Who Am I – No System Is Safe : Permainan Peran Mengelabui Europol

Benjamin seorang yang bercita-cita menjadi superhero harus menghadapi kejaran Europol atas aksinya meretas situs Badan Intelejen Jerman.


1
1 point

Awal film ini mengisahkan seorang pengantar Pizza bernama Benjamin yang sejak kecil memiliki cita-cita sebagai superhero. Benjamin yang sejak kecil di besarkan oleh neneknya yang memiliki kepribadian ganda dan sakit Alzheimer, karena ayahnya pergi sejak dia kecil dan ibunya bunuh diri ketikadia berusia 8 tahun. Menginjak usia belasan Benjamin mempelajari bahasa pemrograman karena dia sangat mengidolai seorang hacker dgn inisial MRX dan menemukan bahwa dia bisa menjelajahi dunia tanpa batas di dunia maya,karena di kehidupan nyata dia merasa dirinya “tidak terlihat”, namun ada seorang perempuan yang sangat Benjamin sukai yaitu Marie teman nya semasa sekolah. Sampai akhirnya Benjamin bertemu dengan Max, seseorang yang sangat “terlihat” di kehidupan nyata dan sangat berkharisma namun keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama mengidolain sosok MRX. Max mengenalkan benjamin kepada Stephan dan Paul yang sama seperti Benjamin ahli dalam urusan IT namun dengan keahlian dan keunikan yang berbeda, dan dari sinilah petualanan mereka dimulai.

Mereka membuat tim untuk melakukan peretasan dengan nama CLAY “Clown Laughing At You” dimulai dari melakukan peretasan terhadap sebuah partai dan dilanjutkan dengan aksi-aksi lainnya. Setelah melakukan aksinya mereka mengunggah hasil peretasan mereka di Youtube dan mendapatkan viewers yang cukup banyak. Namun obsesi Max terhadap MRX membuatnya tidak pernah puas akan hasil kerja dari CLAY karena MRX tidak pernah memperhatikan sepak terjang dari CLAY. Max dan Benjamin sering sekali mengucapkan jargon dari MRX : “MRX has three rules: First: no system is safe. Second: Aim for the impossible. Third: Have fun in cyberspace and meat space.”

Seiring waktu berjalan waktu akhirnya mereka mendapatkan pesan dari MRX namun bukan pujian yang mereka dapatkan melainkan ejekan karena yang di retas selama ini adalah hal-hal yang menurut MRX kegiatan “anak kecil”, hal ini membuat Max kesal dan dia ingin CLAY bisa meretas ke situs-situs dengan tingkat keamanan tinggi dan sukses meretas situs milik Badan Intelejen Jerman. Namun saat merayakan pesta keberhasilannya Benjamin mendapati kenyataan bahwa wanita yang dia sukai ternyata dekat dengan Max, dia merasa kecewa dan tanpa diketahui teman-temannya mengirimkan data rahasia milik Badan Intelejensi Jerman kepada MRX. Ternyata data tersebut berisi mata-mata milik pemerintah Jerman dan di jual ke mata-mata Russia oleh MRX, dan CLAY pun menjadi buronan Europol karena membocorkan data milik Badan Intelejen Jerman.

Dibawah kepemimpinan Hanne Lindberg Europol berhasil menangkap Benjamin, disini Benjamin mulai melakukan trik untuk mengelabui Europol dan Hanne, memanfaatkan kematian ibu nya yang di sebabkan gangguan kejiwaan karena memili 4 karakter dalam dirinya. Benjamin berpura-pura memiliki penyakit yang sama sehingga dapat di bebaskan, namun sebelumnya Europol meminta Benjamin untuk meretas dan membuka identitas dari MRX, MRX yang tadinya menjadi panutan bagi Benjamin sekarang menjadi target agar dia dapat di lepaskan dari Europol. Demi melancarkanaksinya Benjamin sampai harus menusukan paku ketangannya dan membuat seolah-olah semua rekannya tewas di sebuah hotel di Den Haag. Hanne yang awalnya curiga dengan aksi Benjamin mulai percaya karena bukti-bukti yang ada di lapangan semakin menunjukan bahwa Benjamin memiliki kepribadian ganda.

Benjamin akhirnya dapat menguak indentitas dari MRX yang ternyata seorang pemuda berusai 19 tahun dari Amerika. Setelah berhasil menguak identitas MRX Benjamin meminta agar dirinya di berikan identitas baru, karena orang dengan penyakit kepribadian ganda tidak bisa mendapatkan identitas baru Hanne akhirnya memberikan akses kepada Benjamin untuk mengubah data dirinya di server Europol lalu membebeaskan Benjamin. Ternyata yang dilakukan Benjamain di server tidak hanya merubah data dirinya dia juga mengubah data diri rekan-rekannya dan tidak lupa Marrie wanita yang dia sukai. Hingga di akhir cerita di ketahui bahwa semua yang dilakukan Benjamin hanyalah sebuah penyamaran karena rekan-rekannya masih hidupdan sekarang telah memiliki identitas baru.

Problem Identification
Perasaan Benjamin terhadap Marie menjadi awal terjadinya jalan cerita di film ini dalam buku Contenporary Management Chapter 13 disebutkan, kekuatan psikologis yang menentukan arah perilaku seseorang dalam suatu organisasi, tingkat usaha seseorang, dan tingkat kegigihan seseorang. Kegigihan Benjamin untuk dapat memiliki hati Marie dan kenyataan bahwa dia dikhianati rekannya sendiri membuat dia melakukan hal yang diluar dugaan dengan input yang dia miliki seperti skil dalam meretas dan keberaniannya masuk ke situs-situs penting pemerintah, output yang Bnejamin hasilkan tentu sangat besar namun hal itu menjadi masalah ketika dia merasa kecewa dan memilih mengirimkan data-data rahasia kepada MRX agar temennya dapat lebih menghargai dia. Motivational Equation yang dilakukan oleh Benjamin dapat digambarkan sebagai berikut:

INPUTS FROM ORGANIZATIONAL MEMBERS

PERFORMANCE

OUTCOMES RECEIVED BY ORGANIZATIONAL MEMBERS

Time

Effort

Experience

Skills

Knowledge

Workbehaviors

Organizational effectiveness 

The attainment of organizational goals

Job satisfaction

Responsibility

A feeling of accomplishment

The pleasure of doing interesting work

Dari apa yang Benjamin lakukan dia merasa Outcome yang di berikan rekannya Max justru membuatnya sakit hati dan merasa kecewa dengan CLAY. Namun tanpa dia sadari MRX justru menjadi musuh utama bagi dia dan juga timnya karena MRX lah menyebarkan data dari hasil retasan Benjamin, sehingga dia harus kembali bersatu dengan CLAY untuk dapat membebaskan diri dari kejaran Europol. Dari kejadian tersebut dapat dilihat bahwa sebenarnya Effort dan Performance yang dilakukan oleh CLAy sudah sangat baik namun karena ada sebuah masalah yang menyangkut perasaan salah seorang anggotanya membuat CLAY dalam masalah besar. Dari kacamata Maslows Hierarchy of Needs Benjamin dan CLAY memiliki High-level of needs dalam hal Belongingness needs karena memiliki kebutuhan akan pertemanan, kepedulian dan cinta.
CLAY dapat melakukan peretasan-peretasan dimotori oleh Max yang memiliki kharisma yang kuat dan social skills yang sangat baik dan Benjamin dengan kemampuan akan interpretasi data yang baik, namun tidak bisa di kesampingkan peran dari Paul dan Stephan, Paul yang jago dalam hal hardware dan Stephan yang jago dalam urusan Software dan karakternya yang tidak memiliki rasa takut akan apapun membuat CLAY menjadi sebuah organisasi yang lengkap dan saling mengisi, semua bekerja sesuai dengan porsinya meskipun terkadang harus mendahulukan keinginan dari Max namun dalam hal perkerjaan tidak pernah ada konflik besar yang terjadi.

Critical Thinking
Saat CLAY mulai menjadi buronan Europol disini terlihat sisi kepemimpinan dari seorang Benjamin, yang pada awalnya selalu mengikuti kemauan dari Max dia mulai mengambil peran penting dalam upaya penyelamatan dirinya dan rekan-rekannya, Kepemimpinan sendiri berarti proses dimana seseorang memberikan pengaruh terhadap orang lain dan menginspirasi, memotivasi dan mengarahkan aktivitas mereka untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi. Disini Benjamin mengambil peran dengan mencoba untuk mengungkap jati diri MRX. Dalam Leadership Model Benjamin memiliki Intelejensi,karena mengetahui apa yang akan dia lakukan dan juga memahami resikoyang akan terjadi, dengan knowledge dan expertise nya dia mencoba mencari lokasi MRX dengan mengirimkan data berupa Trojandi dalam Trojan. Serta dia menjadi seorang yang Mature karena bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan dan juga terhadap teman-temannya dia CLAY.

Dalam Chapter 14 dijelaskan tentang Transformational Leadership yaitu: 1. Membuat bawahan menyadari betapa pentingnya pekerjaan mereka bagi organisasi dan betapa pentingnya bagi mereka untuk melakukan pekerjaan tersebut sebaik mungkin sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya. 2. Membuat bawahan sadar akan kebutuhan mereka sendiri untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pencapaian pribadi. 3. Memotivasi pekerja untuk bekerja demi kebaikan organisasi, bukan hanya untuk keuntungan atau keuntungan pribadi mereka sendiri. Benjamin dibantu rekan-rekannya di CLAY menyerahkan diri ke Europol dengan tujuan mendapatkan perlindungan saat akan meretas MRX untuk kedua kalinya dan mendapatkan identitas baru, namun hal itu harus di bayar dengan cara menusukan paku ke tangan Benjamin untuk mensukseskan rencana Benjamin bermain peran sebagai seorang Multiple Identity Disorder, disini terlihat Benjamin ingin rekan rekannya menyadari betapa pentingnya mereka mencapai tujuannya untuk dapat identitas baru dengan berkorban hingga menyakiti dirinya sendiri.

Analytical Thinking
Pada Chapter 17 Organizational Conflict dijelaskan sebagai: Perselisihan yang muncul ketika tujuan, minat, atau nilai dari individu atau kelompok yang berbeda tidak sesuai dan individu atau kelompok tersebut menghalangi atau menghalangi upaya satu sama lain untuk mencapai tujuan mereka. Konflik adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan organisasi karena tujuan pemangku kepentingan yang berbeda seperti manajer dan pekerja seringkali tidak sesuai. Konflik organisasi juga dapat terjadi antara departemen dan divisi yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya atau bahkan antara manajer yang mungkin bersaing untuk promosi ke level berikutnya dalam hierarki organisasi. Dengan level of conflict sebagai berikut :

Awalnya level of conflict di dalam CLAY sadalah rendah, karena hanya melibatkan Benjamin dan Max. namun setelah Benjamin sakit hati dan menginginkan pengakuan dari teman0temannya dengan mengirimkan data ke MRX conflict yang timbul menjadi besar bahkan hampir membuat Stephan keluar dari tim karena CLAY sudah menjadi buronan dari Europol. Sebenarnya conflict yang di manage dengan baik mampu membuat organisasi berjalan dengan lebih efektif dan meningkatkan performa, seperti yang dilakukan oleh CLAY diawal mereka bergabung. Max yang memiliki keinginan untuk dapat “dilihat” oleh MRX meminta rekannya untuk melakukan peretasan untuk kesenangan dan mengunggah di youtube, ataupun mengikutiundian berhadiah, disini dapat dilihat conflict yang di manage dengan baik justru membuat organisasi maju dan anggota organisasi pun bahagia.
Untuk menyelesaikan Conflict Benjamin memilih strategi Compromise atau masing-masing pihak prihatin tentang tidak hanya pencapaian tujuan mereka tetapi juga pencapaian tujuan pihak lain dan bersedia untuk terlibat dalam pertukaran memberi-dan-menerima untuk mencapai solusi yang masuk akal. Merasa dialah yang bertanggung jawab akan organisasinya Benjamin rela untuk menyerahkan diri ke Europol. Dan melakukan negosiasi dengan Hanne untuk mendapatkan identitas baru.

Problem Solving
Negosiasi, metode resolusi konflik di mana para pihak mempertimbangkan berbagai cara alternatif untuk mengalokasikan sumber daya untuk menghasilkan solusi yang dapat diterima oleh mereka semua. Hanne yang posisi nya di Europol mulai terancam dan Benjaminyang ingin menjadi manusia bebas lagi di hadapkan pada sebuah situasi yang mengharuskan mereka melakukan negosisasi agar sama-sama tercapai tujuan mereka. Kedua belah pihak menerapkan Integrative Bargaining dalam bernegosiasi, negosiasi kerja sama di mana para pihak yang berkonflik bekerja sama untuk mencapai resolusi yang baik bagi mereka berdua, pihak-pihak merasa bahwa mereka mungkin dapat meningkatkan kue sumber daya dengan mencoba menghasilkan solusi kreatif untuk konflik tersebut, pihak-pihak memandang konflik sebagai situasi win-win yang bisa diraih oleh kedua belah pihak, pertengkaran ditangani melalui kolaborasi atau kompromi.

Untuk mendapatkan power masing-masing pihak dapat melakukan beberapa cara, dalam film ini Benjamin dan Hanne memilih melakukan Building Aliance dimana Hanne dan Europol membantu Benjamin untuk dapat mengungkap identitas MRX sehingga Europol bisa dapat segera menangkap MRX dan mengetahui untuk siapa MRX bekerja. Tidak sampai disitu Hanne juga ingin dapat untuk segera memulihkan karirnya di Europol, di lain pihak Benjamin ingin kembali menjadi manusia yang bebas dan strategi ini pun membuahkan hasil Hanne yang mendapatkan pujian karena suskes menangkap MRX dan Benjamin yang meskipun hampir gagal mendapatkan hak nya, namun Hanne membantunya dengan membiarkannya masuk ke ruang server Europol untuk mengubah identitas dirinya.

Pada akhirnya Hanne mengetahui bahwa yang dilakukan oleh Benjamin adalah tipu muslihat karena semua rekan Benjamin masih hidup dan Benjamin tidak memiliki kepribadian ganda. Namun hal tersebut tidak membuat Hanne kehilangan pekerjaannya sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi “Making everyone a winner” sukses dilakukan karena kedua belah pihak yang membutuhkan dukungannya telah mendapatkan keuntungan pribadi dari memberikan dukungan itu.

Alternative Solution
Jika dalam film solusi yang di berikan adalah dengan Integrative Bargaining, alternatif solusi yang dapat digunakan adalah Distributive Negotiation:
– Negosiasi permusuhan di mana pihak-pihak yang berkonflik bersaing untuk memenangkan sumber daya paling banyak sambil kebobolan sesedikit mungkin –> Pada dasarnya Hanne dan Benjamin adalah dua belah pihak yang sedang bersaing untuk tujuan mereka, sehingga Hanne disini bisa saja menolah keinginan Benjamin karena dia telah memberikan data rahasia yang dimiliki oleh Europol bisa saja data tersebut sudah di gunakan olebih lanjut oleh klien MRX.
– Pihak-pihak merasa bahwa mereka memiliki “kue tetap” dari sumber daya yang perlu mereka bagi. –> Hanne tetap bisa menghukum Benjamin karena itu mekupakan hak dia karena data yang sudah di sebarkan Benjamin tentunya akan mempengaruhi keamanan Jerman dan Europol.
– Mereka mengambil sikap bermusuhan yang kompetitif. –> Hanne yang sudah di retas data pribadinya oleh Benjamin dapat memilih sikap untuk bermusuhan karena data pribadi tersebut sangat sensitif dan akhirnya mempengaruhi pengambilan keputusan dari Hanne.
– Mereka melihat tidak perlu berinteraksi di masa depan. –> Melihat di masa depan mereka tidak akan berinteraksi sebaiknya Hanne tidak perlu untuk mencari tahu trik sulap yang dilakukan oleh Benjamin, karena halitu membuat dia merasa melakukan sebuah kesalahan telah membiarkan Benjamin mengubah data pribadinya.
– Mereka tidak peduli jika hubungan antarpribadi mereka rusak oleh negosiasi kompetitif mereka. –> Hanne yang mencari tahu soal jati diri dan latar belakang keluarga Benjamin akhirnya tidak berhasil mengungkap peran yang dilakukan Benjamin, dia menganggap Benjamin benar-benar memiliki kepribadian ganda, akan lebih baik jika Hanne tidak mempedulikanlatar belakang Benjamin dan fokus terhadap apa masalah yang Europol ingin gali dari Benjamin.

Disusun Oleh:

Hary Sudarsono

EMBA B 41C

41P20081

Sumber:

https://www.imdb.com/title/tt3042408/

Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York. (JG) –> Chapter 13/14/17


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format