BUY TUCKER, DON’T LET THE FUTURE PASS YOU BY


0

Preston Tucker adalah seorang entrepreneur yang pada awal film diberitakan membuat mobil perang yang inovatif pada Perang Dunia ke 2 namun ditolak oleh Militer Amerika. Setelah perang dunia selesai, Tucker bermimpi untuk menciptakan sebuah mobil yang memiliki kecanggihan dari sisi mekanikal, fitur keselamatan dengan bentuk menarik dan mencolok jika dibandingkan dengan mobil-mobil yang ada pada tahun 1940-an. 

Untuk dapat menacapai impiannya, Tucker mencari invenstor yang mau mendanai proyek tersebut. Abe Karatz, investor pertama yang ditemui oleh Tucker namun ia menolak ajakan Tucker. Sampai pada akhirnya ia berubah pikiran, setelah Tucker membuat sebuah artikel mengenai mobil yang ingin diciptakan di koran dan mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat. 

Tucker Corporation mengakuisisi pabrik terbesar di dunia pada saat itu, yang merupakan pabrik mesin pesawat bomber Dodge B-29 di Chicago. Kemudian Tucker mengumpulkan BOD dan investor-investor lainnya untuk persiapan peluncuran Tucker Corporation. Untuk itu Tucker memerlukan sebuah prototype. Tucker dan karyawannya membangun mobil prototype dalam waktu 60 hari yang pada hari peluncurannya pun belum selesai dikerjakan, karena masih banyak masalah bahkan menyebabkan kebakaran kecil karena bahan bakar yang bocor. Namun pada akhirnya mereka berhasil membuat terpukau setiap orang yang datang serta menjadi pemberitaan yang sangat viral pada saat itu, karena mobil tersebut diklaim mampu menempuh 130 Miles per Jam, konsumsi bahan bakar 20 Miles per Galon, dan memiliki berbagai fitur lain seperti seatbelts, Rear Engine dan Sponge Rubbber Crash Panel. 

Setelah peluncuran protoype, Tucker melakukan tour promosi keberbagai tempat. Dilain sisi Board of Director Tucker Corporation dan manajemen bersepakat untuk mendesain ulang mobil tersebut supaya terlihat lebih konvensional, serta efektif dan efisien dari sisi biaya. Selain itu, BOD juga bersepakat untuk menaikkan harga mobil tersebut tanpa sepengetahuan Tucker dengan alasan karena harga baja sebagai bahan baku mahal. Setelah mendengar kabar tersebut Tucker langsung bergegas menuju Chicago untuk mengembalikan kondisi produksi menjadi seperti yang ia inginkan, namun hal tersebut menimbulkan konfrontasi dari Chairman of BOD, RJ Bennington yang kemudian menyebakan ia kehilangan kekuasaan untuk mengontrol produksi mobil tersebut. 

Tucker kembali ke bengkel kecil di rumahnya untuk memikirkan strategi produksi mobilnya. Ia kemudian mendapatkan informasi bahwa terdapat perusahaan produsen helikopter yang memiliki banyak baja dan alumunium. Ia pun melakukan upgrade terhadap mobil protoypenya dengan menggunakan baja dan alumunium dari pabrik helikopter tersebut serta berinovasi dengan menggunakan mesin helikopter yang memiliki ukuran lebih kecil, mesin lebih bertenaga dan durabilitas mesin yang lebih baik. Tanpa persetujuan BOD kemudian Tucker melanjutkan produksi mobil nya dengan menggunakan desain dan spesifikasi yang ia inginkan. 

Kekuatan politik ternyata menginkan Tucker menghadapi masalah agar Tucker Corporation berhenti memproduksi mobilnya. Senator Homer Ferguson dengan kekuasannya menginkan Tucker tersingkir dari bisnis otomotif karena dirasa dapat mengancam kelangsungan bisnis 3 Perusahaan penguasa industri pada saat itu. 

SEC akhirnya mengajukan gugatan penipuan terhadap Tucker karena mengambil jutaan dolar dari investor tanpa benar-benar membangun mobil. Berbagai berita bohong juga menyebabkan otoritas terakit melakukan investigasi atas dasar yang informasi yang salah. Hal tersebut menyebabkan Tucker Corporation berhenti berproduksi dan pabriknya diambil alih oleh Pemerintah. Atas berbagai tuntutan hukum, Tucker pun disidang dengan tuduhan melanggar sistem pembukuan dan keterkaitan masa lalu Abe Karatz sebagai penipu. 

Diakhir cerita Tucker memberikan closing statement yang memukau para juri, ia pun terbebas dari dakwaan yang dituduhkan kepadanya. Diluar ruang sidang, 50 unit mobil Tucker disiapkan agar dapat disaksikan oleh setiap orang dipersidangan bahwa Tucker Corporation benar melakukan produksi. Kemudian selesai persidangan ia mengajak setiap orang diruang sidang untuk mencoba menaiki mobil tersebut. 

COMPETITIVE ADVANTAGE 

Competitive Advantage adalah Kemampuan satu organisasi untuk mengungguli organisasi lain karena menghasilkan barang yang diinginkan atau layanan lebih efisien dan efektif daripada pesaing. Tucker Corporation membuat mobil dengan fitur paling canggih dan efisien pada tahun 1940-an. Dengan inovasi dan kualitasnya mobil Tucker masuk industri otomotif dan menjadi ancaman bagi para kompetitiornya. 

Fakta Competitive Advantage yang dimiliki oleh mobil Tucker:

  • Efisiensi – Mobil tucker mampu menempuh 20 Miles per Gallon dimana pada saat itu mobil kompetitor belum bisa mencapai jarak tempuh tersebut
  • Inovasi – Mobil Tucker memiliki fitur keselamatan seatbelt, rear engine dan sponge rubbber crash panel yang dapat melindungi penumpang apabila terjadi kecelakaan. Hal tersebut juga merupakan fitur baru yang tidak dimiliki oleh mobil kompetitor pada saat itu. 
  • Quality – Mobil Tucker menggunakan modifikasi mesin helikopter yang memberikan durabilitas mesin jauh lebih baik dibandingkan mesin biasa dan menggunakan baja dan alumunium helikopter dengan kualitas terbaik. Mobil tersebut teruji dengan sangat baik bahkan pada saat telah mengalami kecelakaan besar, Mobil Tucker masih mampu untuk dikendaraai dengan baik. 
  • Responsiveness to Customers – Untuk menjangkau customer dan mempercepat transaksi penjualan Tucker Corporation melakukan penjualan mobil dengan sistem pre-order dan pemasaran dilakukan langsung di Dealer kendaraan bekas dan tempat-tempat rental mobil. Selain itu pemasaran dilakukan melalui media koran dengan mempresentasikan detail prototype mobil Tucker, dan pelanggan dapat menghubungi nomor telepon yang tertera untuk melakukan pemesanan. 

IDENTIFIKASI MASALAH DALAM CERITA

Dalam proses Preston Tucker menciptakan sebuah mobil yang berbeda dan canggih pada era tersebut, Tucker Corporation mengahadapi berbagai masalah antara lain:

  • Mobil Tucker merupakan mobil pertama pada tahun 1940-an yang menggunakan teknologi lebih maju dibandingkan dengan para kompetitor. Bahkan teknologi yang ditawarkan pada mobil tersebut masih digunakan pada mobil-mobil saat ini. Karena teknologi yang digunakan sangat baru, Preston Tucker kesulitan menemukan onderdil dan bahan baku lain seperti baja yang sangat susah untuk didapatkan karena adanya halangan dari regulasi pemerintah pada saat itu. 
  • Preston Tucker adalah seorang inventor yang menginginkan mobilnya dibangun sesuai dengan desain dan spesifikasi yang ia inginkan. Dengan ekspektasi yang sangat tinggi ia sering beradu argumen dengan para karyawannya dalam pemilihan sparepart dan modifikasi desain atas prototype yang sedang dibangun. Sampai pada hari peluncuran masih terdapat masalah-masalah serius seperti kebocoran bahan bakar, Pile Suspension yang tidak berfungsi dan lain lain. Namun masalah tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga pada saat peluncuran mobil Tucker berhasil memukau setiap orang yang hadir dalam acara peluncurannya. 
  • Terdapat konflik antara Preston Tucker sebagai Inventor dengan jajaran BOD. Konflik tersebut terjadi karena adanya perbedaan mindset. Preston Tucker menginginkan mobil yang ia bangun sesuai dengan desain dan spesifikasi modern yang ia telah rancang, sedangkan BOD mempertimbangkan sisi efektifitas dan efisiensi biaya serta profit yang mampu dihasilkan dari penjualan mobil Tucker. Akhirnya pada saat Tucker melakukan tour promosi dan jauh dari kontrolnya terhadap produksi, BOD dan Manajemen sepakat untuk merubah desain, mengganti beberapa komponen yang dianggap tidak efisien serta menaikkan harga penjualan karena harga baja yang mahal pada saat itu yang menyebabkan margin diperoleh kecil. Hal tersebut bertentangan dengan keinginan Preston Tucker yang menginginkan sebuah mobil yang sangat berbeda dengan harga yang relatif bersaing dan tidak terlalu mementingkan seberapa besar margin yang mampu dihasilkan. 
  • Terdapat 3 Perusahaan Otomotif besar yang menjadi penguasa pangsa pasar penjualan mobil pada saat itu. Untuk dapat bersaing, memperoleh berbagai izin usaha dan memperlancar bisnis, Preston Tucker berusaha untuk menemui Senator Homer Ferguson yang pada saat itu menjadi kunci utama di Pemerintahan agar Tucker Corporation dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan mendapat dukungan dari Pemerintah. Namun usaha untuk meyakinkan Senator Homer Ferguson gagal karena Preston Tucker tidak mampu meyakinkan Senator Ferguson bahwa mobil Tucker benar-benar mampu menjadi mobil canggih yang menggebrak pasar otomotif pada saat itu. 
  • Untuk dapat memproduksi masal mobil ciptaannya, Preston Tucker membutuhkan dana untuk membeli pabrik, bahan baku serta meng-hire jajaran BOD dan manajemen. Untuk itu melalui Abe Karatz, Preston Tucker mencari investor-investor di Chicago baik yang ingin menginvestasikan uangnya pada Tucker Corporation dan orang-orang yang sudah ingin memesan mobil Tucker. Dengan dana yang berhasil dihimpun Tucker Corporation dapat menjalankan operasional pabrik dan bisnisnya. Karena adanya tekanan politik dan kompetitor yang merasa bahwa mobil Tucker adalah ancaman di industri otomotif saat itu, Tucker Corporation dihadapkan dengan berbagai masalah eksternal. Tucker Corporation mendapatkan berbagai tuntutan hukum dan isu negatif. Sampai akhirnya Tucker di sidang dan dituduh melakukan pembohongan publik, pelanggaran SEC, dan melakukan konspirasi untuk menipu masyarakat. Tucker dituduh menghimpun dana sebesar US$ 25 Juta tanpa memproduksi masal mobil yang dijanjikan dan dituduh menggunakan barang rongsokan dalam memproduksi mobilnya. Tuduhan dipersidangan tersebut menyebabkan pabrik Tucker Corporation diambil alih oleh pemerintah dan produksi mobil Tucker dihentikan. 

KONFLIK

Terdapat beberapa konflik yang muncul dalam film Tucker: The Man and His Dream. 

Konflik antara Preston Tucker dengan para engineer dan desainer. Para engineer menyarankan kepada Preston Tucker untuk tidak menggunakan sistem injeksi, karena sparepart tersebut susah untuk didapat. Namun Preston Tucker bersikeras untuk tetap menggunakan sistem injeksi pada mesinnya. 

Tipe Konflik

:

Interpersonal Conflict – Konflik antar individu karena perbedaan tujuan atau goal

Sumber Konflik

:

Scare Resources (Kelangkaan Sumberdaya) – Konflik yang muncul karena adanya kelangkaan atas suatu sumberdaya

Strategi Manajemen Konflik

:

Accomodation – Strategi manajemen konflik yang telah dilakukan adalah dengan satu pihak yang memiliki kekuatan lebih lemah menyerah terhadap tuntutan pihak lain. Pada kondisi ini sang engineer menyerah dan akhirnya tetap menggunakan sistem injeksi pada mobil yang dibangun sesuai dengan keinginan dan desain Preston Tucker

Saran Manajemen Konflik

:

Collaboration – Dengan adanya perbedaan pendapat dengan engineernya, Preston Tucker seharusnya mencoba mengetahui dan mendengar apa yang menjadi usulan engineer atas kondisi yang ada. Kemudian berkolaborasi untuk mencari alternatif dan mencapai kesepakatan bersama dengan hasil output yang sama memuaskan dibandingkan dengan sistem injeksi

Negosiasi

:

Negosiasi Integratif – Dalam negosiasi ini antara Preston Tucker dan Para Engineernya menghasilkan kesepakatan dimana antara pihak yang berkonflik melihat adanya win-win solution dimana diakhir Preston menawarkan untuk menaikkan insentif engineernya jika para engineer menuruti keinginan Preston untuk tetap menggunakan sistem Injeksi

Strategi Politik 

:

Making Oneself Irreplaceble – Strategi yang digunakan Preston Tucker adalah membuat dirinya menjadi tidak tergantikan, dimana ia memiliki kemampuan dan keahlian spesial yang tidak dimiliki orang lain disekitarnya

Saran Strategi Politik

:

Controlling Uncertainty – Konflik pada awalnya muncul karena susahnya mendapatkan sparepart, untuk dapat mempertahankan power nya, Preston Tucker harus dapat melakukan kontrol terhadap situasi yang tidak pasti. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mencari vendor atau outsourcing sumber daya terkait sistem injeksi yang mampu menghasilkan sistem injeksi sesuai dengan desain mobil Tucker. Dengan demikian tidak akan muncul permasalahan susahnya sumberdaya untuk didapat.

Konflik antara Preston Tucker dengan jajaran BOD dan Manajemen. Preston Tucker menginginkan mobil yang ia bangun sesuai dengan desain dan spesifikasi modern yang ia telah rancang, sedangkan BOD mempertimbangkan sisi efektifitas dan efisiensi biaya serta profit yang mampu dihasilkan dari penjualan mobil Tucker. 

Tipe Konflik

:

Intergroup Conflict – Konflik terjadi antara tim/departemen

Sumber Konflik

:

Different Goal – Konflik muncul karena perbeda tujuan antara BOD dan Preston Tucker

Overlapping Authority – Antara Preston Tucker dan BOD sama-sama melakukan klaim atas otoritas dan aktivitas produksi Tucker Corporation. 

Scare Resources – Perbedaan tujuan juga disebabkan faktor sumber daya yang susah didapatkan untuk membuat mobil Tucker

Strategi Manajemen Konflik

:

Accomodation – Strategi manajemen konflik yang sudah dilakukan adalah dengan satu pihak yang memiliki kekuatan lebih lemah menyerah terhadap tuntutan pihak lain. Pada kondisi ini Robert Bennington memiliki wewenang lebih tinggi dibandingkan dengan Preston Tucker, karena kontrak yang ia terima sebagai Chairman of BOD menyatakaan hal tersebut. 

Saran Manajemen Konflik

:

Compromise – Untuk dapat mencapai dua tujuan yang berbeda maka antara Preston Tucker dan Manajemen harus concern tidak hanya akan tujuan masing-masing namun juga mementingkan tujuan bersama. Strategi ini dapat dilakukan dengan saling memberi dan menerima atau tukar menukar apa yang menjadi keinginan masing-masing pihak. Preston Tucker dengan jiwa inventornya juga harus mempertimbangakan bagaimana masalah-masalah yang dihadapi oleh Manajemen, dan dilain sisi Manajemen juga harus mempertimbangkan dan mencari jalan agar ide dan inovasi Preston Tucker juga dapat tersalurkan dengan meminimalkan risiko berkurangnya margin perusahaan.

Negosiasi

:

Negosiasi Distributif – Konflik yang terjadi antara Preston Tucker dan BOD dilakukan negosiasi dimana masing-masing pihak saling mengambil sikap kompetitif dan adversal. Mereka tidak memperdulikan apabila konflik tersebut dapat merusak hubungan interpersonal atas kompetisi yang terjadi

Strategi Politik

:

Being in a Central Position – Strategi politik yang dilakukan oleh BOD adalah dengan mengambil penuh pengambilan keputusan atas aktivitas krusial perusahaan, sesuai dengan yang tertulis dalam kontrak BOD dengan Tucker Corporation

Saran Strategi Politik

:

Relying on Objective Informaton – Untuk dapat memaksimalkan kekuasaan dan tujuan Tucker Corporation, Preston Tucker harus mampu menginformasikan dengan baik kepada jajaran BOD bahwa tanpa merubah desain Mobil Tucker tetap diminati oleh masyarakat luas. Pembuktian tersebut dapat dilakukan dengan melakukan survey masyarakat.

Making Everyone a Winner – Selain itu srategi lain yang dapat dilakukan adalah dengan menawarkan kepada jajaran BOD dimana mereka dapat memperoleh benefit tertentu apabila mereka dapat mendukung apa yang menjadi keputusan dan pertimbangan Preston Tucker terhadap desain Mobil Tucker. 

Konflik antara Tucker Corporation dengan Stakeholder (Pemerintah dan Kompetitor). Antusiasme masyarakat dan diferensiasi produk yang mencolok antara Mobil Tucker dan kompetitor menyebabkan terjadinya konflik antara Tucker Corporation dengan Stakeholder. Konflik tersebut terlihat antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson. Senator lebih mementingkan kepentingan 3 Perusahaan Otomotif yang menjadi leader industri otomotif pada saat itu. 

Tipe Konflik

:

Interorganizational Conflict – Konflik terjadi antar organisiasi. Konflik antara Tucker Corporation dan Kompetitor melalui Pemerintah

Interpersonal Conflic – Konflik antar organisasi tersebut bermula dari konflik personal antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson

Sumber Konflik

:

Different Goal – Konflik muncul karena perbeda tujuan antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson

Scare Resources – Perbedaan tujuan juga disebabkan faktor sumber daya yang susah didapatkan untuk membuat mobil Tucker. Banyak bahan baku yang dibutuhkan untuk berproduksi menjadi susah didapat karena adanya larangan oleh pemerintah. 

Status Inconsistencies – Konflik terjadi karena Senator memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dibandingkan Tucker Corporation

Strategi Manajemen Konflik

:

Accomodation – Strategi manajemen konflik yang sudah dilakukan adalah dengan satu pihak yang memiliki kekuatan lebih lemah menyerah terhadap tuntutan pihak lain. Pada kondisi ini Senator Homer Ferguson memiliki kekuasaan yang lebih dibandingkan dengan Tucker Corporation, dimana Preston Tucker tidak dapat melakukan apa-apa atas interupsi Politik dan Pemerintah yang terjadi terhadap bisnis Tucker Corporation 

Saran Manajemen Konflik

:

Compromise – Untuk dapat mencapai dua tujuan yang berbeda maka antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson harus concern tidak hanya akan tujuan masing-masing namun juga mementingkan tujuan bersama. Strategi ini dapat dilakukan dengan saling memberi dan menerima atau tukar menukar apa yang menjadi keinginan masing-masing pihak. 

Negosiasi

:

Negosiasi Distributif – Konflik yang terjadi antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson dilakukan negosiasi dimana masing-masing pihak saling mengambil sikap kompetitif dan adversal. Mereka tidak memperdulikan apabila konflik tersebut dapat merusak hubungan interpersonal atas kompetisi yang terjadi. Dan dari sisi Senator Homer Ferguson juga mengambil sikap untuk mempertahankan kepentingan 3 Perusahaan Otomotif yang ia dukung.

Strategi Politik

:

Tidak ada strategi politik yang dilakukan oleh Tucker Corporation terhadap konflik yang terjadi. Karena keterbatasan sumberdaya dan tekanan Pemerintah yang cukup kuat pada saat itu.

Saran Strategi Politik

:

Building Alliances – Salah satu cara yang dapat dilakukan Tucker Corporation dengan Pemerintah adalah dengan melakukan kerjasama. Kerjasama tersebut misalnya dapat berupa bantuan kendaraan dinas bagi pejabat-pejabat Pemerintahan. Preston Tucker dapat menawarkan kepada pemerintahan bahwa mereka akan diberikan kendaraan dinas berupa mobil Tucker. Dengan demikian akan terbentuk suatu keterikatan antara Tucker Corporation dan Pemerintahan, sehingga negosiasi-negosiasi terkait bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah. 

MOTIVASI 

Salah satu alasan mengapa memimpin merupakan aktivitas manajerial yang penting adalah karena memimpin memerlukan kepastian bahwa setiap anggota organisasi termotivasi berkinerja tinggi dan membantu organisasi mencapai tujuannya. Jika manajer efektif, maka hasil dari proses memimpin adalah tenaga kerja yang bermotivasi tinggi. Preston Tucker adalah seorang Entrepreneur yang memiliki kemampuan memotivasi anggotanya dengan cara yang baik. 

Pada film Tucker: The Man and His Dream terlihat bahwa mimpi untuk menciptakan sebuah mobil yang modern pada waktu itu bukan hanya menjadi motivasi Preston Tucker, namun juga bagi setiap anggotanya. Engineer dan desainer mobil Tucker memiliki motivasi intrinsik dari dalam diri mereka untuk mencapai mimpi terciptanya mobil Tucker. Dengan kuatnya motivasi intrinsik ini menyebabkan anggota memiliki motivasi atas rasa pencapaian yang dituju sehingga membantu Preston Tucker untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

Masalah Terkait Motivasi

Walaupun setiap anggota organisasi telah memiliki motivasi intrinsik, namun hal tersebut tidak sepenuhnya mampu memberikan dukungan terhadap performa anggota untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Para engineer dan Desainer berulang kali menyerah terhadap situasi yang dihadapi saat membangun mobil Tucker. Sumber daya yang susah didapat, kesulitan-kesulitan dalam memodifikasi mesin mobil, dan deadline ketat yang mereke dapatkan untuk menyelesaikan sebuah mobil prototype hanya dalam waktu 60 hari. 

Untuk dapat mencapai motivasi yang tinggi. Preston Tucker harus mampu menciptakan 3 kondisi:

  1. Expetancy – Preston Tucker harus dapat menciptakan persepsi dan menanamkan ekspektasi yang tinggi terhadap hasil output yang dapat dihasilkan dari pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan memiliki pengharapan tinggi maka anggota dapat melakukan pekerjaannya dengan motivasi yang tinggi. 
  2. Instrumentality – Untuk dapat mencapai kinerja tertinggi, Preston Tucker juga harus menggunakan instrumen lain berupa insentif (Pay and Motivation). Kompensiasi gaji dapat diberikan berbasis kinerja tim. Karena mobil tersebut diciptakan dengan kerja tim maka kompensasi berbasis kinerja tim dapat menjadi alternatif. Ketika tim mampu mencapai target menyelesaikan suatu tugas sesuai deadline dan kualitas yang disyaratkan makan diberikan kompensasi tertentu. Selain itu Pay and Motivation juga merupakan metode yang dapat digunakan untuk menggiring anggota yang mulai bekerja tidak sesuai dengan tujuannya utama organisasi untuk kembali bekerja sesuai apa yang diinginkan Tucker Corporation. Selain itu instrumen Negative Reinforcement maupun Punishment juga perlu dilakukan agar para engineer dan desainer tidak melakukan kesalahan, sehingga mereka tidak hanya termotivasi akan hasil terbaik namun juga produk yang tidak kurang dari spesifikasi yang ditetapkan. 
  3. Valence – Preston Tucker harus mampu memetakan bagaimana masing-masing anggotanya termotivasi. Tidak setiap anggota termotivasi atas kompensasi yang dapat diberikan Tucker Corporation. Semakin tepat Preston Tucker dalam mengidentifikasi motivasi tertinggi anggotanya, maka akan semakin mudah untuk memberikan stimulus motivasi kepada orang tersebubt.

Salah satu penyebab konflik yang terjadi antara Preston Tucker dengan jajaran BOD dan manajemen adalah perbedaan goal yang bermula dari perbedaan motivasi. Motivasi intrinsik seorang Robert Bennington adalah bisnis yang berjalan baik dan profit oriented. Pengalamannya sebagai operation manager dan Vice President Ford sebelumnya membuat ia menginginkan hal yang sama dapat berhasil dilakukan pada perusahaan baru Tucker Corporation. Pemilihan Robert Bennington dari kacamata bisnis adalah tepat, namun ternyata tidak bagi Preston Tucker. Bahkan jajaran BOD mengundurkan diri pada saat Tucker Corporation dihadapkan dengan masalah eksternal dan isu-isu negatif yang menyebabkan terganggunya produksi. Seharusnya Preston Tucker dapat memilih alternatif Motivasi Ekstrinsik untuk dapat mengarahkan jajaran BOD dapat bekerja sesuai dengan tujuannya. 

KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi adalah berbagi informasi antara dua atau lebih individu atau kelompok untuk mencapai pemahaman bersama. Pertama dan terutama, komunikasi adalah usaha manusia dan melibatkan individu dan kelompok. Kedua, komunikasi tidak terjadi kecuali pemahaman bersama tercapai. Organisasi dapat memperoleh keunggulan kompetitif ketika manajer berusaha untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, daya tanggap terhadap pelanggan, dan inovasi. Pentingnya komunikasi yang baik adalah peningkatan efisiensi dalam teknologi dan keterampilan baru, peningkatan kualitas produk dan layanan, peningkatan daya tanggap terhadap pelanggan dan lebih banyak inovasi melalui komunikasi.

Komunikasi dalam industri otomotif pada saat itu tidak hanya dilakukan di internal organisasi, namun juga perlu dilakukan kepada pihak luar organisasi. Industri otomotif merupakan industri yang sangat dipengaruhi oleh faktor pembuat kebijakan atau pemerintah.

Masalah Terkait Komunikasi

Konflik antara Preston Tucker dan Pemerintahan dimulai pada saat ia akan mepresentasikan Mobil Tucker kepada para pimpinan di Pemerintahan. Ia mengundang mereka untuk hadir dalam acara makan bersama yang diikuti dengan presentasi Tucker. Presentasi tersebut merupakan hal blunder yang dilakukan oleh Preston Tucker. Karena terlalu peracaya diri akan mobil yang dipresentasikan, ia lupa bahwa para pimpinan dari Pemerintahan sedang makan dan ia mempresentasikan mobilnya dengan menggunakan foto kecelakaan kendaraan bermotor yang untuk menguatkan bahwa mobil Tucker adalah mobil yang memiliki fitur keselamatan lebih baik dari mobil yang lain. Alhasil para pimpinan Pemerintahan tidak terarik untuk melihat presentasinya dan pergi karena nafsu makan mereka hilang. 

Konflik dengan Pemerintahan pun berlanjut, kali ini antara Preston Tucker dan Senator Homer Ferguson yang bermula karena tidak adanya komunikasi yang baik dan efektif. Preston Tucker dengan kepercayaan diri yang tinggi akan mobil yang ia buat akan mampu menjadi leading product diindustri otomotif seakan lupa bahwa pentingnya komunikasi dengan pihak pemerintah agar bisnisnya dapat berjalan lancar dan dipermudah secara regulasi. Konflik tersebut berujung dimana Senator Homer Ferguson melakukan semua yang dia bisa untuk memastikan bahwa SEC menyelidiki dan membawa Tucker ke pengadilan sehingga 3 perusahaan mobil lainnya tidak berpotensi kehilangan uang akan kehadiran mobil Tucker di pasar. Kesalahan komunikasi yang dilakukan oleh Preston Tucker saat bertemu Senator Homer Ferguson adalah sebagai Sender ia tidak memastikan bahwa penerima informasi memahami dan berusaha mengerti dengan apa yang ia sampaikan diwaktu yang sangat sempit. Komunikasi tidak terpusat pada inti negosiasi yang akan dilakukan. Preston Tucker tidak mengetauhi apa yang menjadi interest penerima pesan pada saat akan bernegosiasi. 

Untuk dapat bernegosisai dengan baik, Preston Tucker harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sebagai sender. Alternatif yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pilih media penyampaian yang sesuai dengan pesan atau informasi yang disampaikan serta membantu dalam proses penyampaian informasi yang diinginkan. Preston Tucker dapat memberika sebuah summary singkat kepada sekretaris Senator terkait poin-poin apa yang ingin ia sampaikan kepada Senator Homer Ferguson. Dengan demikian Senator dapat membaca terlebih dahulu serta memonitor apa saja yang menjadi poin penting atas negosiasi yang akan dilakukan oleh Preston Tucker
  2. Hindari Penyaringan dan Penyimpangan Informasi. Preston Tucker harus menyampaikan semua informasi yang dibutuhkan oleh Senator. Dengan demikian Senator Homer Ferguson mengetahui keadaan sesungguhnya dari bisnis Tucker Corporation
  3. Memberikan informasi yang akurat. Informasi yang akurat dapat diberikan disertai dengan bukti, misalny foto dan lain-lain. Dengan demikian tidak ada resistensi dari penerima pesan bahwa informasi yang disampaikan tidak tepat atau tidak benar. 
  4. Big Bold Ideas, Memorable and ImpactKesalahan yang dilakukan oleh Preston Tucker adalah ia tidak mampu menyampaikan apa yang menjadi mimpi dan tujuan dengan mobil Tucker. Salah satu ide yang dapat ia lakukan untuk mendapatkan dukungan Senator adalah dengan melakukan kerjasama. Kerjasama tersebut misalnya dengan menawarkan pemberian kendaraan dinas bagi Pemerintahan, sehingga negosiasi dapat berjalan dengan lebih mudah. Intinya menawarkan sesuatu ide besar mudah diingat adalah salah satu cara untuk melakukan komunikasi yang efektif.

SUMBER REFERENSI :

  • Jones, Gareth R., George, Jennifer M.. 2020. Contemporary Management Eleventh Edition. US : McGraw-Hill Education.

Penulis : Deamy Filianto Nugroho

Ditulis untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Business and Management


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
deamyfn

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format