BALI UNITED vs CHELSEA “WHO WINS?”

“dampak ekonomi ini menjadi besar karena sepak bola sudah menjadi industry dan menggerakkan kesempatan kerja hingga jutaan orang di seluruh dunia”


1
1 point

Covid-19 tak pandang bulu, bisnis dan industri pun bertumbangan ketika hampir semua negara di dunia memutuskan untuk melakukan pembatasan aktivitas berskala besar hingga lock down total untuk menghalau penyebaran virus mematikan ini. Industri persepakbolaan adalah salah satu korban Covid-19. Hampir seluruh aktivitas sepak bola di seluruh dunia telah dihentikan sejak bulan Maret 2020 lalu.

Dengan kondisi seperti ini banyak laga-laga besar baik di Indonesia maupun di seluruh dunia terpaksa harus dibatalkan sampai waktu yang belum ditentukan. Keinginan para fans untuk melihat tim favoritnya mengunci gelar juara harus tertunda karena Liga 1 dan Liga 2 (Indonesia), Premier League (Liga Utama Inggris), La Liga (Liga Spanyol), Bunesliga (Liga Jerman), dll dihentikan. Keputusan ini diambil akibat dampak Covid-19 yang dengan cepat menyebar.

Pada akhirnya, tidak hanya aktivitas liga, aktivitas klub pun terganggu akibat dampak virus ini. Kini klub-klub di seluruh dunia tidak bisa menggelar latihan rutin. Para pemain pun terpaksa harus berada di rumah untuk sementara waktu hingga kondisi telah membaik.

Keputusan pengelola Liga di banyak negara (PSSI, Liga Premier, dll) menghentikan kompetisi selama masa pandemi tentunya melibatkan pertimbangan banyak pihak dan melalui proses pengambilan keputusan (Decision Making) yang komprehensif.

Teori Decision Making memberikan definisi Pengambilan Keputusan (Decision Making) sebagai suatu proses pemikiran dalam pemilihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu atau perusahaan untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi kedepan, dimana untuk membuat keputusan yang tepat sebaiknya mengikuti enam langkah membuat keputusan sbb:

                                                               Gambar 1. Six Steps in Decision Making

Langkah Pertama : Mengenali perlunya pengambilan keputusan

Langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan adalah mengenali perlunya keputusan itu dibuat. Proses pengambilan keputusan paling krusial yang dibuat oleh pengelola Liga hampir di semua negara adalah ketika memilih untuk menghentikan kompetisi dalam rangka mencegah penularan Covid-19 dan demi melindungi semua insan sepak bola dari resiko paparan virus.

Langkah Kedua : Menentukan Alternatif

Setelah memahami tujuan pengambilan keputusan, selanjutnya pengelola Liga dan para Manager Liga harus menetapkan beberapa alternatif tindakan sebagai respon terhadap peluang atau ancaman yang ada. Tantangan yang dihadapi antara lain: jika Liga dihentikan maka tidak ada pertandingan, tanpa pertandingan maka tidak ada pemasukan, bagaimana para klub bertahan tanpa pemasukan, bagaimana mekanisme untuk mengganti tiket yang sudah dibeli oleh puluhan ribu penonton,  dll.

Langkah Ketiga : Menilai Altenatif

Setelah menetapkan beberapa alternatif pilihan, selanjutnya para Manager Liga harus mengevaluasi kelebihan/keuntungan dan kelemahan/kekurangan dari masing-masing alternatif. Kunci keberhasil proses evaluasi ini adalah seberapa akurat Manager Liga dapat mendefinisikan kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif dan kemudian menetapkan kriteria apa saja yang dapat mempengaruhi proses penentuan alternatif. Keputusan yang salah sering diakibatkan oleh kegagalan Manager dalam menetapkan kriteria-kriteria yang penting dalam penentuan keputusan.

Untuk mengevaluasi pro dan kontra dari masing-masing alternatif, Manager Liga dapat menggunakan 4 (empat) kriteria berikut ini:  

  1. Legalitas. Manajer Liga harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan tidak akan melanggar hukum domestik atau internasional atau peraturan pemerintah.
  2. Etikal. Manajer Liga harus memastikan bahwa tindakan yang mungkin dilakukan adalah etis dan tidak akan dilakukan merugikan kelompok pemangku kepentingan manapun.
  3. Kelayakan Ekonomi. Manajer Liga harus memutuskan apakah alternatif-alternatif yang tersedia layak secara ekonomi, dalam hal ini alternatif tersebut dapat dikerjakan sejalan dengan tujuan binis. Perlu dilakukan Analisa Cost Benefit untuk masing-masing alternatif untuk dapat menentukan alternatif mana yang skala keekonomiannya paling baik.
  4. Kepraktisan. Manajer Liga harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menerapkan alternatif, dan mereka harus yakin bahwa alternatif tersebut tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi lainnya. Pada awalnya suatu alternatif mungkin terlihat lebih baik secara ekonomis dibandingkan alternatif yang lain, namun jika alternatif tersebut ternyata mengancam proyek-proyek penting lainnya, pada akhirnya Manajer memutuskan bahwa alternatif tersebut tidak praktis untuk dipilih.

                                           Gambar 2. General Criteria for Evaluating Possible Courses of Action

Langkah Keempat : Memilih Alternatif Terbaik

Setelah sejumlah solusi alternatif tersebut telah dievaluasi secara deatil dan hati-hati, langkah selanjutnya adalah membuat ranking atau prioritas alterlatif dan selanjutnya keputusan diambil. Ingat bahwa pada saat melakukan rangking, Manager Liga harus benar-benar yakin bahwa semua informasi yang tersedia dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang ada. 

Langkah Kelima : Melaksanakan Alternatif Terbaik yang Dipilih

Ketika keputusan sudah dibuat dan alternatif terbaik telah dipilih, maka harus segera dieksekusi berbarengan dengan keputusan-keputusan lain yang terkait dengan keputusan yang diambil. 

Langkah Keenam : Belajar dari Umpan Balik

Tahap akhir dalam pengambilan keputusan adalah mengevaluasi umpan balik. Manajer Liga yang efektif akan selalu melakukan analisis retrospektif untuk melihat apa yang dapat mereka pelajari dari kesuksesan atau kegagalan masa lalu. Manager Liga yang tidak melakukan evaluasi terhadap keputusan, tidak belajar dari pengalaman. Mereka dapat terjebak pada kesalahan yang sama berulang-ulang.

BALI UNITED FC. 

Di dalam negeri, PSSI resmi menghentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 (Liga Indonesia) sejak 27 Maret 2020 silam, setelah tiga pekan sempat berjalan. Penghentian kompetisi ini berimbas pada masa depan sepak bola secara umum dan tentu saja menjadi sebuah mimpi buruk persepakbolaan Indonesia. Alhasil, kondisi finansial 18 klub peserta Liga pun terpukul. Tidak ada kompetisi artinya tidak ada pertandingan. Tidak ada pertandingan artinya tidak ada pemasukan. Otomatis penghasilan klub menurun drastis.

                                                                    Gambar 3. Skuat Bali United FC.

Manajemen Bali United angkat bicara soal dampak negatif yang ditimbulkan Covid-19 terhadap kompetisi Liga 1 musim 2020. Dengan mandeknya kompetisi, otomatis sumber pendapatan tiket juga mandek. Pihak sponsor pun banyak yang menjadwal ulang termin pencairan dana. Kondisi ini diperparah karena klub tetap harus mengeluarkan biaya dan beban, termasuk membayar gaji pemain dan pekerja, sementara tidak ada pemasukan yang diterima. Klub jadinya merugi.

Sampai dengan kuartal III-2020, Bali United FC di bawah bendera emiten PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mencatatkan kerugian sebesar Rp22,4 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,05 miliar. 

Pendapatan tim asuhan pelatih Stefano Cugurra Teco ini di kuartal III-2020 sebesar Rp63,1 miliar atau turun 55,92% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp143,2 miliar, dengan rugi per saham dasar Rp3,73. 

Adapun pendapatan perseroan terdiri atas; komersial sebesar Rp6,3 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,08 miliar, kontribusi pertandingan-bersih sebesar Rp3,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,6 miliar.

Pendapatan sponsor sebesar Rp46,9 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp62,1 miliar, dan live video streaming dan rekaman video sebesar Rp1,4 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52,7 miliar dan lainnya sebesar Rp5,08 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp13,6 miliar.

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kinerja emiten pemilik klub Bali United ini di kuartal III-2020. Perseroan bergantung pada liga kompetisi dan penonton yang pada akhirnya dapat menghasilkan arus kas dari sponsor, penonton, jasa streaming dan jasa lainnya.

Meskipun beban operasi turun menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp135,6 miliar, namun Perseroan juga mencatat adanya kenaikan beban keuangan menjadi Rp803,7 juta dari sebelumnya Rp709,1 juta.

BOLA mencatatkan liabilitas sebesar Rp68,1 miliar dan ekuitas Rp447,2 miliar. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp515,3 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp542,8 miliar.

Di masa pandemic COVID-19 Bali United FC harus kreatif dan memikirkan berbagai strategi untuk bertahan. Berikut ini adalah Analisa SWOT Bali United FC:

                                                          Gambar 4. Analisa SWOTBali United FC.

CHELSEA FC.

Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, kondisi Inggris sendiri akibat penyebaran Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Alhasil, kompetisi teratas Inggris menjadi korban pandemi pada Maret lalu, ketika musim 2019-20 ditangguhkan selama hampir empat bulan, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dengan Liverpool sebagai juaranya.

Akibat pandemi, Deloitte Inggris memperkirakan bahwa klub-klub Liga Premier akan mengalami kerugian kolektif yang cukup signifikan sebesar 500 juta poundsterling (sekitar Rp 9 triliun). Ini disebabkan oleh berhentinya kompetisi yang mengakibatkan klub-klub kekurangan pemasukan dari penjualan tiket. Tidak ada pertandingan membuat perputaran uang yang masuk ke kantong klub ikut tersendat. 

                                                             Gambar 5. World's highest-earnings soccer clubs

Kerugian lainnya adalah kehilangan pendapatan dari Stasiun Televisi. Klub-klub Liga Premier hanya mendapatkan sekitar 50 persen saja dari hak siar untuk musim ini. Total kerugian klub-klub Liga Inggris sebesar 715 juta poundsterling (sekitar Rp 12,6 triliun).

Manchester United dan Arsenal menjadi dua klub yang paling merana karena hilangnya pemasukan dari tiket penonton sepanjang musim, padahal hasil tiket kandang menjadi sumber pemasukan yang cukup besar bagi klub-klub ini. Klub-klub mulai berupaya menekan beban pengeluaran mereka. Newcastle United, Tottenham Hotspur, Bournemouth, Norwich City dan Liverpool telah memutuskan untuk merumahkan staf mereka. 

Berbeda dengan Chelsea, klub ini tampaknya tak perlu risau dengan keuangan meskipun di tengah pandemi Covid-19. Ketika klub lain terpuruk, Chelsea justru meraup keuntungan bersih hingga 211 juta poundsterling (setara Rp 3,7 triliun). Bagaimana mungkin?

                                                                    Gambar 6. Skuat Chelsea FC.

Berikut beberapa alasan yang membuat Chelsea tercatat sebagai klub yang paling banyak meraup laba bersih di dunia dibandingkan klub-klub lainnya, di tengah pandemi Covid-19:

  1. Chelsea berhasil menyabet trofi Liga Europa pada musim 2018/2019 dan mendapat kucuran uang sebanyak 41 juta pounsterling (setara Rp 809 miliar).
  2. Klub yang berjulukan The Blues ini terkena larangan belanja pemain dari FIFA pada musim lalu sehingga dapat menyimpan banyak uang.
  3. Chelsea hanya membeli satu pemain pada awal musim ini setelah terbebas dari sanksi. Satu pemain itu adalah gelandang asal Kroasia, Mateo Kovacic, yang dibeli dari Real Madrid seharga 38 juta poundsterling (Rp673 miliar).
  4. Chelsea mendapat dana segar setelah melepas Eden Hazard ke Real Madrid dan Alvaro Morata ke Atletico Madrid. Eden Hazard dijual dengan nilai transfer mencapai 103 juta poundsterling. Bahkan Chelsea mendapatkan keuntungan dari bonus sehingga transfernya meningkat menjadi 146 juta poundsterling. Sementara Alvaro Morata berhasil dijual sebesar 50,4 juta poundsterling.
  5. Para pemain yang dipinjamkan Chelsea justru tampil diluar ekspektasi sehingga klub-klub peminjam pun berniat membeli sang pemain. Tiemoue Bakayoko gagal mengamankan tempat di skuat utama Chelsea dan menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di AC Milan dan AS Monaco. Bakayoko dilaporkan menarik minat beberapa klub dengan harga dikisaran 30 juta pounds. Davide Zappacosta menghabiskan waktu di Chelsea sebagai penghangat bangku cadangan. Pemain berpaspor Italia itu pun dipinjamkan ke AS Roma pada musim panas 2019. Menjual sang pemain, Chelsea akan mendapatkan dana segar sebesar 10,8 juta pounds. Mario Pasalic merupakan gelandang muda yang terlupakan di Chelsea. Namun, ia mampu bersinar ketika dipinjamkan ke Atalanta. Pasalic sukses membawa Atalanta lolos ke 16 besar Liga Champions sehingga Atalanta berminat mempermanenkan sang pemain pada musim panas nanti dengan harga sekitar 13 juta pounds. Victor Moses telah membela Chelsea sejak 2012. Namun, sang pemain malah menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di 5 klub berbeda. Moses pun berpeluang dijual musim panas nanti dan akan memberikan tambahan uang senilai 6,12 juta pounds.
  6. Chelsea mendapatkan sponsor baru yakni provider 3 yang sudah terpajang di jersey barunya.
  7. Akan tetapi satu hal paling penting, kondisi keuangan Chelsea yang mumpuni karena ditopang oleh sang pemilik klub, Roman Abramovich. Beberapa waktu lalu Abramovich menjual 40 persen saham dari perusahaannya yang bergerak di sektor penambangan emas, yaitu Highland Gold, salah satu dari 10 perusahaan penambangan emas terbesar di Rusia. Dari penjualan saham titu, Roman Abramovich dapat cuan sebanyak 437 juta pounds (setara Rp 8 triliun).

Melalui situs resminya, dewan pengelola Chelsea yang dipimpin oleh pemilik klub Roman Abramovich telah menyetujui sejumlah inisiatif yang bertujuan untuk memastikan kesejahteraan dan aspek keuangan para karyawan, staf serta mendukung penggemar dan komunitas yang lebih luas. Inisiatif tersebut antara lain sbb:

  1. Manajemen Chelsea FC menegaskan tidak memotong gaji pegawai dan membayar penuh pendapatan karyawan, staf dan para pemain, sebagai bentuk kepedulian sosial klub dalam menangani wabah Covid-19.
  2. Klub mengonfirmasi tidak akan mengambil keuntungan dari Skema Retensi Pekerjaan Virus Corona yang ditetapkan pemerintah Inggris, di mana perusahaan dibolehkan membayar 80 persen gaji bulanan staf yang terpaksa dicutikan, dengan maksimal gaji per bulan 2,500 pounds (sekitar Rp47,5 juta).
  3. Manajemen klub papan atas Liga Inggris ini juga memastikan kompensasi terhadap para pekerja harian dan staf hari pertandingan yang dipekerjakan oleh klub, tetap dibayarkan hingga 30 Juni seolah-olah pertandingan telah dimainkan dan telah beroperasi seperti biasa.
  4. Manajemen Chelsea juga memberikan perhatian kepada para fansnya yang telah membeli tiket pertandingan dengan memberikan kredit bagi pemegang tiket musiman masuk dan pemegang tiket musim liburan untuk setiap pertandingan kandang Liga Premier yang tidak dimainkan dengan para penggemar di stadion, setelah jadwal final untuk musim 2019/20 telah disepakati. Pemberian kredit akan dilakukan secara pro-rata. Klub yang melahirkan legenda seperti Frank Lampard, John Terry hingga Didier Drogba ini akan mengganti biaya perjalanan dan akomodasi hingga 350 pounds per pemegang tiket untuk menutupi pengeluaran yang tidak dapat dikembalikan oleh 3.800 pendukung, karena melakukan perjalanan ke Munich bulan lalu untuk pertandingan Liga Champions. Pembayaran ini berlaku untuk perjalanan dipesan secara pribadi atau melalui klub.
  5. Chelsea juga berkomitmen memberikan perhatian kepada masyarakat London dengan membantu respons medis terhadap wabah Covid-19 dengan mengalokasikan 128 kamar di hotel-hotel Chelsea yang berlokasi di Stamford Bridge sebagai akomodasi para staf NHS (National Health Service) dan memberikan sumbangan yang cukup besar untuk amal.

Chelsea telah memimpin dengan memberi contoh dalam menghadapi krisis sepak bola Inggris yang belum pernah terjadi sebelumnya serta telah berkontribusi untuk melindungi dan mempertahankan individu serta industri sepak bola.

Analisa SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kondisi internal (kekuatan & kelemahan) dan eksternal (kesempatan & ancaman) organisasi. Analisa ini diperlukan dalam menentukan strategi yang tepat di tingkat perusahaan, bisnis, ataupun fungsional. Berikut ini adalah Analisa SWOT Chelsea FC.:

                                                             Gambar 7. Analisa SWOT Chelsea FC.

SOLUSI BANGKIT DI MASA PANDEMI

Bali United harus belajar dari kesuksesan Chelsea bertahan bahkan untung besar di tengah pandemi. Beberapa strategi yang dapat dilakukan Bali United sebagai solusi bangkit di tengah pandemi sbb:

  1. Memastikan para pemain, pelatih, official dan wasit, semuanya dalam keadaan sehat. Kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting daripada sebuah pertandingan sepak bola.
  2. Mencari informasi sebanyak mungkin tentang kekuatan, kelemahan dan strategi yang digunakan oleh klub-klub Liga 1 sehingga ketika kompetisi bergulir Bali United dapat mengantisipasi permainan lawan.
  3. Gencar mempromosikan merchandise klub ke para fans (jersey, t-shirt, hoodie, windbreaker, clothing, umbrella, topi, backpack, tumbler, mug, dll). Salah satu kekuatan Bali United adalah basis fans fanatik yang berjumlah puluhan ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Promosi merchandise dapat mengoptimalkan pengunaan media-media sosial (Instagram, facebook, twitter, youtube, dll).
  4. Mengoptimalkan Official Online Merchandise Store Bali United untuk menjangkau basis fans yang lebih luas dan melek teknologi digital, terutama fans minelial. Official online store harus menawarkan produk yang variatif dan harus rutin mengeluarkan desain-desain terbaru. Berikan kemudahan kepada para fans dalam melakukan pemesanan, missal via WhatsApp, Line, Telegram, dan media online lainnya.
  5. Selama pandemi aktifitas Latihan para pemain dan pelatih terbatas dan banyak waktu berada di rumah. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan membuat event-event online seperti jumpa fans untuk mendekatkan para pemain dengan para supporter. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi. 
  6. Menyelenggarakan turnamen dan kompetisi sepakbola online. Kegiatan ini tidak hanya menjangkau basis fans eksisting tetapi juga para pecinta e-sport di seluruh Indonesia bahkan dunia. Event seperti ini dapat menjadi bargaining power ke para sponsor untuk terus membiayai kegiatan klub.
  7. Menawarkan para pemain papan atas ke klub-klub Liga 1 yang berminat. Bali United memiliki beberapa pemain dengan nilai jual termahal di bursa transfer pemain Indonesia dan diincar oleh banyak klub (Stefano Lilipaly, Ricky Fajrin dan Ilija Spasojevic). Walaupun probabilitasnya sangat kecil, ini dapat menjadi salah satu opsi jika kondisi keuangan Bali United benar-benar terpuruk.
  8. Melakukan penyesuaian kontrak dan memangkas gaji pemain serta pelatih sampai  50% dari kontrak atau setidak-tidaknya di atas upah minimum regional yang berlaku di tempat klub berbasis. Penyesuain gaji ini resmi diatur dalam Surat Keputusan yang diterbitkan oleh PSSI. SK tersebut membolehkan klub melakukan penyesuaian gaji pemain dan pelatih hingga 75% dari kontrak. Perlu tidaknya memberlakukan SK ini sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing klub. Perlu strategi komunikasi yang baik agar tidak ada resistensi dari pemain dan pelatih. Pemain dan pelatih harus secara sadar, sukarela dan ikhlas menerima keputusan klub agar tidak terjadi degradasi moral yang dapat mempengaruhi performance klub. Penyesuaian gaji ini berlaku temporary dan otomatis terminasi setelah kompetisi bergulir dan Kembali normal.

ORGANIZATION CULTURE (ADAPTIVE CULTURE)

Salah satu hal menarik di tengah pandemi adalah terjadinya pergeseran budaya perusahaan menyesuaikan dengan dengan protokol New Normal yang ditetapkan oleh pemerintah. Perubahan budaya ini pada akhirnya akan mempengaruhi perilaku kerja dan sikap individu serta kelompok di dalam organisasi karena anggotanya dituntut untuk mematuhi nilai bersama, norma, dan standar perilaku yang ditetapkan.

Penggunaan masker saat latihan, membersihkan badan sebelum dan sesudah Latihan, prosedur rapid test berkala, Latihan tertutup tanpa kehadiran supporter dan awak media, rajin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer, mengurangi aktifitas di luar kegiatan klub merupakan budaya baru yang harus diinternalisasi dan dipatuhi oleh seluruh pemain, pelatih dan official Bali United.

Bali United pun menerapkan budaya aman berolahraga di masa "New Normal" untuk dipatuhi oleh pemain, pelatih dan official. Bali United membagikan beberapa budaya dan tips aman dan sehat berolahraga dimasa New Normal yang dapat diacu oleh semua insan yang gemar berolahraga, sbb:

  1. Membersihkan badan sebelum dan sesudah olahraga. Biasanya masyarakat selalu membersihkan badan atau mandi sesudah olahraga saja. Tapi di masa "New Normal" ini sangat disarankan agar pecinta olahraga juga dapat membersihkan badan atau mandi sebelum berolahraga agar saat berolahraga tetap bersih dari virus, kuman dan penyakit.
  2. Rutin membersihkan alat olahraga. Alat olahraga menjadi salah satu sarana dalam memberikan kesehatan kepada masyarakat. Alat gym, sepeda, bola, raket maupun alat olahraga lainnya harus diperhatikan kebersihannya.
  3. Disarankan olahraga 3-5 kali seminggu.
  4. Konsumsi makanan bergizi. Penting untuk pecinta oleahraga untuk memperhatikan asupan gizi seimbang dalam makanan. Makan makanan sehat dan bergizi untuk menjaga stamina tubuh dalam beraktivitas.

Apa yang diterapkan Bali United di atas dapat dikategorikan sebagai Budaya Adaptif (Adaptive Culture), yaitu budaya yang nilai dan normanya membantu individu dan organisasi dalam membangun momentum dan tumbuh serta berubah sesuai kebutuhan untuk mencapai tujuan dan menjadi lebih efektif menghadai New Normal.

STRATEGI KORPORASI, BISNIS DAN FUNGISONAL

Dari Analisa SWOT Bali United tersebut di atas, selanjutnya perlu ditentukan strategi bisnis yang relevan. Strategi bisnis akan menentukan arah dan tujuan organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan. Tiga tingkatan utama strategi bisnis perusahaan sbb:

Strategi Korporat (Corporate Level Strategy)

Strategi korporat harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Bali United memiliki visi dan misi sangat jelas yaitu bersaing di dunia sepakbola, mampu hidup dan berkembang di industri sepakbola serta menjadi klub sepakbola terbaik di Indonesia yang profitable. 

Strategi korporat yang perlu dilakukan untuk menjadi klub terbaik sbb:

  1. Memiliki pelatih yang berpengalaman membawa klub-klub menjadi juara. Tentu saja harus dipersiapkan biaya untuk merekrut pelatih-pelatih terbaik.
  2. Memiliki pemain-pemain bermental juara, berdaya serang tinggi dengan pertahanan yang kuat. Hal ini juga perlu didukung dengan kemampuan finansial yang kuat untuk merekrut pemain-pemain terbaik.
  3. Menang dalam setiap kompetisi untuk memaksimalkan pendapatan klub.
  4. Berpartner dengan sponsor-sponsor bonafide.
  5. Memperbaiki portfolio bisnis Bali United untuk menaikkan harga saham.

Strategi Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy)

Strategi Unit Bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis.

Di masa pandemi, Bali United harus lebih kreatif memikirkan metode-metode pemasaran yang extraordinary dan  out of the box untuk mempertahankan pendapat klub. Menggenjot pemasaran via online store dan memanfaatkan berbagai media digital adalah suatu keharusan. Hal ini akan memberikan kemudahan kepada para penggemar untuk mendapatkan produk klub kesayangannya tanpa harus mendatangi store fisik.

Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)

Strategi Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Strategi Fungsional biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh para Manager Departemen seperti Manager Pemasaran, Keuangan, Produksi dan Operasi. Beberapa stategi fungsional yang dapat dilakukan sbb:

  • Kerjasama dengan sponsor brand terkenal di Indonesia (Indofood, Smartfren, Go-Jek, Torabika, Kuku Bima, dll) perlu dipertahankan.
  • Jumpa fans via webinar & sharing perlu dilakukan untuk menghilangkan kebosanan pemain, pelatih dan official serta mengobati rasa kangen fans terhadap pemain dan klub kesayangannya.
  • Memperbanyak koleksi menchandise di online store dengan menyedikan beragam produk.

Referensi :

  1. Contemporary Management (11th Edition, 2020, McGraw-Hill Education) – Gareth R. Jones, Jennifer M. George
  2. https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-5158208/rahasia-chelsea-belanja-gila-gilaan-di-tengah-pandemi
  3. https://idxchannel.okezone.com/read/2020/12/03/278/2320681/emiten-bali-united-rugi-rp22-4-miliar-imbas-liga-1-ditunda

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
erwink

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format