Bisnis Canabis Ala Family Business

Jualan ganja pakai prinsip-prinsip pemasaran :)


2
2 points

sumber: imdb.com

Family Business adalah film series Netflix bernuansa komedi yang telah dirilis dalam 2 musim saat artikel ini ditulis. Film tersebut menceritakan tentang seorang pria bernama Joseph Hazan yang ingin menjalankan bisnis canabis (ganja) untuk menyelamatkan bisnis daging milik ayahnya, Gerard Hazan, yang sedang di ujung tanduk kebangkrutan.

Joseph Hazan awalnya tidak mempunyai ide dan niatan untuk melakukan bisnis canabis. Ia pun tidak mau meneruskan bisnis daging milik ayahnya. Diceritakan bahwa Joseph mempunyai ide proyek aplikasi tunnel yang menurutnya akan menjadi proyek yang menjanjikan. Ia mengerjakan itu bersama seorang pengembang aplikasi. Investor dibutuhkan untuk mendanai proyeknya tersebut. Joseph pun menemui beberapa investor untuk mempresentasikan aplikasinya tersebut. Namun, malang nasib Joseph ketika ia telah berada di depan gedung pertemuannya. Pengembang aplikasi tiba-tiba menelfonnya dan mengakhiri kerjasamanya dengan Joseph. Presentasi kacau, investor menolak proyek aplikasinya dan Joseph pulang dengan tangan hampa. Tak cukup sampai di situ, ayah Joseph pun memaki-maki Joseph. Ia meminta Joseph untuk mengelola toko dagingnya saja tetapi Joseph tidak mau.

Malamnya, Joseph bertemu dengan Clementine. Clementine mengatakan bahwa ayahnya akan menjadi Menteri Kesehatan Prancis yang baru. Satu kebijakan yang akan ayahnya ambil adalah melegalkan ganja bagi seluruh warga Prancis. Mendengar hal ini, ide gila Joseph pun mucul. Ia berniat mengubah toko daging milik ayahnya menjadi kafe ganja. Bisnis ganja dinilai Joseph sebagai peluang. Saat regulasi pelegalan ganja disahkan, permintaan ganja akan meledak. Begitu pikirnya.

Namun sialnya, kenyataan tidak sejalan dengan pemikiran Joseph. Regulasi pelegalan ganja batal terjadi. Padahal, Joseph bersama Keluarganya telah berhasil mengembangkan produk ganja Pastraweed. Joseph pun tidak jadi mendirikan kafe ganja tetapi keluarganya tetap memproduksi Pastraweed. Sebab, mereka telah terikat kontrak untuk memasok ganja kepada seorang mafia.

Family Business merupakan tontonan yang menarik. Di balik ceritanya yang mengangkat tema barang haram yaitu ganja atau canabis, ada beberapa hikmah pemasaran yang dapat kita ambil dalam cerita ini. 

Creating Competitive Advantage (Chapter 18)

Di awal cerita disebutkan bahwa Joseph ingin mendirikan kafe ganja. ini cukup menarik untuk di bahas dari sisi persaingan pasarnya. Khususnya strategi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

A. Competitor Analysis

sumber; Kotler, 2018

Menurut Kotler, ada tiga tahapan yang dapat digunakan untuk menganalisis pesaing dalam sebuah pasar. Adapun tahapan tersebut antara lain identifying untuk menentukan siapa saja yang berpotensi menjadi pesaing; kedua, assessing untuk mencari tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pesaing, tujuan dan strateginya, serta pola reaksi mereka terhadap saingan mereka; terakhir, melakukan tahap selecting untuk memutuskan apakah kompetitor perlu diserang atau dihindari 

Identifying. Seandainya kafe ganja milik Joseph jadi didirikan, kompetitor dengan lingkup kafe ganja belum ada. Namun demikian, jika kita perluas lingkupnya, La Boule Rouge bisa menjadi kompetitor Joseph. La Boule Rouge sebenarnya adalah restoran. Akan tetapi, restoran tersebut juga sering digunakan untuk 'nongkrong' layaknya sebuah kafe.  

Assessing. Keunggulan yang ditonjolkan La Boule Rouge adalah image-nya sebagai tempat 'nongkrong' seorang penyanyi terkenal di Prancis yaitu Enrico. Ada satu produk keunggulan mereka yaitu ikan pipih yang hanya bisa didapatkan di Tunisia. Selebihnya, produk makanan yang mereka biasa saja seperti makanan Prancis pada umumnya seperti Brik, Merguez, dan Couscous. Pelayanan yang dilakukan karyawan mereka juga kurang baik. Mereka tidak ramah saat melayani pelanggan.

Selecting. La Boule Rouge dapat dikatakan sebagai pesaing baik bagi kafe yang akan didirikan Joseph. Sebab, walaupun sama-sama bersaing sebagai tempat 'nongkrong',  mereka berdua menyasar segmen yang berbeda. Adanya La Boule Rouge justru akan mendatangkan keuntungan strategis. Differensiasi produk yang dilakukan keduanya akan membantu meningkatkan permintaan tempat 'nongkrong' secara total.

B. Basic Competitive Strategy

Menurut Micharl Porter, ada tiga jenis alternatif winning strategies yang dapat dipilih sebuah perusahaan dalam menentukan fokus dasar keunggulan kompetitif. Tiga alternatif tersebut antara lain, Overall Cost Leadership yang menitikberatkan harga jual produk yang lebih murah sebagai keunggulan kompetitif. Caranya dengan menekan biaya produksi dan distribusi serendah mungkin. kedua, Differentiation yang menitik beratkan pada tingkat keunikan produk. Strategi ini berpotensi mampu menjadi produk pemimpin pasar. Terakhir, Focus yang menitikberatkan pada pelayanan dan pemenuhan kebutuhan terbaik pada segmen pasar tertentu.

Kafe yang akan didirikan oleh adalah kafe ganja. Belum ada kafe yang menjual ganja di Prancis karena ganja masih illegal dan tidak ada orang yang tahu bahwa regulasi ganja akan dibuat. Ganja menjadi keunikan bagi kafe yang akan dibangun Joseph. Bisa dibilang, ia menggunakan strategi Differentiation dengan ganja sebagai faktor pembedanya dengan kompetitor lain.

Ketika Keluarga Joseph tidak jadi mendirikan kafe, bisnisnya ganjanya pun tetap menggunakan strategi Differentiation dengan produk Pastraweed sebagai produk keunggulan mereka.

C. Balancing Customer And Competitor Orientation Analysis

sumber: Kotler,2018

Dalam menyeimbangkan orientasi pelanggan dan kompetitor, ada empat dasar orientasi yang dikemukakan oleh Kotler yakni, Competitor-centered Company yang berfokus pada tindakan kompetitor sebagai dasar perancangan strategi pemasaran; Customer-centered Company yang berfokus pada pemberian value yang lebih kepada target konsumen; Product-oriented Company yang berfokus pada pengembangan produk dan mengabaikan kondisi pelanggan serta kompetitor; dan Market-centered Company yang berfokus, baik pada pelanggan maupun kompetitor. 

Dalam film tersebut, diceritakan bahwa Keluarga Joseph batal mendirikan kafe ganja karena regulasi pelegalan ganja batal ditetapkan. Namun, mereka tetap memproduksi ganja karena sudah terikat kontrak dengan mafia untuk memasok ganja. 

Mereka berfokus pada pengembangan produk ganja terbaik. Ganja terbaik yang berhasil mereka kembangkan mempunyai nama Pastraweed. Mereka mengabaikan pelanggan dan kompetitor. Sebab, dalam bisnisnya mereka sudah terikat kontrak dengan mafia untuk memasok ganja kepadanya. Tanggung jawabnya hanya sebatas memproduksi ganja sesuai dengan kualitas yang diinginkan mafia tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Keluarga Joseph berorientasi pada produk (Product-Oriented)

New Product Development Process (Chapter 9): Pastraweed

Kemudian, kita akan membahas tentang prinsip New Product Development Process dalam mengembangkan produk ganja.

sumber: Kotler, 2018 (diedit)

A. Idea Generation

Idea Generation adalah awal mula dari proses pengembangan produk. Disini, semua ide yang ada dikumpulkan  terlebih dahulu. Ide Joseph menjalankan bisnis ganja berasal dari sumber eksternal. Informasi bahwa ganja akan dilegalkan ia dapatkan dari Clementine ini. Joseph pun berpikir, cepat atau lambat ketika peraturan tersebut ditetapkan, bisnis ganja akan menjamur. ganja berpeluang mendatangkan keuntungan yang besar. Joseph berniat mendahului semua orang untuk terjun ke dalam bisnis ganja.  Bersama ayahnya, ia berangkat ke Amsterdam untuk melakukan riset ganja yang enak. Mereka mencoba ganja jenis Marylin Blue. Ganja jenis itu sangat keras, membuat Joseph dan ayahnya tertarik.

Singkat cerita, anggota keluarga yang lain menyusul Joseph dan ayahnya ke Amsterdam. Awalnya, mereka semua hanya ingin mencari suplier ganja untuk dijual kembali. Namun, salah satu petani ganja mengatakan kepada adik Joseph dan Neneknya bahwa itu tidak mungkin dilakukan. Sudah terlambat. Mereka harus menunggu 12 hingga 18 bulan jika ingin mendapatkan ganja siap pakai dari pemasok.  

B. Idea Screening

Idea Screening adalah tahapan dimana ide-ide yang muncul akan disaring dan dipilih yang terbaik. Ada dua pilihan yang dihasilkan pada idea generation, yaitu membeli pasokan ganja siap jual, atau menanam dan mengembangkan sendiri. Melalui idea screening, kedua ide tersebut ditimbang. Jika memutuskan membeli pasokan ganja, mereka harus menunggu. Waktu tunggu paling cepat adalah 12 bulan. Itu tidak masuk akal mengingat regulasi pelegalan ganja akan ditetapkan 3 bulan lagi. Jika terlalu lama menunggu, mereka akan didahului oleh kompetitor lain yang cepat atau lambat pasti muncul. Membeli bibit rahasia dan mengembangkan produk ganja mereka sendiri adalah alternatif yang realistis. Proses penanaman ganja adalah 3 bulan, regulasi juga akan ditetapkan 3 bulan lagi. Ketika mereka mulai menanam ganja lebih awal, tentunya itu membuat mereka memenangkan pasar di kemudian hari. Sebab, kompetitor lain belum siap. Mengenai apakah bisnis ini layak dan akan mendapatkan keuntungan akan dibahas di tahapan business analysis.

C. Business Analysis

Tahapan Business Analysis meninjau tentang proyeksi penjualan, biaya dan keuntungan yang akan didapatkan dari bisnis terkait. Bibit ganja yang akan ditanam memiliki harga 10.000 euro dengan rincian harga per bibit adalah 100 euro. Penjual bibit ganja mengklaim bahwa dengan investasi bibit senilai 10.000 euro tersebut, hasil panen yang akan didapatkan adalah senilai 2 juta euro. Sungguh angka yang sangat bombastis untuk sebuah bisnis. Oleh karena itu, Nenek Ludmila sepakat untuk membeli bibit tersebut. Ia semakin semangat untuk menanam ganja.

D. Product Development

Proses pengembangan produk mereka wujudkan dengan cara melakukan improvisasi pada cara penanaman tumbuhan ganja. Ludmila, nenek Joseph, sebelumnya sudah memiliki pengalaman dalam berkebun tetapi untuk tumbuhan ganja ia belum pernah. Bersama Aire, cucu perempuannya, ia mempelajari cara menanam tumbuhan ganja. Mereka mempelajarinya dari video-video yang ada di internet.

Ludmila mengatakan bahwa cara menanam tumbuhan ganja sama dengan teknik penanaman tomat. Ketika menanam, kondisi tanah harus lembap dan diperlukan penyiraman setengah dosis air. Setelah disiram, pot diletakkan di bawah lampu dengan pola siklus 18/6 yaitu 18 jam cahaya dan 6 jam kegelapan. Jadi, dalam satu hari, tanaman ganja harus disinari cahaya lampu selama 18 jam. Enam jam sisanya, lampu dimatikan dan biarkan tanaman ganja ada di dalam kegelapan.

Dalam teknik tersebut, air yang digunakan untuk menyirami tumbuhan ganja adalah air biasa. Ludmila merasa bahwa ini tidak cukup. Ia pun membuat improvisasi teknik penanaman ganja. Ia mengganti air biasa dengan kaldu. Kaldu kemudian ia gunakan untuk menyirami tanaman ganja.

Improvisasi yang dilakukan Ludmila menghasilkan produk ganja berkualitas unggul. Efek produk ganjanya kuat. Ludmila menamai produk ganja ini dengan nama Pastraweed.

E. Concept Development and Testing

Joseph sekeluarga kemudian melakukan pengetesan produk ganja yang mereka tanam. Hasilnya sangat fantastis. Ganja Pastraweed memiliki efek yang kuat walaupun masih setengah kering. Nenek Ludmila mengklaim bahwa ketika Pastraweed masih setengah kering, efek yang ditimbulkan baru 50%-nya saja. Artinya, ketika kering, kualitasnya akan meningkat.

F. Marketing Strategi Development, Test Marketing, Commercialization

Belum sempat merencanakan pengembangan marketing, ganja hasil panen keluarga Joseph malah raib ketika disimpan di mobil box. Ada sekelompok orang yang datang ke garasi dan mengambil alih mobil box beserta semua ganja yang ada di dalamnya.

Sekelompok orang tersebut ternyata menjual ganja kepada seorang mafia ganja bernama Jaures. Namun Jaures tidak membelinya. Ia mengembalikan 50% ganja tersebut kepada keluarga Joseph, sisanya ia minta sebagai imbalan. Secara tidak langsung, Jaures sama saja membantu test marketing dan komersialisasi ganja pastraweed. Sebab, ganja Pastraweed yang ia dapatkan akan di dicoba dan dijual.

Ganja Pastraweed mendapat respon yang bagus dari konsumen. Jaures kemudian memaksa keluarga Joseph untuk menjadi produsen ganja untuk dirinya. Joseph terpaksa setuju. Inilah awal komersialisasi ganja pastraweed.

Marketing Channel (Chapter 12): Jaures 

Marketing channel didefinisikan sebagai rangkaian dari organisasi yang saling bergantung dengan unit bisnis untuk membantu supaya produk dari unit bisnis dapat tersedia bagi konsumen. Dalam film ini, keluarga Joseph berperan sebagai unit bisnis yang melakukan produksi. Mereka hanya berfokus untuk menghasilkan produk ganja Pastraweed saja. Urusan distribusi produk, ada di tangan Jaures. Ia adalah mafia yang mengedarkan produk ganja untuk konsumen. sumber: Kotler, 2018 (diedit)

Jaures memaksa Joseph menyetujui kontrak untuk memproduksi ganja dan mendistribusikannya hanya kepada Jaures. Joseph pun menyetujui kontrak tersebut karena Jaures mengancam. Terbentuklah kerjasama antara produsen dengan wholeseller. Wujud kerja sama tersebut tergolong sebagai contractual vertical marketing system.

Personal Selling (Chapter 14): Menjual Album 

Kebijakan pelegalan ganja batal ditetapkan. Ayah Clementine terjerat kasus skandal dan gagal menjadi menteri kesehatan. Ini menjadi masalah besar bagi Keluarga Joseph. Mereka tetap dipaksa memproduksi ganja Pastraweed oleh Jaures. Jika tidak mereka akan dibunuh.

Aure pun memutar otak untuk mencuci uang supaya tidak dicurigai oleh polisi. Bersama anggota keluarga yang lain, Aure menjual album penyanyi terkenal yaitu Enrico. Pendapatan dari penjualan ini digunakan untuk menyamarkan penghasilan dari penjualan ganja.

Uniknya, mereka menjual album Enrico dengan cara Personal selling. Personal selling melibatkan interaksi dengan calon konsumen secara langsung untuk melakukan penjualan. mereka mendatangi setiap pejalan kaki di trotoar dan menawarkan album tersebut.

Tanggapan, Solusi, dan Kesimpulan

Teori New Product Development Process oleh Philip Kotler dan Amstrong mengungkapkan bahwa ada delapan tahapan untuk mengembangkan produk baru. Adapun urutan tahapan tersebut adalah idea generation, idea screening, concept development and testing, marketing strategy development, business analyis, product development, test marketing, dan commercialization. Dalam film ini, Keluarga Joseph tidak melakukan tahapan ini secara urut dan komplit. Mereka hanya melakukan tahapan idea generation, idea screening, business analyis, product development, concept development and testing. Namun demikian, tiga tahapan lainnya dilakukan oleh pihak lain yaitu Jaures.

Dalam teori Number of Channel Levels ada dua jenis marketing channel yaitu direct marketing channel dan indirect marketing channel. Keluarga Joseph menggunakan jenis Indirect marketing channel. Dengan Jaures sebagai intermediary-nya. Adanya Jaures sebenarnya menguntungkan keluarga Joseph karena mereka tidak perlu melakukan effort yang lebih dalam hal distribusi produk. Jaures adalah mafia ganja yang mempunyai banyak saluran yang dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan produk ganja.

Teknik personal selling juga tidak mereka lakukan secara benar. Seharusnya, personal selling dilakukan dengan cara berinteraksi dengan calon konsumen serta mengamati kebutuhan dan karakteristik konsumennya tersebut. Dengan memahami kebutuhan dan karakteristik konsumen, kita dapat menawarkan produk yang cocok mereka. Personal selling yang dilakukan Aure cs kurang tepat. Mereka melakukan di trotoar jalan. Umumnya pejalan kaki tidak memiliki kebutuhan akan dvd album lagu Enrico. Akan lebih cocok jika mereka melakukan itu di festival musik Enrico atau di restoran milik Enrico. Kemungkinan besar orang-orang di situ lebih familiar dengan Enrico dan akhirnya tertarik dan membeli album-album tersebut.

Terlepas dari legal atau ilegal, baik atau buruk, ternyata bisnis ganja yang dilakukan keluarga Joseph juga menggunakan prinsip-prinsip marketing walaupun belum diterapkan secara sempurna. New Product Development Process perlu dilakukan secara runtut untuk menghasilkan produk yang baik. Produk yang baik akan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Distribusi produk juga harus dikelola untuk memastikan ketersediaan produk untuk konsumen. Dengan demikian, kinerja marketing akan semakin maksimal.

Referensi

Kotler, P., Armstrong, G., & Opresnik, M. Principles of marketing.

Family Business (TV Series 2019– ) – IMDb. IMDb. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.imdb.com/title/tt10423460/.

Penulis : Muhammad Ikhsan HIdayat (444841)


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
4
OMG
Win Win
4
Win
ikhsan

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format