Film Nagabonar Jadi 2 : Strategi Menggunakan Kekuasaan, Apa Kata Dunia?

"Seorang Pemimpin Yang Menggunakan Kekuasaannya Demi Kepentingan Perusahaan, Namun Bertentangan Dengan Kepentingan Keluarga (Ayahnya)"


1
1 point

Sinopsis Film Nagabonar Jadi II

Film ini bercerita mengenai seorang bapak yang bernama Nagabonar (Deddy Mizwar) yang memiliki seorang anak, yaitu Bonaga (Tora Sudiro). Bonaga sebagai lulusan S2 dari Universitas di Inggris adalah pengusaha sukses dibidang properti. Sepulangnya Bonaga dari Inggris, Bonaga ingin menjemput Nagabonar untuk ikut bersamanya ke Jakarta untuk melihat usahanya. Sebelum Nagabonar pergi ke Jakarta bersama Bonaga, Nagabonar berpamitan ke makam Ibunya (Siti), istrinya (Kirana), dan Sahabatnya (Bujang). Bonaga melihat aneh ayahnya mengobrol sendiri bersama ketiga makam tersebut, namun ayahnya melakukan tersebut karena sangat menyayangi ketiga orang tersebut semasa hidupnya lalu. Sebelum Nagabonar meninggalkan ketiga makam itu, Nagabonar sempat berbicara khusus ke makam sahabatnya, Bujang. Nagabonar menyuruh si Bujang untuk menjaga Siti dan Kirana yang ketiganya sudah meninggal, Setelah itu Nagabonar dan Bonaga langsung menuju ke bandara dan terbang ke Jakarta.

Keesokan harinya, Bonaga mengajak Nagabonar ke kantornya dan bertemu dengan teman kerja sekaligus sahabat anaknya bernama Pomo (Darius Sinathrya) kemudian Pomo langsung menjelaskan bagaimana bentuk proyek gudang yang saat ini akan dibangun. Beberapa waktu kemudian, Nagabonar diajak oleh Bonaga dan sahabatnya untuk bertemu kepada mentri perindustrian yang akan meresmikan proyek Bonaga. Disana Nagabonar  terkejut heran melihat bawahan seorang mentri yang bernama Maryam. Ternyata bonaga dan Maryam bawahan mentri tersebut sudah saling kenal. Mereka dahulu adalah teman seperjuangan. 

Kemudian, Nagabonar kembali mengikuti rapat bersama Bonaga dan ketiga sahabatnya Jaki (Michael Muliadro), Ronny (Uli herdiansyah), Pomo . Nagabonar sudah mengetahui rencana yang dibuat Bonaga, sehingga Ia memutuskan untuk pulang ke Deli Serdang. Disaat itu pula Bonaga menjelaskan rencana proyek kedua yang ingin di diskusikan bersama ayahnya, Bonaga dan sahabatnya ingin membuat suatu Resort (Hotel, Rumah, Lapangan Olah raga) di daerah perkebunan kelapa sawitnya karena lokasinya yang sangat bagus dibandingkan daerah lain. Nagabonar tidak setuju kepada proyek yang keduanya ini karena pohon perkebunan kelapa sawit tersebut ditanam oleh ayahnya sendiri dan lokasi perkebunan kelapa sawit tersebut merupakan tempat nenek, ibu dan pamannya bonaga dimakamkan. Seketika nagabonar tidak setuju dengan proyek tersebut namun tidak tinggal diam sahabatnya Jaki berusaha menjelaskan bahwa nilai proyek tersebut tidak kurang dari 2 triliun rupiah dan proyek terbesar yang pernah bonaga kerjakan, kemudian ronny ikut membantu menjelaskan bahwa proyek ini akan menjadikan bonaga pengusaha dari medan yang paling sukses di Jakarta, dan Pomo juga menambahkan bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali, akhirnya nagabonar kesal dan lalu pergi meninggalkan kantor.. Sesampainya dirumah Nagabonar tidak membuka mulutnya sama sekali. Padahal Bonaga sudah berkali-kali bertanya dari mana saja seharian Nagabonar pergi. Nagabonar masih tampak kesal apa yang direncanakan oleh Bonaga karena ingin menjual kuburan nenek moyang bonaga.

Sumber :  https://www.kineforum.org/post/nagabonar-jadi-2

Keesokan harinya Bonaga menemui teman kerja sekaligus konsultan perusahaanya bernama Monita (Wulan Guritno). Mereka berdua berbincang tentang masalah Nagabonar yang marah karena Ia tidak mau kuburannya dijual. Dan akhirnya monita menawarkan diri untuk bertemu dengan nagabonar dalam rangka membantu bonaga mendapatkan restu dari ayahnya perihal proyek tersebut. Tak lama datang Jaki menemui bonaga dan monita menjelaskan tentang pembayaran pajak, kemudian bonaga menanyakan apakah jumlah biayanya sudah sesuai dan jaki merespon bahwa dia sudah berusaha untuk menurunkan pembayaran pajak sebesar 50 persen dan tak terduga respon bonaga menanggapinya mengaapa harus dinegosiasi pembayaran pajaknya dan tidak dibayarkan saja sesuai tagihan. Namun jaki merespon terserah kepada bonaga saja dan ia meninggalkan meja dan melanjutkan untuk sholat

Kemudian, Bonaga mengajak ayahnya kembali kekantor sebelum kepulangannya ke deli serdang. Bonaga, Ronny, Jaki, Pomo, dan Monita ingin berusaha membujuk Nagabonar untuk bersedia kalau lahan perkebunan sawit miliknya dijadikan resort. Kemudian Monita menunjukan sesuatu kepada Nagabonar tentang  ketiga makam yang menjadi perhatian nagabonar dan mengatakan bahwa ketiga makam tidak akan digusur namun terdapat alternatif pilihanyaitu pertama, makam akan diratakan dengan tanah. Kedua, makam tersebut dipindah ke lokasi yang baru. Ketiga, makam dipertahankan dan dibuat taman sehingga anak anak tidak takut untuk bermain disekitar makam. Dan Nagabonar terlihat menyukai pilihan nomor tiga monita dan memutuskanuntuk tidak jadi pulang ke Deli Serdang. 

Kemudian suatu hari, Bonaga dan sahabat- sahabatnya bertemu dengan investor yang berasal dari jepang dikantornya dan salah satu investor jepang menanyakan bagaimana dengan urusan perizinan di negara Indonesia, Ronny dan Jaki pun menjawab bahwa semua urusan perizinan bisa di atur mereka. Setelah selesai pertemuan kemudian pun Pomo menelepon bawahannya untuk mempersiapkan upeti bagi investor jepang tersebut dan terdengar oleh bonaga. Kemudian bonaga pun tampak tidak setuju dengan tindakan Pomo dan menyuruh Pomo untuk tidak melanjutkan pemberian upeti kepada investor jepang.

Kemudian Bonaga dan sahabatnya menanyakan kepada Nagabonar apakah Ia setuju atau tidak tentang usulan nomor 3 yang dijelaskan Monita dan ronny pun meyakinkan bonaga bahwa bilamana proyek ini dijalankan maka proyek gudang juga ikut berjalan, diikuti oleh Pomo yang meyakinkan bahwa proyek tersebut bisa mengurangi pengangguran dan menyerap banyak tenaga kerja dan Jaki pun meyakinbah bahwa hasil eksport perusahaan akan meningkatkan devisa Negara dan pemerintah mendapatkan pajak yang besar dari perusahaan, lalu tanpa sengaja bonaga memberi tahu nagabonar bahwa investor proyek mereka adalah orang jepang, nagabonar pun terdiam dan sangat kesal kepada Bonaga sehingga ingin pulang saja ke Deli Serdang. 

Akhirnya tibalah suatu hari dimana pertemuan antara investor jepang dan bonaga berserta sahabatnya untuk menandatangai perjanjian kerjasama proyek tersebut, ketika bonaga ingin menandatangi perjanjian tersebut, Tiba-tiba bonaga mendapat telepon dan mendangar ayahnya jatuh sakit dan seketika Bonaga pun tidak jadi menandatangani kerjasama tersebut lalu menghamburkan dokumen kerja sama tersebut dan terlihat oleh para investor. Menurut Bonaga saat ini kepentingan ayahnya lebih penting dari pada kepentingan proyek resort tersebut.

I. Problem Identification; Managing conflict – JG Chapter 17

Organization Conflict – merupakah suatu perselisihan yang muncul bilamana terdapat upaya untuk menggagalkan suatu tujuan, kepentingan,nilai individu atau kelompok kepada sekelompok pemangku kepentingan tertentu dan hal ini merupakan kejadian yang akan terus menerus terjadi dalam berorganisasi karena sering terjadinya ketidaksamaan dari berbagai pihak terhadap tujuan, kepentingan dan hal lainnya. Konflik itu sendiri merupakan suatu kekuatan yang perlu pengelolaan dari pada bila harus dihilangkan. Seorang manajer alangkah baiknya bila tidak menghilangkan konflik namun lebih baik bila tetap menjaga suatu konflik pada tingkat moderat dan fungsional agar tidak terjebak dalam perangkap pengetahuan atau pengalaman bias yang mana konflik tersebut haruslah membawa perubahan yang menguntungkan bagi organisasi. Pada cerita kasus Film Nagabonar Jadi II  Identifikasi Konflik yang dihadapi oleh Nagabonar dan Bonaga adalah sebagi berikut :

Sumber : Analisa Penulis

Terdapat 4 jenis tipe konflik berdasarkan Teori Jones,George Bab 17 :

  • Interpersonal Konflik -konflik antara masing masing individu anggota organisasi yang bersumber dari adanya perbedaan tujuan antara masing masing anggota
  • Intra Group konflik -konflik yang muncul didalam satu grup atau departemen yang memiliki perbedaan tujuan
  • Intergroup konflik -konflik yang muncul bilamana terjadi pada minimal terdapat 2 grup atau departemen yang memiliki perbedaan tujuan 
  • Interorganisasional Conflict – konflik yang muncul di seluruh organisasi dengan contoh biasanya terjadi ketika manajer suatu department dalam suatu divisi merasa bahwa divisi lain tidak betindak etis dan mengamcam kesejahteraan seluruh divisi

Pada Cerita kasus Film Nagabonar ini, penulis menganalisa bahwa salah satu konflik yang terjadi merupakan tipe interpersonal konflik yang terjadi antara Nagabonar dengan anaknya Bonaga karena adanya perbedaan tujuan masing masing individu terhadap lahan perkebunan milik Nagabonar. Penulis melihat bahwa Tujuan Bonaga terhadap lahan perkebunan tersebut adalah untuk keuntungan ekonomi perusahaanya namun berbeda dengan ayahnya yang melihat tujuan lahan perkebunan tersebut adalah tanah leluhur atau nenek moyang yang harus dilestarikan oleh keluarga Nagabonar. Penulis juga menganalisa sebenarnya Nagabonar tidak termasuk dalam organisasi perusahaan anaknya Bonaga, namun karena lahan perkebunan tersebut adalah milik ayahnya maka suatu kewajiban bagi bonaga untuk meminta ijin kepada ayahnya untuk penggunaan lahan tersebut.

Terdapat 6 jenis Sumber konflik berdasarkan Teori Jones, George Bab 17 :

  • Different goals and time horizons – konflik yang dapat disebabkan dari suatu kelompok yang memiliki tujuan organisasi dan bentang waktu yang berbeda 
  • Overlapping authority – Dua manajer atau lebih mengklaim otoritas untuk kegiatan yang sama yang mengarah ke konflik
  • Taks interdependencies – Konflik yang dapat terjadi akibat pekerjaan suatu grup terhambat karena bergantung kepada selesainya pekerjaan anggota grup lainya
  • Diffrerent evaluation or rewards systems – suatu grup akan diberi penghargaan yang baik karena mencapai suatu tujuan, namun grup lain yang terkait dengan tujuan tersebut bisa juga diberi penghargaan yang tidak sama dengan grup yang pertama
  • Scarce resources – ketika terdapat kelangkaan sumberdaya maka kemungkinan tebesar terjadi konflik akan lebih tinggi
  • Status inconsistencies – Kemungkinan beberapa individu, kelompok atau departemen dalam organisasi lebih dihormati daripada yang lain dalam organisasi kemungkinan dapat menciptakan konflik

Pada Cerita kasus Film Nagabonar ini, penulis menganalisa bahwa konflik penggunaan lahan perkebunan yang terjadi memiliki beberapa sumber konflik yaitu

  • Different goals and time horizon – dimana penulis menganalisa konflik tersebut terjadi karena perbedaan tujuan dari bonaga dan ayahnya terhadap penggunaan lahan dan investor yang berasal dari warga Negara jepang. Bonaga hidup dijaman metropolis berbeda dengan ayahnya yang hidup dijaman penjajahan jepang sehingga terdapat perbedaan tujuan atau nilai kehidupan terhadap suatu peninggalan tanah nenek moyang atau leluhur dan masih adanya ingatan ayahnya terhadap Negara jepang yang menjajah indonesia. 
  • Status inconsistencies – dimana penulis menganalisa konflik yang terjadi karena individu nagabonar yang dihormati sebagai ayah kandung Bonaga, sehingga Bonaga merasa perlu meminta ijin kepada ayahnya terkait penggunaan lahan perkebunan. 
  • Scarce Resources – dimana penulis menganalisa karena lahan perkebunan tersebut merupakan sumberdaya yang sangat langka dengan kelebihannya dan menurut investor jarang bisa ditemukan di lokasi lain sehingga memaksa bonaga untuk mengajukan ijin penggunaan lahan kepada ayahnya 

II. Critical Thinking; Managers And Managing – JG Chapter 1

Management – Manajemen adalah proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, terdepan, dan pengendalian. Organisasi yang efisien memanfaatkan sumber dayanya dengan paling produktif. Organisasi yang efektif mengejar tujuan yang tepat dan mencapai tujuan ini dengan menggunakan sumber dayanya untuk menciptakan barang atau jasa yang diinginkan pelanggan. Terdapat 4 tugas penting manajerial yang diulas dalam Buku Contemporartu Management oleh Jones, George 

Sumber : Contemporary Management, JG Chapter 1

  • Perencanaan (Planning) – seorang manajer mengidentifikasi dan memilih tujuan organisasi dan merencanakan strategi untuk mencapai kinerja yang tinggi. Tugas penting seorang manager dalam perencaan adalah:
    • Memutuskan tujuan apa yang akan dikejar oleh organisasi. 
    • Memutuskan strategi apa yang harus diadopsi untuk mencapai tujuan tersebut
    • Memutuskan cara mengalokasikan sumber daya organisasi untuk mengejar strategi tersebut

Dalam kasus cerita Film Nagabonar, penulis menganalisa bahwa Bonaga lulusan S2 Inggris sebagai Direktur yang melakukan perencanaan terhadap tujuan perusahaan nya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari jenis usaha properti yang dijalankanya serta ketika menghadapi konflik dengan ayahnya bonaga juga melakukan perencanaan strategi untuk mendapatkan ijin penggunaan lahan perkebunan ayahnya dengan mengalokasikan sahabat sahabat nya (Ronny, Jaki, Pomo) yang juga adalah bawahan kerjanya untuk mencari strategi yang tepat demi mendapatkan persetujuan dari ayahnya

  • Pengorganisasian (Organizing) – seorang manajer menetapkan tugas kepada sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. penulis menganalisa Bonaga sebagai Direktur melakukan tugasnya dalam hal pengaturan tugas dengan menetapkan tugas kepada Pomo untuk mengerjakan urusan perpajakan
  • Pengarahan (Leading) – seorang manajer memberikan motivasi, berkoordinasi dan memberikan energinya kepada anggota sehingga memahami tugas masing masing individu. Dalam hal ini penulis menganalisa bahwa bonaga selalu mempimpin dan berkoordinasi dengan sahabat – sahabatnya dalam setiap meeting baik dengan investor ataupun dengan ayahnya untuk mencapai tujuan perusahaanya
  • Pengendalian (Controlling) – Membentuk sistem pengukuran dan pemantauan yang akurat untuk mengevaluasi seberapa baik organisasi telah mencapai tujuannya. Dalam hal ini, penulis menganalisa bahwa bonaga selalu melakukan pemantauan terhadap pekerjaan sahabatnya dimana ketika Pomo hendak memberikan upeti kepada investor jepang, namun Bonaga melarang dan menyuruh menghentikan pemberian upeti karena tidak sesuai dengan sistem perusahaan.

Manager Roles Identified by Mintzberg – berdasarkan teori Henry Mintzberg dalam Buku Contemporary Management J,G Chapter 1 bahwa henry melakukan pengamatan apa yang sebenarnya manager lakukan hari demi hari dan mengidentifkasi 10 jenis peran atau tanggung jawab seorang manajer sebagai berikut 

Sumber : Analisa Penulis

III. Analytical Thinking: Politic Organization, Negotiation, Conflict Management Strategist JG Chapter 17 And Decision Making – JG Chapter 7

Politic Organization – merupakan kegiatan yang dilakukan manajer dan anggota organisasi lainnya untuk meningkatkan kekuatan mereka dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mencapai tujuan mereka dan mengatasi perlawanan atau oposisi. Secara umum manajer sering terlibat dalam politik organisasi untuk menyelesaikan konflik yang menguntungkan mereka. Ada beberapa taktik politik (political Strategies) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kekuasaan dan menggunakan kekuasan dalam menghadapi oposisi. Dalam hal ini penulis menjelasan penggunaan strategi politik Bonaga untuk menggunakan kekuasaannya secara effektif sebagai pemimpin perusahaan

Sumber : Analisa Penulis

Negotiation – Negosiasi adalah teknik penyelesaian konflik yang sangat penting bagi manajer dan anggota organisasi lainnya dalam situasi di mana para pihak untuk konflik memiliki tingkat kekuasaan yang kurang lebih sama. Selama negosiasi para pihak untuk konflik mencoba untuk datang dengan solusi yang dapat diterima sendiri dengan mempertimbangkan berbagai cara alternatif untuk mengalokasikan sumber daya satu sama lain. Dalam proses negosiasi itu sendiri memiliki 2 tipe yaitu

  • Distributive negotiation – para pihak melihat tidak perlu berinteraksi satu sama lain di masa depan dan tidak peduli apakah hubungan interpersonal mereka rusak atau hancur oleh negosiasi kompetitif mereka. 
  • interactive bargaining – para pihak menganggap bahwa mereka mungkin dapat meningkatkan sumber daya dengan mencoba menghasilkan solusi kreatif untuk konflik. Mereka tidak memandang konflik secara kompetitif sebagai situasi menang atau kalah namun sebaliknya, mereka memandangnya secara kooperatif untuk memperoleh win – win solution. Berdasarkan analisa penulis bonaga menggunakan tipe ini untuk proses negosiasi

Sumber : Analisa Penulis

Selain tipe negosiasi, terpadat 3 media yang dapat digunakan suatu organisasi dalam melakukan proses negosisasi dalam suatu konflik yaitu:

  1. Third Party Negotiator – individu yang tidak memihak dan tidak terlibat langsung dalam konflik namun memiliki keahlian khusus dalam menangani konflik dan negosiasi
  2. Mediator – peran mediator dalam proses negosiasi adalah untuk memfasilitasi negosiasi yang efektif antara kedua belah pihak sehingga mediator tidak memaksa salah satu pihak untuk membuat konsesi dan juga tidak dapat memaksa kesepakatan untuk menyelesaikan konflik
  3. Arbitrator – Seorang negosiator dari pihak ketiga yang dapat memaksakan apa yang menurutnya adalah solusi yang adil untuk konflik, yang diwajibkan oleh kedua belah pihak untuk mematuhi

            Dalam kasus cerita film Nagabonar, penulis menganalisa bahwa Bonaga sebagai pemimpin perusahaan yang usulan proyek Resortnya ditolak oleh ayahnya Nagabonar tidak berhenti begitu saja, Bonaga melanjutkan meyakinkan ayahnya dengan menggunakan teknik penyelesaian konflik yaitu negosiasi sehingga tujuan perusahaanya bisa tercapai. Dalam proses negosiasi tersebut Bonaga menggunakan dua media sebagai berikut :

Sumber : Analisa Penulis

Conflict Management Strategy – Sebuah organisasi dalam mencapai suatu tujuan pentingnya untuk dapat mengelola konflik organisasi secara fungsional dimana konflik yang terjadi haruslah mengarah ke proses kompromi (compromise) dan kolaborasi (collaboration) sehingga pengelolaan konflik bisa diatasi secara effektif. Apabila konflik mengarah ke Penolakan (avoidance), Akomodasi pihak lemah kepada pihak yang kuat (accommodation) dan menunjukkan kompetisi (competition) maka pengelolaan konflik dipastikan akan tidak effektif. Dalam hal ini, penulis menganalisa bahwa Bonaga menggunakan metode konflik management yang effektif untuk meyakinkan ayahnya terhadap usulan proyek Resort

Sumber : Analisa Penulis

Decision Making – Di dalam dunia pekerjaan tugas utama sebagai seorang manajer adalah merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengontrol organisasi. Dari beberapa aspek yang telah disebutkan, seorang manager juga membuat suatu keputusan. Pengambilan keputusan adalah bagian dasar dari setiap tugas yang dilakukan manajer. Selain itu, di dalam organisasi, manajer harus menangani banyak peluang dan Ancaman yang mungkin timbul karena sumber daya organisasi digunakan. Untuk menghadapi peluang ini dan ancaman, manajer harus membuat keputusan dan keputusan tersebut harus berdasarkan dari beberapa alternative pilihan. Keputusan yang baik menghasilkan pemilihan tujuan yang tepat dan tindakan yang meningkatkan kinerja organisasi namun keputusan yang buruk akan menurunkan kinerja organisasi. Terdapat 2 jenis proses Pengambilan keputusan yaitu

  • Pengambilan keputusan terprogram (Programmed Decision) – proses pengambilan keputusan yang rutin dan hampir otomatis, dapat dilihat dari banyaknya keputusan yang telah dibuat di masa lalu. 
  • Pengambilan keputusan tidak terprogram (non Programmed Decision) – proses pengambilan keputusan yang non rutin dan sebagai tanggapan terhadap peluang dan ancaman yang tidak biasa ataupun baru. Hal ini terjadi ketika tidak ada aturan pembuatan keputusan yang tersedia, maka dari itu manajer dapat menerapkan suatu keputusan karena situasinya tidak terduga. Terdapat 2 cara dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram yaitu dengan Intuisi dan Penilaian yang beralasan (Reasoned Judgement)

     Dalam kasus cerita film Nagabonar, dimana penulis menganalisa bahwa Bonaga sebagai pimpinan perusahaan harus bertindak dalam mengambil keputusan atas lahan perkebunan ayahnya untuk rencana proyek resort yang telah dipersiapkan oleh dia dan sahabatsahabatnya. Namun sebagai pimpinan perusahaan Bonaga tidak bisa langsung bertindak mengambil keputusan, ia perlu meminta ijin dari ayahnya untuk penggunaan lahan perkebunan tersebut. Penulis menganalisa bahwa akibat dari suatu pekerjaan yang tidak biasa atau belum pernah dilakukan sebelumnya dan merasakan adanya peluang dan ancaman terhadap pengambilan keputusannya nanti, maka penulis menilai bahwa suatu proses pengambilan keputusan yang tidak terprogram (Non Programmed Decision) yang sedang dialami bonaga.

Sumber : Analisa Penulis

Langkah Proses Pengambilan Keputusan – berdasarkan dari penelitian March and Simon, mereka mengembangkan model langkah proses pengambilan keputusan dari suatu masalah yang dihadapi manajer dengan menggunakan 6 langkah sebagai berikut :

1. Mengenal atau Mengindentifikasi Kebutuhan pada Keputusan 

      Langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan adalah mengenal kebutuhan pada keputusan tersebut. Dalam hal ini Bonaga menyadari bahwa keputusan penggunaan lahan perkebunan milik ayahnya harus segera ditentukan sebelum dilanjutkan kontrak kerja sama dengan investor. Berbagai faktor akan mendorong dan mempengaruhi pengambilan keputusan, adanya ancaman perbedaan pandangan dengan ayahnya dan adanya peluang perusahaan mendapatkan keuntungan ekonomi perlu ditindaklanjuti untuk dibuatkan alternative pilihan

2. Membuat Alternatif Pilihan

      Setelah mengenal kebutuhan pada keputusan, seorang manager harus dapat menyajikan pilihan alternatif yang dapat dilakukan sebagai respon terhadap peluang atau ancaman yang ada. Keputusan yang tidak baik oleh seorang manager terkadang diakibatkan oleh kegagalan dalam menyediakan alternatif pilihan yang cenderung tidak jelas dan spesifik. Salah satu alasan kegagalan manager dalam menyediakan alternatif pilihan dikarenakan perpektif tunggal, dengan mindset tertentu yang sudah terbentuk. Dalam kasus ini, Pada pengajuan proposal Bonaga kepada ayahnya, Nagabonar merespon  menolak atas usulan bonaga. Penulis menganalisa bahwa kegagalan bonaga yang hanya menyediakan 1 pilihan yang berperspektif tunggal, kemudian merespon kegagalannya yang pertama bonaga terus  melanjutkan meyakinkan ayahnnya dengan menyediakan 3 alternatif pilihan

3. Menguji Alternatif Pilihan

      Ketika alternatif solusi telah ditentukan, mereka harus melakukan evaluasi keuntungan dan kerugian atas masing-masing alternatif. Hal terpenting adalah menentukan peluang dan ancaman dengan tepat dan selanjutnya menetapkan ukuran yang dapat mempengaruhi pemilihan alternatif tersebSut. Pada umumnya, manager yang baik menggunakan 4 kriteria dalam melakukan evaluasi pro dan kontra terhadap pilihan alternatif yang ada : 

  • Legality – Manager wajib memastikan bahwa alternatif tindakan yang ada tidak bertentangan dengan hukum dalam negeri maupun internasional atau peraturan-peraturan pemerintah. 
  • Ethicalness – Manager wajib memastikan bahwa alternatif yang ada tidak merugikan pemangku kepentingan perusahaan terkait maupun pihak lain. 
  • Economic Feasibility – Manager harus memutuskan apakah alternatif yang ada dapat memberikan manfaat ekonomis dan memungkinkankah untuk dilaksanakan. 
  • Practically –Manager harus memutuskan apakah organisasi memiliki kapasitas dan sumber daya untuk melaksanakan alternatif yang ada. 

4. Memilih Alternatif Pilihan 

      Langkah selanjutnya adalah membuat rangking atas pilihan alternatif yang ada dengan menggunakan evaluasi 4 kriteria pro dan kontra terhadap alternative pilihan

5. Melaksanakan Alternatif Pilihan

      Untuk memastikan keputusan yang diambil terlaksana, pucuk pimpinan harus memberikan tanggung jawab kepada jajaran menager menindaklanjuti keputusan tersebut guna mencapai tujuan perusahaan. 

6.  Mempelajari Umpan Balik

                Sebagai tahap akhir, manager dituntut untuk menganalisa dan mempelajari pengalaman sukses maupun gagal sehingga dapat melakukan perbaikan di masa yang akan datang

Sumber : Analisa Penulis

Berdasarkan teori 6 langkah proses pengambilan keputusan diatas, penulis menyampaikan rangkuman hasil analisa penulis terhadap proses pengambilan keputusan Nagabonar, Bonaga dan Sahabatnya. Dalam hal ini penulis juga menambahkan bahwa tahapan langkah proses pengambilan keputusan yang terjadi dalam film hanya sampai dengan langkah ke 5. Dimana pada langkah ke 6 tidak diceritakan tentang mempelahari umpan balik karena akhir dari pengambilan keputusan Bonaga adalah membatalkan pembangunan proyek resort di lahan ayahnya.

IV. Problem Solving: Decision Making – JG Chapter 7

Dalam hal ini penulis tidak memberikan solusi atau best practice terhadap konflik dihadapi bonaga dan ayahnya dikarenakan dalam cerita film tersebut bonaga telah memberikan 3 alternatif pilihan kepada ayahnya, namun penulis ingin mengkritisi keputusan bonaga yang akhirnya membatalkan recana pembangunan proyek resort nya.

Sumber : Analisa Penulis

   

Disusun Oleh : Andrew Parulian Manik

DAFTAR PUSTAKA

1. Contemporary Management_10th Ed_Jones,George_2018_McGraw Hill Education-1

2. https://www.kineforum.org/post/nagabonar-jadi-2

  1. Polling : Kamu Lebih Sering Pakai Teknik Apa Dalam Pengambilan Keputusan?

    1. INTUISI
    2. PENILAIAN YANG BERALASAN
    4 votes
    Share Your Result

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

One Comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format