Blackpink: Light Up The Sky, Mengungkap Dunia di Balik Panggung

Blackpink, girlgroup asal Korea Selatan, meengungkapkan kisah perjuangan mereka mulai dari masa pelatihan hingga berhasil menjadi grup terpopuler


1
1 point

SINOPSIS FILM

Blackpink: Light Up The Sky merupakan film dokumenter karya sutradara Caroline Suh yang berkisah tentang girlgroup asal Korea Selatan, yaitu Blackpink. Blackpink memiliki 4 anggota yang terdiri dari Jisoo, Rose, Jennie, dan Lisa. Film ini mengupas perjalanan karier mereka yang diselimuti keringat dan air mata mulai dari masa pelatihan hingga sukses menjadi penyanyi wanita terpopuler di Korea Selatan.  Kepribadian masing-masing anggotanya pun dibahas secara mendalam. 

Sumber: https://wowkeren.com/berita/tampil/00251024.html 

Mulai dari Jisoo, anggota tertua yang berkepribadian kuat dan pintar berasal dari Korea Selatan. Menurut pengakuan produser Blackpink, Teddy Park, ia  melihat Jisoo menangis hanya sekali. Rose merupakan gadis yang gigih dan sensitif bertempat tinggal di Australia. Sejak kecil, ia tumbuh dikelilingi musik sehingga bercita-cita untuk menjadi penulis lagu juga. Jennie adalah anggota asal Selandia Baru yang tegas dalam menyampaikan emosi dan pendapatnya, tetapi memiliki hati yang lembut. Terakhir, Lisa merupakan gadis asal Thailand yang menyenangkan dan lucu. Blackpink memiliki anggota dari latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda. Hal ini justru berhasil menyatukan mereka untuk melengkapi satu sama lain dan menjadi sahabat yang baik. 

Sumber: https://m.cnnindonesia.com/hiburan/20201014160843-230-558393/infografis-jejak-karier-blackpink

PERJUANGAN YANG TAK ADA HABISNYA

YG Entertainment disebut sebagai BIG3 di Korea Selatan bersama JYP Entertainment dan SM Entertainment karena mereka menjadi  fondasi bagi musik Kpop melalui artis-artis yang dinaunginya sejak tahun 90-an. Agensi ini merupakan rumah bagi banyak penyanyi, seperti Bigbang, AKMU, Ikon, Winner, dan Epik High yang ingin membuat sebuah girlgroup pada tahun 2016. Hal ini disebabkan oleh adanya kekosongan girlgroup setelah 2NE1 hiatus dan akhirnya bubar pada tahun yang sama. Agensi pun mencari trainee (peserta pelatihan) yang layak dipilih untuk menjadi penerus girlgroup di YG Entertainment. 

Lika-liku perjuangan Jisoo, Rose, Jennie, dan Lisa berhasil tergambar dengan jelas melalui film ini. Mereka menghabiskan waktu selama 14 jam untuk berlatih menyanyi dan menari setiap hari dan hanya mendapatkan libur 1 hari dalam 2 minggu. Selain itu, gadis-gadis ini pun harus bersaing dengan puluhan trainee agar mampu membuktikan bahwa mereka berempat lah yang layak menjadi bagian dari Blackpink. Masalah timbul setelah Blackpink berhasil debut, yaitu bagaimana caranya untuk bertahan di dunia hiburan korea yang sangat kompetitif. Setiap tahun, ada puluhan penyanyi baik girlgroup maupun boygroup melakukan debut. Tak bisa dipungkiri, banyak dari mereka yang tidak bisa bertahan dan hanya sedikit saja yang mampu berhasil. 

NEW PRODUCT DEVELOPMENT STRATEGY

                         

Sumber: Kotler and Armstrong (2018)

Idea generation

Dalam tahap ini, YG Entertainment mendapatkan ide untuk membentuk sebuah girlgroup baru berjumlah 9 orang untuk mengisi kekosongan girlgroup karena 2NE1 sebagai girlgroup senior sedang hiatus. Kesembilan anggota akan dipilih berdasarkan evaluasi menyanyi dan menari yang diselenggarakan oleh agensi setiap bulan.

Idea screening

Setelah melakukan perundingan lebih lanjut, pihak agensi merasa girlgroup berjumlah 9 orang terlalu banyak sehingga mereka memutuskan untuk membentuk girlgroup yang berisi 4 orang. Sayangnya, alasan dibalik pemangkasan anggota dari 9 orang menjadi 4 orang tidak dijelaskan dalam film Blackpink: Light Up The Sky. 

Concept development and testing

Agensi harus menentukan konsep sebuah grup agar menjadi ciri khas tersendiri. Hal itu pun dilakukan oleh YG Entertainment saat memutuskan ingin membentuk girlgroup baru. Girlgroup tersebut diberi nama Blackpink dengan mengusung konsep girl crush hip hop. Konsep ini dipilih karena hip hop merupakan ciri khas dari YG Entertainment sejak lama. Setelah menentukan nama girlgroup dan mematangkan konsep, pihak agensi berusaha mencari trainee (peserta pelatihan) yang cocok untuk menjadi bagian dari Blackpink dengan cara menggabungkan beberapa trainee dalam grup yang berbeda-beda setiap evaluasi bulanan. 

Marketing strategy development

Strategi pemasaran yang diperlihatkan pada film Blackpink: Light Up The Sky adalah penetapan target pasar dan distribusi. Target pasar yang dipilih untuk Blackpink adalah kalangan anak muda dari generasi millenial hingga generasi Z baik perempuan maupun laki laki di Benua Asia. Saluran distribusi yang ditentukan adalah melakukan promosi lagu melalui music show, yaitu Inkigayo dan Show! Music Core. Selain itu, distribusi album dilakukan melalui YG e-shop dan marketing channel resmi yang telah bekerja sama dengan pihak agensi.

Business analysis

Tahapan yang menunjukkan kegiatan untuk menganalisis komponen bisnis dalam suatu produk, seperti perkiraan penjualan, biaya, dan laba tidak dijelaskan dalam film. 

Product development

Puluhan evaluasi bulanan telah dilaksanakan dengan menggabungkan puluhan trainee potensial dalam beberapa grup. Akhirnya, YG Entertainment memutuskan untuk memilih 4 trainee perempuan, yaitu Jisoo, Lisa, Rose, dan Jennie. Keempat trainee tersebut akan bergabung dalam girlgroup Blackpink dengan mengusung konsep girlcrush hip hop. Tak berhenti sampai di situ, keempat orang yang sudah dipilih harus mengikuti pelatihan ekstra. Pada awalnya, mereka dievaluasi dalam grup. Namun, mereka harus melakukan evaluasi secara individu dan grup untuk mempersiapkan debut mereka. 

Test marketing

Untuk mengetahui respon pasar yang sesungguhnya, YG Entertainment mengunggah video menari yang menampilkan keempat anggota girlgroup dalam satu kesatuan melalui  youtube. Upaya ini berhasil untuk mengetahui antusiasme orang-orang. Ternyata, video tersebut mampu menarik perhatian orang-orang karena grup ini merupakan girlgroup yang sudah ditunggu-tunggu debutnya dari YG entertainment.

Commercialization

Setelah melewati berbagai tahapan, debut girlgroup Blackpink dilakukan secara resmi dengan mengundang beberapa wartawan untuk meliput konferensi pers yang diselenggarakan oleh agensi. Konferensi pers tersebut berisi perkenalan masing-masing anggota dan isi mini album yang telah dikeluarkan. Tak hanya itu, Blackpink menampilkan lagunya di music show, yaitu inkigayo dan Show! Music Core. 

PRODUCT LIFE CYCLE

Sumber: Kotler and Armstrong (2018)

Product development

Dalam tahap ini, YG Entertainment sedang mengembangkan ide, yaitu ingin membentuk sebuah girlgroup baru yang berisi 4 anggota. Sebelum memilih 4 anggota yang akan melakukan debut, sejumlah trainee perempuan harus menerima pelatihan menyanyi dan menari secara intensif bersama dengan pelatih. Kemudian, mereka akan diuji setiap bulan oleh petinggi YG Entertainment. Akhirnya, empat anggota yang dipilih adalah Jisoo, Lisa, Rose, dan Jennie. Tak hanya itu, agensi pun berusaha untuk mematangkan konsep agar girlgroup baru memiliki ciri khas yang membedakan mereka dengan grup lain. Setelah proses tersebut selesai, keputusan yang diambil adalah menggunakan konsep girlcrush hip hop.  

Evaluasi bulanan yang dilakukan oleh YG Entertainment

Introduction

Pada tahap ini, Blackpink telah resmi melakukan debut. Upaya yang dilakukan agensi adalah menyelenggarakan konferensi pers terlebih dahulu bersama dengan para wartawan berita Korea Selatan. Setelah itu, mereka berempat harus mempromosikan lagunya dengan tampil di panggung music show dan membintangi berbagai macam acara reality show TV Korea Selatan. Promosi tersebut gencar dilakukan agar penjualan mini album meningkat.

Suasana konferensi pers bersama dengan wartawan

Growth

Blackpink telah berhasil menguasai pasar Korea Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan lagu-lagu yang dikeluarkan berhasil meraih peringkat pertama di chart musik. Selain itu, mereka merupakan satu-satunya grup asal Korea Selatan yang diundang dalam festival musik terkenal di seluruh dunia, yaitu Coachella pada tahun 2019. Tak hanya itu, mereka pun melakukan kolaborasi bersama penyanyi papan atas dunia, seperti Lady Gaga, Selena Gomez, dan Dua Lipa. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Blackpink telah dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia. Oleh karena itu, YG Entertainment ingin merambah pasar yang lebih luas, yaitu negara-negara di Benua Amerika dan Benua Eropa. 

Blackpink tampil di festival music Coachella pada tahun 2019

CHANNEL BEHAVIOR AND ORGANIZATION

Film Blackpink: Light Up The Sky menunjukkan bahwa YG Entertainment melakukan promosi dan distribusi penjualan baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain. Promosi karya terbaru dilakukan dengan dua cara melalui music show di saluran televisi untuk mempromosikan lagu dan toko album untuk mempromosikan album agar dibeli oleh para penikmat musik. Dalam upayanya untuk melakukan distribusi, YG Entertainment selaku agensi dari Blackpink membuka toko album sendiri melalui YG e-shop secara online. Agensi ini juga bekerja sama dengan marketing channel, yaitu retailer dan reseller secara resmi dengan mendirikan baik toko online maupun offline. Tak hanya itu, agensi  bekerja sama dengan promotor yang berguna sebagai distributor tiket konser dari negara yang telah disetujui untuk diadakan sebuah konser Blackpink. Dengan demikian, YG Entertainment menerapkan multichannel distribution systems.

CHANNEL DESIGN DECISIONS

                                           

Sumber: Kotler and Armstrong (2018)

Analyzing Consumer Needs

Segmen pasar yang diambil oleh YG Entertainment untuk girlgroup Blackpink adalah anak muda generasi millenial sampai generasi Z baik laki-laki maupun perempuan di negara-negara Benua Asia. Namun, pihak agensi perlu mempertimbangkan segmen geografis karena para penggemar Blackpink berasal dari tidak hanya negara-negara Benua Asia, tetapi juga negara-negara Benua Eropa dan Benua Amerika. Para penggemar dari berbagai macam negara ini ingin mendapatkan album sesegera mungkin saat Blackpink mengeluarkan lagu baru. Album penyanyi Kpop tak terkecuali Blackpink berisi CD, photocard, photobook, polaroid, poster dan postcard. Para penggemar cenderung ingin mengoleksi seluruh photocard anggota karena satu album hanya menyediakan satu photocard secara acak. Untuk menjangkau penggemar secara lebih luas, YG Entertainment harus melakukan kerja sama dengan marketing channel dari berbagai negara. 

Setting Channel Objectives

Penerapan multichannel distribution systems bertujuan untuk memuaskan para penggemar Blackpink yang tersebar di berbagai negara. YG Entertainment telah menggelar konser di negara-negara Benua Amerika dan Eropa dengan bekerja sama promotor setempat. Dengan begitu, agensi dapat memperluas kerja sama dengan marketing channel, yaitu retailer dan reseller di negara-negara Benua Eropa dan Benua Amerika secara resmi. 

Identifying Major Alternatives

Sebagian besar distributor resmi YG Entertainment adalah online store. Hal ini dipilih agar para penggemar merasakan kemudahan dalam melakukan pembelian. Selain itu, pihak agensi dapat menghemat biaya dengan tidak mendirikan toko. Agensi pun memilih alternatif selective distribution dengan melakukan seleksi terhadap marketing channel yang ingin bekerja sama dengannya. Selective distribution dapat dilihat dari jumlah distributor yang menjual album Blackpink tidaklah banyak.

Evaluating Channel Alternatives

Pihak agensi dapat melakukan evaluasi terkait seberapa efektifnya perantara yang sudah dipilih dalam mendatangkan keuntungan. Apabila terbukti tidak efektif, agensi dapat melakukan perbaikan terlebih dahulu atau memutus kerja sama dengan mereka.

CHANNEL MANAGEMENT DECISIONSumber: Kotler and Armstrong (2018)

Selecting Channel Members

Pada tahap ini, YG Entertainment melakukan seleksi terlebih dahulu kepada marketing channel yang akan ditawari kerja sama. Sebuah bisnis bergantung pada mitra dalam hal saluran pemasaran, hal ini menjadi salah satu kunci yang penting agar perusahaan mendapatkan keberhasilan. Untuk mendukung proses seleksi, agensi dapat mengevaluasi setiap mitranya berdasarkan pengalaman bisnis, kemampuan mengelola keuangan, lokasi yang dipilih, dan laporan pertumbuhan laba. 

Managing Channel Members

Setelah memilih marketing channel, pihak agensi perlu mengelolanya dengan cara melakukan pelatihan terlebih dahulu. Pelatihan ini berguna untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pelayanan dealer dan staf penjualannya kepada para pembelinya dengan dilakukan baik secara online maupun offline.  

Selain itu, pelatihan perlu dilakukan agar mitra yang dipilih memiliki nilai yang sama dengan agensi sehingga pembeli menganggap bahwa perusahaan konsisten. Upaya ini dilakukan agar para penggemar merasa aman dan percaya dalam melakukan pembelian di marketing channel yang telah dipilih.

Motivating Channel Members

Tak hanya mengelola marketing channel, YG Entertainment pun harus senantiasa memotivasi mereka agar tidak terjadi penurunan kinerja dan berujung memutus kerja sama antar kedua belah pihak. Cara memotivasi yang bisa dilakukan adalah memberikan penghargaan bagi mitra saluran pemasaran yang telah memberikan kinerja baik. Selain itu, pihak agensi dapat mengembangkan sistem distribusi terintegrasi untuk mengidentifikasi kebutuhan para distributor dan membangun program yang dapat membantu mereka beroperasi dengan efisien.

Evaluating Channel Members 

Para mitra saluran pemasaran perlu dievaluasi terkait penjualan, tingkat inventori, pelayanan terhadap pelanggan, waktu pengiriman, penyelesaian keluhan pelanggan, dan pelaksanaan promosi. Saat mitra saluran pemasaran mendapatkan hasil yang memuaskan dengan melakukan tugasnya dengan baik, agensi perlu memberikan penghargaan. Apabila hasilnya tidak memuaskan, agensi dapat melakukan perbaikan terlebih dahulu atau memutus kerja sama dengan mereka. 

PORTER'S GENERIC STRATEGIES

Michael Porter mengidentifikasi 4 jenis strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan dalam mengklasifikasikan dan menggerakkan perilaku perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Keempat strategi ini terdiri dari overall cost leadership, differentiation, focus, dan middle of the road. YG Entertainment menerapkan strategi differentiation. Differentiation adalah strategi perusahaan yang berfokus pada melakukan upaya diferensiasi produk atau jasa dari para pesaing. Hal ini dapat dilihat dari ciri khas yang berusaha dibangun oleh YG Entertainment kepada Blackpink. Blackpink terkenal sebagai girlgroup yang mengusung konsep girl crush hip hop. Girlgroup Korea Selatan sangat jarang mengusung konsep ini sehingga Blackpink memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan yang lain. Selain itu, suara yang dihasilkan para anggotanya sangat unik terutama Rose dan Jisoo. Para penikmat musik dapat dengan mudah menebak suara mereka berdua saat mendengarnya. Dengan begitu, aura dari masing-masing anggota tidak menutupi satu sama lain sehingga mereka berempat dapat bersinar. 

COMPETITOR ANALYSIS

                                           

Sumber: https://merahputih.com/post/amp/intip-pembagian-penghasilan-antara-selebriti-korea-dengan-agensi

Identifying Competitors

Dunia hiburan korea selatan terkenal dengan persaingannya yang ketat. Setiap agensi mengadakan audisi hampir setiap tahun. Para peserta audisi yang lolos akan diberikan pelatihan dalam kurun waktu yang ditentukan. Upaya ini dilakukan oleh agensi untuk mencetak penyanyi yang terkenal supaya perusahaan mendapatkan keuntungan. Blackpink sebagai girlgroup asuhan YG Entertainment harus bersaing dengan ratusan penyanyi mulai dari solois, duo, grup, dan band dari berbagai macam genre. Berdasarkan konsep pasar pesaing, pesaing utama Blackpink adalah penyanyi yang berasal dari SM Entertainment dan JYP Entertainment karena ketiga agensi ini merupakan BIG3 agensi di Korea Selatan. Ketiga agensi ini bersaing ketat untuk menawarkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tertentu dari segmen pasar yang sama. Selain itu, mereka juga harus bersaing untuk mendapatkan peringkat no 1 di chart musik

Assessing Competitors

  • Determining Competitors’ Objectives

Baik JYP Entertainment maupun SM Entertainment bertujuan untuk memaksimalkan aliran dana yang masuk ke dalam perusahaan. Usaha yang dilakukan JYP Entertainment untuk mencapai tujuannya adalah sering mengeluarkan lagu baru bahkan hampir setiap bulan bagi girlgroup dan boygroup asuhannya. Dengan begitu, para penggemar akan membeli album-album idola kesayangannya. Sedangkan, SM Entertainment berusaha untuk memproduksi berbagai macam merchandise, seperti makanan, alat elektronik, peralatan makan, dll. Para penggemar akan mengoleksi semua merchandise yang berkaitan dengan idolanya. 

YG Entertainment pun memiliki tujuan yang  sama dengan kedua pesaing utamanya, yaitu memaksimalkan aliran dana yang masuk. Upaya yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah memproduksi merchandise unik, seperti kaus, bando, gantungan kunci,  topi, dompet, pulpen, pin, dan stiker.

  • Identifying Competitors’ Strategies

Strategi yang dilakukan oleh JYP Entertainment adalah mengirimkan girlgroup dan boygroup asuhannya ke acara reality show  di berbagai saluran TV setempat. Untuk SM Entertainment, agensi ini sering melakukan kolaborasi dengan penyanyi lain di Korea Selatan dan membuat acara reality show sendiri untuk mengungkap kepribadian para penyanyinya. Sedangkan, YG Entertainment melakukan strategi dengan mengadakan kolaborasi antara Blackpink dan penyanyi ternama luar negeri, seperti Lady Gaga, Selena Gomez, dan Dua Lipa. Ketiga agensi memutuskan untuk menggunakan strategi di atas agar boygroup dan girlgroup dari agensi mereka dapat dikenal oleh masyarakat luas terutama di negara-negara Asia. Namun, sedikit berbeda dengan YG Entertainment, agensi ingin memperkenalkan Blackpink kepada orang-orang di seluruh dunia. 

  • Assessing Competitors’ Strengths and Weaknesses

Kelemahan dari JYP Entertainment adalah memiliki marketing channel yang sedikit. Agensi jarang melakukan kerja sama dengan para distributor dengan berbagai negara-negara yang termasuk ke dalam segmen pasarnya. Kelebihanya adalah mampu memproduksi lagu dan melakukan promosi bagi girlgroup dan boygroup asuhannya dengan cepat. Sementara itu, kelebihan yang dimiliki oleh SM Entertainment adalah saluran distribusinya yang kuat dengan bekerja sama dengan banyak mitra, bahkan agensi mendirikan toko resmi di negara lain contohnya Indonesia. Kelemahannya adalah jumlah penjualan album dan streaming pada lagu-lagu melalui youtube yang rendah dibandingkan kedua agensi. 

  • Estimating Competitors’ Reactions

Blackpink merupakan girlgroup satu-satunya berasal dari Korea Selatan yang berhasil diundang sebagai bintang tamu dalam Coachella pada tahun 2019. Coachella terkenal menjadi festival musik terbesar di seluruh dunia dengan mengundang penyanyi-penyanyi papan atas dunia. Hal ini menjadi pencapaian prestasi yang sangat luar biasa bagi Blacpink dapat mewakili negaranya sekaligus mendapatkan sorotan dari para penonton yang berasal dari berbagai belahan dunia. Tentu saja, pencapaian ini tidak disambut dengan baik oleh para pesaing utama, yaitu JYP Entertainment dan SM Entertainment. Reaksi dari kedua agensi ini dapat dikategorikan sebagai Laid-back Competitor. Laid-back Competitor adalah pesaing tidak bereaksi dengan cepat atau kuat terhadap langkah yang diambil oleh lawannya. SM Entertainment sendiri menanggapi pencapaian yang ditorehkan oleh Blackpink dengan melakukan debut pada boygroup baru yang berfokus pada pasar Benua Amerika setelah beberapa bulan. Sedangkan, JYP Entertainment berfokus untuk memperkuat pasarnya di negara Jepang dengan mengeluarkan album dalam bahasa Jepang dan melakukan debut girlgroup yang semua anggotanya merupakan warga negara Jepang. 

Selecting Competitors to Attack and Avoid

YG Entertainment fokus pada pesaing kuat atau lemah. Agensi memilih untuk berkompetisi dengan agensi-agensi yang kuat. Apabila YG Entertainment berhasil mengalahkan pesaing utamanya, maka mereka dapat menjadi agensi terkuat di Korea Selatan. Pihak agensi berusaha untuk menyerang kelemahan yang dimiliki oleh JYP Entertainment dan SM Entertainment. Langkah yang ditempuh adalah memperkuat marketing channel dan memperoleh jumlah streaming lagu melalui youtube dengan jumlah tertinggi bahkan mampu mengalahkan penyanyi papan atas dunia. YG Entertainment pun mempunyai kelebihan, yaitu ciri khas Blackpink yang berbeda dari girlgroup lain dengan menonjolkan keunikan dari masing-masing anggotanya. 

BALANCING CUSTOMER AND COMPETITOR ORIENTATIONS

                                   

Sumber: Kotler and Armstrong (2018)

Untuk menyeimbangkan orientasi konsumen dan kompetitor, pihak agensi memilih market orientation. Market orientation berfokus pada pasar dengan memperhatikan kedua sisi baik konsumen maupun kompetitor dalam merancang strategi pemasarannya. YG Entertainment  mempertimbangkan kemauan para pelanggan terutama penggemar dari Blackpink untuk menggelar konser dan memproduksi album. Pendapat dari para penggemar sangatlah penting bagi keberlangsungan Blackpink. Apabila terdapat skandal yang menimpa anggota, hal itu dapat menyebabkan saham agensi menjadi turun. Dengan begitu, YG Entertainment harus berhati-hati dalam membuat keputusan agar reputasi Blackpink dapat terjaga dengan baik. Tak hanya itu, agensi juga melihat bagaimana pesaing menjalankan bisnisnya. JYP Entertainment dan SM Entertainment kerap melakukan inovasi-inovasi dalam agensinya. Oleh karena itu, pihak agensi berusaha menyesuaikannya dengan memanfaatkan kelemahan para pesaing untuk melakukan inovasi.

SOLUSI PENYELESAIAN MASALAH

1. Memperluas kerja sama dengan marketing channel

Saat ini, Blackpink memiliki penggemar berasal dari tidak hanya negara-negara Benua Asia, tetapi juga negara-negara Benua Amerika dan Benua Eropa. YG Entertainment harus mempertimbangkan untuk memperluas segmen pasarnya. Dengan begitu, pihak agensi harus menjalin kerja sama dengan marketing channel dari negara-negara Benua Amerika dan Benua Eropa supaya para penggemar dapat membeli merchandise dan album Blackpink secara lebih mudah. 

2. Merilis lagu dengan genre yang berbeda

Beberapa tahun terakhir, lagu yang dirilis oleh Blackpink memiliki genre yang sama, yaitu electronic hip hop. Saat ini, Blackpink telah memasuki fase growth. Dengan begitu, mereka harus mengambil tantangan dengan merilis lagu dengan genre yang berbeda tanpa harus merusak konsep yang telah dibangun, misalnya genre hip hop dengan melodi yang kalem. Hal ini perlu diupayakan agar para penggemar tidak merasakan bosan dan dapat menikmati musik dengan warna baru.

3. Memperbanyak lagu berbahasa inggris

Berkat pencapaian Blackpink yang berhasil diundang dalam festival musik Coachella pada tahun 2019, hal ini membuka lebar kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang supaya membeli album mereka. YG Entertainment perlu merilis lebih banyak lagu dengan menggunakan bahasa inggris supaya dapat menembus pasar musik internasional.

REFERENSI

Kotler, P., & Gary Armstrong. 2018. Principles of Marketing Global Edition (17th Ed.). Harlow: Pearson Education Limited

R Sengar. (2018, September 3). Channel Management Decisions: Top 5 Steps. Art of Marketing – Learn the Art of Marketing from the Experts! https://www.artofmarketing.org/distribution-channels-2/channel-management-decisions/channel-management-decisions-top-5-steps/13679

8 Stepped Process of Analysing Competitors. (2015, April 15). Your Article Library. https://www.yourarticlelibrary.com/marketing/8-stepped-process-of-analysing-competitors/48761

Introduction to Porter’s Generic Strategies | Resources | Get Lucidity. (2020). Getlucidity.com. https://getlucidity.com/strategy-resources/introduction-to-porters-generic-strategies/

PENULIS

Yohanika Kurnia Putri


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Yohanika22

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format