Sui Dhaaga : Dari Dihina Hingga Dipuja

Perjuangan hidup seorang Mauji tidaklah mudah. Segala hal telah dilalui dalam menghantarkan kesuksesan bersama usaha yang didirikannya, Sui Dhaaga


2
2 points

SINOPSIS :

Sumber: https://desicinemas.tv/movies/sui-dhaaga-made-in-india/

Film “Sui Dhaaga” atau yang memiliki judul lain “Made in India” merupakan film Bollywood yang mengisahkan tentang perjuangan seorang lelaki bernama Mauji yang diperankan oleh Varun Dhawan, berjuang dari nol demi meraih kesuksesan. Dalam usaha untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, ia mendapat dukungan penuh dari istrinya bernama Mamta yang diperankan oleh Anushka Sharma. Demi menyambung hidup di tengah kemiskinan, ia rela bekerja di sebuah toko mesin jahit di tengah kota yang jaraknya jauh dari rumahnya dengan mengayuh sepeda. Karena terus direndahkan, Mamta pun menyarankan agar suaminya keluar dari pekerjaannya dan mencari sumber pendapatan lain. Mauji yang awalnya bimbang akhinya menuruti keinginan istrinya karena tak tahan terus dihina. Setelah itu, Mauji pun melakukan segala cara untuk memperoleh penghasilan, termasuk membuka usaha menjahit pakaian. Walaupun awalnya ditentang oleh keluarganya karena takut akan kembali mengalami kebangkrutan, namun Mauji bersikeras untuk mempertahankan usahanya yang didukung oleh Mamta. Dari situlah awal mula kisah pelik terkait usaha meraih kesuksesan dimulai, dari membuka usaha menjahit, bekerja di perusahaan konveksi dan kembali menerima penghinaan, hingga mengikuti ajang kompetisi fashion yang mengharuskan ia bersaing dengan kompetitor lain yang sudah terkenal di masyarakat India namun disitulah titik awal kesuksesan dalam membangun perusahaan konveksi miliknya, Sui Dhaaga yang berarti Jarum dan Benang.

PORTER’S GENERIC STRATEGIES

Sumber: https://www.mindtools.com/pages/article/newSTR_82.htm

Cost Leadership

Dalam menjalankan usahanya, Mauji menerapkan strategi biaya yang relatif rendah. Saat pertama membuka bisnisnya yaitu menjahit pakaian, Mauji dihadapkan pada kenyataan bahwa ibunya diserang penyakit jantung dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Di tengah cobaan tersebut, keluarga Mauji dihadapkan pada satu masalah lagi yaitu ketiadaan biaya. Pihak rumah sakit saat itu meminta biaya perawatan ibunya dibayarkan di awal tanpa adanya kompensasi waktu. Saat itu, ibunya yang sedang di rawat inap meminta untuk dipinjamkan baju yang lebih nyaman kepada tetangganya. Melihat itu, Mauji berinisiatif untuk membuat sendiri pakaiannya dengan berbahan dasar kain slambu dan kain sisa di rumahnya. Tak disangka, pakaian hasil karyanya yang dipakai ibunya di rumah sakit menuai respon positif dan banyak pasien yang tertarik untuk membelinya. Ia pun akhirnya menjual pakaiannya seharga 500 Rupee, angka yang cukup sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. Jika dibandingkan dengan toko pakaian lain harga tersebut sangatlah murah dan membuat banyak orang tertarik untuk membeli produknya atau bahkan memasok produknya untuk dijadikan salah satu koleksi tokonya. 

Differentiation Strategy

Produk yang ditawarkan oleh Mauji memiliki differentiation dengan produk lain. Perbedaan tersebut meliputi desain produk yang murni buatan tangan atau tidak memakai teknologi sehingga motif maupun desain yang dihasilkan sangat khas. Selain itu, adanya cetakan tinta kuno yang digunakan menciptakan motif yang unik dan tidak dapat ditiru menggunakan mesin cetak lainnya. Kain yang digunakan pun merupakan kain yang dibuat dari alat kayu rajut dengan tingkat ketelitian tinggi sehingga setiap detail dari bahan terlihat dan tatanan kain terlihat sangat rapat. Apalagi ditambah dengan kreasi yang diciptakan oleh Mauji yaitu menggabungkan motif khas India dengan desain modern yang saat itu belum dipakai oleh kompetitor bidang fashion lain di India. Selain itu, produk yang dijual dapat sampai ke tangan pembeli tanpa perlu repot untuk datang ke tempatnya langsung.

Cost Focus

Produk dengan label “Made in India” buatan Mauji menawarkan harga yang cukup terjangkau namun dengan kualitas yang terbilang cukup bagus. Hal ini dikarenakan Mauji memfokuskan produk buatannya untuk masyarakat yang berasal dari perekonomian rendah atau menengah kebawah terlebih dahulu, sebelum merambah ke masyarakat dengan perekonomian menengah keatas. Mauji ingin produknya memiliki citra merek yang positif di mata masyarakat sehingga berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk terus memakai produknya. Khususnya, ia yang berasal dari desa dengan keadaan ekonomi rendah berusaha agar produknya mampu digunakan oleh semua kalangan karena ia cukup tau bahwa untuk membeli sehelai pakaian, masyarakat yang tidak mampu harus berusaha keras mendapatkan uang, walaupun pakaian yang dibeli bukanlah merek terkenal dengan harga fantastis, namun cukup untuk digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Differentiation Focus

Differentiation yang ditawarkan oleh Mauji melalui produk buatannya berfokus pada desain, motif, cara pembuatan, dan pendistribusian barang. Jika produk dari kompetitor berfokus pada kemampuan untuk memenuhi keinginan pelanggan dari segmen tertentu dengan desain yang diciptakan sesuai arahan perusahaan pengimpor, motif yang diciptakan dari mesin pencetak, serta cara pembuatan yang melibatkan mesin jahit canggih dan pekerja yang sebagian besar dibantu oleh mesin otomatis, serta distribusi yang lebih mengandalkan toko sebagai tempat memasarkan produk dan impor yang dilakukan perusahaan dari negara lain dengan mengubah label asli, maka produk dari Mauji lebih berfokus pada desain murni buatan tangan atau tidak memakai teknologi sehingga desain yang dihasilkan berbeda dengan produk lain karena memiliki ciri khas. Selain itu, motif yang terdapat pada produk merupakan hasil cetakan tinta kuno sehingga motifnya sangat unik dan tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain. Selain itu, cara pembuatan pakaian masih menggunakan alat kayu rajut yang penggunaannya rumit namun memiliki detail dan tatanan yang sangat rapat. Seiring berjalannya waktu, produk Mauji yang awalnya didistribusikan dengan mengantar langsung ke pembeli sehingga pembeli tidak perlu datang ke toko pun akhirnya memilih berevolusi dengan menerapkan keuntungan sama namun dengan layanan pembelian berbeda yaitu melalui web dan aplikasi online shop sehingga tanpa perlu merubah label, ia masih dapat memasarkan produknya ke luar negeri.

ANALISIS PESAING

1. Mengidentifikasi Pesaing

Dalam membangun bisnisnya, tentu persaingan antarkompetitor sangatlah ketat. Seperti Mauji, saat pertama kali ia membuka bisnis menjahit pakaian, maka terdapat beberapa pesaing mulai dari penjahit biasa hingga penjahit yang terkenal. Jika dilihat dari sudut pandang pasar, antara Mauji dengan penjahit lainnya sama-sama dicari pelanggan saat akan memenuhi keinginan dalam “pembuatan dan perbaikan pakaian”. Sedangkan dari sudut pandang industri, maka Mauji akan melihat penjahit lainnya terutama penjahit yang berada di sekitar tempat ia membuka usahanya sebagai pesaing utama.

Tak cukup sampai disitu, ketika Mauji mulai merintis karir sebagai perusahaan konveksi atau, ia juga memiliki banyak kompetitor yang bergerak di bidang yang sama, seperti Bedi Creations Fashion. Dari sudut pandang pasar, maka pelanggan akan melihat perusahaan fashion milik Mauji yaitu Sui Dhaaga dan Bedi Creations Fashion sebagai suatu sarana yang dapat memenuhi keinginan dalam hal “Penyedia perlengkapan fashion”. Sedangkan dari sudut pandang industri, maka Sui Dhaaga akan melihat Bedi Creations Fashion yang sudah berdiri selama 40 tahun sebagai pesaing utama serta perusahaan fashion lain sebagai pesaing lainnya karena mereka memiliki pangsa pasar dan produk jual yang sama.

2. Menentukan Tujuan Pesaing

Pesaing Mauji saat ia mulai membuka usaha menjahit pakaian rata-rata usaha yang mengejar kepemimpinan di bidang jasa, sehingga mereka akan bereaksi terhadap peningkatan layanan serta kualitas hasil jahitan. Para penjahit akan berusaha meraih hati konsumen dengan menunjukkan seberapa bagus layanan yang ia berikan beserta kualitas jahitan yang ia hasilkan. Terutama untuk usaha penjahit manual, maka akan lebih mengedepankan kepemimpinan biaya rendah dan bereaksi kuat terhadap proses manufaktur jahit yang lebih murah serta melibatkan bahan baku seperti jarum dan benang yang memiliki harga murah.

Setelah itu Mauji yang mulai merintis usaha perusahaan konveksi miliknya yaitu “Sui Dhaaga” dengan pakaian berlabel “Made in India”, memiliki pesaing utama yaitu Bedi Creations Fashion. Perusahaan Bedi Creations Fashion mengejar kepemimpinan kualitas yang diinginkan pangsa pasar karena ia telah sukses tak hanya di dalam India, tetapi juga di luar negeri, maka dari itu perusahaan ini bereaksi kuat terhadap gebrakan proses manufaktur yang canggih dan mengedepankan teknologi sehingga sangat mempertimbangkan adanya iklan untuk menunjang ketertarikan konsumen melalui berbagai media seperti radio dan televisi.

3. Mengidentifikasi Strategi Pesaing

Perusahaan Bedi Creations Fashion yang telah berdiri selama 40 tahun tentu memiliki nama yang lebih tersohor di India sebelum perusahaan Mauji yaitu Sui Dhaaga didirikan. Karena telah memiliki citra di masyarakat, maka Bedi Creations Fashion berada pada kelompok strategis yang menghasilkan pakaian dan alat fashion lainnya dengan mutu tinggi yang cakupan konsumennya lebih sempit, menawarkan tingkat layanan yang tinggi, serta mengenakan harga premium sebagai ganti dari kelebihan penawaran yang didapat konsumen.

– Menilai Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Dalam perusahaan Bedi Creations Fashion yang merupakan pesaing dari perusahaan Sui Dhaaga milik Mauji, terdapat beberapa kelemahan yang dapat diidentifikasi langsung oleh Mauji saat ia dan istrinya menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Di perusahaan Bedi Creations Fashion, seluruh produk didesain sesuai arahan sang pemilik tanpa mempertimbangkan arahan dari karyawan lain walaupun desain yang diusulkan oleh orang lain memiliki desain yang lebih menarik. Selain itu, proses pembuatan yang terstruktur dengan kain yang sudah siap produksi membuat proses memerlukan waktu yang semakin lama apabila memerlukan tambahan detail seperti pewarnaan dan motif tertentu. Kelemahan lainnya juga terdapat pada label pakaian. Label “BC Fashion” yang terkenal sebagai produk buatan perusahaan konveksi India, ternyata terselip tulisan “Made in China” dibawahnya dengan artian seluruh produk yang dihasilkan tidak memiliki hak cipta atas nama Bedi Creations Fashion, melainkan investor asing.

– Memperkirakan Reaksi Pesaing

Dalam perjalanan karir Mauji, Bedi Creations Fashion belum menaruh perhatian pada usaha Mauji. Bedi Creations tidak bereaksi cepat atau kuat terhadap gerakan usaha Mauji karena merasa bahwa bisnisnya telah memiliki citra di masyarakat yang tentunya membuat produknya banyak dibeli oleh pelanggan setia yang percaya akan kualitas Bedi Creations. Mereka lambat menyadari saat Mauji telah mempersiapkan ide dan rancangan untuk pakaian yang akan dibuat guna memenuhi persyaratan kompetisi, sehingga saat pagelaran dimulai dan juri memutuskan untuk menjadikan pakaian milik Mauji sebagai juara, mereka tidak menduganya dan dengan cepat pasar dapat diambil alih oleh Sui Dhaaga yang telah memperoleh citra baik di masyarakat akibat memenangkan perlombaan fashion terbesar di India.

4. Memilih Pesaing yang Diserang dan Dihindari

– Pesaing Kuat atau Lemah

Dalam menjalankan usaha fashion nya, Mauji harus bersaing dengan pesaing yang kuat yaitu Bedi Creations Fashion yang mereknya terkenal di India dan menjadi salah satu perusahaan fashion besar yang sudah berdiri sejak lama. Bahkan, iklan produk mereka sudah tersebar di berbagai media dengan memperkenalkan keunggulan dan slogan khas yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Menggunakan analisis customer value, perusahaan Sui Dhaaga memiliki keunggulan kompetitif dibanding Bedi Creations Fashion, yaitu memilih untuk mengenakan harga yang lebih murah untuk produk yang sama agar mendapatkan laba yang besar karena dapat menjangkau pangsa pasar di berbagai segmen yang lebih luas hingga ke luar negeri.  

– Pesaing Dekat atau Jauh

Perusahaan Sui Dhaaga bersaing dengan Bedi Creations Fashion yang tergolong dalam kategori pesaing dekat, karena mereka menawarkan produk pada lini yang sama yaitu fashion di bidang pakaian dengan penawaran yang mirip sehingga dapat dipastikan persaingan antarmerek akan berlangsung sengit tergantung dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi keinginan pelanggan dan cara pendistribusian barang. 

– Pesaing Baik atau Buruk

Semenjak kedudukan pemimpin digantikan oleh anak dari pendiri perusahaan, perusahaan Bedi Creations dipandang sebagai pesaing buruk. Hal tersebut dikarenakan untuk mendapatkan desain yang diinginkan, perusahaan rela membeli desain ciptaan Mauji tanpa menyertakan hak cipta pendesain asli serta mengubah desain asli sesuai kehendaknya tanpa mempertimbangkan pendapat dan keluhan karyawan lain. Perusahaan berani mengambil resiko besar yang mempertaruhkan citra produk yaitu perusahaan menggunakan label “Made in China” bukan “Made in India” dalam jumlah produksi yang besar. Dengan penggunaan label tersebut, perusahaan dianggap bermain dengan aturan sendiri sehingga menambah kesan negatif di mata pesaing.

5. Merancang Sistem Intelijen Kompetitif

Setelah mengetahui kelemahan dari pesaingnya yaitu perusahaan Bedi Creations Fashions, Mauji dapat memutuskan sistem yang tepat guna mengidentifikasi jenis informasi kompetitif seperti informasi mengenai tenaga penjualan, saluran distribusi, pemasok bahan dasar pembuatan pakaian, serta asosiasi dagang yang digunakan Bedi Creations. Dengan menggunakan sistem ini, maka Mauji dapat memperoleh informasi setiap saat dari pesaing dalam bentuk apapun ketika sumber melihat adanya pergerakan atau perubahan pada Bedi Creations. 

MENYEIMBANGKAN ORIENTASI PELANGGAN DAN PESAING

Perusahaan Sui Dhaaga milik Mauji merupakan perusahaan yang berpusat pada pasar, dalam artian selalu mengamati perkembangan usaha dari kedua sisi baik berpusat pada pesaing maupun berpusat pada pelanggan. Sui Dhaaga berorientasi pada pembuatan produk yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginan pelanggan. Disamping menciptakan desain atau model pakaian sesuai dengan pangsa pasar, Mauji juga menetapkan harga yang sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, dengan menekan serendah mungkin harga agar konsumen lebih tertarik untuk membeli produknya daripada di tempat lain. Namun, Sui Dhaaga tetap mencari kelemahan pesaing dan juga mengamati kelemahannya sendiri. Perusahaan kompetitor yaitu Bedi Creations Fashion memiliki kelemahan dari inovasi pendistribusian serta desain produk, sedangkan Sui Dhaaga yang termasuk perusahaan baru masih lemah di bidang teknologi industri, sehingga beberapa proses masih mengandalkan mesin manual dan tenaga kerja manusia. Namun, untuk mencegah adanya kerugian dan memperoleh pangsa pasar yang lebih luas, Mauji pun berinovasi dengan menerapkan proses distribusi melalui webdan online shop yang menjangkau hampir ke seluruh dunia sehingga ia dapat mengerti produk apa saja yang saat ini menjadi pilihan konsumen dan bagaimanakah pengaruh kelemahan perusahaan terhadap penjualan produk.

MODEL BARU PEMASARAN LANGSUNG

Perusahaan Sui Dhaaga awalnya menerapkan pemasaran langsung dengan cara langsung menawarkan produknya pada target konsumen. Hal tersebut dilakukan dengan membeberkan berbagai model, kelebihan, serta biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh produk. Namun demikian, menyesuaikan dengan adanya teknologi yang berkembang pesat maka pendistribusian produk ke konsumen lebih diarahkan ke pemasaran melalui web resmi perusahaan atau online shop yang memiliki basis pemasaran hingga ke seluruh dunia. Menggunakan media pemasaran online tak hanya dapat memudahkan Mauji dalam memberikan pemahaman terhadap konsumen mengenai produknya, tetapi juga dapat memudahkan dalam membangun hubungan dengan konsumen.

PERTUMBUHAN DAN MANFAAT PEMASARAN LANGSUNG

Pemasaran secara langsung yang dilakukan pertama kali oleh Mauji menggunakan cara manual yaitu menawarkan produk secara personal kepada satu persatu target konsumen. Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin besarnya pangsa pasar yang ingin diraih, maka perusahaan Sui Dhaaga semakin berorientasi pada penggunaan situs web dan pemasaran online yang dinilai sebagai pangsa jual beli yang tumbuh paling cepat. Terbukti setelah menerapkan sistem pemasaran online, distribusi produk mampu menembus angka yang fantastis di seluruh dunia karena kemudahan mendapatkan barang disertai dengan penilaian produknya.

– Manfaat bagi Pembeli

Konsumen produk Mauji merasa sangat diuntungkan dengan adanya pemasaran secara langsung karena mereka mampu mendapatkan produk tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga, seperti berjalan menuju toko, memilah maupun mencari banyak produk yang memakan waktu, menembus macetnya lalu lintas, menemukan tempat parkir, dan berdesakan dengan orang lain. 

– Manfaat bagi Penjual

Ketika Mauji memutuskan untuk mendistribusikan barangnya melalui sistem pemasaran secara langsung, maka ia memiliki alat yang kuat untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Perusahaan Sui Dhaaga dapat melakukan pemasaran sekaligus mempelajari tentang kebutuhan konsumen dan menghantarkan produk tertentu yang sesuai dengan selera pelanggan. Selain itu, Mauji dapat menekan biaya menjadi lebih rendah dengan peningkatan efisiensi, serta penanganan saluran dan fungsi logistik lebih cepat, karena semua urusan penyediaan, penanganan, dan pemenuhan pemesanan ditangani sendiri tanpa melibatkan pihak lain.

AIDA MODEL

– Get Attention

Saat mengawali usahanya, Mauji berusaha mendapatkan perhatian dari konsumen agar mengetahui tentang produknya dengan menyebarkan selebaran yang berisikan nama, alamat, label usaha, dan juga nomor yang bisa dihubungi. Selain itu, ia juga beberapa kali menunjukkan produknya kepada orang di sekitarnya sebagai referensi tingkat perhatian yang didapatkan.

– Hold Interest

Untuk menahan ketertarikan konsumen, Mauji menekankan adanya desain unik dengan motif yang sangat jarang karena menggabungkan beberapa komponen penyusun salah satunya dengan memanfaatkan cetakan kuno untuk mempercantik tampilan produk dengan tetap mempertahankan ciri khas India dalam desainnya.

– Arouse Desire

Mauji berusaha meyakinkan konsumen untuk membeli produknya karena produk tersebut tidak akan dapat ditemukan di tempat lain. Selain itu, ia menekankan harga yang cukup terjangkau sehingga mudah dijangkau oleh seluruh segmentasi konsumen. 

– Obtain Action

Mauji menerapkan “action to call” atau mengajak konsumennya untuk menemukan cara efektif memesan produk seperti yang tertera pada selebaran yang disebar, maka konsumen yang tertarik dapat langsung mengunjugi toko, rumah Mauji, maupun menelpon langsung ke nomor yang dicantumkan. Cara lain juga dilakukan saat Mauji telah meraih kesuksesan dengan mendirikan perusahaan Sui Dhaaga, yaitu memanfaatkan situs web resmi atau official online store supaya konsumen dapat dengan mudah memesan atau mendapatkan produk yang mereka inginkan.

PERILAKU SALURAN DAN ORGANISASI (CHANNEL BEHAVIOUR AND ORGANIZATION)

Dalam menjalankan usahanya, Mauji yang bergerak di bidang fashion memiliki saluran tertentu yang membantunya dalam memenuhi kebutuhan produksi. Salah satunya yaitu toko penyedia peralatan dan bahan jahit seperti benang, jarum, dan kain. Untuk memproduksi pakaiannya, Mauji tentu memerlukan kain dan benang dalam jumlah banyak tergantung pada jumlah pesanan, desain, motif, maupun warna. Sehingga dalam hal ni, Mauji sangat bergantung pada toko penyedia alat dan bahan jahit karena tanpa adanya hal tersebut, maka pengerjaan produk maupun estimasi pemasaran menjadi tidak efisien. Keuntungan tak hanya diperoleh Mauji sebagai produsen penghasil pakaian, tetapi juga toko penyedia alat dan bahan jahit. Toko tersebut dapat bergantung kepada perusahaan Sui Dhaaga untuk penjualan produknya dalam jumlah besar. 

KEPUTUSAN DESAIN SALURAN (CHANNEL DESIGN DECISION)

Menganalisis Kebutuhan Konsumen (Analyzing Customer Needs)

Saat akan menjual produknya, Mauji akan membuat terlebih dahulu pakaian yang akan digunakan sebagai contoh. Sehingga, dengan beberapa contoh pakaian yang telah dibuat, konsumen dapat mengetahui bagaimana karakteristik produk seperti model, bahan dasar pakaian, dan harga jual. Dengan mengetahui karakteristik produk yang sesuai dengan kebutuhan, tentunya akan meningkatkan daya tarik konsumen untuk membelinya. Misalnya, saat Mauji membuat sebuah pakaian yang awal mulanya akan digunakan oleh ibunya yang sedang di rumah sakit agar merasa nyaman, namun produk tersebut justru menuai beragam penilaian positif dari para pasien maupun perawat. Melihat dari pemakaian bahan yang berkualitas dan desain produk yang menarik bermotif unik, maka banyak konsumen terutama pasien rumah sakit yang membutuhkan pakaian nyaman dengan tampilan modis selama di rawat pun tertarik untuk membelinya, sehingga Mauji mampu menerima pesanan dalam jumlah yang cukup besar 

Mengatur Jenis Perantara (Setting Channel Objective)

Dalam bisnis fashion yaitu pakaian yang dijalankan oleh Mauji, ia lebih memilih untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa perantara melalui penawaran dari orang yang satu ke orang yang lain, toko yang dikelola sendiri, website resmi, serta aplikasi online store milik perusahaan. Karena perusahaan Sui Dhaaga milik Mauji tergolong masih baru dalam memasuki pangsa pasar, mereka masih belum menemukan maupun mengevaluasi channel alternatif selain toko alat dan bahan jahit yang sebenarnya tidak memiliki peran dalam pengembangan maupun pemasaran produk.

Menganalisis Tujuan Perusahaan

Perusahaan Sui Dhaaga milik Mauji merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fashion dengan hasil akhir pakaian jadi untuk memenuhi kepuasan konsumen akan kebutuhan sandang. Produk yang tidak memiliki batas waktu pemakaian seperti pakaian mudah dicari dan didapatkan tanpa khawatir akan estimasi dan penyimpanan yang lama. Penerapan harga yang relatif rendah pun dimaksudkan agar pakaian yang dihasilkan mampu mencapai seluruh segmentasi konsumen. 

KEPUTUSAN MANAJEMEN CHANNEL

Perusahaan Sui Dhaaga yang bekerja sama untuk mendapatkan bahan baku dari toko alat dan bahan jahit harus memiliki komitmen yang diciptakan keduanya agar saling meraih keuntungan. Perusahaan Sui Dhaaga milik Mauji berkomitmen untuk membeli bahan di toko tersebut dalam jangka waktu tertentu sebagai sarana memenuhi produksi dan inovasi pakaiannya, namun dengan syarat toko tersebut mampu menyediakan bahan sesuai dengan yang diinginkan oleh Mauji, baik dari segi mutu ataupun kualitas.

SARAN

1. Memilih Strategi Pricing yang Tepat 

Dalam memasarkan produknya terutama pakaian yang baru ia produksi, ia tak hanya dapat menerapkan strategi low price atau harga rendah, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kualitas produk. Sehingga, untuk pakaian yang memiliki kualitas tinggi disertai harga yang tinggi, maka ia dapat mulai menentukan segmentasi konsumen baru yang sesuai.

2. Membangun Kerjasama dengan Saluran yang Menguntungkan

Mauji dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan channel lain yang membantu dalam distribusi produknya, terutama toko-toko pakaian ataupun mall besar. Sehingga tak hanya memperluas jaringan, tetapi juga memudahkan konsumen dalam mendapatkan produknya dimanapun.

3. Memperkuat Pemasaran Langsung

Selama ini, strategi pemasaran langsung yang digunakan Mauji adalah melalui kontak dengan satu per satu orang, web, maupun aplikasi online shop. Mauji dapat mempertimbangkan cara lain dalam memasarkan produknya seperti memasang iklan di televisi, radio, telepon, maupun katalog di berbagai media internet. Sehingga pemasaran produk dapat menjangkau konsumen lebih luas.

REFERENSI

Kotler, P., & Gary Armstrong. 2018. Principles of Marketing Global Edition (17th Ed.). Harlow: Pearson Education Limited

Lucidity. (2020). Introduction to Porter’s Generic Strategies. https://getlucidity.com/strategy-resources/introduction-to-porters-generic-strategies/

PENULIS

Mustika Imalia Indira Hapsari


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
Yohanika22

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format