Jiro Dreams of Sushi, Cinta dan Komitmen Besar Terhadap Pekerjaan Yang Menghasilkan Kesuksesan

Jiro Ono, yang telah berusia 85 tahun terus bekerja dengan keahliannya setiap hari bersama dengan orang-orang kepercayaannya untuk membuat sushi terbaik di Jepang


1
1 point

Jiro Dreams of Sushi merupakan salah satu  film dokumenter garapan David Gelb yang dikemas dengan menarik dan artistik  mengenai restoran bintang tiga Michelin di Tokyo yang menggambarkan sosok Jiro Ono dalam mengelola kedai Sukiyabashi, Jiro bersama putranya bernama Yoshikazu serta beberapa pegawainya. Selain melihat keseharian Jiro dalam memilih bahan segar untuk sushi, mempersiapkannya, hingga saat melayani pelanggan, penonton juga diajak menyimak filosofi Jiro tentang bisnisnya, perjalanan karirnya, serta pilihan karir kedua putranya,Yoshikazu dan Takashi. Penonton diajak melihat rahasia dan usaha Jiro dalam mengubah kedai mungilnya menjadi sebuah restoran Bintang tiga Michelin yang terkenal walaupun tidak ada promosi yang masif, hanya lewat kartu nama tapi bisa  membuat orang menunggu sampai sebulan untuk menikmati sushi di sini. Restoran ini menyajikan sushi berkualitas tinggi  yang dibanderol dengan harga mulai dari 30.000 yen untuk bisa makan 20 potong yang berkualitas tinggi.
Restoran Sukiyabashi Jiro dikenal sebagai restoran sushi yang sangat kecil, hanya menyediakan 10 kursi saja bagi pelanggannya,berbeda dengan restoran lain yang menyediakan beragam hidangan dan promosi yang menarik, serta fasilitas restoran yang nyaman. Namun Jiro bertahan dengan tempat yang mempunyai dekorasi serta lokasi yang agak aneh di bawah tangga di stasiun metro Ginza, tentunya ada hal lain yang special sehingga restoran kecil yang cukup mahal di dunia ini bisa berpredikat Michelin bintang tiga.
Jiro Ono, yang telah berusia 85 tahun itu terus bekerja dengan keahliannya setiap hari bersama dengan orang-orang  kepercayaannya untuk membuat sushi terbaik di Jepang. Setiap hari kecuali hari libur nasional dan kadang-kadang hari Minggu, Jiro menghabiskan seluruh waktunya untuk melakukan satu hal yaitu membuat sushi. Dedikasinya pada pekerjaannya akan membuat penonton film ini dan semua orang yang Anda kenal menjadi terinspirasi  sosok Jiro Ono, si pemilik kedai yang perfeksionis, serta misinya yang tak kenal lelah dalam mengejar kesempurnaan.
Jiro merupakan  pribadi yang membenci hari libur dan  orang yang terus berusaha memuaskan tamu-tamunya dengan cara-cara yang mungkin kecil tetapi konsisten. Dia mengamati di mana tamu duduk, bagaimana gerak-gerik mereka, mana yang kidal dan mana yang tidak, dan bahkan menuntut pekerja-pekerja magangnya untuk belajar melipat handuk tangan dengan benar berkali-kali sebelum menaruhnya di depan tamu. Bukan hal yang aneh jika ada karyawan magang muda yang berhenti setelah hari pertama karena tuntutan yang begitu besar dan perfect dalam bekerja.
Pada saat penonton kagum terhadap Jiro, juga  akan diajak untuk merasakan frustrasi Yoshikazu, meskipun dia terlalu patuh sebagai seorang putra yang pada usia 50 tahun dianggap oleh Jiro masih terlalu hijau untuk mengambil alih bisnis keluarga. Maka Yoshi – harus menghabiskan 10 tahun belajar menggunakan pisau mereka sebelum mereka diizinkan memasak telur sekalipun. Anak keduanya yaitu Takashi memilih untuk membuka Restoran Sushi sendiri di tempat yang lain, karena menyadari bahwa Restoran yang ada saat ini akan diwariskan kepada  Kakaknya dan menghindari adanya 2 nahkoda dalam satu restoran.

                                                    Gambar 1. Personel Restoran Sushi Milik Jiro

Visi Restoran (Perusahaan) :
Menjadi Restoran Sushi yang fokus pada kualitas makanan dan berdedikasi terhadap seni olah makanan untuk mencapai tingkat tertinggi.
Misi Restoran (Perusahaan) :
1.  Mempersiapkan sushi berkualitas sempurna dengan bahan-bahan yang berkualitas.
2. Melayani setiap pelanggan dengan cara terbaik
3. Melakukan pekerjaan dengan penuh cinta untuk mendapat hasil yang berkualitas.

                                          Gambar 2. Sushi Yang Berkualitas Tinggi dari Restoran Jiro

Decision Making
Pengambilan keputusan  adalah sebuah proses di mana seorang Manajer menanggapi peluang dan ancaman yang menghadangnya dengan menganalisis pilihan dan membuat determinasi tentang tujuan organisasi dan tindakan tertentu. Sebuah keputusan melalui proses yang memakan waktu, tenaga dan pikiran untuk akhirnya mendapat keputusan. Terdapat 6 langkah pengambilan keputusan yang akhirnya membuat sukses Restoran Sukiyabashi Jiro, yaitu :

                                                                Gambar 3. Six Step Decision Making

1.  Mengenali Perlunya Keputusan Diambil
Sebelum sukses seperti saat ini Jiro memutuskan akan tetap memegang kendali Restorannya dan meminta pegawainnya termasuk anaknya untuk bekerja dengan tekun, detil, focus dalam membuat sushi yang berkualitas serta melayani tamu dengan baik. Keputusan untuk tetap mempertahankan restoran kecilnya dengan promosi yang sangat konvensional, tapi mengutamakan sajian makanan yang sangat lezat dan berkualitas ternyata berhasil mendapat penghargaan.
2.  Menghasilkan Alternatif Keputusan
Dalam pengembangan Restorannya Jiro dibantu oleh kedua anaknya Yashikazu dan Takashi, dan sudah mengajari mereka bekerja keras mengelola restoran sushi. Keputusan alternative yang diambil salah satunya memberi ijin dan semangat kepada anak keduanya Takashi untuk membuka Restoran sendiri di Roppongi terbukti mampu mencegaa potensi konfllik dengan anak tertua dan Takashi dan terbukti cukup berhasil juga bisnis restoran sushinya karena memang bekal ilmu yang diberikan sudah cukup.
3.Menilai Alternatif Keputusan
Keputusan alternative yang dibuat awalnya selalu diingatkan oleh jiro kepada Takashi, bahwa jika sudah diputuskan keluar untuk mengelola restoran sensiri maka tidak ada tempat untuk kembali. Jadi kalau Takashi gagal tidak bisa kembali ke restoran Jiro, didikan ini terlihat sangat keras tapi akan memacu semangat dan usaha keras Takashi bahwa Dia harus berhasil.
Setelah membuat keputusan alternative mendukung Takashi membuat Restoran sushi sendiri, Jiro harus mengevaluasi keuntungan dan kekurangan. Secara umum, menggunakan empat kriteria untuk mengevaluasi pro dan kontra dari tindakan alternatif.
a. Legalitas
Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan melanggar hukum domestik atau internasional atau peraturan pemerintah. Dalam penentuan alternative ini, Takashi membuka restoran serupa dengan Jiro yang sudah banyak pengalaman di bidang ini, sehingga dipastikan legalitasnya terpenuhi.
b. Etis
Manajer harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan adalah etis dan tidak akan dilakukan merugikan kelompok pemangku kepentingan manapun. Dalam hal ini Jiro dan takashi sudah sangat etis membuka restoran sejenis di tempat yang berbeda yaitu Roppongi, sedangkan Jiro di Tokyo, selain itu secara etis tidak merugikan kakak tertuanya Yashikuza yang akan nantinya akan menjadi pewaris restoran Jiro di Tokyo.
c. Kelayakan ekonomi
Keputusan alternative untuk membuka restoran baru dikelola Takashi tentunya menguntungkan secara keekonomian, karena akan meluaskan market share di kota lain, disampaing itu restoran Jiro juga sangat terbatas kursinya sehingga orang yang akan makan di situ harus reserve satu bulan sebelumnya.
d. Kepraktisan
Manajer harus memutuskan apakah mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan alternative keputusan, dan harus yakin bahwa alternatif tersebut tidak akan mengancam pencapaian tujuan organisasi lainnya. Dalam hal ini Takashi sudah mempunyai pengetahuan, pengalaman yang cukup dalam usaha restoran sushi, sehingga tidak sulit baginya untuk bisa mengembangkan dengan cepat.
4. Memastikan Keputusan Berkontribusi
Setelah keputusan membuat restoran baru buat Takashi, terbukti bahwa baik restoran Jiro dan Takashi bisa berkembang dengan sangat baik dan Jiro sering berkunjung ke restoran Takashi , sedangkan restoran Jiro mendapat penghargaan Michelin Bintang Tiga karena bisa focus mengelola.Keputusan membuat restoran Takashi juga mempunyai dampak baik bagi lingkungan kerja restoran Jiro, tidak ada saling berebut pengaruh antara kedua anaknya.
5. Menerapkan Alternatif Pilihan
Setelah dipastikan keputusan alternative berkontribusi besar, maka Takashi resmi keluar dari restoran Jiro dan mengembangkan restoran sushi di Roppongi.
6. Mempelajari Umpan Balik Keputusan
Setelah dipastikan keputusan alternative berkontribusi besar dan restoran Jiro serta restoran Takashi bisa berkembang pesat, ada baiknya Jiro segera menyerahkan pengelolaan restorannya kepada Yashikuza sebagai anak tertua karena ternyata takashi sebagai anak kedua terbukti mampu mengelola restoran sushi juga.
Cognitive Bias Dalam Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan bisnis yang didasari oleh informasi yang tidak jelas, ketidakpastian dan secara terburu-buru akan menghasilkan Cognitive biases. Menurut psychologists Daniel Kahneman dan Amos Tversky Terdapat 4 Cognitive Bias dalam pengambilan keputusan, antara lain:
a. Prior Hypothesis Bias – Decision Maker yang memiliki keyakinan yang kuat atas hubungan 2 variabel tertentu cenderung dibutakan oleh keyakinan tersebut, dan banyak mengambil keputusan atas keyakinannya meskipun keyakinannnya terbukti salah.
b. Representativeness Bias – Decision Maker yang membuat keputusan secara kurang tepat dikarenakan mereka melakukan  generalisasi dari sampel kecil.
c.  llusion of Control – Kesalahan lain dalam pengambilan keputusan dapat diakibatkan oleh Illusion of Control, yaitu kecenderungan dari seorang Decision Maker untuk melebih-lebihkan kemampuannya untuk mengontrol semua hal.
d. Escalating Commitment –  Sering kali pengambilan keputusan yang salah diawali dari rasa over commitment dari suatu manager, padahal seringkali mendapatkan feedback yang buruk.

Dalam hal ini Jiro Ono  mengalami beberapa bias diantaranya adalah :
1. Representativeness Bias , di awal Jiro kurang yakin akan kemampuan Takashi untuk membuat restoran sendiri, sehingga harus memberi “ultimatum” bahwa tidak ada tempat untuk kembali, walaupun itu lebih ke arah dorongan keras kepada anaknya untuk bisa sukses.
2. Ilusion of Control,  Jiro merasa semua hal pengelolaan restorannya harus dibawah kendalinya semua dan belum yakin akan kemampuan Yashikuza sebagai anak tertuanya untuk memimpin restoran, tapi terbukti saat Jiro sakit, anaknya mampu mengelola restoran dengan baik.

SWOT ANALISIS
SWOT analisis digunakan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal  organisasi. Hal berguna bagi organisasi dalam menentukan strategi yang tepat di tingkat organisasi atau perusahaan.

Strategi Korporasi, Bisnis, dan Fungsional
Dari analisis SWOT yang dilakukan, dicoba untuk membuat strategi bisnis, dimana strategi ini adalah proses penentuan arah dan tujuan organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan.
Strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu
a.  Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy)
b. Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy)
c.  Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy).
Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya.
Strategi Korporasi,menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan.
Dari analisis SWOT Restoran Jiro, ancaman yang utama adalah banyak berdiri restoran sushi yang modern dan nyaman dengan harga yang lebih murah. Walaupun restoran Jiro dibuat dan ditonjolkan orisinalitas dan otentik sebagai ciri utama, dengan sushi yang enak dan berkualitas, tentunya perlu melihat keinginan market juga bahwa semakin hari perlu disiapkan kenyamanan tempat dan mungkin penambahan variasi menu makanannya, apalagi dalam perkembangannya sudah ada beberapa bahan segera untuk membuat sushi sudah hilang/punah sehigga variasi sushi juga berkurang dan pembeli milenial sangat sedikit, karena disamping mahal juga kurang nyaman restorannya yang sempit. Secara korporasi, pembukaan restoran Takashi di Ropponghi membuktikan bahwa penambahan cabang bisa sukses juga.
Strategi Unit Bisnis
Strategi bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis.
Ada beberapa Strategi Bisnis untuk mendapat Market Share dari setiap Perusahaan diantaranya yang disampaikan Potter :
Strategi Harga Rendah – Dengan Strategi Harga Murah, manager mengarahkan organisasi untuk melakukan serangkaian upaya menurunkan cost, sehingga dapat menawarkan produk yang lebih murah dari pesaing, namun tetap memperoleh keuntungan
Strategi Diferensiasi – Dengan Strategi Diferensiasi, manager mengarahkan organisasi untuk mengangkat kekuatan atau keunikan produk yang membedakan dengan produk lain.
Fokus Strategi Harga Rendah dan Fokus Strategi Diferensiasi –  bertujuan menggarap hanya 1 segmen atau segmen tertentu saja, dimana Strategi Harga Rendah mengarahkan organisasi sebagai penyedia produk dengan pendekatan harga rendah. Di sisi lain Fokus Strategi Diferensiasi mengarahkan organisasi sebagai penyedia produk dengan pendekatan diferensiasi melalui keunikan dan keunggulan produk

Strategi Restoran sushi milik Jiro mengarah pada strategi diferensiasi, dimana restoran ini sangat ekslusif pada kualitas makanan dan orisinal, serta harga yang cukup tinggi karena memang menyajikan sushi kualitas premium. Strategi ini terbukti berhasil, dimana banyak pelanggan yang puas dan mendapat penghargaan sebagai restoran Michelin Bintang Tiga yang prestisius dalam Restoran Industry.
Strategi Fungsional
Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala Departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, produksi dll.
Pelayanan yang baik dan sepenuh hati dari Fungsi pemasaran juga menjadi strategi yang dikembangkan restoran Jiro, walaupun masih bisa meningkatkan kenyamanannya dengan membuat restoran yang lebih besar lagi.
Fungsi produksi perlu konsisten menjaga mutu bahan bahan yang digunakan baik beras, ikan dan juga pembuatan sushi harus selalu terjaga dengan baik. Semua proses dikontrol ketat oleh Jiro, semua bahan yang akan disajikan akan dicicipi/tes dulu oleh Jiro, cara memotong ikan juga selalu dikontrol oleh Jiro selalu kepala sekaligus owner restoran.

ORGANIZATIONAL CONFLICT
Definisinya adalah Perselisihan yang muncul ketika tujuan, kepentingan, atau nilai dari individu atau kelompok yang berbeda tidak sesuai dan individu / kelompok tersebut menghalangi atau menghalangi upaya satu sama lain untuk mencapai tujuan mereka.
Restoran Jiro menerapkan disiplin dan tuntutan kerja yang sangat perfect, banyak orang yang berpikiran bahwa saat melakukan pekerjaan dengan ‘penuh cinta’ maka seseorang akan terhindar dari kesulitan dan segala sesuatu akan baik. Namun, Jiro mengajarkan bahwa melakukan pekerjaannya sama seperti menjalankan usaha yang Anda minati akan sangat membutuhkan biaya mahal, terutama saat tahap awal.
Dalam kasus Jiro, tuntutan pekerjaan membuatnya jauh dari keluarga, kehilangan momen menyaksikan anak-anak tumbuh dewasa. Pada saat mengelola restoran kecilnya, awalnya bersama kedua anaknya yaitu Yoshikazu sebagai anak pertama dan Takashi anak kedua, tentunya berpotensi menimbulkan konflik saat nahkoda Restoran harus diserahkan kepada salah satu dari mereka.
Berdasarkan Tipe Konflik, walaupun pada film tidak disampaikan secara eksplisit tapi dari pernyataan anak pertama Yokhizaku bahwa sesuai tradisi menjadi milik anak pertama, maka potensi konflik adalah Interpersonal Conflict, adalah konflik antara individu dalam sebuah organisasi, dalam hal ini potensi konflik antara kedua anak Jiro dan juga Yoshikazu kepada Jiro, walaupun dalam film ini  tidak dibahas atau tidak ditonjolkan hal itu. Kepercayaan yang harusnya segera diberikan Jiro kepada anaknya yang sudah berusia 50 th untuk mengelola Restoran tersebut, tapi Jiro belum mempercayakannya dan meminta Yoshikazu belajar lagi dan hal itu membuatnya sedikit frustasi, hanya kepatuhannya yang tinggi membuat Yoshikazu tetap bertahan, sedangkan adiknya memilih membuka Restoran sendiri.
Hal-hal yang bisa menjadi  Sumber Konflik, terdiri dari :
•  Different Goal and Time Horizons (Perbedaan Tujuan dan Cakrawala Waktu)
•  Overlapping Authority (Tumpang tindih otoritas)
•  Task Interdependences (Tugas yang saling mempengaruhi)
•  Different Evaluation and Reward System (Perbedaan Sistem Evaluasi dan Penghargaan)
•  Scarce Resources (Kelangkaan Sumberdaya)
•  Status Inconsistencies. (Ketidakkonsistenan)
Pada Restoran Jiro ini sumber konflik  cenderung mengenai  Overlapping Authority dan Task Interdependences, Konflik ini terjadi ketika 2 Manajer mengklaim otoritas dalam aktivitas dan tugas yang sama. Hal ini sering terjadi pada satu kondisi yang tidak secara detail memetakan Tugas dan Tanggungjawab. Pada kondisi ini Jiro masih sangat dominan sebagai pemegang authority dan Yoshizaku yang sebenarnya sangat ingin segera memegang kendali Restoran harus menahan diri dan hanya saat Jiro sakit saja bisa memegang penuh kendali Restoran tersebut. Pada sisi lain untuk menghindari overlapping authority antara kedua anak Jiro yaitu Yoshikazu dan Takashi di Restoran ini, maka Takashi memilih keluar dan membangun Restoran sendiri.
Dalam Mengelola Konflik tersebut, ada beberapa Strategi yaitu :
•  Compromise (Kompromi)
•  Collaboration (Kolaborasi)
•  Accomodation (Akomodasi)
•  Avoidance (Penolakan)
•  Competition (Kompetisi)
Pengelolaan konflik disini diselesaikan dengan kompromi, karena merupakan Restoran keluarga, dimana Yoshikazu yang sangat patuh  pada Jiro, dengan sabar tetap menjadi orang nomor dua di Restoran Sukiyabashi Jiro dan berkolaborasi membesarkan restoran tersebut. Bentuk kompromi yang lain adalah Takashi keluar dari Restoran tersebut  untuk menghindari Overlapping Authority dan Task Interdependences dengan Jiro dan Yashikazu dan membuka restoran serupa di Roppongi

NEGOTIATION
Negosiasi adalah teknik resolusi konflik yang sangat penting bagi manajer dan anggota organisasi lainnya dalam situasi di mana para pihak terhadap konflik memiliki tingkat atau kekuasaan yang kurang lebih sama. Dalam mengelola Konflik dilakukan dengan cara Negosiasi.
Ada dua jenis negosiasi utama:
1.  Negosiasi distributive, kedua belah pihak menganggap bahwa mereka memiliki “kue” sumber daya yang perlu mereka susun. Mereka mengambil sikap kompetitif dan adversal. Dalam negosiasi distributif, konflik ditangani oleh kompetisi.
2. Tawar-Menawar Integratif, Para pihak menganggap bahwa mereka dapat menghasilkan solusi kreatif. Konflik ditangani melalui kolaborasi dan/atau kompromi
Pada film Jiro Dream of Sushi, tidak secara eksplisit ditampilkan konflik yang timbul, tapi dari penjelasan dan testimony beberapa orang mantan karyawan Jiro dan Anak pertamanya, konflik yang timbul diselesaikan dengan negosiasi tawar menawar integrative, melalui kompromi dimana Yashikazu sudah sangat ingin mengambil peran yang lebih besar dalam mengelola Restoran tapi selalu dianggap Jiro masih perlu banyak belajar lagi, dan Yashikazu sangat menghormati Ayahnya yang juga menjadi guru terbaiknya dalam bisnis makanan sushi ini, sedangkan mitigasi konflik diantara anak-anaknya untuk menjadi nahkoda restorannya, bisa diselesaikan dengan Takashi, anak keduannya keluar dan membangun restoran serupa di tempat lain, dengan dibekali ilmu dan management restoran sushi dari Jiro.

ORGANIZATIONAL POLITICS
Kegiatan yang dilakukan manajer untuk meningkatkan kekuatan mereka dan menggunakan kekuasaan secara efektif untuk mencapai tujuan mereka dan mengatasi perlawanan atau oposisi.
Ada beberapa Strategi Politik Untuk Mendapatkan dan Mempertahankan Kekuasaan
•   Mengendalikan Ketidakpastian
•   Membuat diri sendiri tak tergantikan
•   Berada di Posisi Sentral
•   Menghasilkan Sumber Daya
•   Membangun Aliansi
Pada pengelolaan Restoran ini, Jiro menggunakan strategi politik sebagai orang yang tidak tergantikan dan berada di posisi sentral, dimana semua kendali restoran ada pada Jiro. Semua bahan makanan yang akan disajikan setiap hari akan dicek dan dicicipi dahulu oleh Jiro memastikan kualiats yang baik.

Solusi :
Evaluasi performance Restoran Jiro  ada beberapa hal yang harus diperbaiki diantaranya adalah
1.  Organizational Politics, dimana Jiro terlalu menempatkan posisinya sebagai sentral yang tidak tergantikan, padahal sudah berumur 85 tahun dan sebenarnya sudah mendidik putranya Yashikazu dengan baik, sudah membekali dengan pengetahuan mengelola restoran sushi karena setipa hari ada didekat Jiro dan dibawah pengawasan serta bimbingannya secara langsung, tapi ketidakpercayaannya itu membuat Yashikazu selalu berada dibawah bayang bayang Jiro, kurang optimal dikembangkan, sehingga restora Jiro tidak ada improvement kecuali dalam hal kualitas makanannya, untuk lain lainnya seperti kenyamanan, promosi kurang berkembang.
2.  Pengambilan Keputusan yang menimbulkan Bias  Ilusion of Control dan Representative bias, Jiro merasa semua hal pengelolaan restorannya harus dibawah kendalinya semua dan belum yakin akan kemampuan Yashikazu sebagai anak tertuannya untuk memimpin restoran. Solusinya adalah merubah mind set mengenai hal tersebut, karena terbukti Yashikazu bisa mengambil peran sebagai nahkoda saat ayahnya sakit, dengan memberi kepercayaan penuh pada anaknya bisa meringankan tugasnya dan bisa memikirkan pengembangan restoran yang lebih baik lagi.
3.  Strategi Bisnis, hasil evaluasi SWOT yang dianalisa sudah banyak ancaman dan kelemahan bisnis restoran sushi milik Jiro, dimana sudah banyak berdiri restoran sushi yang modern menawarkan kenyamana, pilihan rasa dan diversifikasi makanan yang dijual akan semakin menggerus market share resorannya, karena jaman sudah berubah, konsumen mileneal akan memilih yang lebih nyaman dan enak serta harga yang terjangkau, sehingga jika konsumen konvensionalnya sudah habis, akan sulit  bagi restoran Jiro mendapat konsumen baru yang sudah bergeser style nya. Solusi terbaiknya segera menyerahkan kepemimpinan restoran pada anaknya Yashikazu dan segera mengembangkan restoran yang lebih besar dan modern dengan tetap mempertahankan kualitas makanannya.

Refferensi :
1.   Jones and George. (2020). Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education
2. O.C Ferrell, Geoffrey A.Hirt and Linda Ferrell (2020). Business Foundations, A Changing World.  New York : McGraw-Hill Education
3. Jiro Dreams of Sushi Trailer, https://www.youtube.com/watch?v=0VB_DrsHDQ0

Penyusun : Ibnu Suhartanto/ 41P20082/EMBA B41C

Bab Yang Digunakan adalah :
1.  Chapter 8 , The Manager as a Planner and Strategist
2. Chapter 17 ,  Managing Konflik, Politics dan Negotiation (Wajib)
3. Chapter 07. Decision making, Learning, Creativity and Entrepreneurship


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format