Problematika yang dialami Pelaku Bisnis Frozen Food saat Pandemi

Bisnis Frozen Food mengalami peningkatan penjualan hingga 200 persen saat pandemi, namun banyak ditemukan pelaku industri yang belum mengantongi izin edar dari BPOM


0

Masa pandemi ini, sangat berpengaruh pada banyak sektor dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Dilansir dari Kompas.com tidak hanya sektor kesehatan saja yang terkena dampak pandemi, namun dari sektor ekonomi juga terkena imbasnya. Hal ini terlihat dari perbandingan ekonomi Indonesia dari 2018-2020 sebagai berikut.

Sumber: Badan Pusat Statistik RI

Pemerintah yang mengeluarkan peraturan untuk membatasi aktifitas masyarakat diluar rumah, sangat berpengaruh bagi para pelaku bisnis yang mengharuskan aktifitasnya untuk keluar rumah. Hal ini juga berpengaruh bagi para pegawai swasta atau karyawan-karyawan yang umumnya mencari penghasilan dengan cara bekerja di kantor setiap hari, dengan adanya peraturan pemerintah sekarang ini, para pekerja diharuskan Work From Home (WFH) yang mengurangi tingkat kondusif/performa dalam bekerja. 

Pandemi juga berdampak kepada sebagian tenaga kerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan banyak juga terjadi pemotongan gaji karyawan oleh perusahaan guna untuk mengurangi pengeluaran. Menurut Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, sudah terdapat 6 juta orang lebih yang terkena PHK. Maka dari itu banyak yang beralih untuk membuka usaha sendiri, salah satunya adalah usaha Frozen Food. Dilansir dari Kompas.com bahwa bisnis Frozen Food mengalami peningkatan penjualan hingga 200 persen, peminat Frozen Food produksi nya menyebar dari Aceh, Jakarta, hingga Papua. Hal ini disebabkan karena Frozen Food dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama dan proses penyajiannya yang sederhana, mudah dan cepat, yang mana ini sangat diminati oleh masyarakat sebagai salah satu kebutuhan yang harus tersedia di rumah disaat pandemi ini. Peluang inilah yang banyak dilirik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan financial mereka.

Frozen Food atau makanan beku adalah makanan yang dibekukan dalam suhu tertentu yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber kebutuhan protein hewani ataupun nabati. Frozen Food terdapat dua jenis yaitu:

  • Raw Frozen Foods (Ready to Cooked): Frozen food yang harus diolah kembali ada yang benar-benar mentah dan ada yang setengah matang. Produk yang benar-benar mentah seperti fillet ikan mentah beku dan daging ayam mentah beku. Sedangkan untuk produk setengah matang seperti nugget, roti isi daging, dimsum dan siomay.

frozen foods.jpg

Sumber: blog.roomme.id

  • Cooked Frozen Foods (Ready to Eat): Frozen food yang bisa langsung dimakan langsung, tetapi harus dipanaskan lebih dahulu. Produk ini biasa dikenal juga dengan sebutan Ready Meals Foods. Contoh dari produk ini seperti Frozen foods for in-light Meals, Frozen Ready Meals, Frozen Cooked Shrimp.

Frozen Food termasuk kategori pangan olahan dengan resiko tinggi terhadap kerusakan. Hal ini menjadikan dalam peredarannya di pasar harus memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi bagi industri Frozen Food adalah:

  1. Pemenuhan Aspek keamanan berdasarkan pada:
  2. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan Olahan
  3. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Batas Maksimum Cemaran Kimia dalam Pangan Olahan
  4. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan
  5. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 13 Tahun 2019 tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba dalam Pangan Olahan
  6. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan
  7. Pemenuhan Aspek Mutu berdasarkan pada:
  8. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan
  9. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan
  10. Pemenuhan Aspek Gizi berdasarkan pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan Olahan      

Pada masa pandemi seperti saat ini, penjualan Frozen Food tidak hanya dijual di supermarket maupun pasar tradisional, tetapi juga diperjual belikan secara online. Peningkatan penjualan Frozen Food ini menjadi masalah ketika banyak ditemukan pelaku industri yang belum mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Berdasarkan salah satu pendapat pelaku bisnis Frozen Food yang dilansir oleh palpos.id hal ini terjadi karena minimnya literasi masyarakat tentang cara dan prosedur untuk mendapatkan izin edar Frozen Food dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM serta biaya yang cukup tinggi untuk mengajukan atau memiliki label perizinan. Selain itu, banyak dari pelaku bisnis mengira bahwa dalam pelaksanaan usahanya cukup dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) saja. 

Etika dalam Berbisnis

Perlu diketahui dalam hal berbisnis terdapat etika nya tersendiri. Ferrel, Hirt, dan Ferrel (2016) mengatakan dalam bukunya, etika bisnis adalah sebagai prinsip dan standar untuk menentukan perilaku yang dapat diterima dalam organisasi berbisnis. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh organisasi nya saja, tetapi juga untuk customer, interest group (perlindungan anak, perlindungan hewan), pemerintah, kompetitor, dan publik. Tujuan dari adanya etika dalam berbisnis sendiri adalah untuk meningkatkan moral dari individu dan organisasi, meningkatkan loyalitas pembeli, menarik pembeli baru, serta memberikan pengaruh positif kepada lingkungan. Pelaku bisnis tidak boleh hanya sekedar menjual atau memproduksi produknya tanpa memperhatikan hal tersebut. Sebagai pelaku bisnis, seharusnya mengetahui bahwa bisnis tidak hanya untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mempertimbangkan implikasi sosial dari aktifitas nya. Hal ini disebut Social Responsibility yaitu kewajiban bisnis untuk memaksimalkan dampak positif terhadap masyarakat dan meminimalkan dampak negatif nya (Ferrel, Hirt, Ferrel. 2016).

Masalah yang terjadi dalam kasus Frozen Food ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi pelaku bisnis Frozen Food dan dari sisi pemerintah atau BPOM. Dilihat dari sisi pelaku bisnis, mereka memulai usaha Frozen Food karena faktor “keterpaksaan” untuk memenuhi kebutuhan financial nya. Mereka mencari peluang yang besar untuk mendapatkan keuntungan yang banyak pada masa pandemi saat ini. Namun apabila dilihat dari sisi BPOM, pengawasan khusus kepada para pelaku bisnis Frozen Food harus ada, salah satunya dengan izin edar resmi dari BPOM. Hal ini dilakukan agar produk yang dijual di pasaran tidak membahayakan masyarakat.

Siapa yang salah ? Apa yang harus dilakukan ?

Dalam kasus seperti ini tidak ada yang benar-benar salah, karena bila dipandang dari sudut pandang kedua belah pihak, keduanya menginginkan yang terbaik. Tetapi, para pelaku bisnis Frozen Food sudah sewajarnya harus mengikuti peraturan pemerintah mengenai izin edar resmi dari BPOM. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, izin edar ini juga memeliki beberapa manfaat bagi pelaku bisnis itu sendiri.

Sumber: pom.go.id

Pada dasarnya, BPOM sendiri telah berusaha untuk menghimbau para pelaku bisnis untuk mendaftarkan produknya, agar mendapatkan izin edar. Tetapi melihat banyaknya ketidakpahaman masyarakat akan hal ini, maka perlu adanya sosialisasi yang lebih intensif dari BPOM untuk para pelaku bisnis Frozen Food. Jadi diharapkan Kerjasama antara para pelaku bisnis Frozen Food dan BPOM demi membangun kepercayaan masyarakat akan keamanan produk di pasaran.

Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Nama anggota : 

  1. Selma Ferena
  2. Muhammad Jodi Aprianda Fadhlan

Referensi

BAZNAS TV (2020) “Teknik Pengelolaan Frozen Food Standar BPOM – UMKM Class Online”, Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=k-9MxLhJ10Y&t=729s pada 18 Februari 2021

Ferrell, O.C, Hint, G.A & Ferell Linda. 2020. Business Foundations – A Changing World. 12th Edition, New York: McGraw-Hill

https://kadin.id/news-event/news-detail/995/belum-berhenti-jumlah-pekerja-dirumahkan-dan-phk-masih-bisa-nambah

https://kliklegal.com/bpom-terbitkan-aturan-wajib-memiliki-izin-edar-penjualan-pangan-olahan-frozen-food-secara-daring/

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/26/070633720/melirik-bisnis-frozen-food-yang-kian-menjanjikan-di-era-pandemi

https://m.bisnis.com/amp/read/20190822/257/1139699/bpom-didesak-tangani-ikm-produsen-frozen-food

https://palpos.id/2020/09/25/laporan-khusus-jangan-kaku-terapkan-aturan/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Managers R Us

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format