CEK TOKO SEBELAH – KONFLIK INTERNAL PENERUS USAHA KELUARGA

"Jika kita ingin menggantungkan harapan yang besar, maka kita harus siap untuk menanggung kekecewaan yang besar"


1
1 point

Film Cek Toko Sebelah menceritakan tentang kehidupan Erwin (diperankan oleh Ernest Prakasa), pria lulusan universitas luar negeri, yang sedang cemerlang karirnya. Erwin memiliki kekasih yang bernama Natalie (diperankan oleh Gisella Anastasia) yang karirnya juga sukses. Papahnya Erwin, Koh Afuk, memiliki sebuah toko yang bernama Toko Jaya Abadi, yang menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dalam bentuk grosir dan eceran. Ia mempekerjakan beberapa karyawan yang membantunya usaha tiap hari. Selain Erwin, Koh Afuk juga memiliki anak sulung yang bernama Yohan dan menantunya Ayu. Yohan bekerja sebagai freelance seperti photographer sedangkan istrinya memiliki usaha membuat kue kering yang dititipkan di toko.

Dalam kesehariannya, Koh Afuk memiliki sejumlah masalah, pertama adanya pesaing  usahanya yang tokonya berada percis di sebelah toko miliknya. Kedua, adanya developer properti yang mengincar tanah milik Koh Afuk untuk dikembangkan menjadi real estate namun selalu ditolak olehnya, hingga permasalahan dengan anggota keluarganya. Pada suatu hari, anak pertamanya, Yohan, datang menemui Koh Afuk. Ia bermaksud meminjam uang dari papahnya sebesar Rp 10 juta untuk modal job photo prewedding, yang nanti akan dikembalikan seminggu setelah selesai acara. Koh Afuk pun setuju untuk meminjamkan uangnya ke Yohan dan bilang  kalau tidak usah janji dulu  kalau tidak yakin bisa dapat.

Saat sedang ngobrol antara Yohan dan papahnya, anak keduanya, Erwin, menelepon. Ia mengatakan bahwa tidak dapat berkumpul untuk acara makan malam bersama tanggal 24 Desember sebelum natal karena harus berangkat ke Singapura untuk interview sebagai kandidat brand director. Jika berhasil maka Erwin akan tinggal di sana. Papahnya pun memahami kesibukan kerja Erwin.

Tibalah tanggal 24 Desember, dimana acara  kumpul keluarga hanya  bertiga saja – Koh Afuk, Yohan, dan Ayu. Suasana makan malam tersebut cenderung lebih banyak  diam, sesekali Koh Afuk memandangi foto keluarganya dan mengecek HP miliknya, rupanya ia merasa sepi karena Erwin tidak bisa hadir di acara keluarga tersebut. Dan tiba-tiba Koh Afuk pun jatuh usai selesai makan malam. 

Setelah dibawa ke dokter rupanya ayahnya menderita penyakit darah tinggi dan harus dirawat. Esok harinya Erwin baru bisa menjenguk papahnya di rumah sakit. Sang kakak pun kesal dengan Erwin karena dinilai terlalu sibuk sampai untuk ketemu papahnya saja harus berada  di rumah sakit dulu. Saat sampai dalam ruangan, Koh Afuk berbicara ke Erwin kalau ia harus banyak istirahat dan tidak sanggup meneruskan tokonya serta meminta agar Erwin bisa menggantikan papahnya untuk meneruskan usaha tokonya. Seketika Yohan terkejut melihat perkataan papahnya tersebut. Dan saat Erwin izin turun ke bawah sebentar untuk menjemput Natalie, Yohan menghampiri papahnya dan berkata bahwa ia mau menjadi penerus untuk mengurus toko. Namun Koh Afuk ragu pada Yohan karena mengurus hidupnya saja belum benar, apalagi harus menjaga toko yang bertanggung jawab tidak hanya pada 1 orang, melainkan semua orang pegawainya.

Di lobi bawah, Erwin cerita ke Natalie bahwa ia harus menjaga toko papahnya sementara waktu, namun Natalie tampak terlihat kaget dan meminta agar yang menjaga tokonya seharusnya Koh Yohan saja bukan Erwin. Namun Erwin tidak bisa menolak. Papahnya bilang kalau seumur-umur tidak pernah minta sesuatu ke Erwin dan mendiang mamahnya pun pasti akan setuju. Erwin diminta menjaga toko sebulan saja dulu. Kalau nanti Erwin tidak suka maka papahnya tidak akan memaksa.

Sepulang dari rumah sakit, sang kakak sangat marah atas pembicaraan antara papahnya dengan Erwin di rumah sakit. Ia kesal mengapa harus Erwin terus yang dianak-emaskan, padahal ia selalu sibuk dengan karir, dan tidak pernah mengurus keluarga terlebih saat dulu mamahnya sakit. Ayu berusaha menenangkan suaminya dan meminta untuk sabar. Di sisi lain, Natalie merasa khawatir dengan keputusan pacarnya tersebut. Ia tidak mau karir Erwin terganggu. Erwin pun menegaskan bahwa hanya 1 bulan saja menjaga toko papahnya dan setelah itu kembali ke kantor.

Akhirnya, Erwin datang menepati janjinya untuk mulai menjaga toko milik papahnya. Ia dikenalkan dengan para pegawai papahnya yang unik-unik. 

Erwin juga mulai berinteraksi dengan berbagai macam pembeli yang beragam. Ada anak ingusan yang membeli vetsin tetapi tidak terdengar jelas suaranya dan Erwin merasa ilfeel saat memegang uang dari anak tersebut. Ada juga ibu-ibu yang datang untuk membayar utang mendatangai Erwin, namun uang yang dibayar tidak sesuai dengan jumlah utang yang diingat oleh Koh Afuk yang berdiri di belakang Erwin. Akhirnya Koh Afuk mengikhlaskannya. Erwin saat melihat-lihat bon yang cukup banyak menyarankan papahnya agar menggunakan tablet saja agar lebih mudah dalam mengorganisir transaksi keuangan toko tersebut.

Sementara itu, Yohan dan istrinya berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Yohan mendatangi suatu perusahaan dimana jasanya pernah digunakan oleh perusahaan tersebut dan berharap jasanya bisa dipakai lagi namun saat ini terkendala dimana setiap vendor harus didata ulang kembali karena adanya pergantian bos. Di hari berikutnya Yohan mendapat job foto prawedding, namun ia mendapatkan konsumen yang rewel. Istrinya, Ayu, juga sebenarnya ingin punya toko kue sendiri agar bisnisnya bisa berkembang maju. Sampai pada suatu hari ada teman cowoknya datang menghampiri Ayu dan menawarkan bahwa ia memiliki tempat usaha di pinggir jalan di daerah Kaliurang, Yogya. Temannya tidak memungut sewa jika Ayu mau usaha di tempat tersebut tetapi Ayu mau pikir-pikir terlebih dahulu.

Pada suatu hari, toko milik Pak Afuk didatangani kembali oleh Pak Robert, developer properti,  untuk menawarkan kembali agar tanah bangunan toko tersebut dijual ke beliau. Kali ini Pak Robert menawarkan harga 2 kali lipat dari sebelumnya. Namun Koh Afuk tetap menolak tawaran tersebut karena lebih memilih untuk meneruskan usahanya tersebut ke anaknya, Erwin.

Masalah juga mulai muncul, dimana kekasih Erwin, Natalie, mulai watir terhadap sikap Erwin yang meneruskan usaha papanya tersebut. Natalie tidak ingin Erwin malah kehilangan karirnya demi mementingkan urusan keluarganya. Bahkan ia menyarankan agar toko tersebut dijual saja ke Pak Robert, agar Erwin bisa bebas dan tidak disuruh-suruh lagi, serta tidak timbul perselisihan dengan kakaknya, Yohan.

Sudah 2 minggu Erwin menjaga toko papahnya. Ada perlombaan menghias kotak sabun antar toko yang diadakan oleh perusahaan sabun tersebut. Awalnya desain yang dibuat oleh para pegawai toko tidaklah indah dan biasa saja. Namun  Erwin mencoba turun tangan dan mengubah desain tersebut. Yohan tiba-tiba datang saat ada penjurian. Namun papahnya bilang kalau desain ini dibuat oleh Erwin. Disitu Erwin makin meradang. Setelah dinilai oleh juri, akhirnya toko papahnya  memenangkan pertandingan dan mendapat uang Rp. 10 Juta. Erwin pun yang turut senang menelepon Natalie untuk mengabarkan berita suka tersebut namun respon Natalie datar. 

Yohan dan Ayu sering mengunjungi makam ibunya Yohan. Ia sering bercerita di depan makam ibunya dan membandingkan antara dirinya dengan Erwin. Ia merasa hidup ini lebih berpihak kepada Erwin. 

Erwin akhirnya lolos uji bekerja di Singapura. Ia sangat senang dan bercerita ke pacarnya. Pacarnya memastikan bahwa Erwin sudah mulai bekerja di sana awal bulan depan. Tapi Erwin menjawab bisa jadi iya. Erwin mengatakan bahwa ia harus bilang terlebih dahulu ke papahnya. Raut wajah Natalie seketika berubah. Natalie menegaskan bahwa perjanjian Erwin jaga toko hanya 1 bulan. Namun Erwin bilang kalau tidak mudah bicara hal tersebut ke papahnya. Malamnya Erwin ke rumah papah. Ia menceritakan hal tersebut dan lebih memutuskan untuk tidak melanjutkan membantu papahnya menjaga toko. Papahnya merasa sedih. 

Esok harinya papah Afuk pergi sendirian ke kantor developer Pak Robert yang tempo hari datang ke toko. Akhirnya terjadi kesepakatan bahwa toko milik Koh Afuk dijual ke pihak developer. Sesampainya di rumah, Koh Afuk mengumpulkan semua pegawainya dan membagikan uang pesangon dan toko akhirnya tutup. Para pegawai sedih akan keputusan yang diambil Koh Afuk. 

Mereka juga bingung akan kerja apa nantinya. Malam harinya setelah para pegawai berpamitan pulang, Koh Afuk masih di dalam toko. Ia teringat akan kisah perjalanan membuka toko tersebut bersama istrinya dulu. Ia merasa sedih karena sekarang toko yang telah dirintisnya sejak dahulu harus berhenti beroperasi. Koh Afuk pun jatuh pingsan. Ia kemudian berada di rumah sakit dan ditemani olehq pegawainya dan juga Yohan. Pegawainya memperlihatkan dokumen perjanjian jual beli tanah ke Yohan. Tak lama kemudian Erwin datang ke ruangan papahnya dirawat. Yohan kesal sekali dengan Erwin karena Erwin dinilai tak mampu menjaga kepercayaan papah. Erwin beragumen bahwa ia mendapatkan kesempatan yang lebih baik bekerja di Singapura. Sang kakak pun mengatakan bahwa Erwin egois. Pertengkaran pun terjadi, namun mampu dicegah oleh dokter yang datang visit ke ruangan. Pada suatu kesempatan bertemu, Yohan menjelaskan bahwa sebenarnya ia agak syirik dengan Erwin saat papahnya mempercayakan Erwin untuk menjaga toko. Namun ada 1 hal yang tidak diketahui Erwin, bahwa toko tersebut memiliki sejarah saat orang tua mereka baru merintis toko tersebut. Bagaimana jatuh bangunnya. Erwin saat itu masih terlalu kecil, sehingga tidak ingat.

Hari berikutnya, Yohan dan Erwin pergi ke kantor Pak Robert dan meminta agar kontrak dibatalkan. Pak Robert pun enggan membatalkan. Akhirnya mereka punya strategi agar Pak Robert mau membatalkan kontrak yang sudah disepakati. Yohan dan Erwin mencari info tentang background kehidupan asistennya, Anita. Ternyata Anita kerja di tempat Pak Robert karena terpaksa harus membiayai hidup anaknya (single parent). Gaya penampilan yang seksi juga karena disuruh oleh Pak Robet. Akhirnya mereka bertiga menjalankan aksinya untuk menggagalkan kontrak tersebut. Anita mengajak Robert ke tempat kedai kopi dimana Ayu bekerja. Sesampainya disana, Ayu meracik pesanan minuman untuk Pak Robert dan Anita. Untuk minuman milik Pak Robert terlebih dahulu ditaburi obat bius. Pak Robert pun pingsan setelah meminum kopinya. Lalu Erwin dan Yohan membawa Pak Robert ke hotel dalam keadaan pingsan. Di hotel Pak Robert dibawa ke kamar. Dan dibuka pakaiannya oleh Erwin dan kemudian Pak Robert beserta Anita yang sudah terlebih dahulu kerjasama berada di sebelah Pak Robert untuk difoto. Hasil foto pun didapat. Hari berikutnya, Yohan dan Erwin pergi menemui Pak Robert kembali. Mereka menunjukkan foto di hotel tersebut. Pak Robert kaget dan takut ketahuan istrinya. Akhirnya dalam keadaan dijebak Pak Robert mau membatalkan kontrak jual beli tanah milik papahnya itu alih-alih foto tadi beredar ke istrinya.

Erwin pun menjelaskan tentang pembatalan kontrak jual beli ke papahnya. Namun ia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk berkarir yang lebih baik ke Singapura Koh Afuk juga ternyata telah mengetahui hal sebenarnya obrolan antara Yohan dan Erwin saat mereka berbicara di rumah sakit,. Koh Yohan lalu minta maaf kepada anak-anaknya dan mantu-mantunya tersebut.  Dan akhirnya toko diserahkan ke Yohan dan Ayu tapi tidak untuk usaha sembako, melainkan untuk usaha kue dan studio foto dan mempekerjakan pegawai-pegawai Koh Afuk kembali ke toko yang baru tersebut.

Isu/akar permasalahan/penyebab/dilema yang dihadapi oleh para aktor

TYPES OF CONFLICT

Jika kita membaca buku Contemporary Management, Eleventh Edition, karangan Gareth R. Jones dan Jennifer M. George, ada beberapa tipe konflik yang umum terjadi dalam suatu organisasi yakni dapat digambarkan sebagai berikut.

Masalah yang dihadapi oleh Koh Afuk dan anak-anaknya dalam menjalankan bisnis tokonya adalah banyak mengenai interpersonal conflict. Interpersonal confict adalah konflik antar individu karena adanya perbedaan tujuan dan nilai mereka. Koh Afuk meminta anak keduanya, Erwin, agar dapat menggantikannya meneruskan usaha toko yang sudah lama didirikan, namun Erwin sendiri sebenarnya keberatan untuk memenuhi keinginan orang tuanya itu karena ia lebih memilih karir. Erwin juga saat itu sedang menunggu hasil interview dari Singapura untuk menduduki posisi jabatan yang benefit di sana. Namun karena tidak ingin dicap anak yang tidak berbakti maka ia dengan berat hati akhirnya mau. Papahnya pun bilang bahwa Erwin coba dulu saja 1 bulan ini, selanjutnya terserah Erwin. Melihat adiknya diberi kepercayaan lebih oleh papahnya, membuat Yohan geram. Ia kesal sekali, mengapa tidak ia saja yang meneruskan bisnis papahnya. Padahal yang membutuhkan uang adalah Yohan. Papahnya memiliki perasaan yang kurang percaya kepada Yohan karena adanya history masa lalu dimana Yohan pernah dipenjara dan meragukan kemampuannya jika harus bertanggung jawab kepada semua pegawainya. Masalah interpersonal conflict lain yang dihadapi Koh Afuk adalah mengenai developer yang berkali-kali datang ke tempat toko beliau. Pak Robert selaku orang developer meminta agar tanah yang dimiliki Koh Afuk dibeli olehnya, bahwa sampai menawarkan 2 kali lipat dari harga pasar yang berlaku. Namun Koh Afuk menolaknya. Alasannya karena toko tersebut memiliki history yang kuat dan berkesan dan merupakan bisnis yang didirikan bersama mendiang istrinya sejak ia muda. Selain  interpersonal conflict, Koh Afuk juga dihadapkan pada intragroup conflict. Hal ini terjadi saat Koh Afuk memutuskan untuk menjual tokonya ke developer karena Erwin sudah sebulan menjaga toko, dan tidak mau melanjutkan lagi sehubungan dengan telah diterimanya lowongan kerja di Singapura tersebut. Koh Afuk tiba-tiba mendatangi Pak Robert dan tanda tangan surat perjanjian jual beli tanpa diketahui anak-anaknya. Besoknya para pegawainya disuruh kumpul dan diberikan pesangon satu per satu. Keputusan yang sebenarnya tidak dipikir matang-matang terlebih dahulu dengan keluarganya, dan pada akhirnya membuat para pegawainya menganggur.

Konflik interpesonal lain yang terjadi adalah ketika kekasih Erwin, Natalie, meminta agar Erwin tetap fokus pada karirnya dan menolak permintaan papahnya untuk menjaga toko. Natalie cenderung egois dan tidak ingin karir pacarnya jatuh. Erwin sampai sempat meninggalkan Natalie karena bingung dengan sikapnya itu.

SOURCES OF CONFLICT

Jika melihat kembali isi buku Contemporary Management, Eleventh Edition, karangan Gareth R. Jones dan Jennifer M. George chapter 17, ada sumber konflik yang terjadi dengan Koh Afuk dan tokonya. Koh Afuk dihadapkan pada sumber konflik sumber daya yang langka (Scarce resources). Koh Afuk lebih memilih anak keduanya dibanding anak sulungnya karena dinilai lebih kompeten dalam mengatur dan mengelola para pegawai tokonya. Padahal jika Yohan dilatih dan diberi kepercayaan oleh papahnya bisa jadi lebih baik dari Erwin. Selain itu sumber konflik lainnya adalah status inconsistencies  dimana Koh Afuk lebih menyukai Erwin yang memiliki pekerjaan mapan dibanding kakaknya. Padahal Erwin sendiri orang yang sibuk dalam berkarir dan jarang menemui papahnya.

CONFLICT MANAGEMENT STRATEGIES

Saat Koh Afuk jatuh pingsan kedua kalinya saat mengosongkan tokonya, Yohan diberi 1 dokumen oleh pegawainya yang ternyata isinya surat perjanjian jual beli tanah. Yohan kaget dan marah pada Erwin kalau papahnya sampai menjual aset berharganya itu akibat keegoisan Erwin yang tidak bisa memenuhi keinginan papahnya untuk terus mengelola toko. Erwin dan Yohan sempat bertengkar namun akhirnya mereka dimediasi oleh dokter jaga dan security rumah sakit tersebut. Akhirnya mereka saling minta maaf dan memiliki strategi manajemen konflik yakni collaboration. Mereka berdua memiliki rencana untuk membatalkan kembali perjanjian jual beli yang sudah ditandatangani Koh Afuk agar sertifikat tanah kembali ke tangan papahnya. Besoknya mereka mendatangi kantor Pak Robert untuk meminta dibatalkan. Pak Robert pun menolak. Erwin dan Yohan memikirkan cara lain agar perjanjian tersebut tetap dibatalkan. Akhirnya mereka menemukan ide untuk menjebak Pak Robert. Baik Erwin dan Yohan keduanya bekerja sama dengan sekretarisnya yang ternyata terpaksa bekerja di kantor Pak Robert karena alasan kebutuhan hidup ditambah ia single parent. Erwin menjanjikan sekretaris Pak Robert pekerjaan di tempatnya setelah menjalankan aksi penjebakan. Akhir cerita Pak Robert akhirnya terjebak dengan adanya foto syur dengan sekretarisnya itu. Jika ia tidak mau membatalkan perjanjian jual beli tanah milik papahnya maka baik Erwin dan Yohan akan memberi tahu istrinya. Pak Robert pun menyerah dan strategi collaboration tersebut berhasil. 

INTEGRATIVE BARGAINING

Collaboration yang dilakukan Yohan dan Erwin bisa terjadi karena mereka berdua telah melakukan integrative bargaining atas permasalahan interpersonal conflict. Konsep integrative bargaining adalah negosiasi kerja sama di mana pihak-pihak yang berkonflik bekerja sama mencapai resolusi yang baik untuk mereka berdua. Konflik interpersonal keduanya diselesaikan dengan cara baik-baik yakni saling mendengarkan apa yang selama ini menjadi uneg-uneg dan pemicu perselisihan. 

POLITICAL STRATEGIES

Pada akhir cerita film Cek Toko Sebelah sertifikat tanah yang sempat dijual ke developer bisa kembali lagi ke tangan papahnya. Papahnya menyerahkan pengelolahan toko yang masih ada tersebut ke anaknya Yohan dan Ayu. Akhirnya papahnya bisa mempercayakan ke mereka. Walaupun memang usaha yang dilanjutkan bukan merupakan toko serba ada seperti sebelumnya. Bangunan yang berdiri tersebut diubah dan dibagi 2 menjadi toko kue dan studio foto. Para pegawai toko yang sebelumnya kerja di toko papah, akhirnya dipekerjakan kembali di kedua toko tersebut. Baik Koh Afuk, Erwin, Yohan, dan Ayu membangun strategi politik building alliances yang merupakan mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan orang lain di dalam dan di luar organisasi. Koh Afuk kini bisa menikmati hidupnya dengan tenang dan santai. Sementara Yohan dan Ayu mulai menjalankan usaha barunya itu dengan serius. Di sisi lain Erwin dan Natalie kembali lagi dengan karirnya yang lebih matang. Hubungan keduanya kini makin membaik dan mengerti satu sama lain.

PERLUNYA DECISION MAKING YANG MATANG

Dalam film yang telah dijelaskan di atas mari kita membahas kembali keputusan yang telah diambil oleh Koh Afuk tanpa dipikirkan matang-matang olehnya. Koh Afuk tiba-tiba mendatangi kantor developer untuk menjual asetnya sebagai bentuk kekecewaan dengan Erwin yang tidak mau melanjutkan menjaga toko. Hal ini seharusnya bisa dihindari dengan menerapkan 6 langkah dalam pembuatan keputusan sesuai isi buku karangan Jones dan George chapter 7.

  • Langkah pertama adalah mengenali kebutuhan untuk sebuah keputusan. Koh Afuk harus mempertimbangkan secara matang apakah perlu menjual asetnya tersebut dan tujuan menjual untuk apa. 
  • Langkah kedua adalah membuat alternatif-alternatif yang mungkin terjadi. 
    • Alternatif pertama :  mempercayakan tokonya kepada anak pertamanya Yohan untuk dilanjutkan kembali
    • Alternatif kedua : menyewakan toko ke orang lain jika memang tidak ada yang bisa meneruskan toko papahnya
    • Alternatif ketiga : opsi yang terjadi di film yakni dijual
  • Langkah ketiga adalah menilai tiap alternatif. Koh Afuk bisa berdiskusi dengan anak-anaknya dan juga menantunya Ayu untuk merundingkan mana alternatif yang terbaik
  • Langkah keempat, memilih alternatif terbaik. Menurut penulis alternatif terbaik yang diambil adalah mempercayakan tokonya kepada Yohan dan Ayu. Bisa dengan melanjutkan usaha serba ada atau mencoba usaha baru seperti keinginan Yohan dan Ayu yakni membuka studio foto dan toko kue.
  • Langkah kelima, mengimplementasikan keputusan yang diambil. Dalam film ini memang endingnya tempat usaha papahnya dilanjutkan oleh Yohan dan Ayu
  • Langkah keenam, belajar dari feedback. Baik Yohan dan Ayu bisa mengevaluasi apakah bisnis yang dijalaninya pada akhir tahun berjalan dengan baik atau tidak. Apa yang harus diperbaiki untuk mendapatkan pangsa pasar dan keuntungan yang diharapkan. Jika masih belum berjalan dengan baik maka mereka bisa menerapkan 6 langkah dalam pembuatan keputusan lagi.

Penulis mencoba mengkritisi apa yang harus dilakukan oleh Yohan dan para pegawainya yang baru mulai bergabung di usaha studio fotonya  agar usaha berhasil dan mampu bersaing dengan pesaing lainnya. Seperti yang dijelaskan dalam buku karangan Jones dan George chapter 15, Yohan dan tim bisa memperoleh keunggulan kompetitif jika melakukan hal berikut ini.


  1. Meningkatkan performance. Yohan bisa belajar kembali dengan ikut seminar di bidang fotografi untuk meningkatkan skillnya. Teknik-teknik fotografi harus selalu diupdate agar memperoleh ilmu baru yang berguna saat ada klien yang meminta request yang kekinian. Yohan juga sudah harus mulai mengajarkan pegawainya yang dirasa mumpuni untuk sharing ilmu fotografi. Jadi tidak selalu Yohan yang hanya bisa diandalkan.
  2. Meningkatkan tanggung jawab kepada pelanggan. Yohan dan tim harus konsisten memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Apa yang pelanggan inginkan sebisa mungkin dapat diakomodir agar pelanggan dapat memberikan feedback yang baik dan bahkan bisa menceritakan hal baik tersebut kepada orang lain.
  3. Meningkatkan inovasi. Inovasi di seni fotografi penting agar konsumen tidak bosan dengan gaya atau teknik yang sering dilakukan fotografer pada umumnya.
  4. Meningkatkan motivasi dan kepuasan. Para egawai harus selalu dimotivasi dan diberikan apresiasi jika mereka terbukti bagus melaksanakan jobnya. Yohan dan tim juga harus mampu memuaskan para pelanggannya dengan memberikan jasa fotografi yang profesional.

ALTERNATIF SOLUSI

Dalam film, mimpi Yohan memiliki studio foto akhirnya tercapai. Begitu pula Ayu, yang akhirnya bisa memiliki toko kue. Namun penulis khawatir usaha foto yang dijalankan oleh Yohan dan istrinya tidak berjalan dengan baik. Terlebih saat kondisi pandemi saat ini. Ada alternatif yang bisa diambil oleh Yohan untuk mengatasi kekhawatiran penulis. Pertama, Yohan bisa merambah usahanya dengan bisnis fotocopy, print digital, dan service kamera. Jika modal untuk membeli mesin fotokopi maupun printer digital mahal, maka untuk jasa service kamera harusnya tidak mahal. Butuh orang yang mengerti dan memahami dengan baik mengenai kamera dan aksesorisnya. Hal ini bisa menambah penghasilan Yohan. Alternatif kedua, untuk Ayu, usaha bisnis kuenya bisa berkembang lebih cepat jika ia sering memanfaatkan sosmed sebagai media promosi. Ayu juga bisa bekerja sama dengan perusahaan ojek daring agar bisa menambah pangsa pasarnya. Intinya mereka berdua harus memiliki ide dan mampu membaca situasi dan perubahan lingkungan sekitar.  Ide kreatif dan inovatif sangat diperlukan  jika ingin terus bertahan dan tidak kalah dengan pesaing yang ada sebelum mereka. Alternatif ketiga adalah membuka kembali usaha toko serba ada seperti usaha terdahulu, namun dengan konsep yang modern dan toko ditata dengan rapih dan bersih. Sistem keuangannya pun seperti  supermarket, mereka bisa mengontrol stok barang dengan sistem. Pengurangan pegawai juga bisa dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan profit, karena dalam film tersebut tampak beberapa pegawainyaccukup banyak namun job desknya kurang terlihat.

Sumber referensi :

  • Film Cek Toko Sebelah (2016)
  • Gareth R. Jones, Jennifer M. George, Contemporary Management, Eleventh Edition ((New York: Mc Graw-Hill Education, 2020), Chapter 7,15,17.

Penulis :

Firdi Verdianto (41P20077) 


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format