Pandangan Islam Mengenai Sandal Jepit 12 Juta

Sandal jepit yang kita tahu mempunyai harga dibawah 100 ribu, lalu bagaimana hukum jika seseorang menjual sandal jepit 12 juta seperti yang dilakukan oleh Valentino?


0

Sandal jepit yang identik dengan kesederhanaan rupanya tak selamanya memiliki harga yang sederhana. Beberapa item sandal jepit dari merk terkenal pernah terjual dengan harga yang sangat fantastis, dan mungkin belum pernah terpikir oleh kita.

Sandal jepit memang dikenal sebagai salah satu barang murah yang banyak diminati, praktis, dan masih eksis hingga saat ini. Namun ada beberapa perusahaan dengan merk terkenal meluncurkan produk sandal jepit yang tidak hanya memiliki fungsi untuk melindungi alas kaki semata, tapi juga sebagai bagian dari penampilan dan gaya hidup. Seperti sandal jepit Havaianas – Valentino yang digadang-gadang menjadi salah satu sandal jepit paling mahal di dunia dengan harga Rp3,4 juta hingga Rp12,56 juta.

Berbeda halnya dengan sandal jepit yang umumnya ada di pasaran (swallow), biasanya berapa sih jumlah uang yang kita keluarkan untuk membeli sandal jepit?

Pasti nggak lebih dari 100 ribu rupiah kan?

Hmmm.. tapi siapa sangka kalau ternyata ada juga sandal jepit dengan harga super fantastis!

Bagaimanapun itu, yang namanya sandal jepit ya bentuknya sama seperti yang kita kenal selama ini, tidak berubah, yakni selembar alas berbahan karet dan seutas tali yang melilit di atasnya.

Dengan harga melejit itu tentu membawa nama merk yang memang sangat mempengaruhi suatu produk. Semakin terkenal merk tersebut, kita cenderung memaklumi jika harganya mahal.

Jika dipikir secara logis, untuk apa seseorang rela menggelontorkan uang dengan jumlah yang terbilang fantastis hanya untuk membeli sandal ? tentu hal ini diluar dari akal sehat. Namun, ada beberapa alasan mengapa sandal ini masih memiliki peminat walaupun berharga jutaan.

Alasan yang paling utama adalah “prestige”. Seperti yang kita ketahui, Valentino merupakan brand fashion ternama dari Italia yang didirikan oleh Valentino Garavani yang berkantor pusat di Milan. Bukanlah hal aneh jika brand-brand fashion ternama seperti Valentino ini banyak digemari oleh masyarakat khususnya kalangan atas karena dapat meningkatkan rasa percaya diri dan status sosial penggunanya.

Lalu terdapat ungkapan “ada harga, ada kualitas”. Ungkapan tersebut dapat menggambarkan sandal ini dengan tepat lantaran didesain oleh desainer ternama dengan bahan-bahan premium walaupun dalam hal kepraktisan sandal ini tidak terdapat perbedaan yang berarti dengan sandal swallow yang beredar di pasaran dan dengan harga yang bersahabat. Pembeli juga tidak serta merta hanya mendapat sepasang sandal ketika membelinya. Beberapa produk seperti sandal ini juga memasukkan merchandise dalam paketnya.

Salah satu sandal Havainas-Valentino yang terdapat di laman https://www.huntstreet.com/sell/valentino-x-havaianas-rockstud-flip-flops-1 

Dalam setiap pembelian Valentino x Havaianas Flip Flop, pembeli akan mendapatkan dust bag Valentino dan Care Card sebagai after-sales service. Adanya tambahan ini merupakan upaya Valentino untuk menciptakan kesan premium pada produk tersebut, dengan packaging dan after sales service nya yang tidak dimiliki kompetitor serupa.

Namun, dengan produk flip-flop seharga 1 juta rupiah, Valentino x Havaianas belum mampu memberi nilai produk yang sepadan dengan harga yang dikeluarkan pelanggan. Hal ini disebabkan oleh material yang digunakan masih menggunakan rubber atau karet. Sandal berbahan dasar karet premium biasa didapati pada merk seperti Fiper. Harga dari kompetitor dengan bahan dasar serupa pun jauh dibawah Valentino, dengan produk Fipper yang dibanderol sekitar 80-120 ribu Rupiah. Dengan demikian, produk sandal jepit karet Valentino diidentifikasi memiliki mark-up yang sangat tinggi, lalu bagaimana dalam perspektif islam?

Melihat harga sandal Havaianas-Valentino yang terlampau tinggi, kita dapat menganalisis hal tersebut dengan akad jual beli dalam islam. Di bawah ini, terdapat dalil dari HR.Ahmad yang shahih, dimana dalil tersebut menjelaskan bahwa proses jual beli dalam perdagangan harus didasari rasa suka sama suka dengan komoditas yang dijual serta kompensasi yang ditawarkan.

Artinya: Janganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka. [HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh al-Albâni rahimahullah][2] 

Jika pedagang telah secara sah memiliki barang dagangannya, maka tidak ada alasan untuk memaksanya agar menjual barangnya dengan harga yang tidak ia sukai.

Sedangkan dari video diatas, dijelaskan oleh Buya Yahya bahwa pengambilan keuntungan tidak dibatasi oleh ulama dengan catatan tidak melewati harga pasar. Larangannya adalah tidak dibolehkan menjual sesuatu di luar harga pasar. Jika pembeli merasa tertipu karena membeli barang dengan harga diluar harga pasar, maka pembeli berhak mengembalikan barang tersebut. 

Melihat dalil dan penjelasan oleh Buya Yahya serta data-data diatas, kita dapat melakukan analisis lebih lanjut mengenai fenomena mahalnya sandal Valentino ini. Berikut analisis yang didapatkan:

  1. Adanya perbedaan target pasar antara sandal Valentino dan sandal swallow biasa.Mahal nya sandal Valentino muncul juga dikarenakan adanya perbedaan pasar yang mereka tuju. Untuk Valentino  tentu saja mereka menyasar golongan orang kaya yang memiliki daya beli tinggi. Sedangkan swallow dengan harga nya yang murah memiliki sasaran masyarakat biasa. (di masa Nabi Muhammad belum ada pengetahuan mengenai pembagian pasar potensial untuk sebuah produk). Karena saat ini tidak semua barang dapat disamaratakan sasaran konsumennya

  1. Adanya ekuitas merek yang melekat pada brand Valentino. Berhubungan dengan target pasar yang dituju. Penggunaan produk bermerek sedikit banyak berpengaruh pada adanya ekuitas merek yang mengasosiasikan mereka (masyarakat) yang mampu membeli sandal dengan harga jutaan rupiah atau muncul yang namanya prestise. Kemudian dari sisi perusahaan sandal Valentino pembentukan target pasar orang kaya tersebut telah menjadi nilai yang mereka bawa. Sehingga apabila mereka menyasar kesasaran yang salah muncul 2 kemungkinan: tidak terjualnya barang dan juga adanya penurunan ekuitas merek yang melekat pada Valentino. Sama hal nya dengan perusahaan sandal swallow yang juga memiliki ekuitas merek tertentu yang melekat

  2. Dari segi fungsi juga sebenarnya sama saja karena sandal ini juga sama sama akan menjadi kotor, namun Swallow dapat dibilang akan lebih practical ketimbang Valentino. Karena sandal ini murah dan dapat digunakan dalam kondisi apapun. Penggunaan Valentino hanya untuk aktivitas tertentu yang bisa dibilang membutuhkan perhatian orang lain

  3. Lalu yang terakhir apabila dipertanyakan mengenai bagaimana penentuan harga yang dilakukan apakah adil atau tidak beberapa hal yang disoroti pada artikel Ali. Bahwa menurut Ghazali, fungsi dari pertukaran dalam proses bisnis dan keterlibatan konsumen adalah untuk menciptakan nilai dan keinginan suatu kelompok masyarakat. Maka saat dikaitkan dengan kedua merek, keduanya sama sama memenuhi nilai dan keinginan kelompok pasar yang berbeda. Dan dari kedua kelompok pasar masing-masing memang telah mampu dan bersedia untuk mengkonsumsi sandal yang sesuai dengan kategori mereka.

  4. Mengutip kembali pada artikel Ali, Ibnu Khaldun menyatakan bahwa profit dihasilkan juga disebabkan karena kualitas barang yang diproduksi. Kemudian disesuaikan dengan sabda Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa penetapan harga adalah milik Allah SWT namun kita dalam menentukan harga harus disesuaikan dengan siapa pasar yang dituju dan memastikan bahwa penetapan harga tersebut tidak akan menyulitkan ataupun membebani mereka

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Banyak hal yang menyebabkan harga sandal Havaianas - Valentino menjadi sangat mahal. Di dalam teori pemasaran sendiri, kita banyak mengetahui faktor-faktor seperti biaya produksi, kualitas, hingga pesaing dapat mempengaruhi harga suatu produk.

Sandal Havaianas - Valentino sendiri terkenal dengan bahan karet yang lembut, lentur, serta tahan lama. Selain itu, produk-produk Havaianas selama ini berasal dari satu pabrik saja yang terletak di Brazil. Sandal Havaianas-Valentino juga sering terlihat digunakan oleh selebriti-selebriti dunia dan akhirnya menjadi icon fashion. Faktor brand atau merk seperti ini juga dapat mempengaruhi harga produk. Oleh karena itu, penetapan harga yang mahal bagi sandal Havaianas-Valentino sendiri terlihat rasional.

Berdasarkan etika bisnis Islam, kita diperbolehkan menetapkan harga suatu produk dengan tetap memperhatikan biaya-biaya serta kualitas dari produk yang dihasilkan. Akan tetapi, etika bisnis dalam Islam juga mempertimbangkan kesejahteraan dari masyarakatnya. Laba atau profit yang didapatkan perusahaan akan dianggap sebagai hasil yang positif bagi peningkatan kemakmuran ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Contoh saja CV Rumah Warna, salah satu toko yang menjual aneka aksesoris di Yogyakarta ini mampu menerapkan etika bisnis Islam. Dalam menetapkan harga produknya, Rumah Warna Yogyakarta menghitung harga bahan pokok, biaya produksi, serta pajaknya. Harga produk dari Rumah Warna pun cenderung mahal, walau berbanding lurus dengan kualitasnya. Namun, Rumah Warna tetap berusaha untuk mempertimbangkan penetapan harga produknya sesuai dengan harga pasar yang ada. Kemudian, dengan omzet yang mencapai 2-6 miliar per bulannya, laba atau profit dari CV Rumah Warna sendiri hanya berkisar 5% - 15% yang digunakan untuk gaji karyawan, biaya operasional, serta pajak dan yayasan.

Tentu, pengalaman perusahaan Havaianas dalam menetapkan harga dan CV Rumah Warna dalam menerapkan etika bisnis Islam dapat menjadi inspirasi bagi bisnis-bisnis lain dalam mengejar untung. Walau begitu, perlu diingat bahwa dalam Islam, selain keuntungan perusahaan sendiri, kesejahteraan masyarakat pun harus diperhatikan.

Sumber pustaka:

Ali, Abbas J., Abdulrahman Al-Aali, and Abdullah Al-Owaihan. "Islamic perspectives on profit maximization." Journal of business ethics 117.3 (2013): 467-475.

Mulyawisdawati, Richa Angkita. "Implementasi Etika Bisnis Islam di CV Rumah Warna Yogyakarta." Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 13.2 (2019): 146-167.

Sumber dari website:

https://www.google.com/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/sandal-jepit-termahal-di-dunia-harganya-bikin-geleng-kepala diakses 11 Februari 2021

https://harga.web.id/mengapa-harga-sandal-merek-havaianas-terbilang-cukup-mahal.info diakses 12 Februari 2021

Penulis: 

- M Hafidz Ramadhan

- Belinda Dyah Tri Yuliasti

- Faiz Shodiq Nurrahim

- Rayhan R Sjuhada

- Fatimah Aqilah

- Zyan Hasna Nadhira


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
Faizshodiq

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format