Tas Belanja Puluhan Juta, Bagaimana Sebaiknya Seorang Muslim Bersikap?

Balenciaga vs Ikea: Shopping bag sekilas mirip tapi harga selangit


10
6 shares, 10 points

Saat ini banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya gerakan cinta bumi hijau. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mendukung gerakan ini adalah dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Banyak masyarakat yang beralih menggunakan shopping bag yang bisa dibawa kemana saja dan dapat digunakan berkali-kali. Fenomena ini tentunya menjadi peluang besar bagi para pebisnis. Ada banyak pebisnis yang berlomba-lomba untuk mengeluarkan dan menawarkan produk ini.

Berbicara mengenai shopping bag, tentunya tidak akan lengkap jika kita tidak membicarakan Balenciaga. Siapa yang tidak tahu dengan rumah fashion mewah terkemuka di dunia ini? Ya, Balenciaga tentunya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperluas bisnisnya. Balenciaga bahkan meluncurkan produk shopping bag ini dalam beberapa mode, ada yang seperti totebag, dan ada yang seperti tas belanja gratis yang biasanya digunakan saat belanja.

Sumber: https://www.balenciaga.com/bh/shopping-bags_cod45353440ne.html

Menariknya, salah satu koleksi shopping bag yang ditawarkan oleh Balenciaga ini terlihat memiliki “kesamaan” dengan shopping bag yang diproduksi oleh perusahaan terdahulu, yaitu Ikea. Akan tetapi, kesamaan desain bukan berarti akan menawarkan harga yang sama pula bukan? Perbandingan harga yang ditawarkan oleh Balenciaga dan Ikea ini terbilang cukup fantastis. Harga shopping bag yang ditawarkan oleh Ikea adalah senilai US$1, atau sekitar Rp 14.000, sedangkan Balenciaga menawarkan harga  sekitar US$2.145, atau setara dengan 28 juta. Wow, harga yang sangat fantastis bukan untuk sebuah tas belanja?


Lalu, sebenarnya apa sih yang membuat shopping bag Balenciaga mahal?

Hal ini bukanlah kali pertama Balenciaga berhasil menggegerkan publik dengan menawarkan produk yang menuai kontroversi. Seperti yang dikutip pada wolipop.detik.com, dijelaskan bahwa shopping bag Balenciaga dibuat dari kulit keriput dan mengkilap dengan pegangan tas yang terbuat dari kulit datar dengan cap logo yang samar dari emas. Inilah yang membuat shopping bag Balenciaga jauh lebih mahal daripada shopping bag Ikea. Akan tetapi, banyak orang yang beranggapan bahwa keterangan tersebut terlihat tidak sebanding dengan penampakan tas besar warna biru tersebut yang mirip dengan kantong belanja seharga US$1 milik Ikea. 

Sumber: https://www.elle.com/fashion/news/a44804/ikea-response-balenciaga-bag/

Perbandingan harga yang sangat fantastis ini tentunya menarik untuk kita bahas. Selain karena bahannya yang terbuat dari kulit, dapat kita lihat bahwa Balenciaga membandrol harga yang mahal untuk memaksimalkan profit mereka. Hal ini tentunya merupakan hal yang wajar dalam ekonomi konvensional. Akan tetapi, apabila dilihat dari segi ekonomi syariah, apakah memaksimalkan profit seperti ini diperbolehkan?

Ada dua Pandangan Ekonomi Syariah terkait Memaksimalkan Profit

Pandangan pertama: Memaksimalkan keuntungan diperbolehkan dalam islam


Memaksimalkan profit ternyata dapat diperbolehkan loh  dalam islam. Tapi, tentu ada syarat dan prinsip-prinsip ekonomi islam yang harus kita perhatikan. Apa saja sih? Yuk, kita bahas lebih lanjut.


1. Adanya akad.


Akad yang di maksud adalah kejujuran dalam proses jual-beli dan kedua belah pihak sama-sama suka (tidak ada unsur paksaan).

Kejujuran yang dimaksud dalam konteks adalah penjual memberikan informasi sebenar-benarnya pada pembeli terkait barang yang dijual. Informasi tersebut mencakup kualitas produk, berat/kuantitas produk, maupun spesifikasi produk. Ismail bin Ubaid bin Rifa’ah menyampaikan hadits dari bapaknya dari kakeknya radhiallahu anhuma,

“Kakeknya pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke mushalla. Beliau melihat manusia sedang berjual beli. Beliau pun berseru, ‘Wahai sekalian pedagang!’ Mereka menjawab seruan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tersebut dan mengangkat leher-leher dan pandangan mata mereka kepada beliau. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya para pedagang itu di bangkitkan pada hari kiamat sebagai orang-orang fakir/jahat, kecuali yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik, dan jujur’,” (HR. at-Tirmidzi, no. 1210)

Berdasarkan hadits di atas, kita dapat melihat bahwa dalam ekonomi islam penetapan harga yang dilakukan oleh Balenciaga tersebut diperbolehkan. Hal ini dikarenakan Balenciaga yang jujur mengenai produk yang mereka pasarkan. Selama prinsip kejujuran tersebut dipegang oleh Balenciaga, maka boleh bagi mereka untuk menetapkan harga sesuai dengan keinginan mereka.

Selain itu, perlu adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli dalam melakukan akad. Kesepakatan tersebut harus dilandasi oleh suka sama suka (pembeli menyukai barang yang dibeli, penjual rela melepaskan barang tersebut untuk pembeli). Hal ini mengacu pada Al Quran surat An-Nisa ayat 29,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

2. Tidak merugikan orang lain

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” [Al- Hujurât/49:10]

Adakah batasan maksimal dalam mengambil keuntungan?

Dalam islam, tidak ada batasan tertentu dalam mengambil keuntungan. Islam memperbolehkan pedagang untuk mengambil keuntungan 10%, 20%, atau mencapai 100% dari modal dan bahkan lebih. Akan tetapi, tentunya dengan syarat tidak ada ghisy atau penipuan harga maupun barang.

Dari Urwah al Bariqi Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya satu dinar uang untuk membeli seekor kambing. Dengan uang satu dinar tersebut, dia membeli dua ekor kambing dan kemudian menjual kembali seekor kambing seharga satu dinar. Selanjutnya dia datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing dan uang satu dinar. (Melihat hal ini) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan pada perniagaan sahabat Urwah, sehingga seandainya ia membeli debu, niscaya ia mendapatkan laba darinya. [HR. Bukhâri, no. 3443]

Jika kita menilik kisah dari hadits diatas, kita dapat melihat bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mendoakan keberkahan atas keuntungan perniagaan yang dilakukan oleh sahabat beliau dimana keuntungan yang didapatkan mencapai 100%. Berdasarkan hadits ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Balenciaga tentunya boleh untuk memaksimalkan profit mereka sesuai dengan yang mereka inginkan selama masih memegang teguh prinsip-prinsip ekonomi islam.

Pandangan kedua: Memaksimalkan keuntungan dilarang dalam islam

Berdasarkan pada pandangan kedua, sejatinya menjual suatu produk atau jasa dengan rasio keuntungan diatas 100% haram hukumnya. Sehingga harga jual yang ditawarkan tidak boleh setara atau lebih dari dua kali lipat harga pengadaan produk maupun jasa. Dalam pandangan ini, terdapat dua hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang penjual, diantaranya:

  1. Harga Pasar

Harga pasar menjadi tolak ukur harga standar dari produk atau jasa di dalam pasar. Ketika seorang penjual menetapkan harga di atas harga pasar maka dapat dikatakan ia sedang mendzalimi konsumen karena dinilai melakukan tindak pembodohan yang tergolong dalam penipuan. Tindak pembodohan sendiri terdapat dua klasifikasi yang berbeda, yaitu:

  • Pembodohan ringan yang masih bisa ditoleransi.

  • Pembodohan berat yang sudah tidak dapat ditoleransi.

Pembodohan ini kerap kali dikaitkan dengan al-Ghabn al-Fahisy yang mewajibkan transaksi jual beli dibatalkan untuk kemudian dikembalikan. Berbagai pandangan terkait batas wajar harga jual diatas harga pasar pun juga sangat beragam. 

  1. Keuntungan

Pada dasarnya dalam pengambilan keuntungan lebih dari 100% diperbolehkan oleh sebagian ulama, pun juga dalam hadist. Namun hal ini memiliki catatan penting, yaitu selama harga jualnya tidak melebihi harga pasar. Sehingga seorang penjual boleh saja mengambil keuntungan lebih dari 100% selama harga jual yang diterapkan tidak melebihi harga pasar.

  1. Memanfaatkan momen

Memanfaatkan momen atau trend dalam dunia lalu menjadikannya kesempatan yang diikuti oleh nafsu ingin mengambil profit yang terlampaui tinggi akan memicu tindakan Ghabn. Dalam hal ini berarti memanfaatkan trend tas belanja untuk membuat model tas belanja hits dan memanfaatkan nama brand untuk memaksimalkan profit yang terlampau tinggi dengan kebermanfaatan barang yang tidak sebanding bisa dikategorikan sebagai hal yang dilarang dalam islam. 

Lajnah Daimah dalam salah satu fatwanya menyatakan, “Keuntungan perdagangan tidak memiliki batasan tertentu. Namun mengikuti kondisi persediaan – permintaan barang, dan ketersediaan barang. Hanya saja dianjurkan bagi para pegadang untuk memberi kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi. Jangan sampai memanfaatkan kesempatan kelalaian pembeli, kemudian melakukan ghabn (pembodohan) dalam melakukan transaksi jual beli. Sehingga dia harus memperhatikan hak ukhuwah islamiyah.”

Konsumsi Dalam ekonomi Islam

Berbisnis merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Baik pebisnis maupun konsumen sama-sama memiliki kepentingan yang ingin dicapai, yaitu pebisnis ingin mendapatkan keuntungan dan konsumen ingin memenuhi kebutuhan barang/jasa yang diinginkan. Dalam dunia bisnis, profit merupakan suatu hal yang sering didengar. Tak jarang para pebisnis berlomba-lomba untuk memaksimalkan profit, dengan memanfaatkan modal seminimal mungkin. Dalam ekonomi islam sendiri konsumsi yang diperbolehkan adalah konsumsi seseorang dalam memenuhi kebutuhannya tanpa merugikan orang lain atau dengan kata lain mengandung kemaslahatan kepada umat.

Lalu pertanyaannya, bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Muslim Dalam Kasus Seperti di atas?

Meskipun sudah tabiat manusia untuk cenderung lebih konsumtif ketika diberikan sedikit kelebihan oleh Allah SWT, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ 

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”. [QS: Asy-Syura:27].

Sehingga penting bagi kita sebagai umat islam untuk membentuk mental gaya hidup sederhana dan tepat dalam mengeluarkan sesuatu sesuai pada kebutuhan sehingga harta menjadi berkat dan tidak sia-sia. Hal ini juga sudah ditegaskan melalui firman Allah SWT:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakai lah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minum lah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [QS: Al-A’raf:31].

وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ 

“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”. [Al-An’am:141).

Bagaimana takaran belanja berlebihan? Menurut Qaradhawi seorang doktor di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, ukuran belanja berlebihan adalah ketika kita mengeluarkan untuk membeli barang yang terlampau mewah namun kurang dari segi manfaatnya. Sama halnya dengan membeli tas atau keranjang berbahan dasar emas, perak, atau bermerek terkenal hanya untuk mengangkut keperluan belanja sehari-hari. Menurut Qaradhawi, belanja berlebihan termasuk dalam kategori tabzir yang dilarang. Maka kegiatan yang tidak terlalu boros dan tidak pula terlalu irit diutamakan dalam islam.

Pada akhirnya berjual beli memang sesuatu yang mubah dalam islam, namun di dalamnya ada berbagai hukum ekonomi islam yang harus dipatuhi untuk mendatangkan keberkahan dalam jalannya. Hal ini yang sudah dibahas di atas mengenai hukum memaksimalkan profit hingga hukum sikap konsumsi yang diperbolehkan dalam islam. Dan yang perlu diperhatikan dengan baik oleh kita umat muslim adalah bagaimanapun tindakan kita dalam kegiatan jual beli harus didasarkan oleh Al-quran dan Hadits yang intinya adalah harus memperhatikan unsur keadilan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan umat di sekitar kita sebelum melakukan tindakan jual beli. Maka dari itu, Islam selalu mengajarkan untuk hidup sederhana dengan catatan melakukan konsumsi seperti yang dibutuhkan saja dan menghindari sikap bermewah-mewahan.

Referensi:

Ashim, Muhammad. 2007. Nikmatnya Hidup Sederhana. [Online] Available at: <https://almanhaj.or.id/3510-nikmatnya-hidup-sederhana.html> [Accessed 14 February 2021].

Hapsari, Endah. 2013. Bolehkah Muslimah Belanja Berlebihan?. [Online] Available At: <https://republika.co.id/berita/mt5haq/bolehkah-muslimah-belanja-berlebihan&sa=D&source=editors&ust=1613272896371000&usg=AOvVaw1TXU3ZqxfD9U-oMC00TpCf.> [Accessed 14 February 2021].

Herani, Rina. 2021. Islamic Perspective of Profit Maximization

IKEA. 2021. FRAKTA Shopping Bag Large Blue. [online]. Available at: <https://www.ikea.com/us/en/p/frakta-shopping-bag-large-blue-17228340/> [Accessed 13 February 2021]

Majalah Islam Asy-Syariah. 2021. Kejujuran dalam Jual Beli - Majalah Islam Asy-Syariah. [online] Available at: < https://asysyariah.com/kejujuran-dalam-jual-beli/#_ftn2 > [Accessed 13 February 2021].

Murroh, Adanan Nasution. 2018. BATASAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN MENURUT HUKUM ISLAM. [Online] Available at: http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1098278&val=16466&title=BATASAN%20MENGAMBIL%20KEUNTUNGAN%20MENURUT%20HUKUM%20ISLAM.> [Accessed 13 February 2021]

Oktaviani, Kiki. 20 April 2017. Tas Balenciaga Seharga Rp 28 Juta Mirip Kantong Belanja Ikea. [Online]. Available at: <https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-3479156/tas-balenciaga-seharga-rp-28-juta-mirip-kantong-belanja-ikea> [Accessed 13 February 2021].

Tuasikal, Muhammad Abduh M.Sc. 2020. Apakah Berdosa Jika Mengambil Keuntungan Hingga 100%?. [Online] Available at: https://rumaysho.com/24702-apakah-berdosa-mengambil-keuntungan-hingga-1000.html> [Accessed 14 February 2021].

Woolf, J., 2021. The $2,000 Balenciaga Ikea Bag Is Actually Awesome. [online] GQ. Available at: <https://www.gq.com/story/the-2000-dollar-balenciaga-ikea-bag-is-actually-awesome> [Accessed 13 February 2021].

Penulis:

Afifah Rochmana Haris

Nastiti Nugraheni

Wildheno Hanif Ircan

Aliza Zahra Noor Adiningtyas

Reza Noor Falaq

Sovia Ramadani


Like it? Share with your friends!

10
6 shares, 10 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
Soviaramadani

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format