Rusia adalah Zakarin.

Joe Glass

Zakarin

Yang Telah Digunakan

Berdasarkan film, Joe Glass hanya memiliki tiga strategi untuk meningkatkan kekuasaan yaitu menjadi pemimpin yang tidak tergantikan, berada di posisi sentral, mampu menghasilkan sumber daya. Sebagai pemimpin yang tidak tergantikan, Joe Glass mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak dalam hal kemaritiman di semua bidang, sehingga keampuannya tidak diragukan lagi. Joe Glass telah berhasil berada di posisi sentral yang memegang kendali atas segala keputusan dalam kapal selam USS Arkansas. Dalam pelaksanaan keputusannya, Joe Glass sangat pandai dalam memanfaatkan sumber daya dengan mempekerjakan awak kapal sesuai dengan bidangnya, bahkan membujuk Andropov untuk membantu mereka karena itu merupakan bidang keahlian Andropov.

Berdasarkan film, Zakarin sebagai Presiden Rusia hanya memiliki satu strategi untuk meningkatkan kekuasaan yaitu berada di posisi sentral. Sebagai pemimpin negara, tentunya Zakarin memiliki kendali penuh dalam pengambilan keputusan atas aktivitas dan sumber daya penting dalam negaranya. Meskipun begitu, strategi yang dimilikinya tidak cukup berhasil untuk mengindari konflik yang mungkin muncul dalam negaranya.

Yang Seharusnya Digunakan

Untuk menyempurnakan strategi yang dapat digunakan dalam peningkatan kekuasaan, Joe Glass harus menambahkan dua strategi lain yaitu mengontrol ketidakpastian dan membangun aliansi. 

Dalam perannya sebagai pemimpin, Joe Glass harus mampu mengontrol ketidakpastian yang mungkin muncul dalam setiap fungsi awak kapal, sehingga tidak terdapat kendala-kendala teknis yang berpotensi memunculkan konflik antar anggota. Selain itu, sebagai kapten kapal selam baru yang telah sukses menjalankan misi, Joe Glass harus membangun aliansi dengan yang saling menguntungkan dengan beberapa pihak di luar organisasi agar pada misi selanjutnya, ia dapat dengan mudah memanfaatkan aliansi yang telah ia bentuk untuk mengatasi konflik yang mungkin muncul.

Untuk menyempurnakan strategi yang dapat digunakan dalam peningkatan kekuasaan serta meminimalisir terjadinya konflik, Zakarin harus menambahkan empat strategi lain yaitu mengontrol ketidakpastian, menjadi pemimpin yang tidak tergantikan, menghasilkan sumber daya, dan membangun aliansi. 

Zakarin harus mampu mengontrol ketidakpastian yang mungkin muncul dalam setiap kabinet pemerintahan yang ia susun. Ia juga harus menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang tidak tergantikan dengan cara mengembangkan pengetahuan serta keterampilan dalam semua bidang. Selanjutnya, Zakarin juga harus pandai menghasilkan sumber daya dengan mempekerjakan orang yang terampil sesuai dengan bidangnya, dan menggunakannya dalam waktu yang tepat. Terakhir, sebagai presiden, Zakarin harus membangun aliansi yang kuat dengan berbagai pihak dari dalam maupun luar negaranya. Hal ini bertujuan agar jika sudah ditemukan tanda-tanda konflik, ia dapat memanfaatkan aliansi yang telah ia bangun untuk membantu mengatasi konflik tersebut.

H. Tahap Pengambilan Keputusan

Jika terjadi suatu konflik dalam perusahaan atau organisasi, pengambilan keputusan sangat diperlukan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Menurut Jones and George, 2020, terdapat beberapa tahapan dalam proses pengambilan keputusan agar solusi yang diperoleh dapat menyelesaikan konflik secara maksimal. Grafik 4 menunjukkan beberapa tahapan tersebut. 

Grafik 4. Enam tahap dalam pengambilan keputusan
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)
Pada film Hunter Killer, proses pengambilan keputusan yang dominan terjadi di pihak Amerika Serikat pada saat mereka mengetahui bahwa Rusia mengalami kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan. Beberapa tahaoan yang muncul dalam proses pengambilan keputusan di pihak Amerika Serikat antara lain :

1. Recognize the need for a decision.

Pada saat konflik utama muncul yaitu kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia, saat itulah penting menyadari bahwa keputusan harus segera diambil untuk menyelesaikan konflik tersebut. Pada saat itu, Pusat Komando Kementerian Pertahanan Amerika Serikat segera mengadakan rapat untuk menentukan langkah apa yang harus mereka ambil untuk mengatasi konflik tersebut.

2. Generate alternatives

Setelah menyadari atas perlunya membuat keputusan, tahap selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai alternatif keputusan yang dapat dijadikan pilihan. Pemimpin Pusat Komando Kementerian Pertahanan, Charles Donnegan, mempunyai alternatif keputusan pertama yaitu tidak menyelamatkan Presiden Rusia dan menarik armada kapal selam USS Arkansas kembali ke AS. Di sisi lain, Laksamana Muda John Frisk mempunyai alternatif keputusan kedua yaitu menyelamatkan Presiden Rusia agar kudeta dapat dihentikan sehingga mencegah terjadinya peperangan antara kedua belah pihak.

3. Asses alternatives

Setelah mengumpulkan berbagai alternatif keputusan, tahap selanjutnya adalah melihat keuntungan dan kerugian dari setiap alternatif tersebut. Jika AS memutuskan untuk tidak menyelamatkan Presiden Rusia, kudeta akan terus berjalan dan Rusia akan menyerang Amerika Serikat untuk memulai peperangan yang dapat memicu Perang Dunia III. Jika AS memutuskan untuk menyelamatkan Presiden Rusia, kudeta dapat dihentikan sehingga dapat mencegah terjadinya peperangan walaupun dalam pelaksanaannya terdapat kemungkinan yang lebih tinggi untuk gagal daripada alternatif keputusan pertama.

4. Choose among alternatives. 

Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari beberapa alternatif keputusan yang ada, maka tahap selanjutnya adalah memilih satu keputusan terbaik yang dapat memberikan keuntungan. Setelah melalui perdebatan panjang, AS akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Presiden Rusia, walaupun keputusan tersebut memiliki tingkat resiko dan kegagalan yang tinggi. Namun, jika itu berhasil, Amerika Serikat dapat menyelamatkan kedua belah pihak dari peperangan yang dapat memicu Perang Dunia III.

5. Implement the chosen alternatives

Ketika keputusan telah dibuat, perlu dipastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar diimplementasikan. Setelah keputusan di ambil, Pemimpin Pusat Komando Kementerian Pertahanan, Charles Donnegan, memerintahkan Joe Glass dan keempat pasukan mata-mata jalur darat untuk memasang kamera yang terkoneksi dengan Gedung Pusat Komando agar seluruh pergerakan yang telah direncanakan dapat dikontrol dengan baik olehnya.

6. Learn from feedback

Setelah melaksanakan keputusan dan mengontrol implementasinya, pasti akan didapatkan umpan balik atau feedback dari eksekutor maupun target. Dalam hal ini, Amerika Serikat mendapat feedback yang baik dari pihak Rusia karena telah berhasil menyelamatkan negaranya dari kudeta dan peperangan.

I. Jaringan Komunikasi dalam Organisasi

Jaringan komunikasi adalah hubungan antar individu dengan individu lainnya untuk berkomunikasi pada suatu organisasi atau tim. Jenis jaringan komunikasi pada suatu organisasi ditentukan pada sifat tugas dan sejauh mana anggota organisasi perlu berkomunikasi untuk mencapai tujuan. Terdapat empat jenis jaringan komunikasi dalam suatu organisasi, yaitu : jaringan roda, jaringan rantai, jaringan lingkaran, dan all channel network. (Jones and George, 2020)

Pada film Hunter Killer, terdapat perbedaan jenis jaringan komunikasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Amerika Serikat menerapkan jaringan komunikasi all channel network di mana jaringan komunikasi tersebut melibatkan semua anggota dapat berkomunikasi, sehingga antara satu anggota dengan yang lainnya mendapat feedback yang cepat untuk membuat suatu tindakan atau keputusan. 

Gambar 8. Pola all channel network pada jaringan komunikasi Amerika Serikat

(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)


Sementara itu, Rusia menerapkan jaringan komunikasi rantai di mana pola komunikasi antara satu sama lain berada dalam urutan yang telah ditentukan. Jaringan komunikasi ini diterapkan oleh Rusia untuk menghindari kesalahan dalam kewenangan pengambilan keputusan, sehingga alur komunikasi dibuat berantai dari jabatan paling bawah hingga jabatan teratas yaitu presiden. Kelemahan dari pola jaringan komunikasi ini yaitu lambatnya proses penyampaian pesan satu sama lain sehingga memperlambat proses pengambilan keputusan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya konflik kudeta yang dilakukan oleh Durov untuk menggulingkan Zakarin.


 

Gambar 9. Pola jaringan rantai pada jaringan komunikasi Rusia

(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)


Alternatif Solusi untuk Mengatasi Konflik

Beberapa alternatif solusi mengenai strategi manajemen konflik dan strategi politik telah disampaikan pada pembahasan sebelumnya. Untuk melengkapi penyelesaian konflik, berikut ini adalah beberapa alternatif solusi yang dapat digunakan :


1. Strategi yang perlu dilakukan untuk mendorong Integrative Bargaining 

Integrative bargaining merupakan proses negosiasi di mana para pihak yang berkonflik tidak memandang suatu konflik sebagai sarana untuk berkompetisi. Kedua belah pihak melihat secara kooperatif sebagai situasi dimana keduanya bisa mendapatkan keuntunan. Proses ini sangat baik untuk menyelesaikan sebuah konflik, sehingga perlu disempurnakan dengan :


Menekan tujuansuperordinate. Tujuan ini merupakan tujuan yang disetujui oleh kedua belah pihak, terlepas dari sumber konflik mereka. Tujuan superordinate menunjukkan bahwa kedua belah pihak bekerja sama untuk tujuan yang lebih besar meskipun terdapat ketidaksepakatan minor diantara salah satu pihak atau keduanya. Hal ini dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia yang bekerja sama untuk menyelamatkan Presiden Rusia agar dapat menghentikan kudeta untuk tujuan yang lebih besar yaitu mencegah peperangan.


Fokus pada masalah, bukan orang. Kedua belah pihak yang berkonflik harus menjaga fokus untuk menyelesaikan masalah dan menghindari konflik-konflik perorangan. Fokus pada masalah membuat keempat pasukan mata-mata AS jalur darat mampu membebaskan dan menyelamatkan Presiden Rusia dari sandera Durov.


Fokus pada kepentingan, bukan permintaan. Kepentingan merupakan alasan seseorang untuk menginginkan sesuatu, sementara tuntutan adalah apa yang diinginkan seseorang. Tuntutan kedua belah pihak yang berkonflik memiliki kemungkinan kecil untuk dapat dipenuhi dalam penyelesaian konflik. Namun, kepentingan mendasar dari kedua belah pihak lah yang harus dipenuhi agar tercapai integrative bargaining yang maksimal. Amerika Serikat dan Rusia tentunya memiliki tuntutan masing-masing dan saling bertentangan satu sama lain. Oleh karena itu, hal yang wajib dipenuhi adalah kepentingan dasar dari kedua belah pihak yaitu tidak terlibat dalam peperangan.


2. Mengganti pola jaringan komunikasi untuk Rusia

Pada mulanya, Rusia memiliki pola jaringan komunikasi rantai. Pola jaringan komunikasi rantai memiliki kelemahan yaitu lambatnya proses penyampaian pesan satu sama lain sehingga memperlambat proses pengambilan keputusan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya konflik kudeta yang dilakukan oleh Durov untuk menggulingkan Zakarin. Oleh karena itu, Rusia perlu mengganti pola jaringan komunikasi mereka menuju pola all channel network. Ketika all channel network diterapkan,antara satu anggota dengan yang lainnya mendapat feedback yang cepat untuk membuat suatu tindakan atau keputusan. Selain itu, dengan menerapkan pola all channel network, informasi dapat cepat diterima oleh beberapa fungsi dalam suatu organisasi sehingga keputusan dapat ditentukan dengan cepat melalui beberapa alternatif dari berbagai macam pihak.


Gambar 10. Alternatif solusi perubahan pola jaringan komunikasi untuk Rusia
(sumber : Jones and George. 2020. Contemporary Management)



Disusun Oleh :

Safira Pralampita Larasati

Kelas 77 C

NIM : 20/468980/NEK/00375


Referensi

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

https://en.wikipedia.org/wiki/Hunter_Killer_(film) diakses 13 Desember 2020



Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
safiralaras

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format