Metode Keystone Markup Milik GUCCI, Bolehkah Dalam Islam?

Dalam ajaran agama Islam, kita dianjurkan untuk tidak saling merugikan sesama manusia, termasuk dalam perniagaan. Lalu bagaimana hukumnya keystone markup dari GUCCI?


0

GUCCI adalah salah satu fashion brand high end, papan atas, yang terkenal di mata internasional. Brand ini berasal dari Italia yang didirikan oleh Guccio Guci pada tahun 1921 dan jarang orang mengetahui bahwa usia GUCCI saat ini sudah mencapai 1 abad lamanya. Desain klasik yang menempel pada setiap produknya menjadi ciri khas karena bersifat timeless yang menjadikan GUCCI digandrungi oleh semua kalangan. Pada awalnya, Guccio Gucci bekerja di Savoy Hotel London yang mana menjadi penerima tamu-tamu bangsawan Inggris pada abad 19 yang kerap kali berlibur dengan membawa koper. Kehidupan glamor para tamu bangsawan serta gaya koper yang sangat mewah membuat dirinya ingin membuat produk tas yang ia desain sendiri. Berbekal ilmu yang telah diajarkan oleh ayahnya,  Guccio, yakni pengrajin tas kulit terkenal di Italia, Guccio mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaannya dan membangun bisnisnya dari nol. Pada tahun 1995, GUCCI menjadi nominasi top 15 brand papan atas high end yang di idam-idamkan oleh penggemarnya. GUCCI telah mengeluarkan berbagai produk dari kalangan bayi hingga dewasa dari koper, tas kulit, sepatu, jam tangan, pakaian dll serta memiliki lebih dari 100 gerai di seluruh dunia. 

Akhir-akhir ini, dunia jagat maya dihebohkan dengan peluncuran produk terbaru dari GUCCI yakni “GUCCI White Cotton Logo T-Shirt”, kaos polos berwarna putih yang memiliki harga fantastis. Bagaimana tidak, kaos kasual merek GUCCI ini dijual dengan harga US $2.000 atau setara dengan Rp29 juta yang dilansir dari website putthison.com yang tentu membuat dunia maya bertanya-tanya apa istimewanya dari kaos tersebut. Hal ini diperdebatkan karena kaos kasual milik GUCCI yang ditawarkan ini terkesan mahal dan tak masuk akal. Namun, ada saja orang yang bersedia untuk membeli kaos tersebut dengan tujuan agar tetap modis di masyarakat. Ini perlu dipertanyakan mengapa kaos tersebut bisa memiliki harga jual yang sangat mahal.

Alasan Mengapa Kaos Polos GUCCI berharga US$2.000

Sebagai salah satu brand ternama, GUCCI mempunyai berbagai cara untuk mempertahankan kedudukannya sebagai penguasa di dunia fashion. Pertama, GUCCI mempunyai segmentasi pasar yang relatif sempit. Menurut data dari GUCCI, yang didapat dari laman glossy.com, menyebutkan bahwa pada tahun 2019, GUCCI menghasilkan pendapatan sebesar $8 miliar dan 62% dari konsumennya berusia 35 tahun kebawah. Selain itu, segmen konsumen yang sedang berkembang pesat adalah usia 24 tahun kebawah. GUCCI menyimpulkan bahwa konsumen terbesar berkisar dari 18 hingga 34 tahun. Kenaikan jumlah konsumen ini menyebabkan kenaikan pendapatan GUCCI sebesar 19% dari tahun sebelumnya yaitu pada 2018. 

Selanjutnya, GUCCI mempunyai brand identity yang sangat lekat dengan produknya yaitu barang luxury. Hal ini dikarenakan akibat dari kiblat fashion dari GUCCI adalah pakaian bangsawan Inggris yang terkesan mewah dan glamour serta memiliki bahan yang nyaman digunakan oleh orang sekelas bangsawan. Selain itu, GUCCI memiliki metode dalam menentukan harga produknya yang dinamakan “Keystone Markup”, yakni melipatgandakan biaya produksi yang mencapai 50-100 persen yang mana bukan semata-mata hanya untuk meraup keuntungan, namun metode ini dianggap mudah untuk mematok harga dalam suatu produk dan metode ini berlaku untuk rival dari GUCCI. Keystone markup dilakukan melalui 2 tahapan, yakni penetapan harga ke retailer dan penetapan harga ke konsumen. Hal inilah yang menyebabkan harga produk GUCCI sangat fantastis ketika jatuh di tangan konsumen. 

Adapun faktor lain diantaranya adalah desain yang sangat bagus karena melibatkan desainer profesional tingkat dunia dan banyaknya barang tiruan yang berakibat pada meningkatnya permintaan akan produk orisinil dari GUCCI itu sendiri. Apabila dilihat dari produk yang berkontribusi paling banyak dalam pendapatan GUCCI pada tahun 2019, produk yang paling menonjol adalah produk kulit atau leather goods yang mempunyai porsi sebesar 58% dari keseluruhan penjualan. Diikuti oleh produk sepatu sebesar 17% dan produk siap pakai atau ready-to-wear sebesar 13%.

GUCCI terkenal akan produk kulitnya yang berkualitas, desain yang sangat menarik walaupun terkadang terdapat kontroversi akan bahan yang digunakan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan fashion tersebut selalu menjadi yang terdepan dalam produk-produknya. Alhasil, produk yang dijual pun berharga fantastis. Salah satu produk yang dipasarkan adalah GUCCI White Cotton Logo T-Shirt dengan harga US $2.000 atau sekitar Rp29 juta yang disebut-sebut berbahan 70% sutra dan cotton yang menjadikan trending karena banyak diperbincangkan kaos polos berwarna putih yang memiliki harga jual tinggi. Apabila dibandingkan dengan produk yang seringkali ditemui di industri retail indonesia dengan rupa yang tidak jauh berbeda, tapi mempunyai harga yang sangat jauh dibandingkan dengan produk GUCCI kadang menimbulkan pertanyaan akan sesuai atau tidaknya harga produk-produk tersebut. Terlebih lagi apabila dilihat dari kacamata islam terkait kebijakan dalam menentukan harga dengan menggunakan metode Keystone Markup yang dilakukan oleh GUCCI selama ini.

Pandangan Islam Terhadap Keystone Markup GUCCI

Penetapan harga yang dilakukan oleh GUCCI untuk produk kaos polos putihnya, GUCCI White Cotton Logo T-Shirt, dengan menggunakan metode Keystone Markup diperbolehkan jika ditinjau dari perspektif Islam. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” [Al- Hujurât/49:10] 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa sesama saudara kita tidak dianjurkan untuk saling menyulitkan melainkan kita harus saling berdamai, membantu satu sama lain. Hal tersebut mencakup dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk mencakup dalam kegiatan ekonomi. Dalam membuat produk kaos polos tersebut tentu saja GUCCI menggunakan jasa desainer profesional tingkat dunia yang mana berarti membutuhkan dana yang lebih untuk menggunakan jasa para desainer tersebut. Penggunaan metode Keystone markup juga tidak mengakibatkan harga dari GUCCI White Cotton Logo T-Shirt berada jauh di atas harga pasar. Perlu diketahui sebelumnya bahwa GUCCI White Cotton Logo T-Shirt bukan merupakan komoditas barang pokok, seperti produk kaos polos putih yang biasa beredar di pasar dengan harga murah, melainkan merupakan barang mewah. Sehingga pasar yang digunakan sebagai pembandingnya adalah produk dari pesaingnya dalam hal barang mewah, yaitu LV, Prada, dan Dior.

Penetapan harga yang dilakukan oleh GUCCI untuk produk GUCCI White Cotton Logo T-Shirt dianggap tidak saling memberatkan bagi produsen, retailer dan bahkan konsumen sendiri. Hal itu dikarenakan pembeli membeli produk dari penjual tersebut berdasarkan asas suka sama suka atau sukarela, sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisâ’ ayat 29:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,  kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An Nisâ’/4:29]

Jika dilihat dari segmentasi pasar kaos putih bermerek GUCCI, GUCCI memang menetapkan produknya sebagai barang mewah bukan barang kebutuhan pokok. Barang mewah identik dengan harga yang mahal dan berkualitas tinggi, sedangkan barang kebutuhan pokok identik dengan harga yang cukup murah dan menyesuaikan dengan harga pasar. Konsumen hendaknya mengetahui jenis barang yang akan dibeli. Penjual juga harus menjelaskan deskripsi produknya dengan jujur. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi pembodohan (ghabn). Pembodohan tersebut termasuk kedalam penipuan yang dilarang oleh Islam. Salah satu contoh pembodohan menurut ulama dalam jual beli adalah menetapkan harga suatu barang diatas harga pasar. Hal tersebut sangat merugikan bagi konsumen yang tidak mengetahui harga pasar suatu barang. Pembodohan (ghabn) sudah dijelaskan dalam suatu riwayat Ulama. Ulama Al-Qurthubi menyebutkan keterangan Ibnul Arabi, 

كال ابً العسبي: اطخدل علماؤها بلىله حعالى:ذلك ًى الخغابً على أهه ال ًجىش الغبن في املعاملت الدهيىٍت، ألن هللا حعالى خصص الخغابً بيى الليامت

“Ibnul Arabi mengatakan, para ulama madzhab kami berdalil dengan ayat ini untuk mengatakan bahwa tidak boleh melakukan tindakan pembodohan dalam muamalah di dunia. Karena Allh Ta‟ala hanya mengkhususkan tindakan saling membodohkan hanya di hari kiamat”.

Walaupun produk White Cotton Logo T-Shirt dari GUCCI termasuk kedalam suatu produk pakaian, produk tersebut harus diposisikan ke dalam golongan barang mewah. Tidak ada salahnya memberikan harga yang mahal jika memang barang tersebut termasuk kedalam barang mewah. Apabila produk tersebut diposisikan ke dalam golongan barang kebutuhan pokok yang harganya jauh diatas harga pasar, maka GUCCI telah melakukan pembodohan (ghabn).

Kesimpulan

Berdasarkan dalil-dalil yang telah disebutkan, ada berbagai sudut pandang berbeda terkait permasalahan ini. Lalu bagaimanakah seharusnya proses perniagaan barang mewah dilakukan?

Secara dasar, sifat agama Islam adalah syumuliyah (sempurna) juga harakiyah (dinamis). Konsep pasar seiring kemajuan zaman semakin berkembang. Bentuk pasar pun menjadi semakin beragam. Sehingga mekanisme masing-masing pasar pun berbeda-beda. Islam mengatur mekanisme pasar secara umum berdasarkan penawaran dan permintaan. Hal ini sesuai hadits dengan perawi H.R. Al-Khamsah, kecuali an-Nasa’i dan disahihkan oleh Ibnu Hibban ketika terjadi kenaikan harga di Madinah. Sehingga pada dasarnya mekanisme pasar dalam islam sama dengan konsep pasar dalam ilmu ekonomi, bahwa harga barang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Berdasarkan hal ini bisa diketahui bahwa produk kaos Gucci berada pada pasar yang berbeda dengan kaos putih standar. Kaos Gucci berada pada pasar barang mewah sedangkan kaos tanpa merek berada pada pasar komoditas pokok. Gucci masuk ke dalam pasar high end dengan memproduksi produk dalam jumlah terbatas. Apabila mengikuti harga pasar maka produk pembanding yang sesuai adalah LV, Prada, dan Dior yang memiliki konsep yang serupa dan harga dengan rentang yang mirip. Sehingga, penentuan harga yang dilakukan Gucci tidaklah salah.

Berdasarkan jurnal terkait profit dalam islam oleh Ali dan kawan-kawan, pengambilan profit dalam jumlah besar tidak masalah selama tidak mengeksploitasi dan harus demi kebermanfaatan. Maka untuk kategori produk high end dalam menentukan harga produk dapat mengikuti produk dalam pasar yang sejenis yaitu pasar barang mewah. Pengambilan profit dengan persentase tinggi dapat dilakukan demi tujuan kesejahteraan umat dan keberlangsungan seperti menggunakan proses produksi padat karya (labor intensive) sehingga banyak tenaga kerja terserap. Selain itu perusahaan dapat mengalokasikan dana CSR untuk kegiatan yang bermanfaat. Perusahaan juga harus memastikan bahwa tidak terdapat eksploitasi sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Perusahaan juga harus memastikan bahwa proses perdagangan yang dilakukan mengikuti rukun yang berlaku dan juga berdasarkan prinsip suka sama suka atau sukarela (QS. An-nisa; 29)

Maka, selama perusahaan lebih banyak membawa manfaat baik daripada buruknya, tidak melanggar hukum yang berlaku serta tidak melakukan eksploitasi, perusahaan dapat menentukan penentuan profit yang lebih tinggi namun tidak menjadikannya tujuan utama (al-Maki 1995;Raghib 1995) melainkan memiliki tujuan utama untuk membawa kebermanfaatan bagi orang lain (umat).

Referensi

al-Maki, A. T. (1995). Guot al-Gwlob (Nourishment of hearts). Part 2.Beirut: Dar Sader.

Raghib, H. (1995). Islamic values and beliefs and their impact on marketing policy: Comparative analysis study. In M. Al-Barai &M. Marcy (Eds.), Management in Islam (pp. 307–355). Jeddah:Islamic Institute for Training and Research.

Ali, A.J., Al-Aali, A. and Al-Owaihan, A., 2013. Islamic perspectives on profit maximization. Journal of business ethics, 117(3), pp.467-475.

Ghafur, A., 2019. Mekanisme Pasar Perspektif Islam. Iqtishodiyah: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(1).

Gucci embraces resale in latest move to win over Gen Z. (2020, October 05). Retrieved February 13, 2021, from https://www.glossy.co/fashion/GUCCI-embraces-resale-in-latest-move-to-win-over-gen-z/#:~:text=According%20to%20data%20from%20GUCCI,is%20consumers%2024%20and%20under

Ana Alves #custom-link.element-date{ cursor: default; color: #444; cursor: default; color: #444; font-family: 'Nobel. (n.d.). Why is gucci so expensive? The detailed answer. Retrieved February 13, 2021, from https://wtvox.com/fashion/GUCCI-so-expensive/ 

Sabanoglu, T. (2020, November 30). Gucci: Revenue share by product category worldwide 2019. Retrieved February 13, 2021, from https://www.statista.com/statistics/267731/global-revenue-share-of-GUCCI-by-product-category/ 

King, S. (2019, August 02). The most Expensive t-shirt: Featuring the Gucci logo tee. Retrieved February 13, 2021, from https://www.stylight.com/Magazine/Fashion/This-Seasons-Most-Expensive-Tshirts-Feat-GUCCI-Logo-Tee/ 

Department, P., & 26, N. (2020, November 26). Guccio GUCCI: Revenues in 2011-2018. Retrieved February 13, 2021, from https://www.statista.com/statistics/676699/revenues-of-italian-company-Guccio-GUCCI/ 

Nasution, Adanan Murroh. (2018). Batasan Mengambil dalam Hukum Islam. Padangsidimpuan:  IAIN. 

Author

  • Diniar Rizkia 

  • Dearidrani Islamihaniar 

  • Aditya Prasetya 

  • Sirajuddin Ahyar 

  • Sabda Alam Teduh Nusa 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
adityaprast

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format