Beradaptasi atau Mati: Produksi Film di Masa Pandemi


0

Corona, Industri Film Kian Merana

Video 1 Kesulitan Produksi Film di Masa Pandemi

Sumber: https://www.youtube.com/embed/Aqv4xOqZZkI?feature=oembed

Terhitung dari bulan Maret 2020, Indonesia mengkonfimasi kasus COVID-19 pertama(Pusat Analisii Determinan Kesehatan KEMENKES RI, 2020). Dampak yang ditimbulkan dari COVID-19 ini bukan hanya dalam lingkupan Kesehatan saja, namun juga berdampak pada sektor-sektor yang lain, seperti sektor Pendidikan dan ekonomi. Sebagai salah satu dari sub sektor Ekonomi kreatif, Industri film juga memiliki peranan penting bagi kemajuan perekonomian Indonesia(Putri, 2017).

Pada masa pandemi COVID-19 ini, industri perfilman juga menghadapi permasalahan yang sangat signifikan sehingga menghambat pertumbuhan dan keberlangsungan industri perfilman bukan hanya di Indonesia, namun juga industi perfilman dunia. Sutradara kondang Joko Anwar dalam sebuah wawancara menjelaskan bahwa, selama pandemic ini setidaknya ada 30 produksi film yang harus diberhentikan karena pandemic dan segala peraturannya(Farisi, 2020). Menurut penuturannya, taksiran kerugian yang dihadapi oleh para sineas Indonesia sudah mencapai Rp. 500 Milyar. (Farisi, 2020)

Selain dampak yang terjadi di Indonesia, Pandemi COVID-19 juga berdampak pada industry perfilman dunia. Banyak jadwal penayangan film Box Office yang berubah, Industri film Tiongkok menghadapi kerugian sebesa $2 Miliar per maret 2020, Amerika Serikat juga menghadapi pekan box office terendah sejak tahun 1998 pada 13-15 Maret 2020(Safriana, 2020)

Dilema perindustrian Film pada masa pandemic

Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi kreatif dalam sebuah artikel Kompas.com bagaimana menjelaskan aliran keuangan yang dijalankan pada Industri perfilman khususnya Indonesia. Ibarat investasi, produksi film mendapat uang dari PI atau Private Investor yang nantinya digunakan sebagai modal awal produksi film(Pangerang, 2020). Bukan hanya produksinya saja yang harus di biayai tapi juga proses pasca produksi, seperti promosi dan lain sebagainya(Pangerang, 2020). Lalu dapat dari mana keuntungannnya? Keuntungannya dihitung atau didapatkan dari hasil penjualan tiket bioskop, penjualan DVD dan pada zaman sekarang kita lebih mengenal VOD atau platform video on demand seperti Netflix, iflix dan lain sebagainya(Pangerang, 2020).

Namun, dilemma besar muncul ketika masa pandemic saat ini, yang dimulai dari maret 2020, serta dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 tahun 2020, kegiatan produksi perfilman akhirnya dihentikan(Indraini, 2020). Selain produksi yang diberhentikan, pemutaran film juga diberhentikan selama 10 bulan. Namun, berdasarkan aturan baru, bioskop akhirnya bisa dibuka kembali namun hanya sebatar 25%-50% dari kapasitas normal biasa(Dewi, 2020). Dalam kacamata bisnis dan produksi perfilman, ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait pembatasan social berskala besar ini malah menghambat sirkulasi dana dalam produksi.

Pilih mana? Libur Produksi atau Terobos Protokol Kesehatan?

Sebagaimana yang kita tahu, dalam bukunya Business Foundation: A Changing World, O.C Ferrel menjelaskan bahwa etika bisnis merupakan prinsip atau standar yang ditentukan tentang bagaimana perilaku bisnis dapat diterima. Ferrel juga menambahkan bahwa salah satu konsiderasi etika bisnis adalah kebijakan pemerintah(Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, 2020). Dalam studi kasus ini, peraturan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketika pandemic ini dijadikan salah satu konsiderasi yang dipertimbangkan oleh pelaku produksi perfilman dalam menjalankan produksi. 

Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas, bahwa system aliran keuangan yang dijalankan ketika industry ini bertumpu pada penjualan tiket serta yang berkontribusi dalam sebuah produksi bisa mencapai 150-300 orang dalam produksi. Hal ini berbanding terbalik dengan peraturan protocol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini mengakibatkan conflict of interest yang terjadi dalam pembentukan kebijakan produksi. Sebagaimana juga telah dijelaskan Ferrel terkait ethical issues, yang menjelaskan bahwa salah satu ethical issues adalah conflict of interest (Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, 2020) yang dalam hal ini adalah pembuatan keputusan apakah akan memberhentikan produksi yang mengakibatkan tidak adanya pemasukan rumah tangga para pelaku produksi perfilman? atau melanjutkan produksi namun melanggar etika bisnis dalam hal ini mengabaikan peraturan pemerintah?.

A picture containing outdoor, person, people, group  Description automatically generated

Figure 1 Pelanggaran Protokol Kesehatan Shooting Ikatan Cinta

Sumber: Kompas.com

Sebagai contoh, adanya pelanggaran                        protocol kesehatan dalam produksi perfilman yakni dalam shooting Ikatan Cinta di Bogor(Donny Adhiyasa, 2021). Hal ini lantaran shooting menimbulkan kerumunan yang banyak sehingga meningkatkan potensi penyebaran COVID-19. Hal ini juga dapat memperlihatkan bahwa aktivitas shooting memang sulit mengendalikan jumlah orang yang terlibat didalamnya, namun apabila dibatasi orang yang berada dalam produksi akan mengakibatkan membengkaknya modal produksi karena memperpanjang durasi produksi. Selain memperpanjang durasi, shooting di masa pandemic juga memunculkan alokasi dana baru yakni untuk protocol kesehatan. Hal ini juga menjadikan berkurangnya keuntungan dari produksi sebuah film. Namun hal -hal tersebut lebih baik daripada harus menghentikan produksi.

Bagaimana Harus Beradaptasi?

1. Menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama proses syuting

Seperti Apa Shooting Film Di Tengah Pandemi?! - Akhirat: A Love Story Featurette

Video 1 Syuting Film Akhirat: A Love Story di Tengah Pandemi

Sumber www.youtube.com/watch?v=cc4-V3BYkaM

Salah satu contoh penerapan protokol kesehatan yang ketat selama proses syuting film adalah pada proses syuting film Akhirat: A Love Story. Akhirat: A Love Story merupakan produksi BASE Entertainment, bekerja sama dengan Studio Antelope. BASE Entertainment adalah sebuah perusahaan film yang berbasis di Jakarta dan Singapura, sementara itu Studio Antelope adalah rumah produksi dan perusahaan pembuatan konten yang berbasis di Jakarta. Film ini telah menyelesaikan proses syuting selama 21 hari pada September 2020 dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Berikut keterangan prosedur protokol kesehatan yang ditetapkan selama proses syuting film Akhirat: A Love Story, dilansir dari halaman Instagram Studio Antelope: 

  • Semua kru dan pemain wajib mengikuti PCR Swab test yang disediakan oleh rumah produksi.
  • Kru wajib mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hanya pemain yang diperbolehkan untuk membuka masker saat memasuki set.
  • Setiap kru yang tiba di lokasi wajib masuk kek bilik disinfektan. Kru juga wajib untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke peralatan, props, makeup, dan peralatan makeup sebelum digunakan.
  • Secara berkala selama syuting berlangsung, tim produksi akan memilih 10 orang, baik pemain atau kru, secara acak untuk melakukan tes antigen.
  • Pembagian ring yang dilakukan untuk mengurangi kontak langsung dengan orang banyak dan penumpukan kru di suatu area.

2. Melakukan karantina selama produksi film

Gambar 1 Proses Syuting film PARANOIA

Sumber: www.instagram.com/milesfilms

Karena proses syuting film yang sulit menghindari situasi berkerumun, Miles Filmssebuah rumah produksi Indonesia yang didirikan oleh Mira Lesmana, lalu sekarang dipimpin oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, hadir dengan sebuah solusi yaitu melakukan karantina bersama di lokasi syuting film. Film yang digarap berjudul PARANOIA. Bersumber dari halaman instagram Mira Lesmana, ide cerita PARANOIA sendiri datang dari Mira Lesmana dan Riri Riza di awal masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Mira Lesmana dan Riri Riza kemudian menulis skenarionya bersama Jujur Prananto. Karena proses syuting film ini dilakukan di masa pandemi COVID-19, Miles Films melakukan karantina bersama di lokasi syuting mulai dari awal proses syuting hingga proses syuting selesai. Sebelumnya, seluruh kru dan pemain harus melalui dua kali test Polymerase Chain Reaction (PCR), yaitu metode pemeriksaan virus SARS Cov-2 dengan mendeteksi DNA virus.

3. Mengalihkan penayangan film ke platform digital seperti layanan Streaming Video on Demand (SVoD)

Gambar 3 Layanan SVoD

Sumber: www.sensortower.com

SVoD merupakan layanan konten acara televisi, film, dan serial TV yang bisa diakses pengguna melalui jaringan internet. Layanan SVoD yang hadir dan legal di Indonesia di antaranya adalah iFlix, Netflix, Vidio, GoPlay, Genflix, CatchPlay, Viu, dan Disney+ Hotstar.

Selama pandemi COVID-19, banyak perusahaan penyedia jasa layanan SVoD yang mengalami kenaikan jumlah pengguna yang cukup signifikan. Mengutip dari BBC, di tahun 2020 di mana virus corona mulai muncul, ada sebanyak 37 juta pelanggan baru menggunakan layanan streaming Netflix. Jumlah tersebut termasuk tambahan 8,5 juta pengguna baru dalam triwulan terakhir di tahun 2020. Per bulan Januari 2021, Netflix mengalami kenaikan jumlah pelanggan berbayar sebanyak 30% dari tahun 2019 menjadi sebanyak 200 juta pelanggan. Penambahan jumlah pelanggan yang diikuti dengan kenaikan harga berlangganan di beberapa negara membantu mendongkrak pendapatan Netflix sebesar 24 persen. Dilansir dari Medcom.id, Varun Mehta, Country Manager Viu menyatakan bahwa selama periode pandemi COVID-19 ini, terjadi peningkatan jumlah pengguna aktif sebesar 35-40 persen dengan waktu rata-rata menonton video yang meningkat hingga 50 persen per orang. Pada layanan SVoD yang lainnya, yaitu iFlix, Tiara Sugiyono, Head of Marketing iFlix, mengatakan bahwa iFlix mengalami kenaikan pada jumlah pengguna lama dan baru sebanyak masing-masing 25 persen dan 35 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa pemutaran film yang awalnya dilakukan di bioskop konvensional, pada saat pandemi COVID-19 bisa dialihkan ke layanan SVoD.

4. Membuka bioskop drive-in

Penutupan bioskop konvensional pada awal pandemi, kebijakan pembatasan sosial, penerapan kebiasaan baru, dan banyak masayarakat yang masih enggan untuk menonton film di bioskop konvensional saat pandemi COVID-19 menyebabkan munculnya sebuah alternatif utuk menonton film di luar rumah selain di bioskop konvensional, yaitu bioskop drive-in.

Di bioskop drive-in, penonton menikmati film yang ditayangkan pada layar besar dari dalam mobil yang suaranya diintegrasikan melalui transimisi radio mobil. Dikutip dari nyfa.edu, bioskop drive-in pertama yang dipatenkan pada 6 Juni 1933 yaitu bioskop drive-in oleh Richard Hollingshead di New Jersey. Di Indonesia sendiri, bioskop drive-in juga bukanlah hal yang baru. Indonesia pernah memiliki bioskop drive-in di Kawasan Ancol pada era tahun 1970 hingga 1980-an, yang bernama Teater Kendara Pantai Binaria. Teater Kendara Pantai Binaria merupakan yang pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara, yang mulai dibuka pada tahun 1970 atas prakarsa Ciputra, seorang konglomerat di Indonesia.

Gambar 4 Bioskop Drive-In: Drive-In Senja

Sumber: www.instagram.com/driveinsenja/

Saat ini, di Indonesia terdapat bioskop drive-in bernama Drive-In Senja. Drive-In Senja menampilkan berbagai macam genre film mulai dari horor hingga film petualangan. Drive-In Senja juga menerapkan protokol kesehatan, yaitu semua staf memakai penutup wajah, masker, dan sarung tangan; pengunjung wajib memakai masker saat memasuki lokasi acara; suhu tubuh akan diperiksa sebelum masuk, dan harus di bawah 37,5 derajat celcius; pengunjung wajib mencuci tangan dengan hand sanitizer yang telah disediakan; pengecekan tiket dilakukan tanpa kontak langsung; imbauan untuk mengisi mobil berkapasitas 4 orang dengan 2-3 orang saja, sedangkan mobil berkapasitas 6 orang diisi oleh 4 orang saja; penyemprotan mobil dengan disinfektan; antara mobil yang satu dengan yang lainnya berjarak 1 meter; serta penumpang tidak diperkenankan keluar dari mobil selama acara berangsung kecuali dalam keadaan darurat.

Tidak hanya di Indonesia, bioskop drive-in ini kembali muncul di beberapa negara seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sebagai kesimpulan, industri film masih memungkinkan untuk menjalankan aktivitasnya di saat pandemi COVID-19 sedang berlangsung, namun dengan menyesuaikan keadaan saat ini. Pada saat produksi dan proses syuting, kru dan pemain dapat melakukannya secara virtual, seperti menggunakan konferensi video saat proses reading, atau dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat proses syuting. Lalu, hasil film dapat ditayangkan melalui layanan SVoD, platform OTT, dan drive-in cinema.

Profit Storm

Nadya Shafirah

Fachrizal Anshori Budimansyah

Dewi, R. K. (2020). Bagaimana Aturan Menonton Film di Bioskop Saat Pandemi Corona? https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/24/160500765/bagaimana-aturan-menonton-film-di-bioskop-saat-pandemi-corona?page=all.

Donny Adhiyasa, N. G. (2021). Langgar Protokol Kesehatan, Syuting Ikatan Cinta Kena Denda. https://id.berita.yahoo.com/langgar-protokol-kesehatan-syuting-ikatan-044945889.html

Farisi, B. Al. (2020). Joko Anwar: Ada 30 Produksi Film Terpaksa Berhenti akibat Pandemi Covid-19. https://www.kompas.com/hype/read/2020/05/30/170707966/joko-anwar-ada-30-produksi-film-terpaksa-berhenti-akibat-pandemi-covid-19

Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, L. (2020). BUSINESS FOUNDATIONS: A CHANGING WORLD (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Indraini, A. (2020). Apes! Corona Bikin Aktivitas Produksi Film Lumpuh.

Pangerang, A. M. K. (2020). Begini Cara Sederhana Menghitung Pendapatan Film Indonesia. https://entertainment.kompas.com/read/2018/09/13/133412410/begini-cara-sederhana-menghitung-pendapatan-film-indonesia.

Pusat Analisii Determinan Kesehatan KEMENKES RI. (2020). BERITA POSITIF. http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2020/03/24/17/berita-positif.html

Putri, I. P. (2017). Industri Film Indonesia Sebagai Bagian Dari  Industri Kreatif Indonesia. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi), 3(1), 24. https://doi.org/10.25124/liski.v3i1.805

Safriana, L. (2020). Remuknya Industri Film dan Berkah Bioskop Maya di Tengah Pandemi. https://katadata.co.id/muchamadnafi/indepth/601777c5dd9f6/remuknya-industri-film-dan-berkah-bioskop-maya-di-tengah-pandemi

Gambar Thumbnails: https://cdn.antaranews.com/cache/800×533/2020/05/29/93538E18-6667-443F-960A-A432CBE8A432.jpeg

Video 1 Kesulitan Produksi Film di Masa Pandemi

Sumber: CNBC Indonesia on Youtube

Video 2 Syuting Film Akhirat: A Love Story di Tengah Pandemi

Sumber : Youtube


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format