12 Angry Men : Prasangka Selalu Mengaburkan Kebenaran

Guilty or not Guilty?


1
1 point

Sinopsis 

12 Angry Men (1957) merupakan film besutan sutradara Sidney Lumet yang menceritakan tentang argumentasi dari 12 Juri dalam mempertimbangkan bersalah atau tidak bersalahnya seorang terdakwa berusia 18 tahun yang dituduh membunuh ayahnya sendiri dan akan menghadapi keputusan hukuman mati jika ia didakwa bersalah. Film ini mengekplorasi tehnik argumentasi suatu individu yang dapat mengubah presepsi individu lainnya. Ke 12 Anggota juri diidentifikasi hanya dengan nomor; tidak ada nama yang diungkapkan sampai dialog di bagian paling akhir. Film ini memaksa para karakter dan penonton untuk mengevaluasi citra diri mereka sendiri dengan mengamati kepribadian, pengalaman, dan tindakan para juri. Film ini juga terkenal karena penggunaan satu set yang sama yaitu Jury Room, kecuali tiga menit film berlangsung yang dilakukan di toilet Jury Room

Berawal dari sidang yang memanas di ruang pengadilan New York atas kasus seorang anak berusia 18 yang didakwa menikam ayah nya sendiri hingga tewas Hakim menginstruksikan kepada 12 Juri bahwa jika ada keraguan yang beralasan tau Reasonable Doubt, para juri harus mengembalikan putusan tidak bersalah; jika terbukti bersalah, terdakwa akan dijatuhi hukuman mati. Putusan harus dengan suara bulat diantara 12 Juri,tidak ada yang boleh berbeda satupun. 

Awalnya, semua pembuktian para saksi tampaknya meyakinkan: seorang tetangga atau Saksi 1, wanita 45 tahun) bersaksi menyaksikan terdakwa menikam ayahnya dari jendela. Tetangga lain atau Saksi 2, seorang pria 75 tahun yang tinggal di bawah kamar apartemen terdakwa, bersaksi bahwa dia mendengar terdakwa mengancam akan membunuh ayahnya dan tubuh ayahnya jatuh terbentur lantai yang diindikasikan sudah tidak bernyawa, dan kemudian, melalui lubang intip pintu, ia melihat terdakwa melarikan diri. Pada waktu pembunuhan terjadi terdapat kereta api yang lewat diantara apartemen tersangka dan saksi 1. Terdakwa disinyalir memiliki masa lalu yang penuh kekerasan dan sering mengalami verbal serta non verbal abuse dan baru-baru ini membeli pisau lipat dari jenis yang sama seperti yang ditemukan di lokasi pembunuhan, tetapi ia mengklaim bahwa dia telah kehilangan pisau tersebut. Ketika tertancap ditubuh ayahnya, pisau itu bersih dari sidik jari. 

Pada awalnya seluruh Juri, kecuali Juri nomor 8 menganggap enteng kasus ini dengan langsung melakukan vote bahwa terdakwa memang bersalah. Apalagi sebagian juri enggan melakukan diskusi dengan Panjang lebar dikarenakan masing masing memiliki kesibukan pribadi, seperti Juri nomor 7 yang ingin menonton pertandingan Baseball

Namun Juri nomor 8 tidak menyerah, ia tiddak mau terjebak dengan Group Think yang sedang terjadi dan memilih berperan sebagai Devil Advocate. Ia tetap berpegang kepada keputusannya bahwa terdakwa tidak bersalah dan ingin berdiskusi lebih jauh dengan para Juri lain dengan alasan bahwa mereka tidak boleh semudah itu memutuskan seseorang bersalah dengan hukuman mati tanpa menelisik lebih jauh atas fakta-fakta yang ada

Terjadi berbagai macam konflik diantara ke 12 Juri, hingga hampir menyebabkan baku hantam karena perbedaan presepsi yang mereka miliki. Meskipun pada akhirnya setelah melalui diskusi yang alot para Juri setuju untuk memutuskan bahwa terdakwa tidak bersalah. 

Antara Konflik, Negosiasi, dan Politik 

Berbicara tentang konflik, jalan cerita Film 12 Angry Men didominasi oleh konflik antar Juri yang memiliki pandangan berbeda atas kasus yang sedang mereka diskusikan. Menurut buku Contemporary Management chapter 17 mengenai Managing Conflict,Politics, Negotiation, konflik dibagi sebagai berikut 

Jenis Konflik: 

  • Konflik Antar Pribadi : Konflik antar individu karena perbedaan tujuan atau nilai yang dianut
  • Konflik didalam kelompok : Konflik didalam Group, Kelompok, atau Department
  • Konflik Antar Kelompok: Konflik diantara 2 atau lebih elompok, Group atau Department, dimana manager memegang peran penting dalamp penyelesaian konflik ini 
  • Konflik Antar Organisasi : Konflik yang muncul di seluruh organisasi 

Pada 12 Angry Men konflik yang terjadi adalah Konflik antar pribadi, dimana masing-masing Juri memiliki pendapat yang berbeda antara satu dan lainnya. 

Konflik lainnya yang terjadi di film ini adalah konflik didalam kelompok, dimana para juri berkonflik berada dibawah naungan 1 kelompok Jurors. Serta konflik antar kelompok yaitu terjadi diantara para Juri yang memiliki suara “tidak bersalah” dan “bersalah” 

Atas konflik-konflik yang terjadi, maka para Juri pun sepakat untuk melakukan negosiasi sampai dengan konflik terpecahkan. seperti  saat Juri No 8 yang tegas akan Sikapnya saat ia memilihi untuk Voting “tidak bersalah” seorang diri. dia tidak langsung berbicara tentang solusi atas permasalahan tersebut. Dia juga membenarkan dirinya sendiri bahwa dia tidak ingin mengubah pikiran orang lain tetapi hanya ingin bediskusi lebih lanjut tentang konsekuensinya untuk memastikan bahwa keputusannya tepat, karena ia merasa Juri lain terlalu terburu-buru untuk memutuskan bahwa tedakwa “bersalah” tanpa diskusi lebih lanjut, sedangkat keputusan ini menyangkut nyawa seseorang. Pada saat Juri no 8 tersebut mengajak diskusi dan menjabarkan Pro dan Kontra atas keputusan yang diambil secara gegabah oleh juri lain, ia sedang melakukan Negosiasi. 

Menurut buku Contemporary Management chapter 17 mengenai Managing Conflict,Politics, Negotiation Negosiasi adalah Metode penyelesaian konflik di mana para pihak mempertimbangkan berbagai alternatif cara mengalokasikan sumber daya untuk menghasilkan solusi yang dapat diterima oleh semuanya

Terdapat 2 jenis negosiasi yaitu 

Distributive negotiation

Integrative Bargaining

  • Pihak-pihak yang berkonflik bersaing untuk memenangkan sumber daya paling banyak sambil kebobolan sesedikit mungkin
  • Para pihak yang berkonflik merasa bahwa mereka memiliki “Fixed Pie” dari sumber daya yang perlu mereka bagi.
  • Pihak yang berkonflik mengambil sikap permusuhan yang kompetitif.
  • Pihak yang berkonflik melihat tidak perlu berinteraksi di masa depan.
  • Pihak yang berkonflik tidak peduli jika hubungan interpersonal mereka dirusak oleh negosiasi kompetitif mereka.
  • Negosiasi kerja sama di mana para pihak yang berkonflik bekerja sama untuk mencapai resolusi yang baik. 
  • Para pihak merasa bahwa mereka mungkin dapat meningkatkan sumber daya dengan mencoba menghasilkan solusi kreatif untuk konflik tersebut.
  • Para pihak memandang konflik sebagai situasi win-win di mana kedua belah pihak bisa mendapatkan keuntungan.
  • Perundingan ditangani melalui kolaborasi atau kompromi.

Dalam 12 Angry Men, para Juri melakukan Integrative Bargaining seperti scene dalam pemungutan suara awal, semua juri memilih bersalah kecuali Juri 8, yang percaya bahwa harus ada diskusi sebelum putusan dibuat. Dia mempertanyakan keandalan kesaksian para saksi dan juga meragukan keunikan senjata pembunuh itu dengan mengeluarkan pisau lipat yang identik dari sakunya. Dia mengatakan dia tidak bisa memilih keputusan “bersalah” karena ada keraguan atas keterangan para saksi. Dengan argumennya yang gagal meyakinkan anggota juri lainnya, Juri 8 menyarankan pemungutan suara rahasia, di mana ia akan abstain; dan jika semua juri lainnya masih memilih “bersalah”, dia akan setuju. Pemungutan suara mengungkapkan satu suara tidak bersalah. Juri 9 mengungkapkan bahwa dia mengubah suaranya, menghormati motif Juri 8 dan setuju harus ada lebih banyak diskusi mengenai keputusan yang melibatkan nyawa seseorang, terlebih lagi terdakwa masih berusia 18 tahun. 

Dalam melakukan Negoisiasi yang efektif, dibutuhkan komunikasi yang baik. Adapun proses komunikasi yang seharusnya Menurut buku Contemporary Management chapter 16 mengenai Promoting Effective Communication adalah sebagai berikut :

Sender

person wishing to share information with some other person

Message

the information to communicate

Encoding 

sender translates the message into symbols or language

Noise

refers to anything that hampers any stage of the communication process

Receiver

person or group for which the message is intended

Medium

pathway through which an encoded message is transmitted to a receiver

Decoding

– critical point where the receiver interprets and tries to make sense of the message

Berikut adalah 7 Communication Skills for Managers as Sender Of Messages 

  • Mengirimkan pesan yang jelas dan lengkap.
  • Menyandikan pesan dalam simbol yang dipahami penerima.
  • Memilih media yang sesuai untuk pesan tersebut.
  • Memilih media yang dipantau penerima.
  • Hindari penyaringan dan distorsi informasi.
  • Pastikan bahwa mekanisme umpan balik ada di dalam pesan.
  • Berikan informasi yang akurat untuk memastikan bahwa rumor yang menyesatkan tidak menyebar

Atas hal tersebut, Juri no 8 sebagai orang yang mampu mengubah sudut pandang dari Juri-Juri lain sudah menerapkan hal tersebut, ia telah menyampaikan pesannya dengan jelas dan lengkap dengan menggunakan pembuktian dengan melakukan reka ulang atas keterangan saksi di ruang Juri, dan menggunakan media diskusi secara langsung agar pesan tersampaikan. Atas informasi tersebut, mendapatkan umpan balik dari para Juri lainnya yang mengubah sudut pandangnya dan merubah keputusan. 

Disadari atau tidak Juri nomor 8 telah melakukan strategi politik kepada 11 Juri lainnya, ia berhasil mengubah seluruh keputusan Juri sekaligus mempengaruhi Juri-Juri lain. Dia juga akan membiarkan sekutunya memainkan peran mereka dalam memepertahankan keputusan “Tidak Berasalah” dan membiarkan mereka berdebat untuknya. Juri no 8 memainkan perannya dengan sangat baik sebagai influencer, dia sangat persuasif dalam argumennya dan secara bertahap membiarkan orang lain menyelesaikannya. 

STRATEGI

Relying on Objective Information

Providing objective information to make others feel the manager’s course of action is correct

Bringing in an Outside Expert

Providing objective information to make others feel the manager’s course of action is correct

Controlling the Agenda

Influencing which alternatives are considered or even whether a decision is made

Making Everyone a Winner

Making sure that everyone whose support is needed benefits personally from providing that support

Sedikit banyak, Juri no. 8 telah menyediakan infomasi yang objective dengan dari berbagai sudut pandang serta berhasil mempengaruhi sebagian Juri untuk mempertimbangkan alternatif lain. 

Kelompok Juri-Juri ini juga mengalami beberapa Stages of Group Development. Menurut buku Contemporary Management chapter 15 mengenai Effective Group & Teams,terdapat 5 Stages of Group Development. Yaitu : 

Forming 

Anggota kelompok saling mengenal satu sama lain dan mencapai pemahaman bersama

Storming

Anggota kelompok mengalami konflik karena sebagian anggota tidk setuju pada tuntutan anggota kelompok lainnya

Norming

Hubungan dekat mulai berkembang di antara anggota kelompok

Performing 

Pekerjaan kelompok tercapai

Adjourning 

Hanya untuk kelompok yang bersifat sementara, setelah tugas selesai, Grup dibubarkan

Stage of Group Development pada 12 Angry men dapat di klasifikasikan sebagai berikut : 

  • Pada awalnya anggota kelompok Juri saling berkenalan satu sama lain dengan menanyakan pekerjaan masing-masing, ada Juri yang berprofesi sebagai Arsitek, Bekerja di Agency periklanan, dll 
  • Kelompok mulai mengalami konflik Ketika terdapat perbedaan suara diantara satu juri dengan Juri lainnya
  • Hubungan antar anggota mulai dekat Ketika terdapat beberapa Juri lain yang mengubah keputusannya menjadi “tidak bersalah” 
  • Pada akhirnya kesepakatan untuk memutuskan bahwa terdakwa “tidak bersalah” pun tercapai setelah semua Juri mengubah Votingnya 
  • Setelah Group Juri mengajukan perubahan Voting kepada pengadilan, tugas pun dianggap selesai dan para Juri berpisah untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing 

Solusi yang dapat ditawarkan 

Atas Konflik Film 12 Angry Men Tersebut dapat ditawarkan solusi sebagai berikut: 

  • Sebaiknya Pengadilan memilih tim Juri yang memang tidak mudah tersulut emosi. Hal tersebut untuk memudahkan diskusi agar tidak berakhir  dengan tersulutnya beberapa anggota Juri yang memiliki pendapat berbeda sehingga mengakibatkan terjadinya perbuatan anarkis
  • Agar Tim Juri yang terpilih sebaiknya mengosongkan jadwalnya di hari sidang, karena jika para juri memiliki kesibukan lain, akan membuat diskusi menjadi terburu-buru dan gegabah dalam mengambil keputusan 
  • Sebaiknya dari awal voting keputusan dilakukan secara tertutup agar tidak membuat anggota tim Juri yang memiliki Voting yang berbeda dengan lainnya merasa Under Pressured karena di pojokkan oleh anggota tim yang lain

Daftar Pustaka : 

Wikipedia Link : https://en.wikipedia.org/wiki/12_Angry_Men_(1957_film)

Contemporary Management Tenth Edition By Gareth R Jones and Jennifer M. George 

Case Forest : https://www.caseforest.com/case-study-12-Angry-Men-Group-Behavior.aspx

Linkedin : https://www.linkedin.com/pulse/12-angry-men-learn-how-negotiate-90-minutes-herve-schluraff

Cram : https://www.linkedin.com/pulse/12-angry-men-learn-how-negotiate-90-minutes-herve-schluraff


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

One Comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format