LAGAAN (2001) : Pembebasan Pajak Melalui Permainan Kriket

Film fiktif ini menceritakan perjuangan Bhuvan dan masyarakat Champaner, India agar terbebas dari pemungutan lagaan (pajak bagi hasil pertanian).


2
2 points

Pada tahun 1893, India masih berada di bawah kekuasaan Inggris. Saat itu, terdapat hukum apabila masyarakat India harus menyerahkan sebagian hasil panennya sebagai pajak atau disebut lagaan kepada Kerajaan Inggris. Namun kemarau yang berkepanjangan menyebabkan beberapa masyarakat tidak sanggup memenuhi lagaan itu. Mengabaikan kondisi tersebut,  Kapten Andrew Rusell, Komandan Inggris di India, memutuskan untuk menaikkan Lagaan sebesar dua kali lipat. Mendengar aturan baru terkait lagaan, masyarakat desa Champaner mendatangi Raja Puran untuk menolong mereka. Masyarakat merasa tidak sanggup apabila harus membayar dua kali lipat lagaan di kondisi kekeringan, hal ini tentu akan menyebabkan kelaparan di tengah masyarakat. Namun Raja Puran-pun tidak dapat membantu rakyatnya karena terikat dengan hukum Inggris.

Kiri: Kapten Rusell  Kanan: Raja Puran

Saat kepala desa Champaner berbicara dengan Raja, Bhuvan menyebut permainan kriket Rusell sebagai permainan bodoh. Rusell-pun kesal dan menawarkan tantangan dengan imbalan akan membatalkan lagaan tahun ini. Tantangannya adalah Bhuvan dan masyarakat Champaner harus menang melawan tim Inggris dalam permainan kriket. Namun Bhuvan belum mengiyakan kesepakatan itu hingga Rusell menaikan tawaran untuk membatalkan lagaan selama 3 tahun mendatang tidak hanya untuk desa Champaner tetapi juga desa di provinsi ini. Namun apabila tim Bhuvan kalah, maka pembayaran lagaan justru menjadi 3 kali lipat dari semula. Kesepakatan itupun diterima oleh Bhuvan walaupun mendapatkan penolakkan dari masyarakat Champaner lainnya.

Proses negosiasi Kapten Rusell dan Bhuvan

Bhuvan-pun mulai mencari tim (11 orang) untuk permainan kriket yang akan dilaksanakan dalam 3 bulan mendatang. Walaupun pada awalnya ditolak dan direndahkan oleh masyarakat lain. Bahkan kepala desa Champaner berusaha untuk meminta maaf kepada Kapten Rusell dan ingin membatalkan tantangan itu. Namun Bhuvan mampu memberikan kepercayaan apabila mereka akan berhasil, Bhuvan tidak ingin masyarakat tunduk terhadap ketidakadilan yang dilakukan Inggris dan tantangan bermain kriket adalah kesempatan untuk membebaskan masyarakat dari lagaan.

Kemudian satu per satu warga bergabung dalam tim Bhuvan. Selain itu Elizabeth, Adik Kapten Rusell, membantu Bhuvan agar dapat memahami cara bermain kriket. Pada hari pertandingan, Bhuvan terus menebarkan optimisme untuk tim. Namun pengkhianatan yang dilakukan oleh Lakha terhadap tim membuat tim Rusell memperoleh skor tinggi di hari pertama. Lakha berkompelot dengan Kapten Rusell untuk mengacaukan permainan timnya yang dipimpin oleh Bhuvan. Llakha sengaja untuk tidak menangkap bola yang mengarah kepadanya karena ia memiliki benci dengan Bhuvan.

Tim Bhuvan mewakili desa ChampanerBhuvan

Kekalahan skor pada hari pertama dan kedua pertandingan, membuat tim Bhuvan bahkan masyarakat Champaner yang datang untuk mendukung agak pesimis. Namun Bhuvan mempercayai kemampuan rekan-rekannya dan mereka tetap berusaha. Bahkan Bhuvan dan Ismail yang terluka tidak menjadikan kondisinya untuk menurunkan performa. Hingga pada akhirnya, tim Bhuvan-lah yang menjadi pemenang. Menghadapi kekalahan tersebut, Kapten Rusell harus menghadapi sanksi dari Kolonel Boyer (Komandan tertinggi Inggris). Rusell diwajibkan menanggung biaya sebesar pembebasan lagaan dengan uang pribadi, serta dipindahkan ke gurun Afrika Tengah. Bahkan kedutaan Inggris di Champaner juga dibubarkan karena tidak tahan dengan penghinaan akibat kekalahan tersebut.

FIlm ini memberikan banyak pandangan mengenai sebuah perjuangan untuk mencapai tujuan, kondisi sosial di masyarakat, proses pengambilan keputusan dan negosiasi, serta kerja sama tim. Hal-hal yang dapat dianalisis serta dikaitkan dengan bisnis & strategi managemen berdasarkan film ini adalah:

  1. Pengambilan keputusan kapten Rusell yang didasari oleh perasaan emosi 
  2. Proses negosiasi pembatalan lagaan antara Bhuvan dan Kapten Rusell
  3. Penyelesaian konflik akibat pengkhianatan Lakha terhadap tim kriket Bhuvan
  4. Kemampuan Bhuvan dalam merencanakan strategi untuk memperoleh kemenangan dalam permainan kriket, terutama ketika masyarakat Champaner menentang keputusannya yang berani mengambil tantangan dari kapten Rusell
  5. Gaya kepemimpinan Kapten Rusell & Bhuvan


DECISION MAKING

Decision making (Pengambilan keputusan) adalah sebuah proses dalam merespon peluang ataupun ancaman dengan menganalisis pilihan yang ada, kemudian membuat penentuan terhadap tujuan ataupun aksi. Kapten Rusell merupakan sosok pemimpin yang segala keputusannya akan memengaruhi kinerja kedutaan Inggris di India. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan. Pada film terlihat apabila Kapten Rusell berani mempertanggung-jawabkan keputusannya akibat menjadikan lagaan sebagai tantangan. 

Namun yang menjadi permasalahan adalah Rusell membuat keputusan yang didasari oleh perasaan emosi, yaitu kesal kepada Bhuvan yang telah mengejek permainan kriketnya. Selain itu juga, Bhuvan ternyata pernah menggagalkan perburusan rusa Rusell di hutan. Berlatar belakang itu, akhirnya Rusell melihat adanya kesempatan untuk menaikkan harga dirinya di hadapan Bhuvan. Opsi yang dipilihnya pun adalah menantang Bhuvan untuk bermain kriket.


Ilusi Kendali

Pada proses ini, Rusell membuat beberapa penawaran sebagai keputusannya agar Bhuvan mau menerima tantangan tersebut. Keputusan yang diambil Rusell dipengaruhi oleh ilusi kedali sehingga terjadi kesalahan dalam membuat penawaran kesepakatan. Ilusi kendali merupakan kecenderungan untuk melebih-lebihkan kemampuannya dalam kegiatan tertentu. Ilusi ini ditandai dengan harga diri dan kepercayaan diri yang berlebihan terhadap kemampuannya sehingga meyakini apabila akan mendapatkan hasil yang menguntungkan.

Proses membuat keputusan berdasarkan teori klasik

Beberapa penawaran alternatif yang dibuat Rusell akibat pengaruh ilusi kendali:

  • Imbalan tantangan adalah pembebasan lagaan selama 1 tahun
  • Penaikan imbalan berupa pembebasan lagaan selama 3 tahun untuk desa Champaner
  • Pembebasan lagaan selama 3 tahun untuk seluruh desa

Penawaran tersebut dibuat karena Rusell mempercayai kemampuan permainan kriketnya yang baik dan menganggap apabila Bhuvan dan tim tidak akan mampu melawan tim Inggris. Selain itu, kriket yang merupakan permainan dari Inggris memberikan kepercayaan lebih bagi Rusell bahwa ia akan menang. Anggapan bahwa Bhuvan yang mengejek permainan tersebut tentu menjadi argumen bagi Rusell bahwa mereka, warga Champaner tidak mengenal apa itu kriket dan cara bermainnya. Sehingga Rusell percaya bahwa tim Inggris pastilah menang.

Namun, keputusan yang dibuat Rusell pada akhirnya justru merugikan pihak inggris dan menyebabkan kedutaan Inggris di Champaner harus dibubarkan. Serta Rusell harus menerima sanksi dari Komandan tertinggi Inggris berupa ganti rugi akibat tidak adanya lagaan kepada pihak Inggris dengan uang pribadi serta pemindahan tugas ke gurun Afrika.


KONFLIK DAN NEGOSIASI

Tipe konflik organisasi

Konflik organisasi adalah perselisihan yang muncul saat terdapat perbedaan tujuan/kepentingan/nilai di antara individu ataupun kelompok. Keberadaan konflik dapat bersifat positif ataupun negatif terhadap keberlangsungan organisasi. Terdapat beberapa tipe konflik yaitu.

  1. Interpersonal conflict: konflik antar individu dalam organisasi
  2. Intragroup conflict: konflik yang terjadi di dalam suatu kelompok/tim
  3. Intergroup conflict: konflik yang terjadi antar kelompok/tim
  4. Interorganizational conflict: konflik yang terjadi antar organisasi

Sumber konflik

Sumber konflik dapat berasal dari berbagai faktor seperti gambar diatas. Di dalam film ini, terdapat beberapa konflik yang dipicu oleh sumber seperti:

  • Kelangkaan sumber daya (Scare resource) berupa kurangnya hasil panen masyarakat akibat kekeringan berkepanjangan. Oleh karena itu, masyarakat menolak kenaikan lagaan yang diputuskan oleh Kapten Rusell (Inggris).
  • Perbedaan tujuan (Incompatible goal) antara Lakha dan tim Bhuvan lainnya yang menyebabkan pengkhianatan.


Kedutaan Inggris di India vs Masyarakat Champaner

Ini merupakan contoh konflik interorganizational, yaitu keduataan inggris yang dipimpin oleh Kapten Rusell dengan masyarakat Champaner dengan penggerak aksi adalah Bhuvan. Sumber konfliknya dipicu oleh kenaikan lagaan oleh Kapten Rusell menjadi dua kali lipat tentu memberatkan masyarakat. Kondisi ini dianggap tidak adil karena masyarakat berjuang mendapatkan hasil panen di tengah kekeringan, namun mereka harus menyerahkan sebagian besar hasilnya untuk Inggris. Masyarakat terancam kelaparan, dan Rusell tidak memperdulikan kondisi tersebut. Hal ini memicu protes dari masyarakat Champaner.

Masyarakat Champaner kemudian mendatangi Raja untuk membantu mereka bernegosiasi agar lagaan dibatalkan tahun ini dikarenakan kekeringan berkepanjangan. Namun Raja Puran tidak dapat membantu sehingga masyarakatlah yang harus berjuang. Kemudian, kesempatan negosiasi terjadi antara Bhuvan dan Kapten Rusell. Dalam proses negosiasi, terdapat 2 metode yang dapat digunakan yaitu:

  1. Distributive negotiation : Masing-masing pihak berusaha memaksimalkan keuntungannya dari porsi tetap yang dinegosiasikan. Pada kondisi ini, pihak satu dengan pihak lainnya tidak memposisikan diri di pihak lawan. Metode ini menimbulkan persaingan antar pihak.
  2. Integrative negotiaion : Masing-masing pihak mencoba memposisikan dan melihat sudut pandang pihak lawan sehingga dapat mencari solusi alternatif yang menguntungkan kedua pihak. Metode ini ditangani dapat dilakukan melalui kolaborasi ataupun kompromi.

Apabila dianalisis, hal yang dinegosiasikan dalam khasus ini adalah lagaan. Selain itu, masing-masing pihak berusaha untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi dari proses negosiasi lagaan itu, sehingga metode yang digunakan adalah distributive negotiation. Manajemen konflik yang terjadi akhirnya menggunakan persaingan.

  • Tujuan utama Rusell adalah memperoleh lagaan tinggi serta harga diri dan hal ini tercapai apabila Bhuvan menerima tantangan bermain kriket dan kalah dalam permainan
  • Tujuan utama Bhuvan adalah menghapuskan/meringankan lagaan untuk masyarakat yangmana hal ini akan terjadi apabila ia menerima tantangan dan memenangkan permainan

Penawaran pertama, Bhuvan mempertimbangkan tantangan (diam)

  • Menang : pembebasan lagaan selama 1 tahun
  • Kalah : pembayaran lagaan tiga kali lipat

Penawaran kedua, Bhuvan masih mempertimbangkan tantangan (diam)

  • Menang : pembebasan lagaan selama 3 tahun untuk desa Champaner
  • Kalah : pembayaran lagaan tiga kali lipat

Penawaran ketiga, Bhuvan menerima tantangan dan ini merupakan hasil proses negosiasi 

  • Menang : pembebasan lagaan selama 3 tahun untuk seluruh desa
  • Kalah : pembayaran lagaan tiga kali lipat


Lakha vs Tim Bhuvan

Lakha memiliki kebencian terhadap Bhuvan lantaran gadis yang ia sukai, Gauri, justru menyukai Bhuvan. Akibat amarah tersebut, Lakha berkomplot dengan Rusell agar membuat Bhuvan kalah dalam pertandingan kriket. Rusell-pun menyuruh Lakha untuk bergabung dalam tim Bhuvan dan bermain dengan asal. Hal ini terlihat pada pertandingan hari pertama, Lakha sengaja tidak menangkap bola agar tim Inggris, Rusell, memperoleh poin dan menyebabkan kekalahan skor untuk tim Bhuvan. Konflik ini termasuk dalam konflik intragorup, yangmana Lakha memiliki perbedaan tujuan dengan anggota tim lainnya dalam pertandingan.

Pengkhianatan yang dilakukan Lakha-pun ketahuan oleh Elizabeth dan dilaporkan ke Bhuvan dan tim. Mengetahui hal tersebut, membuat tim beserta masyarakat Champaner marah dan berniat membunuh Lakha.  Bhuvan sebagai ketua tim, berusaha menangani masalah ini dan menenangkan masyarakat agar ia diberi kesempatan untuk berbicara dengan Lakha. Proses ini adalah manajemen konflik dengan kompromi yang dilakukan Bhuvan terkait pengkhianatan Lakha.

Ketika mengobrol dengan Lakha, Bhuvan melakukan proses negosiasi yangmana tujuannya adalah Lakha memiliki kemampuan baik dalam permainan dan Bhuvan membutuhkannya di dalam tim. Proses negosiasi-pun menggunakan metode integrative bergaining yangmana sama-sama memberikan keuntungan untuk kedua pihak.

  • Tujuan Bhuvan: Menjamin Lakha bermain maksimal dalam pertandingan
  • Tujuan Lakha: Adanya jaminan tidak akan dibunuh oleh warga

Berdasarkan hasil negosiasi, Bhuvan akan menjamin keamanan Lakha dan warga akan memaafkannya apabila Lakha mampu bermain dengan baik di hari kedua pertandingan. Lakha pun setuju dan membuktikan permainannya di hari kedua dengan selalu menangkap bola dan menggagalkan giliran lawan, tim Inggris, untuk mencetak skor.


Apabila dibandingkan pendekatan negosiasi distributive dengan integrative terlihat apabila pada negosiasi distributive justri tidak menyelesaikan konflik yang terjadi antara Kedutaan Inggris dengan Masyarakat Champaner. Hal ini dikarenakan metode ini menimbulkan persaingan yang tinggi antar kedua belah pihak, dan masing-masing pihak berusaha untuk mendapatkan keuntungan/bagian terbesar untuk pihak sendiri. Berbeda dengan proses negosiasi yang dilakukan dengan integrative. Metode integrative memandang tujuan lawan dan berusaha menjaga hubungan diantara pihak yang bernegosiasi, sehingga mampu memberikan solusi yang terbaik.


STRATEGI TIM BHUVAN

Perencanaan adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi tujuan yang tepat serta aksi yang akan dilakukan organisasi. Terdapat 3 tahapan dalam proses perencanaan yaitu menentukan tujuan organisasi, menyusun strategi, dan melaksanakan strategi tersebut.

Tahap perencanaan

1. Menentukan Tujuan

Setelah menerima tantangan dari Rusell, jelas tujuan utama Bhuvan adalah memenangkan pertandingan. Kemudian, Bhuvan mulai menyusun hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut seperti memperoleh dukungan masyarakat lain, mendapatkan tim, mempelajari permainan kriket, serta berlatih untuk mengasah kemampuan bermain.

2. Menyusun & Melaksanakan Strategi

  1. Strategi untuk mendapatkan dukungan masyarakat lain : memainkan permainan Gilli Danda, permainan anak-anak India yang serupa dengan kriket, dihadapan masyarakat Champaner. Meyakinkan masyarakat apabila Bhuvan memiliki kapabilitas untuk permanan tersebut dan mampu membawa kemenangan untuk mereka. Hal ini memberikan kepercayaan pada sebagian warga dan akhirnya memilih mendukung Bhuvan seperti Bagha dan Guvan. Strategi ini dilakukan Bhuvan sebagai salah satu strategi politik untuk memperoleh dukungan sehingga ia dapat menggunakan kekuatannya secara efektif. 
  2. Membentuk tim berjumlah 11 orangTim Bhuvan
    • Bhuvan selalu mampu mengenali potensi orang-orang yang ia kenal. Seperti Kachra yang dipandang sebelah mata karena disabilitas namun Bhuvan melihat Kachra mampu menjadi pelempar yang sempurna bagi tim. Ada juga Isar kaka yang memiliki ketangkasan menangkap bola berbekal kebiasaannya menangkap ayam. Ataupun meyakinkan Goli serta Ismail  apabila mereka pasti menang.

      Tim Inggris

      Tim Bhuvan

      Rusell

      Bhuvan

      Smith

      Goli

      Burton

      Bagha

      Brooks

      Guran

      Wesson

      Isar kaka

      North

      Arjan

      Benson

      Deva Shingh

      Harrison

      Lakha

      Flynn

      Ismail

      Willis

      Kachra

      Yardley

      Tipu

  3. Memahami permainan kriket : berawal dari mengamati permainan tim inggris dengan bersembunyi di pinggir lapangan, namun justru membawa Elizabeth untuk membantu mereka. Tim Bhuvan pun tidak menolak bantuan tersebut walaupun Elizabeth adalah pihak Inggris. Setiap hari-pun mereka berlatih untuk meningkatkan kemempuan dalam bermain.Elizabeth & Tim Bhuvan
    • Strategi politik merupakan sebuah teknik untuk meningkatkan kekuatan yang digunakan untuk memengaruhi dan mendapatkan dukungan dari orang lain. Kerja sama antara tim Bhuvan dengan Elizabet ini termasuk strategi politik (membentuk aliansi) yang menguntungkan tim kriket desa Champaner. Dampak keberadaan Elizabeth ini tidak hanya sekedar pemberi informasi terkait permainan kriket. Namun juga, memberikan dukungan untuk tim kriket Bhuvan ketika beradu argumen dengan tim Rusell.
    • Saat itu, Rusell memprotes kepada wasit apabila gaya bermain Goli (Tim Bhuvan) seharusnya tidak diperbolehkan. Pengayunan lengan saat proses pelemperan bola seharusnya dilakukan satu kali, tidak boleh diputar berulang-ulang. Namun Elizabet menentang pernyataan tersebut dan ia menjamin apabila tidak ada peraturan yang melarang gaya bermain Goli hingga wasit menyetujui argumen Elizabeth dan memperbolehkan Goli bermain dengan gayanya.
  4. Penyusunan strategi untuk pertandingan : Bhuvan selama 3 bulan telah berlatih bersama 11 anggota timnya dan mengenali kemampuan masing-masing. Sehingga, Bhuvan memutuskan anggota yang memiliki kekuatan memukul akan menjadi pemukul utama seperti Bagha, Deva, Arjan, Lakha, dan Ismail. Sedangkan anggota yang memiliki kemampuan melempar akan menjadi pelempar utama seperti Goli dan Kachra


Walaupun dalam proses implementasinya tidak sesuai dengan harapan awal, khususnya saat hari pertandingan. Bhuvan mampu mengatasi permasalahan tersebut dan mencari solusinya seperti menggunakan Tipu sebagai pelari untuk Ismail yang terluka kakinya, atau bahkan menenangkan anggota tim lainnya ketika provokasi tim Inggris terjadi. Hal ini karena amarah dapat mengganggu fokus mereka dalam bermain seperti yang terjadi pada Arjan yang memiliki dendam pada kapten Rusell.


Adapun selama proses pembentukan tim dan keberjalanan latihan, terdapat proses perkembangan yang unik. Peneliti telah mengidentifikasi 5 tahap perkembangan kelompok yang pada umumnya dilalui pada setiap tim.

Tahap perkembangan kelompok

Forming : Pada tahap ini, terjadi proses pembentukan dan anggota mulai mengenal satu sama lain. Tim Bhuvan memahami alasan mereka bergabung dalam tim dan tujuan yang secara bersama-sama akan mereka raih. 

Storming : adanya perselisihan ataupun konflik di dalam kelompok. Selain adanya pengkhianatan pada tim Bhuvan yang dilakukan oleh Lakha, namun juga pada awalnya terjadi penolakan anggota lainnya terhadap keberadaan Kachra. Mereka menolak untuk bermain dengan orang disabilitas hingga Bhuvan menyadarkan mereka tentang pentingnya kemanusiaan. 

"Kalian menyebut dia hina dan merusak kemanusiaan, apa bedanya dengan mereka yang mempermasalahkan warna kulit" -Bhuvan

Norming : hubungan antar anggota berkembang. Terjadi keselarasan terkait bagaimana tiap anggota harus berkontribusi dan mendukung satu sama lain. Hal ini terlihat pada akhirnya Tim Bhuvan adalah satu tim dan bersama-sama mewujudkan tujuan. Mereka memberikan kesempatan bagi Lakha untuk bermain, menerima keberadaan Kachra dan mempercayai kemampuannya. Bahkan mendukung penuh semangat juang Bhuvan dan fokus pada tujuan.

Performing : keberadaan tim adalah untuk memperoleh kemenangan. Tim Bhuvan menunjukkan performanya saat pertandingan. Walaupun tertinggal skor pada dua hari permainan, namun ternyata kepercayaan dan usaha mampu membawa kemenangan untuk Tim Bhuvan di hari terakhir perminan kriket. Kachra yang awalnya diremehkan oleh anggota lainnya justru mampu menjadi kunci kemenangan untuk timnya.


MOTIVATION & LEADERSHIP

Rusell memiliki kepercayaan diri yang tinggi terhadap tim kriketnya. Bahkan kepercayaan dirinya terus meningkat hingga hari kedua karena tim-nya mampu memperoleh skor dan melebarkan jaraknya dengan tim Bhuvan. Namun sayangnya, Rusell tidak menyadari gaya kepemimpinan Bhuvan dalam memberikan motivasi dan memberikan kepercayaan kepada tim Champaner hingga mampu mengalahkan tim Rusell.

Expectancy theory

Expextancy teori ini berhubungan dengan motivasi yang tinggi akan dihasilkan dari kerja keras yang akan menghasilkan performa tinggi sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Ada 3 faktor yang menentukan motivasi:

  1. Harapan : kepercayaan yang tinggi terhadap pentingnya kerja keras sehingga mampu menghasilkan performa lebih baik. Hal ini terlihat dari permainan tim Bhuvan yang mengalami kekalahan skor 2 hari berturut-turut namun tidak pantang menyerah dan terus berusaha bermain dengan maksimal. Sehingga pada hari ke-3 pun tim Bhuvan mampu mencetak skor dan mulai menyusul ketertinggalan. Selain itu juga, tim Bhuvan berusaha berlatih dan memahami permainan kriket 3 bulan sebelum pertandingan.
  2. Perantara : kepercayaan terhadap pelaksanaan tugas akan menghasilkan tujuan yang diinginkan. Tim Bhuvan percaya apabila apabila mereka melakukan permainan dengan baik, maka pembebasan lagaan akan menjadi imbalan yang menggembirakan. 
  3. Valensi : kepentingan seseorang dalam tugas tersebut. Tiap anggota tim Bhuvan menyadari pentingnya bermain dengan baik dalam tim. Hal ini terjadi pada Lakha yang awalnya bermain dengan buruk dan mulai menunjukkan permainan baiknya pada hari ke-2 ternyata mampu membawa perubahan bagi tim. Selain itu, Ismail yang kakinya terluka berusaha tetap bermain dengan Tipu sebagai pengganti pelarinya, sehingga Ismail menjadi salah satu pemain dengan skor pemukul terbanyak dalam tim.


HOUSE PATH'S GOAL THEORY

Gaya kepemimpinan ini terlihat pada diri Bhuvan. Ia dapat mengidentifikasi sumber motivasi tim dan masyarakat Champaner, yaitu pembebasan lagaan. Tujuan itu menjadi cara bagi Bhuvan untuk mengubah sudut pandang masyarakat Champaren ataupun timnya ketika mereka pesimis terhadap kemampuan masing-masing. Bhuvan selalu memberikan optimisme dan keyakinan positif terhadap timnya. Serta membuka pandangan mereka tentang besarnya kemungkinan pembebasan lagaan apabila tim dapat memenangkan permainan kriket.

  1. Meyakinkan warga Champaren apabila ia membuat keputusan benar, menjalani tantangan permainan kriket adalah satu-satunya kesempatan untuk membebaskan mereka dari lagaan
  2. Meyakinkan anggota tim lainnya apabila Kachra berguna dalam tim dan mampu memiliki teknik pelemparan yang menguntungkan bagi tim, terus mengingatkan apabila tujuan keberadaan tim adalah memperoleh kemenangan dalam permainan kriket
  3. Tim harus terus berusaha keras dalam permainan walaupun skor tertinggal jauh, tidak boleh membawa emosi dalam permainan karena akan berdampak buruk terhadap performa 
  4. Menyadarkan Lakha apabila ia harus bermain dengan baik di hari kedua, karena permainan ini adalah tanggung jawab tim terhadap hidup seluruh desa
  5. Meyakinkan Goli apabila ia memiliki kemampuan baik dalam melempar bola dan akan membantu tim untuk meraih tujuan

"Dia yang punya keberanian & kebenaran di hatinya pada akhirnya akan jadi pemenang" -Bhuvan to Goli

Berkat gaya kepemimpinan Bhuvan tersebut, setiap individu dalam tim memiliki kesadaran terhadap tujuan dan tanggung jawabnya, sehingga mereka mampu menunjukkan performa tinggi dalam permainan. Hal ini berbeda dengan gaya kepemimpinan yang digunakan Rusell dan motivasi yang ada di dalam tim Rusell. 

Tim RusellRusell selalu menekankan tim agar mampu mencetak skor dan memenangkan permainan. Namun Rusell lupa apabila motivasi menang yang dimiliki tim mungkin tidak setinggi motivasi Rusell. Permainan kriket tersebut adalah pertaruhan bagi harga diri dan jabatan Rusell sebagai komandan Inggris di India. Berbeda dengan timnya yang menganggap itu hanyalah sebuah permainan dan menang-kalah adalah persoalan harga diri. Hal ini berpengaruh terhadap kerja keras dan performa tim. Tim Rusell memiliki kekuatan (strength) dari segi pengalaman bermain kriket dan kekuatan fisik masing-masing anggotanya. Namun ternyata kurangnya motivasi tinggi menjadi kelemahan (weakness) bagi performa mereka.

Selain itu, menurut penelitian emosi dan suasana hati seseorang akan memengaruhi perilaku dan efektivitasnya sebagai pemimpin. Hal ini berhubungan dengan tingkat kecerdasan emosional dalam menghadapi sesuatu. Tekanan yang dirasakan Rusell ketika tim Bhuvan memperpendek jarak skor menyebabkan Rusell mengambil beberapa tindakan impulsif dan tidak sportif dalam permainan seperti menyuruh Smith untuk melemparkan bola ke kepala Lakha, kaki Ismail, ataupun kepala Bhuvan yang menyebabkan mereka bertiga terluka. Bahkan Rusell pada permainan bola terakhir mengubah strategi timnya akibat ia memiliki rasa percaya diri tinggi apabila Cakhra, tim Bhuvan, pasti tidak mampu memukul bola tersebut. Rusell mengosongkan pertahanan lini belakang sehingga ketika Cahkra berhasil memukul bola terakhir, itu adalah akhir dari cerita pada film ini. 

Kemenangan bagi Tim Bhuvan...


SOLUSI

  1. Decision making : Sejak awal, keputusan yang dibuat Rusell sudah tidak tepat mengenai kenaikan lagaan yang sepihak hingga penawaran pembebasan lagaan demi harga diri. Seharusnya Rusell mampu menempatkan diri dengan baik sebagai komandan Inggris di India yang memiliki tanggung jawab untuk wilayah tersebut, serta mampu membuat keputusan yang tidak menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat India. Rusell dapat melakukan pertandingan kriket dengan Ghuvan dan kalaupun ingin melakukan penawaran, sudah seharusnya Rusell tidak memanfaatkan posisi jabatannya ke dalam masalah pribadi.
  2. Konflik dan negosiasi
    1. Secara ideal, konflik antara masyarakat champaner dan kedutaan Inggris di India seharusnya tidak diselesaikan dengan persaingan. Adapun dikarenakan ini berkaitan dengan kekuasaan, penyelesaian dapat dilakukan secara baik apabila pihak Inggris mampu memahami kondisi masyarakat India. Selain itu Raja Puran, raja India, seharusnya mampu melakukan negosiasi dan menyusun strategi penawaran untuk kepentingan rakyatnya. Namun di film, terlihat Raja Puran tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu dan selalu tunduk terhadap keputusan pihak Inggris. Sehingga cara satu-satunya untuk mengakhiri konflik adalah ketika ada pihak yang menang dan kalah.
    2. Lakha juga seharusnya tidak membawa kepentingan pribadi kedalam kelompok sehingga menghalangi kelompok dalam meraih tujuan. Salah satu cara manajemen konflik adalah fokus pada masalah dan bukan orangnya. Hal inilah yang dilakukan oleh Bhuvan dan seharusnya masyarakat Champaner mampu melihat sudut pandang ini. Bhuvan mencoba memahami sumber konfliknya dengan Lakha dan memahami rasa iri hati menjadi permasalahannya.
  3. Masyarakat Champeran tidak setuju dengan keputusan Bhuvan dikarenakan mereka berfikir hal itu justru merugikan mereka. Bayangan terhadap pembayaran lagaan tiga kali lipat menutup pikiran masyarakat tentang kemungkinan pembebasan lagaan untuk 3 tahun mendatang. Seharusnya, sebelum Bhuvan membuat keputusan (menerima tantangan Rusell) untuk kepentingan bersama, ia harus mendiskusikan terlebih dahulu dengan warga lainnya. Bhuvan dapat menggunakan kemampuannya dalam meyakinkan mereka, sehingga ketidaksetujuan dapat dicegah sedari awal keputusan dibuat. Bhuvan dapat meyakinkan masyarakat untuk berfikir secara rasional dan tidak dipenuhi rasa pesimisme yang mengganggu pengambilan keputusan.
  4. Motivasi & Leadership : Rusell dapat mengidentifikasi sumber motivasi yang akan disalurkan kepada timnya. Sehingga tim akan berusaha lebih tinggi dan menghasilkan performa lebih baik. Selain itu, seharusnya Rusell mendorong timnya untuk bermain lebih baik dan bukannya melakukan tindakan tidak sportif hanya untuk mengalahkan tim Bhuvan.


Oleh : Arsy Elia Pertiwi 


REFERENSI:

Google Image

Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Arsy Elia

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format