“Cek Toko Sebelah” Yuk!


1
1 point

Film garapan sutradara Ernest Prakasa yang diproduksi oleh Starvision Plus berhasil mendapatkan sejumlah 7 nominasi denggan memenangkan 1 nominasi yaitu skenario asli terbaik dalam ajang Piala Citra serta memenangkan dua kategori yaitu Aktor Terpuji dan Film Terpuji dalam ajang Festival Film Bandung 2017. Cek Toko Sebelah merupakan film yang mengkisahkan berdasarakan kisah asli dalam keluarga etnis Tionghoa yang pada umumnya para orangtua yang menyuruh anaknya menjaga toko dagangan walaupun anak tersebut telah mengeyam pendidikan tinggi dan mendapatkan karir yang mapan.  
Sumber : https://id.wikipedia.org/

Sinopsis Cek Toko Sebelah 

Film menceritakan kisah sebuah keluarga pemilik toko kelontong (Toko Jaya Baru) yang dikelola oleh seorang bapak tua bernama Koh Afuk yang diperankan oleh Chew Kin Wah dan istrinya sejak tahun 1998 yang diperankan oleh Dayu Wijayanto. Pemilik toko tersebut memiliki kedua anak laki-laki bernama Erwin (Ernest Prakasa) dan Yohan (Dion Wiyoko). Namun saat Erwin dan Yohan masih berumur belia, Ibu mereka telah meninggal dunia. Toko tersebut lah yang menjadi kenangan keluarga mereka dalam mengenang istri dari Koh Afuk. 

Tahun terus berlalu dan tak terasa usia Koh Afuk terus bertambah. Koh Afuk pun jatuh sakit dan beliau memutuskan untuk mewariskan toko tersebut kepada Erwin. Namun Erwin yang sedang berada pada puncak karir dan sedang proses dipromosikan di kantornya, merasa keberatan serta mendengar keputusan Koh Afuk. Pun sang anak sulung, Yohan, merasa kecewa karena ia merasa bahwa dirinya lah yang pantas untuk menjalankan toko tersebut. Koh Afuk tidak menyerahkan toko kepada Yohan, karena anak sulungnya yang masih bekerja serabutan dan memiliki hubungan yang kurang baik dengan bapaknya. Sehingga Koh Afuk tetap meyakinkan Erwin untuk mengurus toko kelontong tersebut dengan jaminan bila dalam waktu sebulan ia tidak menyukainya maka ia boleh melepaskan tanggung jawab tersebut. Akhirnya Erwin pun menyetujuinya dan langsung menjalankan toko tersebut.

Perjalanan dalam mengelola toko pun tidak semudah bayangan Erwin. Ditambah adanya permasalahan persaingan dengan toko kelontong sebelah, polemik permasalahan keluarga yang bertambah panas, dan juga pihak yang pembeli dari toko Koh Afuk. Namun pada akhirnya toko pun terselamatkan berkat usaha dari kakak beradik Erwin dan Yohan. Selain itu, Koh Afuk memutuskan bahwa Yohan yang akan menjalankan toko kelontong sementara Erwin tetap melanjutkan karirnya untuk ke Singapura.

Permasalahan

Sumber permasalahan dari film Cek Toko Sebelah terdiri atas:

  • Erwin tidak ingin melanjutkan mengurus Toko kelontong Koh Afuk karena ingin melanjutkan karirnya sehingga Koh Afuk pun mengambil keputusan tanpa berpikir jangka panjang untuk menjual tokonya kepada pihak pembeli properti.
  • Persaingan antara Toko Jaya Baru yang dimiliki oleh Koh Afuk dengan Toko Makmur Abadi yang dimiliki oleh Pak Nandan selaku pesaingnya. Persaingan dtandai oleh lokasi toko yang bersebelahan serta keikutsertaan kedua pemilik usaha dalam mengikuti kompetisi desain toko untuk memenangkan hadiah sejumlah uang.
  • Ayu yang ditawari oleh mantannya, Reno, untuk membangun toko kue impiannya di Yogyakarta. Namun, sang suami, Yohan tidak mengizinkannya karena mengabulkan impian Ayu merupakan tanggungjawabnya. Sehingga Ayu masih harus untuk berjualan kue dengan menitipkan dagangannya di cafe.

Sumber : https://chakraswara.com/

Competitor Analysis

Dalam menjalankan suatu bisnis, perusahaan harus melakukan riset terlebih dahulu khususnya terhadap kompetitor seperti dalam strategi pemasaran, harga, jenis produk, promosi, dan channel perusahaannya. Analisis kompetitor terdiri atas berbagai tahap, diantaranya identifikasi kompetitor, menilai kompetitor, dan menyeleksi manakah kompetitor yang dianggap dapat menjadi ancaman dalam jalannya bisnis yang dijalankan. 

  • Identifying Competitor
    Toko Koh Afuk memiliki kompetitor dengan menjual produk yang serupa yaitu barang sembako bernama Toko Makmur Abadi milik Pak Nandan. Toko tersebut berada persis di sebelah dari toko Koh Afuk. Pada awalnya justru Toko Pak Nandan lah yang berada pada lokasi tersebut. Sebelum Toko Koh Afuk berada di samping dari Toko Makmur Abadi, Toko Koh Afuk berada pada posisi yang jauh dari lokasi tersebut. Akibat adanya penjarahan pada tahun 1998 menyebabkan Koh Afuk dan istrinya untuk membangun kembali dan terpaksa memindahkan toko. Sehingga pada akhirnya Koh Afuk memutuskan untuk membangun tokonya yang berada di samping toko Pak Nandan. Harga yang ditawarkan oleh kompetitor pun memiliki tingkat harga yang bersaing dan tak lupa bahwa Toko Koh Afuk memiliki target pasar yang sama yaitu para warga yang tinggal di sekitar wilayah toko tersebut.
  • Assessing Competitor
    • Competitors’ Objectives
      Jika ditinjau berdasarkan Technological leadership, Toko Koh Afuk memiliki peningkatan dalam masalah finansial pencatatan keuangan semenjak Erwin memutuskan untuk menjadi pengelola Toko Jaya Baru. Perubahan ini pada awalnya adanya kasus dimana seorang pelanggan setia Koh Afuk ingin melunaskan utangnya, namun menurut Koh Afuk bahwa utang yang dibayarkan kurang Rp200,000. Tetapi pelanggan tetap kekeh bahwa jumlah utang yang harus ia bayarkan adalah benar dengan jumlah uang yang diberikan. Koh Afuk yang lupa dan bingung pun pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti perkataan dari pelanggan tersebut. Hingga akhirnya melihat kejadian tersebut, Erwin memanfaatkan pencatatan secara digital yaitu menggunakan tablet dengan memfoto bukti struk terlebih dahulu dan mencatat dalam bentuk laporan keuangan di tablet sehingga kejadian tersebut dapat ditanggulangi. Sedangkan bentuk pencatatan keuangan yang dimiliki oleh Toko Makmur Abadi selaku kompetitor dari Toko Koh Afuk pun masih memakai sistem tradisional yaitu pencatatan melalui kertas bon.

      Dalam cakupan profitability, dirasakan bahwa Toko Koh Afuk memiliki profit yang lebih dimana lebih banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja di Toko Jaya Baru. Hal tersebut disebabkan bahwa pelanggan yang berbelanja di Toko Koh Afuk diperbolehkan untuk utang, sementara di Toko Makmur Abadi tidak diperbolehkan untuk utang.

    • Competitors’ Strategies
      Toko Koh Afuk dan Toko Pak Nandan memiliki strategi yang sama persis, hal tersebut disebabkan bahwa industri dan target pasar yang dimiliki pun sama dalam model toko kelontong. Sehingga jenis strategi yang dimiliki oleh kedua toko tersebut ialah strategic group yang merupakan sekelompok perusahaan dalam industri yang mengikuti strategi yang sama atau serupa di pasar sasaran tertentu.
  • Selecting Competitors to Attack and Avoid 
    • Strong or Weak Competitors
      Dalam menghadapi kompetitor, perusahaan dapat memilih pesaing dalam berbagai macam kategori kelas. Banyak perusahaan yang memilih kategori lemah atas kompetitornya. Hal tersebut disebabkan dengan memilih kategori kompetitor lemah, perusahaan bisa lebih berpeluang dalam memenangkan kompetisi dan dapat menghemat waktu serta tenaga yang dimiliki. Namun jika hanya berkompetisi dengan pesaing lemah, maka perusahaan tidak akan berkembang lebih jauh dibanding dengan berkompetisi dengan pesaing kuat. Jika ditinjau dalam kisah Cek Toko Sebelah, maka Toko Koh Afuk memilih untuk berkompetisi dengan pesaing kuat. Hal tersebut disebabkan kedua toko tersebut berlokasi di tempat yang bersebelahan serta memilih untuk menjual jenis produk yang sama dengan tingkat harga yang tidak berbeda jauh. Sehingga dengan memilih bersaing dengan strong kompetitor, maka Toko Koh Afuk sangat terlihat kompetitif dalam mengembangkan usahanya.
    • Good or Bad Competitors
      Good competitor merupakan pesaing atau kompetitor yang menjalankan usahanya sesuai dengan aturan industri yang berlaku dengan menerapkan sikap yang etis. Sedangkan Bad competitor merupakan persaing atau kompetitor yang menjalankan usahanya tidak sesuai atau melanggar aturan industri yang berlaku serta tidak menerapkan sikap yang etis. Jika dilihat pada toko kelontong saingan dari Koh Afuk, Toko Makmur Abadi termasuk kedalam kategori “Good Competitors”. Hal tersebut dapat ditinjau ketika adanya pemilihan pemenang dalam kompetisi dekorasi Toko, kedua toko tersebut bersaing secara sehat dan kompetitif tanpa adanya kecurangan. Selain itu Toko Pak Nandan juga berjualan untuk tujuan mendapatkan pelanggan dan melariskan dagangannya tanpa menjatuhkan kompetitor.
    • Finding Uncontested Market Spaces
      Red ocean strategy merupakan pemilihan strategi yang dipilih oleh Toko Koh Afuk. Dalam red ocean strategy memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat khususnya dalam tingkat harga. pemilihan red ocean strategy hanya memanfaatkan banyaknya permintaan atas konsumen, dimana jenis produk yang ditawarkan adalah sama. Maka dari itu, red ocean strategy berlaku pada industri dalam film ini. 

Competitive Strategies

Dalam menentukan strategi pemasaran setelah menganalisis kompetitor, perusahaan harus menentukan competitive advantage yang membedakan dengan pesaing. Competitive advantage merupakan karateristik unggulan berupa nilai konsumen yang dimiliki oleh suatu perusahaan dengan mutu yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. Dalam menciptakan competitive strategy, Toko Koh Afuk memanfaatkan “Treacy and Wisserma’s Basic Competitive Startegies”.  Berdasarkan Treacy and Wisserma’s Basic Competitive Startegies, perusahaan dapat memilih 3 tipe strategi yang terdiri atas :

  • Operational Excellence
    Strategi dimana perusahaan menekankan pada pemberian nilai lebih yang disampaikan kepada konsumen dengan cara penyajian tingkat harga yang lebih rendah dan kenyamanan yang lebih dibandingkan pesaing.
  • Customer Intimacy
    Strategi dimana perusahaan menetapkan satu target pasar yang dituju kemudian menyesuaikan produk atau layanannya agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang ditargetkan.
  • Product Leadership
    Strategi dimana perusahaan selalu menawarkan inovasi secara terus menerus. Strategi ini betujuan agar produk yang dipasarkan menjadi produk unggulan dalam industri target sehingga konsumen tidak menginginkan produk pesaing. 

Berdasarkan penjabaran dari ketiga tipe atas Treacy and Wisserma’s Basic Competitive Startegies, Toko Koh Afuk memilih untuk menerapkan tipe customer intimacy. Hal tersebut disebabkan adanya pelayanan yang ramah dari seluruh karyawan dari Toko Jaya Baru yang ditandai ketika konsumen datang untuk berbelanja maka karyawan akan mengajak ngobrol dan membantu langsung melayani. Selain itu, dengan adanya sistem pencatatan finansial dengan memanfaatkan teknologi maka pelayanan akan bersifat lebih cepat dan efisien jika dibandingkan toko pesaing yang masih menggunakan sistem tradisional. Toko Jaya Baru juga memberikan pelayanan istimewa pada para pelanggan dimana mereka diperbolehkan untuk mengajukan utang sehingga konsumen yang terdesak untuk membeli barang kebutuhan dapat tetap berbelanja. Tingkat harga yang ditawarkan juga berada pada tingkat harga yang bersaing dengan toko sebelah sehingga strategi dari Toko Koh Afuk masuk kedalam customer intimacy strategy.

Sumber : https://chakraswara.com/

Balancing Customer and Competitor Orientations

Orientasi perusahaan untuk menyeimbangkan antara konsumen dan pesaing dalam strategi pemasaran terbagi atas 4 jenis yaitu competitor-centered company (fokus dalam menentukan strategi melawan pesaing dengan mengamati pergerakan laju dari perusahaan kompetitor), costumer-centered company (fokus terhadap konsumen), product-centered company (fokus dalam pengembangan produk namun memberikan atensi yang kurang terhadap kompetitor dan konsumen), market-centered company (fokus yang seimbang antara konsumen dan kompetitor). Maka jika dikaitkan dengan orientasi dari Toko Jaya Baru, maka usaha Koh Afuk berorientasi pada market-centered company. Orientasi tersebut didasarkan pada fokus terhadap konsumen yang dilakukan oleh Toko Koh Afuk yang selalu memberikan kenyamanan, fasilitas, dan pelayanan produk yang berkualitas kepada para pelanggannya. Namun, Toko Jaya Baru juga tetap memperhatikan gerak-gerik kompetitor yang ditandai pada saat adegan kompetisi desain Toko untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah. Toko Koh Afuk yang kerap terus mengganti model desain karena model yang sebelumnya dianggap kurang kompeten dan tidak dapat bersaing dengan toko sebelah. Sehingga dengan melakukan beberapa kali perombakan desain, maka pada akhirnya Toko Koh Afuk berhasil memenangkan kompetisi tersebut.

Channel Design Decisions

  • Analyzing Consumer Needs
    Toko kelontong merupakan tempat belanja sehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar karena letaknya yang pada umumnya berada pada daerah perumahan atau perkampungan. Khususnya pada tahun 1900-an, dimana belum berkembangnya teknologi dalam perbelanjaan, masyarakat sangatlah mengandalkan toko offline. Namun toko offline pun juga eksistensinya tetap dipertahankan dan sangat dibutuhkan walau teknologi semakin maju. Hal tersebut sangatlah bertepatan dengan ramainya dari toko Koh Afuk. Jika kita menganalisis kebutuhan dari para konsumen, maka mereka menginginkan toko yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari yang lengkap dengan harga yang terjangkau. Selain itu, mereka juga menginginkan toko tersebut mudah diakses dengan lokasi yang strategis, dimana yaitu berada di dekat tempat tinggal masyarakat sekitar. Konsumen juga menginginkan fleksibilitas perihal pembayaran. Banyak konsumen yang telah menjadi pelanggan setia, namun mereka kerap membayar secara berhutang terlebih dahulu sambal menunggu uang bulanan.
  • Setting Channel Objectives
    Jika melihat pada channel level (lapisan perantara yang membantu perusahaan dalam memasarkan produknya dari produsen ke konsumen), Toko Jaya Baru menggunakan indirect marketing channel (saluran pemasaran yang terdiri dari satu atau lebih tingkat perantara). Hal ini ditandai dengan Toko Koh Afuk yang beroperasi sebagai perantara dari produsen ke konsumen. Toko yang selalu memesan setiap bulan atas produk kepada supplier-supplier tertentu. Tujuan dari sisem ini yaitu agar memudahkan para konsumen untuk lebih efektif dan efisien dalam berbelanja dengan lokasi yang mudah di akses. Selain itu, dengan tersedianya toko kelontong di daerah rumah penduduk, maka mereka tidak perlu untuk pergi jauh-jauh ke supermarket dalam berbelanja barang kebutuhan mereka.
  • Identifying and Evaluating Major Alternatives
    Dalam tahap ini, Toko Koh Afuk tidak memiliki alternative lain selain dengan berjualan secara offline atau pada toko secara resmi. Hal tersebut disebabkan bahwa jika ditinjau pada era 1998 hingga tahun 2016, transportasi dan belanja online masih belum ada dan jarang untuk dimanfaatkan oleh orang awam. Perilaku masyarakat pun yang masih sangat percaya dengan berbelanja secara offline, karena mereka dapat melihat dan bertransakasi secara riil. Penggunaan teknologi pun juga dirasa masih belum terlalu dibutuhkan. Sehingga Toko Jaya Baru merasa bahwa toko offline merupakan pilihan yang paling terbaik untuk seluruh pihak.

Product Life-Cycle Strategies

Toko Jaya Baru merupakan usaha yang telah didirikan oleh Koh Afuk dan istrinya sejak tahun 1998 tepat saat terjadinya masa reformasi. Saat ini, Toko berada pada tahap decline jika dikaitkan dengan product life-cycle strategies. Decline merupakan periode dimana suatu usaha mengalami penurunan penjualan dan keuntungan. Dalam tahap ini, penjualan dapat drop ke titik nol, atau mungkin turun ke tingkat rendah yang terus berlanjut selama bertahun-tahun.

Sumber : Principles of Marketing, 17th

Hal ini bisa dilihat pada adegan ketika anak bungsu dari keluarga Koh Afuk, Erwin, memutuskan untuk menolak melanjutkan kewajibannya dalam mengurus Toko. Hal tersebut disebabkan Erwin yang ingin tetap mengejar karirnya untuk bekerja di Singapore. Mendengar keputusan tersebut, Koh Afuk sangat kecewa dan karena beliau sudah berumur tua sehingga ia pun memutuskan untuk menjual toko nya kepada pihak properti yang sudah lama mengincar toko tersebut. Dengan keputusan penjualan toko, maka Koh Afuk pun sudah tidak menerima keuntungan dari penjualan produk itu sendiri. 

(foto tora dan koh afuk ttd pembelian)

Selain mengulas dalam scene konflik yang terjadi dalam Toko Jaya Baru milik keluarga Koh Afuk, ada pula konflik yang terjadi dalam internal keluarga kecil Yohan itu sendiri. Konflik terjadi diantara Yohan selaku putra pertama dari Koh Afuk dan istrinya yaitu Ayu yang diperankan oleh Adinia Wirasti. Permasalahan yang terjadi yaitu ketika mantan pacar dari Ayu yaitu Reno yang diperankan oleh Nino Fernandez, mengajak Ayu untuk mendirikan usaha toko kue bersama. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh Ayu karena Yohan tidak menyetujuinya. Hal tersebut disebabkan Yohan yang menganggap bahwa dalam mewujudkan mimpi dari Ayu merupakan tanggung jawab dari Yohan. Proses pendirian dari Toko Kue Ayu dapat kita ulas dalam materi pemasaran pada chapter 9 “Developing New Products and Managing the Product Life Cycle” dengan sub topik new product development dan product life-cycle strategies. Dalam pembahasan lebih lanjut, akan kita lihat pada penjelasan dibawah. 

New Product Development

Sumber : Principles of Marketing, 17th

Idea Generation
Tahap penciptaan suatu produk akan melalui beberapa tahap. Idea generation atau penciptaan ide merupakan tahap pertama dalam new product development. Pencarian ide baru secara sistematis merupakan pengertian dari idea generation. Dalam pencarian ide, terdapat 3 sumber yang terdiri dari sumber internal (pencarian ide melalui R&D perusahaan maupun pemikiran dari anggota perusahaan), external (pencarian ide melalui distributor, supplier, atau kompetitor) dan crowdsourcing (mengundang komunitas eksternal perusahaan dalam proses pembangunan inovasi produk). 

Ayu memiliki mimpi membangun toko kue sejak kecil. Mimpi tersebut dilandaskan dengan passion serta bakat Ayu dalam memanggang kue manis. Selain itu, kue manis merupakan produk yang selalu laku di pasaran tanpa melihat perkembangan zaman. Maka jika dilihat berdasarkan ketiga sumber pembagian idea generation, Ayu memanfaatkan sumber internal. 

Idea Screening
Setelah melalui tahap penemuan ide, perusahaan akan melakukan tahap idea screening. Idea screening adalah proses menyaring atau seleksi ide dengan menemukan yang bagus dan membuang yang kurang memuaskan. Dalam menemukan varian rasa, Ayu sangat memperhatikan cita rasa yang sedang ‘viral’ di pasaran. Ayu mencoba untuk melakukan berbagai riset dan menampung banyak varian rasa kue yang akan diproduksi nantinya. Seperti adanya nastar, kastengel, dan bolu red velvet. Kemudian pada saat itu, greentea merupakan rasa yang sedang laku dipasaran dan dimanfaatkan di berbagai jenis makanan maupun minuman. Sehingga Ayu pun juga mencoba untuk menggunakan pasta perisa greentea pada kue nastarnya.

Concept Development and Testing
Berhasil dalam tahap idea generation dan idea screening, Ayu melanjutkan kedalam tahap concept development and testing. Dalam tahap ini, ayu membuat 2 konsep penciptaan kue, yaitu 

Setelah membuat kedua konsep dari produk yang akan diluncurkan, Ayu langsung melakukan testing produk. Tes produk berfungsi untuk memberikan penilaian yang lebih rinci dari konsep produk. Ayu melakukan tes produk dengan menawarkan kepada Yohan untuk mencicipinya dan kepada pihak café sebagai tempat pertama dalam memasarkan produk serta kepada para karyawan Toko Koh Afuk.

Sumber : www.pesona.co.id

Marketing Strategy Development
Terdapat 3 tahap dalam marketing strategy development, diantaranya

  1. Tahap Pertama
    Dalam tahap ini, strategi dapat melingkupi target pasar, proposisi nilai yang direncanakan, pangsa pasar, dan sasaran laba selama beberapa tahun pertama. Jika ditinjau dalam strategi pemasaran Ayu, ia menetapkan target pasar yaitu kue dapat dikonsumsi pada semua umur. Kemudian jika dilihat dari sisi geografis, pada tahun pertama Ayu lebih menekankan konsumen yang bertempat tinggal yang juga berada di daerah Toko Jaya Baru. Sedangkan value proposition yang ditawarkan yaitu konsumen dapat menikmati kue dengan kaya citarasa dengan harga yang terjangkau dan mudah di akses.
  2. Tahap Kedua
    Dalam tahap ini, lebih menekankan pada harga produk yang direncanakan, distribusi, dan anggaran pemasaran untuk tahun pertama. Dalam film Cek Toko Sebelah, pada awal pemasaran Ayu sudah terlebih dahulu menitipkan atau mendistirbusikan produknya ke café agar lebih dikenal oleh masyarakat secara luas sembari mengumpulkan modal dalam membangun toko kue nya sendiri. Harga produk yang direncanakan pun juga pada skala terjangkau yang dapat dibeli oleh semua kalangan masyarakat.
  3. Tahap Ketiga
    Pada bagian ketiga dari marketing strategy development, memiliki fokus dalam merencanakan perencanaan penjualan jangka Panjang, sasaran laba, dan strategi bauran pemasaran. Jangka Panjang dari kisah Ayu yaitu membuat Toko Kue impian Ayu itu sendiri. Dimana toko tersebut berhasil di didirikan oleh Yohan selaku kepala keluarga yang telah berjanji kepada istirnya untuk mengabulkan impiannya. 

Business Analysis
Dalam tahap ini, Ayu melakukan analisis terhadap produk yang telah ia pasarkan terlebih dahulu di cafe. Hasil analisis dari bisnis tersebut ialah menyatakan bahwa kue yang lebih laku di pasaran yaitu kue varian nastar sedangkan varian kastengel masih tersedia banyak. 

Product Development
Tahap product development berfungsi untuk mengembangkan konsep produk menjadi produk fisik sehingga kita dapat mengetahui bahwa konsep produk tersebut layak untuk diperjualbelikan. Dalam melaksanakan pengembangan produk sangat membutuhkan investasi yang besar. Jika melihat rencana dalam toko kue Ayu, pengembangan produk kearah kue yang bersifat dapat di konsumsi kapan saja seperti bolu. Maksud dari konsumsi kapan saja yaitu dimana nastar dan kastengel lebih identik kepada kue ‘hari raya’. Sehingga Ayu berinovasi untuk menciptakan varian produk yang lebih general. 

Test Marketing
Uji pemasaran sangatlah berfungsi dalam melakukan pengembangan produk baru. Hal tersebut disebabkan dengan test marketing dalam mengetahui pengaturan pasar yang lebih realistis dan telah mengetahui medan tempur penjualan produk. Jika melihat pada kasus film, uji pemasaran dimulai dengan distribusi pada café serta melakukan branding pada social media. 

Commercialization
Setelah melalui berbagai tahap serta konflik yang terjadi, pada akhirnya Ayu pun dapat melakukan komersialisasi terhadap produk yang dirilisnya pada toko kue impiannya. Commercialization berfungsi untuk mengenalkan produk baru kepada pasar. Tahap ini dilalui dengan melakukan photoshoot produk yang langsung di tangani oleh suami Ayu yaitu Yohan yang menjadi photographer sebagai pekerjaan utamanya. Kemudian Ayu pun juga langsung memasarkan produknya pada berbagai media sosial serta memanfaatkan word of mouth agar produknya lebih cepat dikenal di pasaran.

Sumber : www.pesona.co.id

Solusi

Dalam upaya memenangkan persaingan kompetisi desain dengan pesaing (Toko Makmur Abadi), sebaiknya Toko Jaya Baru dapat memasang strategi selain dengan mengumpulkan ide (idea generation) hanya dari internal brainstorming karyawan toko. Melainkan, Koh Afuk selaku pemilik toko dapat memanfaatkan strategi pengumpulan ide dari pihak eksternal dengan cara menampung ide-ide dari para pelanggannya dengan menerapkan sistem berhadiah seperti voucher atau diskon belanja. Sehingga dengan cara tersebut, Toko Jaya Baru tidak hanya menerima ide dari sudut pandang konsumen, namun juga dapat meningkatkan pembelian dari pelanggan karena dengan sistem tersebut secara tidak sadar dapat mendekatkan hubungan toko dengan para konsumen (consumer-centered new product development). 

Selain itu, jika kita tinjau bila Toko Jaya Baru berada pada era tahun 2016 keatas, penjual dapat memanfaatkan intermediary platform online dalam berjualan seperti dengan membuka toko online pada Tokopedia, Shopee, dan lain-lain. Selain itu, Koh Afuk juga dapat memanfaatkan platform go-send dalam hal pengiriman barang belanjaan bahkan lebih baik jika memiliki sistem delivery tersendiri dimana sistem ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam meningkatkan efisiensi dalam berbelanja.

Jika melihat permasalahan tertundanya pembangunan toko kue impian Ayu, seharusnya ia dapat memanfaatkan sistem indirect marketing channel dimana saluran pemasaran dapat dilakukan dengan berisi dari satu atau lebih perantara. Dengan memanfaatkan sistem tersebut, maka Ayu dapat menggunakan jejaring media sosial dalam memasarkan dagangannya. Hal tersebut dapat berguna dalam melebarkan produk di mata konsumen serta dapat membangun personal branding sejak awal. Sehingga pada saat ia telah berhasil membangun tokonya, Ayu akan lebih mudah dalam memasarkan produk karena para konsumen sudah mengetahui merknya. Selain itu, dalam mengembangkan produknya, Ayu juga dapat menerapkan sistem reseller sehingga dengan ini dapat menguntungkan kedua pihak.

Penulis :
Salsabila Athirah (439927)

Referensi:
Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.
Wikipedia. (2020). Cek Toko Sebelah. Diakses pada 13 Desember 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Cek_Toko_Sebelah 

 

Trailer Film Cek Toko Sebelah


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format